PERAN PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN BERGIZI GRATIS (MBG)
TERHADAP PERILAKU HIDUP SEHAT SISWA KELAS 4 B
SD NEGERI 2 TEMANGGUNG II
Galuh Mutiara Kusuma1
Ekawati Rini Wulansari2
1
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) , FKIP, Universitas Terbuka
2
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan , Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Email : galuhmutiara89@[Link]
ABSTRAK
Program Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah
dalam meningkatkan kualitas gizi dan membentuk perilaku hidup sehat sejak usia dini.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program MBG terhadap perilaku hidup
sehat siswa sekolah dasar, yang mencakup kebiasaan makan, kebersihan diri, serta kesadaran
terhadap pentingnya gizi seimbang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif dengan desain deskriptif korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan
observasi terhadap 20 siswa di Sekolah Dasar yang telah menerapkan program MBG selama
lima bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada
perilaku hidup sehat siswa setelah mengikuti program MBG, terutama dalam hal konsumsi
sayur dan buah, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, serta kesadaran menjaga
kebersihan dilingkungan sekolah. Selain itu, guru dan orang tua berperan penting dalam
memperkuat pembiasaan perilaku sehat di lingkungan sekolah dan rumah. Dengan demikian,
program MBG terbukti memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan perilaku hidup
sehat siswa sekolah dasar, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pendidikan kesehatan di
tingkat dasar.
Kata Kunci: makanan bergizi gratis, perilaku hidup sehat, siswa sekolah dasar, gizi
seimbang, cuci tangan sebelum makan, kebiasaan minum air putih.
PENDAHULUAN
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu faktor penting dalam
meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini. Masa kanak-kanak merupakan periode
pembentukan kebiasaan yang sangat menentukan pola hidup seseorang di masa mendatang.
Oleh karena itu, pembiasaan perilaku positif dalam hal makan sehat, kebersihan diri, serta
kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan secara konsisten di lingkungan keluarga
maupun sekolah.
Salah satu indikator penting dari kebiasaan hidup sehat pada anak adalah pola konsumsi
makanan sehari-hari. Konsumsi sayur dan buah memiliki kontribusi besar terhadap
pemenuhan kebutuhan serat, vitamin, dan mineral. Namun, pada praktiknya banyak anak
yang kurang menyukai sayur atau buah, sehingga berdampak pada kurangnya asupan gizi.
Selain itu, kebiasaan minum air putih yang cukup sering terabaikan, sementara kebiasaan
jajan sembarangan menjadi tantangan tersendiri karena makanan jajanan tidak selalu terjamin
kebersihannya maupun kandungan nutrisinya. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan anak
dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Mui’ezatil Hasanah, Agus Surya Dharma, Arif Budiman (2024). Dengan judul Efektivitas
Program Perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS) Pada Pendidikan sekolah Dasar Negeri Di
Kecamatan Paju Epat Kabupaten Barito Timur (Studi Kasus SDN Tellang Baru dan SDN
Juru Banu). Rendahnya kesadaran untuk menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat pada
anak sekolah yang menyebabkan kondisi lingkungan sekolah tidak terurus. Berdasarkan
observasi didapatkan data sebanyak 83% anak cuci tangan dengan tidak benar, perilaku
konsumsi makanan yang beresiko mengancam tubuh yaitu berupa mengonsumsi makanan /
minuman antara lain yang manis mencapai 53,1%, berlemak mencapai 40,7 % dan penyedap
mencapai 77,3%, sebesar 32% anak BAB di WC yang kotor. Jadi peneliti menyimpulkan,
Efektivitas Program PHBS di Kecamatan Paju Epat Kabupaten Barito Timur masih tidak
efektif, dilihat dari siswa yang belum membuang sampah pada tempatnya,jarang cuci tangan,
masih jajan sembarangan dan WC yang kotor.
Kebiasaan mencuci tangan dengan benar sebelum makan dan setelah menggunakan toilet
sangat berpengaruh dalam mencegah penyakit infeksi. Selain kesehatan pribadi, pendidikan
mengenai kepedulian lingkungan juga memiliki peran penting. Menjaga kebersihan
lingkungan kelas dan sekolah, membuang sampah pada tempatnya, serta merawat fasilitas
umum merupakan bentuk nyata pembelajaran karakter dan tanggung jawab sosial.
Lingkungan yang bersih dan nyaman bukan hanya mendukung kesehatan fisik anak, tetapi
juga meningkatkan kualitas proses belajar.
Melihat pentingnya berbagai aspek tersebut, maka diperlukan upaya untuk mengetahui dan
memahami bagaimana kebiasaan hidup sehat anak, baik dari segi konsumsi makanan,
kebersihan diri, maupun perilaku menjaga lingkungan. Informasi ini dapat digunakan sebagai
dasar dalam merancang program pendidikan kesehatan dan lingkungan yang lebih efektif,
sehingga dapat membentuk generasi yang sehat, disiplin, dan bertanggung jawab.
Sebagai respon terhadap permasalahan tersebut, pemerintah melalui program Pemberian
Makanan Bergizi Gratis (MBG) berupaya menyediakan makanan sehat dan bergizi di
lingkungan sekolah. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi angka kekurangan
gizi, tetapi juga menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Melalui pemberian makanan
yang seimbang dan edukasi gizi, siswa diharapkan mampu memahami pentingnya menjaga
kesehatan tubuh dan menerapkan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Peran Program Pemberian Makanan Bergizi
Gratis (MBG) terhadap perilaku hidup sehat siswa sekolah dasar, khususnya dalam hal
kebiasaan makan, kebersihan diri, dan kesadaran menjaga lingkungan. Dengan demikian,
hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata tentang peran program
MBG mengubah kebiasaan siswa yang kurang menjaga kesehatan.
METODE
Jenis penelitian adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) , terdapat siklus (prasiklus,
siklus 1 dan siklus 2) yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. PTK
cocok karena meneliti perubahan perilaku siswa (mencuci tangan, makan sehat dan
kebersihan lingkungan).
Desain Penelitian
Prasiklus
Sebelum melaksanakan penelitian pada siklus 1 , terlebih dahulu peneliti melakukan
observasi awal terhadap perilaku hidup sehat dan menemukan beberapa permasalahan,
seperti kebiasaan makan sehat masih rendah , rendahnya konsumsi sayur dan buah,
kebiasan cuci tangan belum konsisten dan kesadaran menjaga lingkungan yang masih
rendah
Siklus 1
Perencanaan
Mengidentifikasi masalah awal : Rendahnya konsumsi makanan sehat,
kurangnya kebiasaan cuci tangan, dan masih banyak siswa yang kurang menjaga
kebersihan lingkungan kelas/sekolah.
Menyusun program intervensi berupa:
Edukasi singkat mengenai pentingnya makan sehat, cuci tangan, dan
menjaga kebersihan lingkungan.
Menyusun instrumen observasi dan angket perilaku hidup sehat.
Pelaksanaan
Program dijalankan selama periode tertentu:
Siswa menerima makanan sehat setiap hari sesuai jadwal
Guru membimbing siswa melakukan cuci tangan sebelum makan
Siswa diarahkan membuang sampah makanan pada tempatnya setelah makan
Guru memberikan edukasi 5–10 menit sebelum makan.
Pengamatan
Guru mengamati kebiasaan siswa seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah
menerima MBG serta memperhatikan pemakaian sabun.
Guru mengamati siswa saat mengkonsumsi MBG dan kebiasaan minum air
putih setelah makan
Guru mengamati kebersihan meja setelah makan dan sikap saat menerima MBG
Refleksi
Guru melalukan analisis pengamatan selanjutnya membuat refleksi , membuat
simpulan sementara terhadap pelaksanaan siklus 1.
Membuat suatu perbaikan tindakan atau rancangan revisi berdasarkan hasil
analisis pencapaian indikator.
Siklus 2
Perencanaan (Perbaikan dari siklus 1)
Meninjau kembali rancangan pembelajaran yang disiapkan untuk siklus 2
dengan melakukan revisi sesuai hasil refleksi siklus 1.
Membuat aturan sederhana “3 Langkah Sehat” : Cuci tangan -Makan bergizi -
Bersihkan meja.
Menyiapkan lembar kerja siswa.
Pelaksanaan
Guru mengajak siswa cuci tangan dengan sabun sambil mengajarkan langkah-
langkah mencuci tangan dengan benar.
Guru menjelaskan menu yang diberikan dan mengajak siswa berdiskusi singkat
Guru melakukan tanya jawab sederhana agar siswa memahami pesn yang
disampaikan.
Guru menekankan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
Pengamatan
Guru mengamati kegiatan yang dilakukan siswa, dimulai dari MBG di berikan
dan siswa selesai makan.
Refleksi
Guru menganalisis pengamatan selanjutnya membuat refleksi dan kesimpulan.
Subjek dan Obyek Penelitan
Kegiatan Penelitian dilakukan di SD Negeri 2 Temanggung II , Kecamatan
Temanggung , Kabupaten Temanggung . Penelitian ini dilakukan di kelas IVB dengan jumlah
siswa sebanyak 24 siswa .
Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi kelas dengan indikator
rubrik (skor 1 - 4) dan angket singkat siswa berisi pemahaman dan sikap.
Jadwal Pelaksanaan Penelitian
N
Hari / Tanggal Materi Kelas Keterangan
O
1. Jumat / 21 Oktober 2025 Mengukur kondisi awal IV B Siklus 1
PHBS setelah menerima
intervensi awal MBG
1. Kebiasaan cuci
tangan
2. Konsumsi makanan
sehat
3. Kebersihan diri dan
lingkungan
2. Sabtu / 22 Oktober 2025 Mengukur peningkatan IV B Siklus 2
perilaku hidup sehat
Teknik Analisis Data
Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif , digunakan untuk
mengukur perilaku sehat siswa sebelum dan sesudah MBG serta membandingkan skor
prasiklus, siklus 1 dan siklus 2. Instrumen yang dgunakan adalah observasi dan angket.
Variabel bebas (intervensi) program MBG (Makanan bergizi gratis) , edukasi singkat dan
pembiasaan. Variabel terikat (outcome) :
1. Kebiasaan cuci tangan - Indikator : Cuci tangan sebelum makan (Y/N) , memakai sabun
(Y/N), mencuci tangan setelah dari toilet (Y/N), langkah cuci tangan lengkap (proporsi)
2. Konsumsi menu sehat - Indikator : Mengonsumsi MBG (Y/N), menghabiskan porsi
(Y/N), memilih menu sehat atau jajan sembarangan (Y/N) , membawa bekal sehat dari
rumah (Y/N), mengkonsumsi minuman kemasan saat istirahat sekolah (Y/N), membawa
botol minum dari rumah (Y/N) , mengisi botol minum dengan air putih (Y/N) , memilih
air putih untuk bekal kesekolah (Y/N).
3. Kebersihan lingkungan - Indikator : membuang sampah pada tempatnya (Y/N) ,
membersihkan meja setelah makan (Y/N).
Sifat penelitian evaluatif karena penelitian memeriksa apakah program MBG efektif dan
seberapa besar perubahan perilaku siswa yang diterapkan. Data yang digunakan selama
proses dan hasil yang dicapai pada akhirnya harus dianalisa. Data yang diperoleh dalam
proses , nilai yang diberikan kepada siswa secara kualitatif, sebagai berikut :
S = Selalu (4) Melakukan sesuai standar tanpa diingatkan.
Sr = Sering (3) Melakukan, kadang masih perlu diingatkan.
K = Kadang - kadang (2) Melakukan tapi sering lupa
TP = Tidak Pernah (1) Tidak melakukan walau sudah diingatkan
Dalam Penilaian Tindakan Kelas (PTK) , analis data dilakukan secara Analisis
Kuantitatif (Skor Observasi PHBS). Digunakan untuk mengukur peningkatan perilaku siswa.
Rumus menghitung persentase :
���� ���� ��������ℎ
Persentase = ���� ��������
x 100 %
Contoh aspek yang diukur :
1. Cuci tangan sebelum makan
2. Menghabiskan menu sehat
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Menjaga kebersihan meja
Menghitung rata -rata kelas
∑x
� =
�
∑n = Jumlah skor yang diperoleh seluruh siswa
n = Jumlah siswa
Kriteria Keberhasilan :
0 - 59 % = Kurang
60 - 74 % = Cukup
75 - 89% = Baik
90 - 100% = Sangat Baik
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan kegiatan prasiklus dalam penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data
terkait metode , strategi dan media yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian. Pada tahap
prasiklus, peneliti melakukan observasi awal untuk mengetahui kondisi nyata perilaku hidup
sehat siswa sebelum program MBG diterapkan. Observasi dilakukan terhadap kebiasaan cuci
tangan, kesediaan mengonsumsi makanan sehat, serta kebiasaan menjaga kebersihan
lingkungan. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, angket siswa, wawancara
guru, dan dokumentasi. Data prasiklus dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh
gambaran dasar yang digunakan sebagai acuan penyusunan tindakan pada Siklus 1.
Tabel Prasiklus Perilaku Hidup Sehat Siswa SD
Jumlah Siswa yang
sudah melakukan
NO Indikator Perilaku Hidup Sehat Persentase (%)
(dari 24 siswa)
1 Cuci tangan sebelum makan 11 45, 84 %
2 Memilih menu sehat 8 33,4 %
3 Menjaga kebersihan lingkungan 13 54,2 %
Rata - rata Perilaku Sehat 44, 48 %
Keterangan :
Data prasiklus menunjukkan perilaku hidup sehat masih kurang atau rendah (< 59%)
Hasil ini menjadi dasar pelaksanaan siklus 1 dalam penelitian tindakan kelas
Grafik Prasiklus
Keterangan :
1 = Siswa yang mencuci tangan sebelum makan
2 = Siswa yang memilih menu sehat
3 = Siswa yang menjaga kebersihan lingkungan
Pelaksanaan Siklus 1 dilakukan setelah analisis hasil prasiklus menunjukkan bahwa
perilaku hidup sehat siswa masih rendah, khususnya pada kebiasaan mencuci tangan,
memilih menu sehat, dan menjaga kebersihan lingkungan. Langkah-langkah dalam Siklus 1
meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada tahap pelaksanaan
tindakan, peneliti memberikan program pemberian makanan bergizi gratis (MBG) dengan
menu sederhana yang terdiri dari buah, sayuran, dan makanan pokok sehat. Sebelum makan,
peneliti memberikan pengarahan mengenai pentingnya mencuci tangan dan cara mencuci
tangan yang benar. Selanjutnya, siswa dipersilakan untuk mengambil dan mengonsumsi
menu sehat yang telah disediakan.
Selama pelaksanaan, peneliti dan guru melakukan observasi terhadap tiga indikator
perilaku hidup sehat. Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh data sebagai berikut:
DAFTAR PUSTAKA
[Link], “Dampak Jangka Panjang Program Makan Bergizi Gratis terhadap
Kesehatan dan Keberlanjutan Pendidikan” , Maret 2025
[Link] (diakses 26
Oktober 2025)
[Link], “DAMPAK MAKAN BERGIZI GRATIS TERHADAP MINAT
BELAJAR SISWA KELAS 5 SD”, Juni 2025
[Link] (diakses 26 Oktober
2025)
[Link], “Manfaat Program Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Kesehatan
dan Konsentrasi Belajar Siswa di SMAN 1 Pebayuran.” , 2025
[Link] (diakses 26 Oktober
2025)
[Link], “Pentingnya Makan Makanan Sehat dan Bergizi Seimbang Bagi
Anak Sekolah Dasar.” , 1 Maret 2024
[Link] (diakses
26 Oktober 2025)
[Link], “MBG Tak Sekedar Makanan Gratis.” , 14 Oktober 2025
[Link]
gratis (diakses 26 Oktober 2025)
[Link]