0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan14 halaman

Pfa

Dokumen ini membahas tentang Pertolongan Pertama Psikologi (PFA) yang muncul sebagai respons terhadap krisis dan bencana, dengan fokus pada kebutuhan mental individu yang terpengaruh. PFA melibatkan tiga prinsip utama: mengamati (Look), mendengarkan (Listen), dan menghubungkan (Link) penyintas dengan dukungan yang diperlukan. Selain itu, faktor-faktor seperti usia, latar belakang budaya, dan pengalaman sebelumnya mempengaruhi reaksi individu terhadap kejadian krisis.

Diunggah oleh

Mina Puspo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan14 halaman

Pfa

Dokumen ini membahas tentang Pertolongan Pertama Psikologi (PFA) yang muncul sebagai respons terhadap krisis dan bencana, dengan fokus pada kebutuhan mental individu yang terpengaruh. PFA melibatkan tiga prinsip utama: mengamati (Look), mendengarkan (Listen), dan menghubungkan (Link) penyintas dengan dukungan yang diperlukan. Selain itu, faktor-faktor seperti usia, latar belakang budaya, dan pengalaman sebelumnya mempengaruhi reaksi individu terhadap kejadian krisis.

Diunggah oleh

Mina Puspo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pertolongan

pertama
psikologi
Latar
belakang
munculnya
PFA
• Then the international organization starts working with the idea of
psychological 1st aid. They implement it in different developing
countries where mental health circumstance gives minor opportunities.
• For example, in 1990, the Danish red cross start implementing
psychological 1st aid to reduce traumatic issues. Till then, its intensity
rises with the rising number of human sufferings in wars and natural
calamities, many NGOs, INGOs adopt these elements and start working
in the community.
• The recent case like the Haiti earthquake, the 9/11 incident, we see
much use of psychological first aid. After the 9/11 incident, we see the
rapid development of psychological first aid, and we get two well-
furnished books.
Berbagai macam kejadian krisis dan
mengancam terjadi di dunia.

Mengapa Meskipun setiap orang mengalami dampak


dari kejadian krisis, ada banyak ragam reaksi
PFA dan perasaan yang dipunyai oleh setiap
dibutuhkan? orang
Banyak orang mungkin merasa kewalahan,
bingung, atau sangat tidak memahami apa
yang sedang terjadi
• bentuk dan keparahan kejadian krisis yang
Bagaimana dialami;
seseorang • pengalaman mereka dengan kejadian buruk
sebelumnya;
bereaksi atas
• dukungan yang mereka dapatkan dari orang
kejadian krisis lain dalam hidup mereka;
akan bergantung • kesehatan fisik mereka;
pada beberapa • riwayat kesehatan mental pribadi maupun
keluarga mereka;
faktor. Beberapa
• latar belakang budaya dan tradisi-tradisi; dan
faktor tersebut di
• usia mereka (contohnya: anak-anak dari masa
antaranya adalah kanak awal, menengah, dan akhir akan
sebagai berikut: bereaksi secara berbeda terhadap kejadian
krisis)
• sebuah kelompok berisiko akan
membutuhkan bantuan
tambahan karena usia mereka
(anak-anak, lanjut usia),
disabilitas fisik dan mental yang
dimilikinya, atau karena
mereka masuk dalam kategori
kelompok yang
terpinggirkan/minoritas,
sehingga rentan menjadi
sasaran kekerasan
Bencana, krisis & situasi darurat dan
dampaknya bagi individu terutama aspek
psikologis.
Pengetahuan Kebutuhan Penyintas Pasca Bencana &
pemenuhannya
yang relevan
dalam Cara/strategi menjadikan diri lebih baik setelah
melakukan pengalaman sulit (coping adaptif), termasuk
strategi self-care
PFA
Konteks sosial & budaya komunitas pasca
bencana
• Keterampilan Intervensi Krisis:
• Komunikasi suportif (Verbal –
Keterampilan Nonverbal)
dalam PFA • Deteksi dini → Merujuk
• Mengelola diri dalam situasi
sulit
Pribadi utuh
Penguasaan diri
Kualitas Kreatif & Fleksibel
pendamping Kompetensi dalam keberagaman
PFA yang
Energi positif & ketangguhan
efektif:
Mampu bereaksi secara tepat & cepat
Potensi untuk bertumbuh
Dalam pelaksanaannya, PFA memiliki tiga prinsip yang berupa proses jalannya
pertolongan pertama itu sendiri. Prinsip tersebut terdiri dari:

LOOK LISTEN LINK


• Prinsip pertama mencakup
bagaimana penolong mengamati
lingkungan serta kondisi yang
mengelilingi para penyintas. Di sini,
akan lebih baik untuk penolong untuk
bisa lebih sensitif terhadap penyintas
Look (Amati) dengan reaksi yang cukup serius.
• Periksa keamanan.
• Periksa dengan seksama apakah ada yang memerlukan
bantuan gawat darurat.
• Periksa orang-orang dengan reaksi stress yang sangat
serius.
• Mendengarkan aktif merupakan komponen utama
dalam prinsip ini. Di proses kedua, penolong
mendekati para penyintas dengan membangun
rapport dan mengembangkan kemampuan
mendengarkan aktif untuk memahami apa yang
mereka rasakan. Dengan mendengarkan aktif,
Listen penolong juga dapat lebih mendalami hal-hal yang
menjadi kebutuhan utama bagi para penyintas.
(Dengar) • Dekatilah orang-orang yang mungkin memerlukan
bantuan.
• Tanyakan kepada orang-orang mengenai apa yang
mereka butuhkan serta kekhawatiran mereka.
• Dengarkanlah cerita mereka dan tenangkanlah
mereka.
• Prinsip terakhir ini merupakan penerapan dari prinsip
sebelumnya, dimana penolong akan membantu
penyintas untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar serta
mengatasi permasalahan yang mereka alami. Tidak
hanya berhenti sampai di situ, penolong juga dapat
memberikan informasi yang mereka ketahui dan
mencoba menghubungkan penyintas dengan keluarga
Link mereka maupun pihak-pihak terkait yang memiliki
bantuan yang dibutuhkan oleh penyintas.
(Hubungkan) • Bantulah orang-orang untuk mendapatkan kebutuhan
dan layanan mendasar.
• Bantulah orang-orang untuk mengatasi
permasalahannya.
• Berikan informasi.
• Hubungkan mereka dengan keluarga mereka dan
bantuan sosial.
Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai