Acuan RPM
Acuan RPM
ACUAN PENYUSUNAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
A. Identitas
B. Identifikasi
1. Identifikasi Murid
Tuliskan kompetensi yang telah dikuasai murid sebelum belajar
dengan model pembelajaran tefa, seperti soft skill, hard skill, dan
karakter yang telah mereka miliki, sebagai prasyarat sebelum me
ngikuti pembelajaran selanjutnya, serta tuliskan kelemahan apa sa
ja yang harus diperhatikan pada diri murid, agar mereka dapat me
ncapai kompetensi sesuai dengan standar dunia kerja.
2. Identifikasi Materi Pembelajaran
Tuliskan materi pembelajaran yang akan dipelajari murid mulai
dari memahami, aplikasi, dan refleksi sesuai dengan produk yang
akan dipelajari/dikerjakan dalam pembelajaran tefa. Tuliskan secar
a spesifik materi tersebut, yaitu materi yang berkenaan dengan so
ft skill, hard skill, nilai, dan karakter yang harus dicapai oleh murid
sesuai dengan standar dunia kerja.
3. Dimensi Profil Lulusan
Pilihlah dimensi profil lulusan yang harus dicapai oleh murid, ya
ng relevan dengan kebutuhan penyelesaian sebuah produk dalam
pembelajaran tefa. Pemilihan dimensi profil lulusan perlu dipertim
bangkan secara realistis dan diterapkan ketika pembelajaran berla
ngsung.
C. Desain Pembelajaran
1. Topik Pembelajaran
Tuliskan nama produk yang akan dibuat oleh murid dalam proses
pembelajaran tefa. Produk yang akan dikerjakan murid sudah men
dapat rekomendasi dari industri/dunia kerja mitra atau pesanan da
ri konsumen/user
2. Tujuan Pembelajaran
Tuliskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi dan kon
ten pada ruang lingkup materi dengan menggunakan kata kerja o
perasional yang relevan. Tujuan juga menggambarkan materi kola
borasi lintas mapel. Tujuan berfungsi sebagai panduan dalam me
milih metode dan materi pembelajaran, penyusunan alat evaluasi
dan asesmen, serta memastikan pembelajaran terarah dan berma
kna.
D. Kerangka Pembelajaran
1. Praktik Pedagogis
Tuliskan model pembelajaran teaching factory yang dipilih untu
k mencapai tujuan belajar. Untuk mewujudkan pembelajaran yang
mendalam pada tefa, pendidik fokus pada pengalaman belajar mu
rid yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keter
ampilan berpikir tingkat tinggi, komunikasi, dan kolaborasi. Pada p
embelajaran tefa pendidik lebih banyak berperan sebagai coach (c
oaching), walaupun tetap tidak menghilangkan peran sebagai pen
gajar (teaching) dan pelatih (training) dalam kondisi-kondisi terten
tu.
2. Kemitraan Pembelajaran
Tuliskan kegiatan kemitraan atau kolaborasi dalam dan/atau lu
ar lingkup sekolah, seperti kemitraan antara guru lintas mata pelaj
aran, antar murid lintas kelas, antar guru lintas sekolah, orang tua,
komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri/kerj
a, institusi, atau mitra profesional. Kemitraan dengan dunia kerja
menjadi syarat utama untuk mencapai pembelajaran tefa yang be
rkualitas sesuai standar dunia kerja. Dunia kerja tidak hanya mem
berikan umpan balik dan meningkatkan relevansi pembelajaran, te
tapi benar-benar terlibat langsung mulai dari perencanaan sampai
dengan asesmen, sehingga dunia kerja dapat berperan sebagai su
pervisor, mentor, dan quality control, rekrutmen lulusan, dan seba
gainya.
Pembelajaran tefa secara otomatis akan menghasilkan produk
(barang dan jasa), dalam pembuatan suatu produk tidak dapat dil
akukan hanya oleh satu disiplin, tetapi diperlukan kolaborasi lintas
disiplin. Lintas disiplin dapat berupa kolaborasi lintas mapel, lintas
konsentrasi keahlian, lintas program keahlian, lintas bidang keahli
an, bahkan lintas SMK, tetapi minimal dilakukan lintas mapel antar
a pendidik mapel kejuruan (konsentrasi keahlian) dengan pendidik
mapel kejuruan lainnya dan pendidik mapel umum. Dalam analisi
s lintas mapel dapat menggunakan format seperti di bawah ini.
No. Mapel Elemen Deskripsi Keterangan
Uruta Nama mapel Diambil dar Diambil dari da Kapan materi t
n map yang berkola i elemen ri deskripsi dal ersebut disam
el borasi am capaian pe paikan
mbelajaran
3. Lingkungan Pembelajaran
Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingin dikembangkan dala
m budaya belajar, ruang fisik dan/atau ruang virtual. Budaya belajar d
ikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan sali
ng memuliakan. Ruang fisik dan ruang virtual dirancang fleksibel seb
agai tempat yang mendorong kreativitas dan inovasi, kolaborasi, refle
ksi, eksplorasi, komunikasi, dan berbagi ide, sehingga mengakomoda
si berbagai kompetensi murid dengan optimal. Budaya belajar dalam
tefa melibatkan pembentukan norma positif yang berpusat pada nilai-
nilai utama, seperti keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, p
enguatan sikap kewarganegaraan, keterampilan komunikasi, penalar
an kritis, kreativitas, pengembangan sikap kolaborasi dan kemandiria
n, serta kesehatan jiwa raga (well-being). Integrasi lingkungan pembe
lajaran tidak hanya mendukung perkembangan pengetahuan, tetapi j
uga membentuk keterampilan dan karakter yang holistik sesuai deng
an dimensi profil lulusan untuk bekerja, berwirausaha atau melanjutk
an pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Lingkungan belajar tefa
sebagai replika dunia kerja sebenarnya atau secara nyata belajar di k
elas dan di factory yang dimiliki oleh sekolah atau dunia usaha/indust
ri.
4. Pemanfaatan Digital
Tuliskan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembel
ajaran yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Contoh: video pe
mbelajaran, platform pembelajaran, perpustakaan digital, forum disku
si daring, aplikasi penilaian, dan sebagainya. Peran teknologi digital ti
dak terbatas hanya sebagai alat presentasi dan penyedia informasi
(misalnya menampilkan materi, video, dan mencari informasi), namu
n juga berperan sebagai alat kolaborasi (misalnya melalui platform w
orkspace atau platform e-learning), serta merupakan media yang me
ndukung eksplorasi dan inovasi murid dalam pembuatan/pengerjaan
produk, sehingga mereka mampu memilih dan menyaring informasi s
ecara kritis dan menggunakannya secara tepat.
E. Pengalaman Belajar
Pada tahap ini, murid aktif terlibat dalam pengalaman belajar
memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dalam suasana yang saling
memuliakan. Pendidik menerapkan prinsip pembelajaran berkesadara
n, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. P
engalaman belajar dapat dilaksanakan dalam beberapa kali pertemua
n sesuai dengan proses/langkah pembelajaran tefa.
Pembelajaran tefa sesuai tahapan proses produksi yang terjadi
dalam dunia kerja yang sebenarnya. Proses/langkah pembelajaran ya
ng akan dijelaskan berikut ini bersifat generik/umum, berdasarkan Pa
nduan Teaching Factory yang telah dikeluarkan oleh Direktorat SMK.
Namun demikian, ada beberapa konsentrasi keahlian yang spesifik, s
ehingga untuk itu pendidik perlu menyesuaikan proses/langkah pemb
elajaran sesuai dengan karakter konsentrasi keahlian yang spesifik te
rsebut, yang relevan dengan tuntutan dunia kerjanya.
Murid dalam pembelajaran tefa berperan sebagai creator, inno
vator, worker, problem solver, dan evaluator; sedangkan pendidik ber
peran utamanya adalah bertindak sebagai coach, dengan tetap tidak
mengesampingkan peran sebagai seorang teacher dan trainer, sehing
ga pendidik lebih berperan sebagai motivator, fasilitator, katalisator,
evaluator, dan asesor; sedangkan praktisi industri dapat berperan se
bagai mentor, supervisor, dan quality control. Berikut ini proses/langk
ah pembelajaran tefa yang bersifat generik/umum, sedangkan proses
/langkah yang bersifat spesifik dapat dikembangkan oleh pendidik de
ngan rekomendasi dari dunia kerja mitra.
Tahap Pemb Aktivitas Pembelajaran Sumber Materi
elajaran Pembelajaran
Produk (barang/jasa) yang akan dikerjakan ol Sebutkan Judul
eh murid pada pembelajaran tefa, dapat beru Buku Teks/ Mod
pa pesanan dari konsumen atau merupakan ul/ Link Video
pengembangan /modifikasi/invensi produk be Pembelajaran
rdasarkan kebutuhan pembelajaran sesuai d dll
Identifikasi Pr engan standar industri. Produk yang bersifat
oduk pengembangan/modifikasi/invensi tetap haru Materi Tersebu
s dikaji bersama industri mitra. t bisa kolabora
Identifikasi produk merupakan awal penerap si antar Mata P
an pembelajaran mendalam, yaitu murid har elajaran.
us benar-benar memahami kenapa produk te
rsebut dibuat, sehingga ada beberapa pertan Murid dapat di
yaan yang dapat menjadi pemantik bagi muri minta untuk me
d, antara lain: mbaca atau mel
● Mengapa produk tersebut harus dibua ihat materi ters
t? ebut sebelum p
● Sasaran pengguna produk itu siapa? ertemuan.
● Apakah produk tersebut sudah diprod
uksi oleh perusahaan/komunitas lain n
ya?
● Berapa harga produk tersebut di pasa
ran?
● Apakah produk tersebut sesuai denga
n konsentrasi keahlian?
● Apakah produk tersebut bermanfaat b
agi dirinya dan masyarakat?
● Apakah produk tersebut berdampak t
erhadap keselamatan lingkungan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat terus
dikembangkan sesuai dengan karakter produ
k.
Apabila produk tersebut pesanan konsumen/
user /audiens, maka pada tahap ini murid har
us memperhatikan pelayanan prima, agar ko
nsumen/user /audiens merasa nyaman dan t
ertarik untuk pesan/beli produk.
Langkah kedua, murid melakukan analisis ter Sebutkan Judul
hadap cakupan kompetensi dalam menyeles Buku Teks/ Mod
aikan produk tersebut. Ada beberapa pertany ul/ Link Video
aan yang dapat dikembangkan oleh murid, a Pembelajaran
Analisis Caku ntara lain: dll
pan Kompete ● Kompetensi apa saja yang diperlukan
nsi untuk menyelesaikan produk tersebu Materi Tersebu
t? t bisa kolabora
● Mata pelajaran apa saja yang harus k si antar Mata P
olaborasi dalam penyelesaian produk? elajaran.
Kenapa mata pelajaran tersebut harus
dilibatkan? Murid dapat di
● Kompetensi apa saja yang sudah diku minta untuk me
asai dan yang masih belum dikuasai? mbaca atau mel
● Bagaimana apabila kompetensi terseb ihat materi ters
ut tidak bisa dilaksanakan di sekolah? ebut sebelum p
Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan mema ertemuan.
ndu murid untuk belajar secara mendalam da
n menumbuhkan motivasi untuk belajar seca
ra sungguh-sungguh.
Perancangan produk yang bersifat barang (ta Sebutkan Judul
ngible) dapat berupa gambar kerja, desain, s Buku Teks/ Mod
ketsa, sedangkan yang bersifat jasa/layanan ul/ Link Video
Perancangan (intangible) dapat berupa dokumen rencana Pembelajaran
Produk kerja, aturan kerja, skenario. Perancangan pr dll
oduk suatu gambaran spesifik dan detail tent
ang pekerjaan yang akan dilakukan oleh muri Materi Tersebu
d, sehingga rancangan kerja tersebut dapat t bisa kolabora
memandu dalam menentukan sumber daya y si antar Mata P
ang dibutuhkan untuk pengerjaan produk. elajaran.
Murid dapat di
minta untuk me
mbaca atau mel
ihat materi ters
ebut sebelum p
ertemuan.
Murid harus melakukan analisis sumber daya Sebutkan Judul
yang dibutuhkan untuk penyelesaian suatu p Buku Teks/ Mod
roduk, sumber daya tersebut dapat berupa a ul/ Link Video
ntara lain sumber daya manusia, bahan, alat, Pembelajaran
dan biaya. Ada beberapa pertanyaan yang d dll
Analisis Sumb apat dikembangkan oleh murid untuk analisis
er Daya sumber daya, antara lain: Materi Tersebu
● Apakah tenaga untuk mengerjakan pr t bisa kolabora
oduk telah tersedia? si antar Mata P
● Apakah bahan yang ada sudah mencu elajaran.
kupi dan masih berfungsi dengan bai
k? Murid dapat di
● Apakah alat yang ada sudah mencuku minta untuk me
pi dan masih berfungsi dengan baik? mbaca atau mel
● Apakah biaya tersedia sesuai kebutuh ihat materi ters
an? ebut sebelum p
Apabila terdapat sumber daya yang belum m ertemuan.
emenuhi syarat untuk penyelesaian produk,
maka harus segera dicarikan solusinya, agar
produk bisa direalisasikan sesuai dengan per
mintaan konsumen/user/audiens atau sesuai
dengan standar dunia kerja.
Langkah ini merupakan langkah yang menari Sebutkan Judul
k, mendebarkan, menggembirakan (exciting) Buku Teks/ Mod
dan memerlukan waktu yang panjang, juga d ul/ Link Video
apat menjadi langkah yang membuat prestas Pembelajaran
i murid kalau pekerjaan tidak berjalan denga dll
n baik dan benar, sehingga fokus dan perhati
Pengerjaan Pr an pendidik dan dapat melibatkan praktisi in Materi Tersebu
oduk dustri sangat dibutuhkan untuk mencapai sta t bisa kolabora
ndar produk yang telah ditetapkan. Murid se si antar Mata P
belum mengerjakan produk terlebih dahulu d elajaran.
apat membuat rencana penyelesaian produk,
misalnya seperti di bawah ini. Murid dapat di
Prosedur Estimas Batas Ketercapaia minta untuk me
i Waktu Akhir n mbaca atau mel
Pemoton 30 meni 15 se V ihat materi ters
g bagian t pt. ebut sebelum p
1 ertemuan.
Pemoton 60 meni 16 se V
g bagian t pt
2
Dst.
Beberapa aturan umum yang perlu diperhati
kan, ketika pengerjaan produk antara lain:
● Penggunaan alat ringan, mesin dan pr
oses dilakukan secara hati-hati denga
n cara yang aman;
● Penggunaan bahan secara efisien;
● Selalu mengukur kebutuhan bahan se
cara akurat;
● Murid selalu berusaha menghasilkan k
ualitas akhir yang tinggi;
● Setelah produk selesai selalu diperluk
an dengan hati-hati;
● Murid mencatat seluruh proses pekerj
aan. Ini akan menolong mereka belaja
r dari kesalahan untuk perbaikan di m
asa yang akan datang;
● Proses pengerjaan produk harus dilak
ukan secara berkesadaran dan berma
kna;
● Murid ketika mengerjakan produk har
us dalam suasana menggembirakan d
an menantang.
Untuk sebagian produk perlu dilakukan tes s
ebelum produk tersebut diserahkan kepada k
onsumen/ user/audiens, seperti untuk produk
fesyen dilakukan fitting; servis mobil dilakuka
n inspeksi akhir/road test; produk kriya dilaku
kan tes kekuatan, ergonomi, dan fungsi; pert
unjukan musik perlu dilakukan gladi bersih.
Tahap ini merupakan langkah yang paling kr Sebutkan Judul
usial, karena murid akan melihat bagaimana Buku Teks/ Mod
produk yang telah dikerjakannya akan mend ul/ Link Video
apat respon dari konsumen/user/audiens, jika Pembelajaran
Penyerahan P produk tersebut diterima dengan positif dan dll
roduk penuh pujian, maka momen ini akan menjadi
puncak kegembiraan, tetapi sebaliknya, apab Materi Tersebu
ila produk tersebut mendapatkan penolakan t bisa kolabora
dari konsumen/user/audiens, maka akan terj si antar Mata P
adi kekecewaan bagi murid. elajaran.
F. Asesmen
1) Asesmen Formatif
2) Asesmen Sumatif
A. IDENTITAS
B. IDENTIFIKASI
1. Identifikasi Murid
Murid merupakan siswa SMK Konsentrasi Keahlian Kriya Batik
dan Tekstil yang sudah memiliki dasar kompetensi desain batik, p
embatikan, pewarnaan, dan nglorod. Mereka akan belajar memah
ami, membuat, mengevaluasi karya batik tulis kombinasi cap yan
g akan diterapkan dalam pembelajaran teaching factory. Kemamp
uan kreativitas, inovasi, komunikasi, kerja sama, pemanfaatan tek
nologi digital, dan lintas disiplin masih terus berkembang, sehingg
a perlu bimbingan dalam hal tersebut sesuai standar yang dibutuh
kan industri batik.
2. Identifikasi Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran membahas pemahaman, aplikasi, dan re
fleksi pembelajaran teaching factory batik tulis kombinasi cap. Mu
rid dilatih untuk menganalisis tren produk batik, mengembangkan
desain motif batik, batik cap, batik tulis, pewarnaan, nglorod, purn
a rupa, dan pengemasan. Materi pembelajaran juga harus didukun
g oleh disiplin lainnya, karena suatu produk tidak mungkin dapat
diselesaikan oleh satu disiplin keilmuan. Materi juga menekankan
pentingnya kreativitas, inovasi, komunikasi, dan kerja tim dalam
menyelesaikan produk batik tulis kombinasi cap secara profesiona
l.
C. DESAIN PEMBELAJARAN
1. Topik Pembelajaran
Setelah Pembelajaran berakhir murid dapat:
a) Memahami tren batik tulis kombinasi cap yang sedang digema
ri oleh masyarakat Indonesia.
b) Memahami formula dan bahaya pewarna batik sintetis bagi m
anusia dan lingkungan sekitar.
c) Mengaplikasikan desain batik tulis kombinasi cap lewat bantua
n kecerdasan artifisial dan proses produksi batik tulis kombina
si cap dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan dan kes
elamatan kerja.
d) Mengaplikasikan perhitungan harga pokok penjualan (HPP) da
n harga jual produk batik tulis
e) Merefleksi produk batik tulis kombinasi cap dan mengkomunik
asikan dengan bantuan kecerdasan artifisial dan platform med
ia sosial.
f) Dalam penyusunan tujuan pembelajaran di atas melibatkan gu
ru lintas mapel yang selanjutnya diuraikan dalam poin praktik
pedagogis.
2. Tujuan Pembelajaran
Setelah Pembelajaran berakhir murid dapat:
a) Memahami tren batik tulis kombinasi cap yang sedang digemari
oleh masyarakat Indonesia.
b) Memahami formula dan bahaya pewarna batik sintetis bagi man
usia dan lingkungan sekitar.
c) Mengaplikasikan desain batik tulis kombinasi cap lewat bantuan
kecerdasan artifisial dan proses produksi batik tulis kombinasi c
ap dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan dan keselam
atan kerja.
d) Mengaplikasikan perhitungan harga pokok penjualan (HPP) dan
harga jual produk batik tulis
e) Merefleksikan produk batik tulis kombinasi cap dan mengakomo
dasikan dengan bantuan kecerdasan artifisial dan platform med
ia sosial
3. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase F, Murid dapat mendeskripsikan dan menerapk
an teori dan keterampilan serta sikap dalam berkreasi, produksi, p
asar, haki, dan kewirausahaan batik. Murid mampu mengembang
kan ide, mencipta desain dan pengembangan teknik batik tradisio
nal dan kekinian. Murid mampu memahami produksi batik berdas
arkan tahapan dan pengembangan proses sesuai standar dan pen
gembangan fungsi batik berdasarkan riset pasar, uji produk, serta
evaluasi proses dan penyajian hasil karya.
4. Kerangka Pembelajaran
a. Praktik Pedagogis
Menggunakan model pendekatan pembelajaran berbasis pabr
ik (teaching factory) dengan metode diskusi, studi kasus, dan
latihan analisis tren batik tulis kombinasi cap hingga praktik p
embuatannya. Secara garis besar proses praktik pedagogis d
apat dibagi menjadi 3 (tiga) proses, yaitu kegiatan: 1). Awal:
persiapan, apersepsi, tujuan, dan asesmen awal; 2). Inti: me
mahami pengetahuan esensial, aplikatif, nilai, dan karakter;
mengaplikasi pengetahuan dalam sebuah praktik, sehingga
menghasilkan produk (barang/jasa); dan merefleksi melalui e
valuasi dalam upaya perbaikan berkelanjutan, sehingga meni
ngkatkan pemahaman pengetahuan, keterampilan, nilai, dan
karakter; 3). Akhir: kesimpulan, refleksi, dan tindak lanjut, se
dangkan proses asesmen terdiri dari 3 (tiga) kegiatan, yaitu a
sesmen: 1). Awal: untuk mengetahui kesiapan murid untuk be
lajar dengan model tefa; 2). Formatif: asesmen yang dilakuka
n dalam proses pembelajaran, dan 3). Sumatif: asesmen akhir
setelah produk selesai diserahkan ke konsumen/user/audiens,
dengan menggunakan sebagai besar soal hots atau mengacu
pada Task Skills (TS), Task Management Skills (TMS), Contin
gency Management Skill (CMS), Job/ Role environment Skills
(JRES), dan Transfer Skills (TRS). Pembelajaran tefa karena lin
tas mapel, sehingga asesmen akan dilakukan secara kolabora
tif juga.
b. Kemitraan Pembelajaran
Pembelajaran melibatkan kolaborasi antar murid dalam kelo
mpok kecil (team-based learning), di mana setiap anggota m
emiliki peran untuk membaca, memahami, dan menjelaskan
proses penting desain dan produksi batik tulis kombinasi cap
serta diharapkan mampu mengelaborasi elemen terkait antar
mapel. Pada pembelajaran ini juga akan mendatangkan peng
usaha batik sebagai pemesan produk serta berperan sebagai
supervisor dan quality control. Pembelajaran tefa pembuatan
sandang batik tulis kombinasi cap akan dilakukan secara linta
s mapel, yaitu mapel: 1). Kriya Kreatif Batik dan tekstil; 2) Pro
jek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial; 3) Bahasa Indonesia;
4) Kreativitas, Inovasi dan Kewirausahaan. Adapun kolaborasi
tersebut dituangkan dalam tabel berikut ini:
d. Pemanfaatan Digital
Pemanfaatan digital terutama untuk eksplorasi desain, pembuatan m
edia promosi, pembuatan media presentasi, dan pencarian data infor
masi tentang batik sandang teknik batik tulis kombinasi cap melalui k
ecerdasan artifisial.
D. PENGALAMAN BELAJAR
Mengaplikasi Penuntun Pr
aktek Batik,
1. Murid membuat instrumen rencana penyele
Direktorat Pe
saian produk dan target penyelesaiannya, s
ndidikan Me
eperti contoh di bawah ini.
nengah Kejur
Penge Pekerjaan Wak Batas Ak Keter
uan, Jakarta,
rjaan tu hir capai
1979, hal. 18
Produ an
k Pola 10 j 3 Agustu
Link Modul B
p s
atik untuk S
Teknik cap 10 j 4 Agustu
MK:
p s
[Link]
Teknik tulis 40 j 8 Agustu
[Link]
p s
m/documen
Pewarnaan 10 j 10 Agust t/60647580
p us 7/MODUL-A
Nglorod 10 j 11 Agust JAR-BATIK-
p us TOPIK-1-sm
Penyeraha 5 jp 12 Agust k
n produk us
[Link]
2. Murid berdasarkan jobsheet melakukan pe
[Link]/d
mbuatan pola di atas kertas pola sesuai den
ocument/56
gan desain batik sandang teknik tulis kombi
6023247/64-
nasi cap, selanjutnya melakukan penjiplaka
Batik-Kls-XI-
n dari pola ke atas kain mori. Murid dalam b
unlocked
ekerja memperhatikan target waktu dan K
3. Murid selalu mengisi ceklist instrumen pe
Link video pe
nyelesaian produk.
mbuatan pol
3. Murid melakukan evaluasi kesesuaian antar
a batik:
a desain dengan hasil penjiplakan di atas k
[Link]
ain, kalau ada yang belum sesuai segera di
[Link]
perbaiki.
/watch?v=U4
4. Murid mencatat hal-hal penting untuk baha
hMLDBgIn8
n perbaikan dan pengembangan dalam pe
kerjaan berikutnya
Merefleksi
1. Murid mengevaluasi dan m
emaknai proses dan produ
k batik sandang teknik bati
k tulis kombinasi cap.
2. Murid dapat mengukur sej
auh mana tujuan tercapai,
kesesuaian antara rencana
produk dengan hasil produ
k.
3. Refleksi untuk mengukur d
an menilai permasalahan -
permasalahan yang dihada
pi selama proses dan mem
perbaikinya di masa yang
akan datang.
4. Murid bersama pendidik Kr
iya Kreatif Batik dan Teksti
l, pendidikan mapel lainny
a, dan dapat melibatkan p
raktisi industri menganalisi
s kekuatan dan kelemahan
produk, permasalahan pro
ses produksi, pemecahan
masalah, dan pengembang
an gagasan baru untuk pe
ngembangan produk pada
projek berikutnya.
5. Murid termotivasi untuk m
ulai lagi dengan proyek ber
ikutnya, karena tidak dirag
ukan lagi berbagai permas
alahan sudah ditemukan s
olusinya.
6. Murid akhirnya memiliki ke
mampuan proaktif untuk m
engendalikan pikiran, pera
saan, dan perilaku secara
mandiri, serta semangat y
ang menyala untuk memb
uat produk batik berikutny
a dengan kesadaran, berm
akna, dan menunjukkan si
kap gembira, karena telah
memiliki pengalaman, pen
getahuan, keterampilan, ni
lai, dan karakter dalam pe
mbuatan batik.
7. Para pendidik dan praktisi i
ndustri memberikan apresi
asi, motivasi, dan peluang-
peluang dalam pengemba
ngan proyek batik berikutn
ya.
E. ASESMEN
1. Asesmen Formatif
Asesmen formatif dapat dimulai dengan asesmen awal untuk m
enentukan strategi pembelajaran yang akan diterapkan. Pendidi
k mengembangkan pertanyaan asesmen awal sesuai dengan tuj
uan yang akan digali dari murid, sebagaimana telah dituliskan d
i muka.
Skor
No. Pernyataan
1 2 3 4
1. Kemampuan menelaah t
ren batik
2. Kemampuan mengaitkan
batik relevansinya denga
n kehidupan murid
3. Kemampuan membedak
an jenis-jenis batik
4. Kemampuan menganalis
is jenis-jenis pekerjaan d
alam dunia usaha/indust
ri batik
5. Kemampuan mengaitkan
keterkaitan mapel kriya
kreatif batik dan tekstil d
engan mapel lainnya ya
ng relevan
6. Kemampuan mendikteka
n langkah-langkah prose
s produksi batik
7. Kemampuan memilah al
at yang digunakan dala
m proses produksi batik
8. Kemampuan memilah ba
han yang digunakan dal
am proses produksi bati
k
9. Kemampuan menganalis
is pentingnya mutu batik
10. Kemampuan merumuska
n pentingnya ketepatan
waktu dalam produksi ba
tik
Kriteria Skor
4 (Sangat Bai : Menjawab semua pertanyaan dengan je
k) las, runtut, realistis, dan sopan; menunj
ukkan pengalaman nyata; mampu menj
elaskan seluruh langkah eksplorasi des
ain motif batik tulis kombinasi cap secar
a detail
3 (Baik) : Menjawab pertanyaan dengan jelas, run
tut, realistis, dan sopan; menunjukkan p
engalaman nyata; mampu menjelaskan
sebagian besar langkah eksplorasi desa
in motif batik tulis kombinasi cap secara
detail
2 (Cukup) : Menjawab pertanyaan dengan jelas, sin
gkat, dan sopan, tetapi tidak runtut; pen
galaman terbatas; hanya mampu menje
laskan sebagian kecil langkah eksplorasi
desain motif batik tulis kombinasi cap s
ecara detail
1 (Kurang) : Menjawab pertanyaan dengan sopan, te
tapi tidak jelas, runtut, dan realistis; jaw
aban diutarakan sangat singkat; tidak m
ampu menjelaskan langkah eksplorasi d
esain motif batik tulis kombinasi cap sec
ara runtut dan detail
Instrumen Penilaian
Skor Skor Keterangan
No Nama Total
1 2 3 4
1.
2.
3.
dst.
Interpretasi Skor Total
1. Sangat : 30 – 40
Baik
2. Baik : 20 – 29
3. Cukup : 10 – 19
4. Kurang : 5–9
Tidak Lanjut
Nilai Tindak Lanjut
Sangat Dapat lanjut pada pembelajaran tefa secara mandiri
Baik
Baik Dapat lanjut lanjut pada pembelajaran tefa dengan penga
wasan
Cukup Belum dapat mengikuti pembelajaran tefa harus mengik
uti penguatan terlebih dahulu minimal selama 2 minggu
Kurang Belum dapat mengikuti pembelajaran tefa harus mengik
uti penguatan terlebih dahulu minimal selama 4 minggu
Keterangan:
Asesmen formatif dilakukan pada setiap tahap/sintaks pembelajaran
dengan metode observasi, wawancara, dan tes lisan oleh pendidik, pe
ndidik mapel lain, dan dapat melibatkan praktisi industri kepada muri
d dalam proses pekerjaan dengan cara memberi tanda cek (V) pada s
etiap butir kriteria penilaian. Apabila ada tanda cek (V) pada kolom “T
idak”, maka murid wajib mengulangi lagi pekerjaannya sampai mend
apat kriteria “Ya” dan apabila seluruh kriteria sudah “Ya” pada suatu t
ahap/sintaks pembelajaran, maka murid dapat lanjut ke tahap berikut
nya. Permasalahan-permasalah yang dihadapi murid harus segera dic
ari solusinya, agar tidak mengganggu pekerjaan di tefa secara keselur
uhan.