PERJUANGAN
MEMPERTAHANKAN
KEMERDEKAAN MELALUI
STRATEGI DIPLOMASI
ANGGOTA KELOMPOK 2
1. Alda Riyantty
2. MUrni Komariyah
3. Rukiah
4. Septiya Ramadani
PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN
MELALUI STRATEGI DIPLOMASI
Selain perjuangan bersenjata, bangsa Indonesia juga
mempertahankan kemerdekaannya melalui jalur diplomasi atau
perundingan. Diplomasi dilakukan karena kondisi militer dan
keamanan yang tidak stabil serta adanya tekanan internasional.
Melalui diplomasi, Indonesia berusaha memperoleh pengakuan
dunia internasional dan menyelesaikan konflik dengan Belanda
secara damai.
Diplomasi Indonesia ditempuh melalui tiga cara, yaitu mencari
dukungan negara-negara anggota PBB, membawa masalah
Indonesia–Belanda ke Dewan Keamanan PBB, serta melakukan
perundingan langsung dengan Belanda.
Peran Inggris dalam Diplomasi
Inggris berperan sebagai mediator dalam perundingan Indonesia dan Belanda.
Hal ini dilakukan karena Inggris memiliki tanggung jawab untuk menciptakan
keamanan dan pemerintahan sipil di Indonesia sebelum pasukan Sekutu
meninggalkan Indonesia pada akhir 1946. Karena kondisi keamanan semakin
memburuk, Inggris mengambil inisiatif untuk mempertemukan Indonesia dan
Belanda di meja perundingan.
PERUNDINGAN
LINGGARJATI (10
NOVEMBER 1946)
• Dimediasi oleh Lord
KRONOLOGI PERUNDINGAN PENTING Killearn (Inggris)
• Perundingan Pendahuluan (1946) • Dihadiri delegasi
• Dipimpin Sutan Syahrir (Indonesia) Indonesia dan Belanda
dan Van Mook (Belanda)
• Belanda hanya mengakui Jawa dan
Madura sebagai wilayah RI KONFERENSI MALINO (16–22
• Indonesia menolak konsep negara JULI 1946)
federal • Diselenggarakan Belanda
tanpa melibatkan RI
• Bertujuan membentuk negara
federal di Indonesia
• Ditolak Indonesia karena
dianggap memecah NKRI
ISI PERJANJIAN DAMPAK PERJANJIAN DINAMIKA PASCA-
LINGGARJATI LINGGARJATI LINGGARJATI
1. Belanda mengakui de Dampak Positif
facto RI atas Jawa, • Pengakuan internasional Puputan Margarana (19–20
Sumatra, dan Madura terhadap RI (walau terbatas) November 1946)
2. RI dan Belanda sepakat • Menguatkan posisi Indonesia • Dipimpin oleh I Gusti Ngurah
membentuk Republik di dunia internasional Rai
Indonesia Serikat (RIS) Dampak Negatif • Bentuk perlawanan rakyat
3. RIS dan Belanda • Wilayah RI menjadi sangat Bali terhadap Belanda
membentuk Uni terbatas • Terjadi karena Bali tidak
Indonesia–Belanda • Menimbulkan kekecewaan diakui sebagai wilayah RI
📌 Ditandatangani: 25 rakyat • Menunjukkan semangat
Maret 1947 • Memicu perlawanan di juang rakyat
berbagai daerah mempertahankan NKRI
. PERLAWANAN DI SULAWESI & DAMPAK
1 . AGRESI MILITER BELANDA I (21 JULI – 5 AGUSTUS
2
LINGGARJATI 1947)
eristiwa Sulawesi (1946): Belanda mengirim
P Penyebab: Perbedaan penafsiran Perjanjian
pasukan di bawah Kapten Raymond Westerling untukLinggarjati. Belanda ingin menguasai daerah strategis
menumpas perlawanan rakyat. Westerling (ekonomi) di Jawa dan Sumatra.
menggunakan metode kejam yang mengakibatkan
sekitar 40.000 rakyat sipil tewas. Garis Van Mook: Belanda secara sepihak
memproklamasikan garis demarkasi yang memisahkan
Negara Indonesia Timur (NIT): Dibentuk Belanda wilayah pendudukan Belanda dengan wilayah RI.
pada 24 Desember 1946 sebagai bagian dari upaya
memecah belah Indonesia menjadi negara federal ksi Polisionil: Istilah yang digunakan Belanda untuk
A
(negara boneka). mengelabui dunia internasional, seolah-olah serangan
militer ini hanyalah urusan keamanan dalam negeri.
atuhnya Kabinet Syahrir III: Akibat kekecewaan
J
terhadap hasil Perjanjian Linggarjati yang dianggap Peristiwa Dakotah VT-CLA: Pesawat pengangkut
obat-obatan bantuan dari Singapura ditembak jatuh
merugikan kedaulatan RI, Kabinet Syahrir jatuh pada
Belanda, menewaskan tokoh udara Indonesia seperti
27 Juni 1947.
Adisucipto, Abdulrahman Saleh, dan Adisumarmo.
3. PERJANJIAN RENVILLE . AGRESI MILITER BELANDA II (19
4
(1948) DESEMBER 1948)
Serangan ke Yogyakarta: Belanda
Hasil: Wilayah RI semakin menyerang ibu kota RI saat itu
sempit, hanya mencakup (Yogyakarta) dan menawan para pemimpin
Jawa Tengah, Yogyakarta, bangsa (Soekarno, Hatta, Sjahrir).
dan Sumatra.
Dampak: TNI harus mundur PDRI (Pemerintahan Darurat Republik
dari daerah pendudukan Indonesia): Sebelum ditawan, Presiden
Belanda (daerah kantong), memberikan mandat kepada Syafruddin
memicu peristiwa Long Prawiranegara di Sumatra untuk
March Divisi Siliwangi ke membentuk PDRI guna menjaga eksistensi
Yogyakarta. pemerintahan Indonesia di mata dunia.
1. Titik Balik: Perlawanan terhadap Propaganda Belanda
Setelah Agresi Militer Belanda II, Belanda mengeklaim bahwa RI sudah hancur. Indonesia membalas
dengan dua cara:
Secara Militer: Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Tujuannya bukan mengusir Belanda secara
permanen, melainkan menunjukkan kepada dunia (PBB) bahwa TNI dan negara RI masih ada.
Secara Diplomasi: PBB membentuk UNCI untuk menggantikan KTN, yang lebih tegas menekan Belanda
agar kembali ke meja perundingan.
2. Rangkaian Menuju Kedaulatan
Proses ini melibatkan tiga perundingan besar yang saling berkesinambungan:
Perjanjian RoemRoyen: Kesepakatan untuk menghentikan perang gerilya dan kembalinya
pemerintah RI ke Yogyakarta.
Konferensi InterIndonesia (KII): Konsolidasi internal antara pihak Republik (Yogyakarta) dengan
negaranegara bagian bentukan Belanda (BFO) agar memiliki satu suara saat menghadapi
Belanda.
Konferensi Meja Bundar (KMB): Puncak diplomasi di Den Haag yang menghasilkan pengakuan
kedaulatan, meskipun dengan beban utang dan masalah Irian Barat yang tertunda.
3. Eksperimen Negara Federal (RIS)
Pada 27 Desember 1949, Indonesia resmi menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS). Namun, bentuk negara ini
hanya bertahan kurang dari satu tahun (Desember 1949 – Agustus 1950).
Struktur: Terbagi menjadi beberapa negara bagian (seperti Negara Indonesia Timur, Negara Sumatra Timur,
dan NRI).
Masalah: Munculnya berbagai pemberontakan (APRA, Andi Aziz, RMS) dan ketidakpuasan rakyat yang merasa
RIS adalah taktik pecah belah Belanda.
4. Kembali ke Negara Kesatuan (NKRI)
Hanya dalam hitungan bulan, negaranegara bagian memutuskan untuk melebur kembali ke dalam Republik Indonesia.
Pada 17 Agustus 1950, RIS resmi dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
dengan menggunakan UUDS 1950
Penjelasan mengenai hasil keputusan yang dicapai dalam Konferensi Meja Bundar antara Indonesia dan Belanda.
- Kedaulatan
Diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat pada akhir Desember 1949.
- Irian Barat
Status wilayah Irian Barat ditunda dan akan dibahas kembali satu tahun kemudian.
- Militer
Tentara Nasional Indonesia menjadi inti Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat, sedangkan KNIL dibubarkan.
- Utang
Indonesia harus menanggung utang Hindia Belanda sejak tahun 1942.
SESI TANYA
JAWAB
KESIMPULAN
Kemerdekaan Indonesia dipertahankan melalui kombinasi "Diplomasi dan
Perjuangan Bersenjata". Meskipun Belanda berulang kali mencoba
memecah kedaulatan melalui agresi militer dan pembentukan negara
federal, persatuan rakyat dan tekanan internasional akhirnya membawa
Indonesia pada pengakuan kedaulatan penuh dan kembali ke bentuk
negara kesatuan.
THANK YOU