0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan43 halaman

Acuan RPM

Dokumen ini merupakan panduan untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan fokus pada model pembelajaran Teaching Factory (Tefa). RPP mencakup identitas sekolah, identifikasi murid dan materi pembelajaran, desain pembelajaran, kerangka pembelajaran, serta pengalaman belajar yang melibatkan kolaborasi dengan dunia industri. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan murid dengan kompetensi yang sesuai dengan standar dunia kerja melalui pembelajaran yang autentik dan relevan.

Diunggah oleh

elyafaridah41
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan43 halaman

Acuan RPM

Dokumen ini merupakan panduan untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan fokus pada model pembelajaran Teaching Factory (Tefa). RPP mencakup identitas sekolah, identifikasi murid dan materi pembelajaran, desain pembelajaran, kerangka pembelajaran, serta pengalaman belajar yang melibatkan kolaborasi dengan dunia industri. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan murid dengan kompetensi yang sesuai dengan standar dunia kerja melalui pembelajaran yang autentik dan relevan.

Diunggah oleh

elyafaridah41
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Lampiran

ACUAN PENYUSUNAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A. Identitas

Tuliskan nama sekolah, mata pelajaran/elemen, program keahlian, kel


as dan kebutuhan jam pelajaran atau jumlah pertemuan untuk menyeles
aikan suatu produk (barang/jasa). Tefa pada umumnya dilakukan pada k
elas XI dan XII dan atau kelas XIII setelah murid dapat bekal kompetensi
dasar yang cukup untuk belajar pada model pembelajaran tefa yang ses
uai dengan standar dunia kerja.

B. Identifikasi

1. Identifikasi Murid
Tuliskan kompetensi yang telah dikuasai murid sebelum belajar
dengan model pembelajaran tefa, seperti soft skill, hard skill, dan
karakter yang telah mereka miliki, sebagai prasyarat sebelum me
ngikuti pembelajaran selanjutnya, serta tuliskan kelemahan apa sa
ja yang harus diperhatikan pada diri murid, agar mereka dapat me
ncapai kompetensi sesuai dengan standar dunia kerja.
2. Identifikasi Materi Pembelajaran
Tuliskan materi pembelajaran yang akan dipelajari murid mulai
dari memahami, aplikasi, dan refleksi sesuai dengan produk yang
akan dipelajari/dikerjakan dalam pembelajaran tefa. Tuliskan secar
a spesifik materi tersebut, yaitu materi yang berkenaan dengan so
ft skill, hard skill, nilai, dan karakter yang harus dicapai oleh murid
sesuai dengan standar dunia kerja.
3. Dimensi Profil Lulusan
Pilihlah dimensi profil lulusan yang harus dicapai oleh murid, ya
ng relevan dengan kebutuhan penyelesaian sebuah produk dalam
pembelajaran tefa. Pemilihan dimensi profil lulusan perlu dipertim
bangkan secara realistis dan diterapkan ketika pembelajaran berla
ngsung.

C. Desain Pembelajaran

1. Topik Pembelajaran
Tuliskan nama produk yang akan dibuat oleh murid dalam proses
pembelajaran tefa. Produk yang akan dikerjakan murid sudah men
dapat rekomendasi dari industri/dunia kerja mitra atau pesanan da
ri konsumen/user
2. Tujuan Pembelajaran
Tuliskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi dan kon
ten pada ruang lingkup materi dengan menggunakan kata kerja o
perasional yang relevan. Tujuan juga menggambarkan materi kola
borasi lintas mapel. Tujuan berfungsi sebagai panduan dalam me
milih metode dan materi pembelajaran, penyusunan alat evaluasi
dan asesmen, serta memastikan pembelajaran terarah dan berma
kna.

D. Kerangka Pembelajaran

1. Praktik Pedagogis
Tuliskan model pembelajaran teaching factory yang dipilih untu
k mencapai tujuan belajar. Untuk mewujudkan pembelajaran yang
mendalam pada tefa, pendidik fokus pada pengalaman belajar mu
rid yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keter
ampilan berpikir tingkat tinggi, komunikasi, dan kolaborasi. Pada p
embelajaran tefa pendidik lebih banyak berperan sebagai coach (c
oaching), walaupun tetap tidak menghilangkan peran sebagai pen
gajar (teaching) dan pelatih (training) dalam kondisi-kondisi terten
tu.

2. Kemitraan Pembelajaran
Tuliskan kegiatan kemitraan atau kolaborasi dalam dan/atau lu
ar lingkup sekolah, seperti kemitraan antara guru lintas mata pelaj
aran, antar murid lintas kelas, antar guru lintas sekolah, orang tua,
komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri/kerj
a, institusi, atau mitra profesional. Kemitraan dengan dunia kerja
menjadi syarat utama untuk mencapai pembelajaran tefa yang be
rkualitas sesuai standar dunia kerja. Dunia kerja tidak hanya mem
berikan umpan balik dan meningkatkan relevansi pembelajaran, te
tapi benar-benar terlibat langsung mulai dari perencanaan sampai
dengan asesmen, sehingga dunia kerja dapat berperan sebagai su
pervisor, mentor, dan quality control, rekrutmen lulusan, dan seba
gainya.
Pembelajaran tefa secara otomatis akan menghasilkan produk
(barang dan jasa), dalam pembuatan suatu produk tidak dapat dil
akukan hanya oleh satu disiplin, tetapi diperlukan kolaborasi lintas
disiplin. Lintas disiplin dapat berupa kolaborasi lintas mapel, lintas
konsentrasi keahlian, lintas program keahlian, lintas bidang keahli
an, bahkan lintas SMK, tetapi minimal dilakukan lintas mapel antar
a pendidik mapel kejuruan (konsentrasi keahlian) dengan pendidik
mapel kejuruan lainnya dan pendidik mapel umum. Dalam analisi
s lintas mapel dapat menggunakan format seperti di bawah ini.
No. Mapel Elemen Deskripsi Keterangan
Uruta Nama mapel Diambil dar Diambil dari da Kapan materi t
n map yang berkola i elemen ri deskripsi dal ersebut disam
el borasi am capaian pe paikan
mbelajaran

Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis


antara pendidik, murid, orang tua, komunitas, dan mitra dunia kerja.
Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari pendidik me
njadi kolaborasi bersama. Pendidik dapat membangun peran murid se
bagai rekan belajar yang aktif mendesain dan mengarahkan strategi
belajar mereka. Pendidik dapat melibatkan keluarga, masyarakat, ata
u komunitas sebagai mitra yang memberikan dukungan serta konteks
otentik dalam pembelajaran tefa. Kemitraan dengan dunia kerja menj
adi syarat utama untuk mencapai pembelajaran tefa yang berkualitas
sesuai standar dunia kerja. Dunia kerja tidak hanya memberikan ump
an balik dan meningkatkan relevansi pembelajaran, tetapi benar-ben
ar terlibat langsung mulai dari perencanaan sampai dengan asesmen,
sehingga dunia kerja dapat berperan sebagai supervisor, mentor, dan
quality control, rekrutmen lulusan, dan sebagainya.

3. Lingkungan Pembelajaran
Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingin dikembangkan dala
m budaya belajar, ruang fisik dan/atau ruang virtual. Budaya belajar d
ikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan sali
ng memuliakan. Ruang fisik dan ruang virtual dirancang fleksibel seb
agai tempat yang mendorong kreativitas dan inovasi, kolaborasi, refle
ksi, eksplorasi, komunikasi, dan berbagi ide, sehingga mengakomoda
si berbagai kompetensi murid dengan optimal. Budaya belajar dalam
tefa melibatkan pembentukan norma positif yang berpusat pada nilai-
nilai utama, seperti keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, p
enguatan sikap kewarganegaraan, keterampilan komunikasi, penalar
an kritis, kreativitas, pengembangan sikap kolaborasi dan kemandiria
n, serta kesehatan jiwa raga (well-being). Integrasi lingkungan pembe
lajaran tidak hanya mendukung perkembangan pengetahuan, tetapi j
uga membentuk keterampilan dan karakter yang holistik sesuai deng
an dimensi profil lulusan untuk bekerja, berwirausaha atau melanjutk
an pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Lingkungan belajar tefa
sebagai replika dunia kerja sebenarnya atau secara nyata belajar di k
elas dan di factory yang dimiliki oleh sekolah atau dunia usaha/indust
ri.

4. Pemanfaatan Digital
Tuliskan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembel
ajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Contoh: video pe
mbelajaran, platform pembelajaran, perpustakaan digital, forum disku
si daring, aplikasi penilaian, dan sebagainya. Peran teknologi digital ti
dak terbatas hanya sebagai alat presentasi dan penyedia informasi
(misalnya menampilkan materi, video, dan mencari informasi), namu
n juga berperan sebagai alat kolaborasi (misalnya melalui platform w
orkspace atau platform e-learning), serta merupakan media yang me
ndukung eksplorasi dan inovasi murid dalam pembuatan/pengerjaan
produk, sehingga mereka mampu memilih dan menyaring informasi s
ecara kritis dan menggunakannya secara tepat.

E. Pengalaman Belajar
Pada tahap ini, murid aktif terlibat dalam pengalaman belajar
memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dalam suasana yang saling
memuliakan. Pendidik menerapkan prinsip pembelajaran berkesadara
n, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. P
engalaman belajar dapat dilaksanakan dalam beberapa kali pertemua
n sesuai dengan proses/langkah pembelajaran tefa.
Pembelajaran tefa sesuai tahapan proses produksi yang terjadi
dalam dunia kerja yang sebenarnya. Proses/langkah pembelajaran ya
ng akan dijelaskan berikut ini bersifat generik/umum, berdasarkan Pa
nduan Teaching Factory yang telah dikeluarkan oleh Direktorat SMK.
Namun demikian, ada beberapa konsentrasi keahlian yang spesifik, s
ehingga untuk itu pendidik perlu menyesuaikan proses/langkah pemb
elajaran sesuai dengan karakter konsentrasi keahlian yang spesifik te
rsebut, yang relevan dengan tuntutan dunia kerjanya.
Murid dalam pembelajaran tefa berperan sebagai creator, inno
vator, worker, problem solver, dan evaluator; sedangkan pendidik ber
peran utamanya adalah bertindak sebagai coach, dengan tetap tidak
mengesampingkan peran sebagai seorang teacher dan trainer, sehing
ga pendidik lebih berperan sebagai motivator, fasilitator, katalisator,
evaluator, dan asesor; sedangkan praktisi industri dapat berperan se
bagai mentor, supervisor, dan quality control. Berikut ini proses/langk
ah pembelajaran tefa yang bersifat generik/umum, sedangkan proses
/langkah yang bersifat spesifik dapat dikembangkan oleh pendidik de
ngan rekomendasi dari dunia kerja mitra.
Tahap Pemb Aktivitas Pembelajaran Sumber Materi
elajaran Pembelajaran
Produk (barang/jasa) yang akan dikerjakan ol Sebutkan Judul
eh murid pada pembelajaran tefa, dapat beru Buku Teks/ Mod
pa pesanan dari konsumen atau merupakan ul/ Link Video
pengembangan /modifikasi/invensi produk be Pembelajaran
rdasarkan kebutuhan pembelajaran sesuai d dll
Identifikasi Pr engan standar industri. Produk yang bersifat
oduk pengembangan/modifikasi/invensi tetap haru Materi Tersebu
s dikaji bersama industri mitra. t bisa kolabora
Identifikasi produk merupakan awal penerap si antar Mata P
an pembelajaran mendalam, yaitu murid har elajaran.
us benar-benar memahami kenapa produk te
rsebut dibuat, sehingga ada beberapa pertan Murid dapat di
yaan yang dapat menjadi pemantik bagi muri minta untuk me
d, antara lain: mbaca atau mel
● Mengapa produk tersebut harus dibua ihat materi ters
t? ebut sebelum p
● Sasaran pengguna produk itu siapa? ertemuan.
● Apakah produk tersebut sudah diprod
uksi oleh perusahaan/komunitas lain n
ya?
● Berapa harga produk tersebut di pasa
ran?
● Apakah produk tersebut sesuai denga
n konsentrasi keahlian?
● Apakah produk tersebut bermanfaat b
agi dirinya dan masyarakat?
● Apakah produk tersebut berdampak t
erhadap keselamatan lingkungan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat terus
dikembangkan sesuai dengan karakter produ
k.
Apabila produk tersebut pesanan konsumen/
user /audiens, maka pada tahap ini murid har
us memperhatikan pelayanan prima, agar ko
nsumen/user /audiens merasa nyaman dan t
ertarik untuk pesan/beli produk.
Langkah kedua, murid melakukan analisis ter Sebutkan Judul
hadap cakupan kompetensi dalam menyeles Buku Teks/ Mod
aikan produk tersebut. Ada beberapa pertany ul/ Link Video
aan yang dapat dikembangkan oleh murid, a Pembelajaran
Analisis Caku ntara lain: dll
pan Kompete ● Kompetensi apa saja yang diperlukan
nsi untuk menyelesaikan produk tersebu Materi Tersebu
t? t bisa kolabora
● Mata pelajaran apa saja yang harus k si antar Mata P
olaborasi dalam penyelesaian produk? elajaran.
Kenapa mata pelajaran tersebut harus
dilibatkan? Murid dapat di
● Kompetensi apa saja yang sudah diku minta untuk me
asai dan yang masih belum dikuasai? mbaca atau mel
● Bagaimana apabila kompetensi terseb ihat materi ters
ut tidak bisa dilaksanakan di sekolah? ebut sebelum p
Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan mema ertemuan.
ndu murid untuk belajar secara mendalam da
n menumbuhkan motivasi untuk belajar seca
ra sungguh-sungguh.
Perancangan produk yang bersifat barang (ta Sebutkan Judul
ngible) dapat berupa gambar kerja, desain, s Buku Teks/ Mod
ketsa, sedangkan yang bersifat jasa/layanan ul/ Link Video
Perancangan (intangible) dapat berupa dokumen rencana Pembelajaran
Produk kerja, aturan kerja, skenario. Perancangan pr dll
oduk suatu gambaran spesifik dan detail tent
ang pekerjaan yang akan dilakukan oleh muri Materi Tersebu
d, sehingga rancangan kerja tersebut dapat t bisa kolabora
memandu dalam menentukan sumber daya y si antar Mata P
ang dibutuhkan untuk pengerjaan produk. elajaran.

Murid dapat di
minta untuk me
mbaca atau mel
ihat materi ters
ebut sebelum p
ertemuan.
Murid harus melakukan analisis sumber daya Sebutkan Judul
yang dibutuhkan untuk penyelesaian suatu p Buku Teks/ Mod
roduk, sumber daya tersebut dapat berupa a ul/ Link Video
ntara lain sumber daya manusia, bahan, alat, Pembelajaran
dan biaya. Ada beberapa pertanyaan yang d dll
Analisis Sumb apat dikembangkan oleh murid untuk analisis
er Daya sumber daya, antara lain: Materi Tersebu
● Apakah tenaga untuk mengerjakan pr t bisa kolabora
oduk telah tersedia? si antar Mata P
● Apakah bahan yang ada sudah mencu elajaran.
kupi dan masih berfungsi dengan bai
k? Murid dapat di
● Apakah alat yang ada sudah mencuku minta untuk me
pi dan masih berfungsi dengan baik? mbaca atau mel
● Apakah biaya tersedia sesuai kebutuh ihat materi ters
an? ebut sebelum p
Apabila terdapat sumber daya yang belum m ertemuan.
emenuhi syarat untuk penyelesaian produk,
maka harus segera dicarikan solusinya, agar
produk bisa direalisasikan sesuai dengan per
mintaan konsumen/user/audiens atau sesuai
dengan standar dunia kerja.
Langkah ini merupakan langkah yang menari Sebutkan Judul
k, mendebarkan, menggembirakan (exciting) Buku Teks/ Mod
dan memerlukan waktu yang panjang, juga d ul/ Link Video
apat menjadi langkah yang membuat prestas Pembelajaran
i murid kalau pekerjaan tidak berjalan denga dll
n baik dan benar, sehingga fokus dan perhati
Pengerjaan Pr an pendidik dan dapat melibatkan praktisi in Materi Tersebu
oduk dustri sangat dibutuhkan untuk mencapai sta t bisa kolabora
ndar produk yang telah ditetapkan. Murid se si antar Mata P
belum mengerjakan produk terlebih dahulu d elajaran.
apat membuat rencana penyelesaian produk,
misalnya seperti di bawah ini. Murid dapat di
Prosedur Estimas Batas Ketercapaia minta untuk me
i Waktu Akhir n mbaca atau mel
Pemoton 30 meni 15 se V ihat materi ters
g bagian t pt. ebut sebelum p
1 ertemuan.
Pemoton 60 meni 16 se V
g bagian t pt
2
Dst.
Beberapa aturan umum yang perlu diperhati
kan, ketika pengerjaan produk antara lain:
● Penggunaan alat ringan, mesin dan pr
oses dilakukan secara hati-hati denga
n cara yang aman;
● Penggunaan bahan secara efisien;
● Selalu mengukur kebutuhan bahan se
cara akurat;
● Murid selalu berusaha menghasilkan k
ualitas akhir yang tinggi;
● Setelah produk selesai selalu diperluk
an dengan hati-hati;
● Murid mencatat seluruh proses pekerj
aan. Ini akan menolong mereka belaja
r dari kesalahan untuk perbaikan di m
asa yang akan datang;
● Proses pengerjaan produk harus dilak
ukan secara berkesadaran dan berma
kna;
● Murid ketika mengerjakan produk har
us dalam suasana menggembirakan d
an menantang.
Untuk sebagian produk perlu dilakukan tes s
ebelum produk tersebut diserahkan kepada k
onsumen/ user/audiens, seperti untuk produk
fesyen dilakukan fitting; servis mobil dilakuka
n inspeksi akhir/road test; produk kriya dilaku
kan tes kekuatan, ergonomi, dan fungsi; pert
unjukan musik perlu dilakukan gladi bersih.
Tahap ini merupakan langkah yang paling kr Sebutkan Judul
usial, karena murid akan melihat bagaimana Buku Teks/ Mod
produk yang telah dikerjakannya akan mend ul/ Link Video
apat respon dari konsumen/user/audiens, jika Pembelajaran
Penyerahan P produk tersebut diterima dengan positif dan dll
roduk penuh pujian, maka momen ini akan menjadi
puncak kegembiraan, tetapi sebaliknya, apab Materi Tersebu
ila produk tersebut mendapatkan penolakan t bisa kolabora
dari konsumen/user/audiens, maka akan terj si antar Mata P
adi kekecewaan bagi murid. elajaran.

Penyerahan barang harus didahului dengan Murid dapat di


meyakinkan bahwa produk tersebut sudah si minta untuk me
ap untuk diserahkan tanpa cacat atau kekura mbaca atau mel
ngan/kesalahan, perlu dicek kembali jumlah ihat materi ters
barang, spesifikasi barang atau kelengkapan ebut sebelum p
layanan, fungsi setiap alat dan bahan layana ertemuan.
n.
Layanan purna jual produk terdapat berbagai Sebutkan Judul
variasi tergantung karakter produk, terdapat Buku Teks/ Mod
beberapa cara dalam layanan purna jual, ant ul/ Link Video
ara lain sebagai berikut. Pembelajaran
● Garansi dll
● Survey kepuasan konsumen/user/audi
ens Materi Tersebu
● Saluran konsultasi bagi konsumen/use t bisa kolabora
Layanan Purn r/audiens si antar Mata P
a Jual ● Penyediaan suku cadang elajaran.
● Pengembalian kerugian konsumen/us
er/audiens Murid dapat di
Murid dapat memilih layanan purna jual yang minta untuk me
cocok dengan karakter produknya dan memb mbaca atau mel
erikan alasan kenapa layanan purna jual ters ihat materi ters
ebut yang dipilih. ebut sebelum p
ertemuan.
Layanan purna jual termasuk evaluasi proses
dan produk untuk mengevaluasi seluruh pros
es pembelajaran tefa dan produk yang dihasi
lkan/dikerjakan. Evaluasi untuk mengukur da
n menilai permasalahan-permasalahan yang
dihadapi selama proses dan memperbaikinya
di masa yang akan datang. Proses evaluasi s
ebaiknya dilakukan oleh murid bersama para
pendidik lintas mapel dan praktisi dari indust
ri. Beberapa pertanyaan di bawah ini mungki
n dapat menolong dalam proses evaluasi.
● Apakah waktu sudah digunakan secar
a efektif?
● Apakah kekuatan dan kelemahan dari
produk yang telah dibuat/dikerjakan?
● Bagaimana mengembangkan produk t
ersebut?
● Apakah murid dapat mengelola perma
salahan yang timbul selama proses te
fa?
● Apakah produk tersebut terkait denga
n sektor pembangunan lainnya?
Setelah hasil evaluasi lengkap, murid dapat
mulai lagi dengan proyek berikutnya, karena
tidak diragukan lagi berbagai permasalahan
sudah ditemukan solusinya.

F. Asesmen

Tuliskan teknik dan instrumen penilaian yang digunakan pada proses


dan akhir pembelajaran. Asesmen dalam pembelajaran mendalam dilaks
anakan melalui asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning)
yang menekankan pada penilaian diri dan penilaian sejawat, asesmen un
tuk pembelajaran (assessment for learning) yang menekankan pada ump
an balik, dan asesmen hasil pembelajaran (assessment of learning) yang
menekankan pada pencapaian dan tindak lanjut dengan mempertimban
gkan karakteristik murid. Pembelajaran tefa memerlukan 2 (dua) aktivita
s asesmen, yaitu formatif dan sumatif.

1) Asesmen Formatif

Asesmen formatif dapat dimulai dengan asesmen awal untuk men


deteksi kesiapan murid sebelum mengikuti pembelajaran tefa. Kesiap
an tersebut tidak hanya kesiapan pengetahuan dan keterampilan, tet
api juga kesiapan fisik dan mental. Dalam melakukan asesmen awal p
ara pendidik dapat melakukan dengan berbagai cara, antara lain: tes
tertulis, tes lisan, wawancara, portofolio, demonstrasi/unjuk kerja, dan
lain sebagainya.

Asesmen awal dalam pembelajaran tefa sebaik nya dilakukan seca


ra kolaboratif antara pendidik kejuruan dan pendidikan umum yang re
levan, bahkan dapat melibatkan praktisi industri untuk mendeteksi ke
siapan murid. Apabila terdapat murid yang belum memenuhi standar
untuk belajar di tefa, maka perlu ada tindakan tertentu sampai murid
benar-benar siap untuk belajar tefa. Tindakan-tindakan tersebut dapa
t berupa pelatihan terhadap hal-hal yang masih lemah, magang, belaj
ar dengan teman lainnya, dan sebagainya.

Asesmen formatif dalam proses pembelajaran dilakukan setiap sa


at selama pembelajaran tefa berlangsung, agar kesalahan-kesalahan
/kekurangan-kekurangan yang dilakukan murid cepat terdeteksi dan c
epat ditangani, sehingga tidak mengganggu terhadap pencapaian ker
ja dan produk kualitas tinggi. Menurut Chittenden (Djamari, 2008:6) k
egiatan penilaian dalam proses pembelajaran diarahkan pada empat
hal, yaitu:

a.) Penelusuran, yaitu menelusuri apakah proses pembelajaran


telah berlangsung sesuai dengan yang direncanakan atau ti
dak;
b.) Pengecekan, apakah ada kekurangan-kekurangan pada mur
id selama proses pembelajaran;
c.) Pencarian, yaitu untuk mencari dan menemukan penyebab
kekurangan dari murid yang muncul selama pembelajaran b
erlangsung; dan
d.) Penyimpulan, yaitu untuk menyimpulkan tentang tingkat pe
ncapaian belajar yang telah dimiliki murid.

Apabila selama asesmen formatif ditemukan permasalahan-permasal


ahan yang dilakukan murid, para pendidik dan atau praktisi industri h
arus segera mencari solusinya dengan berbagai metode, sehingga tid
ak berakibat terhadap pencapaian kompetensi murid dan pencapaian
kualitas produk. Asesmen formatif dapat dilakukan dengan cara peng
amatan/observasi langsung terhadap kinerja murid dan pekerjaan ya
ng dihasilkan atau menggunakan cara lain yang relevan dan efektif. A
sesmen formatif dapat dilakukan secara kolaboratif oleh para pendidi
k kejuruan dan umum sesuai dengan materi yang telah diberikan dan
ingin diterapkan pada setiap langkah pembelajaran tefa. Praktisi indu
stri dapat bertindak sebagai mentor, supervisor, dan kontrol kualitas
proses dan produk.

2) Asesmen Sumatif

Tuliskan teknik dan instrumen penilaian yang akan digunakan dala


m asesmen sumatif. Asesmen sumatif merupakan penilaian akhir sete
lah proses dan produk tefa selesai didistribusikan/sajikan kepada kon
sumen/user/audiens. Tujuan utama dari asesmen sumatif pada pemb
elajaran tefa adalah untuk mengevaluasi dan menyimpulkan hasil bel
ajar murid diakhir pembelajaran tefa. Hasilnya menjadi tolok ukur pen
guasaan soft skills, hard skills, nilai dan karakter murid dan sebagai d
asar pengambilan keputusan akademik.

Asesmen sumatif dilakukan oleh para pendidik kejuruan dan umu


m yang terlibat secara langsung dalam pembelajaran tefa bersama pr
aktisi industri. Metode asesmen sumatif dapat dilakukan dengan berb
agai cara, seperti presentasi oleh murid, tes tertulis, tes lisan, wawan
cara, portofolio, demonstrasi/unjuk kerja. Asesmen sumatif dapat dila
kukan dengan satu metode atau dengan kombinasi berbagai metode.
Apabila terdapat murid yang belum memenuhi standar, maka perlu a
da tindakan tertentu sampai murid benar-benar siap untuk belajar tef
a berikutnya. Tindakan-tindakan tersebut dapat berupa pelatihan terh
adap hal-hal yang masih lemah, magang, belajar dengan teman seja
wat, dan sebagainya.
CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KRIYA KREATIF BATIK DAN TEKSTIL

A. IDENTITAS

Sekolah : SMK Nusantara


Mata Pelajaran/Elemen : Kriya Kreatif Batik dan Tekstil / Ba
tik Tulis Tradisional
dan Kekinian
Program Keahlian : Desain dan Produksi Kriya
Kelas : XI Kriya Kreatif Batik dan Tekstil
Waktu : 140 x 45 menit (14 pertemuan)

B. IDENTIFIKASI
1. Identifikasi Murid
Murid merupakan siswa SMK Konsentrasi Keahlian Kriya Batik
dan Tekstil yang sudah memiliki dasar kompetensi desain batik, p
embatikan, pewarnaan, dan nglorod. Mereka akan belajar memah
ami, membuat, mengevaluasi karya batik tulis kombinasi cap yan
g akan diterapkan dalam pembelajaran teaching factory. Kemamp
uan kreativitas, inovasi, komunikasi, kerja sama, pemanfaatan tek
nologi digital, dan lintas disiplin masih terus berkembang, sehingg
a perlu bimbingan dalam hal tersebut sesuai standar yang dibutuh
kan industri batik.
2. Identifikasi Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran membahas pemahaman, aplikasi, dan re
fleksi pembelajaran teaching factory batik tulis kombinasi cap. Mu
rid dilatih untuk menganalisis tren produk batik, mengembangkan
desain motif batik, batik cap, batik tulis, pewarnaan, nglorod, purn
a rupa, dan pengemasan. Materi pembelajaran juga harus didukun
g oleh disiplin lainnya, karena suatu produk tidak mungkin dapat
diselesaikan oleh satu disiplin keilmuan. Materi juga menekankan
pentingnya kreativitas, inovasi, komunikasi, dan kerja tim dalam
menyelesaikan produk batik tulis kombinasi cap secara profesiona
l.

3. Dimensi Profil Lulusan


Keimanan dan Ketakwaan terh Kolaborasi
adap Tuhan YME
Kewargaan Kemandirian
Penalaran Kritis Kesehatan
Kreativitas Komunikasi

C. DESAIN PEMBELAJARAN

1. Topik Pembelajaran
Setelah Pembelajaran berakhir murid dapat:
a) Memahami tren batik tulis kombinasi cap yang sedang digema
ri oleh masyarakat Indonesia.
b) Memahami formula dan bahaya pewarna batik sintetis bagi m
anusia dan lingkungan sekitar.
c) Mengaplikasikan desain batik tulis kombinasi cap lewat bantua
n kecerdasan artifisial dan proses produksi batik tulis kombina
si cap dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan dan kes
elamatan kerja.
d) Mengaplikasikan perhitungan harga pokok penjualan (HPP) da
n harga jual produk batik tulis
e) Merefleksi produk batik tulis kombinasi cap dan mengkomunik
asikan dengan bantuan kecerdasan artifisial dan platform med
ia sosial.
f) Dalam penyusunan tujuan pembelajaran di atas melibatkan gu
ru lintas mapel yang selanjutnya diuraikan dalam poin praktik
pedagogis.

Dalam penyusunan tujuan pembelajaran di atas melibatkan guru


lintas mapel yang selanjutnya diuraikan dalam poin praktik pedag
ogis.

2. Tujuan Pembelajaran
Setelah Pembelajaran berakhir murid dapat:
a) Memahami tren batik tulis kombinasi cap yang sedang digemari
oleh masyarakat Indonesia.
b) Memahami formula dan bahaya pewarna batik sintetis bagi man
usia dan lingkungan sekitar.
c) Mengaplikasikan desain batik tulis kombinasi cap lewat bantuan
kecerdasan artifisial dan proses produksi batik tulis kombinasi c
ap dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan dan keselam
atan kerja.
d) Mengaplikasikan perhitungan harga pokok penjualan (HPP) dan
harga jual produk batik tulis
e) Merefleksikan produk batik tulis kombinasi cap dan mengakomo
dasikan dengan bantuan kecerdasan artifisial dan platform med
ia sosial

3. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, Murid dapat mendeskripsikan dan menerapk
an teori dan keterampilan serta sikap dalam berkreasi, produksi, p
asar, haki, dan kewirausahaan batik. Murid mampu mengembang
kan ide, mencipta desain dan pengembangan teknik batik tradisio
nal dan kekinian. Murid mampu memahami produksi batik berdas
arkan tahapan dan pengembangan proses sesuai standar dan pen
gembangan fungsi batik berdasarkan riset pasar, uji produk, serta
evaluasi proses dan penyajian hasil karya.

4. Kerangka Pembelajaran
a. Praktik Pedagogis
Menggunakan model pendekatan pembelajaran berbasis pabr
ik (teaching factory) dengan metode diskusi, studi kasus, dan
latihan analisis tren batik tulis kombinasi cap hingga praktik p
embuatannya. Secara garis besar proses praktik pedagogis d
apat dibagi menjadi 3 (tiga) proses, yaitu kegiatan: 1). Awal:
persiapan, apersepsi, tujuan, dan asesmen awal; 2). Inti: me
mahami pengetahuan esensial, aplikatif, nilai, dan karakter;
mengaplikasi pengetahuan dalam sebuah praktik, sehingga
menghasilkan produk (barang/jasa); dan merefleksi melalui e
valuasi dalam upaya perbaikan berkelanjutan, sehingga meni
ngkatkan pemahaman pengetahuan, keterampilan, nilai, dan
karakter; 3). Akhir: kesimpulan, refleksi, dan tindak lanjut, se
dangkan proses asesmen terdiri dari 3 (tiga) kegiatan, yaitu a
sesmen: 1). Awal: untuk mengetahui kesiapan murid untuk be
lajar dengan model tefa; 2). Formatif: asesmen yang dilakuka
n dalam proses pembelajaran, dan 3). Sumatif: asesmen akhir
setelah produk selesai diserahkan ke konsumen/user/audiens,
dengan menggunakan sebagai besar soal hots atau mengacu
pada Task Skills (TS), Task Management Skills (TMS), Contin
gency Management Skill (CMS), Job/ Role environment Skills
(JRES), dan Transfer Skills (TRS). Pembelajaran tefa karena lin
tas mapel, sehingga asesmen akan dilakukan secara kolabora
tif juga.
b. Kemitraan Pembelajaran
Pembelajaran melibatkan kolaborasi antar murid dalam kelo
mpok kecil (team-based learning), di mana setiap anggota m
emiliki peran untuk membaca, memahami, dan menjelaskan
proses penting desain dan produksi batik tulis kombinasi cap
serta diharapkan mampu mengelaborasi elemen terkait antar
mapel. Pada pembelajaran ini juga akan mendatangkan peng
usaha batik sebagai pemesan produk serta berperan sebagai
supervisor dan quality control. Pembelajaran tefa pembuatan
sandang batik tulis kombinasi cap akan dilakukan secara linta
s mapel, yaitu mapel: 1). Kriya Kreatif Batik dan tekstil; 2) Pro
jek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial; 3) Bahasa Indonesia;
4) Kreativitas, Inovasi dan Kewirausahaan. Adapun kolaborasi
tersebut dituangkan dalam tabel berikut ini:

Nama Produk Akhir : Batik Tulis Kombinasi Cap (Bahan Sandan


g)
No Mata Pelaj Elemen Deskripsi Sing Keteranga
aran kat n

1 Kriya Kreati Batik Meliputi teori da Materi poko


f Batik dan n praktik batik t k yang diaa
Tekstil ulis kombinasi c jarkan sela
ap, pewarnaan s ma pembel
intetis indigosol ajaran di te
untuk bahan san fa
dang/ fashion be
rdasarkan pesan
an konsumen. P
embelajaran me
mperhatikan K3,
budaya kerja, da
n prinsip pembel
ajaran mendala
m.
2 Projek Ilmu Zat dan Perubahan Meliputi pengeta Materi diaja
Pengetahu nya. huan tentang je rkan sebelu
an Alam da nis dan sifat zat m murid m
n Sosial yang dibedakan elakukan pr
secara kimia da aktik pewar
n fisika, ciri-ciri
dari perubahan z naan.
at secara fisika,
kimia, dan biolo
gi, serta unsur s
enyawa campur
an.

3 Bahasa Ind Berbicara dan Me Meliputi kemam Materi diaja


onesia mpresentasikan puan berbicara, rkan sebelu
mempresentasik m dan ketik
an dengan bera a proses pe
gam media, dan mbelajaran
membuat lapora TEFA batik t
n. ulis

4 Kreativitas I Kewirausahaan Meliputi menera Materi diaja


novasi dan pkan konsep ke rkan setela
Kewirausah wirausahaan ber h proses pe
aan basis , peluang u mbelajaran
saha, perencana TEFA batik t
an usaha, penge ulis.
lolaan sumber d
aya, pemasaran,
pengelolaan keu
angan, etika tan
ggung jawab sos
ial dan pengelol
aan risiko dalam
berwirausaha se
rta Budaya korp
orasi

Secara operasional proses pembelajaran kolaborasi antarmata pelajar


an pembuatan produk batik tulis kombinasi cap dilakukan secara bers
amaan maupun dan terpisah. Secara bersamaan adalah mata pelajar
an kriya kreatif batik dan tekstil berkolaborasi dengan pendidik mata
pelajaran lainnya di ruang praktik (bengkel/studio batik), sedangkan s
ecara terpisah dimana mata pelajaran lainnya mengajar dalam kelas
masing-masing sesuai jadwal yang telah ditetapkan, disesuaikan den
gan alur pengerjaan produk (kolaborasi bisa dilakukan sebelum penge
rjaan produk, saat pengerjaan produk atau setelah pengerjaan produ
k).
c. Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan kelas diatur untuk mendukung pembelajaran kolaboratif d
an diskusi terbuka, tersedia papan tulis digital atau area presentasi u
ntuk menampilkan hasil analisis tren batik, desain batik, dan proses p
roduksi batik tulis kombinasi cap, dan teknik komunikasinya. Kelas pr
aktek tefa diatur sesuai dengan kondisi di perusahan batik tulis kombi
nasi cap atau sesuai dengan alur produksi batik tulis kombinasi cap,
mulai dari bagian desain, pemolaan, pembatikan, pewarnaan, nglorod,
dan pengemasan. Untuk ruang praktik dapat menyesuaikan rasio per
alatan dengan kelompok murid dan keluaran dari setiap pertemuan. L
ingkungan kelas tefa mendorong murid untuk aktif bertanya, menge
mukakan pendapat, dan memuliakan sudut pandang teman serta pen
didik dengan suasana yang menggembirakan. Poster atau cetakan co
ntoh desain batik dan K3 ditempel di dinding kelas/ruang praktik.

d. Pemanfaatan Digital
Pemanfaatan digital terutama untuk eksplorasi desain, pembuatan m
edia promosi, pembuatan media presentasi, dan pencarian data infor
masi tentang batik sandang teknik batik tulis kombinasi cap melalui k
ecerdasan artifisial.

D. PENGALAMAN BELAJAR

Pertemuan 1: Identifikasi Produk


Tahapan Pe Sumber Materi P
Aktivitas Pembelajaran
mbelajaran embelajaran

Memahami Drs. Bayu Swast


1. Murid bersama pendidik batik ha DH, M.B.A &
dan mapel Bahasa Indonesia m Irawan M.B.A, M
emahami tentang pelayanan p anajemen Pema
Identifikasi
esanan produk dari konsumen saran Modern, L
Produk
dan mempelajari jobsheet den iberty, Yogyakar
gan cermat ta, 1999
2. Murid memahami kesesuaian pr
oduk pesanan sandang batik tuli Link buku custo
s kombinasi cap dengan konsen mer service:
trasi keahlian [Link]
3. Murid memahami fungsi produk [Link]/articles/c
yang dipesan, dan manfaat prod ara-menarik-pel
uk yang dipesan, baik manfaat anggan/
untuk murid dan masyarakat.
4. Murid memahami dalam melaku [Link]
kan pelayanan terhadap konsu om/blog/custom
men yang akan memesan sanda er-service-book
ng batik tulis kombinasi cap dan s/
mengecek secara detail pesana
n, seperti: desain, ukuran, jumla Video layanan p
h, target waktu, serta mencatat elanggan:
pesanan dalam format yang tela [Link]
h tersedia berpedoman pada jo [Link]/shorts
bsheet. Murid mencatat seluruh /RnaEFvWuOCU
kegiatan identifikasi produk.
5. Murid mencatat hal-hal penting
untuk bahan perbaikan dan pen
gembangan dalam pekerjaan be
rikutnya.

Pertemuan 2: Analisis Cakupan Kompetensi


Tahapan Pem Sumber Materi Pem
Aktivitas Pembelajaran
belajaran belajaran

Memahami Penuntun Praktek Bati


1. Murid bersama pendidik m k, Direktorat Pendidik
enelaah cakupan kompete an Menengah Kejurua
nsi untuk menyelesaikan p n, Jakarta,1979, hal. 1
esanan produk sandang ba 5 – 92
tik tulis kombinasi cap pes
anan konsumen, antara lai Link Modul Batik untu
n kompetensi: desain, pol k SMK:
Analisis Cak
a, batik cap, batik tulis, pe [Link]
upan Kompe
warnaan, nglorod, penyera com/document/606
tensi
han produk, serta mempel 475807/MODUL-AJA
ajari jobsheet dengan cer R-BATIK-TOPIK-1-s
mat. mk
2. Murid membuat diagram al
ur produksi sesuai produk [Link]
sandang batik tulis kombi com/document/566
nasi cap pesanan konsume 023247/64-Batik-Kl
n untuk mendapatkan pem s-XI-unlocked
ahaman yang lebih mendal
am.
3. Murid mencatat hal-hal pe
nting untuk bahan perbaik
an dan pengembangan dal
am pekerjaan berikutnya.

Pertemuan 3: Perancangan Produk Sandang Batik Tulis Kombinasi Ca


p
Tahapan Pe Sumber Materi Pemb
Aktivitas Pembelajaran
mbelajaran elajaran

Memahami Penuntun Praktek Bati


1. Murid bersama pendidik m k, Direktorat Pendidika
apel Informatika/Koding da n Menengah Kejuruan,
n Kecerdasan Artifisial (KK Jakarta, 1979, hal. 18
Perancang
A) diskusi tentang desain
an Produk
motif batik dan cara pemb Link Modul Batik untuk
uatan desain motif batik de SMK:
ngan menggunakan kecer [Link]
dasan artifisial om/document/60647
2. Murid diskusi dengan pendi 5807/MODUL-AJAR-B
dik mapel Kriya Kreatif Bati ATIK-TOPIK-1-smk
k dan Tekstil langkah peny
empurnaan desain motif ba [Link]
tik tulis kombinasi cap hasil /document/566023247/
kecerdasan artifisial, serta 64-Batik-Kls-XI-unlocke
mempelajari jobsheet seca d
ra cermat.
3. Murid untuk memahami leb Link video desain motif
ih mendalam, membuat de batik:
sain motif batik sandang k [Link]
ombinasi batik tulis dan ca om/watch?v=kMCeGV
p sebanyak minimal 5 (lim 2-x94
a) buah; memilih satu desa
in terbaik dan memberi ala
sannya; menyempurnakan
desain terpilih di atas kerta
s A3. Pendidik memberi mo
tivasi dan fasilitasi. Kegitan
ini dapat melibatkan prakti
si industri untuk melakuka
n sepervisi terhadap desai
n sandang teknik batik tulis
kombinasi cap yang telah d
ibuat oleh murid.
4. Murid mencatat hal-hal pen
ting untuk bahan perbaika
n dan pengembangan dala
m pekerjaan berikutnya

Pertemuan 4: Analisis Sumber Daya


Tahapan Pe Aktivitas Pembelajara Sumber Materi Pembela
mbelajaran n jaran

Memahami Penuntun Praktek Batik,


1. Murid bersama pendidik Direktorat Pendidikan Me
berdiskusi tentang sum nengah Kejuruan, Jakarta,
ber daya (alat, bahan, 1979, hal. 6 – 14
Analisis Su
manusia, dana) yang di
mber Daya
butuhkan dalam penyel Link Modul Batik untuk S
esaian produk sandang MK:
batik tulis kombinasi ca [Link]
p pesanan konsumen. A m/document/60647580
nalisis kebutuhan sumb 7/MODUL-AJAR-BATIK-
er daya dapat melibatka TOPIK-1-smk
n pendidik mapel Kreati
vitas, Inovasi, dan Kewir [Link]
ausahaan (KIK). Murid ju m/document/56602324
ga mempelajari jobshee 7/64-Batik-Kls-XI-unloc
t secara cermat. ked
2. Murid mengecek keters
ediaan sumber daya (al
at, bahan, manusia, dan
a) di sekolah. Apabila
masih kekurangan sum
ber daya, secepatnya di
cari solusinya. Murid dal
am bekerja memperhati
kan target waktu dan K
3.
3. Murid mencatat hal-hal
penting untuk bahan pe
rbaikan dan pengemban
gan dalam pekerjaan be
rikutnya.
Pertemuan 5: Pemolaan Batik Tulis Kombinasi Cap
Tahapa Sumber Mat
n Pemb eri Pembelaj
Aktivitas Pembelajaran
elajara aran
n

Mengaplikasi Penuntun Pr
aktek Batik,
1. Murid membuat instrumen rencana penyele
Direktorat Pe
saian produk dan target penyelesaiannya, s
ndidikan Me
eperti contoh di bawah ini.
nengah Kejur
Penge Pekerjaan Wak Batas Ak Keter
uan, Jakarta,
rjaan tu hir capai
1979, hal. 18
Produ an
k Pola 10 j 3 Agustu
Link Modul B
p s
atik untuk S
Teknik cap 10 j 4 Agustu
MK:
p s
[Link]
Teknik tulis 40 j 8 Agustu
[Link]
p s
m/documen
Pewarnaan 10 j 10 Agust t/60647580
p us 7/MODUL-A
Nglorod 10 j 11 Agust JAR-BATIK-
p us TOPIK-1-sm
Penyeraha 5 jp 12 Agust k
n produk us
[Link]
2. Murid berdasarkan jobsheet melakukan pe
[Link]/d
mbuatan pola di atas kertas pola sesuai den
ocument/56
gan desain batik sandang teknik tulis kombi
6023247/64-
nasi cap, selanjutnya melakukan penjiplaka
Batik-Kls-XI-
n dari pola ke atas kain mori. Murid dalam b
unlocked
ekerja memperhatikan target waktu dan K
3. Murid selalu mengisi ceklist instrumen pe
Link video pe
nyelesaian produk.
mbuatan pol
3. Murid melakukan evaluasi kesesuaian antar
a batik:
a desain dengan hasil penjiplakan di atas k
[Link]
ain, kalau ada yang belum sesuai segera di
[Link]
perbaiki.
/watch?v=U4
4. Murid mencatat hal-hal penting untuk baha
hMLDBgIn8
n perbaikan dan pengembangan dalam pe
kerjaan berikutnya

Pertemuan 6: Batik Teknik Cap


Tahapan Pe Sumber Materi Pemb
Aktivitas Pembelajaran
mbelajaran elajaran

Penuntun Praktek Batik,


Mengaplikasi Direktorat Pendidikan M
1. Murid melakukan pekerj enengah Kejuruan, Jakar
aan batik cap dengan ha ta, 1979, hal. 71 – 78
ti-hati dan teliti melalui
Pengerjaan
panduan jobsheet sesuai Link Modul Batik untuk S
Produk
pola dengan memperhat MK:
ikan target waktu dan K [Link]
3 dan mempelajari jobsh m/document/6064758
eet secara cermat 07/MODUL-AJAR-BATI
2. Murid melakukan pekerj K-TOPIK-1-smk
aan batik cap dengan ha
ti-hati dan teliti melalui [Link]
panduan jobsheet sesuai document/566023247/6
pola dengan memperhat 4-Batik-Kls-XI-unlocked
ikan target waktu dan K
3
3. Murid mencatat seluruh
pekerjaan, masalah, dan
solusi perbaikannya. Link video batik cap:
[Link]
m/watch?v=v32YdnQpu
vE

Pertemuan 7 – 10: Batik Teknik Tulis


Tahapan Pe Aktivitas Pembelajara Sumber Materi Pemb
mbelajaran n elajaran

Mengaplikasi Penuntun Praktek Batik,


1. Murid mempelajari kem Direktorat Pendidikan M
bali secara cermat ruan enengah Kejuruan, Jakar
g lingkup pekerjaan bat ta, 1979, hal. 15 – 39
ik tulis, memperhatikan
pola secara teliti, identi Link Modul Batik untuk S
Pengerjaan fikasi bahan dan alat, t MK:
Produk arget waktu, dan prose [Link]
dur dalam pekerjaan ba om/document/606475
tik tulis, serta kaidah-k 807/MODUL-AJAR-BAT
aidah penerapan K3 da IK-TOPIK-1-smk
n mempelajari jobsheet
secara cermat. [Link]
2. Murid melakukan peker document/566023247/6
jaan batik tulis dengan 4-Batik-Kls-XI-unlocked
hati-hati dan teliti mela
lui panduan jobsheet se Link video pembuatan b
suai pola dengan mem atik tulis:
perhatikan target wakt [Link]
u dan K3. m/watch?v=HMr_nUXecI
3. Murid mencatat seluruh c
pekerjaan, masalah, da
n solusi perbaikannya.

Catatan: pada pertemuan ke


8 - 10 adalah kegiatan lanjut
an mengaplikasi batik tulis.

Pertemuan 11: Pewarnaan Kain Batik


Tahapan Pe Aktivitas Pembelajar Sumber Materi Pembel
mbelajaran an ajaran

Soedjono, Seri Kre


Mengaplikasi atif dan Terampil B
1. Murid mempelajari ke atik Lukis, Departe
mbali secara cermat r men Pendidikan da
Pengerjaan
uang lingkup pekerjaa n Kebudayaan, Jak
Produk
n pewarnaan batik tek arta,1987, hal. 30 –
nik celup indigosol de 31
ngan memperhatikan
pola secara teliti, iden Penuntun Praktek Batik, D
tifikasi bahan dan ala irektorat Pendidikan Mene
t, target waktu, dan p ngah Kejuruan, Jakarta, 1
rosedur dalam pekerja 979, hal. 30 – 35
an pewarnaan, serta k
aidah-kaidah penerap Link Modul Batik untuk S
an K3 serta mempelaj MK:
ari jobsheet secara ce [Link]
rmat. Proses ini perlu m/document/60647580
bimbingan pendidik m 7/MODUL-AJAR-BATIK-
apel Projek IPAS dan p TOPIK-1-smk
endidik Batik.
2. Murid melakukan pek [Link]
erjaan pewarnaan bati ocument/566023247/64-B
k dengan hati-hati dan atik-Kls-XI-unlocked
teliti melalui panduan
jobsheet sesuai pola d Link video pewarnaan bat
engan memperhatika ik:
n target waktu dan K [Link]
3. /watch?v=z691tqbZ_7M
3. Murid mencatat seluru
h pekerjaan, masalah, [Link]
dan solusi perbaikann /watch?v=z691tqbZ_7M
ya.

Catatan: batik sandang dap


at dilakukan beberapa kali p
roses pewarnaan sesuai den
gan berapa macam warna y
ang diinginkan. Untuk prose
s warna kedua perlu kembal
i proses batik tulis untuk me
nutup bagian-bagian warna
pertama yang diinginkan, b
egitu selanjutnya dilulang-ul
ang untuk warna berikutny
a. Peran pendidik Projek IPA
S dalam kegiatan pewarnaa
n sangat penting, menginga
t warna sangat berkaitan de
ngan kesehatan diri murid d
an pencemaran lingkungan.

Pertemuan 12: Nglorod

Tahapan Pe Aktivitas Pembelajar Sumber Materi Pemb


mbelajaran an elajaran

Mengaplikasi Soedjono, Seri Kreatif da


1. Murid mempelajari kem n Terampil Batik Lukis, D
bali secara cermat ruan epartemen Pendidikan d
g lingkup pekerjaan ngl an Kebudayaan, Jakarta,
orod (penghilangan lilin 1987, hal. 28 – 29
malam) dengan memp
erhatikan pola secara t Penuntun Praktek Batik,
eliti, identifikasi bahan Direktorat Pendidikan M
dan alat, target waktu, enengah Kejuruan, 197
Pengerjaan
dan prosedur dalam pe 9, hal. 35
Produk
kerjaan pewarnaan, ser
ta kaidah-kaidah pener Link Modul Batik untuk S
apan K3 dan mempelaj MK:
ari jobsheet secara cer [Link]
mat. m/document/6064758
2. Murid melakukan peker 07/MODUL-AJAR-BATI
jaan nglorod dengan ha K-TOPIK-1-smk
ti-hati dan teliti melalui
panduan jobsheet deng [Link]
an memperhatikan targ document/566023247/6
et waktu dan K3. 4-Batik-Kls-XI-unlocked
3. Murid mencatat seluruh
pekerjaan, masalah, da Link video teknik nglorod
n solusi perbaikannya. batik:
[Link]
m/watch?v=J_XcGhkCRA
Q

Pertemuan 13: Penyerahan Produk


Tahapan Pe Aktivitas Pembelajar Sumber Materi Pem
mbelajaran an belajaran

Mengaplikasi Drs. Bayu Swa


1. Murid mempelajari kem stha DH, M.B.
bali secara cermat ruan A & Irawan M.
g lingkup pekerjaan pe B.A, Manajem
nyerahan produk dan en Pemasaran
Penyeraha
mempelajari jobsheet s Modern, Liber
n Produk
ecara cermat. Proses te ty, Yogyakart
rsebut bekerjasama de a, 1999
ngan pendidik mapel B
ahasa Indonesia dan M Link video penyerahan
apel KIK. produk:
2. Murid menyerahkan pr
[Link]
oduk kepada konsume
om/watch?v=e1tfmB
n dengan memperhatik
N-Wy0
an prosedur serah teri
ma barang melalui kom
unikasi yang runtut, sa
ntun, dan menyenangk
an konsumen.
3. Murid menjelaskan laya
nan purna jual kepada
konsumen, jika ada pro
duk yang tidak sesuai d
engan pesanan.
4. Murid mencatat seluruh
pekerjaan, masalah, da
n solusi perbaikannya.

Pertemuan 14: Layanan Purna Jual


Sumber Mater
Tahapan Pe
Aktivitas Pembelajaran i Pembelajara
mbelajaran
n

Drs. Bayu Swast


Mengaplikasi ha DH, M.B.A & I
1. Murid mempelajari kembali rawan M.B.A, M
secara cermat ruang lingk anajemen Pema
up aturan layanan purna ju saran Modern, Li
al dan mempelajari jobshe berty, Yogyakart
et secara cermat. Proses t a, 1999
ersebut bekerjasama deng
an pendidik batik dan map Link informasi lay
Layanan Pur
el Bahasa Indonesia. anan purna jual:
na Jual
2. Murid membuat instrumen [Link]
kepuasaan konsumen dan [Link]/documedo/
melayani apabila ada kons 553934979/PPen
umen merasa tidak puas d gertia-
engan hasil pekerjaan bati
k sandang teknik tulis kom Link video layana
binasi cap, sedangkan jika n-Purna-Jual
tidak ada keluhan konsum [Link]
en, dapat dilakukan simula [Link]/watch?v
si layanan purna jual bersa =xmXduSkHzrI
ma pendidik batik dan map
el Bahasa Indonesia.
3. Murid mencatat seluruh pe
kerjaan, masalah, dan solu
si perbaikannya.

Merefleksi
1. Murid mengevaluasi dan m
emaknai proses dan produ
k batik sandang teknik bati
k tulis kombinasi cap.
2. Murid dapat mengukur sej
auh mana tujuan tercapai,
kesesuaian antara rencana
produk dengan hasil produ
k.
3. Refleksi untuk mengukur d
an menilai permasalahan -
permasalahan yang dihada
pi selama proses dan mem
perbaikinya di masa yang
akan datang.
4. Murid bersama pendidik Kr
iya Kreatif Batik dan Teksti
l, pendidikan mapel lainny
a, dan dapat melibatkan p
raktisi industri menganalisi
s kekuatan dan kelemahan
produk, permasalahan pro
ses produksi, pemecahan
masalah, dan pengembang
an gagasan baru untuk pe
ngembangan produk pada
projek berikutnya.
5. Murid termotivasi untuk m
ulai lagi dengan proyek ber
ikutnya, karena tidak dirag
ukan lagi berbagai permas
alahan sudah ditemukan s
olusinya.
6. Murid akhirnya memiliki ke
mampuan proaktif untuk m
engendalikan pikiran, pera
saan, dan perilaku secara
mandiri, serta semangat y
ang menyala untuk memb
uat produk batik berikutny
a dengan kesadaran, berm
akna, dan menunjukkan si
kap gembira, karena telah
memiliki pengalaman, pen
getahuan, keterampilan, ni
lai, dan karakter dalam pe
mbuatan batik.
7. Para pendidik dan praktisi i
ndustri memberikan apresi
asi, motivasi, dan peluang-
peluang dalam pengemba
ngan proyek batik berikutn
ya.
E. ASESMEN

1. Asesmen Formatif
Asesmen formatif dapat dimulai dengan asesmen awal untuk m
enentukan strategi pembelajaran yang akan diterapkan. Pendidi
k mengembangkan pertanyaan asesmen awal sesuai dengan tuj
uan yang akan digali dari murid, sebagaimana telah dituliskan d
i muka.

Lembar Asesmen Formatif Awal


Topik : Desain Motif Batik Tulis Kombinasi Cap
Kelas : XI
Tangga :
l
Materi Asesmen Awa
l

Skor
No. Pernyataan
1 2 3 4
1. Kemampuan menelaah t
ren batik
2. Kemampuan mengaitkan
batik relevansinya denga
n kehidupan murid
3. Kemampuan membedak
an jenis-jenis batik
4. Kemampuan menganalis
is jenis-jenis pekerjaan d
alam dunia usaha/indust
ri batik
5. Kemampuan mengaitkan
keterkaitan mapel kriya
kreatif batik dan tekstil d
engan mapel lainnya ya
ng relevan
6. Kemampuan mendikteka
n langkah-langkah prose
s produksi batik
7. Kemampuan memilah al
at yang digunakan dala
m proses produksi batik
8. Kemampuan memilah ba
han yang digunakan dal
am proses produksi bati
k
9. Kemampuan menganalis
is pentingnya mutu batik
10. Kemampuan merumuska
n pentingnya ketepatan
waktu dalam produksi ba
tik
Kriteria Skor
4 (Sangat Bai : Menjawab semua pertanyaan dengan je
k) las, runtut, realistis, dan sopan; menunj
ukkan pengalaman nyata; mampu menj
elaskan seluruh langkah eksplorasi des
ain motif batik tulis kombinasi cap secar
a detail
3 (Baik) : Menjawab pertanyaan dengan jelas, run
tut, realistis, dan sopan; menunjukkan p
engalaman nyata; mampu menjelaskan
sebagian besar langkah eksplorasi desa
in motif batik tulis kombinasi cap secara
detail
2 (Cukup) : Menjawab pertanyaan dengan jelas, sin
gkat, dan sopan, tetapi tidak runtut; pen
galaman terbatas; hanya mampu menje
laskan sebagian kecil langkah eksplorasi
desain motif batik tulis kombinasi cap s
ecara detail
1 (Kurang) : Menjawab pertanyaan dengan sopan, te
tapi tidak jelas, runtut, dan realistis; jaw
aban diutarakan sangat singkat; tidak m
ampu menjelaskan langkah eksplorasi d
esain motif batik tulis kombinasi cap sec
ara runtut dan detail
Instrumen Penilaian
Skor Skor Keterangan
No Nama Total
1 2 3 4
1.
2.
3.
dst.
Interpretasi Skor Total
1. Sangat : 30 – 40
Baik
2. Baik : 20 – 29
3. Cukup : 10 – 19
4. Kurang : 5–9
Tidak Lanjut
Nilai Tindak Lanjut
Sangat Dapat lanjut pada pembelajaran tefa secara mandiri
Baik
Baik Dapat lanjut lanjut pada pembelajaran tefa dengan penga
wasan
Cukup Belum dapat mengikuti pembelajaran tefa harus mengik
uti penguatan terlebih dahulu minimal selama 2 minggu
Kurang Belum dapat mengikuti pembelajaran tefa harus mengik
uti penguatan terlebih dahulu minimal selama 4 minggu

Asesmen formatif selanjutnya melakukan penilaian kemampuan muri


d dalam melaksanakan langkah pembelajaran tefa, mulai dari identifi
kasi produk sampai dengan layanan purna jual.

Ceklis Observasi dan Pembimbing Aktivitas Pembelajaran


N Kriteria Unjuk Kerja Y Tida
o. a k
Identifikasi Produk
1. Pelayanan terhadap konsumen dilakukan dengan ra
mah, santun, dan jelas
2. Pesanan produk dari konsumen dicatat dengan siste
matis, urut, dan komunikatif
3. Prosedur tindak lanjut realisasi produk dijelaskan ke
pada konsumen dengan santun, ramah, dan jelas
Analisis Cakupan Kompetensi
1. Hasil analisis cakupan kompetensi dicatat secara len
gkap
2. Hasil analisis cakupan kompetensi diurutkan secara
runtut
3. Diagram alur produksi batik tulis kombinasi cap dibu
at sesuai dengan standar dunia kerja
4. Target waktu penyelesaian produk untuk setiap kom
petensi ditetapkan dengan realistis
Perancangan Produk
1. Perbedaan batik tulis dan cap dirumuskan secara sin
gkat dan jelas
2. Unsur-unsur desain batik kombinasi cap dirumuskan
secara singkat dan jelas
3. Manfaat kecerdasan artifisial untuk desain batik diru
muskan dengan singkat dan jelas
4. Prosedur pembuatan desain batik dijelaskan secara
singkat dan runtut
5. Langkah-langkah penyempurnaan desain batik tulis
kombinasi cap dirumuskan secara singkat dan jelas
6. Prosedur pembuatan desain batik tulis kombinasi ca
p dengan kecerdasan artifisial dilakukan dengan teli
ti dan runtut
7. Alat dan bahan desain batik dikembalikan ke tempat
nya
8. Tempat desain batik dibersihkan dan dirapikan
Analisis Sumber Daya
1. Daftar alat yang dibutuhkan untuk pekerjaan batik s
andang (gamis) batik tulis kombinasi cap sesuai den
gan standar dunia kerja
2. Daftar bahan yang dibutuhkan untuk pekerjaan bati
k sandang (gamis) batik tulis kombinasi cap sesuai d
engan standar dunia kerja
3. Daftar personal/kompetensi yang dibutuhkan untuk
pekerjaan batik sandang (gamis) batik tulis kombina
si cap realistis dan tepat
4. Daftar kebutuhan dan untuk pekerjaan batik sandan
g (gamis) batik tulis kombinasi cap sesuai dengan re
alistis dan efisien
Pengerjaan Produk
Pemolaan
1. Job sheet/LKM pemolaan batik tulis kombinasi cap di
baca dengan teliti dan runtut
2. Kain batik diletakan di atas meja pola
3. Pola batik tulis kombinasi cap diletakan di atas kain
mori dengan presisi
4. Pemolaan dilakukan dengan runtut
5. Penggunaan alat pola dilakukan dengan tepat
6. Kain batik yang telah di pola ditempatkan pada tem
pat yang telah tersedia
7. Alat pemolaan dikembalikan pada tempatnya dan lin
gkungan kerja dibersihkan
Batik Cap
8. Job sheet/LKM pembatikan teknik cap dibaca dengan
teliti dan runtut
9. Alat canting cap di cek kesiapannya dan dibersihkan
1 Meja cap di cek kesiapannnya dan dibersihkan
0.
1 Lilin/malam batik disiapkan dan dicek kesiapannya u
1. ntuk digunakan
1 Kain mori yang telah dipola diletakan di atas meja p
2. embatikan
1 Canting cap dicelupkan ke atas lilin batik dan terlebi
3. h dahulu diuji coba pada kain lainnya untuk mengec
ek lilin sudah cukup panas untuk mulai membatik
1 Canting cap dicelupkan ke atas lilin dan mulai melak
4. ukan pengecapan sesuai pola
1 Pengecapan dilakukan secara berulang-ulang sampa
5. i selesai sesuai pola
1 Alat dan bahan pengecapan dikembalikan ke tempa
6. t yang telah disediakan
1 Lingkungan kerja pengecapan batik dirapikan dan di
7. bersihkan
Batik Tulis
1 Job sheet/LKM pembatikan teknik tulis dibaca denga
8. n teliti dan runtut
1 Kain mori/batik yang telah dicap diletakan di atas ga
9. wangan dengan dipasang bandul
2 Kompor pembatikan dinyalakan dan wajan berisi lilin
0. diletakan di atas kompor
2 Kain mori/batik yang sudah dibatik cap diperiksa leb
1. ih dahulu kalau ada pengecapan yang belum sempu
rna, untuk diperbaiki dengan canting tulis
2 Kain mori/batik di batik dengan canting tulis sesuai
2. pola
2 Kain mori/batik yang sudah decanting tulis diserahk
3. an kebagian pewarnaan
2 Alat dan bahan batik tulis dikembalikan pada tempa
4. tnya
2 Lingkungan kerja batik tulis dirapikan dan dibersihk
5. an
Pewarnaan
2 Job sheet/LKM pewarnaan batik dibaca dengan teliti
6. dan runtut
2 Bahan pewarna dan alat pewarnaan disiapkan
7.
2 Alat keselamatan kerja seperti masker dan sarung t
8. angan dipakai
2 Warna dicampur dan dites terlabih dahulu untuk me
9. mastikan bahwa bahan warna masih berfungsi
3 Air dalam bak pewarnaan disiapkan dan bahan warn
0. a dimasukan dan dicampur sampai merata
3 Kain mori yang telah di batik tulis kombinasi cap dic
1. elupkan ke dalam bak pewarna sampai merata
3 Kain yang telah diwarna pertama kali diulang kemba
2. li dicelupkan ke dalam bak pewarna sampai mengha
silkan warna yang diinginkan. Kain mori/batik yang t
elah diwarnai kembali di batik tulis untuk
3 Kain mori/batik yang telah diwarna kembali decantin
3. g tulis sesuai akan berapa kali kain tersebut di batik
tulis dan diwarna
3 Alat dan bahan pewarnaan batik dikembalikan pada
4. tempatnya
3 Lingkungan pewarnaan batik dibersihkan dan dirapi
5. kan
Nglorod
3 Job sheet/LKM nglorod batik dibaca dengan teliti dan
6. runtut
3 Alat dan bahan nglorod disiapkan
7.
3 Drum/alat nglorod diletakan di atas tungku dan diisi
8. air dan soda ash dimasukan ke dalamnya sesuai tak
aran dan diaduk sampai rata, selanjutnya api tungku
dinyalakan
3 Kain batik yang sudah diwarna dimasukan ke dalam
9. drum yang airnya telah mendidih
4 Kain batik di dalam drum diaduk sampai lilin di atas
0. kain batik lepas semua.
4 Kain batik yang telah bersih dari lilin ditiriskan dan d
1. iangin-anginkan ditempat yang teduh sampai kering
4 Alat dan bahan pewarnaan batik dikembalikan pada
2. tempatnya
4 Lingkungan pelorodan batik dibersihkan dan dirapik
3. an
Penyerahan Produk
1. Job sheet/LKM penyerahan produk batik dibaca deng
an teliti dan runtut
2. Kain batik tulis kombinasi cap disetrika sampai rapi
3. Kain batik tulis kombinasi cap diberi label dan dikem
as
4. Alat dan bahan setrika dan pengemasan dikembalik
an ke tempatnya
5. Tempat setrika dan pengemasan dibersihkan dirapik
an
6. Kain batik tulis kombinasi cap diserahkan kepada ko
nsumen/user
Layanan Purna Jual
1. Job sheet/LKM layanan purna jual batik dibaca deng
an teliti dan runtut
2. Layanan purna jual dilakukan sesuai dengan prosed
ur yang telah ditetapkan
Evaluasi Proses dan Produk
1. Job sheet/LKM evaluasi proses dan produk batik diba
ca dengan teliti dan runtut
2. Proses pembatikan dievaluasi kelemahan, kekuatan,
dan permasalahan yang timbul
3. Produk dievaluasi kesesuaiannya dengan desain pro
duk
4. Produk dievaluasi kekuatan, kelemahan, dan kemun
gkinan pengembangannya
5. Tuliskan ide-ide pengembangan produk batik, baik d
ari segi fungsi, tampilan visual, dan proses produksi
nya
6. Laporan proses produksi batik tulis kombinasi cap di
susun sesuai dengan aturan tata tulis dan sistematik
a laporan yang telah disusun pendidik
7. Tempat setrika dan pengemasan dibersihkan dirapik
an

Keterangan:
Asesmen formatif dilakukan pada setiap tahap/sintaks pembelajaran
dengan metode observasi, wawancara, dan tes lisan oleh pendidik, pe
ndidik mapel lain, dan dapat melibatkan praktisi industri kepada muri
d dalam proses pekerjaan dengan cara memberi tanda cek (V) pada s
etiap butir kriteria penilaian. Apabila ada tanda cek (V) pada kolom “T
idak”, maka murid wajib mengulangi lagi pekerjaannya sampai mend
apat kriteria “Ya” dan apabila seluruh kriteria sudah “Ya” pada suatu t
ahap/sintaks pembelajaran, maka murid dapat lanjut ke tahap berikut
nya. Permasalahan-permasalah yang dihadapi murid harus segera dic
ari solusinya, agar tidak mengganggu pekerjaan di tefa secara keselur
uhan.

Murid dalam aktivitas memiliki peran creator, innovator, problem solv


er, dan evaluator; Pendidik pada aktivitas pembelajaran memiliki pera
n: pembimbing, pengarah, pelatih, pengendali, inspirator, fasilitator,
motivator, asesor, dan evaluator; dan praktisi industri memiliki peran:
mentor, supervisor dan quality control proses dan produk pembelajar
an.
2. Asesmen Sumatif
Asesmen sumatif dilakukan ketika produk batik tulis kombinasi c
ap siap dikemas dan didistribusikan pada konsumen. Murid dalam keg
iatan ini mempresentasikan proses dan produk hasil pekerjaannya. Pe
ndidik setiap mapel yang terlibat dalam kolaboratif pembelajaran tefa
memberi penilaian sesuai dengan materi yang diampunya.

Pertanyaan Asesmen Sumatif


Skor
No. Pertanyaan
1 2 3 4
Identifikasi Produk
1. Uraikan secara runtut dalam menerim
a konsumen yang akan pesan pakaian
batik
2. Apabila konsumen ingin melihat conto
h-contoh pakaian batik, tetapi ternyata
sekolah tidak memiliki album conton-c
ontoh pakain batik. Apa yang harus kal
ian lakukan?
3. Bagaimana memastikan bahwa konsu
men merasa senang dengan pelayana
n kalian?
4. Mengapa pelajaran bahasa Indonesia s
angat bermanfaat ketika menerima pe
langgan?
Analisis Cakupan Kompetensi
1. Urutkan langkah-langkah dalam melak
ukan analisis cakupan kompetensi
2. Apabila ternyata ada 1 (satu) kompete
nsi yang tidak bisa dilakukan di sekola
h kalian. Apa yang harus dilakukan?
3. Bagaimana menurut kalian, apakah pe
nting dalam menyelesaikan produk bat
ik diperlukan dengan lintas mapel? Jel
askan alasan dari jawaban kalian
Perancangan Produk
1. Uraikan secara runtut pembuatan des
ain batik tulis kombinasi cap dengan b
antuan kecerdasan artifisial
2. Bagaimana memastikan bahwa aplikas
i kecerdasan artifisial dalam pembuata
n desain batik tulis kombinasi cap berf
ungsi dengan baik?
3. Apabila komputer yang digunakan unt
uk menyempurnakan desain batik tulis
kombinasi cap tidak berfungsi, apa ya
ng akan kalian lakukan?
Analisis Sumber Daya
1. Urutkan langkah-langkah melakukan a
nalisis kebutuhan sumber daya dalam
membuat batik pesanan konsumen
2. Apabila ada salah satu alat yang dibut
uhkan, tetapi tidak tersedia di sekolah.
Apa yang harus dilakukan?
3. Apabila bahan lilin batik tidak tersedia
di sekolah kalian, kalau membeli ke lu
ar kota akan memakan waktu lama. Al
ternatif apa untuk pengganti lilin bati
k? Jelaskan jawaban kalian
Pengerjaan Produk
Pemolaan
1. Urutkan langkah-langkah pemolaan da
lam pekerjaan batik
2. Mengapa pola begitu penting dalam p
ekerjaan membatik?
3. Apa pengaruhnya terhadap kualitas ba
tik, apabila pola yang kalian buat tidak
presisi?
Batik Cap
5. Urutkan langkah-langkah pekerjaan ba
tik cap?
6. Mengapa sebelum melakukan pengeca
pan pada kain mori sebenarnya, harus
terlebih dahulu dicoba pada sisa-sisa k
ain?
7. Apa akibatnya ketika kalian melakuka
n pekerjaan batik cap tidak mengguna
kan masker?
8. Apa yang harus dilakukan ketika mela
kukan pekerjaan batik cap, ternyata lili
n batik tidak tembus sampai kebalik k
ain mori?
Batik Tulis
9. Urutkan langkah-langkah pekerjaan ba
tik tulis sebagai lanjutan dari batik cap
10. Bagaimana memastikan bahwa pekerj
aan batik tulis sudah selesai dilakuka
n?
11. Apa yang harus dilakukan ketika kalia
n melakukan batik tulis ternyata salah
tidak sesuai dengan pola?
13. Apa yang harus kalian lakukan ketika
banyak tetesan-tetesan lilin batik di at
as permukaan kain mori yang sedang
dibatik?
14. Apa yang akan terjadi ketika membiar
kan canting batik di dalam lilin batik s
elama beberapa jam setelah pembatik
an?
Pewarnaan
15. Urutkan langkah-langkah pewarnaan b
atik
16. Mengapa kalian penting belajar sains k
etika melakukan pewarnaan batik?
17. Apa akibat yang ditimbulkan ketika ba
han pewarna sintetis untuk batik meng
enai kulit tangan kalian?
18. Apa akibat yang akan timbul ketika kal
ian melakukan pewarnaan kain batik, t
etapi tidak memakai masker?
Nglorod
19. Urutkan langkah-langkah nglorod dala
m pekerjaan batik
20. Mengapa air untuk nglorod harus dica
mpur dengan soda ash?
21. Bagaimana caranya agar-agar kain bat
ik yang dilorod bersih dari lilin batik?
Penyerahan Produk
1. Urutkan langkah-langkah penyerahan
produk batik pesanan dari konsumen
2. Bagaimana kalian meyakinkan konsum
en bahwa kain batik yang diserahkan
benar-benar berkualitas?
3. Bagaimana kalian yakin bahwa konsu
men senang dengan produk batik yan
g telah kalian buat?
4. Kenapa penting mapel Kreativitas, Ino
vasi, dan Kewirausahaan dalam penye
rahan produk batik pada konsumen?
Layanan Purna Jual
1. Identifikasi apa saja yang bisa dilakuka
n untuk layanan purna jual produk bati
k. Jelaskan jawaban kalian
2. Bagaimana melakukan survei kepuasa
n konsumen terhadap produk batik ya
ng telah kalian produksi?
3. Apakah penting mapel informatika/Kod
ing dan Kecerdasan Artifisial dalam lay
anan purna jual?
4. Kenapa kompetensi bahasa Indonesia
penting dalam layanan purna jual?
Evaluasi Proses dan Produk
1. Urutkan langkah-langkah evaluasi pros
es dan produk batik tulis kombinasi ca
p
2. Apa yang harus kalian lakukan ketika
produk batik yang sudah selesai, terny
ata tidak sesuai dengan desain?
3. Bagaimana caranya mengembangkan
produk batik tulis kombinasi cap yang
kalian telah buat?
4. Apa yang harus kalian lakukan ketika
ada salah satu kompetensi yang belu
m mampu kalian lakukan dalam prose
s pembuatan batik tulis kombinasi ca
p?
5. Menurut kalian produk batik akan berp
engaruh terhadap sektor pembanguna
n apa saja? Jelaskan jawaban kalian
6. Mengapa mapel Bahasa Indonesia pen
ting dalam evaluasi produk batik tulis
dan cap?
7. Mengapa mapel Kreativitas, Inovatif, d
an Kewirausahaan penting dalam eval
uasi produk batik tulis dan cap?
8. Mengapa mapel Projek IPAS penting d
alam evaluasi produk batik tulis dan c
ap?
Kriteria Skor
4 (Sang Menjawab semua pertanyaan dengan sangat jelas, realis
at Baik) tis, sopan, dan menunjukkan pengalaman nyata
3 (Baik) Menjawab semua pertanyaan dengan jelas, realistis, sopa
n, dan menunjukkan pengalaman nyata
2 (Cuku Menjawab semua pertanyaan dengan cukup jelas, realist
p) is, sopan, dan cukup menunjukkan pengalaman nyata
1 (Kuran Menjawab semua pertanyaan kurang jelas, realistis, sopa
g) n, dan kurang menunjukkan pengalaman nyata
Instrumen Penilaian
Skor Skor Keteranga
No Nama Total n
1 2 3 4
1.
2.
3.
n.
Interpretasi Skor Total (Total Pertanyaan ada 50 soal, skor tertinggi
200)
1. Sangat Baik : 150 – 200
2. Baik : 100 - 149
3. Cukup : 50 - 99
4. Kurang : <50

Capaian Kompetensi dan Tidak Lanjut

Nilai Capaian Kompetensi dan Tindak Lanjut


Sangat Sudah Kompeten; bisa lanjut pada pembelajaran tefa be
Baik rikutnya dan dapat menjadi tutor sebaya bagi yang masih
cukup dan kurang
Baik Sudah Kompeten; bisa lanjut pada pembelajaran tefa be
rikutnya
Cukup Belum Kompeten; perlu mendapat pelatihan kembali sel
ama 2 minggu pada kompetensi-kompetensi yang masih l
emah
Kurang Bellum Kompeten: perlu mendapat pelatihan kembali se
lama 4 minggu pada kompetensi-kompetensi yang masih
lemah

Anda mungkin juga menyukai