0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan17 halaman

p4

Dokumen ini menjelaskan cara pemasangan beban pada sumber 3 phase 400 V. Beban dapat dibagi secara seimbang antara tiga fasa dengan menghubungkan beban A, B, dan C ke L1-N, L2-N, dan L3-N. Selain itu, motor 3 phase dapat dihubungkan menggunakan L1, L2, dan L3 secara bersamaan.

Diunggah oleh

andiocim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan17 halaman

p4

Dokumen ini menjelaskan cara pemasangan beban pada sumber 3 phase 400 V. Beban dapat dibagi secara seimbang antara tiga fasa dengan menghubungkan beban A, B, dan C ke L1-N, L2-N, dan L3-N. Selain itu, motor 3 phase dapat dihubungkan menggunakan L1, L2, dan L3 secara bersamaan.

Diunggah oleh

andiocim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:


L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

Beban A → L1-N

Beban B → L2-N

Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.


Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase
🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

Beban A → L1-N

Beban B → L2-N

Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:


 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana
Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

Beban A → L1-N

Beban B → L2-N

Beban C → L3-N
Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.


Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana
Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

Beban A → L1-N

Beban B → L2-N

Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N
 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.


Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

Beban A → L1-N

Beban B → L2-N

Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N
 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:


 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

Beban A → L1-N

Beban B → L2-N

Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.
Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N
 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.


Beban 1 phase dapat dipasang:

Beban A → L1-N

Beban B → L2-N

Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N

Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

🔢 Contoh sederhana

Misalnya tersedia sumber 3 phase 400 V.

Beban 1 phase dapat dipasang:

 Beban A → L1-N

 Beban B → L2-N

 Beban C → L3-N
Dengan demikian beban bisa dibagi secara seimbang pada ketiga fasa.

Sedangkan motor 3 phase dapat menggunakan:

L1 + L2 + L3 → Motor 3 Phase

Anda mungkin juga menyukai