Pertemuan 8
Work
Sampling
TUJUAN
• Tujuan praktikum work sampling ini adalah agar praktikan mengenal
metode work sampling sebagai alat yang dapat digunakan untuk
melakukan pengukuran kerja selain itu juga diharapkan agar
praktikan memiliki pengalaman praktis untuk melaksanakan kegiatan
penelitian kerja untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan
produktifitas kerja.
Pengertian
• Work Sampling adalah salah satu metode pengukuran waktu
kerja langsung selain stop-watch time study dan merupakan
teknik statistic untuk menentukan proporsi waktu yang
digunakan oleh pekerja/operator dalam kategori yang
didefinisikan sebagai suatu aktivitas pekerjaan misalnya
setting mesin, perakitan, idle dan lain-lain.
• Dalam studi Work Sampling, sejumlah pengamatan merupakan
pengamatan langsung kepada para pekerja dalam jangka waktu
tertentu.
• Untuk akurasi statistik, pengamatan harus diambil pada waktu yang
acak selama periode penelitian/pengamatan, dan periode harus
representative dari jenis kegiatan yang dilakukan oleh pekerja yang
diamati.
• Salah satu pemakaian penting dari pekerjaan teknik sampling adalah
penentuan waktu standar untuk suatu pekerjaan yang manual.
• Dalam kehidupan sehari-hari penerapan Work Sampling sangatlah
penting, beberapa contoh aplikasinya adalah mengukur allowance
time (waktu longgar), mengukur tingkat kinerja (performance level)
dan pendayagunaan dari sebuah asset, dan lain-lain.
Pengertian Work sampling
1. Work sampling merupakan teknik pengukuran kerja langsung untuk
mengamati aktivitas mesin, operator atau proses dimana pengamatan
dilakukan secara acak menurut hukum probabilitas. (Wignjosoebroto, 2000).
2. Work Sampling adalah teknik untuk menganalisa produktivitas dari aktivitas
mesin, proses, atau pekerja. Metode ini merupakan metode pengukuran
kerja secara langsung karena pengamatan dilakukan secara langsung
terhadap objek pengamatan (Sutalaksana, 1979).
3. Work Sampling adalah suatu teknik untuk mengadakan sejumlah besar
pengamatan terhadap aktifitas kinerja dari mesin, proses atau operator
(Nurmianto, 2003).
Work Sampling
1. Work Sampling salah satu metode
pengukuran waktu kerja langsung,
selain stop-watch time study.
2. Work Sampling,untuk menentukan
proporsi waktu yang digunakan oleh
pekerja/operator dalam kategori
yang didefinisikan sebagai suatu
aktivitas pekerjaan
3. Contoh aktivitas setting mesin,
perakitan, idle dan lain-lain.
Work sampling dapat digunakan untuk:
1. Menentukan ratio delay dari sejumlah mesin, operator, dan atau
fasilitas kerja lain nya
2. Menetapkan performance level dari mesin, atau operator pada saat
melakukan aktivitasnya berdasarkan waktu-waktu di mana mesin,
atau operator tersebut berada dalam keadaan bekerja atau
menganggur.
3. Menentukan waktu baku untuk suatu operasi kerja atau proses
seperti halnya
4. yang bisa dilakukan oleh pengukuran kerja dengan metode yang
lainnya.
Banyaknya pengamatan yang harus dilaksanakan dalam
kegiatan sampling kerja dipengaruhi oleh 2 faktor,
yaitu:
1. Tingkat kepercayaan (Confidence Level).
2. Tingkat ketelitian (Degree of Accuracy).
Rumus yang digunakan
% Non Produktif
Ratio Delay =
% Produktif
Jumlah Produktif x 100%
Performance level=
Jumlah pengamatan
Tabel westinghouse untuk menentukan rating factor
contoh
Bila total allowance 25 menit, 1 shift kerja adalah 8 jam. Waktu normal
sebesar 0.88 menit/unit [Link] waktu baku yang dibutuhkan?
% allowance = (25/480)= 0,052 = 5,2%
WB=0,88 x (100% / (100%-5,2%) = 0,928 menit/ unit produk
Aplikasi Work Sampling dalam Industri, antara lain
(Sritomo, 1989):
1. Penetapan Waktu Baku
• Mengetahui prosentase antara aktivitas dan idle.
• Menetapkan waktu baku.
2. Penetapan Waktu Tunggu
• Menekan aktivitas idle sampai prosentase yang terkecil, yaitu
dengan memperbaiki metode kerja dan alokasi pembebanan mesin
atau manusia secara tepat.
3. Disiplin Kerja
• Dapat meningkatkan disiplin kerja karena Work Sampling dilakukan
sacara random.
LANGKAH – LANGKAH SEBELUM MELAKUKAN WORK SAMPLING (1)
1. Menetapkan tujuan pengukuran, yaitu untuk apa sampling
dilakukan, yang nantinya akan berpengaruh pada penentuan
besarnya tingkat ketelitian dan tingkat kepercayaan.
2. Apabila sampling kerja ditujukan untuk mendapatkan waktu baku,
maka lakukan penelitian pendahuluan untuk ada tidaknya suatu
system kerja yang baik. Jika belum ada system kerja yang baik, maka
lakukan perbaikan kondisi kerja dan tata cara kerja terlebih dahulu.
3. Pilih operator – operator yang representatif.
LANGKAH – LANGKAH SEBELUM MELAKUKAN WORK SAMPLING (2)
4. Apabila memang diperlukan dapat diadakan pelatihan bagi operator yang
dipilih agar bisa dan terbiasa dengan system kerja yang digunakan.
5. Menyiapkan peralatan yang digunakan, yaitu papan atau lembar
pengamatan.
6. Melakukan pemisahan kegiatan menjadi elemen – elemen pekerjaan
yang akan di ukur. Kegiatan tersebut harus bersifat mutually exclusive
dan mutually exhaustive, artinya suatu kegiatan yang terpisah dari
kegiatan lainnya, dan jumlah semua kegiatan tersebut adalah semua
kegiatan yang mungkin terjadi di tempat pekerjaan berlangsung.
7. Menentukan waktu pengamatan secara acak dengan menggunakan
bilangan random dari table bilangan random.
PENENTUAN WAKTU ACAK
• Cara menentukan waktu pengamatan secara acak
adalah dengan membagi satu hari kerja ke dalam
satuan – satuan waktu yang besarnya ditentukan
oleh peneliti.
Misal:
8 jam X 60 menit / 5 menit = 96 satuan waktu
Dari penentuan waktu acak tersebut kita bisa
ambil bilangan random (menggunakan excel)
dengan batas bilangan 1 s.d 96
NO Waktu Produktif Non produktif
pengamatan
1
2
3
dst
jumlah % produktif ... % non produktif ...
urutkan bilangan dr
yang paling kecil
sampai terbesar
Rumus yang digunakan
% Non Produktif
Ratio Delay =
% Produktif
Jumlah Produktif x 100%
Performance level=
Jumlah pengamatan