Modul 2 Dasar Python
Modul 2 Dasar Python
DASAR PYTHON
1
DAFTAR ISI
2
3.6 Latihan Individu ....................................................................................................................... 22
Bab 4 String Manipulation ................................................................................................................ 23
4.1 Pendahuluan ............................................................................................................................. 23
4.2 Tujuan Pembelajaran ................................................................................................................ 23
4.3 Indikator Keberhasilan ............................................................................................................. 23
4.4 Materi: Formatting dan Slicing Teks........................................................................................ 23
4.4.1 Menggabungkan String (Concatenation) ........................................................................... 24
4.4.2 f-string Formatting ............................................................................................................. 25
4.4.3 Slicing: Mengambil Sebagian Teks ................................................................................... 25
4.4.4 Method String yang Berguna ............................................................................................. 26
4.5 Tools yang Digunakan.............................................................................................................. 26
4.6 Latihan Coding ......................................................................................................................... 26
Proyek Mini........................................................................................................................................ 27
Menggabungkan Semua Konsep: Kartu Perkenalan Digital .......................................................... 27
Tantangan ................................................................................................................................... 28
Rangkuman Materi ............................................................................................................................. 29
Penutup............................................................................................................................................... 29
Daftar Pustaka .................................................................................................................................... 30
3
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 — Halaman unduh installer Python di situs resmi [Link] ........................................ 7
Gambar 1.2 — Jendela instalasi Python dengan opsi Add [Link] to PATH ................................ 7
Gambar 1.3 — Pencarian extension Python pada VS Code ................................................................ 8
Gambar 1.4 — Extension Python dari Microsoft pada hasil pencarian VS Code ............................... 8
Gambar 1.5 — Halaman utama Google Colab .................................................................................... 9
Gambar 1.6 — Tombol New Notebook pada Google Colab ............................................................... 9
Gambar 1.7 — Menjalankan kode Python pada sel Google Colab ................................................... 10
Gambar 1.8 — Halaman masuk dan beranda Kaggle ........................................................................ 11
Gambar 1.9 — Tombol New Notebook pada Kaggle ........................................................................ 12
Gambar 1.10 — Menjalankan kode Python pada sel Kaggle Notebook ........................................... 12
Gambar 1.11 — Hasil eksekusi kode pada Kaggle Notebook ........................................................... 12
Gambar 1.12 — Alur menyiapkan environment hingga menjalankan program Python pertama...... 14
Gambar 2.1 — Empat tipe data dasar di Python beserta contoh nilainya .......................................... 18
Gambar 2.2 — Ilustrasi nilai True dan False pada tipe data boolean ................................................ 18
Gambar 3.1 — Alur pengecekan kondisi ganda menggunakan operator and .................................... 23
Gambar 4.1 — Posisi index positif dan negatif pada string “PYTHON” .......................................... 26
4
BAB 1
ENVIRONMENT SETUP
1.1 Pendahuluan
Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat berbagai situasi yang secara tidak langsung mengharuskan
seseorang untuk berpikir secara sistematis, salah satunya ketika harus mencari anggota keluarga yang
hilang di sebuah pusat perbelanjaan. Dalam situasi tersebut, terdapat beberapa langkah yang secara
alami akan dilakukan, di antaranya: (1) melakukan pencarian secara sistematis, lantai demi lantai; (2)
memecah permasalahan besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan terkelola; (3) mengenali
pola perilaku, yaitu lokasi-lokasi yang umumnya menjadi tempat berkumpulnya orang; serta (4)
memfokuskan perhatian hanya pada informasi dan faktor yang relevan dengan pencarian tersebut.
Tanpa disadari, rangkaian langkah tersebut pada dasarnya merupakan penerapan dari konsep
Computational Thinking (Berpikir Komputasional).
Computational Thinking (CT) adalah kemampuan berpikir yang membantu proses pemecahan
masalah kompleks dengan cara yang sistematis dan logis, persis seperti cara komputer memproses
informasi (Wing, 2006). CT tidak hanya diperlukan oleh programmer, tetapi merupakan keterampilan
hidup yang berguna di semua bidang (Wing, 2010).
Python dipilih sebagai bahasa pemrograman dalam modul ini karena sintaksnya yang sederhana dan
mendekati bahasa manusia, sehingga memudahkan pemula untuk berlatih menuangkan cara berpikir
sistematis tersebut ke dalam kode (Downey, 2015). Namun sebelum Computational Thinking dapat
diterapkan melalui Python, langkah paling awal yang perlu dilakukan adalah menyiapkan lingkungan
kerja (environment) tempat kode akan ditulis dan dijalankan. Modul ini memperkenalkan beberapa
pilihan environment, mulai dari instalasi Python dan Visual Studio Code (VS Code) secara lokal di
komputer, hingga alternatif berbasis web seperti Google Colab, Jupyter Notebook, dan situs compiler
online, sehingga proses pembelajaran tetap dapat dilakukan meskipun instalasi lokal belum
memungkinkan. Tanpa environment yang siap, kode yang ditulis hanya akan menjadi teks biasa yang
tidak dapat dijalankan.
5
1.3 Indikator Keberhasilan
1. Mampu menunjukkan bukti instalasi Python berhasil melalui Command Prompt/Terminal
(python --version).
2. Mampu membuat, menyimpan, dan menjalankan file berekstensi .py di VS Code.
3. Mampu menjalankan program Python sederhana melalui Google Colab, Jupyter Notebook,
maupun situs compiler online.
4. Mampu menuliskan program sederhana yang menampilkan teks menggunakan print().
5. Mampu menuliskan program yang menerima nama pengguna lalu menyapanya menggunakan
input().
Catatan
Bagi yang benar-benar baru mengenal coding, bayangkan pemrograman seperti menulis
instruksi kepada asisten yang sangat patuh, tetapi hanya mengerti satu bahasa tertentu. Python
adalah bahasa yang dipelajari agar komputer dapat memahami dan menjalankan instruksi
tersebut. Untuk menulis, menjalankan, sekaligus melihat hasil instruksi itu, dibutuhkan sebuah
tempat kerja yang disebut environment. VS Code adalah 'meja kerja' yang dipasang di
komputer sendiri, sedangkan Google Colab, Jupyter Notebook, OneCompiler, dan Kaggle
Notebook adalah 'meja kerja pinjaman' yang sudah siap pakai melalui browser tanpa perlu
instalasi. Semua pilihan ini pada dasarnya melakukan hal yang sama, yaitu menerima kode
yang ditulis, menjalankannya, lalu menampilkan hasilnya. Setelah meja kerja siap, program
pertama yang biasa ditulis adalah menyuruh asisten menyampaikan sesuatu lewat print(), lalu
menerima jawaban darinya lewat input(), sebelum program yang lebih rumit dibuat.
6
1. Buka situs resmi [Link] pada browser, kemudian pilih menu Downloads dan klik tombol
Download Python untuk mengunduh installer sesuai sistem operasi yang digunakan.
2. Jalankan file installer yang telah diunduh. Pada jendela instalasi, pastikan mencentang opsi Add
[Link] to PATH agar Python dapat dipanggil dari mana saja di komputer, kemudian klik
Install Now (ditandai kotak merah pada gambar).
Gambar 1.2 — Jendela instalasi Python dengan opsi Add [Link] to PATH
7
python --version
Output:
Python 3.13.0
2. Buka bagian Extensions melalui ikon kotak pada sisi kiri jendela VS Code, kemudian ketikkan
kata kunci 'python' pada kolom pencarian.
Gambar 1.4 — Extension Python dari Microsoft pada hasil pencarian VS Code
3. Pilih extension Python dari Microsoft pada hasil pencarian, lalu klik tombol Install (ditandai
kotak merah pada gambar).
Extension ini memberikan sejumlah fitur, di antaranya pewarnaan kode (syntax highlighting), saran
otomatis (autocomplete), serta tombol Run untuk menjalankan program langsung dari editor.
8
1.4.3 Instalasi dan Penggunaan Google Colab
Google Colab (Colaboratory) merupakan layanan notebook berbasis cloud dari Google yang
memungkinkan penulisan dan eksekusi kode Python langsung melalui browser tanpa memerlukan
instalasi apa pun di komputer (Google, 2026). Layanan ini sangat sesuai digunakan pada perangkat
dengan spesifikasi terbatas maupun ketika instalasi Python belum dapat dilakukan. Tahapan
penggunaannya adalah sebagai berikut.
1. Buka situs [Link] pada browser menggunakan akun Google yang telah
dimiliki.
2. Pada halaman utama Colab, klik tombol + New notebook untuk membuat notebook baru
(ditandai kotak merah pada gambar).
9
3. Ketikkan kode Python pada sel (cell) yang tersedia, kemudian klik ikon Run atau tekan
Shift+Enter untuk menjalankan kode tersebut (ditandai kotak merah pada gambar).
Hasil eksekusi kode akan langsung ditampilkan di bawah sel yang dijalankan, sebagaimana
ditunjukkan pada gambar di atas.
10
Gambar 1.8 — Halaman masuk dan beranda Kaggle
2. Pada menu Code, klik tombol New Notebook untuk membuat notebook baru (ditandai kotak
merah pada gambar).
3. Ketikkan kode Python pada sel yang tersedia, kemudian klik ikon Run atau tekan Shift+Enter
untuk menjalankan kode tersebut (ditandai kotak merah pada gambar).
11
Gambar 1.10 — Menjalankan kode Python pada sel Kaggle Notebook
Hasil eksekusi kode akan langsung ditampilkan di bawah sel yang dijalankan, sama seperti pada
Google Colab dan Jupyter Notebook.
Perlu diperhatikan bahwa environment berbasis web seperti Colab, Jupyter Notebook versi cloud,
OneCompiler, maupun Kaggle Notebook umumnya memiliki keterbatasan dibandingkan instalasi
lokal, misalnya ketergantungan terhadap koneksi internet serta keterbatasan dalam mengakses berkas
pada komputer. Oleh karena itu, instalasi Python dan VS Code secara lokal tetap disarankan sebagai
environment utama sepanjang modul ini.
12
print("Halo, Dunia!")
Output:
Halo, Dunia!
Untuk menjalankan program, klik tombol Run (ikon segitiga di kanan atas VS Code) atau tekan
kombinasi tombol Ctrl+F5 (Windows/Linux) maupun Cmd+F5 (Mac). Hasilnya akan muncul pada
panel Terminal di bagian bawah VS Code.
nama = "Syafiq"
umur = 20
print("Nama saya", nama, "dan umur saya", umur, "tahun")
Output:
Nama saya Syafiq dan umur saya 20 tahun
Output:
Siapa namamu? Aulia
Halo, Aulia ! Selamat belajar Python.
13
Gambar 1.12 — Alur menyiapkan environment hingga menjalankan program Python pertama
2.1 Pendahuluan
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang secara tidak sadar menerapkan cara berpikir sistematis
ketika menyusun dapur atau lemari penyimpanan di rumah, misalnya ketika mengatur toples-toples
bumbu di dapur. Beberapa langkah yang biasanya dilakukan antara lain: (1) memberi label pada setiap
wadah agar isinya mudah dikenali; (2) memilih bentuk dan ukuran wadah sesuai jenis bahan yang
akan disimpan, misalnya toples kaca untuk gula dan botol untuk minyak; (3) meletakkan bahan pada
wadah yang sesuai agar tidak tertukar atau rusak; serta (4) mengandalkan label tersebut untuk
mengambil bahan yang dibutuhkan tanpa harus menghafal posisinya satu per satu. Tanpa disadari,
kebiasaan ini sejalan dengan salah satu pilar Computational Thinking, yaitu abstraksi dan representasi
data secara terstruktur (Wing, 2006).
Dalam pemrograman, kebiasaan yang sama diterapkan melalui konsep variabel dan tipe data.
Variabel adalah nama yang digunakan untuk menyimpan dan merepresentasikan suatu nilai di dalam
memori komputer, sehingga nilai tersebut dapat dipanggil dan digunakan kembali kapan saja
diperlukan (Downey, 2015). Adapun tipe data adalah klasifikasi yang menentukan jenis nilai yang
dapat disimpan oleh suatu variabel serta operasi apa saja yang dapat dilakukan terhadapnya, seperti
integer, float, string, dan boolean (Python Software Foundation, 2026). Bab ini akan membahas
bagaimana variabel dan tipe data digunakan untuk menyimpan data secara terstruktur dalam program
Python.
Catatan
Variabel dapat diibaratkan seperti kotak yang diberi label. Kotak berlabel 'umur' hanya cocok
diisi angka, kotak berlabel 'nama' cocok diisi tulisan, dan kotak berlabel 'status_lulus' cocok
diisi jawaban ya/tidak. Tipe data adalah aturan mengenai jenis nilai apa yang boleh
dimasukkan ke dalam kotak tersebut. Terkadang, isi kotak juga perlu diubah jenisnya,
15
misalnya angka yang tertulis sebagai teks perlu 'dicetak ulang' menjadi angka sungguhan agar
bisa dihitung — proses inilah yang disebut konversi tipe data, yang dapat diperiksa dan
dilakukan menggunakan type(), int(), float(), dan str().
Output:
Sago Mart 120
16
Gambar 2.1 — Empat tipe data dasar di Python beserta contoh nilainya
Tipe data boolean berperan penting dalam pengambilan keputusan pada program, karena nilainya
secara langsung merepresentasikan benar (True) atau salah (False) dari suatu kondisi, sebagaimana
diilustrasikan pada Gambar 2.2 berikut.
Gambar 2.2 — Ilustrasi nilai True dan False pada tipe data boolean
usia = 20 # int
tinggi_badan = 165.5 # float
nama = "Aulia" # str
sudah_lulus = True # bool
print(usia, tinggi_badan, nama, sudah_lulus)
Output:
20 165.5 Aulia True
17
umur_teks = input("Masukkan umurmu: ") # hasilnya string
umur_angka = int(umur_teks) # dikonversi jadi integer
tahun_lahir = 2026 - umur_angka
print(type(umur_teks))
print(type(umur_angka))
print("Perkiraan tahun lahirmu:", tahun_lahir)
Output:
Masukkan umurmu: 20
<class 'str'>
<class 'int'>
Perkiraan tahun lahirmu: 2006
18
BAB 3
OPERATOR LOGIKA
3.1 Pendahuluan
Dalam kehidupan sehari-hari, proses pemeriksaan sebelum naik pesawat merupakan salah satu contoh
penerapan cara berpikir sistematis dalam mengambil keputusan. Petugas bandara biasanya
melakukan beberapa langkah berikut: (1) memeriksa apakah paspor dan tiket penumpang masih
berlaku; (2) membandingkan berat bagasi dengan batas maksimum yang diizinkan; (3)
menggabungkan beberapa syarat sekaligus, misalnya penumpang hanya boleh masuk apabila
identitas DAN tiket sama-sama valid; serta (4) memberikan keputusan akhir berupa izin masuk atau
penolakan berdasarkan kombinasi seluruh syarat tersebut. Rangkaian langkah pengambilan
keputusan berbasis kondisi ini merupakan salah satu wujud nyata dari Computational Thinking,
khususnya pada tahap perumusan algoritma dan logika keputusan (Wing, 2010).
Dalam pemrograman, proses pengambilan keputusan semacam ini direalisasikan melalui operator.
Operator adalah simbol yang merepresentasikan suatu operasi tertentu terhadap satu atau lebih nilai
(operand), mencakup operasi aritmatika, operasi perbandingan (relasional), maupun operasi logika
yang menjadi dasar pengambilan keputusan dalam program (Downey, 2015). Bab ini akan membahas
ketiga jenis operator tersebut secara berurutan, mulai dari operasi hitung dasar hingga penggabungan
beberapa kondisi sekaligus.
19
● // → pembagian bulat (hasil dibulatkan ke bawah, tanpa desimal)
● % → sisa bagi (modulus)
● ** → pemangkatan
a = 17
b=5
print("Penjumlahan :", a + b)
print("Pembagian :", a / b)
print("Pembagian bulat:", a // b)
print("Sisa bagi :", a % b)
print("Pemangkatan :", a ** 2)
Output:
Penjumlahan : 22
Pembagian : 3.4
Pembagian bulat: 3
Sisa bagi : 2
Pemangkatan : 289
Catatan
Operator dapat diibaratkan seperti alat-alat di dapur. Operator aritmatika berperan seperti
pisau dan blender untuk mengolah bahan (angka). Operator perbandingan berperan seperti
timbangan untuk membandingkan berat dua bahan. Operator logika berperan seperti
keputusan koki: apakah bahan A DAN bahan B harus tersedia, atau cukup salah satu ATAU
saja, sebelum mulai memasak.
Perlu diperhatikan bahwa pembagian dengan angka 0 akan menimbulkan error, sebagaimana
ditunjukkan pada contoh berikut.
a = 17
b=0
hasil = a / b
print(hasil)
Output:
Traceback (most recent call last): File "[Link]", line 4, in <module>
hasil = a / b
ZeroDivisionError: division by zero
20
● Kesalahan (error) ini muncul apabila suatu angka dibagi dengan 0, baik menggunakan
operator / (pembagian biasa), // (pembagian bulat), maupun % (modulus) (Python Software
Foundation, 2026).
● Berbeda dengan beberapa bahasa atau sistem lain yang menghasilkan nilai tak terhingga
(infinity) pada kondisi tersebut, Python akan langsung menghasilkan error, bukan nilai
khusus.
nilai_ujian = 78
print(nilai_ujian == 78) # True
print(nilai_ujian > 80) # False
print(nilai_ujian != 50) # True
Output:
True
False
True
21
Gambar 3.1 — Alur pengecekan kondisi ganda menggunakan operator and
nilai = 88
kehadiran = 95
if nilai >= 80 and kehadiran >= 90:
print("Memenuhi syarat untuk ikut lomba!")
else:
print("Syarat belum terpenuhi.")
Output:
Memenuhi syarat untuk ikut lomba!
Perlu diperhatikan bahwa operator logika sering dipasangkan dengan percabangan if-else yang telah
dipelajari sebelumnya, sehingga kondisi yang diuji dapat lebih dari satu syarat sekaligus.
22
BAB 4
STRING MANIPULATION
4.1 Pendahuluan
Dalam kehidupan sehari-hari, petugas pendaftaran pada sebuah acara atau seminar kerap melakukan
proses sistematis ketika mencetak kartu nama peserta. Beberapa langkah yang biasanya dilakukan
antara lain: (1) mengambil data nama depan dan nama belakang peserta dari formulir pendaftaran
yang terpisah; (2) merapikan data tersebut dengan menghapus spasi berlebih atau kesalahan huruf
besar/kecil; (3) menggabungkan beberapa data menjadi satu kalimat sapaan yang utuh dan mudah
dibaca; serta (4) mengambil hanya sebagian informasi yang diperlukan, misalnya inisial nama untuk
dicetak pada kartu identitas sementara. Rangkaian langkah tersebut menunjukkan bagaimana data
teks mentah diolah secara bertahap menjadi informasi yang siap digunakan, sebuah praktik yang
sejalan dengan prinsip dekomposisi dalam Computational Thinking (Wing, 2006).
Dalam pemrograman, proses pengolahan teks semacam ini dilakukan melalui string manipulation.
String adalah tipe data yang merepresentasikan rangkaian karakter yang tersusun berurutan, di mana
setiap karakter dapat diakses, digabungkan, diformat ulang, maupun diambil sebagiannya melalui
operasi indexing dan slicing (Python Software Foundation, 2026). Bab ini akan membahas teknik-
teknik dasar untuk merangkai dan merapikan teks agar dapat ditampilkan dengan baik pada
antarmuka program.
Catatan
Sebuah kalimat dapat diibaratkan seperti untaian manik-manik yang berjejer, di mana setiap
manik memiliki nomor urutnya sendiri, dimulai dari 0. Slicing dapat diibaratkan seperti
memotong sebagian untaian manik-manik untuk diambil, tanpa merusak untaian aslinya.
Formatting adalah cara merangkai manik-manik dari beberapa variabel berbeda menjadi satu
kalimat yang rapi dan mudah dibaca. Menggabungkan string (concatenation) seperti
23
menyambung dua untaian manik-manik menjadi satu untaian yang lebih panjang, sedangkan
method seperti .upper(), .strip(), dan .replace() adalah cara merapikan atau mengganti manik-
manik tertentu tanpa perlu menyusun ulang untaian dari awal.
depan = "Sago"
belakang = "Tech"
nama_produk = depan + belakang
print(nama_produk)
Output:
SagoTech
Contoh Error
nama_alat = "SagoTech"
versi = 5
pesan = "Alat " + nama_alat + " versi ke-" + versi
print(pesan)
Output:
Traceback (most recent call last):
File "[Link]", line 4, in <module>
pesan = "Alat " + nama_alat + " versi ke-" + versi
TypeError: can only concatenate str (not "int") to str
Python menolak operasi tersebut karena variabel versi bertipe int, sedangkan operator + pada konteks
ini digunakan untuk operasi string. Berbeda dengan beberapa bahasa pemrograman lain seperti
JavaScript, Python tidak melakukan konversi tipe data secara otomatis sehingga konversi harus
dilakukan secara eksplisit menggunakan str() (Python Software Foundation, 2026).
nama_alat = "SagoTech"
versi = 5
pesan = "Alat " + nama_alat + " versi ke-" + str(versi)
print(pesan)
Output:
Alat SagoTech versi ke-5
24
4.4.2 f-string Formatting
f-string adalah cara paling praktis dan modern untuk memformat teks di Python (Python Software
Foundation, 2026). Caranya dengan menambahkan huruf f sebelum tanda kutip, lalu menuliskan
nama variabel di dalam kurung kurawal {}. Dengan f-string, tidak diperlukan lagi konversi angka
menjadi string secara manual.
nama = "Syafiq"
ipk = 4.00
print(f"Halo, nama saya {nama} dengan IPK {ipk}.")
Output:
Halo, nama saya Syafiq dengan IPK 4.0.
f-string juga mendukung pengaturan format angka, misalnya jumlah angka di belakang koma, dengan
menambahkan titik dua dan kode format di dalam kurung kurawal.
harga = 25000.5
print(f"Total harga: Rp{harga:.2f}")
Output:
Total harga: Rp25000.50
Gambar 4.1 — Posisi index positif dan negatif pada string "PYTHON"
kata = "PYTHON"
print(kata[0]) # karakter pertama
print(kata[-1]) # karakter terakhir
print(kata[1:4]) # dari index 1 sampai sebelum index 4
print(kata[:3]) # dari awal sampai sebelum index 3
print(kata[3:]) # dari index 3 sampai akhir
25
Output:
P
N
YTH
PYT
HON
Output:
Syafiq_Falakh
SYAFIQ_FALAKH
Syafiq Falakh
26
PROYEK MINI
Output:
Masukkan nama lengkap: syafiqul falakh
Masukkan umur: 20
Masukkan IPK (contoh 3.8): 4.0
27
==============================
KARTU PERKENALAN DIGITAL
==============================
Nama : syafiqul falakh
Inisial : S
Umur : 20 tahun
IPK : 4.00
Predikat : Mahasiswa Berprestasi Muda
==============================
Perhatikan bahwa dalam satu program kecil ini digunakan: input() dan print() (Bab 1), variabel
bertipe int/float/str (Bab 2), operator logika and untuk menentukan predikat (Bab 3), serta method
string dan f-string untuk merapikan tampilan (Bab 4). Program-program yang lebih besar pada
dasarnya dibangun dari blok-blok dasar yang sama.
Tantangan
1. Modifikasi program di atas agar juga menampilkan status kelulusan ("Lulus dengan Pujian" jika
IPK >= 3.75, selain itu "Lulus").
2. Tambahkan validasi sederhana menggunakan operator logika: jika umur yang dimasukkan
kurang dari 15 ATAU lebih dari 100, tampilkan pesan "Umur tidak valid" alih-alih kartu
perkenalan.
28
RANGKUMAN MATERI
● Environment Setup → menyiapkan Python dan VS Code secara lokal, mengenal alternatif
berbasis web seperti Google Colab, Jupyter Notebook, dan situs compiler online, serta
menggunakan print() untuk menampilkan output dan input() untuk menerima masukan.
● Variabel dan Tipe Data → menyimpan data dalam variabel dengan tipe int, float, str, atau
bool, serta mengecek dan mengonversi tipe data.
● Operator Logika → mengolah dan membandingkan data menggunakan operator aritmatika,
perbandingan, serta menggabungkan kondisi dengan and/or/not.
● String Manipulation → merangkai dan merapikan teks menggunakan f-string, serta
mengambil sebagian teks menggunakan slicing.
PENUTUP
Modul ini telah menguraikan empat fondasi dasar yang wajib dikuasai sebelum melangkah ke topik
pemrograman Python yang lebih lanjut, yaitu persiapan lingkungan kerja (environment setup) baik
secara lokal maupun berbasis web, penggunaan variabel dan tipe data, operator logika, serta
manipulasi string. Keempat konsep tersebut merupakan unsur pokok yang mendasari hampir seluruh
program yang akan dibangun ke depannya, mulai dari program sederhana hingga aplikasi analisis
data yang kompleks.
Sebagaimana ditunjukkan pada bagian Proyek Mini, keempat konsep tersebut pada praktiknya tidak
berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dan digunakan secara bersamaan dalam penyusunan suatu
program. Oleh karena itu, penguasaan yang baik terhadap masing-masing konsep, disertai dengan
latihan penerapannya secara terintegrasi, menjadi kunci untuk membangun kemampuan berpikir
komputasional secara menyeluruh.
Proses belajar pemrograman lazimnya diiringi oleh berbagai kendala, termasuk kekeliruan (error)
yang berulang kali muncul selama tahap awal instalasi maupun penulisan kode. Hal tersebut
merupakan bagian yang wajar dari proses pembelajaran dan hendaknya tidak menjadi penghambat
semangat belajar. Ketekunan dalam berlatih, membaca pesan kesalahan secara cermat, serta
keberanian untuk bereksperimen dengan kode menjadi faktor penentu keberhasilan dalam
mempelajari pemrograman.
Modul ini disusun sebagai fondasi awal yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk mempelajari
topik-topik pemrograman yang lebih lanjut, seperti percabangan, perulangan, struktur data list dan
dictionary, fungsi, hingga pemanfaatan pustaka eksternal untuk keperluan analisis data. Semoga
modul ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang berarti bagi proses belajar pemrograman.
29
DAFTAR PUSTAKA
Python Software Foundation. (2026). The Python Tutorial. Python 3 Documentation. Diakses dari
[Link]
Python Software Foundation. (2026). Built-in Types — Python 3 Documentation. Diakses dari
[Link]
Microsoft. (2026). Getting Started with Python in VS Code. Visual Studio Code Documentation.
Diakses dari [Link]
Google. (2026). Welcome to Colab. Google Colaboratory Documentation. Diakses dari
[Link]
Project Jupyter. (2026). Jupyter Notebook Documentation. Diakses dari [Link]
[Link]
OneCompiler. (2026). Online Python Compiler. Diakses dari [Link]
Kaggle. (2026). Kaggle Notebooks Documentation. Diakses dari
[Link]
Downey, A. (2015). Think Python: How to Think Like a Computer Scientist (2nd ed.). Green Tea
Press.
Matthes, E. (2019). Python Crash Course: A Hands-On, Project-Based Introduction to
Programming (2nd ed.). No Starch Press.
Sweigart, A. (2019). Automate the Boring Stuff with Python (2nd ed.). No Starch Press.
W3Schools. (2026). Python Tutorial. Diakses dari [Link]
Wing, J. M. (2006). Computational Thinking. Communications of the ACM, 49(3), 33–35.
[Link]
Wing, J. M. (2010). Computational Thinking: What and Why? The Link Magazine, Carnegie
Mellon University. Diakses dari [Link]
30