1
1
(DEEP LEARNING)
A. Identifikasi Murid
• Murid sudah mengenal berbagai jenis teks dalam bahasa Indonesia, namun
sebagian besar belum sepenuhnya memahami karakteristik teks yang bersifat objektif
dan faktual.
• Murid memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan menyukai kegiatan pengamatan di
lingkungan sekitar (seperti lingkungan sekolah, tumbuhan, atau hewan).
• Murid perlu difasilitasi untuk membedakan antara opini/pendapat pribadi (subjektif)
dengan fakta (objektif) dari sebuah objek yang diamati.
• Murid sudah terbiasa menggunakan gawai dan mencari informasi di internet, sehingga
dapat dimanfaatkan untuk menggali data observasi sederhana.
• Murid mampu berkolaborasi dalam kelompok untuk mendiskusikan temuan dari objek
yang diamati.
B. Materi Pelajaran
Teks Laporan Hasil Observasi (LHO), meliputi pengertian teks LHO, tujuan penulisan
LHO, ciri-ciri teks LHO (objektif, faktual, spesifik), dan perbedaan teks LHO dengan teks
deskripsi.
D. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan,
pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai tipe teks
audio visual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta
didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik
aktual yang didengar.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan,
arahan atau pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang
tersurat dan tersirat. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi
berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau
pesan untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi
secara lisan dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis
untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.
2. Lintas Disiplin Ilmu
• IPA: Mengaitkan metode observasi atau pengamatan ilmiah terhadap flora,
fauna, atau alam sekitar.
• IPS: Mengamati fenomena sosial budaya di lingkungan sekitar masyarakat.
• Informatika: Memanfaatkan internet, proyektor, dan Papan Interaktif Digital
untuk mencari dan menyajikan informasi.
3. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui kegiatan membaca dan memirsa dua teks yang berbeda, peserta didik
mampu merumuskan pengertian teks Laporan Hasil Observasi dengan bahasa
sendiri.
2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu mengidentifikasi ciri-ciri teks
Laporan Hasil Observasi (objektif, faktual, spesifik) dengan tepat.
3. Melalui tanya jawab dan analisis, peserta didik mampu membedakan teks
Laporan Hasil Observasi dengan teks Deskripsi secara kritis.
4. Melalui kegiatan presentasi, peserta didik mampu menyampaikan hasil
identifikasi ciri teks LHO dengan santun dan percaya diri.
4. Topik Pembelajaran
Teks Laporan Hasil Observasi (Mengenal Teks LHO)
5. Praktik Pedagogis
• Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam / Deep Learning.
• Model Pembelajaran: Discovery Learning.
• Metode Pembelajaran: Pengamatan teks, tanya jawab, diskusi kelompok,
presentasi, curah pendapat, refleksi game kuis interaktif.
6. Kemitraan Pembelajaran
• Guru IPA: Bekerja sama terkait objek observasi ilmiah (misalnya tumbuhan
di sekolah).
• Pustakawan: Membantu menyediakan referensi ensiklopedia atau buku
pengetahuan faktual.
• Teman Sebaya: Diskusi teman sejawat untuk menguji pemahaman teks.
7. Lingkungan Pembelajaran
• Lingkungan Fisik: Penataan kelas bentuk letter-U atau kelompok kecil (4-5
anak) untuk memudahkan kolaborasi.
• Lingkungan Virtual/Digital: Pemanfaatan Papan Interaktif Digital, proyektor,
dan gawai untuk mencari contoh teks dari portal berita/situs resmi.
• Lingkungan Budaya / Sosio-Emosional: Budaya kelas yang menghargai
perbedaan pandangan, menjunjung tinggi fakta ilmiah, dan tidak takut salah
dalam menyampaikan argumen.
8. Pemanfaatan Digital
• Bahan ajar presentasi interaktif (Canva/PPT) tentang Teks LHO.
• Artikel digital mengenai laporan hasil observasi flora/fauna.
• Papan Interaktif Digital (PID) untuk permainan / kuis di akhir sesi (misalnya
Fact vs Opinion Game).
E. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pengalaman Belajar
2. Asesmen Pembelajaran
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Kelas : ..............................................................
A. Petunjuk Pengerjaan
1. Bacalah ketiga potongan paragraf di bawah ini dengan saksama bersama
anggota kelompokmu.
2. Diskusikan dan tentukan apakah paragraf tersebut termasuk ke dalam Teks
Laporan Hasil Observasi (LHO) atau Teks Deskripsi.
3. Berikan alasan atau bukti dari dalam teks untuk memperkuat jawaban kalian.
B. Teks Analisis
C. Lembar Jawaban
(DEEP LEARNING)
A. Identifikasi Murid
Murid sudah mampu membaca teks Laporan Hasil Observasi secara komprehensif, namun
masih sering kesulitan menyimpulkan ide pokok pembicaraan dari seluruh teks.
Murid kerap kali menyamakan antara 'Topik' (yang bersifat umum) dengan 'Gagasan
Utama' (yang bersifat khusus pada setiap paragraf).
Murid terbiasa langsung membaca teks tanpa memanfaatkan petunjuk visual seperti judul,
gambar, atau repetisi kata kunci untuk menemukan informasi.
Murid siap diajak untuk menganalisis dan mendiskusikan teks bacaan secara runut dan
terstruktur bersama kelompok.
B. Materi Pelajaran
Topik dan Gagasan Utama Teks Laporan Hasil Observasi (LHO). Meliputi pengertian Topik
(ide/pokok pembicaraan seluruh isi karangan yang bersifat umum) dan Gagasan Utama (ide
utama/inti pembicaraan dalam sebuah paragraf yang bersifat khusus). Serta 6 langkah cara
menemukan topik teks (memperhatikan judul, mengajukan pertanyaan, memperhatikan
paragraf awal & akhir, mengamati kata yang sering muncul, mengamati peristiwa yang sering
dibahas, dan mengamati petunjuk gambar).
7. Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan Fisik: Kelas ditata berkelompok (4-5 murid) agar memudahkan komunikasi
dan bedah teks bersama.
Lingkungan Virtual/Digital: Penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) untuk
menayangkan ilustrasi cara mencari topik.
Lingkungan Budaya / Sosio-Emosional: Budaya saling menghargai pendapat anggota
kelompok saat menentukan ide pokok yang terkadang tersirat.
8. Pemanfaatan Digital
Slide presentasi interaktif di PID yang memvisualisasikan perbedaan 'Topik' dan 'Gagasan
Utama'.
E. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pengalaman Belajar
No. Alur Pembelajaran Keterangan / Nilai yang
Dikembangkan
AWAL (10 Menit)
1 Guru membuka DPL: Keimanan dan
pembelajaran dengan salam, Ketakwaan
memeriksa kesiapan kelas,
dan mengajak murid berdoa.
2 Guru melakukan apersepsi: Manajemen Diri - PSE
'Jika kalian menonton film
berdurasi 2 jam, kalian pasti
bisa menyimpulkan
ceritanya dalam 1 kalimat
kan? Begitu juga dengan
teks, pasti ada 1 inti
pembicaraannya.'
3 Murid merespons, guru Berkesadaran / Mindful
mengarahkan bahwa inti
pembicaraan itu disebut
'Topik'.
4 Guru menyampaikan tujuan Bermakna / Meaningful
pembelajaran hari ini:
Menemukan Topik dan
Gagasan Utama dalam Teks
LHO.
INTI (60 Menit)
Tahap 1: Pemberian Rangsangan (Stimulation)
1 Guru menayangkan gambar Menggembirakan / Joyful
ilustrasi jalanan penuh
sepeda motor di PID, beserta
paragraf pendek tentang
Sepeda.
2 Guru menunjukkan Berkesadaran / Mindful
perbedaan: Kata 'Sepeda'
adalah Topik, sedangkan
kalimat 'Sepeda adalah
kendaraan yang umum
dipakai anak SMP Perwira'
adalah Gagasan Utama.
3 Guru memberikan DPL: Bernalar Kritis
pertanyaan: 'Apa bedanya
Topik dan Gagasan Utama?'
Tahap 2: Identifikasi Masalah (Problem Statement)
1 Murid berdiskusi dan Kemampuan Berelasi - PSE
menyimpulkan bahwa Topik
bersifat umum (seluruh
teks), sedangkan Gagasan
Utama bersifat khusus (per
paragraf).
2 Guru memberikan DPL: Bernalar Kritis
tantangan: 'Bagaimana cara
mudah menemukan topik
dari teks yang sangat
panjang?'
Tahap 3: Pengumpulan Data (Data Collection)
1 Guru menjelaskan 6 Bermakna / Meaningful
panduan menemukan topik:
Perhatikan judul, ajukan
pertanyaan, cek paragraf
awal/akhir, amati kata sering
muncul, amati peristiwa, dan
amati gambar.
2 Guru membagikan LKPD Manajemen Diri - PSE
yang berisi teks panjang
berjudul 'Sepeda Motor di
Indonesia' (6 paragraf).
Tahap 4: Pengolahan Data (Data Processing)
1 Guru membagi kelas Kolaboratif
menjadi kelompok-
kelompok kecil
beranggotakan 4-5 murid.
2 Murid secara berkelompok DPL: Gotong Royong
membedah teks 'Sepeda
Motor di Indonesia' sesuai 6
panduan di LKPD untuk
merumuskan Topik.
3 Murid melanjutkan analisis DPL: Bernalar Kritis
untuk menemukan dan
menuliskan Gagasan Utama
pada masing-masing
paragraf (Paragraf 1 hingga
6).
4 Guru berkeliling kelas untuk Kesadaran Sosial - PSE
memastikan murid tidak
keliru membedakan kalimat
utama dan kalimat penjelas.
Tahap 5: Pembuktian (Verification)
1 Beberapa perwakilan Komunikatif
kelompok
mempresentasikan hasil
penemuan Topik dan
rumusan Gagasan Utama
Paragraf 1-6.
2 Kelompok lain menanggapi Kemampuan Berelasi - PSE
jika ada kalimat yang dirasa
lebih tepat sebagai gagasan
utama.
3 Guru memberikan Kesadaran Diri - PSE
konfirmasi dan validasi atas
jawaban murid.
Tahap 6: Menarik Kesimpulan (Generalization)
1 Murid menyimpulkan Prinsip: Komunikatif
kembali cara efektif
menemukan topik sebuah
bacaan.
2 Murid memahami bahwa Bermakna / Meaningful
gabungan dari gagasan-
gagasan utama setiap
paragraf akan membentuk
ringkasan dari topik besar.
PENUTUP (10 Menit)
1 Guru memandu game cepat: Menggembirakan / Joyful
Guru menyebutkan satu
kalimat penjelas, murid
menebak apa gagasan
utamanya.
2 Guru mengajak murid Kesadaran Diri - PSE
berefleksi mengenai
kesulitan menemukan
gagasan utama di tengah
paragraf panjang.
3 Kegiatan ditutup dengan Mandiri
pemberian apresiasi, doa,
dan salam.
2. Asesmen Pembelajaran
Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran Pertanyaan lisan untuk membedakan konsep
umum (Topik) dan khusus (Gagasan
Utama).
Asesmen pada Proses Pembelajaran Observasi saat murid berdiskusi kelompok
dan proses penalaran merumuskan ide
pokok.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Penilaian LKPD Tugas Individu/Kelompok
(Ketetapan merumuskan Topik & 6
Gagasan Utama).
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Tugas 2: Menemukan gagasan utama atau ide pokok setiap paragraf pada teks laporan
hasil observasi 'Sepeda Motor di Indonesia'
Paragraf Gagasan Utama
Paragraf ke-1
Paragraf ke-2
Paragraf ke-3
Paragraf ke-4
Paragraf ke-5
Paragraf ke-6
LAMPIRAN 4
INSTRUMEN PENILAIAN
1. Kunci Jawaban LKPD Tugas 1 (Topik):
Topik dari keseluruhan teks tersebut adalah: Sepeda Motor di Indonesia.
2. Kunci Jawaban LKPD Tugas 2 (Gagasan Utama):
Paragraf ke-1: Jalan-jalan di Indonesia ramai oleh sepeda motor / Banyak orang
menggunakan sepeda motor.
Paragraf ke-2: Sepeda motor adalah alat transportasi roda dua yang digerakkan oleh mesin.
Paragraf ke-3: Sepeda motor banyak digunakan di Indonesia karena harganya cukup
terjangkau.
Paragraf ke-4: Sepeda motor bermanfaat sebagai alat transportasi pribadi.
Paragraf ke-5: Sepeda motor hanya boleh dikendarai oleh warga negara Indonesia yang
berusia 17 tahun ke atas dan memiliki SIM.
Paragraf ke-6: Selain sebagai alat transportasi pribadi, sepeda motor juga digunakan
sebagai alat transportasi publik (ojek).
(DEEP LEARNING)
A. Identifikasi Murid
1. Murid sudah mampu membaca teks Laporan Hasil Observasi (LHO) secara umum,
namun sebagian besar masih kesulitan membedakan antara 'data' dan 'fakta' secara
presisi.
2. Murid cenderung sering tertukar antara data yang berbentuk angka dan data yang tidak
berbentuk angka dalam sebuah laporan.
3. Murid memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap objek-objek observasi di
lingkungan sekitar (seperti transportasi umum, sekolah, atau fasilitas publik).
4. Murid terbiasa mencari informasi singkat, sehingga memerlukan panduan untuk
mengekstrak data dari pengamatan langsung secara terstruktur.
5. Murid siap dan antusias berkolaborasi dalam kelompok kecil untuk membedah teks
laporan dan mendiskusikan temuan datanya.
B. Materi Pelajaran
Menemukan Data dalam Teks Laporan Hasil Observasi (LHO), meliputi pengertian data
sebagai informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, pengertian fakta,
perbedaan antara data (berbentuk angka dan tidak berbentuk angka) dengan fakta
(kenyataan yang benar-benar terjadi), serta cara mengidentifikasi data di dalam paragraf
observasi.
C. Dimensi Profil Lulusan / Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Profil Lulusan Implementasi dalam Pembelajaran
DPL 1: Beriman, Bertakwa kepada Murid mensyukuri kemampuan akal pikir
Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia dalam mengamati lingkungan sekitar dan
menyajikan data pengamatan secara jujur
serta bertanggung jawab.
DPL 3: Bernalar Kritis Murid menganalisis informasi dalam teks
LHO, mampu memisahkan kalimat yang
mengandung data dengan kalimat yang
sekadar opini, serta membedakan data angka
dan bukan angka.
DPL 4: Kreatif Murid menyajikan hasil temuan data dari
teks LHO ke dalam tabel pengamatan yang
terstruktur dan mudah dipahami.
DPL 5: Gotong Royong / Kolaborasi Murid bekerja sama dalam kelompok secara
aktif untuk mendiskusikan letak kalimat
data dalam paragraf teks LHO.
DPL 6: Mandiri Murid bertanggung jawab dalam
menyelesaikan lembar kerja individu terkait
identifikasi data dan fakta.
D. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai tipe teks audio visual
dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu
mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan
atau pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan
tersirat. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual
yang dibaca dan dipirsa.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan
untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan
dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis
untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.
5. Praktik Pedagogis
a. Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam / Deep Learning.
b. Model Pembelajaran: Discovery Learning.
c. Metode Pembelajaran: Membaca cermat, pengamatan teks, curah pendapat
(brainstorming), diskusi kelompok, presentasi, refleksi permainan tebak kalimat.
6. Kemitraan Pembelajaran
Guru IPS/Sosiologi: Bekerja sama dalam memberikan pemahaman mengenai
pengamatan lingkungan sosial publik (seperti bus kota).
Pustakawan: Menyediakan akses ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan
majalah berita faktual.
Teman Sebaya: Diskusi dan kaji sejawat (peer review) dalam mengevaluasi
klasifikasi data dan fakta.
7. Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan Fisik: Penataan meja berkelompok (4-5 siswa) untuk mempermudah
identifikasi kalimat data secara bersama-sama.
Lingkungan Virtual/Digital: Penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) untuk
pembedahan teks 'Penumpang Bus Kota' secara visual.
Lingkungan Budaya / Sosio-Emosional: Mendorong budaya apresiasi atas pendapat
teman dan objektivitas tinggi dalam melihat data.
8. Pemanfaatan Digital
Slide presentasi interaktif (Canva/PPT) yang memuat teks LHO 'Penumpang Bus
Kota' dan tabel analisis datanya.
Aplikasi kuis interaktif di Papan Interaktif Digital (PID) untuk permainan tebak
'Kalimat Data vs Kalimat Fakta'.
Platform daring KBBI untuk mencari definisi presisi terkait istilah teknis.
E. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pengalaman Belajar
No. Alur Pembelajaran Keterangan / Nilai yang
Dikembangkan
AWAL (10 Menit)
1 Guru membuka DPL: Keimanan dan
pembelajaran dengan salam, Ketakwaan
memeriksa kesiapan kelas,
dan mengajak murid berdoa
bersama.
2 Guru mengecek kehadiran Manajemen Diri - PSE
dan melakukan apersepsi:
'Jika seseorang berkata bus
memiliki 45 bangku, apakah
itu opini atau sesuatu yang
nyata?'
3 Guru menghubungkan Berkesadaran / Mindful
jawaban murid dengan
pentingnya informasi yang
dapat
dipertanggungjawabkan
kebenarannya (Data).
4 Guru menyampaikan tujuan Bermakna / Meaningful
pembelajaran hari ini terkait
menemukan data dalam
Teks LHO.
INTI (60 Menit)
Tahap 1: Pemberian Rangsangan (Stimulation)
1 Guru menampilkan kutipan Menggembirakan / Joyful
teks observasi 'Penumpang
Bus Kota' di Papan Interaktif
Digital.
2 Murid membaca teks Berkesadaran / Mindful
tersebut secara saksama,
menyoroti informasi
mengenai karakteristik
penumpang bus.
3 Guru memberikan DPL: Bernalar Kritis
tantangan: 'Temukan satu
kalimat yang memuat angka,
dan satu kalimat yang
mendeskripsikan ciri fisik
seseorang tanpa angka.'
Tahap 2: Identifikasi Masalah (Problem Statement)
1 Guru bertanya: 'Apa DPL: Bernalar Kritis
bedanya Data dan Fakta?
Mengapa di dalam Teks
LHO kita harus
menggunakan data hasil
pengamatan langsung?'
2 Murid merespons dan Kemampuan Berelasi - PSE
mendiskusikan kebingungan
mereka mengenai
penggunaan istilah data dan
fakta di kehidupan sehari-
hari.
Tahap 3: Pengumpulan Data (Data Collection)
1 Guru memaparkan bahan Bermakna / Meaningful
ajar 'Jelajah Kata' yang
membedakan pengertian
Data dan Fakta menurut
KBBI, beserta contohnya
(data angka vs bukan
angka).
2 Guru membagikan LKPD Manajemen Diri - PSE
yang berisi teks observasi
baru untuk diidentifikasi
kalimat datanya.
Tahap 4: Pengolahan Data (Data Processing)
1 Guru membagi murid ke Kolaboratif
dalam kelompok kecil
beranggotakan 4-5 orang.
2 Murid secara berkelompok DPL: Gotong Royong /
menganalisis teks di LKPD, Kolaborasi
mengekstrak data dari setiap
paragraf, dan
mengklasifikasikannya ke
dalam bentuk tabel.
3 Murid membedakan kalimat DPL: Bernalar Kritis
mana yang murni 'Fakta'
umum, dan mana 'Data' hasil
pengamatan yang spesifik di
teks.
4 Guru berkeliling Kesadaran Sosial - PSE
memberikan bimbingan
kepada kelompok yang
mengalami kesulitan.
Tahap 5: Pembuktian (Verification)
1 Perwakilan kelompok Komunikatif
mempresentasikan tabel
temuan data LHO mereka di
depan kelas.
2 Kelompok lain memberikan Kemampuan Berelasi - PSE
tanggapan apakah kalimat
yang ditemukan benar
merupakan data berbentuk
angka atau bukan angka.
3 Guru meluruskan Kesadaran Diri - PSE
miskonsepsi (jika ada)
terkait beda data spesifik
(misal jumlah bus) dan fakta
umum (definisi sepeda
motor).
Tahap 6: Menarik Kesimpulan (Generalization)
1 Murid bersama guru Prinsip: Komunikatif, Kritis
menyimpulkan bahwa data
adalah informasi yang dapat
dipertanggungjawabkan
kebenarannya, diperoleh dari
pengamatan langsung.
2 Murid merangkum bahwa Bermakna / Meaningful
data dapat berupa angka
maupun non-angka.
PENUTUP (10 Menit)
1 Guru memandu refleksi Menggembirakan / Joyful
interaktif di PID. Guru
menayangkan kalimat,
murid menebak 'Data
Angka', 'Data Bukan Angka',
atau 'Fakta Umum'.
2 Guru memandu refleksi diri Kesadaran Diri - PSE
pemahaman materi
mengenai kemudahan
membedakan data dan fakta.
3 Guru menyampaikan Mandiri
penugasan mandiri
sederhana dan menutup
kegiatan dengan doa serta
salam.
2. Asesmen Pembelajaran
Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran Pertanyaan pemantik lisan mengenai realitas
dan fakta angka di sekitar murid.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Lembar observasi diskusi kelompok
(Gotong Royong & Bernalar Kritis),
ketepatan klasifikasi data di tabel.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Penilaian LKPD (menemukan data pada
paragraf) dan tebak kalimat interaktif di
PID.
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
LAMPIRAN 1
BAHAN AJAR
Menemukan Data dalam Teks Laporan Hasil Observasi
Membaca
Sebuah teks laporan hasil observasi mengandung data. Data merupakan informasi yang dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di dalam laporan hasil observasi, data berisi fakta
yang sesuai dengan topik yang diangkat. Semua data dalam teks laporan hasil observasi
diperoleh dari hasil pengamatan langsung.
Perhatikan beberapa data yang ada dalam laporan hasil observasi 'Penumpang Bus Kota'
berikut.
Tabel 1.2 Data Laporan Hasil Observasi 'Penumpang Bus Kota'
No. Data Terletak di Paragraf
1. Seorang laki-laki berumur pertama
sekitar 50 tahun dan
mengenakan kemeja biru
sedang berbicara melalui
ponsel.
2. Seorang ibu hamil duduk kedua
sekitar satu meter dari
peserta didik.
3. Seorang ibu memangku anak kedua
balita duduk di dalam bus.
4. Seorang penyandang kedua
disabilitas duduk sambil
menyandarkan kruknya di
kursi.
5. Ibu hamil, ibu dengan anak ketiga
balita, dan seorang laki-laki
penyandang disabilitas
merupakan penumpang
prioritas.
Semua data tersebut diperoleh dari hasil pengamatan terhadap penumpang bus kota. Setelah
data yang dibutuhkan berhasil dikumpulkan, hasil pengamatan dapat disusun dan ditulis
menjadi sebuah laporan.
Data Fakta
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
data merupakan kumpulan informasi atau fakta adalah hal (keadaan, peristiwa) yang
keterangan yang benar dan nyata. merupakan kenyataan atau yang benar-benar
Data dibedakan menjadi dua, yaitu data terjadi.
berbentuk angka dan tidak berbentuk angka.
1. Data berbentuk angka
Contohnya: Bus yang dimiliki
perusahaan TransKota berjumlah 45
buah.
2. Data tidak berbentuk angka
Contohnya: Pemilik perusahaan
Transkota bernama Irwan Jaya.
Kalian dapat lebih memahami perbedaan antara data dan fakta melalui contoh-contoh kalimat
berikut.
Contoh kalimat mengandung data:
Bus yang dimiliki TransKota berjumlah 45 buah.
Dengan uang 15 juta rupiah, orang dapat memiliki sepeda motor baru.
Contoh kalimat mengandung fakta:
Warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas dan sudah memiliki Surat Izin
Mengemudi (SIM) boleh mengendarai sepeda motor.
Sepeda motor adalah alat transportasi roda dua yang digerakkan oleh mesin.
LAMPIRAN 2
MEDIA AJAR
Media Presentasi Interaktif (PPT/Canva)
Media presentasi digunakan pada Tahap 1 (Stimulation) dan Tahap 3 (Data Collection). Slide
presentasi memuat visualisasi perbedaan Data dan Fakta, serta bentuk tabel 'Penumpang Bus
Kota' secara interaktif.
Papan Interaktif Digital (PID) - Game 'Data vs Fakta'
Game interaktif ini digunakan pada tahap penutup untuk refleksi pembelajaran. Guru
menayangkan kalimat melalui proyektor/PID, dan murid harus merespons secara lisan
dengan cepat menebak jenis kalimat.
No. Kalimat yang Ditayangkan Kunci Jawaban
1. Di perpustakaan sekolah Data (Berbentuk Angka)
terdapat 350 judul buku
cerita fiksi.
2. Buku adalah sumber ilmu Fakta (Keadaan/kenyataan
pengetahuan bagi pelajar. umum)
3. Ketua OSIS SMP kita saat Data (Tidak Berbentuk
ini bernama Budi Santoso. Angka)
4. Air mendidih pada suhu 100 Fakta (Kenyataan Sains)
derajat Celcius pada tekanan
atmosfer normal.
LAMPIRAN 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Kelompok :..............................................................
Anggota Kelompok :
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
Kelas : ..............................................................
Petunjuk Pengerjaan
Bacalah teks observasi singkat di bawah ini dengan saksama bersama anggota kelompokmu.
Temukan data-data yang terdapat dalam teks tersebut. Salin dan tuliskan data yang kalian
temukan ke dalam tabel pengamatan, serta tentukan letak paragrafnya.
Teks Observasi: Kondisi Perpustakaan Sekolah
Paragraf 1: Perpustakaan SMP Cerdas Ceria memiliki ruangan yang cukup luas dan bersih.
Terdapat 10 rak buku besar yang berjajar rapi di bagian tengah ruangan. Setiap rak kayu
tersebut dicat dengan warna cokelat tua.
Paragraf 2: Di sudut kiri ruangan, terdapat seorang siswa laki-laki berkacamata sedang
membaca buku sejarah. Di bagian kanan ruangan, berjajar 5 meja baca panjang. Pada meja
nomor tiga, terlihat tumpukan sekitar 12 buku ensiklopedia yang baru saja selesai dibaca.
(DEEP LEARNING)
A. Identifikasi Murid
1. Murid sudah mampu membedakan antara data dan fakta dalam teks observasi, namun
masih perlu dibimbing untuk memahami sistematika dan alur karangan secara utuh.
2. Murid perlu difasilitasi untuk mengidentifikasi bagian mana dari teks yang berisi
pengenalan umum, bagian rincian objek, dan bagian kesimpulan.
3. Murid terbiasa membaca informasi dari berbagai sumber, sehingga mampu menerapkan
keterampilan membaca cermat untuk memilah informasi ke dalam struktur yang sesuai.
4. Murid siap berkolaborasi dalam kelompok untuk membedah teks laporan yang lebih
kompleks, seperti teks 'Bendi di Kota Padang'.
B. Materi Pelajaran
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) menurut Anderson (2003) yang terbagi
menjadi tiga bagian: 1) Pembuka (definisi umum) yang berisi pengenalan objek, 2) Isi
(deskripsi bagian) yang membahas objek secara rinci dan memuat fakta, serta 3) Penutup
(simpulan) yang berisi kesimpulan mengenai objek yang diamati.
D. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai tipe teks audio visual
dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu
mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan
atau pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan
tersirat. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual
yang dibaca dan dipirsa.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan
untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan
dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis
untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.
5. Praktik Pedagogis
Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam / Deep Learning.
Model Pembelajaran: Discovery Learning.
Metode Pembelajaran: Membaca teks, bedah paragraf, diskusi kelompok, presentasi,
refleksi permainan tebak struktur.
6. Kemitraan Pembelajaran
Guru IPS: Berdiskusi mengenai sejarah alat transportasi lokal sebagai bahan
referensi teks.
Pustakawan: Menyediakan akses pada literatur atau artikel terkait laporan observasi
wisata/transportasi.
Teman Sebaya: Saling mengevaluasi hasil klasifikasi paragraf berdasarkan struktur
teks LHO.
7. Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan Fisik: Penataan meja berkelompok (4-5 siswa) untuk mempermudah
kegiatan bedah teks secara kolaboratif.
Lingkungan Virtual/Digital: Penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) untuk
menampilkan tabel analisis teks secara visual.
Lingkungan Budaya / Sosio-Emosional: Mendorong siswa menghargai pelestarian
budaya lokal seperti bendi, serta saling mendengarkan argumen dalam diskusi.
8. Pemanfaatan Digital
Slide presentasi interaktif (Canva/PPT) yang memuat ilustrasi bagian-bagian struktur
teks.
Aplikasi kuis interaktif di PID untuk permainan tebak 'Bagian Apakah Ini?'.
E. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pengalaman Belajar
No. Alur Pembelajaran Keterangan / Nilai yang
Dikembangkan
AWAL (10 Menit)
1 Guru membuka DPL: Keimanan dan
pembelajaran dengan salam, Ketakwaan
memeriksa kesiapan kelas,
dan mengajak murid berdoa
bersama.
2 Guru melakukan apersepsi Manajemen Diri - PSE
dengan bertanya: 'Ibarat
sebuah rumah, ada teras,
ruang tamu, dan pintu
belakang. Begitu juga teks
laporan, ia memiliki susunan
agar rapi. Ada yang tahu apa
saja bagiannya?'
3 Murid merespons, dan guru Berkesadaran / Mindful
mengaitkan jawaban murid
dengan pentingnya struktur
teks agar informasi
tersampaikan dengan jelas.
4 Guru menyampaikan tujuan Bermakna / Meaningful
pembelajaran hari ini terkait
Mengenal Struktur Teks
LHO.
INTI (60 Menit)
Tahap 1: Pemberian Rangsangan (Stimulation)
1 Guru menampilkan contoh Menggembirakan / Joyful
tabel analisis struktur teks
'Penumpang Bus Kota' di
PID.
2 Murid mengamati tabel Berkesadaran / Mindful
tersebut dan memperhatikan
bagaimana sebuah teks
dipotong menjadi bagian
Pembuka, Isi, dan Penutup.
3 Guru memberikan DPL: Bernalar Kritis
pertanyaan pemantik:
'Mengapa paragraf pertama
disebut pembuka, dan
paragraf terakhir disebut
penutup?'
Tahap 2: Identifikasi Masalah (Problem Statement)
1 Guru bertanya: 'Ciri-ciri DPL: Bernalar Kritis
kalimat apa saja yang
biasanya ada di bagian
pembuka, isi, dan simpulan?'
2 Murid mendiskusikan bahwa Kemampuan Berelasi - PSE
pembuka biasanya berisi
definisi, isi berisi rincian
fakta, dan penutup berisi
kesimpulan.
Tahap 3: Pengumpulan Data (Data Collection)
1 Guru memaparkan materi Bermakna / Meaningful
bahwa struktur teks LHO
dibagi tiga (Anderson,
2003): Definisi umum,
Deskripsi bagian, dan
Simpulan.
2 Guru membagikan LKPD Manajemen Diri - PSE
yang berisi teks LHO utuh
berjudul 'Bendi di Kota
Padang'.
Tahap 4: Pengolahan Data (Data Processing)
1 Guru membagi murid ke Kolaboratif
dalam kelompok kecil
beranggotakan 4-5 orang.
2 Murid secara berkelompok DPL: Gotong Royong /
membaca teks 'Bendi di Kolaborasi
Kota Padang' dan
menentukan bagian paragraf
mana yang merupakan
Pembuka, Isi, dan Penutup.
3 Murid menuliskan bukti DPL: Bernalar Kritis
kalimat dari teks untuk
mendukung analisis
klasifikasi struktur mereka
di tabel LKPD.
4 Guru berkeliling Kesadaran Sosial - PSE
memberikan bimbingan,
khususnya memastikan
murid membedakan antara
paragraf definisi umum dan
deskripsi sejarah/rincian.
Tahap 5: Pembuktian (Verification)
1 Perwakilan kelompok Komunikatif
mempresentasikan hasil
analisis struktur teks Bendi
di depan kelas.
2 Kelompok lain menanggapi Kemampuan Berelasi - PSE
dan berdiskusi jika ada
perbedaan penentuan
paragraf (misal: apakah
paragraf 2 masuk pembuka
atau isi).
3 Guru memberikan Kesadaran Diri - PSE
konfirmasi bahwa paragraf 2
hingga 5 merupakan bagian
deskripsi (Isi) karena
memuat fakta spesifik
sejarah, lokasi, tarif, dan
rute.
Tahap 6: Menarik Kesimpulan (Generalization)
1 Murid bersama guru Prinsip: Komunikatif, Kritis
menyimpulkan 3 bagian
utama teks LHO beserta
fungsi masing-masing
bagian.
2 Murid merangkum bahwa Bermakna / Meaningful
struktur yang runtut
memudahkan pembaca
memahami laporan hasil
observasi.
PENUTUP (10 Menit)
1 Guru memandu refleksi Menggembirakan / Joyful
interaktif di PID: Guru
menampilkan potongan
paragraf acak, murid
berlomba menebak
'Pembuka!', 'Isi!', atau
'Penutup!'.
2 Guru memberikan apresiasi Kesadaran Diri - PSE
atas keberhasilan murid
membedah teks.
3 Guru menutup kegiatan Mandiri
pembelajaran dengan doa
dan salam.
2. Asesmen Pembelajaran
Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran Pertanyaan pemantik lisan mengenai
susunan sebuah teks karangan.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Lembar observasi diskusi kelompok,
keaktifan saat berargumen tentang struktur
teks.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Penilaian hasil kerja kelompok (Tabel
Analisis Struktur Teks 'Bendi di Kota
Padang').
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
(DEEP LEARNING)
A. Identifikasi Murid
1. Murid sudah mampu membaca teks Laporan Hasil Observasi (LHO) secara umum,
namun masih kesulitan membedakan gaya penyampaian penulis yang bersifat
menggambarkan (deskripsi) dengan yang memaparkan informasi (eksposisi).
2. Murid cenderung menyamaratakan semua paragraf berisi fakta sebagai paragraf yang
sama, padahal tujuannya bisa berbeda (merangsang pancaindra vs menambah
pengetahuan).
3. Murid terbiasa dengan teks visual dan imajinatif, sehingga mereka dapat dibimbing
untuk membedakan 'kata kunci' spesifik dari setiap jenis paragraf.
4. Murid antusias saat diajak menganalisis sesuatu secara konkret dan bekerja sama dalam
kelompok kecil.
B. Materi Pelajaran
Mengidentifikasi Paragraf Deskripsi dan Eksposisi dalam Laporan Hasil Observasi (LHO).
Materi meliputi definisi Paragraf Deskripsi (menggambarkan suatu keadaan secara detail
sehingga pembaca dapat melihat, membayangkan, dan merasakan), definisi Paragraf
Eksposisi (menjelaskan sebuah informasi, maksud, dan tujuan), serta kata kunci
perbedaannya ('menggambarkan' vs 'informasi').
C. Dimensi Profil Lulusan / Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Profil Lulusan Implementasi dalam Pembelajaran
DPL 1: Beriman, Bertakwa kepada Murid menggunakan tutur kata yang baik
Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia dan santun saat berdiskusi dan
menyampaikan argumen mengenai jenis
paragraf.
DPL 3: Bernalar Kritis Murid menganalisis isi paragraf untuk
menemukan kata kunci dan memutuskan
apakah paragraf tersebut bertujuan
mendeskripsikan atau mengeksposisikan
informasi.
DPL 4: Kreatif Murid menyajikan hasil temuan analisis
jenis paragraf beserta alasannya secara
sistematis.
DPL 5: Gotong Royong / Kolaborasi Murid bekerja sama dalam kelompok untuk
menyelesaikan LKPD terkait
pengklasifikasian paragraf deskripsi dan
eksposisi.
DPL 6: Mandiri Murid bertanggung jawab secara mandiri
untuk memahami materi dasar sebelum
masuk ke diskusi kelompok.
D. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai tipe teks audio visual
dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan
atau pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan
tersirat. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual
yang dibaca dan dipirsa.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan
untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan
dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis
untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.
5. Praktik Pedagogis
Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam / Deep Learning.
Model Pembelajaran: Discovery Learning.
Metode Pembelajaran: Membaca komparatif, analisis kata kunci, diskusi kelompok,
presentasi, refleksi.
6. Kemitraan Pembelajaran
Guru IPS: Bekerja sama menyajikan teks informatif/eksposisi tentang fenomena
sosial.
Pustakawan: Menyediakan teks laporan ensiklopedia sebagai contoh bacaan
eksposisi.
Teman Sebaya: Melakukan peer-review terhadap alasan penentuan jenis paragraf di
LKPD.
7. Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan Fisik: Penataan kelas bentuk kelompok (4-5 siswa) untuk memfasilitasi
diskusi teks secara langsung.
Lingkungan Virtual/Digital: Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) untuk
memvisualisasikan beda kata kunci 'menggambarkan' dan 'menginformasikan'.
Lingkungan Budaya / Sosio-Emosional: Membangun budaya literasi kritis dimana
murid tidak hanya membaca, tetapi meresapi tujuan penulisan sebuah paragraf.
Pemanfaatan Digital
Slide presentasi interaktif (Canva/PPT) yang memuat ilustrasi pancaindra untuk
deskripsi dan ikon ensiklopedia untuk eksposisi.
Aplikasi game interaktif kuis tebak jenis paragraf di Papan Interaktif Digital.
E. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pengalaman Belajar
No. Alur Pembelajaran Keterangan / Nilai yang
Dikembangkan
AWAL (10 Menit)
1 Guru membuka DPL: Keimanan dan
pembelajaran dengan salam, Ketakwaan
memeriksa kesiapan kelas,
dan mengajak murid berdoa.
2 Guru melakukan apersepsi: Berkesadaran / Mindful
'Jika Ibu menceritakan
bentuk sepeda motor yang
berwarna merah dan punya
keranjang, apakah kalian
bisa membayangkannya?
Kalau Ibu menceritakan cara
kerja mesin motor, apakah
kalian membayangkannya
atau justru mendapat ilmu
baru?'
3 Murid merespons perbedaan Manajemen Diri - PSE
antara 'membayangkan
bentuk' dengan 'mendapat
ilmu/informasi'.
4 Guru menyampaikan tujuan Bermakna / Meaningful
pembelajaran mengenai
Paragraf Deskripsi dan
Eksposisi.
INTI (60 Menit)
Tahap 1: Pemberian Rangsangan (Stimulation)
1 Guru menayangkan dua Menggembirakan / Joyful
paragraf berdampingan di
PID. Satu paragraf
mendeskripsikan suasana
bus kota yang penuh sesak
(deskripsi), satu paragraf
menjelaskan sejarah
penemuan Bendi (eksposisi).
2 Murid membaca dan Berkesadaran / Mindful
membandingkan sensasi saat
membaca kedua teks
tersebut.
3 Guru memberikan DPL: Bernalar Kritis
tantangan: 'Teks mana yang
membuat kalian merasa
seperti sedang melihat
langsung kejadiannya?'
Tahap 2: Identifikasi Masalah (Problem Statement)
1 Guru memunculkan DPL: Bernalar Kritis
masalah: 'Apa ciri khas
kalimat yang digunakan
penulis agar kita bisa seolah-
olah melihat suatu objek
(deskripsi) dibandingkan
dengan kalimat yang hanya
memaparkan pengetahuan
(eksposisi)?'
2 Murid mendiskusikan bahwa Kemampuan Berelasi - PSE
teks deskripsi banyak
menggunakan rincian yang
melibatkan pancaindra.
Tahap 3: Pengumpulan Data (Data Collection)
1 Guru menjelaskan materi Bermakna / Meaningful
inti berdasarkan buku
referensi mengenai
pengertian dan kata kunci
Paragraf Deskripsi
('menggambarkan') dan
Eksposisi ('informasi').
2 Guru membagikan LKPD Manajemen Diri - PSE
yang berisi 4 potongan
paragraf berbeda mengenai
sepeda motor, suasana bus,
dan sepeda.
Tahap 4: Pengolahan Data (Data Processing)
1 Guru membagi murid ke Kolaboratif
dalam kelompok kecil
beranggotakan 4-5 orang.
2 Murid secara berkelompok DPL: Gotong Royong /
menganalisis 4 paragraf di Kolaborasi
LKPD, menentukan apakah
itu paragraf Deskripsi atau
Eksposisi.
3 Murid menuliskan alasan DPL: Bernalar Kritis
analisis mereka berdasarkan
keberadaan rincian detail
atau paparan uraian
informasi.
4 Guru berkeliling Kesadaran Sosial - PSE
memberikan bimbingan,
memancing murid untuk
mencari kata kunci dari
masing-masing paragraf.
Tahap 5: Pembuktian (Verification)
1 Perwakilan kelompok Komunikatif
mempresentasikan hasil
klasifikasi 4 paragraf
tersebut di depan kelas.
2 Kelompok lain memberikan Kemampuan Berelasi - PSE
tanggapan. Terutama
berdiskusi pada paragraf
yang membingungkan.
3 Guru meluruskan dan Kesadaran Diri - PSE
memberikan konfirmasi
jawaban yang tepat beserta
analisis kata kuncinya.
Tahap 6: Menarik Kesimpulan (Generalization)
1 Murid menyimpulkan Prinsip: Komunikatif, Kritis
perbedaan utama: Deskripsi
fokus pada penggambaran
detail agar pembaca bisa
merasakan/melihat,
sedangkan Eksposisi fokus
pada penyampaian informasi
faktual untuk menambah
pengetahuan.
2 Murid menyadari bahwa Bermakna / Meaningful
sebuah Laporan Hasil
Observasi bisa memuat
kedua jenis paragraf ini
untuk saling melengkapi.
PENUTUP (10 Menit)
1 Guru memandu game Menggembirakan / Joyful
refleksi cepat di PID:
'Deskripsi atau Eksposisi?'.
Guru membacakan satu
kalimat, murid mengangkat
tangan dan menjawab
jenisnya.
2 Guru memandu refleksi diri Kesadaran Diri - PSE
pemahaman materi hari ini.
3 Guru menutup kegiatan Mandiri
dengan doa dan salam.
2. Asesmen Pembelajaran
Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran Pertanyaan pemantik lisan membedakan
pengalaman 'membayangkan' dan
'mendapatkan ilmu'.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Lembar observasi aktivitas diskusi
kelompok (Gotong Royong & Bernalar
Kritis).
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Penilaian LKPD (Ketepatan klasifikasi 4
paragraf Deskripsi/Eksposisi) dan alasan
pendukungnya.
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
1. Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu hal dengan terperinci
dan detail, seperti dapat dilihat, didengar, dicium, diraba, dan dirasakan.
Kata Kunci: Menggambarkan.
Tujuan: Menggambarkan suatu keadaan secara detail sehingga pembaca dapat melihat,
membayangkan, dan merasakan apa yang sedang dideskripsikan.
Contoh Paragraf Deskripsi (dari teks 'Penumpang Bus Kota'):
"Tepat di depan peserta didik berseragam SMP itu, seorang ibu lain duduk sembari
memangku anak balitanya. Tidak jauh dari ibu itu, duduk seorang laki-laki penyandang
disabilitas atau difabel dengan kruk yang disandarkan pada kursi."
2. Paragraf Eksposisi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), eksposisi berarti uraian atau paparan yang
bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan sebuah karangan. Jadi, paragraf eksposisi adalah
paragraf yang memaparkan informasi, maksud, dan tujuan tertentu agar pembaca
memperoleh tambahan pengetahuan.
Kata Kunci: Informasi.
Tujuan: Menjelaskan sebuah informasi tentang suatu hal.
Contoh Paragraf Eksposisi 1 (Teks 'Sepeda Motor di Indonesia'):
"Sepeda motor adalah alat transportasi roda dua yang digerakkan oleh mesin. Ada bermacam-
macam tipe sepeda motor. Ada sepeda motor jenis sport yang berkecepatan tinggi, bersuara
bising, dan biasa digunakan oleh pembalap. Ada sepeda motor skuter matik yang dapat hidup
otomatis tanpa menggunakan operan gigi manual. Ada sepeda motor bebek manual tanpa
kopling. Ada sepeda motor trail yang biasa digunakan di medan berat/off road. Terakhir, ada
sepeda motor cruiser yang dikenal dengan motor gede (moge) yang berkecepatan tinggi."
Contoh Paragraf Eksposisi 2 (Teks 'Bendi di Kota Padang'):
"Bendi pertama kali ditemukan oleh sarjana Hindia Belanda bernama Charles Theodore
Deeleman. Di beberapa daerah lain di Indonesia bendi dikenal dengan sebutan delman sesuai
dengan nama penemunya. Di Pulau Jawa, bendi dikenal dengan sebutan dokar, andong, dan
kahar atau keretek. Di Nusa Tenggara Barat bendi dikenal dengan sebutan cidomo."
LAMPIRAN 2
MEDIA AJAR
Media Presentasi Interaktif (PPT/Canva)
Slide presentasi digunakan untuk memvisualisasikan perbedaan kedua paragraf secara
berdampingan. Visualisasi menggunakan ikon 'Mata/Pancaindra' untuk paragraf Deskripsi
dan ikon 'Buku/Informasi' untuk paragraf Eksposisi.
Papan Interaktif Digital (PID) - Game 'Deskripsi atau Eksposisi?'
Guru menayangkan kalimat tunggal, murid menjawab dengan cepat jenis paragrafnya.
No. Kalimat yang Ditayangkan Kunci Jawaban
1. Bulu kucing itu sangat halus Deskripsi
berwarna putih bersih,
dengan mata bulat berwarna
biru terang.
2. Kucing persia adalah ras Eksposisi
kucing domestik berbulu
panjang dengan karakter
wajah bulat dan moncong
pendek.
3. Gunung Bromo memiliki Eksposisi
ketinggian 2.329 meter di
atas permukaan laut dan
berada dalam empat wilayah
kabupaten.
LAMPIRAN 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Kelompok :..............................................................
Anggota Kelompok :
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
Kelas : ..............................................................
Kegiatan: Menemukan Paragraf Deskripsi dan Eksposisi dalam Teks LHO
Petunjuk: Berilah tanda centang (V) pada kolom yang sesuai dengan contoh paragraf,
kemudian tuliskan alasan logis kalian di bawah tabel!
Paragraf Deskripsi Eksposisi
1. Sepeda motor banyak
digunakan untuk pergi
bekerja karena termasuk
salah satu alat
transportasi yang hemat.
Dengan bahan bakar
seharga Rp7.800,00 per
liter, pengendara sepeda
motor bisa menempuh
jarak sejauh 47 kilometer.
Selain itu, sepeda motor
juga bermanfaat untuk
memudahkan pengendara
dalam mengakses rute-
rute sulit, gang-gang
sempit, dan jalan-jalan
yang macet untuk
mencapai tujuan.
2. Penumpang bus nomor
17 penuh sesak. Sebagian
penumpang berdiri
karena tidak
mendapatkan tempat
duduk. Beberapa
penumpang yang berdiri
bersandar pada kursi
penumpang, sementara
penumpang lainnya
memegang handle grip.
Penumpang yang duduk
ibu hamil, ibu dengan
anak balita, dan
penyandang difabel.
3. Sepeda adalah kendaraan
yang umum dipakai anak
SMP Perwira. Setiap hari
puluhan anak mengayuh
sepeda ke sekolah dan
menaruhnya di tempat
parkir khusus sepeda
yang dibangun sekolah
dua tahun lalu. Datang ke
sekolah dengan sepeda
seperti menjadi sebuah
kebanggaan. Anak-anak
yang dahulu diantar
orang tua mereka dengan
mobil atau motor, kini
memilih ke sekolah
dengan bersepeda.
4. Sepeda baru Mira
berwarna merah, punya
keranjang, dan memiliki
bangku boncengan di
bagian belakang. Bel
sepedanya terletak di
setang sebelah kanan.
Ada kaca spion kecil di
setang kiri dan kanan
yang berfungsi untuk
melihat jika ada
kendaraan dari belakang.
(DEEP LEARNING)
A. Identifikasi Murid
Murid sering kali menulis kalimat tanpa memperhatikan penggunaan tanda baca yang
tepat, sehingga maksud tulisannya menjadi sulit dipahami atau ambigu.
Murid sudah mengetahui beberapa tanda baca dasar (titik, koma), namun masih
bingung dalam penggunaan tanda titik dua (:) untuk perincian dan tanda titik koma (;)
sebagai pengganti kata penghubung.
Murid sering menggunakan istilah bahasa daerah atau bahasa asing kekinian (seperti
kata 'selfie', 'seafood') dalam tulisan mereka, namun belum terbiasa menerapkan aturan
penulisan huruf miring (italics) untuk kata yang belum diserap.
Murid antusias dalam kegiatan mengoreksi atau menyunting sebuah teks (sebagai
detektif bahasa) secara berkelompok.
B. Materi Pelajaran
Aturan Tanda Baca dan Penulisan Kata, meliputi: (1) Fungsi dan penggunaan tanda titik
(.), tanda koma (,), tanda titik dua (:), dan tanda titik koma (;). (2) Tata cara penulisan kata
dari bahasa daerah dan bahasa asing menggunakan huruf miring (italics) di dalam Teks
Laporan Hasil Observasi.
D. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai tipe teks audio visual
dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu
mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari topik aktual yang didengar.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan
atau pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan
tersirat. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual
yang dibaca dan dipirsa.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan
untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan
dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis
untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.
2. Lintas Disiplin Ilmu
Bahasa Inggris & Muatan Lokal (Bahasa Daerah): Mengidentifikasi kosakata asli dari
bahasa Inggris dan bahasa daerah untuk diterapkan aturan penulisan huruf miringnya di
dalam teks Bahasa Indonesia.
3. Tujuan Pembelajaran
Melalui pengamatan teks tanpa tanda baca, peserta didik mampu menyadari
pentingnya pungtuasi untuk menata kata dan kalimat sehingga maksudnya mudah
dipahami.
Melalui kegiatan diskusi, peserta didik mampu menempatkan tanda titik (.), tanda
koma (,), tanda titik dua (:), dan tanda titik koma (;) pada kalimat-kalimat yang
rumpang dengan tepat.
Melalui pengamatan teks, peserta didik mampu mengidentifikasi kata-kata
berbahasa daerah dan asing, serta menerapkan kaidah penulisan huruf miring dengan
benar.
Melalui pengerjaan LKPD, peserta didik mampu menyunting teks observasi dengan
kaidah kebahasaan yang sesuai ejaan secara teliti.
4. Topik Pembelajaran
Tanda Baca dan Penulisan Kata Berbahasa Asing dan Daerah dalam Teks LHO
5. Praktik Pedagogis
Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam / Deep Learning.
Model Pembelajaran: Discovery Learning & Problem Based Learning
(Penyuntingan Teks).
Metode Pembelajaran: Latihan menyunting teks (editing), diskusi kelompok
silang, tanya jawab interaktif, penugasan proyek mini.
6. Kemitraan Pembelajaran
Guru Bahasa Inggris / Guru Mulok: Memvalidasi asal usul kosakata (apakah
sudah diserap ke bahasa Indonesia atau masih murni istilah asing/daerah).
Pustakawan: Menyediakan referensi KBBI (cetak/digital) untuk mengecek
serapan kata.
Teman Sebaya: Bertukar hasil LKPD untuk mengoreksi letak tanda baca yang
diisikan kelompok lain.
7. Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan Fisik: Kelas diatur berhadapan untuk mempermudah diskusi silang
(cross-correction) antar kelompok.
Lingkungan Virtual/Digital: Penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) untuk
menampilkan kalimat rumpang yang akan diisi tanda baca oleh murid di depan
kelas.
Lingkungan Budaya / Sosio-Emosional: Membiasakan sikap teliti, sabar, dan
terbuka menerima koreksi dari orang lain saat tulisan disunting.
8. Pemanfaatan Digital
Papan Interaktif Digital (PID) dengan fitur drag-and-drop tanda baca ke dalam teks.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring untuk mengecek status penyerapan
kosakata asing.
E. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pengalaman Belajar
No. Alur Pembelajaran Keterangan / Nilai yang
Dikembangkan
AWAL (10 Menit)
1 Guru membuka DPL: Keimanan dan
pembelajaran dengan salam, Ketakwaan
memeriksa kesiapan kelas,
dan mengajak murid berdoa.
2 Guru menayangkan sebuah Manajemen Diri - PSE
teks tanpa tanda baca sama
sekali di PID: 'Pada hari
Minggu saya Rika dan
Tomo naik bus menuju
sekolah Jam menunjukkan
pukul sembilan pagi ketika
bus sampai...'
3 Guru menantang murid Berkesadaran / Mindful
untuk membacanya dalam
satu tarikan napas secara
lantang. Murid akan merasa
kehabisan napas dan
kebingungan menangkap
maknanya.
4 Guru menyampaikan tujuan Bermakna / Meaningful
pembelajaran hari ini:
Menggunakan tanda baca
dan menulis kata
asing/daerah dengan tepat.
INTI (60 Menit)
Tahap 1: Pemberian Rangsangan (Stimulation)
1 Guru menampilkan materi Menggembirakan / Joyful
singkat tentang fungsi tanda
titik (.), koma (,), titik dua
(:), dan titik koma (;).
2 Guru juga memperlihatkan Berkesadaran / Mindful
teks 'Bendi di Kota Padang'
dan menyoroti kata yang
dicetak miring seperti
'seafood', 'selfie', 'karupuak
kuah'.
3 Guru bertanya: 'Mengapa DPL: Bernalar Kritis
kata-kata tersebut dicetak
miring sementara kata yang
lain tegak lurus?'
Tahap 2: Identifikasi Masalah (Problem Statement)
1 Murid berdiskusi dan Kemampuan Berelasi - PSE
menyadari bahwa kata
tersebut adalah bahasa asing
(Inggris) atau bahasa daerah
(Minang).
2 Guru memunculkan DPL: Bernalar Kritis
tantangan: 'Apakah kalian
bisa menjadi penyunting
naskah (editor) yang andal
untuk memperbaiki teks
yang salah ketik?'
Tahap 3: Pengumpulan Data (Data Collection)
1 Guru memandu murid Bermakna / Meaningful
membuka buku
catatan/bahan ajar untuk
melihat pedoman tanda baca
dan pedoman penulisan
huruf miring.
2 Guru membagikan LKPD Manajemen Diri - PSE
yang berisi 10 kalimat tanpa
tanda baca dan tabel
identifikasi kata
asing/daerah.
Tahap 4: Pengolahan Data (Data Processing)
1 Guru membagi kelas ke Kolaboratif
dalam kelompok kecil
beranggotakan 4-5 orang.
2 Tugas 1: Murid DPL: Gotong Royong
menempatkan tanda baca (, .
: ;) pada 10 kalimat di
LKPD secara berkelompok.
3 Tugas 2: Murid mencari DPL: Bernalar Kritis
artikel singkat/membaca
teks rujukan, menemukan
kata asing/daerah, dan
menganalisis penulisannya.
4 Guru bertindak sebagai Kesadaran Sosial - PSE
fasilitator, mengarahkan
murid untuk menggunakan
KBBI jika ragu dengan
status serapan kata.
Tahap 5: Pembuktian (Verification)
1 Kelompok menukarkan hasil Komunikatif
LKPD dengan kelompok
lain (Cross-Evaluation).
2 Guru membahas kunci Kemampuan Berelasi - PSE
jawaban di PID, sementara
murid memeriksa dan
menilai pekerjaan kelompok
temannya secara jujur.
3 Guru meluruskan kesalahan Kesadaran Diri - PSE
umum, misalnya
kebingungan antara
menggunakan titik dua (:)
dan titik koma (;).
Tahap 6: Menarik Kesimpulan (Generalization)
1 Murid bersama guru Prinsip: Komunikatif
menyimpulkan fungsi
masing-masing tanda baca
dan aturan wajib mencetak
miring istilah asing/daerah.
2 Murid memahami bahwa Bermakna / Meaningful
tanda baca adalah 'rambu
lalu lintas' dalam tulisan.
PENUTUP (10 Menit)
1 Guru memandu game cepat Menggembirakan / Joyful
'Koreksi Saya!': Guru
menulis 1 kalimat salah di
PID, murid pertama yang
bisa lari ke depan dan
memperbaiki tanda bacanya
mendapat poin.
2 Guru mengajak murid Kesadaran Diri - PSE
berefleksi: 'Bagian tanda
baca mana yang menurutmu
paling sulit digunakan?'
3 Kegiatan ditutup dengan Mandiri
pemberian apresiasi, doa,
dan salam.
2. Asesmen Pembelajaran
Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran Tes membaca teks tanpa tanda baca untuk
melihat pemahaman pentingnya pungtuasi.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Observasi saat murid berdiskusi,
menggunakan KBBI daring, dan saat cross-
evaluation (menilai hasil teman).
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Penilaian rubrik pada hasil LKPD
(ketepatan membubuhkan tanda baca dan
menemukan kata miring).
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
LAMPIRAN 1
BAHAN AJAR
Mengenal Tanda Baca dan Penulisan Kata Berbahasa Asing dan Daerah
1. Tanda Baca
Tanda baca atau pungtuasi menurut KBBI adalah tanda grafis yang digunakan secara
konvensional untuk memisahkan pelbagai bagian dari satuan bahasa tertulis. Dengan tanda
baca, kita dapat menata kata dan kalimat sehingga maksudnya mudah dipahami.
Kali ini kita membahas empat jenis tanda baca:
a. Tanda titik (.)
Dipakai untuk mengakhiri kalimat.
Contoh: Bus itu penuh penumpang. Saya berdiri di belakang sopir.
b. Tanda koma (,)
Dipakai untuk pemerincian tiga unsur atau lebih yang digunakan dalam satu kalimat.
Contoh: Harga beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya cukup stabil
di pasaran.
c. Tanda titik dua (:)
Dipakai di akhir pernyataan yang diikuti dengan pemerincian.
Contoh: Kami memerlukan alat tulis berikut: 1) pena, 2) pensil, 3) penghapus, dan 4)
peruncing.
d. Tanda titik koma (;)
Dipakai untuk pengganti kata penghubung yang menunjukkan hubungan setara dalam
sebuah kalimat.
Contoh: Hari masih pagi; penumpang masih sepi. Ayah menonton televisi; ibu
membaca koran.
2. Tata Cara Penulisan Kata dari Bahasa Daerah dan Bahasa Asing
Dalam teks laporan hasil pengamatan, kita sering menemukan kata yang ditulis dengan
huruf miring (italics). Huruf miring tersebut merupakan kata yang berasal dari bahasa
daerah dan kata dari bahasa asing (misalnya bahasa Inggris) yang belum diserap ke dalam
bahasa Indonesia.
Contoh Penggalan teks 'Bendi di Kota Padang':
Selain itu, bendi juga bermanfaat untuk mengantarkan wisatawan menikmati jajanan
kuliner di sepanjang Pantai Padang, seperti jajanan lengkitang, pensi, karupuak kuah,
pisang bakar, kelapa muda, soto, satai, dan aneka macam seafood. Wisatawan menikmati
aneka jajanan kuliner sambil ber-selfie ria menunggu sunset pada sore hari di Pantai
Padang.
Kata dari bahasa daerah yang ditulis miring: karupuak kuah.
Kata dari bahasa Inggris yang ditulis miring: selfie, sunset, seafood.
LAMPIRAN 2
MEDIA AJAR
Papan Interaktif Digital (PID)
Menampilkan teks tanpa tanda baca untuk apersepsi, agar murid merasakan susahnya
membaca tulisan tanpa 'rambu-rambu' bahasa.
Teks Apersepsi di Layar PID:
Pada hari Minggu saya Rika dan Tomo naik bus menuju sekolah Jam menunjukkan pukul
sembilan pagi ketika bus sampai di halte Tidak banyak penumpang bus pagi itu hanya ada
seorang bapak yang duduk terkantuk-kantuk dan seorang lelaki yang membaca sebuah
buku Kami duduk di bangku bagian belakang Sopir menjalankan bus dengan tenang
mungkin karena sopirnya tahu kami tidak sedang terburu-buru Kami bertiga ke sekolah
untuk berlatih tari piring dan latihan itu baru dimulai pukul sepuluh pagi Kami sengaja
datang lebih awal supaya bisa mempersiapkan banyak hal seperti membantu pak guru
membentangkan tikar dan mengeluarkan piring-piring untuk latihan
(DEEP LEARNING)
A. Identifikasi Murid
Murid telah menguasai konsep dasar teks laporan hasil observasi, termasuk struktur
(Pembuka, Isi, Penutup), data, fakta, serta kaidah tanda baca dan ejaan pada pertemuan
sebelumnya.
Murid memiliki rasa antusiasme tinggi untuk melakukan observasi langsung di
lapangan atau lingkungan sekitar sekolah.
Murid masih membutuhkan pendampingan terstruktur dalam merangkum data
observasi acak menjadi paragraf-paragraf yang utuh, logis, dan saling
berkesinambungan.
Murid siap untuk berkolaborasi dalam mengumpulkan data objektif di lapangan dan
menuangkannya ke dalam 'Lembar Observasi' sebelum menyusun naskah final.
Materi Pelajaran
Langkah-langkah Menulis Teks Laporan Hasil Observasi (LHO), yang meliputi: 1)
Menemukan topik dan tujuan pengamatan; 2) Melakukan observasi atau pengamatan
langsung; 3) Mencatat data penting secara objektif melalui format 'Lembar Observasi';
dan 4) Memasukkan data ke dalam tulisan sesuai dengan 3 struktur utama LHO
(Pembuka, Isi, Penutup).
B. Dimensi Profil Lulusan / Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Profil Lulusan Implementasi dalam Pembelajaran
DPL 1: Beriman, Bertakwa kepada Murid mencatat data pengamatan secara
Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia jujur, objektif, dan apa adanya tanpa
memanipulasi kenyataan di lapangan.
DPL 3: Bernalar Kritis Murid memilih dan memilah data penting
dari lapangan untuk dimasukkan ke dalam
tulisan secara sistematis.
DPL 4: Kreatif Murid menyusun data-data mentah menjadi
paragraf laporan yang komunikatif dan
menarik untuk dibaca.
DPL 5: Gotong Royong / Kolaborasi Murid berbagi tugas dalam kelompok saat
observasi lapangan (ada yang mengamati,
ada yang mencatat).
DPL 6: Mandiri Murid bertanggung jawab atas penugasan
penyusunan paragraf laporannya masing-
masing.
C. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai tipe teks audio visual
dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu memahami informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan
atau pesan dari teks visual dan audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan
tersirat. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai topik aktual
yang dibaca dan dipirsa.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan
untuk tujuan pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan
dalam bentuk monolog dan dialog logis, kritis, dan kreatif.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis
untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif.
5. Praktik Pedagogis
Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam / Deep Learning.
Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL) - Menulis Teks.
Metode Pembelajaran: Observasi lapangan, diskusi kelompok, penyusunan draf teks
(drafting), penyuntingan, dan presentasi.
6. Kemitraan Pembelajaran
Petugas Keamanan / Pengelola Sekolah: Menjadi narasumber jika murid mengamati
area spesifik seperti lapangan parkir atau kantin.
Teman Sebaya: Melakukan koreksi silang (peer-editing) terhadap draf tulisan
sebelum difinalisasi.
7. Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan Fisik: Kelas untuk teori awal, dilanjutkan dengan area lingkungan
sekolah (lapangan, kantin, perpustakaan) untuk observasi langsung.
Lingkungan Virtual/Digital: Papan Interaktif Digital (PID) untuk menampilkan
format kerangka penulisan.
Lingkungan Budaya / Sosio-Emosional: Mendorong siswa menghargai fakta
lapangan, menghindari asumsi/desas-desus, serta saling bekerja sama
mengumpulkan data.
8. Pemanfaatan Digital
Slide presentasi Canva/PPT untuk panduan 4 langkah menulis LHO.
Penggunaan gawai (kamera HP) murid untuk memotret objek sebagai dokumentasi
bukti fakta pengamatan.
D. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Pengalaman Belajar
No. Alur Pembelajaran Keterangan / Nilai
yang Dikembangkan
AWAL (10 Menit)
1 Guru membuka pembelajaran DPL: Keimanan dan
dengan salam, memeriksa Ketakwaan
kesiapan, dan berdoa.
2 Apersepsi: Guru meninjau Berkesadaran /
ulang sekilas tentang struktur Mindful
(Pembuka, Isi, Penutup) dan
data LHO.
3 Guru memberikan motivasi: Manajemen Diri -
'Hari ini kalian tidak lagi PSE
membedah teks orang lain,
tetapi kalianlah yang akan
menjadi peneliti dan penulis
teks LHO!'
4 Guru menyampaikan tujuan Bermakna /
pembelajaran hari ini: Meaningful
Mengobservasi dan Menulis
Teks LHO.
INTI (60 Menit)
Tahap 1: Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential
Question)
1 Guru bertanya: 'Hal asyik apa di DPL: Bernalar Kritis
sekitar sekolah kita yang bisa
dijadikan bahan tulisan LHO?'
2 Murid melakukan curah Kemampuan Berelasi
pendapat memunculkan ide - PSE
(misal: kantin sekolah, lapangan
parkir, kebun sekolah).
Tahap 2: Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the
Project)
1 Guru menjelaskan 4 langkah Bermakna /
menulis LHO: 1) Menemukan Meaningful
topik & tujuan, 2) Melakukan
observasi, 3) Mencatat data, 4)
Menulis ke dalam struktur teks.
2 Guru membagikan LKPD yang Manajemen Diri -
memuat form 'Lembar PSE
Observasi'.
3 Guru membagi kelompok (4-5 Kolaboratif
murid) dan mengarahkan
mereka merumuskan topik
spesifik.
Tahap 3: Menyusun Jadwal (Create a Schedule)
1 Guru memberikan waktu 15 DPL: Mandiri
menit bagi kelompok untuk
keluar kelas melakukan
pengamatan.
Tahap 4: Memonitor Siswa dan Kemajuan Proyek (Monitor the
Students and the Progress of the Project)
1 Murid keluar kelas, menyebar DPL: Gotong
ke objek observasi yang dipilih, Royong / Kolaborasi
mengamati, memotret bukti,
dan mencatat data penting ke
dalam 'Lembar Observasi'.
2 Murid memastikan data yang DPL: Bernalar Kritis
dicatat nyata dan bukan isu
belaka.
3 Guru memonitor keaktifan Kesadaran Sosial -
murid di lapangan. PSE
4 Murid kembali ke kelas. Mulai DPL: Kreatif
menyusun data mentah tersebut
ke dalam draf paragraf
(Pembuka, Isi, Penutup) pada
LKPD.
Tahap 5: Menguji Hasil (Assess the Outcome)
1 Kelompok menukarkan draf Kemampuan Berelasi
teks mereka dengan kelompok - PSE
lain untuk dicek apakah struktur
dan ejaannya sudah tepat.
2 Murid melakukan finalisasi Kesadaran Diri - PSE
penulisan LHO berdasarkan
masukan teman.
Tahap 6: Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience)
2. Asesmen Pembelajaran
Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
Asesmen pada Awal Pembelajaran Pertanyaan lisan untuk memanggil ingatan
tentang struktur dan data LHO.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Observasi guru terhadap kinerja murid saat
melakukan pengamatan di lapangan dan
diskusi penyusunan draf.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Penilaian produk Teks LHO di LKPD
(berdasarkan kelengkapan struktur,
objektivitas data, dan kaidah kebahasaan).
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
Berdiskusi: Bersama kelompok, diskusikan dan presentasikan laporan kalian di depan kelas.
Kalian dapat melengkapinya dengan gambar.
LAMPIRAN 2
MEDIA AJAR
1. Media Presentasi Interaktif (PPT/Canva)
Guru menayangkan slide yang berisi langkah-langkah menulis LHO secara sistematis
untuk memandu siswa merencanakan tugasnya.
2. Papan Interaktif Digital (PID)
Digunakan untuk menampilkan tabel kerangka tulisan kosong yang akan diisi sebagai
contoh. Siswa dapat melihat pemetaan dari 'Data mentah observasi' menjadi 'Sebuah
paragraf'.
LAMPIRAN 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Kelompok :..............................................................
Anggota Kelompok :
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
..........................................................
Kelas : ..............................................................
A. Lembar Observasi
Pergilah ke lingkungan sekitar sekolahmu (misal: kantin, lapangan parkir, perpustakaan).
Amati dengan saksama dan catat datanya di lembar ini!
Topik:
Kelompok: Tanggal:
Tujuan observasi: