0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan80 halaman

1

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk kelas VIII SMP mengenai Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) yang dirancang oleh Maulana Reza Palevi. Rencana ini mencakup identifikasi murid, materi pelajaran, tujuan pembelajaran, serta langkah-langkah pembelajaran yang melibatkan diskusi, presentasi, dan penggunaan media digital. Pembelajaran bertujuan untuk membantu murid memahami perbedaan antara teks objektif dan subjektif serta mengembangkan keterampilan analitis dan kolaboratif.

Diunggah oleh

reza palevi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan80 halaman

1

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk kelas VIII SMP mengenai Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) yang dirancang oleh Maulana Reza Palevi. Rencana ini mencakup identifikasi murid, materi pelajaran, tujuan pembelajaran, serta langkah-langkah pembelajaran yang melibatkan diskusi, presentasi, dan penggunaan media digital. Pembelajaran bertujuan untuk membantu murid memahami perbedaan antara teks objektif dan subjektif serta mengembangkan keterampilan analitis dan kolaboratif.

Diunggah oleh

reza palevi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan :SMP Negeri 1 Kebakkramat


Nama Guru :Maulana Reza Palevi, [Link]
Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Fase :VIII (Delapan) / D
Tahun Pelajaran :2026/2027
Materi :Teks Laporan Hasil Observasi (Mengenal Teks LHO)
Alokasi Waktu :2 JP (2 x 40 menit)

A. Identifikasi Murid
• Murid sudah mengenal berbagai jenis teks dalam bahasa Indonesia, namun
sebagian besar belum sepenuhnya memahami karakteristik teks yang bersifat objektif
dan faktual.
• Murid memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan menyukai kegiatan pengamatan di
lingkungan sekitar (seperti lingkungan sekolah, tumbuhan, atau hewan).
• Murid perlu difasilitasi untuk membedakan antara opini/pendapat pribadi (subjektif)
dengan fakta (objektif) dari sebuah objek yang diamati.
• Murid sudah terbiasa menggunakan gawai dan mencari informasi di internet, sehingga
dapat dimanfaatkan untuk menggali data observasi sederhana.
• Murid mampu berkolaborasi dalam kelompok untuk mendiskusikan temuan dari objek
yang diamati.

B. Materi Pelajaran
Teks Laporan Hasil Observasi (LHO), meliputi pengertian teks LHO, tujuan penulisan
LHO, ciri-ciri teks LHO (objektif, faktual, spesifik), dan perbedaan teks LHO dengan teks
deskripsi.

C. Dimensi Profil Lulusan / Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Profil Lulusan Implementasi dalam Pembelajaran


DPL 1: Beriman, Bertakwa \ Murid mensyukuri keanekaragaman alam dan ciptaan
kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Tuhan yang dijadikan objek observasi serta
Mulia menggunakan bahasa yang santun dalam laporannya.

DPL 3: Bernalar Kritis Murid menganalisis informasi, fakta, dan gagasan


dalam teks LHO serta membedakannya dengan opini
atau teks deskripsi.
DPL 4: Kreatif Murid menemukan gagasan atau sudut pandang
yang menarik dari sebuah objek pengamatan untuk
dilaporkan.
DPL 5: Gotong Royong / Kolaborasi Murid bekerja sama dalam kelompok untuk
mengidentifikasi ciri-ciri dan fakta dari teks LHO.
DPL 6: Mandiri Murid bertanggung jawab atas tugas pengamatan
dan penugasan individu untuk memahami teks
LHO.

D. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan,
pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai tipe teks
audio visual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta
didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik
aktual yang didengar.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan,
arahan atau pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang
tersurat dan tersirat. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi
berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau
pesan untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi
secara lisan dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis
untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.
2. Lintas Disiplin Ilmu
• IPA: Mengaitkan metode observasi atau pengamatan ilmiah terhadap flora,
fauna, atau alam sekitar.
• IPS: Mengamati fenomena sosial budaya di lingkungan sekitar masyarakat.
• Informatika: Memanfaatkan internet, proyektor, dan Papan Interaktif Digital
untuk mencari dan menyajikan informasi.
3. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui kegiatan membaca dan memirsa dua teks yang berbeda, peserta didik
mampu merumuskan pengertian teks Laporan Hasil Observasi dengan bahasa
sendiri.
2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu mengidentifikasi ciri-ciri teks
Laporan Hasil Observasi (objektif, faktual, spesifik) dengan tepat.
3. Melalui tanya jawab dan analisis, peserta didik mampu membedakan teks
Laporan Hasil Observasi dengan teks Deskripsi secara kritis.
4. Melalui kegiatan presentasi, peserta didik mampu menyampaikan hasil
identifikasi ciri teks LHO dengan santun dan percaya diri.
4. Topik Pembelajaran
Teks Laporan Hasil Observasi (Mengenal Teks LHO)
5. Praktik Pedagogis
• Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam / Deep Learning.
• Model Pembelajaran: Discovery Learning.
• Metode Pembelajaran: Pengamatan teks, tanya jawab, diskusi kelompok,
presentasi, curah pendapat, refleksi game kuis interaktif.
6. Kemitraan Pembelajaran
• Guru IPA: Bekerja sama terkait objek observasi ilmiah (misalnya tumbuhan
di sekolah).
• Pustakawan: Membantu menyediakan referensi ensiklopedia atau buku
pengetahuan faktual.
• Teman Sebaya: Diskusi teman sejawat untuk menguji pemahaman teks.
7. Lingkungan Pembelajaran
• Lingkungan Fisik: Penataan kelas bentuk letter-U atau kelompok kecil (4-5
anak) untuk memudahkan kolaborasi.
• Lingkungan Virtual/Digital: Pemanfaatan Papan Interaktif Digital, proyektor,
dan gawai untuk mencari contoh teks dari portal berita/situs resmi.
• Lingkungan Budaya / Sosio-Emosional: Budaya kelas yang menghargai
perbedaan pandangan, menjunjung tinggi fakta ilmiah, dan tidak takut salah
dalam menyampaikan argumen.
8. Pemanfaatan Digital
• Bahan ajar presentasi interaktif (Canva/PPT) tentang Teks LHO.
• Artikel digital mengenai laporan hasil observasi flora/fauna.
• Papan Interaktif Digital (PID) untuk permainan / kuis di akhir sesi (misalnya
Fact vs Opinion Game).
E. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pengalaman Belajar

No. Alur Pembelajaran Keterangan / Nilai yang


Dikembangkan
AWAL (10 Menit)
1 Guru membuka pembelajaran dengan salam dan DPL: Keimanan dan
mengajak murid berdoa bersama. Ketakwaan
2 Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid. Manajemen Diri - PSE
3 Guru melakukan apersepsi. 'Pernahkah kalian Berkesadaran/Mindful
mengunjungi kebun binatang atau museum? Apa yang
kalian amati di sana? Jika diminta menceritakannya,
apakah kalian akan bercerita sesuai fakta atau
berdasarkan perasaan kalian?'
4 Guru memberi kesempatan murid menjawab dan Kemampuan Berelasi -
mengaitkannya dengan pentingnya melaporkan sesuatu PSE
secara faktual.
5 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini Bermakna/Meaningful
mengenai pengenalan Teks Laporan Hasil Observasi
(LHO).
INTI (60 Menit)
Tahap 1: Pemberian Rangsangan (Stimulation)
1 Guru menampilkan dua teks singkat berdampingan Menggembirakan/Joyful
melalui proyektor. Teks 1 berisi deskripsi subjektif
tentang seekor kucing peliharaan. Teks 2 berisi teks
LHO tentang spesies kucing secara umum.
2 Murid diminta membaca kedua teks tersebut secara Berkesadaran/Mindful
bergantian dengan saksama.
3 Guru memancing murid untuk menemukan perbedaan DPL: Bernalar Kritis
gaya bahasa dari kedua teks tersebut.
Tahap 2: Identifikasi Masalah (Problem Statement)
1 Guru bertanya, 'Manakah teks yang memuat opini atau DPL: Bernalar Kritis
perasaan penulis? Dan manakah teks yang murni berisi
fakta ilmu pengetahuan?'
2 Murid merespons dan menemukan bahwa teks kedua Kemampuan Berelasi -
(Teks LHO) tidak mengandung opini. PSE
3 Guru bersama murid merumuskan masalah: 'Apa Bermakna/Meaningful
sebenarnya teks LHO itu dan apa ciri-ciri utamanya?'
Tahap 3: Pengumpulan Data (Data Collection)
1 Guru menjelaskan konsep dasar, tujuan, dan ciri-ciri teks Bermakna/Meaningful
LHO (objektif, faktual, sistematis).
2 Guru memberikan contoh perbandingan kalimat fakta Menggembirakan/Joyful
dan kalimat opini/subjektif.
3 Guru membagikan Lembar Kerja kepada murid berisi Manajemen Diri - PSE
potongan-potongan paragraf acak.
Tahap 4: Pengolahan Data (Data Processing)
1 Guru membagi murid dalam kelompok kecil Kolaboratif
beranggotakan 4-5 orang.
2 Murid secara berkelompok menganalisis potongan DPL: Gotong
paragraf tersebut, mengklasifikasikan mana yang Royong/Kolaborasi
termasuk teks LHO dan mana yang teks Deskripsi.
3 Murid mencari bukti kata atau frasa (fakta) yang DPL: Bernalar Kritis
mendukung bahwa teks tersebut adalah teks LHO.
4 Guru berkeliling memberikan bimbingan kepada Kesadaran Sosial - PSE
kelompok yang kesulitan.
Tahap 5: Pembuktian (Verification)
1 Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil klasifikasi Komunikatif
dan temuan ciri-ciri teks LHO mereka di depan kelas.
2 Kelompok lain memberikan tanggapan apakah mereka Kemampuan Berelasi -
setuju atau memiliki analisis yang berbeda. PSE
3 Guru memberikan apresiasi dan meluruskan miskonsepsi Kesadaran Diri - PSE
(jika ada) antara teks LHO dan Deskripsi.
Tahap 6: Menarik Kesimpulan (Generalization)
1 Murid bersama guru menyimpulkan pengertian teks Prinsip: Komunikatif,
LHO secara utuh. Kritis
2 Murid bersama guru menyimpulkan 3 ciri utama teks Bermakna/Meaningful
LHO (objektif, faktual, spesifik) beserta perbedaannya
dengan teks deskripsi.
PENUTUP (10 Menit)
1 Guru mengajak murid melakukan refleksi melalui game Menggembirakan/Joyful
'Fact vs Opinion' di Papan Interaktif Digital. Guru
memunculkan satu kalimat, murid berteriak 'Fakta!' atau
'Opini!'.

2 Guru memberikan apresiasi terhadap keaktifan murid Kesadaran Diri - PSE


selama game berlangsung.
3 Guru memandu murid melakukan refleksi belajar: Kesadaran Diri - PSE
'Bagian mana yang paling menantang dalam
membedakan LHO dan deskripsi?'
4 Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: tugas Mandiri
mandiri mengamati satu tanaman di sekolah dan
mencatat fakta-faktanya untuk pertemuan berikutnya.
5 Kegiatan ditutup dengan doa dan salam. DPL: Keimanan

2. Asesmen Pembelajaran

Jenis Asesmen Bentuk Asesmen


Asesmen pada Awal Pembelajaran Pertanyaan lisan pemantik tentang pengalaman murid
mengamati objek secara objektif vs subjektif.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Observasi performa murid saat diskusi kelompok,
keaktifan saat presentasi, dan ketepatan menemukan
fakta/opini.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Penilaian hasil kerja kelompok (Lembar Kerja
klasifikasi teks) dan interaksi kuis 'Fact vs Opinion' di
akhir pembelajaran.

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

[Link] Lestari, [Link] Maulana Reza Palevi, [Link]


NIP.196906051994032007 NIP.199803292025211078
LAMPIRAN 1
BAHAN AJAR

Teks Laporan Hasil Observasi (LHO)


A. Pengertian
Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) adalah teks yang berfungsi untuk
memberikan informasi tentang suatu objek atau situasi, setelah diadakannya
investigasi atau penelitian secara sistematis. Teks ini menghadirkan informasi
berdasarkan fakta alam atau fenomena, bukan berdasarkan imajinasi atau opini
penulis.
B. Ciri-ciri Teks LHO
1. Objektif: Informasi disajikan sesuai dengan keadaan objek yang sebenarnya
tanpa dipengaruhi pandangan pribadi penulis.
2. Faktual: Kebenaran informasi dapat dibuktikan dan berdasarkan kenyataan
yang ada.
3. Spesifik: Membahas objek secara umum atau klasifikasi dari jenis objek
tertentu secara detail (misalnya: spesies kucing, bukan sekadar kucing
peliharaan).
C. Perbandingan Teks LHO dan Teks Deskripsi

Teks 1 (Teks Deskripsi) Teks 2 (Teks LHO)


Si Belang, kucing peliharaanku, Kucing (Felis catus) adalah hewan mamalia
sangat menggemaskan. Bulunya karnivora dari keluarga Felidae. Kucing
sangat halus seperti sutra dan memiliki taring yang runcing dan cakar yang
matanya memancarkan kehangatan bisa ditarik ke dalam. Berat rata-rata kucing
saat memandangku. Aku sangat domestik berkisar antara 2,7 hingga 4,5
menyayanginya karena ia selalu kilogram.
menemaniku saat belajar.
Analisis: Teks ini bersifat subjektif. Analisis: Teks ini bersifat objektif dan
Mengandung opini pribadi penulis faktual. Memuat data ilmiah seperti
seperti 'sangat menggemaskan' dan penggolongan keluarga 'Felidae' dan rentang
'seperti sutra'. berat badan.
LAMPIRAN 2
MEDIA AJAR

1. Media Presentasi Interaktif (PPT/Canva)


Media presentasi digunakan pada Tahap 1 (Stimulation) dan Tahap 3 (Data Collection).
Slide presentasi memuat visualisasi dua jenis teks yang berbeda untuk memancing nalar
kritis murid, serta materi ringkas mengenai ciri-ciri teks LHO.

2. Papan Interaktif Digital (PID) - Game 'Fact vs Opinion'


Game interaktif ini digunakan pada tahap penutup untuk refleksi pembelajaran. Guru
menayangkan kalimat melalui proyektor/PID, dan murid harus merespons secara lisan
dengan cepat dengan meneriakkan 'Fakta!' atau 'Opini!'.

No. Kalimat yang Ditayangkan Kunci Jawaban


1. Bunga mawar memiliki Fakta (LHO)
batang yang berduri untuk
melindungi dirinya.
2. Bunga mawar merah itu Opini (Deskripsi)
terlihat sangat cantik dan
romantis.
3. Komodo adalah kadal Fakta (LHO)
terbesar di dunia yang
berhabitat asli di Indonesia.
4. Melihat komodo berlari Opini (Deskripsi)
membuatku merasa sangat
ketakutan.
5. Paus biru bernapas Fakta (LHO)
menggunakan paru-paru.
LAMPIRAN 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama Kelompok : ..............................................................


Anggota Kelompok :
1. ..........................................................
2. ..........................................................
3. ..........................................................
4. ..........................................................
5. ..........................................................

Kelas : ..............................................................

A. Petunjuk Pengerjaan
1. Bacalah ketiga potongan paragraf di bawah ini dengan saksama bersama
anggota kelompokmu.
2. Diskusikan dan tentukan apakah paragraf tersebut termasuk ke dalam Teks
Laporan Hasil Observasi (LHO) atau Teks Deskripsi.
3. Berikan alasan atau bukti dari dalam teks untuk memperkuat jawaban kalian.

B. Teks Analisis

Teks 1 Pohon mangga di halaman rumahku sangat rindang. Daunnya melambai-


lambai saat tertiup angin seolah menyapaku. Buahnya sangat manis dan
membuat siapa saja yang memakannya pasti ketagihan.
Teks 2 Mangga (Mangifera indica) adalah nama sejenis buah, demikian pula
nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang
terdiri dari 35-40 anggota, dan suku Anacardiaceae.
Teks 3 Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) adalah subspesies harimau
yang habitat aslinya di pulau Sumatra. Harimau ini memiliki ciri kulit
loreng yang berfungsi untuk kamuflase di hutan lebat.

C. Lembar Jawaban

Teks Jenis Teks (LHO / Alasan / Bukti Teks


Deskripsi)
Teks 1
Teks 2
Teks 3
LAMPIRAN 4
INSTRUMEN PENILAIAN

1. Penilaian Sikap (Observasi Profil Pelajar Pancasila)

Teknik: Observasi selama kegiatan diskusi kelompok dan presentasi.


Aspek yang dinilai: Gotong Royong dan Bernalar Kritis.

No Nama Peserta Gotong Royong (1- Bernalar Kritis (1-


Didik 4) 4)
1
2
3
4
5

2. Penilaian Pengetahuan & Keterampilan (LKPD & Presentasi)

Kriteria Sangat Baik (4) Cukup (2-3) Perlu Bimbingan


(1)
Ketepatan Mampu Terdapat 1 kesalahan Semua atau sebagian
Klasifikasi mengklasifikasikan dalam besar teks salah
Teks ketiga teks dengan mengklasifikasikan diklasifikasikan.
benar tanpa teks.
kesalahan.
Penemuan Alasan sangat logis Alasan cukup logis Alasan tidak relevan
Fakta/Opini dan mampu namun kutipan bukti atau tidak mampu
(Alasan) mengutip bukti dari teks kurang menemukan bukti
fakta/opini dari teks spesifik. dari teks.
dengan tepat.
Presentasi Menyampaikan hasil Menyampaikan hasil Membaca teks secara
Kelompok dengan sangat dengan cukup jelas pasif, suara tidak
percaya diri, meski masih terlihat terdengar jelas.
artikulasi jelas, dan ragu-ragu.
santun.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan :SMP Negeri 1 Kebakkramat


Nama Guru :Maulana Reza Palevi, [Link]
Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Fase :VIII (Delapan) / D
Tahun Pelajaran :2026/2027
Materi :Topik dan Gagasan Utama Teks Laporan Hasil Observasi
Alokasi Waktu :2 JP (2 x 40 menit)

A. Identifikasi Murid
 Murid sudah mampu membaca teks Laporan Hasil Observasi secara komprehensif, namun
masih sering kesulitan menyimpulkan ide pokok pembicaraan dari seluruh teks.
 Murid kerap kali menyamakan antara 'Topik' (yang bersifat umum) dengan 'Gagasan
Utama' (yang bersifat khusus pada setiap paragraf).
 Murid terbiasa langsung membaca teks tanpa memanfaatkan petunjuk visual seperti judul,
gambar, atau repetisi kata kunci untuk menemukan informasi.
 Murid siap diajak untuk menganalisis dan mendiskusikan teks bacaan secara runut dan
terstruktur bersama kelompok.
B. Materi Pelajaran
Topik dan Gagasan Utama Teks Laporan Hasil Observasi (LHO). Meliputi pengertian Topik
(ide/pokok pembicaraan seluruh isi karangan yang bersifat umum) dan Gagasan Utama (ide
utama/inti pembicaraan dalam sebuah paragraf yang bersifat khusus). Serta 6 langkah cara
menemukan topik teks (memperhatikan judul, mengajukan pertanyaan, memperhatikan
paragraf awal & akhir, mengamati kata yang sering muncul, mengamati peristiwa yang sering
dibahas, dan mengamati petunjuk gambar).

C. Dimensi Profil Lulusan / Profil Pelajar Pancasila


Dimensi Profil Lulusan Implementasi dalam Pembelajaran
DPL 1: Beriman, Bertakwa kepada Murid menghargai ketertiban umum dan
Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia aturan berlalu lintas seperti yang dibahas
dalam teks observasi.
DPL 3: Bernalar Kritis Murid bernalar kritis menggunakan 6
langkah panduan untuk menemukan topik
umum dari teks serta menyimpulkan
gagasan utama tiap paragraf.
DPL 4: Kreatif Murid merumuskan dan menyusun kembali
gagasan utama paragraf menggunakan
bahasanya sendiri agar lebih ringkas.
DPL 5: Gotong Royong / Kolaborasi Murid bekerja sama dan berbagi peran
dalam kelompok saat membedah 6 paragraf
teks LHO.
DPL 6: Mandiri Murid secara mandiri melatih kebiasaan
membaca cermat (scanning/skimming)
untuk mencari kata kunci.
D. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai tipe teks audio visual dan
aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau
pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat.
Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca
dan dipirsa.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan untuk
tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan dalam
bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk
berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.
2. Lintas Disiplin Ilmu
 PPKn / IPS: Membahas mengenai aturan berlalu lintas, fungsi Surat Izin Mengemudi
(SIM), dan fenomena sosial transportasi di Indonesia (ojek online).
3. Tujuan Pembelajaran
 Melalui pengamatan teks, peserta didik mampu membedakan pengertian topik (bersifat
umum) dan gagasan utama (bersifat khusus) dengan benar.
 Melalui penerapan 6 langkah analisis, peserta didik mampu menemukan topik dari teks
laporan hasil observasi secara akurat.
 Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik mampu menemukan dan merumuskan
gagasan utama dari setiap paragraf dalam teks observasi.
 Melalui pengerjaan LKPD dan presentasi, peserta didik mampu menyajikan hasil
analisis teks dengan runut, percaya diri, dan santun.
4. Topik Pembelajaran
Topik dan Gagasan Utama Teks Laporan Hasil Observasi (LHO)
5. Praktik Pedagogis
 Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam / Deep Learning.
 Model Pembelajaran: Discovery Learning.
 Metode Pembelajaran: Membaca cermat, diskusi kelompok, tanya jawab interaktif,
presentasi bedah teks.
6. Kemitraan Pembelajaran
 Guru PKn / IPS: Berdiskusi mengenai data sosiologis penggunaan sepeda motor dan
aturan hukumnya sebagai konteks pembelajaran.
 Teman Sebaya: Diskusi dalam kelompok untuk menyepakati rumusan gagasan utama
yang paling tepat.

7. Lingkungan Pembelajaran
 Lingkungan Fisik: Kelas ditata berkelompok (4-5 murid) agar memudahkan komunikasi
dan bedah teks bersama.
 Lingkungan Virtual/Digital: Penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) untuk
menayangkan ilustrasi cara mencari topik.
 Lingkungan Budaya / Sosio-Emosional: Budaya saling menghargai pendapat anggota
kelompok saat menentukan ide pokok yang terkadang tersirat.
8. Pemanfaatan Digital
Slide presentasi interaktif di PID yang memvisualisasikan perbedaan 'Topik' dan 'Gagasan
Utama'.

E. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pengalaman Belajar
No. Alur Pembelajaran Keterangan / Nilai yang
Dikembangkan
AWAL (10 Menit)
1 Guru membuka DPL: Keimanan dan
pembelajaran dengan salam, Ketakwaan
memeriksa kesiapan kelas,
dan mengajak murid berdoa.
2 Guru melakukan apersepsi: Manajemen Diri - PSE
'Jika kalian menonton film
berdurasi 2 jam, kalian pasti
bisa menyimpulkan
ceritanya dalam 1 kalimat
kan? Begitu juga dengan
teks, pasti ada 1 inti
pembicaraannya.'
3 Murid merespons, guru Berkesadaran / Mindful
mengarahkan bahwa inti
pembicaraan itu disebut
'Topik'.
4 Guru menyampaikan tujuan Bermakna / Meaningful
pembelajaran hari ini:
Menemukan Topik dan
Gagasan Utama dalam Teks
LHO.
INTI (60 Menit)
Tahap 1: Pemberian Rangsangan (Stimulation)
1 Guru menayangkan gambar Menggembirakan / Joyful
ilustrasi jalanan penuh
sepeda motor di PID, beserta
paragraf pendek tentang
Sepeda.
2 Guru menunjukkan Berkesadaran / Mindful
perbedaan: Kata 'Sepeda'
adalah Topik, sedangkan
kalimat 'Sepeda adalah
kendaraan yang umum
dipakai anak SMP Perwira'
adalah Gagasan Utama.
3 Guru memberikan DPL: Bernalar Kritis
pertanyaan: 'Apa bedanya
Topik dan Gagasan Utama?'
Tahap 2: Identifikasi Masalah (Problem Statement)
1 Murid berdiskusi dan Kemampuan Berelasi - PSE
menyimpulkan bahwa Topik
bersifat umum (seluruh
teks), sedangkan Gagasan
Utama bersifat khusus (per
paragraf).
2 Guru memberikan DPL: Bernalar Kritis
tantangan: 'Bagaimana cara
mudah menemukan topik
dari teks yang sangat
panjang?'
Tahap 3: Pengumpulan Data (Data Collection)
1 Guru menjelaskan 6 Bermakna / Meaningful
panduan menemukan topik:
Perhatikan judul, ajukan
pertanyaan, cek paragraf
awal/akhir, amati kata sering
muncul, amati peristiwa, dan
amati gambar.
2 Guru membagikan LKPD Manajemen Diri - PSE
yang berisi teks panjang
berjudul 'Sepeda Motor di
Indonesia' (6 paragraf).
Tahap 4: Pengolahan Data (Data Processing)
1 Guru membagi kelas Kolaboratif
menjadi kelompok-
kelompok kecil
beranggotakan 4-5 murid.
2 Murid secara berkelompok DPL: Gotong Royong
membedah teks 'Sepeda
Motor di Indonesia' sesuai 6
panduan di LKPD untuk
merumuskan Topik.
3 Murid melanjutkan analisis DPL: Bernalar Kritis
untuk menemukan dan
menuliskan Gagasan Utama
pada masing-masing
paragraf (Paragraf 1 hingga
6).
4 Guru berkeliling kelas untuk Kesadaran Sosial - PSE
memastikan murid tidak
keliru membedakan kalimat
utama dan kalimat penjelas.
Tahap 5: Pembuktian (Verification)
1 Beberapa perwakilan Komunikatif
kelompok
mempresentasikan hasil
penemuan Topik dan
rumusan Gagasan Utama
Paragraf 1-6.
2 Kelompok lain menanggapi Kemampuan Berelasi - PSE
jika ada kalimat yang dirasa
lebih tepat sebagai gagasan
utama.
3 Guru memberikan Kesadaran Diri - PSE
konfirmasi dan validasi atas
jawaban murid.
Tahap 6: Menarik Kesimpulan (Generalization)
1 Murid menyimpulkan Prinsip: Komunikatif
kembali cara efektif
menemukan topik sebuah
bacaan.
2 Murid memahami bahwa Bermakna / Meaningful
gabungan dari gagasan-
gagasan utama setiap
paragraf akan membentuk
ringkasan dari topik besar.
PENUTUP (10 Menit)
1 Guru memandu game cepat: Menggembirakan / Joyful
Guru menyebutkan satu
kalimat penjelas, murid
menebak apa gagasan
utamanya.
2 Guru mengajak murid Kesadaran Diri - PSE
berefleksi mengenai
kesulitan menemukan
gagasan utama di tengah
paragraf panjang.
3 Kegiatan ditutup dengan Mandiri
pemberian apresiasi, doa,
dan salam.

2. Asesmen Pembelajaran
Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran Pertanyaan lisan untuk membedakan konsep
umum (Topik) dan khusus (Gagasan
Utama).
Asesmen pada Proses Pembelajaran Observasi saat murid berdiskusi kelompok
dan proses penalaran merumuskan ide
pokok.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Penilaian LKPD Tugas Individu/Kelompok
(Ketetapan merumuskan Topik & 6
Gagasan Utama).

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

[Link] Lestari, [Link] Maulana Reza Palevi, [Link]


NIP.196906051994032007 NIP.199803292025211078
LAMPIRAN 1
BAHAN AJAR
Mengenal Topik dan Gagasan Utama dalam Teks Laporan Hasil Observasi
Sebuah teks memiliki topik dan gagasan utama, begitu juga dengan teks laporan hasil
observasi (LHO). Teks laporan hasil observasi mengangkat sebuah topik dengan tujuan
menjelaskan topik tersebut secara terperinci dan apa adanya kepada pembaca.
Topik Gagasan Utama
Merupakan ide atau pokok pembicaraan Merupakan ide utama atau inti pembicaraan
dalam teks atau karangan yang yang ada dalam sebuah paragraf. Gagasan
menggambarkan keseluruhan isi karangan. utama juga disebut ide pokok.
Bersifat umum. Bersifat khusus.

Contoh Teks 'Sepeda'


Sepeda adalah kendaraan yang umum dipakai anak SMP Perwira. Setiap hari puluhan pelajar
mengayuh sepeda ke sekolah dan menaruhnya di tempat parkir khusus sepeda yang dibangun
sekolah dua tahun lalu. Datang ke sekolah dengan sepeda seperti menjadi sebuah
kebanggaan. Anak-anak yang dahulu diantar orang tua mereka dengan mobil atau sepeda
motor, kini memilih ke sekolah dengan bersepeda.
Topik: sepeda
Gagasan utama: Sepeda adalah kendaraan yang umum dipakai anak SMP Perwira (Kalimat
yang digarisbawahi).

Cara Menemukan Topik


Sebuah teks LHO memiliki topik tertentu. Kalian dapat menemukan topik itu dengan mudah
melalui 6 cara berikut:
Perhatikan judulnya! Terkadang judul juga menunjukkan topik
yang ada dalam sebuah teks.
Ajukan pertanyaan! Apa yang paling banyak dibahas dalam
tulisan tersebut?
Perhatikan hal yang dibahas dalam Terkadang penulis menunjukkan topik
paragraf pertama dan terakhir! dalam paragraf pertama dan terakhir.
Amati kata-kata yang paling sering Saat menjelaskan idenya, penulis akan
muncul! menggunakan kata-kata khusus yang ia
gunakan berulang kali.
Amati peristiwa yang paling sering Saat menjelaskan idenya, penulis akan
dibahas! menyebutkan beberapa peristiwa yang
memiliki makna sama.
Amati petunjuk gambar! Terkadang penulis menyertakan gambar
untuk mendukung tulisannya. Gambar ini
berkaitan erat dengan topik.
Teks Laporan Hasil Observasi: Sepeda Motor di Indonesia
Paragraf 1: Saat ini sebagian besar jalan-jalan di Indonesia ramai oleh sepeda motor. Banyak
orang menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi, baik alat transportasi pribadi
maupun transportasi umum.
Paragraf 2: Sepeda motor adalah alat transportasi roda dua yang digerakkan oleh mesin. Ada
bermacam-macam tipe sepeda motor. Ada sepeda motor jenis sport yang berkecepatan tinggi,
bersuara bising, dan biasa digunakan oleh pembalap. Ada sepeda motor skuter matik yang
dapat hidup otomatis tanpa menggunakan operan gigi manual. Ada sepeda motor bebek
manual tanpa kopling. Ada sepeda motor trail yang biasa digunakan di medan berat/off road.
Terakhir, ada sepeda motor cruiser yang dikenal dengan motor gede (moge) yang
berkecepatan tinggi.
Paragraf 3: Sepeda motor banyak digunakan di Indonesia karena harganya cukup terjangkau.
Dengan uang 15 juta rupiah, orang sudah bisa memiliki sepeda motor baru. Selain itu, sepeda
motor juga dapat dibeli dengan cara cicilan melalui lembaga pembiayaan dan bank-bank.
Kemudahan itu membuat jumlah pengendara sepeda motor di Indonesia semakin meningkat.
Paragraf 4: Sepeda motor bermanfaat sebagai alat transportasi pribadi. Ia digunakan untuk
pergi bekerja karena termasuk salah satu alat transportasi yang hemat. Dengan bahan bakar
seharga Rp7.800,00 per liter, pengendara sepeda motor bisa menempuh jarak sejauh 47
kilometer. Selain itu, sepeda motor juga bermanfaat untuk memudahkan pengendara dalam
mengakses rute-rute sulit, gang-gang sempit, dan jalan-jalan yang macet untuk mencapai
tujuan.
Paragraf 5: Sepeda motor hanya boleh dikendarai oleh warga negara Indonesia yang berusia
17 tahun ke atas dan sudah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Jika ada pengendara
sepeda motor berusia di bawah 17 tahun, mereka akan dikenakan sanksi tilang. Setiap
pengendara sepeda motor diwajibkan memakai helm, membawa SIM dan Surat Tanda Nomor
Kendaraan (STNK), serta harus mematuhi semua rambu-rambu lalu lintas.
Paragraf 6: Selain sebagai alat transportasi pribadi, sepeda motor juga digunakan sebagai alat
transportasi Publik, yaitu sebagai ojek, baik ojek konvensional maupun ojek online (ojol).
Ojek konvensional biasanya disebut ‘ojek’ dan merupakan alat transportasi yang
menggunakan sepeda motor tanpa aplikasi, sedangkan ojol merupakan alat transportasi yang
menggunakan sepeda motor dan aplikasi khusus dalam menerima pesanan. Saat ini ublica
besar ojek sudah beralih ke ojol. Mereka bergabung dengan mitra ublicaan pengelola aplikasi
ojol. Keberadaan ojol cukup diminati karena tidak hanya melayani jasa transportasi antar
jemput penumpang, tetapi juga melayani pesanan makanan, antar jemput barang, berbelanja,
dan lain-lain. Demikianlah laporan mengenai sepeda motor dan manfaatnya sebagai salah
satu alat transportasi ublic yang keberadaannya tidak bisa diabaikan di Indonesia.
LAMPIRAN 2
MEDIA AJAR
1. Media Presentasi Interaktif (PPT/Canva)
Menampilkan tabel perbedaan konsep Topik dan Gagasan Utama. Guru menayangkan 6
langkah cara menemukan topik, disertai dengan gambar ilustrasi dari buku.
2. Papan Interaktif Digital (PID)
Guru menampilkan teks LHO 'Sepeda Motor di Indonesia' secara lengkap di papan
interaktif, kemudian meminta murid bersama-sama menyorot/menggarisbawahi kalimat
utama pada setiap paragraf.
LAMPIRAN 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Kelompok :..............................................................
Anggota Kelompok :
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
Kelas : ..............................................................
Tugas 1: Menemukan topik pada teks 'Sepeda Motor di Indonesia'
Gunakanlah kolom di bawah ini untuk membantu kalian menemukan topik.
Ajukan pertanyaan! Apa yang paling
banyak dibahas dalam tulisan tersebut?
Perhatikan judulnya
Perhatikan hal yang dibahas dalam paragraf
pertama dan terakhir!
Perhatikan kata-kata yang paling sering
muncul!
Amati peristiwa yang paling sering dibahas!
Amati petunjuk gambar!

Tugas 2: Menemukan gagasan utama atau ide pokok setiap paragraf pada teks laporan
hasil observasi 'Sepeda Motor di Indonesia'
Paragraf Gagasan Utama
Paragraf ke-1
Paragraf ke-2
Paragraf ke-3
Paragraf ke-4
Paragraf ke-5
Paragraf ke-6
LAMPIRAN 4
INSTRUMEN PENILAIAN
1. Kunci Jawaban LKPD Tugas 1 (Topik):
Topik dari keseluruhan teks tersebut adalah: Sepeda Motor di Indonesia.
2. Kunci Jawaban LKPD Tugas 2 (Gagasan Utama):
Paragraf ke-1: Jalan-jalan di Indonesia ramai oleh sepeda motor / Banyak orang
menggunakan sepeda motor.
Paragraf ke-2: Sepeda motor adalah alat transportasi roda dua yang digerakkan oleh mesin.
Paragraf ke-3: Sepeda motor banyak digunakan di Indonesia karena harganya cukup
terjangkau.
Paragraf ke-4: Sepeda motor bermanfaat sebagai alat transportasi pribadi.
Paragraf ke-5: Sepeda motor hanya boleh dikendarai oleh warga negara Indonesia yang
berusia 17 tahun ke atas dan memiliki SIM.
Paragraf ke-6: Selain sebagai alat transportasi pribadi, sepeda motor juga digunakan
sebagai alat transportasi publik (ojek).

3. Penilaian Sikap (Observasi Profil Pelajar Pancasila)


No Nama Peserta Gotong Royong (1- Bernalar Kritis (1-
Didik 4) 4)
1
2
3
4
5

4. Penilaian Pengetahuan & Keterampilan (LKPD)


Kriteria Sangat Baik (4) Cukup (2-3) Perlu Bimbingan
(1)
Menemukan Mampu mengisikan Mampu mengisikan Tidak mampu
Topik (Tugas 1) 6 panduan analisis sebagian panduan menguraikan
dan merumuskan dan merumuskan panduan dan salah
topik dengan sangat topik mendekati menentukan topik.
akurat. akurat.
Merumuskan Mampu menemukan Mampu menemukan Hanya mampu
Gagasan Utama kalimat/ide pokok kalimat/ide pokok menemukan
(Tugas 2) pada 5-6 paragraf pada 3-4 paragraf kalimat/ide pokok
dengan benar. dengan benar. pada 1-2 paragraf
saja.
Kerjasama Pembagian tugas Berdiskusi dengan Tidak ada diskusi,
Kelompok sangat merata, baik namun hanya bekerja sendiri-
diskusi analisis didominasi 1-2 sendiri.
berjalan kritis. orang.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan :SMP Negeri 1 Kebakkramat


Nama Guru :Maulana Reza Palevi, [Link]
Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Fase :VIII (Delapan) / D
Tahun Pelajaran :2026/2027
Materi :Menemukan Data dalam Teks Laporan Hasil Observasi
Alokasi Waktu :2 JP (2 x 40 menit)

A. Identifikasi Murid
1. Murid sudah mampu membaca teks Laporan Hasil Observasi (LHO) secara umum,
namun sebagian besar masih kesulitan membedakan antara 'data' dan 'fakta' secara
presisi.
2. Murid cenderung sering tertukar antara data yang berbentuk angka dan data yang tidak
berbentuk angka dalam sebuah laporan.
3. Murid memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap objek-objek observasi di
lingkungan sekitar (seperti transportasi umum, sekolah, atau fasilitas publik).
4. Murid terbiasa mencari informasi singkat, sehingga memerlukan panduan untuk
mengekstrak data dari pengamatan langsung secara terstruktur.
5. Murid siap dan antusias berkolaborasi dalam kelompok kecil untuk membedah teks
laporan dan mendiskusikan temuan datanya.
B. Materi Pelajaran
Menemukan Data dalam Teks Laporan Hasil Observasi (LHO), meliputi pengertian data
sebagai informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, pengertian fakta,
perbedaan antara data (berbentuk angka dan tidak berbentuk angka) dengan fakta
(kenyataan yang benar-benar terjadi), serta cara mengidentifikasi data di dalam paragraf
observasi.
C. Dimensi Profil Lulusan / Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Profil Lulusan Implementasi dalam Pembelajaran
DPL 1: Beriman, Bertakwa kepada Murid mensyukuri kemampuan akal pikir
Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia dalam mengamati lingkungan sekitar dan
menyajikan data pengamatan secara jujur
serta bertanggung jawab.
DPL 3: Bernalar Kritis Murid menganalisis informasi dalam teks
LHO, mampu memisahkan kalimat yang
mengandung data dengan kalimat yang
sekadar opini, serta membedakan data angka
dan bukan angka.
DPL 4: Kreatif Murid menyajikan hasil temuan data dari
teks LHO ke dalam tabel pengamatan yang
terstruktur dan mudah dipahami.
DPL 5: Gotong Royong / Kolaborasi Murid bekerja sama dalam kelompok secara
aktif untuk mendiskusikan letak kalimat
data dalam paragraf teks LHO.
DPL 6: Mandiri Murid bertanggung jawab dalam
menyelesaikan lembar kerja individu terkait
identifikasi data dan fakta.

D. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai tipe teks audio visual
dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu
mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan
atau pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan
tersirat. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual
yang dibaca dan dipirsa.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan
untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan
dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis
untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.

2. Lintas Disiplin Ilmu


a. Matematika: Membaca dan memahami data yang disajikan dalam bentuk angka dan
statistik sederhana.
b. IPS: Mengamati fenomena sosial kemasyarakatan dan transportasi publik sebagai
objek faktual yang dibahas dalam teks observasi.
c. Informatika: Memanfaatkan Papan Interaktif Digital dan platform digital untuk
mencari contoh data faktual di internet.
3. Tujuan Pembelajaran
a. Melalui kegiatan membaca teks LHO, peserta didik mampu mengidentifikasi data
faktual yang terdapat di dalam laporan dengan tepat.
b. Melalui pemahaman kamus bahasa (KBBI) dan diskusi, peserta didik mampu
membedakan pengertian 'data' dan 'fakta' secara kritis.
c. Melalui analisis kalimat, peserta didik mampu membedakan jenis data berbentuk
angka dan data tidak berbentuk angka di dalam teks.
d. Melalui presentasi hasil LKPD, peserta didik mampu menyajikan temuan letak data
dalam paragraf observasi dengan bahasa yang santun dan percaya diri.
4. Topik Pembelajaran
Menemukan Data dalam Teks Laporan Hasil Observasi (LHO)

5. Praktik Pedagogis
a. Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam / Deep Learning.
b. Model Pembelajaran: Discovery Learning.
c. Metode Pembelajaran: Membaca cermat, pengamatan teks, curah pendapat
(brainstorming), diskusi kelompok, presentasi, refleksi permainan tebak kalimat.
6. Kemitraan Pembelajaran
 Guru IPS/Sosiologi: Bekerja sama dalam memberikan pemahaman mengenai
pengamatan lingkungan sosial publik (seperti bus kota).
 Pustakawan: Menyediakan akses ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan
majalah berita faktual.
 Teman Sebaya: Diskusi dan kaji sejawat (peer review) dalam mengevaluasi
klasifikasi data dan fakta.
7. Lingkungan Pembelajaran
 Lingkungan Fisik: Penataan meja berkelompok (4-5 siswa) untuk mempermudah
identifikasi kalimat data secara bersama-sama.
 Lingkungan Virtual/Digital: Penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) untuk
pembedahan teks 'Penumpang Bus Kota' secara visual.
 Lingkungan Budaya / Sosio-Emosional: Mendorong budaya apresiasi atas pendapat
teman dan objektivitas tinggi dalam melihat data.
8. Pemanfaatan Digital
 Slide presentasi interaktif (Canva/PPT) yang memuat teks LHO 'Penumpang Bus
Kota' dan tabel analisis datanya.
 Aplikasi kuis interaktif di Papan Interaktif Digital (PID) untuk permainan tebak
'Kalimat Data vs Kalimat Fakta'.
 Platform daring KBBI untuk mencari definisi presisi terkait istilah teknis.

E. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pengalaman Belajar
No. Alur Pembelajaran Keterangan / Nilai yang
Dikembangkan
AWAL (10 Menit)
1 Guru membuka DPL: Keimanan dan
pembelajaran dengan salam, Ketakwaan
memeriksa kesiapan kelas,
dan mengajak murid berdoa
bersama.
2 Guru mengecek kehadiran Manajemen Diri - PSE
dan melakukan apersepsi:
'Jika seseorang berkata bus
memiliki 45 bangku, apakah
itu opini atau sesuatu yang
nyata?'
3 Guru menghubungkan Berkesadaran / Mindful
jawaban murid dengan
pentingnya informasi yang
dapat
dipertanggungjawabkan
kebenarannya (Data).
4 Guru menyampaikan tujuan Bermakna / Meaningful
pembelajaran hari ini terkait
menemukan data dalam
Teks LHO.
INTI (60 Menit)
Tahap 1: Pemberian Rangsangan (Stimulation)
1 Guru menampilkan kutipan Menggembirakan / Joyful
teks observasi 'Penumpang
Bus Kota' di Papan Interaktif
Digital.
2 Murid membaca teks Berkesadaran / Mindful
tersebut secara saksama,
menyoroti informasi
mengenai karakteristik
penumpang bus.
3 Guru memberikan DPL: Bernalar Kritis
tantangan: 'Temukan satu
kalimat yang memuat angka,
dan satu kalimat yang
mendeskripsikan ciri fisik
seseorang tanpa angka.'
Tahap 2: Identifikasi Masalah (Problem Statement)
1 Guru bertanya: 'Apa DPL: Bernalar Kritis
bedanya Data dan Fakta?
Mengapa di dalam Teks
LHO kita harus
menggunakan data hasil
pengamatan langsung?'
2 Murid merespons dan Kemampuan Berelasi - PSE
mendiskusikan kebingungan
mereka mengenai
penggunaan istilah data dan
fakta di kehidupan sehari-
hari.
Tahap 3: Pengumpulan Data (Data Collection)
1 Guru memaparkan bahan Bermakna / Meaningful
ajar 'Jelajah Kata' yang
membedakan pengertian
Data dan Fakta menurut
KBBI, beserta contohnya
(data angka vs bukan
angka).
2 Guru membagikan LKPD Manajemen Diri - PSE
yang berisi teks observasi
baru untuk diidentifikasi
kalimat datanya.
Tahap 4: Pengolahan Data (Data Processing)
1 Guru membagi murid ke Kolaboratif
dalam kelompok kecil
beranggotakan 4-5 orang.
2 Murid secara berkelompok DPL: Gotong Royong /
menganalisis teks di LKPD, Kolaborasi
mengekstrak data dari setiap
paragraf, dan
mengklasifikasikannya ke
dalam bentuk tabel.
3 Murid membedakan kalimat DPL: Bernalar Kritis
mana yang murni 'Fakta'
umum, dan mana 'Data' hasil
pengamatan yang spesifik di
teks.
4 Guru berkeliling Kesadaran Sosial - PSE
memberikan bimbingan
kepada kelompok yang
mengalami kesulitan.
Tahap 5: Pembuktian (Verification)
1 Perwakilan kelompok Komunikatif
mempresentasikan tabel
temuan data LHO mereka di
depan kelas.
2 Kelompok lain memberikan Kemampuan Berelasi - PSE
tanggapan apakah kalimat
yang ditemukan benar
merupakan data berbentuk
angka atau bukan angka.
3 Guru meluruskan Kesadaran Diri - PSE
miskonsepsi (jika ada)
terkait beda data spesifik
(misal jumlah bus) dan fakta
umum (definisi sepeda
motor).
Tahap 6: Menarik Kesimpulan (Generalization)
1 Murid bersama guru Prinsip: Komunikatif, Kritis
menyimpulkan bahwa data
adalah informasi yang dapat
dipertanggungjawabkan
kebenarannya, diperoleh dari
pengamatan langsung.
2 Murid merangkum bahwa Bermakna / Meaningful
data dapat berupa angka
maupun non-angka.
PENUTUP (10 Menit)
1 Guru memandu refleksi Menggembirakan / Joyful
interaktif di PID. Guru
menayangkan kalimat,
murid menebak 'Data
Angka', 'Data Bukan Angka',
atau 'Fakta Umum'.
2 Guru memandu refleksi diri Kesadaran Diri - PSE
pemahaman materi
mengenai kemudahan
membedakan data dan fakta.
3 Guru menyampaikan Mandiri
penugasan mandiri
sederhana dan menutup
kegiatan dengan doa serta
salam.

2. Asesmen Pembelajaran
Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran Pertanyaan pemantik lisan mengenai realitas
dan fakta angka di sekitar murid.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Lembar observasi diskusi kelompok
(Gotong Royong & Bernalar Kritis),
ketepatan klasifikasi data di tabel.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Penilaian LKPD (menemukan data pada
paragraf) dan tebak kalimat interaktif di
PID.

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

[Link] Lestari, [Link] Maulana Reza Palevi, [Link]


NIP.196906051994032007 NIP.199803292025211078

LAMPIRAN 1
BAHAN AJAR
Menemukan Data dalam Teks Laporan Hasil Observasi
Membaca
Sebuah teks laporan hasil observasi mengandung data. Data merupakan informasi yang dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di dalam laporan hasil observasi, data berisi fakta
yang sesuai dengan topik yang diangkat. Semua data dalam teks laporan hasil observasi
diperoleh dari hasil pengamatan langsung.
Perhatikan beberapa data yang ada dalam laporan hasil observasi 'Penumpang Bus Kota'
berikut.
Tabel 1.2 Data Laporan Hasil Observasi 'Penumpang Bus Kota'
No. Data Terletak di Paragraf
1. Seorang laki-laki berumur pertama
sekitar 50 tahun dan
mengenakan kemeja biru
sedang berbicara melalui
ponsel.
2. Seorang ibu hamil duduk kedua
sekitar satu meter dari
peserta didik.
3. Seorang ibu memangku anak kedua
balita duduk di dalam bus.
4. Seorang penyandang kedua
disabilitas duduk sambil
menyandarkan kruknya di
kursi.
5. Ibu hamil, ibu dengan anak ketiga
balita, dan seorang laki-laki
penyandang disabilitas
merupakan penumpang
prioritas.

Semua data tersebut diperoleh dari hasil pengamatan terhadap penumpang bus kota. Setelah
data yang dibutuhkan berhasil dikumpulkan, hasil pengamatan dapat disusun dan ditulis
menjadi sebuah laporan.

Jelajah Kata (Data dan Fakta)


Pada bagian ini kalian menemukan dua kata utama, yaitu data dan fakta. Dalam kehidupan
sehari-hari makna kedua kata ini kadang saling tertukar. Meskipun tampak mirip, data dan
fakta memiliki perbedaan. Mari melihat perbedaan keduanya.

Data Fakta
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
data merupakan kumpulan informasi atau fakta adalah hal (keadaan, peristiwa) yang
keterangan yang benar dan nyata. merupakan kenyataan atau yang benar-benar
Data dibedakan menjadi dua, yaitu data terjadi.
berbentuk angka dan tidak berbentuk angka.
1. Data berbentuk angka
Contohnya: Bus yang dimiliki
perusahaan TransKota berjumlah 45
buah.
2. Data tidak berbentuk angka
Contohnya: Pemilik perusahaan
Transkota bernama Irwan Jaya.

Kalian dapat lebih memahami perbedaan antara data dan fakta melalui contoh-contoh kalimat
berikut.
Contoh kalimat mengandung data:
 Bus yang dimiliki TransKota berjumlah 45 buah.
 Dengan uang 15 juta rupiah, orang dapat memiliki sepeda motor baru.
Contoh kalimat mengandung fakta:
 Warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas dan sudah memiliki Surat Izin
Mengemudi (SIM) boleh mengendarai sepeda motor.
 Sepeda motor adalah alat transportasi roda dua yang digerakkan oleh mesin.
LAMPIRAN 2
MEDIA AJAR
Media Presentasi Interaktif (PPT/Canva)
Media presentasi digunakan pada Tahap 1 (Stimulation) dan Tahap 3 (Data Collection). Slide
presentasi memuat visualisasi perbedaan Data dan Fakta, serta bentuk tabel 'Penumpang Bus
Kota' secara interaktif.
Papan Interaktif Digital (PID) - Game 'Data vs Fakta'
Game interaktif ini digunakan pada tahap penutup untuk refleksi pembelajaran. Guru
menayangkan kalimat melalui proyektor/PID, dan murid harus merespons secara lisan
dengan cepat menebak jenis kalimat.
No. Kalimat yang Ditayangkan Kunci Jawaban
1. Di perpustakaan sekolah Data (Berbentuk Angka)
terdapat 350 judul buku
cerita fiksi.
2. Buku adalah sumber ilmu Fakta (Keadaan/kenyataan
pengetahuan bagi pelajar. umum)
3. Ketua OSIS SMP kita saat Data (Tidak Berbentuk
ini bernama Budi Santoso. Angka)
4. Air mendidih pada suhu 100 Fakta (Kenyataan Sains)
derajat Celcius pada tekanan
atmosfer normal.
LAMPIRAN 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Kelompok :..............................................................
Anggota Kelompok :
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
Kelas : ..............................................................
Petunjuk Pengerjaan
Bacalah teks observasi singkat di bawah ini dengan saksama bersama anggota kelompokmu.
Temukan data-data yang terdapat dalam teks tersebut. Salin dan tuliskan data yang kalian
temukan ke dalam tabel pengamatan, serta tentukan letak paragrafnya.
Teks Observasi: Kondisi Perpustakaan Sekolah
Paragraf 1: Perpustakaan SMP Cerdas Ceria memiliki ruangan yang cukup luas dan bersih.
Terdapat 10 rak buku besar yang berjajar rapi di bagian tengah ruangan. Setiap rak kayu
tersebut dicat dengan warna cokelat tua.
Paragraf 2: Di sudut kiri ruangan, terdapat seorang siswa laki-laki berkacamata sedang
membaca buku sejarah. Di bagian kanan ruangan, berjajar 5 meja baca panjang. Pada meja
nomor tiga, terlihat tumpukan sekitar 12 buku ensiklopedia yang baru saja selesai dibaca.

Lembar Jawaban: Menemukan Data


No. Data Hasil Pengamatan Terletak di Paragraf
1.
2.
3.
4.
LAMPIRAN 4
INSTRUMEN PENILAIAN
Penilaian Sikap (Observasi Profil Pelajar Pancasila)
Teknik: Observasi selama kegiatan diskusi kelompok dan presentasi. Aspek yang
dinilai: Gotong Royong dan Bernalar Kritis.
No Nama Peserta Didik Gotong Royong (1- Bernalar Kritis (1-4)
4)
1
2
3
4
5

Penilaian Pengetahuan & Keterampilan (LKPD & Presentasi)


Kriteria Sangat Baik (4) Cukup (2-3) Perlu Bimbingan (1)
Penemuan Data Mampu menemukan Mampu menemukan Hanya menemukan 1
dalam Teks 4 data dari teks dan 2-3 data dari teks data atau gagal
menentukan dengan cukup membedakan data.
paragrafnya secara akurat.
akurat.
Klasifikasi Data dan Mampu Sesekali masih Sangat kesulitan
Fakta membedakan dengan tertukar antara membedakan konsep
jelas data kalimat data dan data dan fakta.
(angka/bukan angka) fakta.
dengan fakta.
Presentasi Menyampaikan hasil Menyampaikan hasil Membaca teks
Kelompok dengan sangat dengan cukup jelas secara pasif, suara
percaya diri, meski masih terlihat tidak terdengar jelas.
artikulasi jelas, dan ragu-ragu.
santun.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan :SMP Negeri 1 Kebakkramat


Nama Guru :Maulana Reza Palevi, [Link]
Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Fase :VIII (Delapan) / D
Tahun Pelajaran :2026/2027
Materi :Struktur Teks Laporan Hasil Observasi (LHO)
Alokasi Waktu :2 JP (2 x 40 menit)

A. Identifikasi Murid
1. Murid sudah mampu membedakan antara data dan fakta dalam teks observasi, namun
masih perlu dibimbing untuk memahami sistematika dan alur karangan secara utuh.
2. Murid perlu difasilitasi untuk mengidentifikasi bagian mana dari teks yang berisi
pengenalan umum, bagian rincian objek, dan bagian kesimpulan.
3. Murid terbiasa membaca informasi dari berbagai sumber, sehingga mampu menerapkan
keterampilan membaca cermat untuk memilah informasi ke dalam struktur yang sesuai.
4. Murid siap berkolaborasi dalam kelompok untuk membedah teks laporan yang lebih
kompleks, seperti teks 'Bendi di Kota Padang'.
B. Materi Pelajaran
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) menurut Anderson (2003) yang terbagi
menjadi tiga bagian: 1) Pembuka (definisi umum) yang berisi pengenalan objek, 2) Isi
(deskripsi bagian) yang membahas objek secara rinci dan memuat fakta, serta 3) Penutup
(simpulan) yang berisi kesimpulan mengenai objek yang diamati.

C. Dimensi Profil Lulusan / Profil Pelajar Pancasila


Dimensi Profil Lulusan Implementasi dalam Pembelajaran
DPL 1: Beriman, Bertakwa kepada Murid mensyukuri keberadaan transportasi
Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia tradisional dan kekayaan budaya lokal yang
menjadi objek observasi.
DPL 3: Bernalar Kritis Murid menganalisis paragraf demi paragraf
dari teks LHO dan menentukan letak
struktur pembuka, isi, dan penutup dengan
alasan yang logis.
DPL 4: Kreatif Murid memetakan dan menyajikan hasil
analisis struktur teks ke dalam format tabel
secara rapi dan sistematis.
DPL 5: Gotong Royong / Kolaborasi Murid berdiskusi aktif dalam kelompok
untuk membedah teks 'Bendi di Kota
Padang' dan menyatukan pandangan
mengenai struktur teks.
DPL 6: Mandiri Murid bertanggung jawab dalam membaca
teks secara mandiri sebelum berdiskusi
kelompok.

D. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai tipe teks audio visual
dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu
mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan
atau pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan
tersirat. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual
yang dibaca dan dipirsa.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan
untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan
dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis
untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.

2. Lintas Disiplin Ilmu


 IPS: Mengamati perkembangan alat transportasi tradisional seperti bendi di Kota
Padang sebagai bagian dari sejarah dan sosial budaya.
 Informatika: Memanfaatkan media digital untuk presentasi dan mencari referensi
teks LHO lainnya.
3. Tujuan Pembelajaran
 Melalui penjelasan guru dan membaca bahan ajar, peserta didik mampu memahami
tiga struktur utama teks LHO (Pembuka, Isi, Penutup) dengan benar.
 Melalui kegiatan diskusi kelompok, peserta didik mampu mengidentifikasi struktur
teks LHO 'Bendi di Kota Padang' dengan kritis.
 Melalui pembedahan teks, peserta didik mampu membuktikan setiap bagian struktur
teks dengan mengutip kalimat yang relevan dari teks secara tepat.
 Melalui kegiatan presentasi, peserta didik mampu menyajikan hasil analisis struktur
teks LHO dengan percaya diri dan santun.
4. Topik Pembelajaran
Mengenal Struktur Teks Laporan Hasil Observasi (LHO)

5. Praktik Pedagogis
 Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam / Deep Learning.
 Model Pembelajaran: Discovery Learning.
 Metode Pembelajaran: Membaca teks, bedah paragraf, diskusi kelompok, presentasi,
refleksi permainan tebak struktur.
6. Kemitraan Pembelajaran
 Guru IPS: Berdiskusi mengenai sejarah alat transportasi lokal sebagai bahan
referensi teks.
 Pustakawan: Menyediakan akses pada literatur atau artikel terkait laporan observasi
wisata/transportasi.
 Teman Sebaya: Saling mengevaluasi hasil klasifikasi paragraf berdasarkan struktur
teks LHO.
7. Lingkungan Pembelajaran
 Lingkungan Fisik: Penataan meja berkelompok (4-5 siswa) untuk mempermudah
kegiatan bedah teks secara kolaboratif.
 Lingkungan Virtual/Digital: Penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) untuk
menampilkan tabel analisis teks secara visual.
 Lingkungan Budaya / Sosio-Emosional: Mendorong siswa menghargai pelestarian
budaya lokal seperti bendi, serta saling mendengarkan argumen dalam diskusi.
8. Pemanfaatan Digital
 Slide presentasi interaktif (Canva/PPT) yang memuat ilustrasi bagian-bagian struktur
teks.
 Aplikasi kuis interaktif di PID untuk permainan tebak 'Bagian Apakah Ini?'.
E. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pengalaman Belajar
No. Alur Pembelajaran Keterangan / Nilai yang
Dikembangkan
AWAL (10 Menit)
1 Guru membuka DPL: Keimanan dan
pembelajaran dengan salam, Ketakwaan
memeriksa kesiapan kelas,
dan mengajak murid berdoa
bersama.
2 Guru melakukan apersepsi Manajemen Diri - PSE
dengan bertanya: 'Ibarat
sebuah rumah, ada teras,
ruang tamu, dan pintu
belakang. Begitu juga teks
laporan, ia memiliki susunan
agar rapi. Ada yang tahu apa
saja bagiannya?'
3 Murid merespons, dan guru Berkesadaran / Mindful
mengaitkan jawaban murid
dengan pentingnya struktur
teks agar informasi
tersampaikan dengan jelas.
4 Guru menyampaikan tujuan Bermakna / Meaningful
pembelajaran hari ini terkait
Mengenal Struktur Teks
LHO.
INTI (60 Menit)
Tahap 1: Pemberian Rangsangan (Stimulation)
1 Guru menampilkan contoh Menggembirakan / Joyful
tabel analisis struktur teks
'Penumpang Bus Kota' di
PID.
2 Murid mengamati tabel Berkesadaran / Mindful
tersebut dan memperhatikan
bagaimana sebuah teks
dipotong menjadi bagian
Pembuka, Isi, dan Penutup.
3 Guru memberikan DPL: Bernalar Kritis
pertanyaan pemantik:
'Mengapa paragraf pertama
disebut pembuka, dan
paragraf terakhir disebut
penutup?'
Tahap 2: Identifikasi Masalah (Problem Statement)
1 Guru bertanya: 'Ciri-ciri DPL: Bernalar Kritis
kalimat apa saja yang
biasanya ada di bagian
pembuka, isi, dan simpulan?'
2 Murid mendiskusikan bahwa Kemampuan Berelasi - PSE
pembuka biasanya berisi
definisi, isi berisi rincian
fakta, dan penutup berisi
kesimpulan.
Tahap 3: Pengumpulan Data (Data Collection)
1 Guru memaparkan materi Bermakna / Meaningful
bahwa struktur teks LHO
dibagi tiga (Anderson,
2003): Definisi umum,
Deskripsi bagian, dan
Simpulan.
2 Guru membagikan LKPD Manajemen Diri - PSE
yang berisi teks LHO utuh
berjudul 'Bendi di Kota
Padang'.
Tahap 4: Pengolahan Data (Data Processing)
1 Guru membagi murid ke Kolaboratif
dalam kelompok kecil
beranggotakan 4-5 orang.
2 Murid secara berkelompok DPL: Gotong Royong /
membaca teks 'Bendi di Kolaborasi
Kota Padang' dan
menentukan bagian paragraf
mana yang merupakan
Pembuka, Isi, dan Penutup.
3 Murid menuliskan bukti DPL: Bernalar Kritis
kalimat dari teks untuk
mendukung analisis
klasifikasi struktur mereka
di tabel LKPD.
4 Guru berkeliling Kesadaran Sosial - PSE
memberikan bimbingan,
khususnya memastikan
murid membedakan antara
paragraf definisi umum dan
deskripsi sejarah/rincian.
Tahap 5: Pembuktian (Verification)
1 Perwakilan kelompok Komunikatif
mempresentasikan hasil
analisis struktur teks Bendi
di depan kelas.
2 Kelompok lain menanggapi Kemampuan Berelasi - PSE
dan berdiskusi jika ada
perbedaan penentuan
paragraf (misal: apakah
paragraf 2 masuk pembuka
atau isi).
3 Guru memberikan Kesadaran Diri - PSE
konfirmasi bahwa paragraf 2
hingga 5 merupakan bagian
deskripsi (Isi) karena
memuat fakta spesifik
sejarah, lokasi, tarif, dan
rute.
Tahap 6: Menarik Kesimpulan (Generalization)
1 Murid bersama guru Prinsip: Komunikatif, Kritis
menyimpulkan 3 bagian
utama teks LHO beserta
fungsi masing-masing
bagian.
2 Murid merangkum bahwa Bermakna / Meaningful
struktur yang runtut
memudahkan pembaca
memahami laporan hasil
observasi.
PENUTUP (10 Menit)
1 Guru memandu refleksi Menggembirakan / Joyful
interaktif di PID: Guru
menampilkan potongan
paragraf acak, murid
berlomba menebak
'Pembuka!', 'Isi!', atau
'Penutup!'.
2 Guru memberikan apresiasi Kesadaran Diri - PSE
atas keberhasilan murid
membedah teks.
3 Guru menutup kegiatan Mandiri
pembelajaran dengan doa
dan salam.

2. Asesmen Pembelajaran
Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran Pertanyaan pemantik lisan mengenai
susunan sebuah teks karangan.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Lembar observasi diskusi kelompok,
keaktifan saat berargumen tentang struktur
teks.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Penilaian hasil kerja kelompok (Tabel
Analisis Struktur Teks 'Bendi di Kota
Padang').

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

[Link] Lestari, [Link] Maulana Reza Palevi, [Link]


NIP.196906051994032007 NIP.199803292025211078
LAMPIRAN 1
BAHAN AJAR
Mengenal Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
Sebuah teks laporan hasil observasi memiliki struktur. Struktur berarti susunan. Anderson
(2003) membagi struktur teks laporan hasil observasi atas tiga bagian yaitu:
1. Pembuka (definisi umum). Bagian ini berada di awal teks dan berisi pengenalan mengenai
objek yang diamati.
2. Isi (deskripsi bagian). Bagian ini membahas objek yang diamati. Bagian ini mengandung
fakta yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
3. Penutup (simpulan). Bagian yang berisi kesimpulan tentang objek yang diamati.

Contoh Analisis Struktur Teks


Tabel 1.3 Analisis Struktur Teks 'Penumpang Bus Kota'
No. Bagian Teks Kalimat dalam Teks
1. Pembuka Bus kota adalah alat
(definisi umum). transportasi umum atau
transportasi publik yang
digunakan antara satu
tempat ke tempat lain dalam
suatu area perkotaan...
2. Isi Seorang ibu hamil duduk
(deskripsi bagian). sekitar satu meter dari
peserta didik tersebut. Tepat
di depan peserta didik itu,
seorang ibu lain duduk
sembari memangku anak
balitanya...
3. Penutup Penumpang prioritas
(simpulan). merupakan penumpang yang
didahulukan untuk
mendapatkan tempat duduk
dalam transportasi umum,
seperti bus kota, pesawat
terbang, dan kereta api.

Teks Laporan Hasil Observasi: Bendi di Kota Padang


Paragraf 1: Bendi adalah salah satu alat transportasi tradisional yang ditarik oleh kuda yang
masih digunakan di Kota Padang. Bendi ada yang beroda dua, tiga, atau empat. Bendi
dikendalikan oleh seorang kusir dengan cara menarik tali kekang. Tali kekang bermanfaat
untuk mengatur langkah kuda dalam menjaga keseimbangan posisi penumpang ataupun
barang yang ada di atas bendi.
Paragraf 2: Bendi pertama kali ditemukan oleh sarjana Hindia Belanda bernama Charles
Theodore Deeleman. Di beberapa daerah lain di Indonesia bendi dikenal dengan sebutan
delman sesuai dengan nama penemunya. Di Pulau Jawa, bendi dikenal dengan sebutan dokar,
andong, dan kahar atau keretek. Di Nusa Tenggara Barat bendi dikenal dengan sebutan
cidomo.
Paragraf 3: Di Kota Padang, bendi sudah digunakan sejak akhir abad ke-18, tepatnya tahun
1892. Alat transportasi ini pernah menjadi alat transportasi primadona di Kota Padang dan
kota-kota lain di Sumatra Barat, seperti Bukittinggi dan Payakumbuh. Sampai saat ini, bendi
masih tetap diminati meskipun tidak seprimadona dahulu.
Paragraf 4: Pangkalan bendi terletak di perempatan jalan Pasar Raya Padang. Pangkalan itu
merupakan tempat terjadinya tawar-menawar tarif, waktu, dan rute perjalanan antara
penumpang dan kusir bendi. Tarif bendi berkisar antara Rp50.000,00 sampai dengan
Rp100.000,00 per 30 menit. Tarif tersebut merupakan standar umum tarif bendi di Kota
Padang.
Paragraf 5: Berdasarkan observasi, saat ini bendi bermanfaat sebagai alat transportasi jarak
dekat di Kota Padang, yaitu rute pendek seperti Pasar Raya-Jati, Pasar Raya-Purus... Selain
itu, bendi juga bermanfaat sebagai alat transportasi untuk menyusuri tempat wisata di Kota
Padang... Wisatawan menikmati aneka jajanan kuliner sambil ber-selfie ria menunggu sunset
pada sore hari di Pantai Padang.
Paragraf 6: Demikian, bendi menjadi salah satu alat transportasi pilihan bagi wisatawan saat
berkunjung ke Kota Padang. Wisatawan dapat berjalan-jalan mengitari Kota Padang dengan
bendi. Oleh karena itu, bendi masih tetap eksis sampai sekarang.
LAMPIRAN 2
MEDIA AJAR
1. Media Presentasi Interaktif (PPT/Canva)
Media presentasi digunakan untuk memaparkan teori struktur teks dari Anderson (2003) dan
mencontohkan hasil analisis teks 'Penumpang Bus Kota'.
2. Papan Interaktif Digital (PID) - Game 'Tebak Struktur'
Guru menayangkan potongan paragraf acak dari berbagai teks observasi. Murid berlomba
menebak apakah itu bagian Pembuka, Isi, atau Penutup.
No. Potongan Teks Kunci Jawaban Struktur
1. Harimau sumatra (Panthera Pembuka (Definisi Umum)
tigris sumatrae) adalah
subspesies harimau asli
Pulau Sumatra yang
populasinya semakin
terancam.
2. Berat badan harimau Isi (Deskripsi Bagian)
sumatra jantan dewasa dapat
mencapai 140 kg dengan
panjang 2,4 meter dari
kepala hingga ekor.
3. Dapat disimpulkan bahwa Penutup (Simpulan)
pelestarian harimau sumatra
sangat penting untuk
menjaga keseimbangan
rantai makanan di ekosistem
hutan.
LAMPIRAN 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Kelompok :..............................................................
Anggota Kelompok :
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
Kelas : ..............................................................
Petunjuk Pengerjaan
1. Bacalah teks observasi berjudul 'Bendi di Kota Padang' (pada bahan ajar) dengan
saksama bersama kelompokmu.
2. Tentukan paragraf mana yang termasuk dalam bagian Pembuka, Isi, dan Penutup.
Tulislah bukti kalimat singkat dari paragraf tersebut ke dalam tabel berikut.

Lembar Jawaban Analisis Struktur Teks 'Bendi di Kota Padang'


Bagian Teks Terletak di Paragraf Ke- Kutipan Kalimat Bukti
Pembuka (Definisi Umum)
Isi (Deskripsi Bagian)
Penutup (Simpulan)
LAMPIRAN 4
INSTRUMEN PENILAIAN
Penilaian Sikap (Observasi Profil Pelajar Pancasila)
Teknik: Observasi selama kegiatan diskusi kelompok dan presentasi. Aspek yang
dinilai: Gotong Royong dan Bernalar Kritis.
No Nama Peserta Didik Gotong Royong (1- Bernalar Kritis (1-4)
4)
1
2
3
4
5

Penilaian Pengetahuan & Keterampilan (LKPD & Presentasi)


Kriteria Sangat Baik (4) Cukup (2-3) Perlu Bimbingan (1)
Identifikasi Struktur Mampu menentukan Terdapat 1-2 Salah secara
Teks paragraf untuk ke-3 kesalahan dalam keseluruhan dalam
struktur (Pembuka, mengklasifikasikan menentukan letak
Isi, Penutup) tanpa letak paragraf. struktur.
kesalahan.
Pemberian Bukti Kutipan kalimat Kutipan kalimat Tidak menyertakan
Kalimat sangat relevan dan kurang tepat atau kutipan kalimat
membuktikan ciri- kurang bukti.
ciri struktur bagian merepresentasikan
teks. bagiannya.
Presentasi Menyampaikan hasil Menyampaikan hasil Membaca teks
Kelompok dengan sangat dengan cukup jelas secara pasif, suara
percaya diri, meski masih terlihat tidak terdengar jelas.
artikulasi jelas, dan ragu-ragu.
santun.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan :SMP Negeri 1 Kebakkramat


Nama Guru :Maulana Reza Palevi, [Link]
Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Fase :VIII (Delapan) / D
Tahun Pelajaran :2026/2027
Materi :Mengidentifikasi Paragraf Deskripsi dan Eksposisi dalam Teks LHO
Alokasi Waktu :2 JP (2 x 40 menit)

A. Identifikasi Murid
1. Murid sudah mampu membaca teks Laporan Hasil Observasi (LHO) secara umum,
namun masih kesulitan membedakan gaya penyampaian penulis yang bersifat
menggambarkan (deskripsi) dengan yang memaparkan informasi (eksposisi).
2. Murid cenderung menyamaratakan semua paragraf berisi fakta sebagai paragraf yang
sama, padahal tujuannya bisa berbeda (merangsang pancaindra vs menambah
pengetahuan).
3. Murid terbiasa dengan teks visual dan imajinatif, sehingga mereka dapat dibimbing
untuk membedakan 'kata kunci' spesifik dari setiap jenis paragraf.
4. Murid antusias saat diajak menganalisis sesuatu secara konkret dan bekerja sama dalam
kelompok kecil.
B. Materi Pelajaran
Mengidentifikasi Paragraf Deskripsi dan Eksposisi dalam Laporan Hasil Observasi (LHO).
Materi meliputi definisi Paragraf Deskripsi (menggambarkan suatu keadaan secara detail
sehingga pembaca dapat melihat, membayangkan, dan merasakan), definisi Paragraf
Eksposisi (menjelaskan sebuah informasi, maksud, dan tujuan), serta kata kunci
perbedaannya ('menggambarkan' vs 'informasi').
C. Dimensi Profil Lulusan / Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Profil Lulusan Implementasi dalam Pembelajaran
DPL 1: Beriman, Bertakwa kepada Murid menggunakan tutur kata yang baik
Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia dan santun saat berdiskusi dan
menyampaikan argumen mengenai jenis
paragraf.
DPL 3: Bernalar Kritis Murid menganalisis isi paragraf untuk
menemukan kata kunci dan memutuskan
apakah paragraf tersebut bertujuan
mendeskripsikan atau mengeksposisikan
informasi.
DPL 4: Kreatif Murid menyajikan hasil temuan analisis
jenis paragraf beserta alasannya secara
sistematis.
DPL 5: Gotong Royong / Kolaborasi Murid bekerja sama dalam kelompok untuk
menyelesaikan LKPD terkait
pengklasifikasian paragraf deskripsi dan
eksposisi.
DPL 6: Mandiri Murid bertanggung jawab secara mandiri
untuk memahami materi dasar sebelum
masuk ke diskusi kelompok.

D. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai tipe teks audio visual
dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan
atau pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan
tersirat. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual
yang dibaca dan dipirsa.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan
untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan
dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis
untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.

2. Lintas Disiplin Ilmu


 Seni Budaya: Memahami teknik penggambaran (deskripsi) yang merangsang
pancaindra layaknya sebuah lukisan visual.
 IPS: Mengolah pemaparan informasi faktual (eksposisi) terkait fenomena sosial atau
transportasi di masyarakat.
3. Tujuan Pembelajaran
 Melalui kegiatan pengamatan teks, peserta didik mampu merumuskan pengertian
paragraf deskripsi dan paragraf eksposisi dengan tepat.
 Melalui diskusi dan analisis kata kunci, peserta didik mampu membedakan tujuan
paragraf deskripsi (menggambarkan) dengan paragraf eksposisi (memberi
informasi).
 Melalui penugasan LKPD, peserta didik mampu mengklasifikasikan 4 paragraf teks
observasi ke dalam jenis deskripsi atau eksposisi beserta alasan yang kritis.
 Melalui kegiatan presentasi, peserta didik mampu menyampaikan hasil klasifikasi
paragraf dengan argumentasi yang santun dan logis.
4. Topik Pembelajaran
Mengidentifikasi Paragraf Deskripsi dan Eksposisi dalam Teks LHO

5. Praktik Pedagogis
 Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam / Deep Learning.
 Model Pembelajaran: Discovery Learning.
 Metode Pembelajaran: Membaca komparatif, analisis kata kunci, diskusi kelompok,
presentasi, refleksi.
6. Kemitraan Pembelajaran
 Guru IPS: Bekerja sama menyajikan teks informatif/eksposisi tentang fenomena
sosial.
 Pustakawan: Menyediakan teks laporan ensiklopedia sebagai contoh bacaan
eksposisi.
 Teman Sebaya: Melakukan peer-review terhadap alasan penentuan jenis paragraf di
LKPD.
7. Lingkungan Pembelajaran
 Lingkungan Fisik: Penataan kelas bentuk kelompok (4-5 siswa) untuk memfasilitasi
diskusi teks secara langsung.
 Lingkungan Virtual/Digital: Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) untuk
memvisualisasikan beda kata kunci 'menggambarkan' dan 'menginformasikan'.
 Lingkungan Budaya / Sosio-Emosional: Membangun budaya literasi kritis dimana
murid tidak hanya membaca, tetapi meresapi tujuan penulisan sebuah paragraf.

Pemanfaatan Digital
 Slide presentasi interaktif (Canva/PPT) yang memuat ilustrasi pancaindra untuk
deskripsi dan ikon ensiklopedia untuk eksposisi.
 Aplikasi game interaktif kuis tebak jenis paragraf di Papan Interaktif Digital.
E. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pengalaman Belajar
No. Alur Pembelajaran Keterangan / Nilai yang
Dikembangkan
AWAL (10 Menit)
1 Guru membuka DPL: Keimanan dan
pembelajaran dengan salam, Ketakwaan
memeriksa kesiapan kelas,
dan mengajak murid berdoa.
2 Guru melakukan apersepsi: Berkesadaran / Mindful
'Jika Ibu menceritakan
bentuk sepeda motor yang
berwarna merah dan punya
keranjang, apakah kalian
bisa membayangkannya?
Kalau Ibu menceritakan cara
kerja mesin motor, apakah
kalian membayangkannya
atau justru mendapat ilmu
baru?'
3 Murid merespons perbedaan Manajemen Diri - PSE
antara 'membayangkan
bentuk' dengan 'mendapat
ilmu/informasi'.
4 Guru menyampaikan tujuan Bermakna / Meaningful
pembelajaran mengenai
Paragraf Deskripsi dan
Eksposisi.
INTI (60 Menit)
Tahap 1: Pemberian Rangsangan (Stimulation)
1 Guru menayangkan dua Menggembirakan / Joyful
paragraf berdampingan di
PID. Satu paragraf
mendeskripsikan suasana
bus kota yang penuh sesak
(deskripsi), satu paragraf
menjelaskan sejarah
penemuan Bendi (eksposisi).
2 Murid membaca dan Berkesadaran / Mindful
membandingkan sensasi saat
membaca kedua teks
tersebut.
3 Guru memberikan DPL: Bernalar Kritis
tantangan: 'Teks mana yang
membuat kalian merasa
seperti sedang melihat
langsung kejadiannya?'
Tahap 2: Identifikasi Masalah (Problem Statement)
1 Guru memunculkan DPL: Bernalar Kritis
masalah: 'Apa ciri khas
kalimat yang digunakan
penulis agar kita bisa seolah-
olah melihat suatu objek
(deskripsi) dibandingkan
dengan kalimat yang hanya
memaparkan pengetahuan
(eksposisi)?'
2 Murid mendiskusikan bahwa Kemampuan Berelasi - PSE
teks deskripsi banyak
menggunakan rincian yang
melibatkan pancaindra.
Tahap 3: Pengumpulan Data (Data Collection)
1 Guru menjelaskan materi Bermakna / Meaningful
inti berdasarkan buku
referensi mengenai
pengertian dan kata kunci
Paragraf Deskripsi
('menggambarkan') dan
Eksposisi ('informasi').
2 Guru membagikan LKPD Manajemen Diri - PSE
yang berisi 4 potongan
paragraf berbeda mengenai
sepeda motor, suasana bus,
dan sepeda.
Tahap 4: Pengolahan Data (Data Processing)
1 Guru membagi murid ke Kolaboratif
dalam kelompok kecil
beranggotakan 4-5 orang.
2 Murid secara berkelompok DPL: Gotong Royong /
menganalisis 4 paragraf di Kolaborasi
LKPD, menentukan apakah
itu paragraf Deskripsi atau
Eksposisi.
3 Murid menuliskan alasan DPL: Bernalar Kritis
analisis mereka berdasarkan
keberadaan rincian detail
atau paparan uraian
informasi.
4 Guru berkeliling Kesadaran Sosial - PSE
memberikan bimbingan,
memancing murid untuk
mencari kata kunci dari
masing-masing paragraf.
Tahap 5: Pembuktian (Verification)
1 Perwakilan kelompok Komunikatif
mempresentasikan hasil
klasifikasi 4 paragraf
tersebut di depan kelas.
2 Kelompok lain memberikan Kemampuan Berelasi - PSE
tanggapan. Terutama
berdiskusi pada paragraf
yang membingungkan.
3 Guru meluruskan dan Kesadaran Diri - PSE
memberikan konfirmasi
jawaban yang tepat beserta
analisis kata kuncinya.
Tahap 6: Menarik Kesimpulan (Generalization)
1 Murid menyimpulkan Prinsip: Komunikatif, Kritis
perbedaan utama: Deskripsi
fokus pada penggambaran
detail agar pembaca bisa
merasakan/melihat,
sedangkan Eksposisi fokus
pada penyampaian informasi
faktual untuk menambah
pengetahuan.
2 Murid menyadari bahwa Bermakna / Meaningful
sebuah Laporan Hasil
Observasi bisa memuat
kedua jenis paragraf ini
untuk saling melengkapi.
PENUTUP (10 Menit)
1 Guru memandu game Menggembirakan / Joyful
refleksi cepat di PID:
'Deskripsi atau Eksposisi?'.
Guru membacakan satu
kalimat, murid mengangkat
tangan dan menjawab
jenisnya.
2 Guru memandu refleksi diri Kesadaran Diri - PSE
pemahaman materi hari ini.
3 Guru menutup kegiatan Mandiri
dengan doa dan salam.

2. Asesmen Pembelajaran
Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran Pertanyaan pemantik lisan membedakan
pengalaman 'membayangkan' dan
'mendapatkan ilmu'.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Lembar observasi aktivitas diskusi
kelompok (Gotong Royong & Bernalar
Kritis).
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Penilaian LKPD (Ketepatan klasifikasi 4
paragraf Deskripsi/Eksposisi) dan alasan
pendukungnya.

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

[Link] Lestari, [Link] Maulana Reza Palevi, [Link]


NIP.196906051994032007 NIP.199803292025211078
LAMPIRAN 1
BAHAN AJAR
Mengidentifikasi Paragraf Deskripsi dan Eksposisi dalam LHO
Semua teks laporan hasil observasi menampilkan data pengamatan dalam paragraf berjenis
deskripsi dan eksposisi. Paragraf deskripsi bertujuan menggambarkan suatu hal secara detail,
sedangkan paragraf eksposisi bertujuan menguraikan atau menyampaikan sebuah informasi.

1. Paragraf Deskripsi
 Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu hal dengan terperinci
dan detail, seperti dapat dilihat, didengar, dicium, diraba, dan dirasakan.
Kata Kunci: Menggambarkan.
 Tujuan: Menggambarkan suatu keadaan secara detail sehingga pembaca dapat melihat,
membayangkan, dan merasakan apa yang sedang dideskripsikan.
 Contoh Paragraf Deskripsi (dari teks 'Penumpang Bus Kota'):
"Tepat di depan peserta didik berseragam SMP itu, seorang ibu lain duduk sembari
memangku anak balitanya. Tidak jauh dari ibu itu, duduk seorang laki-laki penyandang
disabilitas atau difabel dengan kruk yang disandarkan pada kursi."
2. Paragraf Eksposisi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), eksposisi berarti uraian atau paparan yang
bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan sebuah karangan. Jadi, paragraf eksposisi adalah
paragraf yang memaparkan informasi, maksud, dan tujuan tertentu agar pembaca
memperoleh tambahan pengetahuan.
Kata Kunci: Informasi.
Tujuan: Menjelaskan sebuah informasi tentang suatu hal.
Contoh Paragraf Eksposisi 1 (Teks 'Sepeda Motor di Indonesia'):
"Sepeda motor adalah alat transportasi roda dua yang digerakkan oleh mesin. Ada bermacam-
macam tipe sepeda motor. Ada sepeda motor jenis sport yang berkecepatan tinggi, bersuara
bising, dan biasa digunakan oleh pembalap. Ada sepeda motor skuter matik yang dapat hidup
otomatis tanpa menggunakan operan gigi manual. Ada sepeda motor bebek manual tanpa
kopling. Ada sepeda motor trail yang biasa digunakan di medan berat/off road. Terakhir, ada
sepeda motor cruiser yang dikenal dengan motor gede (moge) yang berkecepatan tinggi."
Contoh Paragraf Eksposisi 2 (Teks 'Bendi di Kota Padang'):
"Bendi pertama kali ditemukan oleh sarjana Hindia Belanda bernama Charles Theodore
Deeleman. Di beberapa daerah lain di Indonesia bendi dikenal dengan sebutan delman sesuai
dengan nama penemunya. Di Pulau Jawa, bendi dikenal dengan sebutan dokar, andong, dan
kahar atau keretek. Di Nusa Tenggara Barat bendi dikenal dengan sebutan cidomo."
LAMPIRAN 2
MEDIA AJAR
Media Presentasi Interaktif (PPT/Canva)
Slide presentasi digunakan untuk memvisualisasikan perbedaan kedua paragraf secara
berdampingan. Visualisasi menggunakan ikon 'Mata/Pancaindra' untuk paragraf Deskripsi
dan ikon 'Buku/Informasi' untuk paragraf Eksposisi.
Papan Interaktif Digital (PID) - Game 'Deskripsi atau Eksposisi?'
Guru menayangkan kalimat tunggal, murid menjawab dengan cepat jenis paragrafnya.
No. Kalimat yang Ditayangkan Kunci Jawaban
1. Bulu kucing itu sangat halus Deskripsi
berwarna putih bersih,
dengan mata bulat berwarna
biru terang.
2. Kucing persia adalah ras Eksposisi
kucing domestik berbulu
panjang dengan karakter
wajah bulat dan moncong
pendek.
3. Gunung Bromo memiliki Eksposisi
ketinggian 2.329 meter di
atas permukaan laut dan
berada dalam empat wilayah
kabupaten.
LAMPIRAN 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Kelompok :..............................................................
Anggota Kelompok :
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
Kelas : ..............................................................
Kegiatan: Menemukan Paragraf Deskripsi dan Eksposisi dalam Teks LHO
Petunjuk: Berilah tanda centang (V) pada kolom yang sesuai dengan contoh paragraf,
kemudian tuliskan alasan logis kalian di bawah tabel!
Paragraf Deskripsi Eksposisi
1. Sepeda motor banyak
digunakan untuk pergi
bekerja karena termasuk
salah satu alat
transportasi yang hemat.
Dengan bahan bakar
seharga Rp7.800,00 per
liter, pengendara sepeda
motor bisa menempuh
jarak sejauh 47 kilometer.
Selain itu, sepeda motor
juga bermanfaat untuk
memudahkan pengendara
dalam mengakses rute-
rute sulit, gang-gang
sempit, dan jalan-jalan
yang macet untuk
mencapai tujuan.
2. Penumpang bus nomor
17 penuh sesak. Sebagian
penumpang berdiri
karena tidak
mendapatkan tempat
duduk. Beberapa
penumpang yang berdiri
bersandar pada kursi
penumpang, sementara
penumpang lainnya
memegang handle grip.
Penumpang yang duduk
ibu hamil, ibu dengan
anak balita, dan
penyandang difabel.
3. Sepeda adalah kendaraan
yang umum dipakai anak
SMP Perwira. Setiap hari
puluhan anak mengayuh
sepeda ke sekolah dan
menaruhnya di tempat
parkir khusus sepeda
yang dibangun sekolah
dua tahun lalu. Datang ke
sekolah dengan sepeda
seperti menjadi sebuah
kebanggaan. Anak-anak
yang dahulu diantar
orang tua mereka dengan
mobil atau motor, kini
memilih ke sekolah
dengan bersepeda.
4. Sepeda baru Mira
berwarna merah, punya
keranjang, dan memiliki
bangku boncengan di
bagian belakang. Bel
sepedanya terletak di
setang sebelah kanan.
Ada kaca spion kecil di
setang kiri dan kanan
yang berfungsi untuk
melihat jika ada
kendaraan dari belakang.

Tuliskan alasan kelompokmu di sini:


Alasan Paragraf 1:
..........................................................................................................................................
Alasan Paragraf 2:
..........................................................................................................................................
Alasan Paragraf 3:
..........................................................................................................................................
Alasan Paragraf 4:
..........................................................................................................................................
LAMPIRAN 4
INSTRUMEN PENILAIAN
Penilaian Sikap (Observasi Profil Pelajar Pancasila)
Teknik: Observasi selama kegiatan diskusi kelompok dan presentasi. Aspek yang dinilai:
Gotong Royong dan Bernalar Kritis.
No Nama Peserta Gotong Royong (1- Bernalar Kritis (1-
Didik 4) 4)
1
2
3
4
5

Penilaian Pengetahuan & Keterampilan (LKPD & Presentasi)


Kunci Jawaban LKPD: P1 (Eksposisi), P2 (Deskripsi), P3 (Eksposisi), P4 (Deskripsi).
Kriteria Sangat Baik (4) Cukup (2-3) Perlu Bimbingan
(1)
Klasifikasi Jenis Mampu Terdapat 1-2 Terdapat >2
Paragraf mengklasifikasikan kesalahan klasifikasi kesalahan atau gagal
4 paragraf dengan jenis paragraf. mengklasifikasikan.
tepat tanpa
kesalahan.
Ketepatan Alasan Alasan sangat kritis, Alasan cukup tepat, Alasan tidak relevan
menggunakan kata namun argumen atau tidak diisi.
kunci kurang mengaitkan
'menggambarkan' dengan kata kunci.
atau 'informasi/fakta'
dengan logis.
Presentasi Menyampaikan hasil Menyampaikan hasil Membaca teks
Kelompok dengan sangat dengan cukup jelas secara pasif, suara
percaya diri, meski masih terlihat tidak terdengar jelas.
artikulasi jelas, dan ragu-ragu.
santun.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan :SMP Negeri 1 Kebakkramat


Nama Guru :Maulana Reza Palevi, [Link]
Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Fase :VIII (Delapan) / D
Tahun Pelajaran :2026/2027
Materi :Tanda Baca dan Penulisan Kata Berbahasa Asing dan Daerah
Alokasi Waktu :2 JP (2 x 40 menit)

A. Identifikasi Murid
 Murid sering kali menulis kalimat tanpa memperhatikan penggunaan tanda baca yang
tepat, sehingga maksud tulisannya menjadi sulit dipahami atau ambigu.
 Murid sudah mengetahui beberapa tanda baca dasar (titik, koma), namun masih
bingung dalam penggunaan tanda titik dua (:) untuk perincian dan tanda titik koma (;)
sebagai pengganti kata penghubung.
 Murid sering menggunakan istilah bahasa daerah atau bahasa asing kekinian (seperti
kata 'selfie', 'seafood') dalam tulisan mereka, namun belum terbiasa menerapkan aturan
penulisan huruf miring (italics) untuk kata yang belum diserap.
 Murid antusias dalam kegiatan mengoreksi atau menyunting sebuah teks (sebagai
detektif bahasa) secara berkelompok.
B. Materi Pelajaran
Aturan Tanda Baca dan Penulisan Kata, meliputi: (1) Fungsi dan penggunaan tanda titik
(.), tanda koma (,), tanda titik dua (:), dan tanda titik koma (;). (2) Tata cara penulisan kata
dari bahasa daerah dan bahasa asing menggunakan huruf miring (italics) di dalam Teks
Laporan Hasil Observasi.

C. Dimensi Profil Lulusan / Profil Pelajar Pancasila


Dimensi Profil Lulusan Implementasi dalam Pembelajaran
DPL 1: Beriman, Bertakwa kepada Murid menyadari pentingnya keteraturan
Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia dalam berbahasa sebagai bentuk menghargai
komunikasi yang baik dengan sesama.
DPL 3: Bernalar Kritis Murid menganalisis kalimat yang belum
memiliki tanda baca dan bernalar untuk
menempatkan tanda baca secara logis agar
maknanya jelas.
DPL 4: Kreatif Murid menyusun kalimat sendiri dengan
memasukkan istilah daerah/asing yang
ditulis secara tepat menggunakan huruf
miring.
DPL 5: Gotong Royong / Kolaborasi Murid berdiskusi aktif dalam kelompok
untuk menyelesaikan lembar kerja
penyuntingan kalimat dan artikel.
DPL 6: Mandiri Murid bertanggung jawab atas pemahaman
individu mengenai kaidah ejaan bahasa
Indonesia (PUEBI/EYD).

D. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai tipe teks audio visual
dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu
mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan
atau pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan
tersirat. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual
yang dibaca dan dipirsa.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan
untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan
dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis
untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.
2. Lintas Disiplin Ilmu
Bahasa Inggris & Muatan Lokal (Bahasa Daerah): Mengidentifikasi kosakata asli dari
bahasa Inggris dan bahasa daerah untuk diterapkan aturan penulisan huruf miringnya di
dalam teks Bahasa Indonesia.

3. Tujuan Pembelajaran
 Melalui pengamatan teks tanpa tanda baca, peserta didik mampu menyadari
pentingnya pungtuasi untuk menata kata dan kalimat sehingga maksudnya mudah
dipahami.
 Melalui kegiatan diskusi, peserta didik mampu menempatkan tanda titik (.), tanda
koma (,), tanda titik dua (:), dan tanda titik koma (;) pada kalimat-kalimat yang
rumpang dengan tepat.
 Melalui pengamatan teks, peserta didik mampu mengidentifikasi kata-kata
berbahasa daerah dan asing, serta menerapkan kaidah penulisan huruf miring dengan
benar.
 Melalui pengerjaan LKPD, peserta didik mampu menyunting teks observasi dengan
kaidah kebahasaan yang sesuai ejaan secara teliti.
4. Topik Pembelajaran
Tanda Baca dan Penulisan Kata Berbahasa Asing dan Daerah dalam Teks LHO

5. Praktik Pedagogis
 Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam / Deep Learning.
 Model Pembelajaran: Discovery Learning & Problem Based Learning
(Penyuntingan Teks).
 Metode Pembelajaran: Latihan menyunting teks (editing), diskusi kelompok
silang, tanya jawab interaktif, penugasan proyek mini.
6. Kemitraan Pembelajaran
 Guru Bahasa Inggris / Guru Mulok: Memvalidasi asal usul kosakata (apakah
sudah diserap ke bahasa Indonesia atau masih murni istilah asing/daerah).
 Pustakawan: Menyediakan referensi KBBI (cetak/digital) untuk mengecek
serapan kata.
 Teman Sebaya: Bertukar hasil LKPD untuk mengoreksi letak tanda baca yang
diisikan kelompok lain.
7. Lingkungan Pembelajaran
 Lingkungan Fisik: Kelas diatur berhadapan untuk mempermudah diskusi silang
(cross-correction) antar kelompok.
 Lingkungan Virtual/Digital: Penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) untuk
menampilkan kalimat rumpang yang akan diisi tanda baca oleh murid di depan
kelas.
 Lingkungan Budaya / Sosio-Emosional: Membiasakan sikap teliti, sabar, dan
terbuka menerima koreksi dari orang lain saat tulisan disunting.
8. Pemanfaatan Digital
Papan Interaktif Digital (PID) dengan fitur drag-and-drop tanda baca ke dalam teks.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring untuk mengecek status penyerapan
kosakata asing.

E. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pengalaman Belajar
No. Alur Pembelajaran Keterangan / Nilai yang
Dikembangkan
AWAL (10 Menit)
1 Guru membuka DPL: Keimanan dan
pembelajaran dengan salam, Ketakwaan
memeriksa kesiapan kelas,
dan mengajak murid berdoa.
2 Guru menayangkan sebuah Manajemen Diri - PSE
teks tanpa tanda baca sama
sekali di PID: 'Pada hari
Minggu saya Rika dan
Tomo naik bus menuju
sekolah Jam menunjukkan
pukul sembilan pagi ketika
bus sampai...'
3 Guru menantang murid Berkesadaran / Mindful
untuk membacanya dalam
satu tarikan napas secara
lantang. Murid akan merasa
kehabisan napas dan
kebingungan menangkap
maknanya.
4 Guru menyampaikan tujuan Bermakna / Meaningful
pembelajaran hari ini:
Menggunakan tanda baca
dan menulis kata
asing/daerah dengan tepat.
INTI (60 Menit)
Tahap 1: Pemberian Rangsangan (Stimulation)
1 Guru menampilkan materi Menggembirakan / Joyful
singkat tentang fungsi tanda
titik (.), koma (,), titik dua
(:), dan titik koma (;).
2 Guru juga memperlihatkan Berkesadaran / Mindful
teks 'Bendi di Kota Padang'
dan menyoroti kata yang
dicetak miring seperti
'seafood', 'selfie', 'karupuak
kuah'.
3 Guru bertanya: 'Mengapa DPL: Bernalar Kritis
kata-kata tersebut dicetak
miring sementara kata yang
lain tegak lurus?'
Tahap 2: Identifikasi Masalah (Problem Statement)
1 Murid berdiskusi dan Kemampuan Berelasi - PSE
menyadari bahwa kata
tersebut adalah bahasa asing
(Inggris) atau bahasa daerah
(Minang).
2 Guru memunculkan DPL: Bernalar Kritis
tantangan: 'Apakah kalian
bisa menjadi penyunting
naskah (editor) yang andal
untuk memperbaiki teks
yang salah ketik?'
Tahap 3: Pengumpulan Data (Data Collection)
1 Guru memandu murid Bermakna / Meaningful
membuka buku
catatan/bahan ajar untuk
melihat pedoman tanda baca
dan pedoman penulisan
huruf miring.
2 Guru membagikan LKPD Manajemen Diri - PSE
yang berisi 10 kalimat tanpa
tanda baca dan tabel
identifikasi kata
asing/daerah.
Tahap 4: Pengolahan Data (Data Processing)
1 Guru membagi kelas ke Kolaboratif
dalam kelompok kecil
beranggotakan 4-5 orang.
2 Tugas 1: Murid DPL: Gotong Royong
menempatkan tanda baca (, .
: ;) pada 10 kalimat di
LKPD secara berkelompok.
3 Tugas 2: Murid mencari DPL: Bernalar Kritis
artikel singkat/membaca
teks rujukan, menemukan
kata asing/daerah, dan
menganalisis penulisannya.
4 Guru bertindak sebagai Kesadaran Sosial - PSE
fasilitator, mengarahkan
murid untuk menggunakan
KBBI jika ragu dengan
status serapan kata.
Tahap 5: Pembuktian (Verification)
1 Kelompok menukarkan hasil Komunikatif
LKPD dengan kelompok
lain (Cross-Evaluation).
2 Guru membahas kunci Kemampuan Berelasi - PSE
jawaban di PID, sementara
murid memeriksa dan
menilai pekerjaan kelompok
temannya secara jujur.
3 Guru meluruskan kesalahan Kesadaran Diri - PSE
umum, misalnya
kebingungan antara
menggunakan titik dua (:)
dan titik koma (;).
Tahap 6: Menarik Kesimpulan (Generalization)
1 Murid bersama guru Prinsip: Komunikatif
menyimpulkan fungsi
masing-masing tanda baca
dan aturan wajib mencetak
miring istilah asing/daerah.
2 Murid memahami bahwa Bermakna / Meaningful
tanda baca adalah 'rambu
lalu lintas' dalam tulisan.
PENUTUP (10 Menit)
1 Guru memandu game cepat Menggembirakan / Joyful
'Koreksi Saya!': Guru
menulis 1 kalimat salah di
PID, murid pertama yang
bisa lari ke depan dan
memperbaiki tanda bacanya
mendapat poin.
2 Guru mengajak murid Kesadaran Diri - PSE
berefleksi: 'Bagian tanda
baca mana yang menurutmu
paling sulit digunakan?'
3 Kegiatan ditutup dengan Mandiri
pemberian apresiasi, doa,
dan salam.

2. Asesmen Pembelajaran
Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran Tes membaca teks tanpa tanda baca untuk
melihat pemahaman pentingnya pungtuasi.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Observasi saat murid berdiskusi,
menggunakan KBBI daring, dan saat cross-
evaluation (menilai hasil teman).
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Penilaian rubrik pada hasil LKPD
(ketepatan membubuhkan tanda baca dan
menemukan kata miring).

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

[Link] Lestari, [Link] Maulana Reza Palevi, [Link]


NIP.196906051994032007 NIP.199803292025211078

LAMPIRAN 1
BAHAN AJAR
Mengenal Tanda Baca dan Penulisan Kata Berbahasa Asing dan Daerah
1. Tanda Baca
Tanda baca atau pungtuasi menurut KBBI adalah tanda grafis yang digunakan secara
konvensional untuk memisahkan pelbagai bagian dari satuan bahasa tertulis. Dengan tanda
baca, kita dapat menata kata dan kalimat sehingga maksudnya mudah dipahami.
Kali ini kita membahas empat jenis tanda baca:
a. Tanda titik (.)
Dipakai untuk mengakhiri kalimat.
Contoh: Bus itu penuh penumpang. Saya berdiri di belakang sopir.
b. Tanda koma (,)
Dipakai untuk pemerincian tiga unsur atau lebih yang digunakan dalam satu kalimat.
Contoh: Harga beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya cukup stabil
di pasaran.
c. Tanda titik dua (:)
Dipakai di akhir pernyataan yang diikuti dengan pemerincian.
Contoh: Kami memerlukan alat tulis berikut: 1) pena, 2) pensil, 3) penghapus, dan 4)
peruncing.
d. Tanda titik koma (;)
Dipakai untuk pengganti kata penghubung yang menunjukkan hubungan setara dalam
sebuah kalimat.
Contoh: Hari masih pagi; penumpang masih sepi. Ayah menonton televisi; ibu
membaca koran.

2. Tata Cara Penulisan Kata dari Bahasa Daerah dan Bahasa Asing
Dalam teks laporan hasil pengamatan, kita sering menemukan kata yang ditulis dengan
huruf miring (italics). Huruf miring tersebut merupakan kata yang berasal dari bahasa
daerah dan kata dari bahasa asing (misalnya bahasa Inggris) yang belum diserap ke dalam
bahasa Indonesia.
Contoh Penggalan teks 'Bendi di Kota Padang':
Selain itu, bendi juga bermanfaat untuk mengantarkan wisatawan menikmati jajanan
kuliner di sepanjang Pantai Padang, seperti jajanan lengkitang, pensi, karupuak kuah,
pisang bakar, kelapa muda, soto, satai, dan aneka macam seafood. Wisatawan menikmati
aneka jajanan kuliner sambil ber-selfie ria menunggu sunset pada sore hari di Pantai
Padang.
Kata dari bahasa daerah yang ditulis miring: karupuak kuah.
Kata dari bahasa Inggris yang ditulis miring: selfie, sunset, seafood.
LAMPIRAN 2
MEDIA AJAR
Papan Interaktif Digital (PID)
 Menampilkan teks tanpa tanda baca untuk apersepsi, agar murid merasakan susahnya
membaca tulisan tanpa 'rambu-rambu' bahasa.
 Teks Apersepsi di Layar PID:
Pada hari Minggu saya Rika dan Tomo naik bus menuju sekolah Jam menunjukkan pukul
sembilan pagi ketika bus sampai di halte Tidak banyak penumpang bus pagi itu hanya ada
seorang bapak yang duduk terkantuk-kantuk dan seorang lelaki yang membaca sebuah
buku Kami duduk di bangku bagian belakang Sopir menjalankan bus dengan tenang
mungkin karena sopirnya tahu kami tidak sedang terburu-buru Kami bertiga ke sekolah
untuk berlatih tari piring dan latihan itu baru dimulai pukul sepuluh pagi Kami sengaja
datang lebih awal supaya bisa mempersiapkan banyak hal seperti membantu pak guru
membentangkan tikar dan mengeluarkan piring-piring untuk latihan

 Game Interaktif: Koreksi Saya!


Guru menampilkan kalimat salah ketik di layar PID. Murid maju untuk melakukan koreksi
(menambahkan tanda baca atau memberikan garis bawah sebagai tanda huruf miring).
LAMPIRAN 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Kelompok :..............................................................
Anggota Kelompok :
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
Kelas : ..............................................................
Kegiatan 7: Menempatkan Tanda Baca dalam Kalimat
Sepuluh kalimat berikut ini belum menggunakan tanda baca yang lengkap. Bubuhkanlah
tanda baca (titik, koma, titik dua, titik koma) yang tepat ke dalam kalimat-kalimat tersebut!
No. Kalimat (Silakan perbaiki langsung di kalimat ini) Tanda Baca yg
dipakai
1 Pagi ini aku naik sepeda ke sekolah
2 Di warung dekat stasiun ini harga makanan cukup mahal harga
minuman cukup murah
3 Aku naik becak nomor 5 Rika naik becak nomor 7
4 Saat libur sekolah kemarin Sita pergi berkemah Dewi pergi ke
rumah neneknya
5 Ibu membeli tiket untuk aku Kiki Mayang dan Lala di loket
6 Hari Senin besok kelas VIIIA VIIIB VIIIC mengadakan
kunjungan ke museum
7 Alat-alat tulis terdiri atas pena pensil penghapus dan peruncing
8 Aku naik sampan ke sekolah
9 Teman-temanku menggunakan becak sepeda dan ojek ke
sekolah
10 Bendi menggunakan tenaga kuda becak menggunakan tenaga
manusia
Kegiatan 8: Mengidentifikasi Kata dari Bahasa Daerah dan Bahasa Asing
Bacalah laporan hasil observasi atau artikel di internet! Temukan kata-kata dari bahasa
daerah dan bahasa asing. Tuliskan dalam tabel dan periksa apakah penulisannya sudah benar
(menggunakan huruf miring) atau belum!
No. Kata B. Judul Media Penulisan Arti Kata
Daerah / Artikel (Website/Buku) Benar/Belum
Asing
1
2
3
4
5
LAMPIRAN 4
INSTRUMEN PENILAIAN
Kunci Jawaban LKPD (Kegiatan 7):
1. Pagi ini aku naik sepeda ke sekolah(.)
2. Di warung dekat stasiun ini harga makanan cukup mahal(;) harga minuman cukup
murah(.)
3. Aku naik becak nomor 5(;) Rika naik becak nomor 7(.)
4. Saat libur sekolah kemarin(,) Sita pergi berkemah(;) Dewi pergi ke rumah neneknya(.)
5. Ibu membeli tiket untuk aku(,) Kiki(,) Mayang(,) dan Lala di loket(.)
6. Hari Senin besok(,) kelas VIIIA(,) VIIIB(,) VIIIC mengadakan kunjungan ke museum(.)
7. Alat-alat tulis terdiri atas(:) pena(,) pensil(,) penghapus(,) dan peruncing(.)
8. Aku naik sampan ke sekolah(.)
9. Teman-temanku menggunakan becak(,) sepeda(,) dan ojek ke sekolah(.)
10. Bendi menggunakan tenaga kuda(;) becak menggunakan tenaga manusia(.)

Penilaian Sikap (Observasi Profil Pelajar Pancasila)


No Nama Peserta Gotong Royong (1- Bernalar Kritis (1-
Didik 4) 4)
1
2
3
4
5

Penilaian Pengetahuan & Keterampilan (LKPD)


Kriteria Sangat Baik (4) Cukup (2-3) Perlu Bimbingan
(1)
Penempatan Mampu Mampu Hanya mampu
Tanda Baca (Keg. menempatkan tanda menempatkan tanda menjawab benar
7) baca dengan benar baca dengan benar pada kurang dari 4
pada 8-10 kalimat. pada 4-7 kalimat. kalimat.
Identifikasi Kata Mampu menemukan Mampu menemukan Hanya menemukan
Asing/Daerah 5 kata dengan 3-4 kata dengan 1-2 kata atau tidak
(Keg. 8) identifikasi aturan identifikasi yang memahami konsep
miring dan arti yang cukup tepat. huruf miring.
sangat tepat.
Kerjasama Pembagian tugas Berdiskusi dengan Tidak ada diskusi,
Kelompok sangat merata, saling baik namun hanya bekerja sendiri-
memeriksa jawaban. didominasi 1-2 sendiri.
orang.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan :SMP Negeri 1 Kebakkramat


Nama Guru :Maulana Reza Palevi, [Link]
Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas/Fase :VIII (Delapan) / D
Tahun Pelajaran :2026/2027
Materi :Menulis Teks Laporan Hasil Observasi (LHO)
Alokasi Waktu :2 JP (2 x 40 menit)

A. Identifikasi Murid
 Murid telah menguasai konsep dasar teks laporan hasil observasi, termasuk struktur
(Pembuka, Isi, Penutup), data, fakta, serta kaidah tanda baca dan ejaan pada pertemuan
sebelumnya.
 Murid memiliki rasa antusiasme tinggi untuk melakukan observasi langsung di
lapangan atau lingkungan sekitar sekolah.
 Murid masih membutuhkan pendampingan terstruktur dalam merangkum data
observasi acak menjadi paragraf-paragraf yang utuh, logis, dan saling
berkesinambungan.
 Murid siap untuk berkolaborasi dalam mengumpulkan data objektif di lapangan dan
menuangkannya ke dalam 'Lembar Observasi' sebelum menyusun naskah final.
 Materi Pelajaran
 Langkah-langkah Menulis Teks Laporan Hasil Observasi (LHO), yang meliputi: 1)
Menemukan topik dan tujuan pengamatan; 2) Melakukan observasi atau pengamatan
langsung; 3) Mencatat data penting secara objektif melalui format 'Lembar Observasi';
dan 4) Memasukkan data ke dalam tulisan sesuai dengan 3 struktur utama LHO
(Pembuka, Isi, Penutup).
B. Dimensi Profil Lulusan / Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Profil Lulusan Implementasi dalam Pembelajaran
DPL 1: Beriman, Bertakwa kepada Murid mencatat data pengamatan secara
Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia jujur, objektif, dan apa adanya tanpa
memanipulasi kenyataan di lapangan.
DPL 3: Bernalar Kritis Murid memilih dan memilah data penting
dari lapangan untuk dimasukkan ke dalam
tulisan secara sistematis.
DPL 4: Kreatif Murid menyusun data-data mentah menjadi
paragraf laporan yang komunikatif dan
menarik untuk dibaca.
DPL 5: Gotong Royong / Kolaborasi Murid berbagi tugas dalam kelompok saat
observasi lapangan (ada yang mengamati,
ada yang mencatat).
DPL 6: Mandiri Murid bertanggung jawab atas penugasan
penyusunan paragraf laporannya masing-
masing.

C. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai tipe teks audio visual
dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan
atau pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan
tersirat. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual
yang dibaca dan dipirsa.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan
untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan
dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis
untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.

2. Lintas Disiplin Ilmu


 IPA / IPS: Menerapkan metode ilmiah dalam mengamati objek di lingkungan
sekolah (seperti lapangan parkir, fasilitas umum, kantin) untuk mendapatkan data
empiris/faktual.
3. Tujuan Pembelajaran
 Melalui curah pendapat, peserta didik mampu merumuskan topik dan tujuan
observasi dengan spesifik dan relevan.
 Melalui kegiatan lapangan, peserta didik mampu melakukan observasi dan mencatat
data penting yang dapat dibuktikan kebenarannya ke dalam lembar observasi secara
kolaboratif.
 Melalui penugasan LKPD, peserta didik mampu menulis teks laporan hasil observasi
yang utuh dengan memperhatikan struktur teks (pembuka, isi, penutup) serta kaidah
kebahasaan secara kreatif dan logis.
 Melalui kegiatan presentasi, peserta didik mampu menyajikan laporan hasil
observasi mereka dengan santun dan komunikatif.
4. Topik Pembelajaran
Menulis Teks Laporan Hasil Observasi (LHO)

5. Praktik Pedagogis
 Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam / Deep Learning.
 Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL) - Menulis Teks.
 Metode Pembelajaran: Observasi lapangan, diskusi kelompok, penyusunan draf teks
(drafting), penyuntingan, dan presentasi.
6. Kemitraan Pembelajaran
 Petugas Keamanan / Pengelola Sekolah: Menjadi narasumber jika murid mengamati
area spesifik seperti lapangan parkir atau kantin.
 Teman Sebaya: Melakukan koreksi silang (peer-editing) terhadap draf tulisan
sebelum difinalisasi.
7. Lingkungan Pembelajaran
 Lingkungan Fisik: Kelas untuk teori awal, dilanjutkan dengan area lingkungan
sekolah (lapangan, kantin, perpustakaan) untuk observasi langsung.
 Lingkungan Virtual/Digital: Papan Interaktif Digital (PID) untuk menampilkan
format kerangka penulisan.
 Lingkungan Budaya / Sosio-Emosional: Mendorong siswa menghargai fakta
lapangan, menghindari asumsi/desas-desus, serta saling bekerja sama
mengumpulkan data.
8. Pemanfaatan Digital
 Slide presentasi Canva/PPT untuk panduan 4 langkah menulis LHO.
 Penggunaan gawai (kamera HP) murid untuk memotret objek sebagai dokumentasi
bukti fakta pengamatan.
D. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pengalaman Belajar
No. Alur Pembelajaran Keterangan / Nilai
yang Dikembangkan
AWAL (10 Menit)
1 Guru membuka pembelajaran DPL: Keimanan dan
dengan salam, memeriksa Ketakwaan
kesiapan, dan berdoa.
2 Apersepsi: Guru meninjau Berkesadaran /
ulang sekilas tentang struktur Mindful
(Pembuka, Isi, Penutup) dan
data LHO.
3 Guru memberikan motivasi: Manajemen Diri -
'Hari ini kalian tidak lagi PSE
membedah teks orang lain,
tetapi kalianlah yang akan
menjadi peneliti dan penulis
teks LHO!'
4 Guru menyampaikan tujuan Bermakna /
pembelajaran hari ini: Meaningful
Mengobservasi dan Menulis
Teks LHO.
INTI (60 Menit)
Tahap 1: Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential
Question)
1 Guru bertanya: 'Hal asyik apa di DPL: Bernalar Kritis
sekitar sekolah kita yang bisa
dijadikan bahan tulisan LHO?'
2 Murid melakukan curah Kemampuan Berelasi
pendapat memunculkan ide - PSE
(misal: kantin sekolah, lapangan
parkir, kebun sekolah).
Tahap 2: Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the
Project)
1 Guru menjelaskan 4 langkah Bermakna /
menulis LHO: 1) Menemukan Meaningful
topik & tujuan, 2) Melakukan
observasi, 3) Mencatat data, 4)
Menulis ke dalam struktur teks.
2 Guru membagikan LKPD yang Manajemen Diri -
memuat form 'Lembar PSE
Observasi'.
3 Guru membagi kelompok (4-5 Kolaboratif
murid) dan mengarahkan
mereka merumuskan topik
spesifik.
Tahap 3: Menyusun Jadwal (Create a Schedule)
1 Guru memberikan waktu 15 DPL: Mandiri
menit bagi kelompok untuk
keluar kelas melakukan
pengamatan.
Tahap 4: Memonitor Siswa dan Kemajuan Proyek (Monitor the
Students and the Progress of the Project)
1 Murid keluar kelas, menyebar DPL: Gotong
ke objek observasi yang dipilih, Royong / Kolaborasi
mengamati, memotret bukti,
dan mencatat data penting ke
dalam 'Lembar Observasi'.
2 Murid memastikan data yang DPL: Bernalar Kritis
dicatat nyata dan bukan isu
belaka.
3 Guru memonitor keaktifan Kesadaran Sosial -
murid di lapangan. PSE
4 Murid kembali ke kelas. Mulai DPL: Kreatif
menyusun data mentah tersebut
ke dalam draf paragraf
(Pembuka, Isi, Penutup) pada
LKPD.
Tahap 5: Menguji Hasil (Assess the Outcome)
1 Kelompok menukarkan draf Kemampuan Berelasi
teks mereka dengan kelompok - PSE
lain untuk dicek apakah struktur
dan ejaannya sudah tepat.
2 Murid melakukan finalisasi Kesadaran Diri - PSE
penulisan LHO berdasarkan
masukan teman.
Tahap 6: Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience)

1 Perwakilan kelompok Komunikatif


membacakan/mempresentasikan
hasil teks LHO mereka.
2 Guru dan siswa lain Bermakna /
memberikan apresiasi dan Meaningful
tanggapan mengenai keakuratan
data dan kelengkapan struktur.
PENUTUP (10 Menit)
1 Guru dan murid merefleksikan Kesadaran Diri - PSE
proses menulis: 'Apa kesulitan
terbesar saat mengubah catatan
data mentah menjadi paragraf
utuh?'
2 Guru memberikan apresiasi Menggembirakan /
kepada seluruh karya tulis Joyful
murid.
3 Kegiatan ditutup dengan doa Mandiri
dan salam.

2. Asesmen Pembelajaran
Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran Pertanyaan lisan untuk memanggil ingatan
tentang struktur dan data LHO.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Observasi guru terhadap kinerja murid saat
melakukan pengamatan di lapangan dan
diskusi penyusunan draf.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Penilaian produk Teks LHO di LKPD
(berdasarkan kelengkapan struktur,
objektivitas data, dan kaidah kebahasaan).

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

[Link] Lestari, [Link] Maulana Reza Palevi, [Link]


NIP.196906051994032007 NIP.199803292025211078
LAMPIRAN 1
BAHAN AJAR
Menulis Teks Laporan Hasil Observasi
Setelah mempelajari pengertian laporan hasil observasi, struktur, dan data, sekarang saatnya
kalian menulis sebuah laporan hasil observasi.
Sebelum mulai menulis, terlebih dahulu lakukanlah langkah-langkah berikut!
1. Temukan topik dan tujuan!
Kalian dapat mengamati lingkungan sekitar untuk menemukan ide topik. Jika kalian dapat
menemukan ide sendiri, itu lebih baik. Topik-topik berikut dapat kalian jadikan inspirasi:
a. Kendaraan yang dipakai para peserta didik ke sekolah
b. Lapangan parkir di sekolah
c. Angkot di daerahku
d. Alat transportasi Sungai
e. Para peserta didik yang bersepeda ke sekolah
Contoh merumuskan topik dan tujuan:
Topik laporan: situasi penumpang dalam bus kota
Tujuan laporan: mengetahui aktivitas dan situasi penumpang dalam bus kota
Dengan menetapkan topik dan tujuan, kalian dapat lebih fokus mencari data.

2. Lakukan observasi atau pengamatan!


Observasi adalah cara kalian untuk menemukan informasi yang dibutuhkan.
3. Catat data penting dari objek atau benda atau situasi yang diamati!
Data direkam atau dicatat supaya tidak ada yang tertinggal. Isilah format lembar observasi
untuk mencatat data. Pastikan data itu kalian dapatkan melalui hasil observasi langsung,
bukan dari desas-desus. Semua data harus dapat dibuktikan kebenarannya.

4. Masukkan data yang kalian temukan ke dalam tulisan!


Masukkan data ke dalam teks laporan dengan menggunakan tabel bantuan struktur teks
laporan hasil observasi (Tabel 1.6).
No. Struktur Teks Laporan Posisi di Dalam Teks
1 Pembuka merupakan Paragraf pertama
penjelasan umum mengenai
objek yang diamati.
2 Isi merupakan penjelasan Paragraf kedua dan
lebih terperinci mengenai seterusnya
objek yang diamati.
3 Penutup merupakan Paragraf terakhir
kesimpulan terhadap objek
yang diamati.

Berdiskusi: Bersama kelompok, diskusikan dan presentasikan laporan kalian di depan kelas.
Kalian dapat melengkapinya dengan gambar.
LAMPIRAN 2
MEDIA AJAR
1. Media Presentasi Interaktif (PPT/Canva)
Guru menayangkan slide yang berisi langkah-langkah menulis LHO secara sistematis
untuk memandu siswa merencanakan tugasnya.
2. Papan Interaktif Digital (PID)
Digunakan untuk menampilkan tabel kerangka tulisan kosong yang akan diisi sebagai
contoh. Siswa dapat melihat pemetaan dari 'Data mentah observasi' menjadi 'Sebuah
paragraf'.
LAMPIRAN 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Kelompok :..............................................................
Anggota Kelompok :
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
Kelas : ..............................................................

A. Lembar Observasi
Pergilah ke lingkungan sekitar sekolahmu (misal: kantin, lapangan parkir, perpustakaan).
Amati dengan saksama dan catat datanya di lembar ini!
Topik:

Kelompok: Tanggal:

Tujuan observasi:

Data yang ditemukan:

B. Menyusun Draf Tulisan (Tabel Bantuan Struktur)


Masukkan data yang kalian temukan pada bagian A ke dalam kerangka struktur teks di
bawah ini, kembangkan menjadi kalimat-kalimat yang utuh!
Struktur Paragraf yang Ditulis
Pembuka (Paragraf 1)
Penjelasan umum

Isi (Paragraf 2 dst.)


Penjelasan lebih terperinci memuat
data/fakta

Penutup (Paragraf terakhir)


Kesimpulan
LAMPIRAN 4
INSTRUMEN PENILAIAN

Penilaian Sikap (Observasi Profil Pelajar Pancasila)


No Nama Peserta Gotong Royong (1- Mandiri (1-4)
Didik 4)
1
2
3
4
5

Penilaian Pengetahuan & Keterampilan (Menulis Teks LHO)


Kriteria Sangat Baik (4) Cukup (2-3) Perlu Bimbingan (1)
Kelengkapan Tulisan memuat Tulisan memuat Tulisan tidak terstruktur
Struktur Teks struktur Pembuka, sebagian besar dan tidak jelas bagian
Isi, dan Penutup struktur, namun alur pembuka/isi/penutupnya.
dengan sangat jelas antar paragraf
dan runtut. kurang runtut.
Keakuratan dan Data yang disajikan Data cukup akurat, Data tidak relevan atau
Objektivitas Data sangat akurat, logis, namun masih sebagian besar berupa
dan merupakan mencampurkan imajinasi/opini.
hasil pengamatan sedikit opini atau
langsung di asumsi.
lapangan.
Kaidah Kalimat efektif, Beberapa kalimat Banyak kesalahan tanda
Kebahasaan penempatan tanda kurang efektif dan baca dan kalimat sulit
(Ejaan & Tanda baca tepat, dan terdapat 2-3 dipahami maknanya.
Baca) ejaan sangat sesuai kesalahan tanda
standar. baca.

Anda mungkin juga menyukai