0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan112 halaman

Modul Seni Rupa

Rencana pembelajaran ini bertujuan untuk mengajarkan siswa kelas 4 tentang unsur rupa, yaitu garis, bentuk, warna, dan tekstur, melalui pengamatan lingkungan sekitar. Kegiatan meliputi eksplorasi langsung, diskusi, dan praktik menggambar serta rubbing untuk mengidentifikasi dan memahami unsur-unsur tersebut. Pembelajaran dirancang agar menyenangkan dan bermakna, dengan melibatkan orang tua dalam proses pengamatan.

Diunggah oleh

thariq haqiqy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan112 halaman

Modul Seni Rupa

Rencana pembelajaran ini bertujuan untuk mengajarkan siswa kelas 4 tentang unsur rupa, yaitu garis, bentuk, warna, dan tekstur, melalui pengamatan lingkungan sekitar. Kegiatan meliputi eksplorasi langsung, diskusi, dan praktik menggambar serta rubbing untuk mengidentifikasi dan memahami unsur-unsur tersebut. Pembelajaran dirancang agar menyenangkan dan bermakna, dengan melibatkan orang tua dalam proses pengamatan.

Diunggah oleh

thariq haqiqy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM

PERTEMUAN 1 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik kelas 4 umumnya sudah bisa menggambar dan
mewarnai. Mereka siap untuk mengidentifikasi unsur rupa (garis dan bentuk)
yang terdapat di lingkungan sekitarnya. Minat mereka cenderung pada
aktivitas pengamatan visual dan kreasi. Kebutuhan belajar meliputi
pengenalan istilah seni rupa dan kemampuan mengamati detail.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada mengidentifikasi unsur rupa:
garis dan bentuk, yang terdapat di lingkungan sekitarnya.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (unsur rupa) dan Faktual (contoh).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk menumbuhkan kepekaan visual,
kemampuan mengamati, dan dasar untuk berkreasi dalam seni
rupa.
○ Tingkat Kesulitan: Rendah.
○ Struktur Materi: Dimulai dengan pengamatan tumbuhan1, identifikasi
bagian, dan penjelasan fungsi dasar.

● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi rasa ingin tahu, ketelitian, dan berpikir
kreatif.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Mengidentifikasi unsur rupa).
○ DPL 6: Kemandirian (Melakukan pengamatan).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal
dua unsur rupa (misalnya: garis, bentuk, warna, tekstur) yang terdapat di
lingkungan sekitarnya.
● Lintas Disiplin Ilmu: Matematika (bentuk geometri), Bahasa Indonesia
(deskripsi visual).
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah mengamati, peserta didik dapat menyebutkan berbagai jenis
garis (lurus, lengkung, zig-zag) yang ada di lingkungan sekitar.
○ Setelah mengamati, peserta didik dapat menyebutkan berbagai jenis
bentuk
(persegi, lingkaran, segitiga, bentuk bebas) yang ada di lingkungan
sekitar.
○ Setelah berlatih, peserta didik dapat menggambar contoh garis dan
bentuk yang mereka temukan di lingkungan.
● Topik Pembelajaran: Garis dan Bentuk di Sekitarku!
● Praktik Pedagogis: Observasi langsung (di dalam/luar kelas), brainstorming
unsur rupa, menggambar.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendampingi anak mengamati garis dan
bentuk
di rumah/jalan).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, halaman sekolah, papan tulis, kertas,
pensil.
● Pemanfaatan Digital: Menampilkan gambar-gambar dengan penekanan
pada garis dan bentuk.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Apakah kalian pernah
melihat gambar yang hanya terdiri dari garis? Atau benda yang
bentuknya sangat aneh?". Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka
akan menjadi 'detektif seni' untuk menemukan garis dan bentuk di
mana-mana.
○ Guru meminta siswa menggambar satu garis bebas di udara. Guru
bertanya, "Apakah garis itu lurus? Atau lengkung?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Tebak Garis dan Bentuk" (guru
menyebutkan benda, siswa menebak bentuk atau jenis garisnya).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru menjelaskan bahwa garis adalah salah satu unsur rupa paling
dasar (bisa lurus, lengkung, zig-zag, putus-putus, tebal, tipis).
○ Guru menjelaskan bentuk adalah area yang dibatasi oleh garis (bisa
geometris: persegi, lingkaran, segitiga; atau non-geometris/bebas:
awan, daun).
○ Guru memandu siswa untuk mengamati lingkungan di dalam dan luar
kelas:
■ Mencari berbagai jenis garis (sudut meja, garis di papan tulis,
batang pohon, benang).
■ Mencari berbagai jenis bentuk (buku, pintu, jam dinding, daun, awan,
batu).
○ Guru dapat menggunakan pertanyaan pemicu: "Di mana kalian melihat
garis lurus di kelas ini?", "Benda apa di luar kelas yang bentuknya
lingkaran?".
● Mengaplikasi:
○ LKPD 1.1: "Garis dan Bentuk di Alamku!". Peserta didik diberikan lembar
kerja.
○ Eksplorasi Lingkungan: Siswa berkeliling di dalam kelas atau halaman
sekolah (dengan pengawasan guru) untuk menemukan dan
mencatat/menggambar minimal 5 contoh garis dan 5 contoh bentuk
yang berbeda.
○ Setelah kembali ke kelas, siswa diminta menuliskan jenis garis dan
bentuk yang mereka temukan.
○ Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang temuan mereka.
● Merefleksi:
○ Beberapa peserta didik menyampaikan contoh garis dan bentuk
yang mereka temukan.
○ Guru bertanya, "Garis apa yang paling sering kalian lihat di sekitar
kita?" dan "Apa manfaatnya jika kita tahu berbagai jenis garis dan
bentuk?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru merangkum bahwa garis dan bentuk adalah bagian tak
terpisahkan dari apa yang kita lihat di sekitar.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus peka terhadap unsur-unsur
rupa ini saat mengamati benda atau menggambar.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya, mereka akan
mengidentifikasi unsur rupa warna dan tekstur.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi kemampuan dasar
menggambar.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam
eksplorasi lingkungan dan kemampuan mengisi LKPD.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian kinerja melalui kemampuan mengidentifikasi unsur rupa (garis
dan bentuk) di lingkungan sekitar.

Rubrik Penilaian Kelas:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua
unsur rupa (misalnya: garis, bentuk, warna, tekstur) yang terdapat di
lingkungan sekitarnya.
● Indikator: Akurasi identifikasi jenis garis, akurasi identifikasi jenis bentuk,
dan jumlah contoh yang ditemukan.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Belum bisa mengidentifikasi garis atau bentuk.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Mengidentifikasi
garis/bentuk dengan ragu atau beberapa kesalahan.
○ Cakap: Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis garis (lurus,
lengkung, zig-zag) dan bentuk (persegi, lingkaran, segitiga, bentuk
bebas) yang ada di lingkungan sekitarnya.
○ Mahir: Peserta didik mampu mengidentifikasi beragam jenis garis dan
bentuk secara rinci dan akurat, memberikan contoh relevan, serta
menjelaskan bagaimana unsur-unsur tersebut membentuk objek di
lingkungan.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 1

Jawablah pertanyaan di bawah ini!


1. Apa perbedaan antara 'garis lurus' dan 'garis lengkung'?
2. Sebutkan 3 benda di kelas ini yang memiliki bentuk persegi atau persegi
panjang!
3. Mengapa garis dan bentuk itu penting dalam seni rupa?

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 1.1


Nama:
Kelas:
Garis dan Bentuk di Alamku!
Petunjuk:
1. Temukan minimal 3 contoh garis yang berbeda di kelas atau di
halaman sekolah. Gambarlah dan tuliskan jenis garisnya.
○ (Contoh: Gambar garis lurus di penggaris) -> Jenis Garis: Lurus
○ (Ruang kosong untuk gambar dan jenis garis)
○ (Ruang kosong untuk gambar dan jenis garis)
○ (Ruang kosong untuk gambar dan jenis garis)
2. Temukan minimal 3 contoh bentuk yang berbeda di kelas atau di
halaman sekolah. Gambarlah dan tuliskan jenis bentuknya.
○ (Contoh: Gambar buku) -> Jenis Bentuk: Persegi Panjang
○ (Ruang kosong untuk gambar dan jenis bentuk)
○ (Ruang kosong untuk gambar dan jenis bentuk)
○ (Ruang kosong untuk gambar dan jenis bentuk)
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
PERTEMUAN 2 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik sudah mampu mengidentifikasi garis dan
bentuk. Mereka siap untuk mengidentifikasi unsur rupa: warna dan tekstur,
yang terdapat di lingkungan sekitarnya. Minat mereka cenderung pada
aktivitas pengamatan visual dan sentuhan. Kebutuhan belajar meliputi
pengenalan istilah seni rupa dan kemampuan mengamati detail indrawi.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada mengidentifikasi unsur rupa:
warna dan tekstur, yang terdapat di lingkungan sekitarnya.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (unsur rupa) dan Faktual (contoh).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk menumbuhkan kepekaan visual
dan taktil, kemampuan mengamati, dan dasar untuk berkreasi
dalam seni rupa.
○ Tingkat Kesulitan: Rendah.
○ Struktur Materi: Dimulai dengan pengamatan lingkungan,
pengenalan unsur warna dan tekstur, dan latihan identifikasi.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi rasa ingin tahu, ketelitian, dan berpikir
kreatif.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Mengidentifikasi unsur rupa).
○ DPL 6: Kemandirian (Melakukan pengamatan).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal
dua unsur rupa (misalnya: garis, bentuk, warna, tekstur) yang terdapat di
lingkungan sekitarnya.
● Lintas Disiplin Ilmu: IPAS (cahaya, sifat benda), Bahasa Indonesia (deskripsi
visual).
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah mengamati, peserta didik dapat menyebutkan berbagai warna
yang ada di lingkungan sekitar.
○ Setelah mengamati, peserta didik dapat menjelaskan pengertian tekstur
dan menyebutkan berbagai jenis tekstur (halus, kasar, licin,
bergelombang) yang ada di lingkungan sekitar.
○ Setelah berlatih, peserta didik dapat membuat contoh swatch warna dan
rubbing
tekstur yang mereka temukan di lingkungan.
● Topik Pembelajaran: Warna dan Tekstur di Sekitarku!
● Praktik Pedagogis: Observasi langsung (di dalam/luar kelas), brainstorming
unsur rupa, rubbing tekstur.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendampingi anak mengamati
warna dan tekstur di rumah/jalan).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, halaman sekolah, papan tulis,
kertas, pensil warna/krayon, crayons untuk rubbing, berbagai benda dengan
tekstur berbeda (daun, kayu, batu, kain).
● Pemanfaatan Digital: Menampilkan gambar-gambar dengan penekanan
pada warna dan tekstur.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Apakah kalian pernah
memegang
benda yang permukaannya tidak rata? Atau melihat banyak sekali warna
pelangi?". Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menjadi
'seniman indra' untuk menemukan warna dan tekstur di mana-mana.
○ Guru meminta siswa meraba permukaan meja. Guru bertanya,
"Bagaimana
rasanya? Halus atau kasar?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Tebak Warna dan
Tekstur" (guru menyebutkan benda, siswa menebak warna
atau teksturnya).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru menjelaskan bahwa warna adalah unsur rupa yang paling
mudah dilihat (merah, kuning, biru, dll.).
○ Guru menjelaskan tekstur adalah permukaan suatu benda yang dapat
dirasakan dengan indra peraba atau dilihat dengan mata (bisa halus,
kasar, licin, bergelombang, mengkilap, kusam).
○ Guru memandu siswa untuk mengamati lingkungan di dalam dan luar
kelas:
■ Mencari berbagai warna (pakaian teman, warna bunga, warna
dinding).
■ Mencari berbagai tekstur (daun, kulit pohon, dinding kasar, meja
halus, kain lembut).
○ Guru dapat menggunakan pertanyaan pemicu: "Warna apa yang paling
banyak di kelas ini?", "Benda apa di luar kelas yang teksturnya kasar?".
● Mengaplikasi:
○ LKPD 2.1: "Warna dan Tekstur di Sekitarku!". Peserta didik diberikan
lembar kerja.
○ Eksplorasi Lingkungan: Siswa berkeliling di dalam kelas atau halaman
sekolah (dengan pengawasan guru) untuk menemukan dan
mencatat/menggambar minimal 3 contoh warna dan 3 contoh tekstur
yang berbeda.
○ Untuk tekstur, siswa diminta melakukan rubbing (menggosok
krayon/pensil di atas kertas yang diletakkan di atas benda bertekstur).
○ Setelah kembali ke kelas, siswa diminta menuliskan jenis warna dan
tekstur yang mereka temukan.
○ Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang temuan mereka.
● Merefleksi:
○ Beberapa peserta didik menyampaikan contoh warna dan tekstur
yang mereka temukan.
○ Guru bertanya, "Warna apa yang paling kamu sukai di alam?" dan "Apa
manfaatnya jika kita peka terhadap warna dan tekstur?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru merangkum bahwa warna dan tekstur adalah unsur rupa yang
membuat benda-benda terlihat dan terasa berbeda.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus peka terhadap unsur-unsur
rupa ini saat mengamati benda atau berkreasi.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya,
mereka akan mengevaluasi semua unsur rupa.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi kemampuan
mengidentifikasi garis dan bentuk.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam
eksplorasi lingkungan dan kemampuan mengisi LKPD.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian kinerja melalui kemampuan mengidentifikasi unsur rupa
(warna dan tekstur) di lingkungan sekitar.

Rubrik Penilaian Kelas:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua
unsur rupa (misalnya: garis, bentuk, warna, tekstur) yang terdapat di
lingkungan sekitarnya.
● Indikator: Akurasi identifikasi warna, pemahaman pengertian tekstur,
dan akurasi identifikasi jenis tekstur.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Belum bisa mengidentifikasi warna atau tekstur.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Mengidentifikasi
warna/tekstur dengan ragu atau beberapa kesalahan.
○ Cakap: Peserta didik mampu menyebutkan berbagai warna dan
menjelaskan pengertian tekstur, serta mengidentifikasi berbagai jenis
tekstur (halus, kasar, licin, bergelombang) yang ada di lingkungan
sekitarnya.
○ Mahir: Peserta didik mampu menyebutkan beragam warna dengan
nuansa yang berbeda, menjelaskan pengertian dan jenis tekstur
secara rinci, memberikan contoh relevan, dan menunjukkan kepekaan
visual dan taktil yang tinggi.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002

SOAL LATIHAN PERTEMUAN 2


Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apa perbedaan antara 'warna primer' dan 'warna sekunder'? (Jika
sudah pernah diajarkan sebelumnya, jika belum abaikan)
2. Apa yang dimaksud dengan 'tekstur'?
3. Berikan 2 contoh benda di kelas ini yang memiliki tekstur kasar!

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 2.1


Nama:
Kelas:
Warna dan Tekstur di Sekitarku!
Petunjuk:
1. Temukan minimal 3 warna yang berbeda di kelas atau di halaman
sekolah. Warnai kotak di bawah ini dengan warna yang kamu temukan.
○ (Disediakan 3 kotak kosong untuk diwarnai)
2. Temukan 3 benda dengan tekstur berbeda di sekitar kelasmu. Gosokkan
krayon di atas kertas yang diletakkan di benda tersebut (rubbing), lalu
tuliskan jenis teksturnya.
○ (Ruang kosong untuk rubbing) -> Jenis Tekstur: (misal: halus,
kasar, bergelombang)
○ (Ruang kosong untuk rubbing) -> Jenis Tekstur:
○ (Ruang kosong untuk rubbing) -> Jenis Tekstur:
3. Jelaskan mengapa tekstur itu penting dalam seni rupa.
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
PERTEMAN 3 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik sudah mampu mengidentifikasi garis, bentuk,
warna, dan tekstur. Mereka siap untuk mengulas kembali dan mengevaluasi
pemahaman mereka tentang unsur-unsur rupa secara komprehensif. Minat
mereka cenderung pada aktivitas rekapitulasi dan penguatan konsep.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada evaluasi pemahaman tentang
minimal dua unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) yang terdapat di
lingkungan sekitarnya.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (unsur rupa) dan Faktual (contoh).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk memastikan penguasaan materi dan
kesiapan untuk materi seni rupa yang lebih kompleks.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Review semua unsur rupa, kuis/latihan soal, dan
diskusi penguatan.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, tanggung jawab, dan berpikir
kritis.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Mengidentifikasi unsur rupa).
○ DPL 6: Kemandirian (Menjawab soal evaluasi).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal
dua unsur rupa (misalnya: garis, bentuk, warna, tekstur) yang terdapat di
lingkungan sekitarnya.
● Lintas Disiplin Ilmu: -
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah mengerjakan latihan, peserta didik dapat mengidentifikasi
berbagai jenis garis, bentuk, warna, dan tekstur dengan benar.
○ Setelah mengerjakan latihan, peserta didik dapat memberikan contoh
unsur rupa yang ditemukan di lingkungan sekitar.
○ Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan mengapa
unsur rupa itu penting dalam seni.
● Topik Pembelajaran: Uji Pengetahuanku: Semua Unsur Rupa!
● Praktik Pedagogis: Latihan soal tertulis, diskusi jawaban, permainan cepat.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendorong anak untuk belajar mandiri).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, lembar soal, alat tulis.
● Pemanfaatan Digital: (Opsional) kuis online tentang unsur rupa.
PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Siapa yang sudah hafal
semua unsur rupa yang kita pelajari?". Guru menyampaikan bahwa hari
ini mereka akan menguji seberapa jauh pengetahuan mereka tentang
garis, bentuk, warna, dan tekstur.
○ Guru menunjukkan sebuah lukisan atau gambar sederhana. Guru
bertanya, "Unsur rupa apa saja yang kalian lihat di sini?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Tebak Unsur Rupa
Cepat" (guru menyebutkan ciri, siswa menebak unsurnya).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru mengulas singkat seluruh unsur rupa yang telah dipelajari
(garis, bentuk, warna, tekstur), beserta definisi dan contohnya.
○ Guru menekankan pentingnya kemampuan mengidentifikasi unsur-
unsur ini dalam karya seni maupun di lingkungan sehari-hari.
● Mengaplikasi:
○ LKPD 3.1: "Latihan Soal Unsur Rupa!". Peserta didik diberikan latihan
soal tertulis yang mencakup identifikasi unsur rupa dan contohnya. Soal
bisa berupa gambar yang perlu dianalisis atau pertanyaan definisi.
○ Peserta didik mengerjakan soal secara individu.
○ Setelah selesai, guru memandu koreksi bersama, membahas setiap
jawaban.
● Merefleksi:
○ Guru bertanya, "Soal mana yang paling sulit kalian jawab?" dan "Unsur
rupa mana yang paling kamu sukai saat menggambar?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru memberikan apresiasi atas usaha peserta didik dalam
mengerjakan latihan soal.
○ Guru merangkum bahwa pengetahuan tentang unsur rupa adalah
dasar penting untuk memahami dan menciptakan seni.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus mengamati dunia dengan
'mata seniman' mereka.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya, mereka akan
memahami prinsip desain.
○ Guru menutup dengan salam.
ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi pengetahuan awal tentang
unsur rupa.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam latihan
soal dan koreksi bersama.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian kinerja melalui kemampuan mengidentifikasi unsur rupa yang
terdapat di lingkungan sekitarnya.

Rubrik Penilaian Kelas:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua
unsur rupa (misalnya: garis, bentuk, warna, tekstur) yang terdapat di
lingkungan sekitarnya.
● Indikator: Akurasi identifikasi garis, bentuk, warna, dan tekstur; serta
kemampuan memberikan contoh.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Masih
banyak kesalahan dalam identifikasi unsur rupa.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Identifikasi/penjelasan
kurang lengkap atau akurat.
○ Cakap: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua unsur rupa
(garis,
bentuk, warna, tekstur) yang terdapat di lingkungan sekitarnya dengan
benar dan memberikan contoh.
○ Mahir: Peserta didik mampu mengidentifikasi semua unsur rupa (garis,
bentuk,
warna, tekstur) secara rinci, memberikan beragam contoh yang relevan
dari lingkungan, dan menjelaskan bagaimana unsur-unsur tersebut saling
berinteraksi dalam seni.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 3
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Sebutkan 4 unsur rupa yang sudah kita pelajari!
2. Apakah pohon dan buku memiliki bentuk yang sama? Jelaskan perbedaan
bentuknya!
3. Jika kamu meraba kain wol dan kaca, tekstur apa yang kamu rasakan?
4. Apa manfaatnya kita belajar tentang unsur-unsur rupa ini?

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 3.1


Nama:
Kelas:
Latihan Soal Unsur Rupa!
Petunjuk:
1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan lengkap dan jelas.
○ Tuliskan 2 jenis garis yang kamu tahu dan gambarlah!
1. Jenis: , Gambar: (Ruang kosong)
2. Jenis: , Gambar: (Ruang kosong)
○ Apa perbedaan antara 'bentuk geometris' (misal: persegi) dan
'bentuk bebas' (misal: awan)?

○ Jika kamu melihat lukisan pemandangan, unsur warna apa saja yang
mungkin ada di dalamnya? Sebutkan 3!

○ Jelaskan mengapa permukaan batu memiliki tekstur yang kasar.


RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
PERTEMUAN 4 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik kelas 4 sudah mampu mengidentifikasi unsur-
unsur rupa. Mereka siap untuk memahami konsep dasar dari minimal satu
prinsip desain (keseimbangan) dalam konteks seni rupa. Minat mereka
cenderung pada aktivitas pengamatan komposisi dan kreasi. Kebutuhan
belajar meliputi pengenalan istilah prinsip desain dan kemampuan
menganalisis susunan visual.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada memahami konsep dasar dari
minimal satu prinsip desain (keseimbangan) dalam konteks seni rupa.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (keseimbangan) dan Faktual (contoh).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk menumbuhkan kepekaan estetis,
kemampuan menyusun visual yang harmonis, dan dasar untuk
menciptakan karya seni yang baik.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Dimulai dengan pengenalan keseimbangan, contoh
dalam seni dan lingkungan, dan latihan mengamati/mengatur.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, berpikir kritis, dan estetika.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Memahami konsep dasar dari minimal
satu prinsip desain).
○ DPL 4: Kreativitas (Menerapkan prinsip desain).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu memahami konsep dasar
dari minimal satu prinsip desain (misalnya: keseimbangan, irama,
kesatuan) dalam konteks seni rupa.
● Lintas Disiplin Ilmu: PJOK (keseimbangan tubuh), Matematika (simetri).
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah dijelaskan, peserta didik dapat menjelaskan pengertian
prinsip desain keseimbangan dalam seni rupa.
○ Setelah mengamati gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi
keseimbangan simetris dan asimetris.
○ Setelah berlatih, peserta didik dapat membuat komposisi gambar
sederhana yang menunjukkan keseimbangan (simetris atau asimetris).
● Topik Pembelajaran: Keseimbangan Visual: Simetris dan Asimetris!
● Praktik Pedagogis: Ceramah interaktif, observasi gambar/karya seni,
demonstrasi keseimbangan, menggambar.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendampingi anak mengamati
keseimbangan
pada benda di rumah).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, papan tulis, berbagai gambar yang
menunjukkan keseimbangan simetris dan asimetris (misal: kupu-kupu,
timbangan, vas bunga).
● Pemanfaatan Digital: Menampilkan contoh-contoh karya seni atau arsitektur
dengan berbagai jenis keseimbangan.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Mengapa sebuah timbangan
bisa
seimbang? Apa yang terjadi jika salah satu sisinya lebih berat?". Guru
menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar tentang
'keseimbangan' dalam gambar atau lukisan.
○ Guru menunjukkan gambar kupu-kupu. Guru bertanya, "Apakah bagian
kiri dan
kanan kupu-kupu ini terlihat sama?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Tebak Seimbang atau
Tidak" (guru menunjukkan gambar/benda, siswa menebak
seimbang atau tidak).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru menjelaskan pengertian prinsip desain keseimbangan: pengaturan
unsur- unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) agar karya terlihat
stabil dan tidak berat sebelah.
○ Guru menjelaskan dua jenis keseimbangan utama:
■ Keseimbangan Simetris: Objek/gambar terlihat sama atau sangat
mirip di kedua sisi garis tengah (seperti cermin). Contoh: kupu-
kupu, wajah manusia, beberapa bangunan.
■ Keseimbangan Asimetris: Objek/gambar tidak sama persis di kedua
sisi, tetapi tetap terlihat seimbang (berat visualnya sama). Contoh:
timbangan yang satu sisinya ada satu benda besar, sisi lain ada
beberapa benda kecil yang totalnya sama berat, atau lukisan
dengan komposisi yang tidak sama persis tapi enak dipandang.
○ Guru mendemonstrasikan dengan berbagai gambar dan menjelaskan
alasannya.
● Mengaplikasi:
○ LKPD 4.1: "Keseimbangan di Gambarku!". Peserta didik diberikan lembar
kerja.
○ Bagian 1: Siswa diminta mengidentifikasi jenis keseimbangan
(simetris/asimetris) pada gambar yang disediakan.
○ Bagian 2: Siswa diminta membuat 2 gambar sederhana (misal: satu
gambar
menunjukkan keseimbangan simetris, satu lagi menunjukkan
keseimbangan asimetris).
○ Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang jenis keseimbangan
yang mereka
temukan di lingkungan sekitar.
● Merefleksi:
○ Beberapa peserta didik menunjukkan gambar keseimbangan mereka.
○ Guru bertanya, "Apa perbedaan antara keseimbangan simetris dan
asimetris?" dan "Mengapa keseimbangan itu penting dalam membuat
karya seni?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru merangkum bahwa keseimbangan adalah salah satu prinsip
penting yang membuat karya seni terlihat harmonis.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus mengamati keseimbangan
dalam setiap objek yang mereka lihat.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya, mereka akan
memahami
prinsip desain irama.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi pengetahuan dasar tentang
unsur rupa.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam
diskusi dan kemampuan mengisi LKPD.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian kinerja melalui kemampuan memahami konsep dasar
keseimbangan dan membuat komposisi sederhana.

Rubrik Penilaian Kelas:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu memahami konsep dasar dari
minimal satu prinsip desain (misalnya: keseimbangan, irama, kesatuan)
dalam konteks seni rupa.
● Indikator: Pemahaman pengertian keseimbangan, akurasi
identifikasi jenis keseimbangan, dan kemampuan membuat
komposisi.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Belum bisa menjelaskan keseimbangan atau membuat komposisi.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Menjelaskan keseimbangan
dengan ragu atau komposisi kurang seimbang.
○ Cakap: Peserta didik mampu menjelaskan pengertian prinsip desain
keseimbangan dalam seni rupa, mengidentifikasi keseimbangan
simetris dan asimetris, dan membuat komposisi gambar sederhana
yang menunjukkan keseimbangan.
○ Mahir: Peserta didik mampu menjelaskan konsep keseimbangan
(simetris dan asimetris) secara komprehensif, menganalisisnya
dalam berbagai karya, dan menciptakan komposisi gambar yang
sangat seimbang dan estetis.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002

SOAL LATIHAN PERTEMUAN 4


Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apa yang dimaksud dengan 'keseimbangan' dalam seni rupa?
2. Apa perbedaan antara keseimbangan simetris dan asimetris?
3. Gambarlah satu contoh benda di sekitarmu yang memiliki keseimbangan
simetris!

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 4.1


Nama:
Kelas:
Keseimbangan di Gambarku!
Petunjuk:
1. Perhatikan gambar-gambar di bawah ini. Tuliskan jenis
keseimbangannya (Simetris atau Asimetris).
○ (Gambar: wajah manusia) -> Keseimbangan:
○ (Gambar: timbangan dengan beban yang berbeda tapi
seimbang) -> Keseimbangan:
2. Gambarlah satu objek atau pemandangan sederhana yang menunjukkan
keseimbangan simetris.
○ (Disediakan ruang kosong untuk menggambar)
3. Gambarlah satu objek atau pemandangan sederhana yang menunjukkan
keseimbangan asimetris.
○ (Disediakan ruang kosong untuk menggambar)

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM


PERTEMUAN 5 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik sudah memahami konsep keseimbangan.
Mereka siap untuk memahami konsep dasar dari prinsip desain irama
dalam konteks seni rupa. Minat mereka cenderung pada aktivitas
pengamatan pola dan gerakan. Kebutuhan belajar meliputi pengenalan
istilah prinsip desain dan kemampuan menganalisis pengulangan visual.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada memahami konsep dasar dari
minimal satu prinsip desain (irama) dalam konteks seni rupa.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (irama) dan Faktual (contoh).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk menumbuhkan kepekaan estetis,
kemampuan menyusun visual yang dinamis, dan dasar untuk
menciptakan karya seni yang menarik.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Dimulai dengan pengenalan irama, contoh dalam
seni dan lingkungan, dan latihan mengamati/mengatur pola.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, berpikir kreatif, dan fokus.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Memahami konsep dasar dari minimal
satu prinsip desain).
○ DPL 4: Kreativitas (Menerapkan prinsip desain).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu memahami konsep dasar
dari minimal satu prinsip desain (misalnya: keseimbangan, irama,
kesatuan) dalam konteks seni rupa.
● Lintas Disiplin Ilmu: Seni Musik (ritme), Matematika (pola).
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah dijelaskan, peserta didik dapat menjelaskan pengertian
prinsip desain irama dalam seni rupa.
○ Setelah mengamati gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi
irama visual (pengulangan pola atau unsur rupa) pada karya seni
atau objek di lingkungan.
○ Setelah berlatih, peserta didik dapat membuat komposisi gambar
sederhana yang menunjukkan irama visual.
● Topik Pembelajaran: Irama Visual: Pola yang Menarik Mata!
● Praktik Pedagogis: Ceramah interaktif, observasi gambar/karya seni,
demonstrasi irama, menggambar.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendampingi anak mengamati pola di
kain batik atau bangunan).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, papan tulis, berbagai gambar yang
menunjukkan irama visual (misal: pola batik, tangga, susunan batu, garis-
garis).
● Pemanfaatan Digital: Menampilkan contoh-contoh desain grafis atau
arsitektur dengan irama visual.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang
menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Apakah kalian tahu,
mengapa gambar batik itu terlihat indah dan teratur?". Guru
menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar tentang 'irama'
dalam gambar, seperti irama dalam musik.
○ Guru menunjukkan gambar pola batik. Guru bertanya, "Apa yang
kalian lihat dari gambar ini? Apakah ada yang berulang?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Tebak Pola Visual" (guru
menunjukkan gambar dengan pola, siswa menebak polanya).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru menjelaskan pengertian prinsip desain irama: pengulangan
unsur-unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) secara teratur atau
bervariasi yang menciptakan kesan gerak atau aliran visual.
○ Guru memberikan contoh irama visual:
■ Pengulangan teratur: garis-garis pagar, kotak-kotak di lantai, pola
bata.
■ Pengulangan bervariasi: ukuran bentuk yang membesar/mengecil
secara teratur, warna yang berubah gradasi.
○ Guru mendemonstrasikan dengan berbagai gambar dan menjelaskan
bagaimana irama visual membuat mata 'bergerak' mengikuti pola.
● Mengaplikasi:
○ LKPD 5.1: "Irama di Gambarku!". Peserta didik diberikan lembar kerja.
○ Bagian 1: Siswa diminta mengidentifikasi irama visual pada
gambar yang disediakan.
○ Bagian 2: Siswa diminta membuat 2 gambar sederhana (misal:
satu gambar menunjukkan irama pengulangan teratur, satu lagi
menunjukkan irama pengulangan bervariasi).
○ Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang jenis irama yang
mereka temukan di lingkungan sekitar.
● Merefleksi:
○ Beberapa peserta didik menunjukkan gambar irama mereka.
○ Guru bertanya, "Apa yang membuat sebuah gambar terasa 'hidup'
karena irama?" dan "Mengapa irama itu penting dalam membuat karya
seni?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan
pembelajaran, dan siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran
selanjutnya.
○ Guru merangkum bahwa irama adalah prinsip penting yang membuat
karya seni terlihat dinamis dan menarik.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus mengamati irama visual di
sekitar mereka.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya, mereka akan
memahami prinsip desain kesatuan.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi pengetahuan dasar tentang
prinsip keseimbangan.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam
diskusi dan kemampuan mengisi LKPD.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian
kinerja melalui kemampuan memahami konsep dasar irama dan membuat
komposisi sederhana.

Rubrik Penilaian Kelas:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu memahami konsep dasar dari
minimal satu prinsip desain (misalnya: keseimbangan, irama, kesatuan)
dalam konteks seni rupa.
● Indikator: Pemahaman pengertian irama, akurasi identifikasi irama
visual, dan kemampuan membuat komposisi.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Belum bisa menjelaskan irama atau membuat komposisi.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Menjelaskan irama dengan
ragu atau komposisi kurang menunjukkan irama.
○ Cakap: Peserta didik mampu menjelaskan pengertian prinsip desain
irama dalam seni rupa, mengidentifikasi irama visual pada karya
seni/objek, dan membuat komposisi gambar sederhana yang
menunjukkan irama visual.
○ Mahir: Peserta didik mampu menjelaskan konsep irama visual secara
komprehensif, menganalisisnya dalam berbagai karya, dan menciptakan
komposisi gambar yang sangat dinamis dan menarik melalui irama yang
bervariasi.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 5
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apa yang dimaksud dengan 'irama' dalam seni rupa?
2. Sebutkan 2 contoh benda di lingkunganmu yang memiliki irama visual!
3. Mengapa pola batik itu indah? (Hubungkan dengan irama)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 5.1


Nama:
Kelas:
Irama di Gambarku!
Petunjuk:
1. Perhatikan gambar-gambar di bawah ini. Tuliskan apakah
gambar tersebut menunjukkan irama (Ya/Tidak). Jika Ya, jelaskan
seperti apa iramanya.
○ (Gambar: Pola garis-garis vertikal yang teratur) -> Irama: ,
Penjelasan:
○ (Gambar: Batu-batu yang tersusun acak) -> Irama: ,
Penjelasan:

2. Gambarlah satu pola sederhana yang menunjukkan irama pengulangan teratur


(misal: lingkaran-kotak-lingkaran-kotak).
○ (Disediakan ruang kosong untuk menggambar)
3. Gambarlah satu pola sederhana yang menunjukkan irama pengulangan
bervariasi
(misal: lingkaran kecil-lingkaran sedang-lingkaran besar).
○ (Disediakan ruang kosong untuk menggambar)

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM


PERTEMUAN 6 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik sudah memahami konsep keseimbangan dan
irama. Mereka siap untuk memahami konsep dasar dari prinsip desain
kesatuan dalam konteks seni rupa. Minat mereka cenderung pada aktivitas
pengamatan komposisi dan kreasi. Kebutuhan belajar meliputi pengenalan
istilah prinsip desain dan kemampuan menganalisis keterpaduan visual.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada memahami konsep dasar dari
minimal satu prinsip desain (kesatuan) dalam konteks seni rupa.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (kesatuan) dan Faktual (contoh).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk menumbuhkan kepekaan estetis,
kemampuan menyusun visual yang kohesif, dan dasar untuk
menciptakan karya seni yang baik.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Dimulai dengan pengenalan kesatuan, contoh dalam
seni dan lingkungan, dan latihan mengamati/mengatur.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, berpikir kritis, dan estetika.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Memahami konsep dasar dari minimal
satu prinsip desain).
○ DPL 4: Kreativitas (Menerapkan prinsip desain).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu memahami konsep dasar
dari minimal satu prinsip desain (misalnya: keseimbangan, irama,
kesatuan) dalam konteks seni rupa.
● Lintas Disiplin Ilmu: Bahasa Indonesia (keterpaduan ide), IPS (persatuan).
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah dijelaskan, peserta didik dapat menjelaskan pengertian
prinsip desain kesatuan dalam seni rupa.
○ Setelah mengamati gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi
kesatuan visual
pada karya seni atau objek di lingkungan (misal: semua elemen terasa
menyatu, tidak ada yang 'lepas').
○ Setelah berlatih, peserta didik dapat membuat komposisi gambar
sederhana yang
menunjukkan kesatuan visual.
● Topik Pembelajaran: Kesatuan Visual: Semua Jadi Satu!
● Praktik Pedagogis: Ceramah interaktif, observasi gambar/karya seni,
demonstrasi kesatuan, menggambar.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendampingi anak mengamati
kesatuan pada desain rumah atau pakaian).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, papan tulis, berbagai gambar yang
menunjukkan kesatuan (misal: pattern yang padu, foto keluarga, kolase).
● Pemanfaatan Digital: Menampilkan contoh-contoh logo atau
desain yang menunjukkan kesatuan yang kuat.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang
menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Mengapa sebuah lukisan
itu terlihat utuh, tidak seperti kumpulan gambar yang terpisah-pisah?".
Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar tentang
'kesatuan' dalam gambar.
○ Guru menunjukkan kolase yang sudah jadi (terlihat menyatu) dan
kumpulan potongan kertas acak. Guru bertanya, "Mana yang terlihat
seperti satu kesatuan?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Tebak Kesatuan" (guru
menunjukkan gambar, siswa menebak apakah terlihat menyatu
atau tidak).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru menjelaskan pengertian prinsip desain kesatuan: semua unsur rupa
(garis, bentuk, warna, tekstur) dan prinsip desain lainnya
(keseimbangan, irama) bekerja sama dan saling mendukung untuk
membentuk satu kesatuan yang utuh, harmonis, dan tidak terpisah-
pisah.
○ Guru memberikan contoh kesatuan visual:
■ Dalam lukisan/gambar: semua objek/warna/bentuk terasa saling
melengkapi, tidak ada yang 'loncat' sendiri.
■ Dalam desain: logo yang semua bagiannya terasa paduh.
■ Dalam alam: sekumpulan bunga yang warnanya beragam tapi
terlihat indah bersama.
○ Guru mendemonstrasikan dengan berbagai gambar dan menjelaskan
bagaimana kesatuan membuat karya terlihat 'selesai'.
● Mengaplikasi:
○ LKPD 6.1: "Kesatuan di Gambarku!". Peserta didik diberikan lembar kerja.
○ Bagian 1: Siswa diminta mengidentifikasi kesatuan visual pada
gambar yang disediakan (misal: lukisan, pattern, foto kelompok).
○ Bagian 2: Siswa diminta membuat 1 gambar sederhana yang
menunjukkan kesatuan (misal: gambar bunga di taman dengan
warna yang harmonis, atau gambar keluarga yang terlihat
menyatu).
○ Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang jenis kesatuan
yang mereka temukan di lingkungan sekitar.

● Merefleksi:
○ Beberapa peserta didik menunjukkan gambar kesatuan mereka.
○ Guru bertanya, "Apa yang membuat sebuah gambar terlihat
'menyatu'?" dan "Mengapa kesatuan itu penting dalam membuat
karya seni?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru merangkum bahwa kesatuan adalah prinsip penting yang
membuat karya seni terlihat utuh dan harmonis.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus mengamati kesatuan dalam
setiap objek atau kelompok yang mereka lihat.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya,
mereka akan mengevaluasi semua prinsip desain.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi pengetahuan dasar tentang
prinsip irama.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam diskusi dan
kemampuan mengisi LKPD.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian kinerja melalui kemampuan memahami konsep dasar
kesatuan dan membuat komposisi sederhana.

Rubrik Penilaian Kelas:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu memahami konsep dasar dari
minimal satu prinsip desain (misalnya: keseimbangan, irama, kesatuan)
dalam konteks seni rupa.
● Indikator: Pemahaman pengertian kesatuan, akurasi identifikasi kesatuan
visual, dan kemampuan membuat komposisi.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Belum bisa menjelaskan kesatuan atau membuat komposisi.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Menjelaskan kesatuan
dengan ragu atau komposisi kurang menyatu.
○ Cakap: Peserta didik mampu menjelaskan pengertian prinsip desain
kesatuan dalam seni rupa, mengidentifikasi kesatuan visual pada
karya seni/objek, dan membuat komposisi gambar sederhana yang
menunjukkan kesatuan visual.

○ Mahir: Peserta didik mampu menjelaskan konsep kesatuan visual secara


komprehensif, menganalisisnya dalam berbagai karya, dan menciptakan
komposisi
gambar yang sangat harmonis dan kohesif melalui kesatuan yang kuat.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002

SOAL LATIHAN PERTEMUAN 6


Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apa yang dimaksud dengan 'kesatuan' dalam seni rupa?
2. Mengapa semua bagian dalam sebuah logo harus terlihat menyatu?
3. Gambarlah satu contoh yang menunjukkan kesatuan dalam seni
rupa (misal: sekumpulan bunga dengan warna yang harmonis)!

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 6.1


Nama:
Kelas:
Kesatuan di Gambarku!
Petunjuk:
1. Perhatikan gambar-gambar di bawah ini. Tuliskan apakah
gambar tersebut menunjukkan kesatuan (Ya/Tidak). Jika Ya,
jelaskan mengapa.
○ (Gambar: Sebuah kolase dengan potongan gambar yang saling
melengkapi) ->
Kesatuan: , Penjelasan:
○ (Gambar: Kumpulan benda acak yang tidak berhubungan) -> Kesatuan:
, Penjelasan:
2. Gambarlah satu objek atau pemandangan sederhana yang menunjukkan
kesatuan visual (semua bagian terlihat menyatu dan harmonis).
○ (Disediakan ruang kosong untuk menggambar)

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM


PERTEMUAN 7 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik kelas 4 sudah mampu mengidentifikasi unsur
rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) secara terpisah. Mereka siap untuk
melakukan pengamatan terhadap berbagai unsur rupa yang diterapkan
pada objek atau karya seni di lingkungan sekitarnya, dengan fokus pada
pengamatan terpadu. Minat mereka cenderung pada aktivitas eksplorasi
visual dan analisis. Kebutuhan belajar meliputi penguatan kemampuan
observasi dan pengenalan bagaimana unsur-unsur rupa digunakan dalam
konteks.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada melakukan pengamatan terhadap
berbagai
unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) yang diterapkan pada objek atau
karya seni di lingkungan sekitarnya.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (unsur rupa) dan Prosedural (melakukan
pengamatan).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk menumbuhkan kepekaan visual yang
lebih mendalam, kemampuan menganalisis karya seni dan objek sehari-
hari, serta dasar untuk apresiasi seni.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Dimulai dengan pengulangan unsur rupa,
pengenalan cara mengamati unsur rupa pada objek/karya, dan
latihan pengamatan terpadu.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, fokus, rasa ingin tahu, dan
berpikir kritis.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Mampu melakukan pengamatan terhadap
berbagai unsur rupa).
○ DPL 6: Kemandirian (Melakukan pengamatan secara mandiri).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu melakukan pengamatan
terhadap berbagai unsur rupa yang diterapkan pada objek atau karya
seni di lingkungan sekitarnya.
● Lintas Disiplin Ilmu: Bahasa Indonesia (mendeskripsikan
pengamatan), IPAS (mengamati lingkungan).
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah diulas, peserta didik dapat menyebutkan kembali empat unsur
rupa utama (garis, bentuk, warna, tekstur).
○ Setelah mengamati objek/karya seni, peserta didik dapat
mengidentifikasi minimal tiga unsur rupa yang diterapkan di dalamnya.
○ Setelah berlatih, peserta didik dapat menjelaskan bagaimana unsur-
unsur rupa tersebut digunakan untuk menciptakan efek visual pada
objek/karya seni.
● Topik Pembelajaran: Mata Seniman: Unsur Rupa di Setiap Objek!
● Praktik Pedagogis: Observasi langsung (benda di kelas/sekolah, gambar
karya seni), diskusi terarah, menggambar/mencatat hasil pengamatan.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendampingi anak mengamati unsur
rupa pada
benda-benda di rumah atau saat mengunjungi tempat umum).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, papan tulis, berbagai objek nyata
(misal: tas, sepatu, buku, bunga), gambar/foto karya seni (lukisan, patung,
kerajinan tangan).
● Pemanfaatan Digital: Menampilkan slideshow gambar/foto objek dan karya
seni,
dengan panduan untuk mengamati unsur rupa.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Jika kalian melihat sebuah
gambar, apa saja yang pertama kali kalian perhatikan?". Guru
menyampaikan bahwa hari ini mereka akan belajar mengamati benda-
benda dan karya seni seperti seorang seniman.
○ Guru menunjukkan sebuah buku. Guru bertanya, "Buku ini
bentuknya apa? Warnanya apa?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Detektif Unsur Rupa" (guru
menyebutkan benda di kelas, siswa menyebutkan unsur rupa yang
dominan).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru mengulas kembali empat unsur rupa: garis (penjelasan: lurus,
lengkung, tebal, tipis), bentuk (geometris, bebas), warna (primer,
sekunder, gelap, terang), dan tekstur (halus, kasar, licin,
bergelombang).
○ Guru menjelaskan cara melakukan pengamatan terpadu: melihat
sebuah objek/karya secara keseluruhan, lalu fokus pada bagaimana
setiap unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) digunakan di
dalamnya.
○ Guru mendemonstrasikan pengamatan pada satu objek nyata di kelas
(misal: sebuah vas bunga) atau sebuah gambar karya seni sederhana.
Guru menunjuk dan menjelaskan: "Vas ini punya bentuk silinder,
garisnya melengkung, warnanya biru cerah, dan permukaannya terasa
halus."
● Mengaplikasi:
○ LKPD 7.1: "Amati Unsur Rupa di Sekitarku!". Peserta didik diberikan
lembar kerja.
○ Stasiun Pengamatan: Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
Setiap kelompok mengunjungi beberapa 'stasiun' yang berisi objek
nyata (misal: tas sekolah, pot bunga, alat tulis) atau gambar/foto
karya seni.
○ Untuk setiap objek/karya, siswa diminta mencatat/menggambar dan
mengidentifikasi minimal 3 unsur rupa yang mereka temukan, serta
menjelaskan bagaimana unsur tersebut digunakan.
○ Contoh:
■ Objek: Tas sekolah
■ Unsur 1: Garis - garis lurus pada resleting.
■ Unsur 2: Bentuk - bentuk persegi panjang pada tas.
■ Unsur 3: Warna - warna biru gelap.
■ Unsur 4: Tekstur - bahan kain yang halus.
● Merefleksi:
○ Beberapa peserta didik menyampaikan hasil pengamatan mereka
tentang objek atau karya seni.
○ Guru bertanya, "Unsur rupa mana yang paling sering kalian
temukan?" dan "Mengapa semua unsur rupa itu penting dalam
membuat sebuah gambar atau benda?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru merangkum bahwa dengan mengamati unsur rupa, kita bisa lebih
memahami keindahan di sekitar kita.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus mengamati dunia dengan
'mata seniman' mereka.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya,
mereka akan melanjutkan pengamatan unsur rupa pada objek
yang berbeda.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi kemampuan mengidentifikasi
unsur rupa secara terpisah.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam
pengamatan dan diskusi, serta kemampuan mengisi LKPD.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian kinerja melalui kemampuan melakukan pengamatan terhadap
berbagai unsur rupa yang diterapkan pada objek atau karya seni di
lingkungan sekitarnya.

Rubrik Penilaian Kinerja:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu melakukan pengamatan
terhadap berbagai unsur rupa yang diterapkan pada objek atau karya
seni di lingkungan sekitarnya.
● Indikator: Akurasi identifikasi unsur rupa, jumlah unsur yang
diidentifikasi, dan penjelasan penerapan unsur.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan kemampuan yang sangat
dasar. Belum bisa mengidentifikasi unsur rupa pada objek/karya.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan kemampuan yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Mengidentifikasi unsur rupa
dengan ragu atau hanya sebagian, penjelasan kurang jelas.
○ Cakap: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal tiga unsur
rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) yang diterapkan pada objek
atau karya seni, dan menjelaskan bagaimana unsur-unsur tersebut
digunakan.
○ Mahir: Peserta didik mampu mengidentifikasi beragam unsur rupa
(garis, bentuk, warna, tekstur) secara rinci dan akurat pada objek atau
karya seni, menganalisis bagaimana unsur-unsur tersebut saling
berinteraksi untuk menciptakan efek visual tertentu, dan
menyampaikan hasil pengamatan dengan jelas dan komprehensif.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002

SOAL LATIHAN PERTEMUAN 7


Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Sebutkan 4 unsur rupa yang sudah kita pelajari!
2. Perhatikan meja di depanmu. Sebutkan 2 unsur rupa yang paling menonjol
pada meja itu dan jelaskan!
3. Mengapa seniman perlu memahami unsur rupa saat membuat karya?

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 7.1


Nama:
Kelas:
Mata Seniman: Unsur Rupa di Setiap
Objek!
Petunjuk:
1. Pilih satu objek di dalam kelas (misal: Tas Ranselmu / Papan Tulis / Vas
Bunga).
2. Amati objek tersebut dengan teliti.
3. Tuliskan minimal 3 unsur rupa yang kamu temukan pada objek tersebut
dan jelaskan bagaimana unsur itu diterapkan.

Objek yang Diamati:


● Unsur Rupa 1: , Bagaimana diterapkan:

● Unsur Rupa 2: , Bagaimana diterapkan:

● Unsur Rupa 3: , Bagaimana diterapkan:


RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
PERTEMUAN 8 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik sudah mampu melakukan pengamatan terhadap
berbagai unsur rupa. Mereka siap untuk mengulas kembali dan menguatkan
kemampuan pengamatan unsur rupa yang diterapkan pada objek atau
karya seni yang lebih bervariasi. Minat mereka cenderung pada aktivitas
eksplorasi dan analisis. Kebutuhan belajar meliputi penguatan kemampuan
observasi dan pengenalan bagaimana unsur- unsur rupa menciptakan
makna.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada melakukan pengamatan terhadap
berbagai unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) yang diterapkan pada
objek atau karya seni di lingkungan sekitarnya, dengan fokus pada
objek/karya yang lebih kompleks atau bervariasi.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (unsur rupa, interpretasi visual) dan
Prosedural (melakukan pengamatan).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk menumbuhkan kepekaan visual yang lebih
mendalam, kemampuan menganalisis karya seni, dan dasar untuk
apresiasi seni.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Pengulangan pengamatan unsur rupa,
pengamatan pada objek/karya yang lebih kompleks, dan diskusi
tentang efek visual.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, fokus, rasa ingin tahu, dan
berpikir
kritis.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Mampu melakukan pengamatan terhadap
berbagai unsur rupa).
○ DPL 6: Kemandirian (Melakukan pengamatan secara mandiri).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu melakukan pengamatan
terhadap berbagai unsur rupa yang diterapkan pada objek atau karya
seni di lingkungan sekitarnya.
● Lintas Disiplin Ilmu: Bahasa Indonesia (mendeskripsikan pengamatan,
interpretasi), IPAS (mengamati lingkungan).
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah mengamati, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai
unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) pada objek atau karya seni
yang lebih kompleks.
○ Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan bagaimana
kombinasi unsur rupa dapat menciptakan kesan tertentu (misal: kesan
ramai, sepi, ceria, sedih).
○ Setelah berlatih, peserta didik dapat membuat sketsa sederhana
objek/karya seni
yang menunjukkan beberapa unsur rupa yang menonjol.
● Topik Pembelajaran: Unsur Rupa Bercerita: Kesan dari Karya Seni!
● Praktik Pedagogis: Observasi langsung (gambar/foto karya seni, objek luar
ruangan jika memungkinkan), diskusi interpretasi, menggambar sketsa.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendampingi anak mengamati unsur
rupa pada gambar di buku cerita atau foto).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, papan tulis, berbagai gambar/foto
karya seni yang bervariasi (lukisan pemandangan, potret, patung, desain
interior), alat gambar.
● Pemanfaatan Digital: Menampilkan galeri seni virtual atau video analisis
unsur rupa dalam karya seni.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Mengapa sebuah lukisan
pemandangan bisa membuat kita merasa tenang, tapi lukisan lain bisa
membuat kita merasa ramai?". Guru menyampaikan bahwa hari ini
mereka akan belajar bagaimana unsur rupa bisa 'bercerita' dan
menciptakan perasaan.
○ Guru menunjukkan sebuah gambar pemandangan dengan banyak garis
lengkung
dan warna lembut. Guru bertanya, "Kesan apa yang kalian dapatkan dari
gambar ini?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Tebak Kesan" (guru menunjukkan
gambar,
siswa menebak kesan yang didapat dari unsur rupa).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru mengulas kembali empat unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur).
○ Guru menjelaskan bahwa unsur rupa tidak hanya ada secara
terpisah, tetapi mereka bekerja sama untuk menciptakan kesan
atau suasana tertentu dalam sebuah karya seni atau objek.
○ Guru mendemonstrasikan pengamatan pada gambar karya seni yang
bervariasi:
■ Karya 1 (Kesan Tenang): Mungkin dominan garis lengkung, warna
lembut (biru, hijau), bentuk organik.
■ Karya 2 (Kesan Ramai/Dinamis): Mungkin dominan garis
zig-zag/tajam, warna cerah kontras, bentuk geometris yang
tumpang tindih.
○ Guru membimbing siswa untuk mengaitkan penggunaan unsur rupa
dengan kesan yang ditimbulkan.
● Mengaplikasi:
○ LKPD 8.1: "Unsur Rupa dan Kesan!". Peserta didik diberikan lembar
kerja berisi beberapa gambar/foto objek atau karya seni yang
berbeda kesan.
○ Untuk setiap gambar, siswa diminta:
■ Mengidentifikasi minimal 3 unsur rupa yang paling menonjol.
■ Menjelaskan bagaimana unsur-unsur itu menciptakan kesan tertentu
(misal:
"Warna biru yang lembut menciptakan kesan tenang").
■ Membuat sketsa sederhana objek/karya seni yang diamati.
○ Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang kesan yang mereka
dapatkan dari setiap gambar dan bagaimana unsur rupa
mempengaruhinya.
● Merefleksi:
○ Beberapa peserta didik menyampaikan hasil pengamatan dan
interpretasi kesan mereka.
○ Guru bertanya, "Bagaimana seniman menggunakan unsur rupa untuk
menyampaikan pesan atau perasaan?" dan "Apa manfaatnya kita bisa
memahami 'bahasa' unsur rupa?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru merangkum bahwa unsur rupa adalah 'abjad' seni yang bisa
digabungkan untuk 'bercerita'.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus mengamati dunia dengan 'mata
seniman'
mereka dan mencoba merasakan kesan dari setiap objek atau karya.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya,
mereka akan mengevaluasi seluruh materi tentang unsur
rupa.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi kemampuan mengidentifikasi
unsur rupa pada objek sederhana.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam
pengamatan dan diskusi, serta kemampuan mengisi LKPD.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian
kinerja melalui kemampuan melakukan pengamatan terhadap berbagai
unsur rupa yang diterapkan pada objek atau karya seni di lingkungan
sekitarnya.

Rubrik Penilaian Kinerja:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu melakukan pengamatan
terhadap berbagai unsur rupa yang diterapkan pada objek atau karya
seni di lingkungan sekitarnya.
● Indikator: Akurasi identifikasi berbagai unsur rupa, penjelasan hubungan
unsur-kesan, dan kemampuan membuat sketsa.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan kemampuan yang sangat
dasar. Belum
bisa mengidentifikasi berbagai unsur rupa pada objek/karya atau
menjelaskan kesannya.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan kemampuan yang sedang
berkembang,
tetapi masih perlu perbaikan. Mengidentifikasi unsur rupa dengan ragu
atau penjelasan kesan kurang tepat.
○ Cakap: Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai unsur rupa (garis,
bentuk,
warna, tekstur) pada objek atau karya seni yang lebih kompleks, dan
menjelaskan bagaimana kombinasi unsur rupa dapat menciptakan kesan
tertentu.
○ Mahir: Peserta didik mampu mengidentifikasi beragam unsur rupa
secara rinci dan akurat pada objek atau karya seni yang kompleks,
menganalisis bagaimana kombinasi unsur-unsur tersebut menciptakan
kesan yang mendalam dan bervariasi, serta menyampaikan hasil
pengamatan dengan jelas dan analitis.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 8
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Perhatikan sebuah foto pemandangan di buku pelajaranmu (guru menunjuk
gambar). Sebutkan 2 unsur rupa yang paling menonjol dan jelaskan kesan
yang kamu dapatkan dari foto itu!
2. Mengapa seniman menggunakan warna yang gelap untuk menunjukkan
kesan sedih atau misterius?
3. Pilihlah salah satu karya seni di bukumu (guru menunjuk gambar).
Gambarlah sketsa sederhana dari karya itu, lalu sebutkan 3 unsur rupa
yang paling dominan di dalamnya!

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 8.1


Nama:
Kelas:
Unsur Rupa Bercerita: Kesan dari Karya
Seni! Petunjuk:
1. Perhatikan gambar lukisan atau foto (Guru menyediakan gambar lukisan
dengan kesan tertentu, misal: pemandangan hutan lebat, atau potret wajah
sedih).
2. Tuliskan 3 unsur rupa yang paling menonjol pada gambar ini.
○ Unsur Rupa 1:
○ Unsur Rupa 2:
○ Unsur Rupa 3:
3. Jelaskan kesan atau perasaan apa yang kamu dapatkan dari gambar ini,
dan bagaimana unsur-unsur rupa yang kamu sebutkan tadi menciptakan
kesan tersebut.
○ Kesan/Perasaan:
○ Bagaimana unsur rupa menciptakan kesan itu:
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
PERTEMUAN 9 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik kelas 4 sudah mampu melakukan pengamatan
terhadap unsur rupa. Mereka siap untuk mengulas kembali dan
mengevaluasi pemahaman mereka tentang unsur rupa secara
komprehensif. Minat mereka cenderung pada aktivitas rekapitulasi dan
penguatan konsep.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada evaluasi pemahaman tentang
berbagai unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) yang diterapkan pada
objek atau karya seni di lingkungan sekitarnya.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (unsur rupa) dan Faktual (contoh,
penerapan).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk memastikan penguasaan materi dan
kesiapan untuk materi seni rupa yang lebih kompleks.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Review semua unsur rupa, kuis/latihan soal, dan
diskusi penguatan.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, tanggung jawab, dan berpikir
kritis.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Mampu melakukan pengamatan terhadap
berbagai unsur rupa).
○ DPL 6: Kemandirian (Menjawab soal evaluasi).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu melakukan pengamatan
terhadap berbagai unsur rupa yang diterapkan pada objek atau karya
seni di lingkungan sekitarnya.
● Lintas Disiplin Ilmu: -
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah mengerjakan latihan, peserta didik dapat mengidentifikasi
berbagai jenis garis, bentuk, warna, dan tekstur yang diterapkan pada
objek/karya seni.
○ Setelah mengerjakan latihan, peserta didik dapat menjelaskan
bagaimana setiap
unsur rupa diterapkan dan menciptakan kesan tertentu.
○ Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan mengapa
kemampuan mengamati unsur rupa penting bagi seorang
seniman atau pengamat seni.
● Topik Pembelajaran: Uji Pengetahuanku: Pengamatan Unsur Rupa!
● Praktik Pedagogis: Latihan soal tertulis (analisis gambar), diskusi jawaban,
permainan cepat.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendorong anak untuk belajar mandiri).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, lembar soal, alat tulis, berbagai
gambar
karya seni atau objek kompleks.
● Pemanfaatan Digital: (Opsional) kuis online tentang analisis unsur rupa.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Siapa yang sudah siap
menguji kemampuan kalian dalam melihat detail pada gambar?".
Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menguji seberapa
tajam 'mata seniman' mereka.
○ Guru menunjukkan sebuah gambar atau karya seni sederhana. Guru
bertanya,
"Unsur rupa apa saja yang paling dominan di sini?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Detektif Unsur Rupa
Lanjutan" (guru menunjuk bagian gambar, siswa menyebutkan
unsur rupa yang ada).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru mengulas singkat seluruh unsur rupa (garis, bentuk, warna,
tekstur), definisi, jenis, dan bagaimana mereka diterapkan untuk
menciptakan kesan.
○ Guru menekankan pentingnya kemampuan menganalisis bagaimana
unsur-unsur ini bekerja sama.
● Mengaplikasi:
○ LKPD 9.1: "Latihan Soal Pengamatan Unsur Rupa!". Peserta didik
diberikan latihan soal tertulis yang mencakup gambar-gambar
objek/karya seni.
○ Untuk setiap gambar, siswa diminta:
■ Mengidentifikasi minimal 3 unsur rupa yang menonjol.
■ Menjelaskan bagaimana unsur-unsur tersebut digunakan dan
menciptakan efek visual atau kesan.
○ Peserta didik mengerjakan soal secara individu.
○ Setelah selesai, guru memandu koreksi bersama, membahas setiap
jawaban dan analisisnya.
● Merefleksi:
○ Guru bertanya, "Soal analisis mana yang paling menantang kalian?"
dan "Bagaimana kemampuan mengamati unsur rupa ini bisa
membantu kalian saat membuat gambar sendiri?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru memberikan apresiasi atas usaha peserta didik dalam
mengerjakan latihan soal.
○ Guru merangkum bahwa kemampuan mengamati dan menganalisis
unsur rupa adalah keterampilan dasar yang penting untuk
berapresiasi dan berkreasi dalam
seni.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus melatih mata dan pikiran
mereka untuk melihat seni di mana-mana.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya, mereka akan
memahami
penerapan prinsip desain.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi pengetahuan dasar tentang
unsur rupa dan kesan.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam latihan
soal dan koreksi bersama.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian kinerja melalui kemampuan melakukan pengamatan terhadap
berbagai unsur rupa yang diterapkan pada objek atau karya seni.

Rubrik Penilaian Kelas:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu melakukan pengamatan
terhadap berbagai unsur rupa yang diterapkan pada objek atau karya
seni di lingkungan sekitarnya.
● Indikator: Akurasi identifikasi berbagai unsur rupa pada objek/karya,
kedalaman penjelasan penerapan unsur, dan kemampuan mengaitkan
dengan efek visual/kesan.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Masih banyak kesalahan dalam pengamatan dan penjelasan
unsur rupa pada objek/karya kompleks.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Pengamatan/penjelasan
kurang lengkap atau akurat.
○ Cakap: Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai unsur rupa (garis,
bentuk, warna, tekstur) yang diterapkan pada objek atau karya seni, dan
menjelaskan bagaimana unsur-unsur tersebut digunakan untuk
menciptakan efek visual tertentu.
○ Mahir: Peserta didik mampu mengidentifikasi beragam unsur rupa
secara rinci dan akurat pada objek atau karya seni yang kompleks,
menganalisis bagaimana unsur- unsur tersebut saling berinteraksi untuk
menciptakan kesan yang mendalam dan bervariasi, serta
menyampaikan hasil pengamatan dengan jelas, analitis, dan insightful.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 9
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Perhatikan gambar di bawah ini (Guru menyediakan gambar lukisan atau
foto objek kompleks, misal: pohon rindang dengan detail daun, batang,
dan warna).
○ Sebutkan 2 jenis garis yang kamu lihat pada gambar ini!
○ Sebutkan 1 jenis bentuk yang dominan pada gambar ini!
○ Warna apa yang paling banyak kamu lihat? Bagaimana teksturnya
(bayangkan)?
○ Kesan apa yang kamu dapatkan dari gambar ini?
2. Mengapa penting bagi seorang seniman untuk bisa melihat detail unsur rupa
di alam?
3. Jika kamu ingin menggambar sesuatu yang terlihat kuat dan kokoh,
unsur rupa apa yang akan kamu gunakan?

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 9.1


Nama:
Kelas:
Latihan Soal Pengamatan Unsur Rupa!
Petunjuk:
1. Perhatikan gambar lukisan "Rumah di Pedesaan" (Guru menyediakan
gambar lukisan pemandangan sederhana, fokus pada rumah, pohon, jalan,
sawah).
2. Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut tentang unsur rupa pada lukisan
tersebut.
○ Garis apa saja yang kamu lihat pada gambar rumah? (minimal 2)

○ Bentuk apa saja yang kamu lihat pada gambar pohon? (minimal 1)

○ Warna apa yang digunakan untuk langit? Apakah warnanya gelap atau
terang?

○ Bagaimana tekstur jalanan yang digambarkan (halus/kasar/lainnya)?

○ Kesan apa yang kamu dapatkan dari lukisan ini?


RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
PERTEMUAN 10 dari 18
SEKOLAH MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER :4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik kelas 4 sudah memahami konsep dasar prinsip
desain (keseimbangan, irama, kesatuan). Mereka siap untuk melakukan
pengamatan terhadap penerapan prinsip desain pada objek atau karya seni
di lingkungan sekitarnya, dengan fokus pada pengamatan terpadu. Minat
mereka cenderung pada aktivitas eksplorasi visual dan analisis komposisi.
Kebutuhan belajar meliputi penguatan kemampuan observasi dan
pengenalan bagaimana prinsip-prinsip desain bekerja dalam konteks.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada melakukan pengamatan terhadap
penerapan prinsip desain (keseimbangan, irama, kesatuan) pada objek atau
karya seni di lingkungan sekitarnya.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (prinsip desain) dan Prosedural
(melakukan pengamatan).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk menumbuhkan kepekaan estetis yang
lebih mendalam, kemampuan menganalisis komposisi karya seni dan
objek sehari-hari, serta dasar untuk menciptakan karya seni yang baik.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Dimulai dengan pengulangan prinsip desain,
pengenalan cara mengamati prinsip desain pada objek/karya, dan
latihan pengamatan terpadu.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, fokus, rasa ingin tahu, dan
berpikir
kritis.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Mampu melakukan pengamatan terhadap
penerapan prinsip desain).
○ DPL 6: Kemandirian (Melakukan pengamatan secara mandiri).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu melakukan pengamatan
terhadap penerapan prinsip desain pada objek atau karya seni di
lingkungan sekitarnya.
● Lintas Disiplin Ilmu: Matematika (simetri, pola), Bahasa Indonesia
(mendeskripsikan
pengamatan).
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah diulas, peserta didik dapat menyebutkan kembali tiga prinsip
desain utama (keseimbangan, irama, kesatuan).
○ Setelah mengamati objek/karya seni, peserta didik dapat
mengidentifikasi minimal dua prinsip desain yang diterapkan di
dalamnya.
○ Setelah berlatih, peserta didik dapat menjelaskan bagaimana
prinsip desain tersebut digunakan untuk menciptakan efek visual
pada objek/karya seni.
● Topik Pembelajaran: Mata Desainer: Prinsip Desain di Setiap Sudut!
● Praktik Pedagogis: Observasi langsung (benda di kelas/sekolah, gambar
karya seni), diskusi terarah, menggambar/mencatat hasil pengamatan.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendampingi anak mengamati prinsip
desain
pada benda-benda di rumah atau saat mengunjungi tempat umum).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, papan tulis, berbagai objek nyata
(misal: motif batik, bangunan, desain logo), gambar/foto karya seni
(lukisan, patung, kerajinan tangan).
● Pemanfaatan Digital: Menampilkan slideshow gambar/foto objek dan
karya seni, dengan panduan untuk mengamati prinsip desain.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Mengapa tata letak meja di
kelas ini
dibuat rapi dan tidak sembarangan?". Guru menyampaikan bahwa hari
ini mereka akan belajar mengamati bagaimana benda-benda diatur agar
terlihat indah dan seimbang.
○ Guru menunjukkan sebuah gambar yang memiliki keseimbangan simetris
(misal:
sebuah masjid). Guru bertanya, "Mengapa bangunan ini terlihat stabil?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Tebak Prinsip Desain" (guru
menyebutkan ciri, siswa menebak prinsipnya).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru mengulas kembali tiga prinsip desain: keseimbangan (simetris,
asimetris), irama (pengulangan pola), dan kesatuan (semua elemen
terasa menyatu).
○ Guru menjelaskan cara melakukan pengamatan terpadu: melihat
sebuah objek/karya secara keseluruhan, lalu fokus pada bagaimana
setiap prinsip desain (keseimbangan, irama, kesatuan) diterapkan di
dalamnya.
○ Guru mendemonstrasikan pengamatan pada satu objek nyata di kelas
(misal: sebuah kalender dinding dengan desain tertentu) atau sebuah
gambar karya seni kompleks. Guru menunjuk dan menjelaskan:
"Kalender ini punya keseimbangan simetris karena kanan-kirinya
sama, dan ada irama pada susunan tanggalnya, semuanya terlihat
menyatu."
● Mengaplikasi:
○ LKPD 10.1: "Amati Prinsip Desain di Sekitarku!". Peserta didik
diberikan lembar kerja.
○ Stasiun Pengamatan: Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
Setiap
kelompok mengunjungi beberapa 'stasiun' yang berisi objek nyata
(misal: motif batik di kain, susunan buku di rak, desain jendela) atau
gambar/foto karya seni (misal: lukisan dengan pola berulang, logo).
○ Untuk setiap objek/karya, siswa diminta mencatat/menggambar dan
mengidentifikasi minimal 2 prinsip desain yang mereka temukan, serta
menjelaskan bagaimana prinsip tersebut digunakan.
○ Contoh:
■ Objek: Motif Batik
■ Prinsip 1: Irama - ada pengulangan pola yang teratur.
■ Prinsip 2: Kesatuan - semua motif terlihat saling menyambung
dan tidak terpisah.
● Merefleksi:
○ Beberapa peserta didik menyampaikan hasil pengamatan mereka
tentang objek atau karya seni.
○ Guru bertanya, "Prinsip desain mana yang paling sering kalian
temukan?" dan "Mengapa semua prinsip desain itu penting dalam
membuat sebuah karya seni?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran pembelajaran yang bertujuan
memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman
belajar yang telah dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa
terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru merangkum bahwa dengan mengamati prinsip desain, kita
bisa lebih memahami keindahan dan komposisi di sekitar kita.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus mengamati dunia dengan
'mata seniman' mereka, tidak hanya melihat benda, tapi juga
bagaimana benda itu diatur.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya,
mereka akan melanjutkan pengamatan prinsip desain pada
objek yang berbeda.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi kemampuan mengidentifikasi
unsur rupa.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam
eksplorasi lingkungan dan kemampuan mengisi LKPD.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian
kinerja melalui kemampuan melakukan pengamatan terhadap penerapan
prinsip desain pada objek atau karya seni di lingkungan sekitarnya.

Rubrik Penilaian Kinerja:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu melakukan pengamatan
terhadap penerapan prinsip desain pada objek atau karya seni di
lingkungan sekitarnya.
● Indikator: Akurasi identifikasi prinsip desain, jumlah prinsip yang
diidentifikasi, dan penjelasan penerapan prinsip.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Belum bisa mengidentifikasi prinsip desain pada objek/karya.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Mengidentifikasi prinsip
desain dengan ragu atau hanya sebagian, penjelasan kurang jelas.
○ Cakap: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua prinsip
desain (keseimbangan, irama, kesatuan) yang diterapkan pada objek
atau karya seni, dan menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip tersebut
digunakan.
○ Mahir: Peserta didik mampu mengidentifikasi beragam prinsip desain
(keseimbangan, irama, kesatuan) secara rinci dan akurat pada objek
atau karya seni, menganalisis bagaimana prinsip-prinsip tersebut
saling berinteraksi untuk menciptakan komposisi visual tertentu, dan
menyampaikan hasil pengamatan dengan jelas dan komprehensif.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 10
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Sebutkan 3 prinsip desain yang sudah kita pelajari!
2. Perhatikan jendela kelasmu. Prinsip desain apa yang kamu lihat pada
jendela itu? Jelaskan!
3. Mengapa desainer perlu memahami prinsip desain saat membuat sesuatu?

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 10.1


Nama:
Kelas:
Mata Desainer: Prinsip Desain di Setiap
Sudut! Petunjuk:
1. Pilih satu objek atau karya seni di dalam kelas (misal: Rak Buku /
Gambar Poster / Susunan Kursi di Kelas).
2. Amati objek tersebut dengan teliti.
3. Tuliskan minimal 2 prinsip desain yang kamu temukan pada objek
tersebut dan jelaskan bagaimana prinsip itu diterapkan.

Objek yang Diamati:


● Prinsip Desain 1: , Bagaimana diterapkan:

● Prinsip Desain 2: , Bagaimana diterapkan:


RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
PERTEMUAN 11 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik sudah mampu melakukan pengamatan terhadap
penerapan prinsip desain. Mereka siap untuk mengulas kembali dan
menguatkan kemampuan pengamatan prinsip desain pada objek atau karya
seni yang lebih bervariasi dan kompleks. Minat mereka cenderung pada
aktivitas eksplorasi dan analisis komposisi visual. Kebutuhan belajar
meliputi penguatan kemampuan observasi dan pengenalan bagaimana
prinsip-prinsip desain menciptakan efek estetis.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada melakukan pengamatan terhadap
penerapan prinsip desain (keseimbangan, irama, kesatuan) pada objek atau
karya seni di lingkungan sekitarnya, dengan fokus pada objek/karya yang
lebih kompleks atau bervariasi.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (prinsip desain, estetika) dan
Prosedural (melakukan pengamatan).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk menumbuhkan kepekaan estetis yang
lebih
mendalam, kemampuan menganalisis komposisi karya seni, dan dasar
untuk menciptakan karya seni yang baik.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Pengulangan pengamatan prinsip desain,
pengamatan pada objek/karya yang lebih kompleks, dan diskusi
tentang efek estetis.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, fokus, rasa ingin tahu, dan
berpikir kritis.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Mampu melakukan pengamatan terhadap
penerapan prinsip desain).
○ DPL 6: Kemandirian (Melakukan pengamatan secara mandiri).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu melakukan pengamatan
terhadap penerapan prinsip desain pada objek atau karya seni di
lingkungan sekitarnya.
● Lintas Disiplin Ilmu: Bahasa Indonesia (mendeskripsikan pengamatan,
interpretasi estetis), IPAS (mengamati lingkungan buatan manusia).
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah mengamati, peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai
prinsip desain (keseimbangan, irama, kesatuan) pada objek atau karya
seni yang lebih kompleks.
○ Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan bagaimana
kombinasi prinsip desain dapat menciptakan kesan estetis (misal: indah,
harmonis, dinamis, tenang).
○ Setelah berlatih, peserta didik dapat membuat sketsa sederhana
objek/karya seni yang menunjukkan beberapa prinsip desain yang
menonjol.
● Topik Pembelajaran: Prinsip Desain Bercerita: Indahnya Komposisi!
● Praktik Pedagogis: Observasi langsung (gambar/foto karya seni,
arsitektur, desain produk), diskusi interpretasi estetis, menggambar
sketsa.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendampingi anak mengamati
prinsip desain pada objek di rumah, misal: taman, susunan furnitur).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, papan tulis, berbagai gambar/foto
karya
seni, arsitektur, atau desain grafis yang bervariasi (misal: lukisan dengan
komposisi kompleks, bangunan modern, logo terkenal).
● Pemanfaatan Digital: Menampilkan galeri seni virtual atau video analisis
prinsip desain
dalam berbagai bidang.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang
menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Mengapa beberapa
bangunan terlihat sangat indah dan rapi?". Guru menyampaikan bahwa
hari ini mereka akan belajar bagaimana prinsip desain membuat
sebuah karya terlihat 'sempurna'.
○ Guru menunjukkan sebuah gambar bangunan dengan arsitektur
klasik yang simetris dan memiliki pola berulang. Guru bertanya,
"Kesan apa yang kalian dapatkan dari bangunan ini? Apakah
terlihat seimbang? Teratur?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Desain Pilihan" (guru
menunjukkan dua gambar yang menerapkan prinsip desain berbeda,
siswa memilih yang paling disukai dan menjelaskan alasannya).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru mengulas kembali tiga prinsip desain (keseimbangan, irama,
kesatuan) dan bagaimana mereka saling berkaitan.
○ Guru menjelaskan bahwa prinsip desain adalah 'aturan' atau 'pedoman'
yang membantu seniman menyusun unsur rupa agar karya mereka
memiliki nilai estetika dan pesan yang jelas.
○ Guru mendemonstrasikan pengamatan pada gambar karya seni yang
bervariasi dan kompleks (misal: lukisan dengan banyak objek, desain
logo yang minimalis namun kuat). Guru membimbing siswa untuk
mengidentifikasi bagaimana beberapa prinsip desain bekerja bersama
dalam satu karya.
○ Guru dapat memberikan contoh bagaimana prinsip desain
mempengaruhi perasaan penonton (misal: irama cepat bisa
membuat kesan energik, keseimbangan simetris bisa membuat
kesan formal).
● Mengaplikasi:
○ LKPD 11.1: "Prinsip Desain dan Estetikaku!". Peserta didik diberikan
lembar kerja berisi beberapa gambar/foto objek atau karya seni yang
kompleks.
○ Untuk setiap gambar, siswa diminta:
■ Mengidentifikasi minimal 2 prinsip desain yang paling menonjol.
■ Menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip itu menciptakan kesan
estetis tertentu (misal: indah, harmonis, dinamis).
■ Membuat sketsa sederhana objek/karya seni yang diamati, dengan
fokus pada
prinsip yang ditemukan.
○ Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang efek estetis yang
mereka dapatkan dari setiap gambar dan bagaimana prinsip desain
mempengaruhinya.
● Merefleksi:
○ Beberapa peserta didik menyampaikan hasil pengamatan dan
interpretasi estetis mereka.
○ Guru bertanya, "Bagaimana prinsip desain bisa membuat karya seni
terlihat lebih indah?" dan "Apa manfaatnya kita bisa memahami
prinsip-prinsip desain ini?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru merangkum bahwa prinsip desain adalah 'panduan' untuk
menciptakan keindahan dan keteraturan dalam seni.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus mengamati dunia dengan
'mata desainer' mereka dan mencoba merasakan keindahan dalam
komposisi.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya,
mereka akan mengevaluasi seluruh materi tentang prinsip
desain.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi kemampuan mengidentifikasi
prinsip desain pada objek sederhana.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam pengamatan
dan
diskusi, serta kemampuan mengisi LKPD.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian kinerja melalui kemampuan melakukan pengamatan terhadap
penerapan prinsip desain pada objek atau karya seni di lingkungan
sekitarnya.

Rubrik Penilaian Kinerja:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu melakukan pengamatan
terhadap penerapan prinsip desain pada objek atau karya seni di
lingkungan sekitarnya.
● Indikator: Akurasi identifikasi berbagai prinsip desain pada objek/karya,
kedalaman penjelasan penerapan prinsip, dan kemampuan mengaitkan
dengan efek estetis.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Belum bisa mengidentifikasi berbagai prinsip desain pada
objek/karya kompleks atau menjelaskan efek estetisnya.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Pengamatan/penjelasan
kurang lengkap atau akurat.
○ Cakap: Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai prinsip desain
(keseimbangan, irama, kesatuan) yang diterapkan pada objek atau
karya seni yang lebih kompleks, dan menjelaskan bagaimana kombinasi
prinsip desain dapat menciptakan kesan estetis tertentu.
○ Mahir: Peserta didik mampu mengidentifikasi beragam prinsip desain
secara rinci dan akurat pada objek atau karya seni yang kompleks,
menganalisis bagaimana prinsip-prinsip tersebut saling berinteraksi
untuk menciptakan komposisi visual dan efek estetis yang mendalam,
serta menyampaikan hasil pengamatan dengan jelas dan analitis.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 11
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Perhatikan sebuah logo terkenal (Guru menunjukkan logo, misal: logo
merek olahraga/minuman). Prinsip desain apa yang paling menonjol pada
logo ini? Jelaskan mengapa!
2. Mengapa arsitek perlu memperhatikan prinsip keseimbangan saat
merancang bangunan tinggi?
3. Pilihlah salah satu karya seni di bukumu (guru menunjuk gambar karya
yang kompleks). Gambarlah sketsa sederhana dari karya itu, lalu sebutkan
2 prinsip desain yang paling dominan di dalamnya!

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 11.1


Nama:
Kelas:
Prinsip Desain dan Estetikaku!
Petunjuk:
1. Perhatikan gambar lukisan "Kota di Malam Hari" (Guru
menyediakan gambar lukisan/foto kota dengan banyak lampu,
kesan dinamis/ramai).
2. Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut tentang prinsip desain pada gambar
tersebut.
○ Prinsip desain apa yang paling menonjol pada gambar ini?
(Pilih dari: Keseimbangan / Irama / Kesatuan)

○ Jelaskan mengapa kamu memilih prinsip tersebut (kaitkan dengan apa


yang kamu lihat, misal: pengulangan lampu, gedung tinggi-rendah).

○ Kesan estetis (keindahan/perasaan) apa yang kamu dapatkan dari


gambar ini?

3. Berikan 1 contoh lain bagaimana prinsip desain Kesatuan bisa terlihat di


lingkungan rumahmu.
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
PERTEMUAN 12 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik telah mampu melakukan pengamatan
terhadap penerapan prinsip desain. Mereka siap untuk mengulas
kembali dan mengevaluasi pemahaman mereka tentang prinsip desain
secara komprehensif. Minat mereka cenderung pada aktivitas
rekapitulasi dan penguatan konsep.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada evaluasi pemahaman konsep
dasar dari minimal tiga prinsip desain (keseimbangan, irama, kesatuan)
dalam konteks seni rupa.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (prinsip desain) dan Faktual (contoh,
penerapan).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk memastikan penguasaan materi dan
kesiapan untuk materi seni rupa yang lebih kompleks.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Review semua prinsip desain, kuis/latihan soal, dan
diskusi penguatan.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, tanggung jawab, dan berpikir
kritis.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Memahami konsep dasar dari minimal
satu prinsip desain).
○ DPL 6: Kemandirian (Menjawab soal evaluasi).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu memahami konsep dasar
dari minimal satu prinsip desain (misalnya: keseimbangan, irama,
kesatuan) dalam konteks seni rupa.
● Lintas Disiplin Ilmu: -
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah mengerjakan latihan, peserta didik dapat menjelaskan
pengertian prinsip desain keseimbangan, irama, dan kesatuan dengan
benar.
○ Setelah mengerjakan latihan, peserta didik dapat mengidentifikasi
setiap prinsip desain pada berbagai karya seni atau objek.
○ Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan mengapa
prinsip-prinsip desain itu penting dalam menciptakan karya seni
yang menarik.
● Topik Pembelajaran: Uji Pengetahuanku: Penguasaan Prinsip Desain!
● Praktik Pedagogis: Latihan soal tertulis (analisis gambar), diskusi jawaban,
permainan cepat.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendorong anak untuk belajar mandiri).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, lembar soal, alat tulis, berbagai
gambar karya seni atau desain kompleks.
● Pemanfaatan Digital: (Opsional) kuis online tentang analisis prinsip desain.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Siapa yang sudah siap
menguji
kemampuan kalian dalam melihat bagaimana gambar dibuat terlihat
bagus?". Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menguji
seberapa tajam 'mata desainer' mereka.
○ Guru menunjukkan sebuah gambar arsitektur. Guru bertanya, "Prinsip
desain apa
saja yang paling menonjol di sini?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Detektif Prinsip Desain
Lanjutan" (guru menunjuk bagian gambar, siswa menyebutkan
prinsip desain yang ada).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru mengulas singkat seluruh prinsip desain (keseimbangan, irama,
kesatuan), definisi, jenis, dan bagaimana mereka diterapkan untuk
menciptakan efek estetis.
○ Guru menekankan pentingnya kemampuan menganalisis bagaimana
prinsip-prinsip ini bekerja sama dalam sebuah karya.
● Mengaplikasi:
○ LKPD 12.1: "Latihan Soal Penguasaan Prinsip Desain!". Peserta didik
diberikan latihan soal tertulis yang mencakup gambar-gambar
objek/karya seni yang lebih kompleks atau bervariasi.
○ Untuk setiap gambar, siswa diminta:
■ Mengidentifikasi minimal 2 prinsip desain yang menonjol.
■ Menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip itu digunakan dan
menciptakan efek estetis.
○ Peserta didik mengerjakan soal secara individu.
○ Setelah selesai, guru memandu koreksi bersama, membahas setiap
jawaban dan analisisnya.
● Merefleksi:
○ Guru bertanya, "Soal analisis prinsip desain mana yang paling
menantang kalian?" dan "Bagaimana kemampuan ini bisa membantu
kalian saat membuat gambar atau karya seni sendiri?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru memberikan apresiasi atas usaha peserta didik dalam
mengerjakan latihan soal.
○ Guru merangkum bahwa kemampuan mengamati dan menganalisis
prinsip desain adalah keterampilan dasar yang penting untuk
berapresiasi dan berkreasi dalam seni.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus melatih mata dan pikiran
mereka untuk melihat seni di mana-mana.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya,
mereka akan mengevaluasi seluruh materi Seni Rupa
semester ini.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi pengetahuan dasar tentang
prinsip desain dan efek estetis.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam latihan
soal dan koreksi bersama.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian kinerja melalui kemampuan melakukan pengamatan terhadap
penerapan prinsip desain pada objek atau karya seni.

Rubrik Penilaian Kelas:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu memahami konsep dasar dari
minimal satu prinsip desain (misalnya: keseimbangan, irama, kesatuan)
dalam konteks seni rupa.
● Indikator: Akurasi identifikasi berbagai prinsip desain pada objek/karya,
kedalaman penjelasan penerapan prinsip, dan kemampuan mengaitkan
dengan efek estetis.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Masih banyak kesalahan dalam pengamatan dan penjelasan
prinsip desain pada objek/karya kompleks.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Pengamatan/penjelasan
kurang lengkap atau akurat.
○ Cakap: Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai prinsip desain
(keseimbangan, irama, kesatuan) yang diterapkan pada objek atau karya
seni, dan menjelaskan bagaimana prinsip-prinsip tersebut digunakan
untuk menciptakan efek estetis tertentu.

○ Mahir: Peserta didik mampu mengidentifikasi beragam prinsip desain


secara rinci dan akurat pada objek atau karya seni yang kompleks,
menganalisis bagaimana prinsip-prinsip tersebut saling berinteraksi
untuk menciptakan komposisi visual dan efek estetis yang mendalam,
serta menyampaikan hasil pengamatan dengan jelas, analitis, dan
insightful.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 12
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Perhatikan gambar di bawah ini (Guru menyediakan gambar logo merek
terkenal, misal yang simetris dan memiliki irama).
○ Prinsip desain apa yang paling menonjol pada logo ini? (Sebutkan
minimal 2)
○ Bagaimana prinsip-prinsip itu membuat logo ini terlihat menarik?
2. Mengapa penting bagi seorang seniman untuk memahami bagaimana
prinsip desain bekerja bersama?
3. Jika kamu ingin membuat gambar yang terlihat harmonis dan semua
bagiannya terasa menyatu, prinsip desain apa yang paling akan kamu
perhatikan?

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 12.1


Nama:
Kelas:
Latihan Soal Penguasaan Prinsip Desain!
Petunjuk:
1. Perhatikan gambar "Desain Ruang Tamu Modern" (Guru menyediakan
gambar desain interior ruang tamu yang menunjukkan keseimbangan,
irama, dan kesatuan).
2. Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut tentang prinsip desain pada gambar
tersebut.
○ Sebutkan 2 prinsip desain yang kamu lihat pada desain ruang tamu ini!
1. Prinsip: , Penjelasan:

2. Prinsip: , Penjelasan:

○ Menurutmu, mengapa desain ruang tamu ini terlihat indah dan


nyaman? (Hubungkan dengan prinsip desain)

○ Apa manfaatnya jika sebuah desain memiliki prinsip desain yang baik?
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
PERTEMUAN 13 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik kelas 4 sudah mampu mengidentifikasi unsur
rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) secara terpisah 1. Mereka siap untuk
menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahamannya mengenai hubungan
antara dua atau lebih unsur rupa, dimulai dengan

garis dan bentuk, yang ditemukan di lingkungan sekitarnya. Minat mereka


cenderung pada aktivitas analisis visual dan berpikir logis. Kebutuhan belajar
meliputi kemampuan mengaitkan konsep dan menarik kesimpulan.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada menyimpulkan hasil
pengamatan dan pemahamannya mengenai hubungan antara dua
atau lebih unsur rupa (garis dan bentuk) yang ditemukan di lingkungan
sekitarnya.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (hubungan antar unsur rupa) dan
Prosedural (menyimpulkan).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk menumbuhkan kepekaan visual yang
lebih mendalam, kemampuan analisis, dan dasar untuk memahami
komposisi visual.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Dimulai dengan pengulangan unsur garis dan
bentuk, pengamatan hubungan, dan latihan menyimpulkan.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, berpikir kritis, dan rasa ingin
tahu.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Mampu menyimpulkan hasil
pengamatan dan pemahamannya mengenai hubungan antara
dua atau lebih unsur rupa)2.
○ DPL 6: Kemandirian (Menyimpulkan secara mandiri).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menyimpulkan hasil
pengamatan dan pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau
lebih unsur rupa yang ditemukan di lingkungan sekitarnya.
● Lintas Disiplin Ilmu: Matematika (geometri), Bahasa Indonesia (menulis
kesimpulan).
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah mengamati objek/karya seni, peserta didik dapat
mengidentifikasi hubungan antara garis dan bentuk (misal: garis lurus
membentuk bentuk persegi).
○ Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menyimpulkan bagaimana garis
dan bentuk bekerja sama membentuk sebuah objek.
○ Setelah berlatih, peserta didik dapat menuliskan kesimpulan singkat
tentang
hubungan garis dan bentuk pada objek yang diamati.
● Topik Pembelajaran: Garis dan Bentuk Bersatu: Ciptakan Objek!
● Praktik Pedagogis: Observasi terarah, diskusi kelompok, mind mapping
sederhana, menulis kesimpulan.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendampingi anak mengamati
hubungan garis dan bentuk pada benda di rumah).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, papan tulis, berbagai objek nyata
(misal: kotak pensil, jam dinding, buku), gambar/foto objek.
● Pemanfaatan Digital: Menampilkan slideshow gambar objek yang
menekankan hubungan garis dan bentuk.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Apakah kalian tahu, sebuah
kotak itu
terbentuk dari garis apa saja?". Guru menyampaikan bahwa hari ini
mereka akan menjadi 'pemikir seni' untuk menemukan bagaimana garis
dan bentuk saling berhubungan.
○ Guru menunjukkan sebuah gambar rumah sederhana. Guru bertanya,
"Bentuk apa
yang kalian lihat di sini? Apakah ada garis yang membentuknya?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Sambung Garis, Jadi
Bentuk" (guru menyebutkan jenis garis, siswa mencoba
membayangkan bentuk yang bisa dibuat).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru mengulas kembali konsep garis (lurus, lengkung, zig-zag)
dan bentuk (persegi, lingkaran, segitiga, bebas) 3.

○ Guru menjelaskan bahwa garis adalah 'pembangun' atau 'pembatas'


sebuah bentuk. Bentuk tidak bisa ada tanpa adanya garis (baik garis
nyata maupun garis imajiner).
○ Guru mendemonstrasikan hubungan ini dengan objek nyata:
■ Meja: garis-garis lurus membentuk bentuk persegi
panjang pada permukaannya.
■ Piring: garis lengkung tak terputus membentuk bentuk lingkaran.
○ Guru dapat menggambar di papan tulis, menunjukkan bagaimana
beberapa garis dapat dihubungkan untuk membentuk sebuah bangun.
● Mengaplikasi:
○ LKPD 13.1: "Hubungan Garis dan Bentuk!". Peserta didik diberikan
lembar kerja berisi gambar beberapa objek sederhana (misal: buku,
bola, pohon, awan).
○ Untuk setiap objek, siswa diminta:
■ Mengidentifikasi jenis garis yang dominan.
■ Mengidentifikasi bentuk yang dominan.
■ Menyimpulkan bagaimana garis-garis tersebut membentuk bentuk
objek.
○ Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang objek yang mereka
amati dan kesimpulan mereka.
● Merefleksi:
○ Beberapa peserta didik menyampaikan kesimpulan mereka tentang
hubungan garis dan bentuk.
○ Guru bertanya, "Bagaimana garis bisa 'membangun' sebuah bentuk?"
dan "Apa
manfaatnya kita memahami hubungan ini saat ingin menggambar?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru merangkum bahwa garis dan bentuk adalah dua unsur rupa
yang saling berkaitan erat dalam membentuk sebuah objek visual.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus mengamati bagaimana garis
membentuk bentuk di lingkungan mereka.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya,
mereka akan menyimpulkan hubungan antara warna dan
tekstur.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi kemampuan
mengidentifikasi garis dan bentuk secara terpisah4.

● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam


diskusi dan kemampuan mengisi LKPD.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian kinerja melalui kemampuan menyimpulkan hasil pengamatan
dan pemahamannya mengenai hubungan antara garis dan bentuk.

Rubrik Penilaian Kelas:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menyimpulkan hasil pengamatan
dan pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau lebih unsur rupa
yang ditemukan di lingkungan sekitarnya.
● Indikator: Akurasi identifikasi hubungan garis-bentuk, kejelasan
kesimpulan, dan akurasi contoh.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Belum
bisa menyimpulkan hubungan garis dan bentuk.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Kesimpulan kurang jelas
atau hanya sebagian.
○ Cakap: Peserta didik mampu mengidentifikasi hubungan antara garis dan
bentuk
pada objek/karya seni, dan menyimpulkan bagaimana garis dan bentuk
bekerja sama membentuk sebuah objek.
○ Mahir: Peserta didik mampu mengidentifikasi beragam hubungan antara
garis dan bentuk secara rinci, menyimpulkan bagaimana keduanya
berinteraksi untuk menciptakan berbagai jenis objek visual secara
komprehensif, dan memberikan contoh yang relevan.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 13
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Apa hubungan antara 'garis' dan 'bentuk' pada sebuah meja?
2. Bagaimana garis lengkung dapat membentuk sebuah lingkaran?
3. Pilih satu benda di kelasmu. Jelaskan bagaimana garis dan bentuk
bekerja sama membentuk benda itu!

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 13.1


Nama:
Kelas:
Hubungan Garis dan Bentuk!
Petunjuk:
1. Perhatikan gambar-gambar di bawah ini.
2. Untuk setiap gambar, jelaskan bagaimana garis dan bentuk
bekerja sama membentuknya.
○ Gambar 1 (Rumah Sederhana):
■ (Gambar rumah dengan atap segitiga, dinding persegi)
■ Garis yang dominan: (misal: lurus, miring)
■ Bentuk yang dominan: (misal: segitiga, persegi)
■ Hubungan: (misal: garis
lurus membentuk sisi-sisi persegi dan segitiga atap)
○ Gambar 2 (Pohon Berdaun Lebat):
■ (Gambar pohon dengan batang lurus, daun melengkung/bebas)
■ Garis yang dominan: (misal: lurus, lengkung)
■ Bentuk yang dominan: (misal: bentuk bebas,
silinder)
■ Hubungan: (misal: garis
lurus membentuk batang, garis lengkung membentuk daun yang
lebat)
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
PERTEMUAN 14 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik sudah mampu menyimpulkan hubungan garis
dan bentuk. Mereka siap untuk menyimpulkan hasil pengamatan dan
pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau lebih unsur rupa,
khususnya warna dan tekstur, yang ditemukan di lingkungan sekitarnya.
Minat mereka cenderung pada aktivitas analisis visual dan taktil. Kebutuhan
belajar meliputi penguatan kemampuan mengaitkan konsep dan menarik
kesimpulan dari pengamatan indrawi.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada menyimpulkan hasil
pengamatan dan pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau
lebih unsur rupa (warna dan tekstur) yang ditemukan di lingkungan
sekitarnya.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (hubungan antar unsur rupa) dan
Prosedural (menyimpulkan).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk menumbuhkan kepekaan visual dan
taktil yang lebih mendalam, kemampuan analisis, dan dasar untuk
memahami bagaimana warna dan tekstur mempengaruhi persepsi.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Dimulai dengan pengulangan unsur warna dan
tekstur, pengamatan hubungan, dan latihan menyimpulkan.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, berpikir kritis, dan rasa ingin
tahu.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Mampu menyimpulkan hasil
pengamatan dan pemahamannya mengenai hubungan antara
dua atau lebih unsur rupa)5.

○ DPL 6: Kemandirian (Menyimpulkan secara mandiri).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menyimpulkan hasil
pengamatan dan pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau
lebih unsur rupa yang ditemukan di lingkungan sekitarnya.
● Lintas Disiplin Ilmu: IPAS (cahaya, sifat benda), Bahasa Indonesia
(menulis kesimpulan).
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah mengamati objek/karya seni, peserta didik dapat
mengidentifikasi hubungan antara warna dan tekstur (misal: warna
terang pada tekstur halus).
○ Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menyimpulkan bagaimana warna
dan tekstur bekerja sama untuk menciptakan kesan visual dan taktil
pada sebuah objek.
○ Setelah berlatih, peserta didik dapat menuliskan kesimpulan singkat
tentang
hubungan warna dan tekstur pada objek yang diamati.
● Topik Pembelajaran: Warna dan Tekstur Berkolaborasi!
● Praktik Pedagogis: Observasi terarah, diskusi kelompok, mind mapping
sederhana, menulis kesimpulan.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendampingi anak mengamati
hubungan warna dan tekstur pada benda di rumah).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, papan tulis, berbagai objek nyata
(misal: buah-buahan, kain, kayu, batu), gambar/foto objek.
● Pemanfaatan Digital: Menampilkan slideshow gambar objek yang
menekankan hubungan warna dan tekstur.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermaksa, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Apakah kalian tahu,
mengapa sebuah
jeruk warnanya oranye dan kulitnya tidak rata?". Guru menyampaikan
bahwa hari ini mereka akan menjadi 'pemikir seni' untuk menemukan
bagaimana warna dan tekstur saling berhubungan.
○ Guru menunjukkan sebuah gambar kain sutra. Guru bertanya,
"Warnanya apa?
Bagaimana teksturnya? Apakah terasa lembut?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Raba dan Tebak Warna" (siswa
meraba benda dengan mata tertutup, lalu menebak warna yang cocok
dengan teksturnya).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru mengulas kembali konsep warna (primer, sekunder, gelap,
terang) dan tekstur (halus, kasar, licin, bergelombang) 6.
○ Guru menjelaskan bahwa warna dan tekstur seringkali berhubungan erat
dalam
menciptakan kesan visual dan taktil. Misalnya:
■ Warna cerah pada benda bertekstur halus bisa memberi kesan
ringan dan bersih.
■ Warna gelap pada benda bertekstur kasar bisa memberi kesan
berat dan kokoh.
○ Guru mendemonstrasikan hubungan ini dengan objek nyata:
■ Buah apel: warna merah cerah, tekstur kulit halus.
■ Pohon: warna cokelat, tekstur kulit kayu kasar.
○ Guru dapat menunjukkan swatch warna dan rubbing tekstur dari
pertemuan sebelumnya dan meminta siswa mengaitkannya.

● Mengaplikasi:
○ LKPD 14.1: "Hubungan Warna dan Tekstur!". Peserta didik diberikan
lembar kerja berisi gambar beberapa objek sederhana (misal: jeruk,
kain wol, batu).
○ Untuk setiap objek, siswa diminta:
■ Mengidentifikasi warna yang dominan.
■ Mengidentifikasi tekstur yang dominan.
■ Menyimpulkan bagaimana warna dan tekstur bekerja sama
menciptakan kesan objek.
○ Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang objek yang mereka
amati dan kesimpulan mereka.
● Merefleksi:
○ Beberapa peserta didik menyampaikan kesimpulan mereka tentang
hubungan warna dan tekstur.
○ Guru bertanya, "Bagaimana warna dan tekstur bisa membuat sebuah
benda terlihat menarik?" dan "Mengapa penting kita memahami
hubungan ini saat memilih warna untuk menggambar?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru merangkum bahwa warna dan tekstur adalah dua unsur rupa
yang saling berkaitan erat dalam menciptakan kesan visual.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus mengamati bagaimana warna
dan tekstur berinteraksi di lingkungan mereka.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya, mereka akan
menyimpulkan hubungan antara berbagai unsur rupa (garis, bentuk,
warna, tekstur) secara terpadu.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi kemampuan mengidentifikasi
warna dan tekstur secara terpisah7.

● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam


diskusi dan kemampuan mengisi LKPD.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian
kinerja melalui kemampuan menyimpulkan hasil pengamatan dan
pemahamannya mengenai hubungan antara warna dan tekstur.

Rubrik Penilaian Kelas:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menyimpulkan hasil pengamatan
dan pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau lebih unsur rupa
yang ditemukan di lingkungan sekitarnya.
● Indikator: Akurasi identifikasi hubungan warna-tekstur, kejelasan
kesimpulan, dan akurasi contoh.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Belum
bisa menyimpulkan hubungan warna dan tekstur.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Kesimpulan kurang jelas
atau hanya sebagian.
○ Cakap: Peserta didik mampu mengidentifikasi hubungan antara warna
dan tekstur pada objek/karya seni, dan menyimpulkan bagaimana
warna dan tekstur bekerja sama menciptakan kesan visual dan taktil.
○ Mahir: Peserta didik mampu mengidentifikasi beragam hubungan
antara warna dan tekstur secara rinci, menyimpulkan bagaimana
keduanya berinteraksi untuk menciptakan berbagai kesan visual dan
taktil secara komprehensif, dan memberikan contoh yang relevan.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 14
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Bagaimana warna merah cerah bisa membuat sebuah benda
terlihat 'menarik perhatian'?
2. Apa hubungan antara tekstur kasar sebuah kayu dengan warnacokelatnya?
3. Pilih satu benda di kelasmu. Jelaskan bagaimana warna dan tekstur
bekerja sama pada benda itu!

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 14.1


Nama:
Kelas:
Hubungan Warna dan Tekstur!
Petunjuk:
1. Perhatikan gambar-gambar di bawah ini.
2. Untuk setiap gambar, jelaskan bagaimana warna dan tekstur
bekerja sama membentuknya atau menciptakan kesan.
○ Gambar 1 (Bunga Mawar Merah):
■ (Gambar bunga mawar merah yang kelopaknya terlihat halus)
■ Warna yang dominan:
■ Tekstur yang dominan: (misal: halus, licin)
■ Hubungan: (misal: warna
merah yang cerah membuat bunga terlihat hidup, tekstur halus
membuat kelopak terlihat lembut)
○ Gambar 2 (Batu Karang):
■ (Gambar batu karang dengan warna abu-abu dan tekstur kasar)
■ Warna yang dominan:
■ Tekstur yang dominan: (misal: kasar, bergelombang)
■ Hubungan: (misal: warna abu-
abu yang gelap membuat batu terlihat berat, tekstur kasar memberi
kesan kuat dan tidak rata)
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
PERTEMUAN 15 dari 18
SEKOLAH :MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER :4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik sudah mampu menyimpulkan hubungan
antarunsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur). Mereka siap untuk
menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahamannya mengenai hubungan
antara dua atau lebih unsur rupa secara terpadu yang ditemukan di lingkungan
sekitarnya. Minat mereka cenderung pada aktivitas analisis visual yang lebih
kompleks. Kebutuhan belajar meliputi kemampuan mengintegrasikan
pengamatan unsur rupa yang berbeda.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada menyimpulkan hasil pengamatan
dan pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau lebih unsur
rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) secara terpadu yang ditemukan di
lingkungan sekitarnya.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (hubungan antar unsur rupa secara
terpadu) dan Prosedural (menyimpulkan).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk menumbuhkan apresiasi visual yang
lebih mendalam, kemampuan analisis komposisi visual, dan dasar
untuk menciptakan karya seni yang terstruktur dan bermakna.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Dimulai dengan pengulangan semua unsur rupa,
pengamatan keterkaitan terpadu, dan latihan menyimpulkan analisis.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, berpikir kritis, dan rasa ingin
tahu.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Mampu menyimpulkan hasil
pengamatan dan pemahamannya mengenai hubungan antara
dua atau lebih unsur rupa)8.
○ DPL 6: Kemandirian (Menyimpulkan secara mandiri).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menyimpulkan hasil
pengamatan dan pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau
lebih unsur rupa yang ditemukan di lingkungan sekitarnya.
● Lintas Disiplin Ilmu: Bahasa Indonesia (menulis kesimpulan
analisis), IPAS (fenomena visual).
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah mengamati objek/karya seni, peserta didik dapat
mengidentifikasi bagaimana setidaknya tiga unsur rupa (misal: garis,
bentuk, dan warna) bekerja sama membentuk sebuah objek.
○ Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menyimpulkan bagaimana
berbagai unsur rupa berinteraksi untuk menciptakan sebuah objek
atau kesan visual secara keseluruhan.
○ Setelah berlatih, peserta didik dapat menuliskan kesimpulan
singkat tentang hubungan berbagai unsur rupa pada objek yang
diamati.
● Topik Pembelajaran: Unsur Rupa Berorkestra: Ciptakan Visual Utuh!
● Praktik Pedagogis: Observasi terarah, diskusi kelompok, mind mapping
terpadu, menulis kesimpulan analisis.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendampingi anak mengamati
komposisi visual pada benda di rumah atau saat mengunjungi tempat
umum).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, papan tulis, berbagai gambar/foto
objek
kompleks yang jelas menunjukkan interaksi banyak unsur rupa.
● Pemanfaatan Digital: Menampilkan slideshow gambar objek atau karya seni
dengan analisis visual terpandu.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Mengapa sebuah lukisan
itu terlihat utuh, tidak seperti kumpulan gambar yang terpisah-pisah?".
Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menjadi 'kritikus
seni' yang bisa melihat hubungan antara semua elemen seni.
○ Guru menunjukkan sebuah gambar pemandangan (misal: gunung,
sawah, sungai,
langit). Guru bertanya, "Ada garis apa? Bentuk apa? Warna apa saja?
Apakah semua ini saling berhubungan?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Jaring Unsur Rupa Lengkap" (guru
menyebutkan satu unsur rupa, siswa menyebutkan unsur lain yang
berhubungan, lalu contoh).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru mengulas kembali semua unsur rupa: garis, bentuk, warna, dan
tekstur.
○ Guru menjelaskan bahwa dalam sebuah objek atau karya seni,
berbagai unsur rupa selalu bekerja sama untuk menciptakan kesan
atau representasi yang utuh.
○ Guru mendemonstrasikan bagaimana menganalisis objek yang
melibatkan banyak unsur rupa:
■ Contoh: Bunga Mawar Merah yang Mekar:
■ Garis: lengkung pada kelopak, lurus pada tangkai.
■ Bentuk: kelopak yang spiral, bentuk keseluruhan bunga.
■ Warna: merah cerah pada kelopak, hijau pada daun.
■ Tekstur: kelopak yang terlihat halus, duri yang terlihat tajam.
■ Hubungan: Garis lengkung membentuk kelopak yang tumpuk
sehingga menciptakan bentuk mekar, warna merah cerah
menarik perhatian, dan tekstur halus membuat bunga terlihat
lembut.
○ Guru menunjukkan berbagai gambar objek atau karya seni yang kaya
akan detail dan interaksi antar unsur rupa.
● Mengaplikasi:
○ LKPD 15.1: "Analisis Objek: Unsur Rupa Terpadu!". Peserta didik
diberikan lembar kerja berisi gambar sebuah objek kompleks (misal:
lukisan buah-buahan di keranjang, atau foto sebuah desa dengan rumah
dan sawah).
○ Untuk gambar tersebut, siswa diminta:
■ Mengidentifikasi minimal 3 unsur rupa yang paling menonjol.
■ Menyimpulkan bagaimana unsur-unsur rupa tersebut saling
berkaitan untuk membentuk objek secara keseluruhan atau
menciptakan kesan tertentu.
○ Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang analisis mereka.
● Merefleksi:
○ Beberapa peserta didik menyampaikan kesimpulan mereka tentang
interaksi unsur rupa.
○ Guru bertanya, "Apa yang paling sulit saat melihat hubungan antara
semua unsur rupa dalam satu gambar?" dan "Bagaimana kemampuan
ini bisa membantu kalian saat membuat gambar yang lebih detail?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru merangkum bahwa objek visual di sekitar kita adalah kombinasi
kompleks dari berbagai unsur rupa yang saling bekerja sama.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus mengamati dunia dengan
'mata seniman' mereka dan melihat keindahan dalam detail.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya,
mereka akan mengevaluasi seluruh materi Seni Rupa
semester ini.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi kemampuan menyimpulkan
hubungan antara dua unsur rupa.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam diskusi
analisis dan kemampuan mengisi LKPD.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian kinerja melalui kemampuan menyimpulkan hasil pengamatan
dan pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau lebih unsur
rupa secara terpadu.

Rubrik Penilaian Kelas:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menyimpulkan hasil pengamatan
dan pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau lebih unsur rupa
yang ditemukan di lingkungan sekitarnya.
● Indikator: Kelengkapan identifikasi unsur rupa, akurasi analisis
hubungan, dan kedalaman kesimpulan.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Belum bisa mengidentifikasi banyak unsur rupa atau
menyimpulkan hubungan terpadu.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Identifikasi unsur rupa
terbatas atau kesimpulan
hubungan kurang jelas/lengkap.
○ Cakap: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal tiga unsur
rupa pada objek/karya seni, dan menyimpulkan bagaimana unsur-
unsur tersebut saling berkaitan untuk membentuk objek secara
keseluruhan atau menciptakan kesan tertentu.
○ Mahir: Peserta didik mampu mengidentifikasi beragam unsur rupa
(garis, bentuk, warna, tekstur) secara rinci dan akurat pada objek atau
karya seni kompleks, menganalisis bagaimana unsur-unsur tersebut
berinteraksi secara komprehensif untuk menciptakan representasi
visual dan makna yang mendalam, serta menyampaikan hasil
pengamatan dengan jelas dan analitis.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 15
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Perhatikan gambar di bawah ini (Guru menyediakan gambar lukisan
buah-buahan di keranjang: apel merah, pisang kuning, anggur ungu).
○ Sebutkan 3 unsur rupa yang paling dominan pada gambar ini!
○ Bagaimana warna dan bentuk buah-buahan itu saling berhubungan?
○ Kesan apa yang kamu dapatkan dari gambar ini?
2. Mengapa penting bagi seorang seniman untuk bisa melihat bagaimana
semua unsur rupa bekerja sama dalam satu kesatuan?
3. Pilih satu objek kompleks di kelasmu (misal: jam dinding dengan banyak
detail atau lemari). Jelaskan bagaimana garis, bentuk, dan warna bekerja
sama membentuk objek tersebut!

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 15.1


Nama:
Kelas:
Analisis Objek: Unsur Rupa Terpadu!
Petunjuk:
1. Perhatikan gambar "Pemandangan Bawah Laut" (Guru menyediakan
gambar dengan ikan berwarna-warni, terumbu karang bertekstur, dan
garis-garis riak air).
2. Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut tentang unsur rupa pada gambar
tersebut.
○ Sebutkan 3 unsur rupa yang paling menonjol pada
gambar ini! 1.
2.
3.
○ Jelaskan bagaimana unsur-unsur rupa tersebut saling berkaitan untuk
menciptakan kesan indah dan hidup pada pemandangan bawah laut ini.

○ Apa manfaatnya jika kamu bisa menganalisis gambar seperti seorang


seniman?
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
PERTEMUAN 16 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik kelas 4 sudah mampu menyimpulkan hubungan
antarunsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur). Mereka siap untuk
menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahamannya mengenai
keterkaitan antara dua atau lebih unsur rupa dan satu prinsip desain (misal:
keseimbangan, irama, atau kesatuan) dalam sebuah objek atau karya di
lingkungan sekitarnya. Minat mereka cenderung pada aktivitas analisis
visual yang lebih kompleks. Kebutuhan belajar meliputi kemampuan
mengintegrasikan unsur dan prinsip desain.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada menyimpulkan hasil pengamatan
dan
pemahamannya mengenai keterkaitan antara dua atau lebih unsur rupa
dan satu prinsip desain dalam sebuah objek atau karya di lingkungan
sekitarnya.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (hubungan unsur-prinsip desain) dan
Prosedural
(menyimpulkan).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk menumbuhkan apresiasi seni yang
lebih mendalam, kemampuan analisis komposisi yang kompleks,
dan dasar untuk menciptakan karya seni yang terstruktur dan
bermakna.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang hingga tinggi.
○ Struktur Materi: Dimulai dengan pengulangan unsur dan prinsip
desain, pengamatan keterkaitan, dan latihan menyimpulkan
analisis.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, berpikir kritis, dan kreativitas.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Mampu menyimpulkan hasil pengamatan dan
pemahamannya mengenai keterkaitan antara dua atau lebih unsur
rupa dan satu prinsip desain).
○ DPL 6: Kemandirian (Menyimpulkan secara mandiri).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menyimpulkan hasil
pengamatan dan pemahamannya mengenai keterkaitan antara dua atau
lebih unsur rupa dan satu prinsip desain dalam sebuah objek atau karya di
lingkungan sekitarnya.
● Lintas Disiplin Ilmu: Bahasa Indonesia (menulis kesimpulan
analisis), IPAS (fenomena visual).
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah mengamati objek/karya seni, peserta didik dapat
mengidentifikasi bagaimana minimal dua unsur rupa (misal: garis dan
warna) bekerja sama dengan satu prinsip desain (misal: irama).
○ Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menyimpulkan keterkaitan antara
unsur
rupa dan prinsip desain dalam menciptakan efek visual atau estetis pada
objek/karya.
○ Setelah berlatih, peserta didik dapat menuliskan kesimpulan singkat
tentang
keterkaitan unsur rupa dan prinsip desain pada objek/karya yang diamati.
● Topik Pembelajaran: Unsur dan Prinsip Bersinergi: Analisis Komposisiku!
● Praktik Pedagogis: Observasi terarah, diskusi kelompok, mind mapping
terpadu, menulis kesimpulan analisis.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendampingi anak mengamati
komposisi visual
pada benda di rumah atau saat mengunjungi tempat umum).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, papan tulis, berbagai gambar/foto
karya seni atau objek kompleks yang jelas menunjukkan unsur dan prinsip
desain.
● Pemanfaatan Digital: Menampilkan slideshow gambar karya seni dengan
analisis visual terpandu.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Apakah kalian tahu,
mengapa sebuah lukisan terlihat seimbang dan indah, padahal ada
banyak garis dan warna di dalamnya?". Guru menyampaikan bahwa
hari ini mereka akan menjadi 'kritikus seni' yang bisa melihat hubungan
antara semua elemen seni.
○ Guru menunjukkan sebuah gambar dengan pola berulang (irama)
dan warna- warna yang harmonis (kesatuan). Guru bertanya, "Ada
pola apa? Apakah warnanya menyatu?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Jaring Konsep Seni
Lanjutan" (guru menyebutkan unsur/prinsip, siswa menyebutkan
unsur/prinsip lain yang berhubungan, lalu contoh).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru mengulas kembali unsur-unsur rupa (garis, bentuk, warna,
tekstur) dan prinsip-prinsip desain (keseimbangan, irama,
kesatuan).
○ Guru menjelaskan bahwa unsur rupa adalah 'bahan baku',
sedangkan prinsip desain adalah 'cara mengaturnya'. Keduanya
harus bekerja sama untuk menciptakan karya yang baik dan
bermakna.
○ Guru mendemonstrasikan keterkaitan ini dengan contoh-contoh
yang lebih kompleks:
■ Hubungan unsur dengan Keseimbangan: Bagaimana bentuk dan
ukuran benda diatur dalam sebuah gambar agar tercipta
keseimbangan (misal: dua benda kecil di satu sisi mengimbangi
satu benda besar di sisi lain).
■ Hubungan unsur dengan Irama: Bagaimana pengulangan garis atau
warna menciptakan irama visual. (Misal: garis tebal-tipis yang
berulang menciptakan irama yang dinamis).
■ Hubungan unsur dengan Kesatuan: Bagaimana penggunaan warna
yang serupa pada berbagai bentuk menciptakan kesatuan. (Misal:
warna monokromatik pada beragam bentuk membuat gambar
terlihat menyatu).
○ Guru menunjukkan berbagai gambar karya seni orisinal atau
objek yang menerapkan kombinasi ini dan membimbing
analisisnya.
● Mengaplikasi:
○ LKPD 16.1: "Analisis Karya Seni: Unsur dan Prinsip Terpadu!".
Peserta didik diberikan lembar kerja berisi gambar karya seni atau
objek kompleks.
○ Untuk setiap gambar, siswa diminta:
■ Mengidentifikasi minimal 2 unsur rupa yang menonjol (misal: warna,
bentuk).
■ Mengidentifikasi 1 prinsip desain yang paling menonjol (misal:
keseimbangan, irama, kesatuan).
■ Menyimpulkan bagaimana unsur-unsur rupa dan prinsip desain
tersebut saling berkaitan untuk menciptakan efek visual atau kesan
pada karya.
○ Peserta didik berdiskusi dalam kelompok tentang analisis mereka.
● Merefleksi:
○ Beberapa peserta didik menyampaikan kesimpulan mereka tentang
keterkaitan unsur dan prinsip desain.
○ Guru bertanya, "Apa yang paling sulit saat melihat hubungan antara
banyak unsur dan prinsip desain?" dan "Mengapa seniman yang hebat
memahami bagaimana semua ini saling bekerja?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru merangkum bahwa seni rupa adalah gabungan indah dari unsur
dan prinsip yang saling mendukung.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus mengamati karya seni
dengan 'mata kritikus' mereka dan menghargai setiap detailnya.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan selanjutnya,
mereka akan mengevaluasi seluruh materi Seni Rupa
semester ini.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi kemampuan menyimpulkan
hubungan antar unsur rupa.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam diskusi
analisis
dan kemampuan mengisi LKPD.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD) dan
penilaian kinerja melalui kemampuan menyimpulkan hasil pengamatan
dan pemahamannya mengenai keterkaitan antara dua atau lebih unsur
rupa dan satu prinsip desain.
Rubrik Penilaian Kelas:
● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menyimpulkan hasil
pengamatan dan pemahamannya mengenai keterkaitan antara dua atau
lebih unsur rupa dan satu prinsip desain dalam sebuah objek atau karya
di lingkungan sekitarnya.
● Indikator: Akurasi identifikasi unsur rupa, akurasi identifikasi prinsip desain,
kedalaman kesimpulan keterkaitan, dan akurasi contoh.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Belum bisa menyimpulkan keterkaitan unsur dan prinsip desain
secara kompleks.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Kesimpulan keterkaitan
kurang jelas atau banyak kesalahan.
○ Cakap: Peserta didik mampu mengidentifikasi bagaimana minimal dua
unsur rupa bekerja sama dengan satu prinsip desain pada objek/karya
seni, dan menyimpulkan keterkaitan tersebut dalam menciptakan efek
visual atau kesan.
○ Mahir: Peserta didik mampu mengidentifikasi beragam unsur rupa dan
prinsip desain yang diterapkan pada objek/karya seni secara rinci,
menyimpulkan keterkaitan di antara keduanya secara komprehensif
untuk menciptakan efek visual atau pesan tertentu, dan memberikan
contoh yang relevan serta insightful.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 16
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Perhatikan gambar di bawah ini (Guru menyediakan gambar vas
bunga simetris dengan pola garis berulang).
○ Sebutkan 2 unsur rupa yang paling menonjol pada vas bunga ini!
○ Prinsip desain apa yang paling menonjol?
○ Bagaimana unsur rupa dan prinsip desain tersebut bekerja sama untuk
membuat vas bunga ini terlihat indah dan seimbang?
2. Mengapa penting bagi seorang seniman untuk memikirkan unsur rupa
dan prinsip desain saat membuat karya?
3. Pilih salah satu prinsip desain (keseimbangan/irama/kesatuan). Jelaskan
bagaimana prinsip itu bisa bekerja sama dengan 'warna' dalam sebuah
lukisan!

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 16.1


Nama:
Kelas:
Analisis Karya Seni: Unsur dan Prinsip!
Petunjuk:
1. Perhatikan gambar "Motif Batik Berulang" (Guru menyediakan gambar
motif batik dengan pola berulang dan warna harmonis).
2. Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut tentang unsur rupa dan prinsip desain
pada motif batik tersebut.
○ Sebutkan 2 unsur rupa yang paling menonjol pada motif batik ini!
1.
2.
○ Prinsip desain apa yang paling menonjol pada motif batik ini? (Pilih:
Keseimbangan
/ Irama / Kesatuan)

○ Jelaskan bagaimana unsur rupa dan prinsip desain tersebut saling


berkaitan untuk menciptakan keindahan pada motif batik ini.

○ Apa manfaatnya jika sebuah motif memiliki keterkaitan antara unsur


dan prinsip desain?
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
PERTEMUAN 17 dari 18
SEKOLAH : MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER : 4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik kelas 4 sudah mampu menyimpulkan hasil
pengamatan mengenai keterkaitan unsur rupa dan prinsip desain. Mereka
siap untuk mengulas kembali semua konsep yang telah dipelajari dalam
modul ini (unsur rupa dan prinsip desain), serta mengintegrasikan
pemahaman tersebut untuk analisis visual yang lebih dalam sebagai
persiapan evaluasi akhir semester. Minat mereka cenderung pada aktivitas
rekapitulasi, penguatan konsep, dan aplikasi dalam apresiasi seni.
Kebutuhan belajar meliputi sintesis informasi dan kemampuan
menganalisis karya seni secara holistik.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada rekapitulasi dan penguatan
pemahaman
seluruh materi Seni Rupa (unsur rupa: garis, bentuk, warna, tekstur; prinsip
desain: keseimbangan, irama, kesatuan; dan hubungan/keterkaitan antar
keduanya) sebagai persiapan untuk evaluasi komprehensif.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual (pemahaman integratif unsur dan prinsip
rupa)
dan Prosedural (analisis visual).
○ Relevansi: Sangat tinggi untuk membangun pemahaman yang utuh dan
terintegrasi dari elemen-elemen seni rupa dasar, serta meningkatkan
kemampuan berapresiasi seni.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Review semua topik, kuis cepat, diskusi penguatan, dan
analisis karya terpadu.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, berpikir kritis, tanggung
jawab, dan apresiasi estetika.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis (Mampu mengidentifikasi unsur rupa,
memahami prinsip desain, menyimpulkan hubungan).
○ DPL 6: Kemandirian (Merekapitulasi dan menganalisis materi secara
mandiri).
○ DPL 4: Kreativitas (Menganalisis karya seni dari sudut pandang kreatif).

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal
dua unsur rupa (misalnya: garis, bentuk, warna, tekstur) yang terdapat di
lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu memahami konsep dasar dari
minimal satu prinsip desain (misalnya: keseimbangan, irama, kesatuan)
dalam konteks seni rupa. Peserta didik mampu menyimpulkan hasil
pengamatan dan pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau
lebih unsur rupa yang ditemukan di lingkungan sekitarnya.
● Lintas Disiplin Ilmu: Bahasa Indonesia (mendeskripsikan analisis), IPS (budaya
visual).
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menyebutkan kembali konsep-
konsep kunci dari unsur rupa (garis, bentuk, warna, tekstur) dan prinsip
desain (keseimbangan, irama, kesatuan).
○ Setelah berlatih, peserta didik dapat mengidentifikasi hubungan antar
unsur rupa dan keterkaitan unsur rupa dengan prinsip desain pada
sebuah karya seni.
○ Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan bagaimana semua
elemen ini
bekerja sama untuk menciptakan estetika dan makna dalam sebuah
karya seni.
● Topik Pembelajaran: Rekapitulasi Seni Rupa: Unsur, Prinsip, dan Makna!
● Praktik Pedagogis: Curah pendapat, membuat peta konsep terpadu, kuis
interaktif, analisis karya seni yang komprehensif.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendorong anak untuk mengulang
pelajaran dan mengamati karya seni).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, papan tulis/flipchart, berbagai
gambar karya seni atau objek kompleks.
● Pemanfaatan Digital: Menampilkan mind map digital tentang seluruh materi
Seni Rupa
atau galeri seni virtual.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Apakah kalian tahu,
mengapa sebuah karya seni bisa terlihat begitu indah dan 'hidup'?".
Guru menyampaikan bahwa hari ini mereka akan melihat bagaimana
semua bagian seni itu saling berhubungan.
○ Guru menunjukkan sebuah lukisan atau patung yang kompleks. Guru
bertanya, "Karya ini menggunakan unsur apa saja? Prinsip apa yang
bisa kita lihat?".
○ Guru mengajak peserta didik bermain "Jaring Konsep Seni
Terpadu" (guru menyebutkan satu unsur/prinsip, siswa
menyebutkan unsur/prinsip lain yang berhubungan, lalu contoh
dari sebuah karya).

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru memandu diskusi untuk merekapitulasi semua topik besar
yang telah dipelajari selama semester ini:
■ Unsur Rupa: Garis, Bentuk, Warna, Tekstur (definisi, jenis, contoh).
■ Prinsip Desain: Keseimbangan, Irama, Kesatuan (definisi, jenis,
contoh).
■ Hubungan Antar Unsur Rupa (misal: garis membentuk bentuk,
warna dan tekstur memberi kesan).
■ Keterkaitan Unsur Rupa dan Prinsip Desain (misal: bagaimana garis
dan bentuk diatur untuk menciptakan keseimbangan, atau warna
berulang untuk irama).
○ Guru memfasilitasi diskusi tentang bagaimana semua elemen ini bekerja
sama dalam sebuah karya seni untuk menciptakan estetika dan makna.
Guru menekankan bahwa setiap pilihan seniman dalam menggunakan
unsur dan prinsip memiliki tujuan.
● Mengaplikasi:
○ LKPD 17.1: "Peta Konsep Seni Rupa Semester 1!". Peserta didik
diberikan lembar kerja untuk membuat peta konsep sederhana yang
menghubungkan semua topik besar Seni Rupa yang telah dipelajari.
○ Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk membandingkan
peta konsep mereka dan saling menjelaskan keterkaitan antar
konsep.
○ Guru memberikan tantangan analisis singkat: menunjukkan sebuah
karya seni baru, lalu meminta siswa mengidentifikasi unsur dan
prinsip yang dominan, serta menjelaskan keterkaitan dan kesan yang
ditimbulkan.
● Merefleksi:
○ Beberapa peserta didik mempresentasikan peta konsep mereka atau
hasil analisis singkat.
○ Guru bertanya, "Konsep mana yang paling sulit dihubungkan?" dan "Apa
manfaatnya kita bisa melihat hubungan antara semua elemen seni?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru memberikan apresiasi atas usaha peserta didik dalam membuat
peta konsep dan menganalisis karya seni.
○ Guru merangkum bahwa Seni Rupa adalah pelajaran yang mengajarkan
kita untuk melihat keindahan dan makna di balik setiap visual, dengan
memahami unsur dan prinsipnya.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus mengamati dan
menghubungkan pengetahuan baru dengan yang sudah ada.
○ Guru menginformasikan bahwa di pertemuan terakhir, mereka akan
melakukan evaluasi komprehensif seluruh materi Seni Rupa
semester ini.
○ Guru menutup dengan salam.

ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi pengetahuan awal tentang
unsur dan prinsip desain, serta hubungan/keterkaitan.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi partisipasi dalam diskusi dan
kemampuan membuat peta konsep/analisis karya.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil LKPD peta
konsep) dan penilaian kinerja melalui kemampuan mengaitkan hubungan
antar konsep seni rupa.

Rubrik Penilaian Kelas:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menyimpulkan hasil pengamatan
dan pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau lebih unsur rupa
yang ditemukan di lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu
menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahamannya mengenai
keterkaitan antara dua atau lebih unsur rupa dan satu
prinsip desain dalam sebuah objek atau karya di lingkungan sekitarnya.
● Indikator: Kelengkapan konsep, akurasi hubungan antar konsep, dan
kejelasan representasi peta konsep.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sangat
dasar. Belum
bisa menghubungkan konsep-konsep secara terpadu.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang sedang
berkembang, tetapi masih perlu perbaikan. Peta konsep kurang lengkap
atau hubungan antar konsep kurang jelas.
○ Cakap: Peserta didik mampu menyebutkan konsep-konsep kunci dari
unsur rupa dan prinsip desain, dan mengidentifikasi hubungan antar
unsur rupa serta keterkaitan unsur rupa dengan prinsip desain.
○ Mahir: Peserta didik mampu membuat peta konsep yang komprehensif,
menjelaskan hubungan antar konsep secara mendalam, dan
memberikan contoh relevan yang mengintegrasikan berbagai topik seni
rupa secara kreatif dan analitis.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 17
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Bagaimana 'bentuk' dan 'warna' dapat digunakan bersama untuk
menciptakan 'irama' dalam sebuah desain? Berikan contoh!
2. Mengapa penting bagi seorang seniman untuk melihat bagaimana unsur
dan prinsip desain saling mendukung?
3. Sebutkan 3 hal yang menurutmu paling penting dari pelajaran Seni Rupa
semester ini!
4. Perhatikan gambar di bawah ini (Guru menyediakan gambar dengan
komposisi yang menunjukkan kesatuan, misal: sebuah motif tenun
tradisional dengan detail garis, bentuk, dan warna).
○ Sebutkan 2 unsur rupa yang paling menonjol pada gambar ini!
○ Prinsip desain apa yang paling menonjol?
○ Jelaskan bagaimana unsur rupa dan prinsip desain tersebut bekerja
sama untuk menciptakan keindahan pada motif tenun ini!

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 17.1


Nama:
Kelas:
Peta Konsep Seni Rupa Semester 1!
Petunjuk:
1. Buatlah peta konsep sederhana yang menghubungkan semua topik Seni
Rupa yang telah kita pelajari di semester ini. Sertakan:
○ Unsur Rupa (garis, bentuk, warna, tekstur)
○ Prinsip Desain (keseimbangan, irama, kesatuan)
○ Tunjukkan bagaimana unsur-unsur ini berinteraksi satu sama lain
dan juga bagaimana unsur-unsur ini berkaitan dengan prinsip
desain.
2. Gunakan garis dan kata penghubung untuk menunjukkan hubungan

antar konsep. (Disediakan ruang kosong untuk menggambar peta konsep).


RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM
PERTEMUAN 18 dari 18
SEKOLAH MIN 3 Banda Aceh
NAMA GURU : Nurzaita, [Link].
TAHUN PELAJARAN : 2025/2026
MATA PELAJARAN : Seni Rupa
KELAS / SEMESTER :4/1
ALOKASI WAKTU : 2 JP (1 Pertemuan)

IDENTIFIKASI
● Peserta Didik: Peserta didik telah melalui seluruh pembelajaran semester
ini dan mengulas kembali seluruh konsep Seni Rupa. Mereka siap untuk
melakukan evaluasi akhir yang komprehensif terhadap seluruh materi Seni
Rupa (unsur rupa, prinsip desain, dan hubungan/keterkaitan antar
keduanya). Minat mereka pada aktivitas rekapitulasi dan penguatan
komitmen.
● Materi Pelajaran: Materi ini berfokus pada evaluasi komprehensif seluruh ATP
semester 1: mengidentifikasi minimal dua unsur rupa (garis, bentuk, warna,
tekstur) yang terdapat di lingkungan sekitarnya; memahami konsep dasar
dari minimal satu prinsip desain (keseimbangan, irama, kesatuan) dalam
konteks seni rupa; serta menyimpulkan hasil pengamatan dan
pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau lebih unsur rupa dan
satu prinsip desain dalam sebuah objek atau karya di lingkungan
sekitarnya.
○ Jenis Pengetahuan: Konseptual dan Faktual (penguasaan seluruh ATP).
○ Relevansi: Sangat tinggi sebagai penentu penguasaan materi
semester dan fondasi untuk seni rupa yang lebih kompleks.
○ Tingkat Kesulitan: Sedang.
○ Struktur Materi: Kuis/tes tertulis, diskusi kunci jawaban, dan refleksi akhir.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Meliputi ketelitian, tanggung jawab, berpikir
kritis, dan percaya diri.
● Dimensi Profil Lulusan (DPL):
○ DPL 3: Penalaran Kritis.
○ DPL 4: Kreativitas.
○ DPL 6: Kemandirian.

DESAIN PEMBELAJARAN
● Alur Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal
dua unsur rupa (misalnya: garis, bentuk, warna, tekstur) yang terdapat di
lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu memahami konsep dasar dari
minimal satu prinsip desain (misalnya: keseimbangan, irama, kesatuan)
dalam konteks seni rupa. Peserta didik mampu menyimpulkan hasil
pengamatan dan pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau
lebih unsur rupa yang ditemukan di lingkungan sekitarnya.
● Lintas Disiplin Ilmu: -
● Tujuan Pembelajaran:
○ Setelah mengerjakan tes, peserta didik dapat menunjukkan
penguasaan seluruh ATP semester 1 dengan baik.
○ Setelah berdiskusi, peserta didik dapat menjelaskan manfaat seluruh
materi Seni Rupa dalam kehidupan sehari-hari.
● Topik Pembelajaran: Evaluasi Komprehensif Seni Rupa Semester 1.
● Praktik Pedagogis: Tes tertulis, diskusi kunci jawaban, refleksi akhir.
● Kemitraan Pembelajaran: Orang tua (mendorong anak untuk belajar untuk
evaluasi akhir).
● Lingkungan Pembelajaran: Ruang kelas, lembar soal evaluasi, alat tulis.
● Pemanfaatan Digital: (Opsional) kuis online atau platform evaluasi.

PENGALAMAN BELAJAR

AWAL (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Pembuka: Proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan
peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran.
● Kegiatan: Orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan
motivasi yang
menggembirakan.
○ Guru menyapa peserta didik dan bertanya, "Siapa yang sudah siap
untuk ujian akhir Seni Rupa?". Guru menyampaikan bahwa hari ini
mereka akan menunjukkan semua yang sudah mereka pelajari tentang
seni.
○ Guru bertanya, "Apa hal paling menyenangkan yang kalian lakukan di
pelajaran Seni Rupa semester ini?".
○ Guru mengajak peserta didik membuat "yel-yel" semangat untuk ujian.

INTI (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Memahami:
○ Guru mengulas singkat seluruh materi yang telah dipelajari sepanjang
semester.
○ Guru menjelaskan format tes evaluasi dan memberikan instruksi yang
jelas.
● Mengaplikasi:
○ LKPD 18.1: "Tes Akhir Semester Seni Rupa". Peserta didik
mengerjakan tes tertulis yang mencakup semua aspek ATP
semester 1.
○ Setelah tes, guru dan peserta didik dapat melakukan pembahasan
singkat beberapa soal kunci (jika waktu memungkinkan) atau guru
memberikan umpan balik individu.
● Merefleksi:
○ Guru bertanya, "Soal mana yang paling sulit kalian jawab?" dan
"Bagaimana kalian akan terus melihat dan membuat seni di sekitar
kalian?".

PENUTUP (prinsip pembelajaran: berkesadaran, bermakna, menggembirakan):


● Tahap akhir: Proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah
dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam
perencanaan pembelajaran selanjutnya.
○ Guru memberikan pujian dan apresiasi atas seluruh kerja keras
peserta didik selama semester ini.
○ Guru merangkum bahwa Seni Rupa adalah pelajaran yang indah dan
bermanfaat
untuk mengembangkan kreativitas dan kepekaan.
○ Guru meminta peserta didik untuk terus melihat keindahan di sekitar dan
berkreasi.
○ Guru menutup dengan salam dan doa, menandai akhir dari modul ini.
ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen pada Awal Pembelajaran: Observasi kesiapan mental peserta didik.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran: Observasi ketekunan dalam
mengerjakan tes.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian produk (hasil tes tertulis) dan
penilaian kinerja melalui kemampuan menjawab pertanyaan komprehensif.

Rubrik Penilaian Kelas:


● Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua
unsur rupa (misalnya: garis, bentuk, warna, tekstur) yang terdapat di
lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu memahami konsep dasar dari
minimal satu prinsip desain (misalnya: keseimbangan, irama, kesatuan)
dalam konteks seni rupa. Peserta didik mampu menyimpulkan hasil
pengamatan dan pemahamannya mengenai hubungan antara dua atau
lebih unsur rupa yang ditemukan di lingkungan sekitarnya.
● Indikator: Penguasaan seluruh ATP semester 1.
○ Baru Memulai: Peserta didik menunjukkan penguasaan yang
sangat dasar terhadap materi semester.
○ Berkembang: Peserta didik menunjukkan penguasaan yang sedang
berkembang terhadap materi semester, tetapi masih perlu perbaikan.
○ Cakap: Peserta didik menunjukkan penguasaan yang baik terhadap
sebagian besar materi semester.
○ Mahir: Peserta didik menunjukkan penguasaan yang sangat baik
terhadap seluruh ATP, mampu menjelaskan konsep secara mendalam,
memberikan contoh yang relevan, dan menerapkan pengetahuan seni
rupa dengan percaya diri dan akurat.

Mengetahui, ......., ........


Kepala Guru
Sekolah

Nurzaita, [Link].
Nurasiah, [Link]. NIP. 197210301999052001
NIP. 197407061997032002
SOAL LATIHAN PERTEMUAN 18 (TES AKHIR SEMESTER)
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Sebutkan 2 unsur rupa yang kamu temukan di lingkungan kelas
dan berikan contohnya!
2. Apa yang dimaksud dengan 'tekstur'? Berikan 1 contoh benda bertekstur
kasar!
3. Jelaskan perbedaan antara keseimbangan simetris dan asimetris!
4. Apa yang dimaksud dengan 'irama' dalam seni rupa? Berikan 1 contohnya!
5. Mengapa sebuah karya seni perlu memiliki 'kesatuan'?
6. Pilih satu benda di kelasmu. Jelaskan bagaimana garis dan bentuk
bekerja sama membentuk benda itu!
7. Perhatikan gambar di bawah ini (Guru menyediakan gambar lukisan atau
desain yang menerapkan prinsip irama dan warna).
○ Prinsip desain apa yang paling menonjol?
○ Bagaimana warna dan tekstur (bayangkan) pada gambar ini
menciptakan kesan tertentu?
8. Apa manfaat terbesar dari belajar Seni Rupa di kelas 4 ini?

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 18.1


Nama:
Kelas:
Tes Akhir Semester Seni Rupa
Petunjuk:
1. Jawablah semua pertanyaan di bawah ini dengan benar.

(Disediakan lembar soal tes akhir semester yang mencakup seluruh ATP dari
pertemuan 1- 18)

Anda mungkin juga menyukai