..
DIABETES MELITUS
SOP No. Dokumen : 579/SOP/UKM/PTM/2026
No. Revisi :1
Tanggal Terbit : 02 Januari 2026
Halaman : 1/3
Muhamad Subhan Darma
BLUD UPTD Susila
PUSKESMAS
CITARIK NIP.197608142007011006
1. Pengertian Keadaan hiperglekimia kronik disertai berbagai kelainan metabolic akibat
gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata,
saraf, ginjal dan pembuluh darah.
2. Tujuan Agar petugas dapat menegakan diagnosis diabetes melitus danmelakukan
pengobatan dan penyuluhan untuk pencegahan DM dan sebagai pedoman
bagi petugas untuk mendiagnisa dan mengobati pasien.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No.026/440/SK/ADM/[Link]/I/2026 tentang Penyakit
Tidak Menular
4. Referensi 1. Pedoman pengobatan dasar dipuskesmas tahun 2002, Kapita selecta
kedokteran edisi 3.
2. Pedoman pengobatan dasar di puskesmas, Depkes RI, Dirjen pelayanan
kefarmasian dan Alkes 2002
3. Undang-undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024
tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat
5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.
01.07/Menkes/2015/2023 Tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan
Kesehatan Primer
5. Prosedur 1. Petugas memanggil pasien
2. Petugas menulis pasien diregister
3. Petugas melakukan anamnesa pada pasien, apakah pasien mengeluh gejala
klasik diabetes berupa Poliuri (sering kencing), Polidipsi ( sering
haus),polifagi ( sering lapar).
4. Petugas menanyakan pada pasien apakah terdapat keluhan lain seperti BB
turun tanpa sebab mata kabur kesemutan, gatal, impotensi pada pria,
pruritus vulva pada wanita, dan luka tak kunjung sembuh.
5. Petugas melakukan pemeriksaan darah,
6. Petugas melakukan pemeriksaan nadi
7. Petugas melakukan pemeriksaan fisik termasuk ekstremitas atas dan bawah.
8. Petugas membuat permintaan rujukan pemeriksaan gula darah ke
laboratorium
9. Petugas menerima hasil lab. Dari pasien
10. Petugas membaca dan mendiagnose hasil pemeriksaan
11. Petugas memberikan penatalaksanaan awal DM berupa terapi gizi dan
menyarankan untuk berolahraga 2-4 minggu.
12. Obat dimulai dengan dosis kecil dan ditingkatkan secara bertahap
13. Petugas mengedukasi pasien tentang DM, perlunya pengobatan, dan
pemantauan gula, penyulit DM dan resikonya.
14. Petugas mengedukasi tentang terapi gizi
15. petugas menulis resep
16. petugas menyerahkan resep pada pasien
17. petugas menulis hasil pemeriksaan dibuku rekamedik
18. petugas menandatangani buku RM
19. petugas menulis diagnose ke buku register
6. Diagram Alir
7. Dokumen
Buku pedoman PTM, Surat Tugas, Pencatatan dan pelaporan.
Terkait
Melakukan anamnesa pada pasien
8. Hal-hal yang
perlu diper-
hatikan
9. Pada
priapriUnit Pendaftaran, BP, Laboratorium, Apotik
Terkait
10. Rekaman No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl. Mulai Diberlakukan
Historis
Perubahan
No Langkah Kegiatan Langkah Kegiatan Ya Tidak
Apakah Petugas mengambil rekam
1 medis pasien dari petugas pendaf-
taran?
Apakah Petugas memanggil pasien
2
masuk keruang periksa?
Apakah Petugas melakukan
3
anamnesa?
Apakah Petugas melakukan
4
pemeriksaan fisik?
Apakah Petugas merumuskan
5
diagnosa pasien?
Apakah Petugas menyusun rencana
6 asuhan pasien sesuai dengan
masalah kesehatan pasien?
Apakah Petugas berkolaborasi
dengan tim kesehatan lain bila pasien
7
membutuhkan penanga-nan tim
kesehatan lain?
Apakah Petugas mencatat nomor
Kartu Jamkesmas dan identitas
8 pasien yang terdaftar sebagai
anggota pada lembar khusus
Jamkesmas?
Apakah Petugas mengevaluasi
9 segera (formatif) untuk tindakan yang
sudah dilakukan?
Apakah Petugas menyusun rencana
10 tindak lanjut bila masalah kesehatan
pasien belum teratasi?
Apakah Petugas mendokumen-
11
tasikan kegiatan?