0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan18 halaman

Module 2

Modul ini membahas perancangan dan implementasi sistem otomasi berbasis Arduino dengan fokus pada dua praktikum: sistem akses laboratorium menggunakan RFID dan RTC, serta sistem palang pintu parkir cerdas dengan sensor ultrasonik dan IR. Mahasiswa diharapkan dapat mengintegrasikan berbagai protokol komunikasi dan mengembangkan algoritma untuk autentikasi dan pengendalian perangkat. Tugas praktikum mencakup modifikasi algoritma untuk mengakomodasi berbagai jenis pengguna dan penanganan kondisi parkir penuh.

Diunggah oleh

fitraiti090197
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan18 halaman

Module 2

Modul ini membahas perancangan dan implementasi sistem otomasi berbasis Arduino dengan fokus pada dua praktikum: sistem akses laboratorium menggunakan RFID dan RTC, serta sistem palang pintu parkir cerdas dengan sensor ultrasonik dan IR. Mahasiswa diharapkan dapat mengintegrasikan berbagai protokol komunikasi dan mengembangkan algoritma untuk autentikasi dan pengendalian perangkat. Tugas praktikum mencakup modifikasi algoritma untuk mengakomodasi berbagai jenis pengguna dan penanganan kondisi parkir penuh.

Diunggah oleh

fitraiti090197
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Module 2

Fokus Module: Modul ini berfokus pada perancangan dan implementasi sistem otomasi tertanam
(embedded automation system) berbasis Arduino

• Kegiatan Praktikum 1: Sistem Otomasi Akses & Presensi Laboratorium Berbasis Autentikasi
Dua Faktor (RFID RC522 & RTC DS1307)
1.1 Tujuan Praktikum
Setelah menyelesaikan modul ini, mahasiswa diharapkan mampu:
1 Mengintegrasikan protokol komunikasi sinkron SPI (Serial Peripheral Interface) untuk
mengekstraksi data UID dari modul RFID RC522.
2 Mengonfigurasi dan mengambil data waktu absolut (Real-Time) melalui protokol I2C
dari modul RTC DS1307.
3 Mengonstruksi algoritma Two-Factor Authentication (2FA) berbasis State Machine
yang memvalidasi kredensial pengguna dan rentang waktu operasional.
4 Menerapkan rekayasa keamanan perangkat keras (hardware fail-safe) melalui kendali
PWM pada Motor Servo dan logika Active-Low pada saklar daya (Relay).
1.2 Alat dan Bahan
1. Modul Trainer Kit Arduino R3 (atau Arduino Uno R3) (1 unit)
2. Modul RFID RC522 beserta Kartu/Keyfob (Mifare 13.56 MHz)
3. Modul RTC (Real-Time Clock) DS1307
4. Motor Servo (Micro Servo SG90)
5. Modul Relay 1-Channel (Sebagai aktuator simulasi daya listrik ruangan)
6. Modul LCD 16x2 dengan I2C Backpack
1.3 Landasan Teori
1.3.1 Protokol Komunikasi SPI dan Ekstraksi UID (RFID RC522)
Modul RFID RC522 beroperasi pada frekuensi radio tinggi (13.56 MHz) dan menggunakan
cip pasif berbasis teknologi Mifare. Untuk mentransmisikan data dalam kecepatan tinggi, modul
ini berkomunikasi dengan Arduino menggunakan antarmuka antarmuka SPI (Serial Peripheral
Interface).
SPI adalah protokol komunikasi full-duplex berarsitektur Master-Slave yang
mengandalkan 4 jalur sinyal utama:
o MOSI (Master Out Slave In): Jalur pengiriman instruksi dari mikrokontroler (Master)
ke RFID (Slave).
o MISO (Master In Slave Out): Jalur penerimaan data (seperti pembacaan UID kartu)
ke mikrokontroler.
o SCK (Serial Clock): Sinyal detak yang dihasilkan mikrokontroler untuk sinkronisasi
bit data secara presisi.
o SDA / SS (Slave Select): Jalur aktivasi modul.
Saat kartu Mifare mendapatkan eksitasi elektromagnetik dari antena RC522, kartu akan
memancarkan Unique Identifier (UID) berukuran 4 Byte (32-bit). Data heksadesimal ini kemudian
dibandingkan dengan database array lokal di dalam Static RAM (SRAM) mikrokontroler untuk
proses otorisasi tingkat pertama.
1.3.2 Pewaktuan Absolut dan Protokol I2C (RTC DS1307)
Fungsi millis() yang umum digunakan pada mikrokontroler hanya mengkalkulasi waktu
relatif (berjalan sejak perangkat dihidupkan) dan akan kembali ke nol (overflow) setelah 50 hari.
Untuk sistem presensi yang membutuhkan waktu absolut (Jam, Menit, Detik, Tanggal), digunakan
modul perangkat keras Real-Time Clock (RTC) DS1307.
Modul ini memiliki isolasi daya independen berupa baterai kancing (CR2032) yang
memastikan osilator kristal 32.768 kHz di dalamnya tetap menghitung waktu meskipun
mikrokontroler kehilangan daya utama. Komunikasi data waktu dilakukan menggunakan bus
komunikasi I2C (hanya membutuhkan 2 jalur: SDA dan SCL).
1.3.3 Liquid Crystal Display (LCD) I2C
Mengendalikan LCD standar secara langsung dapat menghabiskan hingga 6 pin digital
Arduino. Dengan menambahkan modul I2C (Inter-Integrated Circuit), jalur komunikasi
disederhanakan hanya menjadi dua kabel utama: SDA (Serial Data) untuk mengirim informasi,
dan SCL (Serial Clock) untuk sinkronisasi waktu.
1.4 Koneksi

Komponen Pin Komponen Pin Arduino


SDA Pin 10
SCK Pin 13
MOSI Pin 11
RFID RC522 MISO Pin 12
RST Pin 7
3.3V 3.3V/5V
GND GND
SDA Pin A4
SCL Pin A5
RTC DS1307
VCC 5V
GND GND
SDA Pin SDA (Deretan Atas)
LCD 16x2 I2C
SCL Pin SCL (Deretan Atas)
Motor Servo SIGN Pin 9
VCC 5V
GND GND
IN2 Pin 8
Relay VCC 5V
GND GND

1.5 Program Utama


1.6 Soal Tugas Praktikum 1
Pada program utama, parameter otorisasi hanya membatasi akses pada 1 jenis pengguna
(variabel kartuAdmin). Dalam realitas manajemen laboratorium perguruan tinggi, terdapat
tingkatan pengguna dengan previlese waktu yang berbeda.
Kasus Modifikasi:
1. Dosen / Kepala Lab: Diizinkan mengakses laboratorium selama 24 Jam Penuh.
2. Mahasiswa Praktikan: Hanya diizinkan mengakses pada jam praktikum (08:00 - 16:00
WIB).
Instruksi:
o Daftarkan 2 buah UID kartu fisik Anda sebagai representasi Dosen dan Mahasiswa.
Deklarasikan kedua UID tersebut dalam bentuk Array 2-Dimensi di dalam memori program.
o Modifikasi struktur kontrol if-else (Logika Kendali 2FA) sehingga sistem tidak hanya
membedakan "ID Valid/Asing", tetapi juga memeriksa kategori (Role) kartu tersebut dan
menerapkan kondisi waktuValid secara spesifik sesuai perannya.
o Tuliskan modifikasi algoritma tersebut dan dokumentasikan pada jurnal laporan Anda.
Module 2

• Kegiatan Praktikum 2: Sistem Palang Pintu Parkir Cerdas dengan Kalibrasi Sensitivitas Real-
Time dan Handshake Logika Sensor
2.1 Tujuan Praktikum
Setelah menyelesaikan modul ini, mahasiswa diharapkan mampu:
1. Menganalisis perbedaan karakteristik rambatan gelombang akustik (Time-of-Flight)
pada sensor Ultrasonik HC-SR04 dan pantulan optik inframerah pada sensor IR
Proximity dalam aplikasi pemantauan lalu lintas kendaraan luar ruangan (outdoor).
2. Menerapkan teknik Potentiometer-Based Real-Time Calibration untuk mengubah
ambang batas (threshold) jarak deteksi sistem secara dinamis tanpa melakukan re-
kompilasi atau re-upload kode program ke mikrokontroler.
3. Mengonstruksi algoritma Sensor Handshake (logika sekuensial bersyarat antar dua
transduser yang berbeda zona) berbasis Finite State Machine (FSM) untuk
mengamankan aktuasi mekanis palang parkir (Anti-Crush Logic).
4. Mengoperasikan teknik Hardware Offloading menggunakan layar 7-Segment TM1637
untuk memvisualisasikan kapasitas slot parkir secara real-time tanpa membebani
siklus komputasi utama CPU Arduino.
2.2 Alat dan Bahan
1. Arduino R3 (atau Arduino Uno R3) (1 unit)
2. Sensor Jarak Ultrasonik HC-SR04
3. Sensor Proksimitas Infrared / IR Obstacle
4. Motor Servo (Micro Servo SG90)
5. Potensiometer Rotary
6. Display 7-Segment 4-Digit dengan Driver TM1637
7. Modul Traffic Light Simulator (3 LED: Merah, Kuning, Hijau)
8. Saklar Push Button
2.3 Landasan Teori
2.3.1 Analisis Fisis Transduser: Akustik (HC-SR04) vs Optik (IR Proximity)
Sensor Ultrasonik HC-SR04: Bekerja berdasarkan prinsip Time-of-Flight (ToF)
gelombang suara berfrekuensi tinggi (40 kHz). Mikrokontroler memberikan pulsa trigger
berdurasi 10 𝜇𝑠 pada pin Trig, yang memicu pemancaran 8 siklus gelombang burst. Saat
gelombang memantul dari permukaan kendaraan dan kembali ke receiver, pin Echo mengeluarkan
pulsa HIGH yang durasinya berbanding lurus dengan jarak tempuh gelombang:
𝐷𝑢𝑟𝑎𝑠𝑖 𝐸𝑐ℎ𝑜 (\𝑚𝑢𝑠) × 0.0343
𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘(𝑐𝑚) =
2
Sensor Infrared Proximity: Memancarkan berkas cahaya inframerah yang sangat
terfokus. Modul ini umumnya dilengkapi IC komparator LM393 dan bersifat Active-Low (LOW
saat mendeteksi objek, HIGH saat kosong). Respons waktunya sangat cepat (dalam hitungan
mikrodetik) dan memiliki sudut pandang sempit, menjadikannya transduser yang ideal sebagai
pengaman zona kritis tepat di bawah palang pintu agar tidak menghantam atap kendaraan.

2.4 Koneksi

Komponen Pin Komponen Pin Arduino


SIGN Pin 9
Motor Servo VCC 5V
GND GND
Ultrasonik HC-SR04 Trig Pin 12
Echo Pin 11
VCC 5V
GND GND
DO 10
Sensor IR Proximity VCC 5V
GND GND
CLK Pin 2
DIO Pin 3
Display TM1637
VCC 5V
GND GND
LED Merah Pin 6
Modul Traffic Light LED Kuning Pin 5
LED Hijau Pin 4
2.5 Program Utama
2.6 Soal Tugas Praktikum 2: Implementasi Mode "Parkir Penuh" & Serial Remote Reset
Latar Belakang Masalah: Pada kode utama di atas, saat slot parkir habis (slotTersedia ==
0), sistem hanya diam pada status IDLE dan tidak membuka palang pintu. Hal ini benar secara
logika keselamatan, namun tidak informatif bagi pengemudi yang sedang antre di depan gerbang
karena layar 7-Segment hanya menampilkan angka 0 statis. Selain itu, petugas keamanan
membutuhkan cara cepat untuk memulihkan sistem dari jarak jauh melalui panel telemetri saat
kendaraan keluar.
Instruksi Tugas:
5. Modifikasi arsitektur FSM pada program utama di atas dengan ketentuan aturan Interlock
Parkir Penuh:
➢ Jika slotTersedia == 0 dan ada kendaraan mendekat (≤ jarakKalibrasi):
a. Palang Servo harus tetap terkunci mati pada sudut 00
b. LED Merah berubah dari menyala statis menjadi berkedip cepat (interval
150 ms) sebagai peringatan penolakan akses.
c. Layar 7-Segment TM1637 tidak lagi menampilkan angka 0, melainkan
memvisualisasikan string teks heksadesimal berkedip: FULL. (Gunakan
konfigurasi byte manual: F=0x71, U=0x3E, L=0x38).

Anda mungkin juga menyukai