0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan22 halaman

Proposal Muhammad Rifki

Proposal ini bertujuan untuk menganalisis Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kota Banjarbaru dari tahun 2020 hingga 2025 untuk meningkatkan Pajak Daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengevaluasi perkembangan penerimaan PKB, kontribusinya terhadap PAD, dan efektivitas pemungutannya. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan pajak.

Diunggah oleh

Nwyx Kusuma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan22 halaman

Proposal Muhammad Rifki

Proposal ini bertujuan untuk menganalisis Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kota Banjarbaru dari tahun 2020 hingga 2025 untuk meningkatkan Pajak Daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengevaluasi perkembangan penerimaan PKB, kontribusinya terhadap PAD, dan efektivitas pemungutannya. Diharapkan hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan pajak.

Diunggah oleh

Nwyx Kusuma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

ANALISIS PAJAK KENDARAAN BERMOTOR UNTUK MENINGKATKAN


PAJAK DAERAH & PAD DIWILAYAH BANJARBARU DARI TAHUN 2020-
2025

Dosen Pengampu:

Ayu Oktaviani, SE, [Link], Ak, CA

Disusun oleh:
Muhammad Rifki Pasha
Nim 2400312310014

PROGRAM STUDI DIII PERPAJAKAN


PROGRAM DIPLOMA III
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2026
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim, Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat

Tuhan Yang Esa, karena berkat rahmat dan karunianya sehingga penulis mampu

menyelesaikan tugas kuliah ini dengan tepat waktu. Tujuan dari penyusunan

Proposal ini dalam rangka memenuhi tugas Mata Kuliah Teknil Penulisan

Laporan Program Studi Diploma III Perpajakan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,

Universitas Lambung Mangkurat.

Dalam penyusunan ini tentunya terdapat banyak kendala dan kekurangan

yang telah kami lewati, tetapi berkat bantuan dari berbagai pihak proposal ini

dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Untuk itu pada kesempatan ini kami

mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Ayu Oktaviani, SE, M. SI, Ak, CA

selaku dosen pengampu pada mata kuliah Teknik Penulisan Laporan. Semoga

makalah ini dapat memberikan banyak manfaat bagi orang lain dan dapat

digunakan sebagai referensi sumber ilmu. Penulis juga mengharapkan agar para

pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun untuk porposal ini

kedepannya. Akhir kata kami mengucapkan Terima Kasih.

Banjarmasin, 28 April 2026

Muhammad Rifki Pasha

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................i
DAFTAR ISI...............................................................................................................ii
BAB 1 PENDAHULUAN...........................................................................................1
1.1 Latar Belakang....................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..............................................................................................2
1.3 Tujuan Penelitian................................................................................................2
1.4 Kegunaan Penilitian...........................................................................................3
1.5 Metode Penelitian..............................................................................................3
1.5.1 Ruang Lingkup Penelitian..........................................................................3
1.5.2 Lokasi Penelitian........................................................................................4
1.5.3 Jenis Data dan Sumber Data......................................................................4
1.5.4 Teknik Pengumpulan Data.........................................................................5
1.5.5 Teknik Analisa Data...................................................................................5
BAB II LANDASAN TEORI.....................................................................................6
2.1 Pengertian Pajak.................................................................................................6
2.2 Fungsi Pajak.......................................................................................................7
2.3 Pengertian Pajak Daerah.....................................................................................8
2.4 Pengertian Pajak Kendaraan Bermotor..............................................................9
2.5 Objek Kendaraan Bermotor..............................................................................10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................12

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pajak Kendaraan Bermotor adalah pajak yang dikenakan atas kepemilikan

atau penguasaan kendaraan bermotor. Proses pemungutannya dilakukan di kantor

bersama Samsat. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu sumber

Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang memiliki potensi besar. Dalam hal ini, Badan

Pendapatan Daerah, melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) PPD, memegang peran

penting dalam meningkatkan pendapatan daerah. Pemerintah daerah melihat

potensi yang signifikan untuk menjadikan setiap kendaraan bermotor milik wajib

pajak sebagai objek PKB, dalam rangka mengoptimalkan pengembangan dan

perluasan fungsi anggaran untuk terus menggali sumber-sumber pendapatan yang

potensial bagi daerah.

Penerimaan pajak daerah memiliki peran penting dalam meningkatkan

kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Saat ini, pendapatan dari pajak kendaraan

bermotor, baik sepeda motor (R2) maupun mobil penumpang atau pribadi (R4),

menjadi sumber utama penerimaan negara yang diharapkan dapat terus meningkat

setiap tahunnya. Dalam proses penerimaan pajak di Indonesia, peran masyarakat

sebagai wajib pajak (WP) atas nama kendaraan tersebut sangat krusial. WP

diwajibkan membayar pajak tahunan atas kendaraan pribadinya, baik setiap tahun

maupun setiap lima tahun, di lokasi-lokasi yang disediakan oleh Direktorat

Jenderal Pajak (Dirjen Pajak), Untuk meningkatkan penerimaan daerah dari

Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari pajak daerah, yang digunakan

untuk membiayai

1
2
3

pelaksanaan pembangunan, peningkatan pelayanan dan perbaikan kinerja

pemungutan, penambahan jenis pajak (ekstensifikasi), serta pemberian

kewenangan dan keleluasaan kepada pemerinah daerah untuk terus menggali

potensi yang dimiliki daerah tersebut.

Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia terus mengalami

peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Badan Pusat Statistik (BPS)

mencatat bahwa pada tahun 2020, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia

mencapai sekitar 136 juta unit, dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Lonjakan kepemilikan kendaraan bermotor ini didorong oleh peningkatan daya

beli masyarakat, pertumbuhan ekonomi, serta semakin mudahnya akses

pembiayaan kendaraan melalui lembaga keuangan. Perkembangan ini tentu

menjadi peluang besar bagi pemerintah daerah, khususnya di tingkat provinsi,

untuk mengoptimalkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor sebagai salah satu

andalan penerimaan PAD (Badan Pusat Statistik, 2022).

Kota Banjarbaru merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi

Kalimantan Selatan yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami

perkembangan yang cukup pesat, baik dari segi pertumbuhan penduduk,

perekonomian, maupun infrastruktur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota

Banjarbaru, jumlah penduduk Kota Banjarbaru terus mengalami pertumbuhan

setiap tahunnya yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan masyarakat akan

sarana transportasi pribadi. Pertumbuhan penduduk yang diikuti dengan

meningkatnya mobilitas masyarakat ini berkorelasi positif dengan peningkatan

jumlah kendaraan bermotor yang terdaftar di wilayah Kota Banjarbaru, sehingga


4

secara langsung berpengaruh terhadap potensi penerimaan Pajak Kendaraan

Bermotor di daerah tersebut (BPS Kota Banjarbaru, 2023).

Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor di wilayah Kota Banjarbaru

merupakan bagian dari penerimaan pajak provinsi yang dikelola oleh Unit

Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi

Kalimantan Selatan yang berlokasi di Banjarbaru. Perkembangan penerimaan

PKB di wilayah ini dari tahun 2020 hingga 2025 mengalami dinamika yang cukup

menarik untuk dikaji, mengingat adanya berbagai faktor eksternal seperti pandemi

COVID-19 yang sempat terjadi pada tahun 2020-2021 yang berdampak pada

perlambatan ekonomi dan berpengaruh terhadap penerimaan pajak daerah. Pasca

pemulihan ekonomi, penerimaan PKB di Kota Banjarbaru kembali menunjukkan

tren positif seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat (Bapenda

Provinsi Kalimantan Selatan, 2023).

Kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor terhadap Pendapatan Asli Daerah

dan Pajak Daerah secara keseluruhan di berbagai daerah di Indonesia

menunjukkan angka yang cukup besar. Beberapa penelitian terdahulu

menunjukkan bahwa PKB mampu memberikan kontribusi antara 30% hingga 50%

terhadap total penerimaan pajak daerah provinsi. Penelitian yang dilakukan oleh

Fatimah dan Wardani (2017) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

menyimpulkan bahwa Pajak Kendaraan Bermotor memiliki kontribusi yang sangat

signifikan terhadap PAD, dengan rata-rata kontribusi di atas 30% per tahun.

Temuan serupa juga dikemukakan oleh Sugianto (2019) yang menyatakan bahwa

optimalisasi penerimaan PKB dapat secara langsung meningkatkan kemampuan

fiskal daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan.


5

Kajian mengenai efektivitas dan efisiensi penerimaan pajak kendaraan

bermotor menjadi sangat penting dalam konteks pengelolaan keuangan daerah

yang akuntabel dan transparan. Efektivitas penerimaan pajak diukur dari sejauh

mana realisasi penerimaan pajak dapat mencapai target yang telah ditetapkan.

Sementara itu, tingkat pertumbuhan penerimaan pajak mencerminkan seberapa

besar peningkatan penerimaan dari tahun ke tahun. Analisis terhadap efektivitas,

kontribusi, dan pertumbuhan Pajak Kendaraan Bermotor sangat diperlukan guna

mengetahui potensi dan permasalahan dalam pemungutan PKB sehingga dapat

dirumuskan langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan penerimaan pajak

tersebut (Mahmudi, 2016).

Dalam rangka mengoptimalkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor,

pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah mengeluarkan berbagai

kebijakan dan regulasi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, misalnya, telah

mengeluarkan Peraturan Daerah yang mengatur tarif dan mekanisme pemungutan

Pajak Kendaraan Bermotor. Selain itu, program-program seperti pemutihan pajak

kendaraan bermotor yang dilaksanakan secara berkala bertujuan untuk

meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak dan memperluas basis pajak. Kebijakan

penghapusan denda dan sanksi administratif dalam program pemutihan terbukti

efektif dalam mendorong masyarakat untuk melunasi kewajiban pajaknya

sehingga meningkatkan realisasi penerimaan PKB (Perda Provinsi Kalimantan

Selatan, 2019).

Meskipun potensi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor di Kota

Banjarbaru cukup besar, masih terdapat berbagai tantangan dalam

pemungutannya. Salah satu permasalahan utama adalah tingginya tingkat


6

ketidakpatuhan Wajib Pajak dalam membayar PKB tepat waktu. Data dari Badan

Pendapatan Daerah menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah kendaraan yang

tidak melakukan pembayaran PKB sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Selain

itu, adanya kendaraan yang sudah tidak aktif namun masih terdaftar dalam sistem

administrasi perpajakan turut mempengaruhi akurasi data kendaraan bermotor.

Permasalahan ini menjadi tantangan tersendiri bagi aparat pajak dalam upaya

Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dipandang tepat untuk

menganalisis perkembangan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor dan

kontribusinya terhadap Pajak Daerah serta Pendapatan Asli Daerah di wilayah

Banjarbaru dalam kurun waktu 2020 hingga 2025. Pendekatan kuantitatif

memungkinkan peneliti untuk mengukur secara objektif tingkat efektivitas, laju

pertumbuhan, dan kontribusi PKB terhadap PAD dengan menggunakan alat

analisis berupa rasio-rasio keuangan daerah. Data sekunder yang bersumber dari

laporan realisasi APBD, laporan penerimaan pajak daerah, serta data statistik dari

instansi terkait menjadi bahan utama dalam penelitian ini. Teknik studi

dokumentasi dipilih karena memungkinkan peneliti untuk memperoleh data

historis yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan (Sugiyono, 2019).

Berdasarkan penelusuran literatur yang telah dilakukan, penelitian

mengenai analisis Pajak Kendaraan Bermotor dan kontribusinya terhadap PAD di

wilayah Kota Banjarbaru secara spesifik masih sangat terbatas. Sebagian besar

penelitian yang ada berfokus pada daerah-daerah besar seperti DKI Jakarta, Jawa

Barat, atau Jawa Timur, sementara penelitian yang mengambil objek di

Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarbaru, masih jarang dilakukan.

Penelitian yang mencakup periode tahun 2020–2025 pun memiliki urgensi


7

tersendiri mengingat periode tersebut mencakup masa pandemi COVID-19 serta

masa pemulihan ekonomi pasca pandemi yang tentunya memberikan dampak

yang unik terhadap dinamika penerimaan pajak kendaraan bermotor di daerah

(Kuncoro, 2020).

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut di atas, peneliti tertarik untuk

melakukan penelitian dengan judul "Analisis Pajak Kendaraan Bermotor untuk

Meningkatkan Pajak Daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Wilayah

Banjarbaru dari Tahun 2020–2025". Penelitian ini diharapkan dapat memberikan

gambaran yang komprehensif mengenai perkembangan penerimaan PKB di Kota

Banjarbaru, mengukur tingkat efektivitas dan kontribusi PKB terhadap PAD, serta

memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan

bagi pemerintah daerah dalam upaya mengoptimalkan penerimaan Pajak

Kendaraan Bermotor guna mendukung kemandirian fiskal daerah dan pelaksanaan

pembangunan yang lebih baik di Kota Banjarbaru.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana perkembangan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di

wilayah Kota Banjarbaru tahun 2020-2025?

2. Bagaimana kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor terhadap Pendapatan Asli

Daerah (PAD) Kota Banjarbaru tahun 2020-2025?

3. Apakah penerimaan Pajak Kenderaan Bermotor (PKB) telah efektif dalam

meningkatkan Pajak Daerah dan PAD Kota Banjarbaru?


8

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui perkembangan penerimaan Pajak Kenderaan Bermotor di

Kota Banjarbaru tahun 2020-2025.

2. Untuk menganalisis kontribusi Pajak Kenderaan Bermotor terhadap

Pendapatan Asli Daerah.

3. Untuk mengetahui Tingkat efektivitas penerimaan Pajak Kenderaan Bermotor

dalam meningkatkan Pajak Daerah dan PAD di Kota Banjarbaru

1.4 Kegunaan Penilitian

Penelitian ini diharapkan menambah wawasan dan pengetahuan di bidang

perpajakan daerah, khususnya mengenai Pajak Kenderaan Bermotor dan

Kontribusinya terhadap PAD. Sebagai sarana untuk menerapkan ilmu yang

diperoleh selama perkuliahan di D3 Perpajakan dan sebagai referensi untuk

penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan pajak daerah.

1.5 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan

kuantitatif. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan dan

menganalisis bagaimana perkembangan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor

(PKB) serta kontribusinya terhadap Pajak Daerah dan Pendapatan Asli Daerah

(PAD) di wilayah Banjarbaru selama periode tahun 2020 sampai dengan tahun

2025. Pendekatan kuantitatif digunakan karena penelitian ini menggunakan data

berupa angka-angka yang diperoleh dari laporan realisasi penerimaan pajak

daerah, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor.


9

1.5.1 Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian dalam laporan Tugas Akhir ini dibatasi pada

analisis penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dalam upaya

meningkatkan pajak daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah

Banjarbaru selama periode tahun 2020 sampai dengan tahun 2025. Penelitian

ini berfokus pada perkembangan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor

setiap tahun serta kontribusinya terhadap total penerimaan pajak daerah dan

Pendapatan Asli Daerah (PAD), Data yang digunakan dalam penelitian ini

diperoleh dari instansi terkait, seperti Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)

atau Samsat Banjarbaru, dalam bentuk laporan realisasi penerimaan pajak

daerah.

1.5.2 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Pendapatan Daerah

(UPPD) Samsat Banjarbaru, BPS Kota Banjarbaru dan Badan Pendapatan

Daerah (BAPENDA) yang berlokasi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Pemilihan lokasi penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa instansi

tersebut merupakan lembaga yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan

dan pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor di wilayah Banjarbaru. Melalui

instansi tersebut dapat diperoleh data dan informasi yang berkaitan dengan

penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor serta kontribusinya terhadap pajak

daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).


10

1.5.3 Jenis Data dan Sumber Data

Penelitian ini memakai data sekunder yang didapatkan dari sumber

resmi pemerintah, yaitu Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Provinsi

Kalimantan Selatan. Data tersebut mencakup pendapatan Pajak Kenderaan

Bermotor (PKB), serta total realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD)

tahunan untuk periode 2020 sampai dengan 2025. Data sekunder dipilih

karena memberikan gambaran yang valid dan representatif terkait realisasi

penerimaan pajak daerah, mengingat sumber resmi memiliki standar

pencatatan dan pelaporan yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Data

Sekunder diperoleh dari web resmi yaitu Sumber: Pemerintah Kota

Banjarbaru [Link]

1.5.4 Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini memakai teknik studi dokumentasi (documentation

study) yaitu dengan mengumpulkan dan menelaah beberapa dokumen resmi.

Dokumen yang dikaji mencakup laporan tahunan Pendapatan Asli Daerah

(PAD), laporan realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang

didapatkan dari Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan atau

instansi terkait.

Proses pengumpulan data juga melibatkan permintaan data kepada

instansi pemerintah melalui prosedur resmi untuk mendapatkan dokumen

yang lengkap dan valid (Widya, 2023).

Menurut Nazir (2017) studi dokumentasi sangat berguna untuk

memperoleh data historis dan faktual yang sudah ada, sementara studi
11

kepustakaan diperlukan untuk membangun dasar teori yang kuat. Tingkat

kontribusi Pajak Kenderaan Bermotor terhadap PAD dibawah ini.

1.5.5 Teknik Analisa Data

Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan adalah

analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif sederhana, yang bersumber

dari data sekunder berupa dokumentasi resmi. Data yang dianalisis meliputi

laporan realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pendapatan Asli Daerah

(PAD), serta data pendukung lainnya di wilayah Banjarbaru tahun 2020–

2025.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Pajak

Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan

Umum dan Tata Cara Perpajakan pasal 1 ayat (1) pajak adalah pembayaran yang

sah yang terutang kepada negara oleh orang atau unit kendaraan bermotor kepada

negara tanpa segera dikompensasikan dan digunakan untuk keperluan negara.

untuk mencapai sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH, dalam (Mardiasmo 2016)

menyatakan “Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang

undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal

(kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk

membayar pengeluaran umum”.

Secara rinci terdapat beberapa pengertian yang diungkapkan oleh

beberapa ahli yang ternyata mempunyai maksud yang sama, antara lain:

1. Menurut Andriani dalam Soemarso ( 2007:2)

“Pajak adalah iuran rakyat kepada kas Negara berdasarkan undang-

undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal

(kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk

membayar pengeluaran umum”.

Menurut .Smeets dalamAgoes Sukrisno (2009:4) “Pajak adalah prestasi

kepada pemerintah yang terutang melalui norma-norma umum, dapat dipaksakan

tanpa adanya kontraprestasi yang dapat ditunjukkan secara individual,

maksudnya adalah untuk membiayai pengeluaran pemerintah”.

12
13

2.2 Fungsi Pajak

Fungsi pajak adalah kegunaan pokok, manfaat pokok pajak, Pajak

berfungsi untuk menutup biaya yang harus dikeluarkan pemerintah dalam

menjalankan pemerintahannya, oleh karenanya pengenaan pajak dipandang dari

sudut ekonomi harus diatur senetral-netralnya dan sekali- kali tidak boleh

dibelokkan untuk mencapai tujuan yang menyimpang.

Menurut Devano (2006:26) Fungsi pajak terbagi atas dua bagian yaitu

fungsi budgetair dan fungsi regulerend.

Adapun fungsi pajak menurut Resmi (Resmi 2013) adalah sebagai berikut.

1. Fungsi Budgetair (Sumber Keuangan Negara), Pajak memiliki fungsi

budgetair, artinya Pajak sebagai salah satu sumber penerimaan pemerintah

dengan menggunakan pajak sebagai sumber pendapatan negara untuk

membiayai biaya rutin maupun biaya pembangunan. .

2. Fungsi Regulerend (Pengatur), pajak sebagai sarana untuk mengatur atau

melaksanakan kebijakan pemerintah di bidang sosial dan ekonomi dan

untuk mencapai tujuan tertentu di luar bidang keuangan


14

2.3 Pengertian Pajak Daerah

Definisi pajak daerah menurut Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009

tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Pasal 1 angka 10 adalah “Pajak

Daerah, yang selanjutnya disebut pajak adalah kontribusi wajib kepada daerah

yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan

Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan jasa imbalan secara langsung dan

digunakan untuk keperluan daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.

Pajak Daerah adalah pajak yang dipungut oleh daerah bedasarkan

peraturan pajak yang ditetapkan oleh daerah (melalui Perda) untuk kepentingan

pembiayaan rumah tangga pemerintah daerah. Definisi pajak menurut Prof. Dr.

Rochmat Soemitro, SH Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan

undang-undang yang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat timbal

(kontraprestasi) yang lansung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk

membayar pengeluaran umum. Beberapa unsur-unsur pajak :

1. Iuran dari rakyat kepada negara Yaitu berhak memungut pajak hanyalah

negara

iuran tersebut berupa uang (bukan barang).

2. Berdasarkan undang-undang Pajak dipungut berdasarkan atau dengan

kekuatan

undang-undang serta aturan pelaksanaannya.

3. Tanpa Jasa timbal atau kontraprestasi dari negara yang secara langsung yang

dapat ditunjuk, Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukkan adanya

kontraprestasi individual oleh pemerintah.

4. Digunakan untuk membiayai rumah tangga negara, yakni pengeluaran


15

pengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

2.4 Pengertian Pajak Kendaraan Bermotor

Pajak kendaraan bermotor adalah pajak atas pemilikan dan/atau

pengelolaan kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang

Nomor 28 Tahun (2009) tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pasal 1(13)

mendefinisikan kendaraan bermotor sebagai alat angkut semua roda yang

digunakan pada berbagai jenis jalan raya, serta segala perlengkapan teknis yang

digunakan untuk menggerakkan kendaraan bermotor, termasuk perlengkapannya,

alat berat, dan perlengkapan besar, seperti motor listrik atau lainnya. jenis sumber

energi. Mesin berbasis air dan kendaraan bermotor yang tidak ditempatkan secara

permanen tetapi menggunakan roda dan motor untuk bergerak.

Pajak ini termasuk dalam jenis pajak daerah (provinsi) yang dipungut

melalui kantor SAMSAT. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) diatur utamanya

melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan

antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) Bab 1 Pasal 1

angka 28, menggantikan UU No. 28 Tahun 2009. Berdasarkan Permendagri

Nomor 7 Tahun 2025 pasal 1 angka 1, kendaraan bermotor adalah semua

kendaraan beroda beserta gandengannya yang digunakan di semua jenis jalan

darat atau kendaraan yang dioperasikan di air yang digerakkan oleh peralatan

teknik berupa motor atau peralatan lainnya yang berfungsi untuk mengubah suatu

sumber daya energi

tertentu menjadi tenaga gerak kendaraan bermotor yang bersangkutan.


16

2.5 Objek Kendaraan Bermotor

Kepemilikan dan/atau penatausahaan kendaraan bermotor merupakan tujuan

pengenaan pajak kendaraan bermotor, menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun

2009. memiliki atau memiliki kendaraan bermotor jalan, gandengan, perahu, atau

benda lain dengan tonase kotor GT 5 (lima gross ton) atau lebih besar (tujuh gross

tonnage). Tidak semua kepemilikan dan/atau pengelolaan kendaraan bermotor

dikenakan pajak kendaraan bermotor.

Berdasarkan UU HKPD Bab 2 Pasal 7, objek PKB mencakup kepemilikan

dan/atau penguasaan atas kendaraan bermotor. Sedangkan subjek PKB adalah

orang pribadi atau badan yang memiliki dan/atau menguasai kendaraan bermotor

yang diatur dalam UU HKPD Bab 2 Pasal 8. Berikut adalah kendaraan yang wajib

di daftarkan dan tidak wajib di daftarkan, serta yang di kecualikan :

a. Kendaraan yang Wajib Didaftarkan: Berdasarkan aturan yang berlaku, setiap


17

kendaraan bermotor yang beroperasi di jalan raya umum wajib melalui proses

pendaftaran resmi. Kategori ini mencakup moda transportasi harian seperti

mobil

pribadi, kendaraan operasional perusahaan, sepeda motor, bus, hingga truk.

b. Kendaraan yang Tidak Wajib Didaftarkan: Pendaftaran tidak diwajibkan bagi

kendaraan dengan kapasitas mesin atau daya yang sangat kecil, seperti sepeda

motor listrik dengan daya di bawah 250 watt. Selain itu, kendaraan yang tidak

beroperasi di jalan raya resmi, misalnya alat transportasi pertanian yang hanya

digunakan terbatas dilahan sendiri, juga masuk dalam kategori ini.

c. Kendaraan yang Dikecualikan: Merujuk pada UU HKPD Nomor 1 Tahun 2022

dan Perda DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2024, terdapat beberapa jenis kendaraan

yang bebas dari Pajak Kendaraan Bermotor. Pengecualian ini diberikan kepada

kereta api, kendaraan khusus pertahanan dan keamanan negara, kendaraan

perwakilan negara asing atau lembaga internasional dengan asas timbal balik,

kendaraan berbasis energi terbarukan, serta unit milik pabrikan atau importir yang

hanya digunakan untuk keperluan pameran.


18

DAFTAR PUSTAKA

Dinda, Cahya Fitri. 2023. “ANALISIS PENGARUH PAJAK KENDARAAN

BERMOTOR DAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR

PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017-2021 TERHADAP PENINGKATAN

REALISASI PENERIMAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)(Studi

Pada Kantor Bersama Samsat Bandar Lampung).” UIN RADEN INTAN

LAMPUNG.)

Hadi, Seno Sudarmono. 2018. “Analisa Kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor

Terhadap Pendapatan Asli Daerah Pada BPRD DKI Jakarta.” Jurnal

Khatulistiwa Informatika 5(2): 185–94.

Hifni, S, A Sayudi, I Anwary, C Sa’roni, and W Gustiawan. “… Analisa Proyeksi

Potensi Dan Proyeksi Target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik

Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Dan Pajak Air Permukaan (PAP) ….”

[Link] KAJIAN ANALISA PROYEKSI

POTENSI DAN PROYEKSI TARGET PKB BBNKB DAN PAP BAKEUDA

PROV KALSEL TAHUN 2022/2023.


19

Muzdalifah, Muzdalifah, Syahrituah Siregar, Hidayatullah Muttaqin, Ryan Anward,

Rusmin Nuryadin, and others. “Potensi Pendapatan Asli Daerah Berdasarkan

Potensi Pajak Dan Retribusi Daerah.”

AL RAZAQ, AHMAD. 2026. “PERAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR

TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PADA SAMSAT MEDAN

SELATAN.” Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, UNIVERSITAS ISLAM

SUMATERA UTARA.

Setyadi, MochamadCholdunSina. 2011. “Upaya Peningkatan Penerimaan Pajak

Kendaraan Bermotor Untuk Meningkatkan Pandapatan Asli Daerah (Studi

Tentang Koordinasi Pada Kantor Bersama SAMSAT Malang Kota).”

Universitas Brawijaya.

Wardani, Dewi Kusuma, and Rumiyatun Rumiyatun. "Pengaruh pengetahuan wajib

pajak, kesadaran wajib pajak, sanksi pajak kendaraan bermotor, dan sistem

Samsat drive thru terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor." Jurnal

Online Fakultas Ekonomi UST 5.1 (2017): 15-24.

Siswanto, S., & Maylani, D. A. (2022). Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai

Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah. Nominal: Barometer Riset Akuntansi

dan Manajemen, 11(1), 184-195.

Kuantitatif, P. P. (2016). Metode penelitian kunatitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta,

Bandung.

Kuncoro, M. (2004). Otonomi & pembangunan daerah: reformasi, perencanaan,

strategi dan peluang.

Anda mungkin juga menyukai