BAB II
LANDASAN TEORI
A. Media Pembelajaran
1) Pengertian Media Pembelajaran
Dalam kegiatan pembelajaran tidak akan lepas dari penggunaan
media pembelajaran sebagai alat bantu guru dalam menyampaikan
materi. Media Pembelajaran adalah suatu alat yang digunakan untuk
menyampaikan materi pelajaran. Selain itu media pembelajaran juga
berfungsi untuk menunjang berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Hal
tersebut diukung oleh Ismawati(2012:103)bahwa Media adalah alat yang
dipakai sebagai saluran untuk menyampaikan pesan dari sumber kepada
penerima pesan. Dalam hal ini yang bertindak sebagai penyampai pesan
adalah guru dan yang penerima pesan adalah siswa. Dalam media
pembelajaran terdapat materi pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa.
Selain pendapat Ismawati, Munadi (2013:7)menyatakan bahwa
“Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat
menyampaikan dan menyalurkan dari sumber secara terencana sehingga
tercipta lingkungan belajar yang kondusif di mana penerimaannya dapat
melakukan proses belajar secara efisien dan efektif”. Media pembelajaran
digunakan sebagai penghubung dari sumber kepada penerima sehingga
proses belajar dapat kondusif,efektif dan efisien. Pembelajaran dikatakan
kondusif,efektif dan efisian jika tujuan pembelajaran dapat tercapai
secara maksimal.
Media pembelajaran digunakan untuk menyampaikan ide terkait
materi pelajaran yang memiliki tujuan akhir agar mutu pendidikan
mengalami peningkatan. Menurut Santoso(1974) “Media Pendidikan
adalah alat perantara yang digunakan untuk menyampaikan ide yang
bertujuan untuk mempertinggi mutu pendidikan.(seperti dikutip dalam
[Link] dan Sunarti, 2011:287).
8
9
Pernyataan yang sama diungkapkan oleh Sardiman(2009:6)
“Media Pembelajaran adalah segala bentuk fisik yang berisi pesan serta
merangsang siswa untuk belajar. Contoh dari media pembelajaran, antara
lain:buku,film,kaset, film bingkai”.
Dari pengertian para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa Media
pembelajaran adalah alat yang berfungsi untuk penyampaian materi dan
pesan dalam kegiatan pembelajaran. Melalui media pembelajaran
kegiatan pembelajaran berjalan lancar, tujuan pembelajaran dapat
tercapai dan mutu pendidikan dapat meningkat.
2)Fungsi Media Pembelajaran
Dalam kegiatan pembelajaran guru harus memiliki cara agar
pembelajaran dapat berjalan secara lancar. Salah satu upaya yang dapat
lakukan oleh guru adalah dengan menggunakan media pembelajaran.
Media pembelajaran memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Mempermudah konsep dan memperjelas konsep materi.
Dalam menyampaikan materi diperlukan media pembelajaran. Media
pembelajaran berfungsi untuk memperjelas materi yang disampaikan
oleh guru.
b. Menciptakan pembelajaran yang komunikatif dan produktif
Dalam pembelajaran diperlukan media pembelajaran untuk
menciptakan pembelajaran yang menekankan pada aspek komunikasi
dan interaksi yang meliputi kegiatan menulis,berbicara, membaca dan
[Link] pembelajaran juga harus produktif, pembelajaran
dikatakan produktif jika tujuan pembelajan dapat tercapai dengan
maksimal.
10
c. Membangkitkan minat siswa dalam belajar
Melalui media pembelajaran siswa akan lebih tertarik dalam
mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga materi tersampaikan
secara menyeluruh.
d. Membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran
Dengan adanya media pembelajaran guru akan lebih mudah untuk
menggambarkan objek materi. Sebagai contoh: Pada materi
keragaman mahluk hidup guru tidak perlu membawa contoh-contoh
hewan.
Hal ini juga didukung oleh pendapat oleh pendapat Subana dan
Sunarti(2011:290) yang menyatakan bahwa “Media pembelajaran dapat
membantu guru dalam memberikan informasi terkait materi, diantaranya:
[Link] benda-benda yang berukuran kecil menjadi besar
sehingga dapat diamati oleh siswa dengan mudah.
2. Praktis
Dengan adanya media pembelajaran guru akan lebih mudah dalam
menggambarkan objek(media yang berukuran besar dan rumit dapat
diganti dengan gambar, vidio atau model yang telah disederhanakan.
3. Menciptakan proses pembelajaran yang utuh
Dalam proses pembelajaran media pembelajaran harus mampu
menumbuhkan pengetahuan, sikap moral yang positif serta ketrampilan
dari siswa. Sehingga tujuan pembelajaran dapat terwujud seluruhnya.
[Link] benda-benda yang berbahaya, seperti:serigala,kera,orang
sakit.
Menurut Gegne(1977) media adalah suatu komponen dari
sistem penyampaian pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran media
11
memiliki fungsi untuk alat menyampaikan materi pelajaran agar mudah
untuk dipahami siswa sehingga hasil belajar siswa mengalami
peningkatan.
Menurut Snaldino (2011:7) media berfungsi sebagai alat yang
mempermudah komunikasi dalam belajar. Dalam kegiatan belajar, media
yang biasa digunakan adalah media visual, media audio dan media
audiovisual. Melalui media, pembelajaran akan lebih mudah dilakukan
karena terdapat komunikasi antara guru dengan siswa.
Dari fungsi media pembelajaran menurut para ahli diatas
dapat disimpulkan bahwa ”Media pembelajaran memiliki fungsi untuk
menciptakan proses pembelajaran yang utuh,praktis,dan komunikatif.
Melalui media pembelajaran tujuan pembelajaran dapat tercapai.
3)Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Media pembelajaran memiliki beragam jenis. Munadi (2008)
memaparkan jenis Media pembelajaran sebagai berikut.
1) Media audio adalah media yang melibatkan indera pendengaran.
Macam-macam media audio sebagai berikut.
a. Phonograph(piringan hitam) merupakan alat rekam dari silinder
yang dibungkus kertas aluminium dan ditaruh dengan jarum.
Piringan hitam biasa digerakkan dengan engkong secara manual.
b. Open reel tapes merupakan pengembangan dari phonograph yang
menggunakan dua piringan sehingga mengasilkan kualitas suara
yang bagus.
c. Cassette tapes merupakan alat rekam yang menggunakan pita
kaset yang disesuaikan dengan durasi audio.
d. Compact disc adalah sebuah piringan optikal yang digunakan
untuk menyimpan data secara digital.
e. Radio merupakan media pembelajaran yang biasa digunakan
menggunakan pemancar sekolah atau melalui pemancar umum.
Radio biasa digunakan dalam pembelajaran jarak jauh.
12
f. Laboratorium bahasa merupakan media pembelajaran yang
berfungsi untuk mrelatih indra pendengaran dan berbicara
dengan cara menyajikan materi pelajaran yang disiapkan
sebelumnya dengan alat bantu perekam suara.
2) Media visual adalah media yang melibatkan indera penglihatan.
Jenis jenis media visual sebagai berikut.
a) Pesan visual
1. Gambar
Gambar dibedakan menjadi 3 jenis yakni sketsa, lukisan
dan photo. Pertama, sketsa atau biasa disebut juga gambar
garis, yakni gambar sederhana atau draft kasar yang
melukiskan bagian-bagian objek secara tidak detail. Kedua,
lukisan merupakan gambar yang menggambarkan keadaan
sekitar dan mengandung nilai seni seseorang tentang suatu
objek atau situasi. Ketiga, foto yakni gambar hasil potret
dari kamera.
2. Grafik
Grafik merupakan gambar yang menggambaran data
kuantitatif yang akurat dalam bentuk garis atau gambar
yang naik,turun atau stabil. Macam –macam grafik yaitu
grafik garis, grafik batang, grafik lingkaran dan grafik
simbol.
3. Diagram
Diagram merupakan susunan garis-garis dan lebih
menyerupai peta dari pada gambar. Diagram sering juga
digunakan untuk menerangkan letak bagian bagian sebuah
alat atau mesin serta hubungan satu bagian dengan bagian
yang lain.
13
4. Bagan
Bagan merupakan susunan garis yang menyerupai peta
berisi data dan informasi [Link] garis besar bgan
terdiri daeri empat macam, yakni
a. Bagan organisasi, bagan yang berisi tentang susunan dari
suatu organisasi.
b. Bagan arus,
c. Bagan pohon,
d. Bagan proses, bagan yang berisi tentang proses
melakukan sesuatu dan terjadinya sesuatu.
5. Peta
Peta merupakan gambar permukaan bumi atau sebagian
dari bumi yang menunjukkan letak permukaan bumi
(gunung,laut,sungai,dataran rendah dan dataran tinggi )
dan daerah.
b) Penyalur pesan visual verbal-nonverbal-grafis
1. Buku dan Modul
Buku merupakan bahan cetak yang berupa materi ajar.
Sedangkan modul merupakan bahan ajar yang disusub
berujuan agar siswa dapat belajar mandiri.
2. Komik
Komik adalah cerita bergambar dalam media massa yang
memuat amanat dan urutan cerita atau alur. Amanat adalah
pesan yang disampaikan penulis pada pembaca dalam
cerita yang dibuatnya. Sementara alur adalah urutan-urutan
kejadian dalam cerita.
3. Majalah dan Jurnal
Melalui majalah dan jurnal pendidikan yang diterbitkan
oleh sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar secara
kreatif dan inovatif. Belajar kreatif merupakan kegiatan
yang yang diiringi dengan perubahan tingkahlaku, daya
14
cipta sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.
Semementara belajar inovatif merupakan kegiatan belajar
yang dirancang sedemikian rupa dan berbeda dengan
pembelajaran yang sudah [Link] dapat disimpulkan
bahwa majalah dan jurnal pendidikan merupakan alat yang
dapat menimbulkan perubahan perilaku,daya cipta dan
mampu menciptakan kegiatan pembelajaran yang berbeda
dengan pembelajaran yang sudah ada.
4. Poster
Poster adalah gambar yang besar, yang berisi ide
pokok,.iklan atau pengumuman yang biasa dipasang
ditempat umum.
5. Papan visual
Papan visual , yakni papan yang dapat menyalurkan pesan
pesan visual, papan visual ini memiliki banyak
ragam:meliputi: papan tulis, papan magnetic, papan tali,
papan bulletin dan papan peragaan.
c) Benda asli dan Benda Tiruan
Benda asli merupakan benda murni. Sedangkan benda
tiruan yaitu benda asli yang dibuat simpel berisi bagian
penting yang dibutuhkan.
3) Media Audio Visual
Audio visual dibedakan menjadi 2 yaitun audio visual murni dan
audi visual tidak murni. Berikut ini adalah penjabarannya.
a) Audio visual murni merupakan media yang dilengkapi
peralatan suara dan gambar.
15
b) Audio visual tidak murni merupakan media yang tidak
dilengkapi suara.
Dari beberapa jenis media diatas peneiliti menggunakan jenis media
visual. Media visual sendiri. Menurut Subana dan Sunarti(2011:297)
“Media visual merupakan media yang memiliki rupa. Media visual
biasanya beruapa bentuk nyata yang biasa dilihat secara langsung oleh
siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual.
B. Papan Tali
1. Pengertian Papan Tali
Papan tali merupakan kayu yang lebar terdiri dari barutas-utas tali.
Dalam pembuatan papan tali biasa menggunakan papan triplek yang
kemudian dipasang tali kawat. Menurut Ismawati(2012:111) Papan tali
merupakan suatu jenis media nonproyeksi. Media nonproyeksi merupakan
media pembelajaran berupa gambar dua atau tiga dimensi yang dalam
penggunakannya tidak memerlukan listrik dan didalamnya terdapat kartu
[Link] ini didukung oleh Sadirman (2010:6) yang menyatakan bahwa
kartu kata adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta
perangsang peserta didik untuk belajar. Media pengajaran dapat
mempertinggi proses pembelajaran. Sudjana dan Rivai (2013:6)
menjelaskan manfaat media pengajaran, antara lain:
(a) Menumbuhkan motivasi belajar karena pengajaran lebih
menarik perhatian siswa
Melalui media pembelajaran yang menarik maka siswa akan
lebih terdorong untuk pengikuti pelajaran secara maksimal
sehingga prestasinya akan mengalami peningkatan.
16
(b) Memperjelas makna materi sehingga mudah dipahami siswa
Setiap materi memiliki inti yang menjadi dasar dari materi itu
sendiri. Melalui media pembelajaran inti dari materi dapat
tersampaikan secara jelas sehingga mudah untuk dipahami
oleh siswa.
(c) Metode yang digunakan guru akan bervariasi sehingga siswa
tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga
Dalam kegiatan pembelajaran guru oerlu untuk melakukan
variasi metode pembelajaran. Hal ini dilakukan bertujuan
agar siswa dan guru dapat melaksanakan pembelajaran yang
efektif.
(d) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak
hanya mendengarkan guru saja tetapi melakukan aktivitas
lainnya, seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan
dan lain-lain.
Dengan demikian dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa,
media pembelajaran papan tali adalah suatu media pembelajaran non
proyeksi yang berupa gambar yang berisi kartu kata. Kartu kata kemudian
disusun menjadi sebuah kalimat.
2) Langkah Pembuatan Papan Tali
Dalam pembuatan media papan tali terdapat langkah-langkah
pembuatan yang harus dilakukan dan terdapat perbedaan pada media
pembelajaran lain. Cara penggunaan media pembelajaran papan tali
dikemukakan oleh Ismawati (2012:112), yakni:
a) Memasang tali pada papan tulis atau pada papan [Link]
yang baik digunakan adalah kawat kecil.
b) Ikatkan tali pada paku kecil yang sudah dipasang pada tepi
kanan dan tepi kiri.
17
c) Jarak tali satu dengan tali yang lain disesuaikan dengan ukuran
kartu yang akan diuntungkan.
d) Persiapkan kartu-kartu kata.
e) Sangkutkan kartu-kartu kata pada tali atau kawat.
3) Kelebihan dan Kekurangan papan tali
Dalam setiap media pembelajaran pasti ada kelebihan dan
kekurangannya. Tidak terkecuali Media kartu kata. Menurut Purnama
Setia (2018:325) kelebihan media kartu kata, diantaranya:
a) Memudahkan siswa dalam membaca kalimat tanpa mengeja
terlebih dahulu.
b) Meningkatkan minat siswa dalam belajar.
c) Memudahkan siswa dalam memahami unsur unsur dalam
kalimat.
Selain itu juga terdapat kekurangan dari media kartu kata,
diantaranya:
a) Kondisi kelas menjadi ramai.
b) Proses kegiatan belajar mengajar membutuhkan waktu lama.
C. Ketrampilan Menulis
1) Pengertian Menulis
Menulis merupakan salah satu ketrampilan berbahasa yang
meliputi menulis kalimat, paragraf, karangan,dan [Link] ini
didukung oleh pendapat Atmaja (2010:1) yang menyatakan bahwa,
Menulis merupakan salah satu ketrampilan berbahasa. Melalui menulis,
18
penulis harus terampil dalam menyusun struktur bahasa dan kosa kata.
Dalam menulis akan melahirkan pikiran atau perasaan tertentu yang
kemudian dituangkan dalam bentuk tersurat.
Menurut Tarigan dan Susanto(2016:247) Menulis merupakan suatu
kegiatan produktif dan ekspresif. Kegiatan produktif merupakan kegiatan
yang dilakukan dan memiliki manfaat yang baik. Sementara ekspresif
merupakan gambaran perasaan dan gagasan dari penulis. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa menulis merupakan kegiatan yang memiliki manfaat
berisi gagasan dan perasaan dari penulis itu sendiri.
Menurut Slamet (2009:96) menulis itu bukan hanya melahirkan
pikiran atau perasaan saja,melainkan juga pengungkapan ide, pengetahuan,
ilmu, dan pengalaman hidup seseorang dalam bahasa tulis. Adapun
menurut Alwasilah dan Susanto (2016:247) menulis merupakan kegiatan
produktif dalam berbahasa. Menulis merupakan suatu kegiatan yang
memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Tarigan dan
Susanto(2016:247) menyatakan bahwa menulis merupakan kegiatan
produktif dan ekspresif. Dalam menulis diperlukan ketrampilan dalam
menyusun struktur bahasa dan kosa kata. Melalui menulis seseorang dapat
menyampaikan ide,gagasan,pesan dan saran dalam bentuk tulisan.
Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III Sekolah Dasar
telah disesuaikan dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang
ditetapkan oleh kementerian pendidikan. Dalam kurikulum terdapat empat
kompetensi yang harus dicapai siswa, meliputi: kompetensi
sikap,pengetahuan dan keterampilan. Adapun kompetensi pengetahuan
dan sikap sebagai berikut.
19
Tabel 2.1 Kopetensi Inti dan Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia kelas III
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
3.4 Mencermati kosakata dalam
[Link] pengetahuan
teks tentang konsep ciri-ciri,
faktual dengan cara
kebutuhan (makanan dan tempat
mengamati(mendengar,mel
hidup), pertumbuhan, dan
ihat,membaca) dan menanya
perkembangan makhluk hidup
berdasarkan rasa ingin tahu
yang ada di lingkungan setempat
tentang dirinya mahluk
yang disajikan dalam bentuk
ciptaan Tuhan dan
lisan, tulis, visual, dan/atau
kegiatannya dan benda-benda
eksplorasi lingkungan.
yang dijumpainya dirumah
dan disekolah
[Link] pengetahuan 4.4 Menyajikan laporan tentang
faktual dengan bahasa yang konsep ciri-ciri, kebutuhan
jelas sistematis dan logis, (makanan dan tempat hidup),
dalam yang estetis, dalam pertumbuhan,dan perkembangan
gerakan yang mencerminkan makhluk hidup yang ada di
anak sehat, dan dalam tindakan lingkungan setempat secara
yang mencerminkan perilaku tertulis menggunakan kosakata
anak beriman dan berahlak baku dalam kalimat efektif.
mulia.
Dari pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa, menulis adalah
suatu ketrampilan bahasa yang berisi pikiran,pengetahuan,pengalaman dan
perasaan dari penulis yang dituangkan dam bentuk tersurat.
20
D. Kalimat
1) Pengertian Kalimat
Kalimat adalah kesatuan bahasa yang mengandung gagasan terdiri
atas unsur subjek dan [Link] kalimat diawali dengan huruf kapital
dan diakhiri dengan tanda baca. Hal ini didukung oleh Atmaja (2010:48) yang
menyatakan bahwa, Kalimat adalah kesatuan bahasa yang terdiri atas unsur
subjek dan predikat yang diawali denagan huruf kapital dan diakhiri dengan
tanda baca. Subjek adalah unsur kalimat berupa kata benda yang diterangkan
dengan adanya [Link] predikat adalah unsur dalam kalimat yang
menjelaskan subjek.
Menurut Putrayasa(2009:3) “menyatakan bahwa, Kalimat
mencakup dua frasa (frasa yang diterangkan dan frasa yang menerangkan).
Frasa yang diterangkan disebut subjek dan frasa yang menerangkan disebut
predikat”. Subjek merupakan unsur kalimat yang berupa kata benda.
Sementara predikat merupakan unsur kalimat yang berupa keterangan dan
keadaan dari subjek. Menurut Mulyono (2012:47) “menyatakan bahwa,
Unsur minimal pada sebuah kalimat adalah subjek dan predikat”.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, kalimat adalah kesatuan bahasa
yang berisi gagasan,terdiri dari unsur subjek dan predikat yang dalam
penulisannya diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda baca.
2)Unsur Kalimat
Menurut Atmadja(2010:48) menyatakan bahwa, dalam kalimat terdapat
lima unsur antara lain:
1. Subjek
Subjek adalah unsur yang harus diperjelas dengan adanya [Link]
biasanya berupa kata benda dan kata kerja.
21
2. Predikat
Predikat adalah unsur kalimat yang berfungsi untuk menjelaskan subjek.
Predikat biasanya berupa kata benda, kata kerja, kata sifat dan kata bilangan.
Misalnya: pintar,guru,belajar dan opisode kesatu.
3. Objek
Objek adalah unsur pelengkap predikat.
4. Keterangan
Keterangan merupakan unsur kalimat yang berisi keterangan
[Link]
Pelengkap merupakan unsur kalimat yang biasa berada dibelakang predikat
dan tidak dapat dipasifkan. Misalnya: Andi belajar Bahasa Indonesia.
Pelengkap
3)Jenis Kalimat
Menurut Admadja(2010:45) dalam kalimat terdapat beberapa jenis kalimat,
meliputi:
1) Kalimat Tunggal merupakan jenis kalimat yang terdiri atas dua unsur
pembentuk kalimat berupa subjek dan predikat. Contoh: Andi belajar.
Berdasarkan isinya kalimat kalimat tunggal dibagi menjadi tiga, meliputi:
[Link] Berita adalah kalimat yang berisi tentang peristiwa yang sengaja
untuk diberitahukan pada kalayak umum. Dalam menulis kalimat biasa
diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Contoh:Andi
bertemu Anto.
[Link] Tanya adalah kalimat yang berfungsi untuk menanyakan sesuatu
kepada orang lain. Contoh: Dimana rumahmu?
22
[Link] Perintah adalah kalimat yang berfungsi untuk memberikan
perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu.
Contoh: Bersihkan ruang tamu sekarang!
2) Kalimat Majemuk adalah kalimat yang terdiri atas beberapa klausa bebas.
Contoh:Andi membuang kertas bekas.
Kalimat majemuk dibagi menjadi dua:
[Link] Majemuk Setara adalah gabungan atas dua klausa atau lebih yang
ditandai dengan konjungsi yang ada ditengah. Contoh: Arif pintar, tetapi
nakal.
2. Kalimat Majemuk Bertingkat adalah gabungan dua klausa yang tidak
sederajat ditandai dengan induk kalimat dan anak kalimat. Contoh:Ayahku
orangnya tegas.
3)Kalimat Mayor adalah kalimat yang sekurang kurangnya terdiri atas unsur
pusat subjek dan predikat. Contoh:Ayo, makan!
4)Kalimat Minor adalah kalimat yang memiliki satu unsur pusat. Contoh:
Pulang!
5)Kalimat Aktif adalah kalimat yang unsur subjeknya melakukan tindakan.
Kalimat aktif dibagi menjadi dua jenis:
[Link] aktif transitif adalah kalimat aktif yang memerlukan objek.
Contoh:Adik belajar Bahasa Indonesia.
[Link] aktif Intransitif adalah kalimat aktif yang tidak memerlukan
objek. Contoh: Ayah pulang.
6)Kalimat Pasif adalah kalimat yang unsur subjeknya dikenai tindakan.
Contoh: Halaman rumah sedang saya sapu.
23
7)Kalimat Transformasi adalah kalimat yang terdiri dari unsur subjek dan
predikat dan mengalami perubahan tanpa mengubah pokok kalimat inti.
Contoh: Andi belajar.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, bentuk-bentuk kalimat
dibagi menjadi tujuh:
[Link] Tunggal adalah kalimat yang terdiri dari unsur subjek dan
[Link] fungsinya dibagi menjadi tiga, meliputi:kalimat berita,
kalimat tanya,kalimat perintah.
[Link] Majemuk adalah kalimat atas beberapa klausa [Link]
majemuk dibagi menjadi dua jenis meliputi: kalimat majemuk setara dan
kalimat majemuk bertingkat
[Link] Mayor adalah kalimat yang memiliki unsur pusat subjek dan
predikat.
[Link] Minor adalah kalimat yang tidak memiliki unsur pusatsubjek dan
predikat.
[Link] Aktif adalah kalimat yang subjaknya melakukan tindakan. Kalimat
aktif dibagi dua:Kalimat aktif transif(perlu objek) dan kalimat aktif
intransitif(tidak perlu objek).
[Link] Pasif adalah kalimat yang subjaknya dikenai tindakan.
[Link] Transformasi adalah kalimat inti(S+P) yang mengalami perubahan
tanpa mengubah pokok kalimat inti.
[Link] penelitian Terdahulu
Dalam penelitian-penelitian yang sudah pernah dilakukan dengan
masalah yang relatif sama diperoleh hasil sebagai berikut:
24
Penelitian pertama adalah penelitian yang dilakukan oleh Getmi
Purnama Setia, dengan judul PENGGUNAAN MEDIA KARTU KATA
DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT
SEDERHANA DI SEKOLAH DASAR . Pada penelitian ini memperoleh hasil
pada tahap I nilai rata-rata siswa dalam menulis kalimat sebesar 70 kemudian
pada tahap II mengalami peningkatan nilai sebesar 10 angka sehingga
diperoleh nilai 80. Keadaan ini dapat membuktikan bahwa dengan
digunakannya media kartu kata dapat meningkatkan kemampuan menulis
kalimat sederhana siswa kelas II.
Penelitian kedua adalah penelitian yang dilakukan oleh Suhardini
Intikasari, Tumardi dan Endro Wahyono dengan judul PENINGKATAN
KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT SEDERHANA MELALUI MEDIA
KEPING KATA BERGAMBAR PADA SISWA TUNARUNGU DI SDLB.
Pada penelitian ini memperoleh hasil pada siklus I diperoleh jumlah nilai 392
dengan rata-rata nilai 79,6. Sementara pada siklus II diperoleh jumlah nilai
432 dengan rata-rata nilai 86,4.
Selain dua penelitian yang telah dijelaskan diatas,juga ada
penelitian yang dilakukan oleh Damayanti, dengan judul PENINGKATAN
AKTIVITAS BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU
DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS I
SDN 13 NANGA TAYAP [Link]. Dalam penelitian ini
diperoleh hasil terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I sebesar
50.0% dan pada siklus II sebesar 85,3% sehingga terjadi pengkatan hasil
belajar sebesar 35,3 %.
Dari ketiga hasil penelitian diatas terdapat persamaan dan
perbedaan dengan penelitian yang akan [Link] terletak
pada pengembangan Media yang telah dikembangkan oleh para peneliti
sebelumnya pada materi menulis kalimat hanya berupa media kartu kata dan
keping kata .Selain itu juga terdapat sedikit perbedaan penelitian ini dengan
penelitian yang telah dikembangkan oleh para peneliti sebelumnya
25
meliputi :penggunaan media yang lebih praktis. Dari ketiga hasil penelitian
yang telah dilakukan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa:Media
pembelajaran kartu kata dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara
signifikan dengan presentase keberhasilan sekitar 90%.
E. Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir merupakan urutan berpikir peneliti
dalam memecahkan permasalahan dalam sebuah penelitian yang
[Link] ini didukung oleh pendapat Uma Sekaran dalam
bukunya (Sugiyono, 2016: 91) mengemukakan bahwa, kerangka
berfikir merupakan model konsepual tentang bagaimana teori
berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai
masalah yang penting. Dalam sebuah teori terdapat hubungan dengan
masalah masalah yang telah ada.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prosedur
pengembangan Media pembelajaran Papan Tali pada Menulis Kalimat.
Dalam penelitian ini diketahui bahwa pengembangan Media
pembelajaran Papan Tali pada Menulis Kalimat ada beberapa langkah-
langkah yang harus dilakukan oleh peneliti. Langkah-langkah tersebut
meliputi:
1. Analisis kebutuhan merupakan langkah awal dalam
penelitian pengembangan Media Pembelajaran. Dalam
langkah awal ini peneliti mengkaji permasalahan yang
ada dalam penelitian yang sudah [Link]
itu peneliti menentukan segala sesuatu yang dibutuhkan
agar masalah dapat diatasi dalam hal ini melalui
pengembangan Media Pembelajaran.
2. Perencanaan merupakan langkah merencanakan media
pembelajaran papan tali yang disesuaikan dengan
26
materi,perangkat pembelajaran,angket dan hasil tes
siswa.
3. Pengembangan produk merupakan langkah inti yang
menjadi titik fokus dalam [Link] langkah
yang kedua ini peneliti mulai untuk menyusun Media
Pembelajaran. Dalam media papan tali, terdapat
beberapa bagian, meliputi:
a) Kartu kata
Kartu kata merupakan kartu-kartu yang berisi kata
yang akan dibuat kalimat.
b) Tali
Tali merupakan bagian dari media papan tali yang berfungsi
untuk menyangkutkan kartu kata.
Materi Pelajaran merupakan ringkasan materi yang
berisi konsep-konsep materi. Tali yang bisa
digunakan adalah kawat kecil.
c) Papan
Papan merupakan bagian yang paling utama, berfungsi
sebagai tempat untuk memasang tali.
4. Uji Produk merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
mengetahuai tingkat kevalidan media pembelajaran papan tali.
Dalam langkah ini dilakukan oleh Alfi Laila, [Link]., [Link].
selaku dosen Universitas Nusantara PGRI sebagai dosen ahli
materi. Dan Sutrisno Sahari, [Link].,[Link]. selaku dosen
Universitas Nusantara PGRI sebagai ahli media.
5. Perbaikan Uji Produk merupakan upaya untuk memperbaiki
produk berupa media pembelajaran papan tali yang didasarkan
pada kritik dan saran dari validator ahli materi dan ahli media.
27
6. Uji Terbatas merupakan uji coba yang dilakukan dengan
menyerahkan media papan tali kepada guru dan 5 siswa kelas III
SDN Lirboyo 2 kota Kediri.
7. Perbaikan uji terbatas merupakan upaya untuk melakukan
perbaikan media pembelajaran papan tali yang didasarkan pada
hasil angket respon guru kelas III dan respon siswa.
8. Uji luas merupakan kegiatan yang dilakukan setelah produk media
pembelajaran papan tali dilakukan upaya perbaikan.
[Link] Uji luas merupakan upaya untuk melakukan perbaikan
media pembelajaran papan tali yang didasarkan pada hasil
pengamatan dari...siswa kelas III SDN LIRBOYO 2 kota Kediri.
[Link] merupakan upaya untuk menyebarkan produk berupa
media pembelajaran papan tali yang kemudian digunakan dalam
kegiatan pembelajaran menulis kalimat pada kelas III SDN
LIRBOYO 2 Kota Kediri
Berdasarkan pada uraian diatas, maka peneliti menyimpulkan
bahwa kerangka berpikir merupakan urutan sederhana yang dibuat singkat
untuk menggambarkan proses pemecahan masalah yang dikemukakan
peneliti . Maka berdasarkan kajian teori dan hsil penelitian diatas dapat
disusun kerangka konseptual pada gambar sebagai berikut.
28
Analisis Kebutuhan:
Diperlukan media pembelajaran pada materi menulis kalimat
Perencanaan
Pengembangan produk
Uji produk
Perbaikan Uji produk
Uji terbatas
Perbaikan Uji terbatas
Uji Luas
Perbaikan Uji Luas
Penyebaran
DAFTAR PUSTAKA
Atmaja F. [Link] Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta:Pusaka
Widyatama.
Ismawati, [Link] Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: Ombak.
Munadi, Yudhi. 2008. Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi.
Prihadi. 2010. Media Pembelajaran,Media Pembelajaran Bahasa
[Link]:Kemendiknas
Sardiman, Arief S, (dkk). 2009. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grapindo.
Setia, Purnama, Getmi. [Link] Media Kartu Kata Dalam
meningkatkan kemampuan menulis Kalimat Sederhana di SD. Jakarta.
Subana M, Sunarti. 2011. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia. Bandung
Sudjana dan Rivai. 2013. Media [Link]:Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono. 2013. Metode PenelitianKuantitatif, Kualitatid dan R&[Link]:
Alfabeta.
Suhardini [Link]. Kemampuan Menulis Kalimat Sederhana Melalui Media
Keping Kata Bergambar Pada Siswa Tunarungu Di [Link]
Susanto, Ahmad. 2016. Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:
PRENADA MEDIA GROUP.
Susi Damayanti. Peningkatan Aktivitas Belajar Dengan Menggunakan Media
Kartu Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas I SDN 13 Nanga Tayap
Kabupaten Ketapang.