COLREGS 1972
PERATURAN PENCEGAHAN
TUBRUKAN DI LAUT.
RULES OF THE ROAD
SISTEMATIKA COLREGS 1972.
[Link] ( Aturan 1 s/d 3 ) .
Rule 1 - Application ( Pemberlakuan ).
Rule 2 - Responsibility ( Tanggung Jawab ).
Rule 3 - General Definitions ( Definisi Umum ) :
[Link] & MELAYARKAN KAPAL.
( Aturan : 4 s/d 19 ).
[Link] KAPAL2 DLM “SETIAP KEADAAN PENGLIHATAN”.
( Aturan 4 s/d 10 ).
[Link] KAPAL2 DLM KEADAAN “SALING MELIHAT”.
( Aturan 11 s/d 18 ).
[Link] KAPAL DALAM “TAMPAK TERBATAS”.
( Aturan-19 ).
SISTEMATIKA COLREGS 1972.
[Link] ( Aturan 1 s/d 3 ) .
Rule 1 - Application ( Pemberlakuan ).
Rule 2 - Responsibility ( Tanggung Jawab ).
Rule 3 - General Definitions ( Definisi Umum ) :
[Link] & MELAYARKAN KAPAL.
( ATURAN : 4 S/D 19 ).
[Link] KAPAL2 DLM “SETIAP KEADAAN PENGLIHATAN”.
( Aturan 4 s/d 10 ).
Rule 4 - Application ( Pemberlakuan ).
Rule 5 - Lookouts ( Pengamatan ).
Rule 6 - Safe speed ( Kecepatan Aman ).
Rule 7 - Risk of collision ( Bahaya Tubrukan ).
Rule 8 - Action to avoid collision ( [Link] menghindari tubrukan).
Rule 9 - Narrow Channels ( Alur Pelayaran Sempit ).
Rule 10- Traffic Separation Schemes/TSS
( Tata Pemisah Lalu lintas ).
SEKSI-2 : PERILAKU KAPAL2 DLM KEADAAN “SALING MELIHAT” :
( Aturan 11 s/d 18 ).
Rule 11 - Application ( Pemberlakuan ).
Rule 12 - Sailing Vessel ( Kapal Layar ).
Rule 13 - Over taking ( Penyusulan ).
Rule 14 - Head on Situation ( Situasi Berhadapan ).
Rule 15 - Crossing Situation ( Situasi Berpotongan ).
Rule 16 - Action by Giveway vsl ( Tindakan kpl yang menghindar).
Rule 17 - Action by StandOn vsl ( Tindakan kpl yg bertahan ).
Rule 18 - Responsibility btwn vessels in sight one another.
( Tanggung Jawab antar kpl yg “saling melihat” ).
SEKSI-3 : PERILAKU KAPAL DALAM “TAMPAK TERBATAS”.
( Aturan-19).
Rule 19 - Perilaku kapal dalam tampak terbatas.
BAGIAN-C :”PENERANGAN & SOSOK BENDA”.
( Aturan 20 s/d 31 ).
Rule 20 - Application ( Pemberlakuan ).
Rule 21 - Definisions ( Definisi ).
Rule 22 - Visibility of lights ( Daya Tampak Penerangan ).
Rule 23 - Power Driven Vsl Underway ( Kpl Tenaga sdg berlayar ).
Rule 24 - Towing & Pushing ( Menunda & Mendorong ).
Rule 25 - Saling Vsl & Under Oar ( Kpl Layar & Kpl dgn dayung ).
Rule 26 - Fishing Vessel ( Kapal Ikan ).
Rule 27 - Not Under Command/Restricted Ability Manuevre.
( Kpl yg tdk terkendali/Terbatas Olah Geraknya ).
Rule 28 - Constraint By Draft ( CBD ).
( Kapal yg terkendala oleh saratnya ).
Rule 29 - Pilot Vessel ( Kapal Pandu ).
Rule 30 - Anchor Vessel & Vessel Aground .
( Kapal Berlabuh jangkar & Kapal Kandas ).
Rule 31 - Sea Planes. ( Pesawat Terbang Laut ).
BAGIAN-D : “ISYARAT BUNYI” & “ISYARAT CAHAYA” :
( Aturan 32 s/d 37).
Rule 32 - Definisi .
Rule 33 - Perlengkapan untuk isyarat bunyi.
Rule 34 - Isyarat Olah Gerak & Isyarat Peringatan.
Rule 35 - Isyarat Bunyi dalam Tampak terbatas.
Rule 36 - Isyarat untuk menarik perhatian.
Rule 37 - Isyarat Bahaya.
BAGIAN-E : PEMBEBASAN2
(Aturan-38 ) :
Rule 38 - Pembebasan.
BAGIAN-F : “VERIFICATION OF COMPLIANCE
WITH THE PROVISIONS OF THE CONVENTION “ :
( Aturan 39 s/d 41).
Rule 39 - Definitions .
Rule 40 - Application.
Rule 41 - Verification of compliance.
SISTEMATIKA COLREGS :
Terdapat 4 Annex ( Lampiran ) dalam P2TL sebagai berikut :
ANNEX - I : Penempatan & Perincian Tehnis Penerangan
dan Sososk Benda :
ANNEX - II : Isyarat2 tambahan bagi Kapal2 Nelayan yang
sedang menangkap ikan yang saling berdekatan :
ANNEX - III : Perincian2 tehnis tentang Alat2 Isyarat Bunyi :
ANNEX- IV : Isyarat2 bahaya .
BAGIAN A-UMUM ( Aturan 1-3 ).
ATURAN-1.
PENERAPAN ( PEMBERLAKUAN ):
Aturan 1.a) : P2TL Berlaku di :
Laut Lepas (High Seas)
Semua perairan yang berhubungan
dengan laut lepas
Dapat dilayari dengan kapal laut.
Pengecualian :
Diberikan kepada setiap pemerintah yg berwenang,
untuk membuat suatu peraturan2 tertentu,asalkan
tidak bertentangan atau semirip mungkin dengan
aturan2 P2TL,antara lain :
1.b).Aturan khusus atas bandar2,pelabuhan2,sungai2,
danau2 atau perairan pedalaman yang berhubungan
dgn laut bebas yang dapat dilayari oleh kapal2 laut.
Pengecualian :
1.c).Aturan khusus tentang kedudukan lampu2 isyarat,
sosok benda atau isyarat2 suling tambahan,bagi kapal2
perang dan kapal2 dalam konvoi dan kapal2 nelayan yg
sedang menangkap ikan yg merupakan suatu armada.
Pengecualian :
1.d).Bagan Pemisah Lalu Lintas/Traffic Separation Scheme,
yang telah diakui oleh IMO ( International Maritime
Organization/Badan Maritime Dunia ).
Pengecualian :
1.e).Kapal dgn konstruksi/kegunaan khusus,sehubungan
dengan jumlah,jarak/busur tampak lampu2 atau sosok
benda,maupun penempatan dan ciri2 alat isyarat bunyi.
ATURAN 2
RESPONSIBILITY/TANGGUNG JAWAB :
2.a).Tidak ada suatu apapun dalam aturan2 ini
akan membebaskan pertanggung jawaban:
Kapal.
Pemilik kapal.
Nakhoda.
Awak kapal.
Atas akibat2 setiap kelalaian untuk memenuhi
aturan2 ini,atau atas kelalaian terhadap setiap
tindakan berjaga–jaga yang dipandang perlu
menurut kebiasaan seorang pelaut atau terhadap
keadaan2 khusus dimana kapal berada.
2.b).Dalam menafsirkan dan memenuhi
aturan2 ini,setiap kapal harus benar2
memperhatikan semua bahaya,
antara lain :
Bahaya tubrukan.
Bahaya navigasi.
Keadaan khusus,
Termasuk keterbatasan dari kapal yang
bersangkutan,yang dapat memaksa untuk
menyimpang dari aturan2 ini untuk
menghindari “bahaya mendadak”.
Contoh2 Kecakapan Pelaut yang baik
(Rules of Good Seamanship ),meliputi:
Kapal yg sedang berlayar,harus menyimpangi kpl
lain yg sedang berlabuh jangkar.
Kapal tidak boleh berlabuh terlalu dekat dengan
kapal lainnya.
Pada waktu cuaca berkabut tebal/dimana
pengamatan menjadi sangat terbatas,maka
sebuah kapal tanpa radar,tidak dibenarkan untuk
berlayar sama sekali,tetapi harus berlabuh
jangkar,sampai cuaca membaik.
Contoh2 Kecakapan Pelaut yang baik :
Bila 2 kapal saling mendekat pada sebuah tikungan yang
sukar dan sungai yang berarus,maka kapal yang mengikuti
arus, harus diberi prioritas/kesempatan untuk berolah
gerak duluan,daripada kapal yang melawan arus.
Contoh2 Kecakapan Pelaut yang baik :
Pengaruh air dangkal,harus diperhitungkan,
karena adanya pengaruh squat thd draft kpl.
(“Squat” adalah penurunan badan kapal,
akibat melewati suatu perairan dangkal).
Contoh2 Kecakapan Pelaut yang baik :
Pengaruh air dangkal,harus diperhitungkan,
karena adanya pengaruh squat thd draft kpl.
(“Squat” adalah penurunan badan kapal,
akibat melewati suatu perairan dangkal).
Navigation Lights/Malam hari
Sosok Benda/Siang Hari :
Bahaya Tubrukan :
Bahaya yang timbul dari tubrukan itu sendiri dan
kerugian/efek sampingannya,
yang meliputi hal2 sebagai berikut :
- Kerusakan kapal/tenggelam/terbakar,dls.
- Kerusakan muatan.
- Kehilangan jiwa/luka berat.
- Pencemaran lingkungan.
- Pengusaha kapal bangkrut.
- Awak kapal kehilangan pekerjaan.
-Tindakan pidana/masalah hukum .
Bahaya Tubrukan :
Bahaya Tubrukan- Explotion & Sinking :
Bahaya Tubrukan-Vessel Damage :
Bahaya Tubrukan-Sinking & Pollution :
Bahaya Tubrukan-Oil Leaking/Pollution
:
Bahaya Tubrukan-Marine Pollution :
Bahaya Navigasi yang ada di laut,antara lain :
Daerah berkarang.
Kerangka kapal tenggelam.
Perairan dangkal/shallow water.
Adanya tumpukan Gunung es dilaut.
Hujan angin,badai pasir,hujan abu,dls.
Bahaya Navigasi-Kandas/Tabrak Karang :
Bahaya Navigasi : Shallow/Rocking :
Bahaya Navigasi-Adanya Gunung Es :
Keadaan khusus
Keadaan yang di luar kekuasaan
manusia/force mayor,dimana kapal tidak
mampu untuk melawannya.
Misalnya : - Adanya gelombang tsunami.
- Bertemu angin Topan/Taifun.
Keadaan khusus
Misalnya : Gelombang tsunami.
Keadaan khusus
Misalnya : - Bertemu angin Topan/Taifun.
Keadaan khusus
Keadaan yang diluar kekuasaan
manusia/force mayor,dimana kapal tidak
mampu untuk melawannya.
Misalnya :-Jika bertemu dgn iring2an armada kpl
perang/mendekati armada kapal induk,
hrs dianggap sbg “keadaan khusus”.
- Olah gerak “menolong orang
jatuh kelaut,juga dianggap sebagai
suatu “keadaan khusus”.
Contoh Gambar “Keadaan khusus” :
Contoh-”Keadaan khusus”-
“ Man Over Board/Mob ”
ATURAN. 3 :DEFINISI – DEFINISI.
Kapal :
Semua jenis pesawat air dan pesawat terbang laut
yang “dipakai/dapat dipakai sebagai alat
pengangkutan diatas air”.
Kapal Tenaga :
Tiap kapal yang digerakkan dengan “mesin”.
ATURAN. 3
DEFINISI - DEFINISI
Kapal Layar :
Setiap kapal yang digerakkan dgn “bantuan layar”,
dengan ketentuan jika dilengkapi dengan mesin,
“mesinnya” tidak dipakai.
Sedang menangkap ikan :
Tiap kapal sedang menangkap ikan dengan
jaring, lines, jaring dogol / alat penangkap ikan
lain yang membatasi kemampuan olah
geraknya, tetapi tidak termasuk sebuah kapal
yang menangkap ikan dengan pancing / alat
penangkap ikan yang lain yang tidak
membatasi kemampuan olah geraknya.
Pesawat Terbang Laut :
Pesawat terbang yang “dirancang untuk mengolah
gerak di air”.
yang “tidak terkendali”.
Kapal
( NUC/Not Under Command) :
Kapal yang karena “sesuatu keadaan istimewa”,
tidak mampu untuk mengolah gerak seperti yang
diisyaratkan oleh aturan2 dan karenannya “tidak
mampu menyimpangi kapal lain” .
yang “Tidak terkendali”.
Contoh-Kapal2
(Kapal2 NUC/Not Under Command) :
Misalnya : - Kapal yg mengalami rusak mesin.
- Kapal yg hilang propelernya.
- Kapal yg hilang kemudi nya.
- Kapal yg terbakar Kmr mesin/Anjungan,
sehingga “tidak mampu olah gerak”.
KAPAL YANG TERBATAS KEMAMPUAN OLAH GERAKNYA
( Restricred Ability Manouevre/RAM ) :
Kapal yg karena “sifat pekerjaannya”,mengakibatkan
kemampuan untuk mengolah geraknya seperti
diisyaratkan oleh aturan2 ini,menjadi terbatas dan
karenanya tidak mampu menyimpangi kapal lain .
Contoh-Kapal2 yang “Terbatas kemampuan
olah geraknya” ( R A M ) adalah sbb :
Memasang, merawat/mengangkat rambu navigasi,kabel
laut/pipa laut.
Mengeruk,meneliti/melakukan kegiatan dalam air.
Menambah/memindahkan orang,perbekalan/muatan
sementara berlayar.
Meluncurkan/melandaskan pesawat terbang.
Melakukan kegiatan menyapu ranjau.
Menunda sedemikian rupa sehingga membuatnya tidak
mampu menyimpang dari haluannya.
Contoh
KAPAL YANG “TERBATAS KEMAMPUAN OLAH GERAKNYA”:
( KAPAL TUNDA YG SEDANG MENGGANDENG TONGKANG ) :
Contoh
KAPAL YANG TERBATAS KEMAMPUAN OLAH GERAKNYA:
( KAPAL YANG SEDANG BEKERJA PENGERUKAN ) :
Contoh
KAPAL YANG “TERBATAS KEMAMPUAN OLAH GERAKNYA”:
( KAPAL YG SEDANG MENGERJAKAN KABEL DIBAWAH LAUT ) :
Contoh
KAPAL YANG “TERBATAS KEMAMPUAN OLAH GERAKNYA”:
( KPL INDUK SEDANG MENDARATKAN PESAWAT/HELIKOPTER) .
Contoh
KAPAL YANG “TERBATAS KEMAMPUAN OLAH GERAKNYA”:
( KAPAL “PENYAPU RANJAU” ( MINES SWEEPING ) :
Contoh
KAPAL YANG “TERBATAS KEMAMPUAN OLAH GERAKNYA”:
( KAPAL “PENYAPU RANJAU” ( MINES SWEEPING ) :
Kapal yang “Terkekang oleh saratnya” :
( Constraint By Draft/CBD ) :
Kapal tenaga yang oleh “sarat/draft nya” sehubungan
dengan “kedalaman air yang ada” menyebabkan
“kemampuannya sangat terbatas” untuk menyimpang
dari haluan yang diikutinya.
Kapal yang “Terkekang oleh syaratnya” :
Kpl yang “terkekang oleh saratnya” (CBD):
Berlayar ( Underway ) :
- Tidak berlabuh,
- Tidak diikat pada daratan/tidak sandar,
- Tidak kandas.
Panjang dan Lebar :
Sebuah kapal berarti panjang
seluruhnya dan lebar terbesar.
Panjang dan Lebar :
Sebuah kapal berarti panjang
seluruhnya dan lebar terbesar.
Kapal2 harus dianggap “saling melihat” satu sama lain :
Apabila yang satu dapat dilihat dengan visual oleh kapal
lainnya.
Tampak terbatas :
Setiap keadaan dimana penglihatan/daya tampaknya
dibatasi oleh kabut,halimun,hujan salju,hujan badai,badai
pasir atau setiap sebab lain yang serupa dengan itu.
THIS TOPIC WAS PREPARED
& CREATED BY [Link].
JAKARTA : 2021.
# USAHA TIDAK AKAN
MENGHIANATI HASIL #