0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan11 halaman

admin,+07

Dokumen ini membahas strategi pemasaran untuk selada keriting hidroponik di PT Indigen Karya Unggul, yang menghadapi tantangan dari kompetitor dan produk retur. Penelitian menggunakan analisis SWOT dan QSPM untuk merumuskan strategi yang berfokus pada peningkatan promosi melalui media sosial untuk meningkatkan permintaan. Hasil menunjukkan pentingnya memahami faktor internal dan eksternal dalam merumuskan strategi pemasaran yang efektif.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan11 halaman

admin,+07

Dokumen ini membahas strategi pemasaran untuk selada keriting hidroponik di PT Indigen Karya Unggul, yang menghadapi tantangan dari kompetitor dan produk retur. Penelitian menggunakan analisis SWOT dan QSPM untuk merumuskan strategi yang berfokus pada peningkatan promosi melalui media sosial untuk meningkatkan permintaan. Hasil menunjukkan pentingnya memahami faktor internal dan eksternal dalam merumuskan strategi pemasaran yang efektif.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

E-ISSN 3032-5943 Prosiding Seminar Nasional Polbangtan Bogor Vo.

2 2024

PENETAPAN STRATEGI PEMASARAN SELADA KERITING (Lactuca sativa L.)


HIDROPONIK

DETERMINATION OF MARKETING STRATEGY OF HYDROPONIC CURLY LETTUCE


(Lactuca sativa L.)

Salsabila Natasya Putri, Nazaruddin, Ismi Puji Ruwaida


Jurusan Pertanian, Agribisnis Hortikultura, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
Jl. Aria Surialaga No.1, Kota Bogor, Jawa Barat 16119
*)
Email korespondensi: salsabilanatasya2001@[Link]

ABSTRACT

In running its business, PT Indigen Karya Unggul faces marketing problems, namely the emergence of
similar competitors and there are still returned products from several partners. This affects the
promotion and sales of hydroponic lettuce so that it is necessary to formulate a marketing strategy for
sustainable business development. The purpose of the study was to identify marketing conditions,
analyze the internal and external environment in marketing activities, and formulate a marketing
strategy for the development of hydroponic lettuce businesses. The research method used a
descriptive approach and mix method which was analyzed with the IFE, EFE, IE, SWOT, and QSPM
matrices. The results of the study were 1) The lettuce marketing route is divided into 4 routes; lettuce
is distributed to several vegetable stalls, horeka, and Mirota Pasar Raya; 2) The main strength factor is
the image of fresh lettuce products and guaranteed quality while the main weakness factor is the
quantity of lettuce shipments adjusts to the results; The main opportunity factor is gaining customer
loyalty, while the main threat is that there are still product returns. 3) IE matrix analysis shows the
company's growth position and QSPM analysis produces the strategic priorities proposed in this study,
namely creating and increasing the frequency of hydroponic lettuce promotions on the company's
social media accounts to increase demand.
Keywords: Hydroponics, IE Matrix, Marketing Strategy, SWOT, QSPM

ABSTRAK
Dalam menjalankan usahanya, PT Indigen Karya Unggul menghadapi permasalahan pemasaran yaitu
munculnya kompetitor sejenis dan masih terdapat produk retur dari beberapa mitra. Hal ini
mempengaruhi promosi dan penjualan selada hidroponik sehingga perlu dilakukan perumusan
strategi pemasaran untuk pengembangan usaha yang berkelanjutan. Tujuan penelitian untuk
mengidentifikasi kondisi pemasaran, menganalisis lingkungan internal dan eksternal pada kegiatan
pemasaran, serta merumuskan strategi pemasaran untuk pengembangan usaha selada hidroponik.
Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dan mix methode yang dianalisis dengan
matriks IFE, EFE, IE, SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian yaitu 1) Rute pemasaran selada terbagi
menjadi 4 rute; selada disalurkan ke beberapa kios sayur, horeka, dan Mirota Pasar Raya; 2) Faktor
kekuatan utama yaitu citra produk selada yang segar dan terjamin kualitasnya sedangkan faktor
kelemahan utama yaitu kuantitas pengiriman selada menyesuaikan hasil; Faktor peluang utama yaitu
mendapatkan loyalitas pelanggan, sedangkan ancaman utama yaitu masih terdapat retur produk. 3)
Analisis matriks IE menunjukan posisi perusahaan tumbuh dan bina analisis QSPM menghasilkan
prioritas strategi yang diusulkan pada penelitian ini yaitu membuat dan meningkatkan frekuensi
promosi selada hidroponik pada akun media sosial perusahaan untuk meningkatkan permintaan.

Kata kunci: Hidroponik, Matriks IE, Strategi pemasaran, SWOT, QSPM

Available online at https: //[Link]/[Link]/prosiding 126


E-ISSN 3032-5943 Prosiding Seminar Nasional Polbangtan Bogor Vo. 2 2024

PENDAHULUAN merumuskan strategi pemasaran.


Lahan pertanian di Provinsi Daerah Keefektifan strategi pemasaran
Istimewa Yogyakarta mengalami didapatkan melalui pengamatan terhadap
penurunan hingga 250 hektar setiap kondisi aktual dari kompetitor serta
tahunnya akibat alih fungsi lahan (Dinas melakukan identifikasi strategi, tujuan,
Pertanian dan Pangan DIY, 2023). faktor internal dan faktor eksternal
Menurut data Daerah Istimewa (Pasaribu, 2018). Dengan demikian,
Yogyakarta Dalam Angka 2022, laju memilih strategi pemasaran yang terbaik
pertumbuhan penduduk di Provinsi DIY sangat penting dalam memenuhi
meningkat. Peningkatan populasi permintaan pasar serta dapat menjadi
penduduk tersebut sejalan dengan pedoman dalam upaya meningkatkan
peningkatan permintaan lahan. penjualan produk sesuai keinginan
Oleh karena itu, sejak tahun 2021, konsumen.
Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Berdasarkan latar belakang tersebut,
Daerah Istimewa Yogyakarta telah terdapat urgensi penelitian untuk
mengembangkan inovasi program menetapkan strategi pemasaran
pertanian guna mengatasi permasalahan komoditas selada hidroponik di PT Indigen
lahan sempit, salah satunya melalui Karya Unggul dalam menghadapi
sistem hidroponik. Sistem hidroponik permasalahan di bidang pemasaran
menjadi salah satu peluang melalui identifikasi dan analisis faktor-
pengembangan usaha yang banyak faktor internal (kekuatan dan kelemahan)
diterapkan oleh pelaku bisnis bidang dan eksternal (peluang dan ancaman)
pertanian, khususnya di wilayah yang kemudian dianalisis menggunakan
Yogyakarta. matriks SWOT. Penerapan metode QSPM
Salah satu perusahaan di Provinsi (Quantitative Strategic Planning Matrix)
Daerah Istimewa Yogyakarta yang digunakan untuk menentukan prioritas
memanfaatkan peluang tersebut adalah strategi yang tepat untuk diterapkan pada
PT Indigen Karya Unggul. Perusahaan ini perusahaan.
berlokasi di Kabupaten Sleman yang
METODE PENELITIAN
membudidayakan selada keriting hijau
Tugas Akhir dilaksanakan selama
secara hidroponik. Tingginya peluang
tiga bulan terhitung dari 1 Maret sampai
bisnis hidroponik di wilayah Yogyakarta
dengan 31 Mei 2024 di PT Indigen Karya
mendorong adanya persaingan
Unggul yang berlokasi di Sleman, Daerah
antarpelaku usaha bidang hidroponik serta
Istimewa Yogyakarta. Responden pada
terdapat tantangan pada pengembangan
penelitian ini merupakan key informan
usaha ini diantaranya modal usaha yang
atau pihak-pihak yang berkaitan secara
besar, kualitas produk, dan keterampilan
langsung dalam kegiatan pemasaran
budidaya. Permasalahan yang dihadapi
selada hidroponik pada perusahaan
perusahaan dalam hal pemasaran selada
diantaranya kios mitra, horeka, staff
hidroponik yaitu kompetitor sejenis dan
produksi, staff marketing, owner, dan
masih terdapat produk retur dari mitra
konsumen (end user) yang dipilih
setiap harinya.
berdasarkan kebutuhan penelitian.
Oleh karena itu, perusahaan perlu
Pengolahan dan penyajian data
melakukan inovasi dalam menghadapi
dilakukan dengan pendekatan analisis
persaingan dengan kompetitor pada
deskriptif secara kualitatif dan kuantitatif
bidang yang sama melalui pengembangan
(mix methode) melalui matriks SWOT dan
usaha. Salah satu kegiatan dalam upaya
pengembangan usaha adalah dengan

127 Available online at https: //[Link]/[Link]/prosiding


E-ISSN 3032-5943 Prosiding Seminar Nasional Polbangtan Bogor Vo. 2 2024

QSPM. Adapun analisis data yang eksternal (peluang dan ancaman).


digunakan dalam penelitian ini adalah: Penyajian variabel faktor kekuatan
1. Analisis Finansial (strength) dituliskan sebelum faktor
2. Internal Factor Evaluation (IFE) and kelemahan (weakness). Begitu
External Factor Evaluation Matrix
pula dengan faktor eksternal,
(EFE)
penyajian variabel faktor peluang
3. Analisis Strengths-Weaknesses-
Opportunities-Threats (SWOT)
(opportunity) dituliskan sebelum
4. Metode Quantitative Strategic faktor ancaman (threat).
Planning Matriks (QSPM) Memberikan bobot dan rating
Tahapan Perumusan Strategi untuk setiap variabel faktor internal
Pemasaran dan eksternal berdasarkan tingkat
Perumusan strategi pemasaran dengan kepentingan pada masing-masing
menggunakan metode SWOT (Strength, variabel faktor. Hasil penjumlahan
Weakness, Opportunity, Threat) dan masing-masing bobot IFE dan EFE
QSPM (Quantitative Strategic Planning harus bernilai 1,0.
Matrix) dirancang melalui tiga tahapan 2. Tahap Pencocokan (Matching Stage)
analisis data, yaitu: Tahapan ini adalah penyesuaian hasil
1. Tahap Pemasukan (Input Stage) analisis matriks Internal Factor
Tahapan ini menggunakan matriks Evaluation (IFE) dan Eksternal Factor
Internal Factor Evaluation (IFE) dan Evaluation (EFE) untuk mengetahui
Eksternal Factor Evaluation (EFE). posisi perusahaan dengan
Untuk mengidentifikasi faktor- menggunakan dua jenis matriks, yaitu:
faktor internal (kekuatan dan a) Internal-Eksternal Matrix (IE)
kelemahan) dan faktor-faktor

Gambar 1 Matriks IE
Penggunaan matriks IE untuk mengetahui berada pada sumbu X dan total nilai
posisi perusahaan terhadap 9 sel matriks. matriks EFE berada pada sumbu Y.
Matriks IE terdiri dari total nilai matriks IFE b) Matriks SWOT

Tabel 1 Matriks SWOT


EFE
Faktor-faktor Peluang Faktor-faktor Ancaman
dan
(Opportunity) (Threat)
IFE
Faktor Kekuatan (Strength) Strategi SO Strategi ST
Faktor Kelemahan (Weakness) Strategi WO Strategi WT

Available online at https: //[Link]/[Link]/prosiding 128


E-ISSN 3032-5943 Prosiding Seminar Nasional Polbangtan Bogor Vo. 2 2024

Menurut Rangkuti (2014), matriks SWOT PT Indigen Karya Unggul sebagai


dapat menghasilkan empat alternatif objek penelitian ini;
strategis dengan setiap hubungan tersebut 2. Pemasaran merupakan kegiatan
terdapat solusi strategis yang harus perencanaan yang mencangkup
dilakukan. Analisis SWOT yaitu alat pengelolaan barang dan jasa,
analisis berdasarkan logika dengan penetapan harga barang atau jasa
memaksimalkan kekuatan (strengths) dan sampai dengan kegiatan promosi dan
peluang (opportunities), namun secara pendistribusian;
bersamaan dapat meminimalkan 3. Analisis kelayakan usaha merupakan
kelemahan (weaknesses) dan ancaman alat analisis untuk mengkaji kelayakan
(threats). Matriks SWOT merupakan alat usaha dan keuntungan yang diperoleh
analisis perencanaan strategis yang suatu perusahaan dari modal tertentu;
digunakan untuk mengevaluasi lingkungan 4. Strategi pemasaran merupakan cara
eksternal dan internal. Perumusan strategi atau langkah perusahaan dalam
menggunakan matriks SWOT diperoleh menentukan strategi pasar untuk
dari indepth interview kepada key memenangkan persaingan pasar
informan karena keterbatasan dalam hal secara berkelanjutan;
biaya dan waktu. 5. Bauran pemasaran terdiri atas atribut
3. Tahap Pengambilan Keputusan atau elemen sebagai alat bantu
(Decision Stage) perusahaan dalam mewujudkan
Tahapan ini menggunakan matriks strategi pasar;
QSPM (Quantitative Strategic 6. Matriks IFE dan EFE merupakan
Planning Matrix) untuk mengevaluasi matriks yang digunakan untuk
alternatif strategi yang diperoleh dari mengevaluasi faktor-faktor internal
analisis matriks SWOT dengan dan eksternal yang mempengaruhi
menginput nilai bobot pada matriks kegiatan pemasaran selada keriting
IFE dan EFE kedalam matriks QSPM, hidroponik. Faktor internal merupakan
menentukan nilai daya tarik (Attractive faktor-faktor yang dapat dikendalikan
Score-AS) sesuai dengan tingkat daya dan berasal dari dalam perusahaan
tarik relatif dari masing-masing yang terdiri dari kekuatan dan
strategi yang telah didapatkan, serta kelemahan. Faktor eksternal
menentukan nilai total daya tarik merupakan faktor-faktor yang berasal
(Total Attractive Score-TAS) diperoleh dari luar manajemen perusahaan
dari hasil perkalian dari masing- yang tidak dapat dikendalikan secara
masing bobot dengan nilai daya tarik langsung yang terdiri dari peluang dan
(Attractive Score-AS). ancaman yang dihadapi perusahaan;
Definisi Operasional 7. Internal-Eksternal (IE) matrix adalah
Definisi operasional digunakan untuk alat manajemen strategis yang terbagi
memberi batasan dan menghindari atas 9 sel yang digunakan untuk
kesalahpahaman pengertian mengenai memposisikan unit bisnis atau
istilah-istilah yang digunakan pada perusahaan. Hasil analisis matriks IE
penelitian. Definisi operasional pada berkaitan dengan penyusunan strategi
penelitian ini sebagai berikut: menggunakan analisis matriks SWOT
1. Selada keriting hidroponik merupakan dengan melihat penentuan posisi
jenis sayuran daun yang perusahaan;
dibudidayakan pada sistem hidroponik 8. Matriks SWOT adalah alat analisis
NFT (Nutrient Film Technique) pada perencanaan strategis yang
digunakan untuk mengevaluasi

129 Available online at https: //[Link]/[Link]/prosiding


E-ISSN 3032-5943 Prosiding Seminar Nasional Polbangtan Bogor Vo. 2 2024

perusahaan berdasarkan faktor-faktor HASIL DAN PEMBAHASAN


kekuatan, kelemahan, peluang, dan Kondisi Pemasaran Selada Hidroponik
ancaman yang dihadapi perusahaan; Permasalahan Yang Dihadap
9. Quantitative Strategic Planning Matrix Permasalahan yang dihadapi perusahaan
(QSPM) merupakan alat analisis yang pada saat ini adalah munculnya
digunakan pada tahap decision stage kompetitor sejenis dan masih terdapat
berupa penentuan prioritas strategi produk retur dari beberapa mitra
yang terbaik untuk perusahaan perusahaan. Permasalahan produk retur
berdasarkan nilai total daya tarik atau merupakan risiko dari model penjualan
Total Attractiveness Score (TAS) yang ditawarkan perusahaan berupa
tertinggi; sistem putus atau titip jual ke kios sayur
10. Open farm merupakan nama kegiatan dan dapat dikembalikan apabila tidak
wisata petik buah dan sayur yang terjual habis.
diselenggarakan oleh PT Indigen Strategi Bersaing
Karya Unggul. Kegiatan ini berupa Perusahaan telah mempromosikan
pembukaan greenhouse untuk produknya melalui komunitas Whatsapp,
masyarakat umum atau pengunjung marketplace Facebook, dan door to door.
wisata yang ingin menikmati sensasi Strategi ini dianggap efektif dalam
petik selada secara langsung menghadapi persaingan bisnis karena
perusahaan dapat dengan mudah
menjangkau calon konsumen dan
menawarkan produk sesuai kebutuhan
konsumen.

Manajemen Pemasaran Selada Hidroponik


Kriteria Grade Selada Hidroponik di PT Indigen Karya Unggul
Tabel 2 Kriteria Grade Selada Hidroponik
No Grade Kriteria Sasaran Pasar
Ukuran batang lebih besar dan berisi, daun
Supermarket dan kios
1 A berwarna hijau segar, serta tidak cacat atau
sayur mitra
berlubang
Ukuran batang standar dan berisi, daun berwarna
2 B hijau segar, dan hanya terdapat sedikit daun yang Horeka dan pasar
berlubang
Selada retur yang masih layak jual, terdapat
3 C lubang pada daun, dan daun sedikit menghitam Rumah makan mitra
atau layu
Sumber: Data primer diolah (2024)

Pada Tabel 2 menjelaskan kriteria supermarket yang masih layak dijual dan
selada grade A yang dipasarkan ke kondisinya masih bagus.
supermarket Mirota Pasar Raya dan kios Selada hidroponik yang
sayur mitra. Selada grade B yang dibudidayakan perusahaan yang telah
dipasarkan ke horeka dan pasar berasal dipasarkan ke supermarket ternama di
dari sisa pasokan selada yang tidak Yogyakarta yaitu Mirota Pasar Raya.
memenuhi standar grade A kemudian Pengiriman selada keriting yang
akan dikemas dan ditimbang untuk dijual dipasarkan ke Mirota Pasar Raya
per kilogram. Selada grade C merupakan diprioritaskan yang memiliki ukuran lebih
selada retur dari kios-kios mitra dan besar atau memiliki grade A dibandingkan
Available online at https: //[Link]/[Link]/prosiding 130
E-ISSN 3032-5943 Prosiding Seminar Nasional Polbangtan Bogor Vo. 2 2024

dengan selada yang dipasarkan ke kios Mirota Pasar Raya yang dikirimkan setiap
sayur. Selada yang siap dipasarkan telah hari Senin dan Jumat.
melewati penanganan pasca panen dan Analisis Faktor-Faktor Strategis
quality control oleh divisi marketing dan Internal dan Eksternal
ditimbang sesuai standar perusahaan Hasil identifikasi faktor-faktor
yaitu 110-140 g per pack. strategis di lingkungan internal dan
Rute Pengiriman Selada eksternal yang mempengaruhi kegiatan
Perusahaan membagi rute pemasaran selada hidroponik di PT
pengiriman selada ke kios sayur mitra Indigen Karya Unggul disajikan pada
kedalam 4 rute yaitu Condongcatur, matriks IFE dan EFE.
Prambanan, Seturan, dan Patangpuluhan. Matriks IFE (Internal Factor Evaluation)
Kios-kios sayur tersebut berperan sebagai Pemasaran Selada Hidroponik
perantara yang menjual selada kepada Internal Factor Evaluation (IFE)
end user dengan sistem putus dan dapat merupakan matriks yang digunakan untuk
dikembalikan jika tidak habis terjual. mengevaluasi lingkungan internal
Selain ke kios sayur, perusahaan juga mencakup faktor-faktor kekuatan dan
memasarkan selada ke supermarket kelemahan seperti ditunjukkan pada Tabel
3.

Tabel 3 Analisis Matriks IFE Usaha Selada Hidroponik di PT Indigen Karya Unggul
No Faktor Internal Bobot Rating Skor
Kekuatan
1 Memiliki nomor perizinan usaha 0.1212 4 0.4847
2 Produk sudah masuk ke pasar modern Mirota Pasar Raya 0.1193 3 0.3578
3 Terdapat media promosi yang dapat dijangkau pelanggan
0.1212 4 0.4847
dengan mudah
4 Citra produk selada yang segar dan terjamin kualitasnya 0.124 4 0.4962
5 Terdapat logo pada kemasan sebagai identitas produk 0.1212 4 0.4847
6 SDM terampil dan menguasai teknis produksi hingga
0.1155 3 0.3464
pemasaran
7 Akses ke lokasi usaha mudah dijangkau 0.1183 3 0.355
Sub Total 0.8406 3.0095
Kelemahan
1 Kuantitas dan kualitas hasil panen belum stabil 0.0477 2 0.0954
2 Kuantitas pengiriman selada menyesuaikan hasil kebun 0.0515 3 0.1546
3 Kurangnya frekuensi promosi penjualan produk selada 0.0601 2 0.1202
Sub Total 0.1594 0.3702
Total IFE 1 3,37
Sumber: Data primer diolah (2024)

Tabel 3 menunjukkan total nilai total nilai matriks IFE diatas 2,5 maka
matriks IFE pemasaran selada hidroponik perusahaan dikategorikan mampu
di PT Indigen Karya Unggul adalah 3,37 memanfaatkan kekuatan untuk mengatasi
yang menunjukkan bahwa perusahaan kelemahan yang ada. Adapun yang
berada pada posisi diatas rata-rata dalam menjadi faktor kekuatan utama yang
memanfaatkan faktor-faktor pada dimiliki yaitu citra produk selada yang
lingkungan internal secara menyeluruh. segar dan terjamin kualitasnya dengan
Hal ini sesuai dengan pernyataan David total skor 0,4962 sedangkan kelemahan
(2011) yang menyatakan jika perolehan utama yang dimiliki perusahaan adalah

131 Available online at https: //[Link]/[Link]/prosiding


E-ISSN 3032-5943 Prosiding Seminar Nasional Polbangtan Bogor Vo. 2 2024

kuantitas pengiriman selada External Factor Evaluation (EFE)


menyesuaikan hasil kebun dengan total merupakan matriks yang digunakan untuk
skor 0,1546. mengevaluasi lingkungan eksternal
Matriks EFE (External Factor mencakup kekuatan dan kelemahan yang
Evaluation) Pemasaran Selada dimiliki perusahaan. Analisis matriks EFE
Hidroponik seperti ditunjukkan pada Tabel 4.

Tabel 4 Analisis Matriks EFE Usaha Selada Hidroponik di PT Indigen Karya Unggul
No Faktor Internal Bobot Rating Skor
Peluang
1 Harga produk kompetitif 0.1068 4 0.4272
2 Permintaan terhadap selada hidroponik tinggi 0.1076 4 0.4305
3 Memiliki mitra pemasok selada dengan kualitas sama 0.1109 4 0.4437
4 Kemudahan model penjualan sehingga dapat menarik minat
0.1126 3 0.3377
mitra untuk kerjasama
5 Mendapatkan loyalitas pelanggan 0.1167 4 0.4669
6 Greenhouse yang ada memungkinkan untuk membudidayakan
0.1076 2 0.2152
lebih banyak jenis selada
7 Open farm sebagai sarana promosi selada hidroponik 0.1151 3 0.3452
8 Kemajuan teknologi dan informasi dengan adanya laman For
0.1068 2 0.2136
You Page seputar tanaman hidroponik
Sub Total 0.8841 2.88
Ancaman
1 Adanya serangan hama dan penyakit pada tanaman 0.0356 3 0.1068
2 Masih terdapat retur produk 0.0422 3 0.1267
3 Adanya kemungkinan risiko kerusakan produk saat proses
0.0381 3 0.1142
pengiriman
Sub Total 0.1159 0.3477
Total EFE 1 3.2276
Sumber: Data primer diolah (2024)

Tabel 4 menunjukkan total nilai matriks yaitu mendapatkan loyalitas pelanggan


EFE pemasaran selada hidroponik di PT dengan skor 0,4669 sedangkan yang
Indigen Karya Unggul adalah 3,23 artinya menjadi ancaman utama pada
perusahaan sudah dapat merespon perusahaan adalah masih terdapat retur
dengan baik peluang dan ancaman yang produk dengan total skor 0,1267.
ada. Perusahaan perlu menyusun strategi Analisis Internal-External Matrix
pemasaran yang lebih efektif untuk Pemasaran Selada Hidroponik
memanfaatkan peluang dan meminimalisir Tahap matching stage merupakan
dampak negatif dari ancaman eksternal. tahap pencocokan yaitu menganalisis
Hal ini telah sesuai dengan pernyataan hasil matriks IFE dan EFE kedalam
David (2011) jika perolehan total nilai matriks IE (Internal-External Matrix) yang
matriks EFE diatas 2,5 maka perusahaan terbagi atas 9 sel untuk mengetahui posisi
dikategorikan mampu memanfaatkan perusahaan. Sumbu X berasal dari total
peluang untuk mengatasi ancaman. Faktor matriks IFE yaitu 3,37 dan sumbu Y
peluang utama yang dimiliki perusahaan berasal dari total matriks EFE yaitu 3,23.

Available online at https: //[Link]/[Link]/prosiding 132


E-ISSN 3032-5943 Prosiding Seminar Nasional Polbangtan Bogor Vo. 2 2024

Gambar 2 Analisis Matriks IE Pada Penetapan Strategi Pemasaran Selada Hidroponik


Gambar 2 menunjukkan posisi kekuatan dan kelemahan (faktor internal)
perusahaan pada matriks IE berada pada yang dimiliki perusahaan. Hasil
sel I yang artinya perusahaan berada perumusan strategi menggunakan matriks
dalam posisi Grow and Build (tumbuh dan SWOT diperoleh dari indepth interview
bina). Posisi ini adalah posisi usaha dapat kepada key informan yang menghasilkan
berkembang dan tumbuh dengan baik. tujuh alternatif strategi yang terdiri dari
strategi Strength-Opportunity, strategi
Perumusan Alternatif Strategi dengan
Weakness-Opportunity, strategi Strength-
Matriks SWOT dan QSPM
Threat, serta strategi Weakness-Threat.
Tahap matching stage merupakan tahap
Hasil analisis menggunakan matriks
pencocokan dengan menganalisis matriks
SWOT seperti yang ditunjukkan pada
SWOT. Matriks ini akan menggambarkan
Tabel5.
secara rinci terkait peluang dan ancaman
(faktor eksternal) disesuaikan dengan

Tabel 5 Perhitungan perencanaan agregat mixed strategy


External Factor Evaluation Peluang (Opportunity) Ancaman (Threat)
1. Harga produk kompetitif 1. Adanya serangan hama
2. Permintaan terhadap selada dan penyakit pada
hidroponik tinggi selada
3. Memiliki mitra pemasok selada 2. Masih terdapat return
dengan kualitas sesuai product
4. Mendapatkan loyalitas 3. Adanya kemungkinan
pelanggan risiko kerusakan produk
5. Kemudahan model penjualan saat proses pengiriman
sehingga dapat menarik minat
mitra untuk kerjasama
Internal Factor Evaluation 6. Open farm sebagai sarana
promosi selada hidroponik
Kekuatan (Strength) Strategi S-O Strategi S-T
1. Memiliki nomor perizinan usaha
2. Produk sudah masuk ke pasar 1. Memperluas jejaring mitra dan 1. Memperketat proses
modern Mirota Pasar Raya menambah rute pengiriman quality control untuk
3. Terdapat media promosi yang untuk mempertahankan citra mempertahankan citra
dapat dijangkau dengan mudah brand produk yang berkualitas

133 Available online at https: //[Link]/[Link]/prosiding


E-ISSN 3032-5943 Prosiding Seminar Nasional Polbangtan Bogor Vo. 2 2024

4. Citra brand sebagai produk 2. Mengoptimalkan jangkauan


selada yang segar dan terjamin pemasaran selada melalui open
kualitasnya farm
5. Akses ke lokasi usaha mudah
dijangkau
Kelemahan (Weakness) Strategi W-O Strategi W-T
1. Kuantitas dan kualitas hasil
panen belum stabil 1. Membuat dan meningkatkan 1. Bermitra dengan UMKM
2. Kuantitas pengiriman selada frekuensi promosi selada pada yang menerima selada
menyesuaikan hasil kebun akun media sosial perusahaan retur untuk
3. Kurangnya frekuensi promosi untuk meningkatkan meningkatkan nilai jual
penjualan produk selada permintaan selada
2. Menawarkan kegiatan petik 2. Mempertahankan SOP
selada langsung kepada budidaya yang tepat
konsumen melalui open farm untuk mendapatkan
kualitas dan harga yang
bersaing di pasar
Sumber: Data primer diolah (2024)
Matriks QSPM pasar yang lebih luas dengan cara
Berdasarkan matriks SWOT, memanfaatkan faktor-faktor peluang yang
didapatkan tujuh alternatif strategi yang dimiliki perusahaan.
akan dievaluasi menggunakan matriks SIMPULAN
QSPM untuk memperoleh prioritas strategi Kegiatan penelitian ini dapat
terbaik yang akan diterapkan pada disimpulkan sebagai berikut:
perusahaan sehingga yang memiliki nilai 1. Identifikasi kondisi pemasaran selada
TAS tertinggi merupakan prioritas strategi hidroponik di PT Indigen Karya
yang dapat diimplementasikan PT Indigen Unggul menunjukkan bahwa
Karya Unggul dalam rangka merumuskan perusahaan telah bermitra dengan
strategi pemasaran yang sesuai dengan supermarket Mirota Pasar Raya untuk
posisi perusahaan yaitu Grow and Build memasarkan produknya. Perusahaan
atau tumbuh dan bina. membagi rute pemasaran selada
Berdasarkan analisis matriks menjadi 4 rute, yaitu Condongcatur,
QSPM, maka terpilih satu strategi terbaik Prambanan, Seturan, dan
yang dapat diterapkan pada perusahaan Patangpuluhan.
adalah membuat dan meningkatkan 2. Hasil analisis lingkungan internal dan
frekuensi promosi selada hidroponik pada eksternal yang mempengaruhi
akun media sosial perusahaan untuk pemasaran selada hidroponik
meningkatkan permintaan dengan menunjukkan posisi perusahaan
perolehan nilai TAS tertinggi sebesar berada pada sel I yaitu Grow and
6.7977. Hasil analisis pada matriks QSPM Build (tumbuh dan bina).
ini berkaitan dengan hasil analisis matriks
IE yang menyatakan bahwa perusahaan
dalam posisi sel I yaitu tumbuh dan bina
dengan penerapan strategi yang paling
sesuai berupa pengembangan pasar dan
integrasi faktor peluang yang dimiliki
perusahaan. Penambahan dan
peningkatan promosi selada hidroponik
bertujuan untuk memperoleh jangkauan

Available online at https: //[Link]/[Link]/prosiding 134


E-ISSN 3032-5943 Prosiding Seminar Nasional Polbangtan Bogor Vo. 2 2024

SARAN Karakteristik Morfologi Tanaman


1. Penelitian mengenai perumusan Selada Menggunakan Pengolahan
prioritas strategi pemasaran dapat Citra Digital. Jurnal Ilmiah Sinus
dimanfaatkan oleh perusahaan untuk (JIS) Vol, 20(2).
memperluas jangkauan pasar dan Freddy Rangkuti, Analisis SWOT Teknik
meningkatkan selada hidroponik pada Membedah Kasus Bisnis, (Jakarta:
perusahaan; Gramedia Pustaka Utama, 2003),
2. Penelitian ini dapat dikembangkan hal.19 Ibid., hlm. 116.
hingga ke tahap analisis Kho, B. (2017). Ilmu manajemen
pengimplementasian prioritas strategi industri. From Pengertian PBV (Price
yang dihasilkan mengetahui to Book Value) dan Rumus PBV:
dampaknya terhadap pendapatan [Link]
perusahaan dengan tetap com/pengertian-pbv-price-book-
menyesuaikan batasan penelitian valuerumus-pbv. Retrieved
yang akan digunakan Oktober, 11, 2020.

UCAPAN TERIMAKASIH Komalasari, D., Pebrianggara, A., &


Ucapan terima kasih kepada Ir. Oetarjo, M. (2021). Buku Ajar Digital
Nazaruddin, MM dan Dr. Ismi Puji Marketing. Umsida Press, 1-83.
Ruwaida, SP, MP selaku dosen Kotler, Philip, 1997. Manajemen
pembimbing. Pemasaran Analisis, Perencanaan
DAFTAR PUSTAKA Implementasi dan Pengendalian,
Benget, P. S., Idayanti, N., & Sumardi, S. Erlangga, Jakarta.
(2019). Strategi Keunggulan Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran
Bersaing PT. Semen Tonasa Perspektif Asia, (Yogyakarta: CV.
dengan SWOT dan Andi, 2003), hlm 12
QSPM. Hasanuddin Journal of Kotler Philip. 2008. Manajemen
Business Strategy, 1(1). Pemasaran, Edisi Millenium
Damanik, P. Y., & Oktafani, F. (2017). diterjemahkan Benyamin Molan:
Pengaruh Bauran Pemasaran PT Prenhallindo: Jakarta.
Terhadap Keputusan Pembelian Lakamisi, H., & Usman, R. (2016). Analisis
Produk Kosmetik'by Lizzie finansial dan strategi
Parra'(blp) (studi Pada Tayangan pengembangan usaha kecil
Beauty Vlog Lizzie menengah (UKM) kacang
Parra). eProceedings of vernis. Agrikan: Jurnal Agribisnis
Management, 4(2). Perikanan, 9(2), 57-65.
Darsana, I. M., Rahmadani, S., Salijah, E., Mahfud, T., & Mulyani, Y. (2017). Aplikasi
Akbar, A. Y., Bahri, K. N., Amir, N. Metode QSPM (Quantitative
H., & Nugroho, A. (2023). Strategi Strategic Planning Matrix) Studi
Pemasaran. CV. Intelektual Manifes Kasus: Strategi Peningkatan Mutu
Media. Lulusan Program Studi Tata
David, F. R. 2011. Manajemen Strategis: Boga. JSHP: Jurnal Sosial
Konsep, Edisi 12. Jakarta: Salemba Humaniora dan Pendidikan, 1(1),
Empat. 66-76.
Dinas Pertanian dan Pangan Yogyakarta Mujiastuti, R., Latifah, R., & Hendra, H.
Dalam Angka. 2022 (2019). Penentuan Jenis Strategi
Fadjeri, A., Saputra, B. A., Ariyanto, D. K. Pemasaran Menggunakan Metode
A., & Kurniatin, L. (2022). SWOT dan QSPM Pada UMKM

135 Available online at https: //[Link]/[Link]/prosiding


E-ISSN 3032-5943 Prosiding Seminar Nasional Polbangtan Bogor Vo. 2 2024

Fashion di Kelurahan Penggilingan pemasaran jasa wedding


Berbasis Teknologi. Jurnal ilmiah organizer: Studi kasus pada UMKM
fifo, 11(1), 52-64. Gosimplywedding
Musyawarah, I. Y., & Idayanti, D. (2022). Sukabumi. Jurnal Maksipreneur:
Analisis Strategi Pemasaran Untuk Manajemen, Koperasi, Dan
Meningkatkan Penjualan Pada Entrepreneurship, 9(2), 224-240.
Usaha Ibu Bagas di Kecamatan Setyorini, H., Effendi, M. U., & Santoso, I.
Mamuju. Forecasting: Jurnal Ilmiah (2016). Marketing strategy analysis
Ilmu Manajemen, 1(1), 1-13. using SWOT Matrix and QSPM
Nasution, A. A., & Sutejo, B. (case study: WS Restaurant
(2006). Manajemen pemasaran. Soekarno Hatta Malang). Industria:
PT Inovasi Pratama Internasional. Jurnal Teknologi Dan Manajemen
Oktavia, V. D., Sarsono, S., & Marwati, F. Agroindustri, 5(1), 46-53.
S. (2022). Loyalitas pelanggan Sopandi, T. (2018). Teknik Dasar
ditinjau dari pelayanan, kepuasan Hidroponik. PROGRAM STUDI
dan kepercayaan pada CV cipta BIOLOGI FAKULTAS
kimia sukoharjo. Jurnal ilmiah MATEMATIKA DAN ILMU
edunomika, 6(1), 540-550. PENGETAHUAN ALAM
Pramono, T., & Trilaksani, W. (2019). SURABAYA.
Strategi Pengembangan Usaha Umar, Husein. 2007. Studi Kelayakan
dan Pemasaran Benih Ikan Patin Bisnis, Edisi 3 Revisi. Gramedia
Siam (Pangasianodon Pustaka
hypopthalmus) Dengan Sistem Utama: Jakarta.
Jejaring pada Cabang Dinas Wati, D. R., & Sholihah, W. (2021).
Kelautan dan Perikanan Wilayah Pengontrol pH dan Nutrisi
Utara Provinsi Jawa Tanaman Selada pada Hidroponik
Barat. MANAJEMEN IKM: Jurnal Sistem NFT Berbasis Arduino.
Manajemen Pengembangan Widjaya, P. G. (2017). Analisis
Industri Kecil Menengah, 14(1), 15- Segmenting, Targeting, Positioning
23. dan Marketing Mix pada PT. Murni
Prasetyo, A., Nugroho, A. B., & Setyawan, Jaya. Agora, 5(1).
H. (2022). Perancangan Sistem Zahra, F. Z., Heryansah, M. T., Rahma, M.
Monitoring Pada Hidroponik A., & Utami, R. A. (2023).
Selada (Lactuca Sativa L.) Dengan STRATEGI PEMASARAN BUAH
Metode NFT Berbasis Internet of MELON HIDROPONIK (Studi
Things (IoT). Jurnal Teknik Elektro Kasus Di Rasidin Veggies House,
dan Komputasi (ELKOM), 4(2), 99- Kecamatan Patrang, Kabupaten
109. Jember). Mimbar Agribisnis: Jurnal
Prayudi, D., & Yulistria, R. (2020). Pemikiran Masyarakat Ilmiah
Penggunaan matriks SWOT dan Berwawasan Agribisnis, 9(1),
metode QSPM pada strategi 1245-1255

Available online at https: //[Link]/[Link]/prosiding 136

Anda mungkin juga menyukai