0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan33 halaman

Modul Phython Umi

Dokumen ini adalah tutorial belajar bahasa pemrograman Python yang mencakup pengertian, sejarah, dan keunggulan Python sebagai bahasa pemrograman yang mudah dipelajari dan digunakan. Tutorial ini juga menjelaskan cara mendownload, menginstall, dan menjalankan kode program Python baik dari command prompt maupun menggunakan IDLE. Dengan berbagai keunggulan dan kemudahan yang ditawarkan, Python menjadi pilihan yang baik bagi pemula dalam belajar pemrograman.

Diunggah oleh

Umi Kalsum
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan33 halaman

Modul Phython Umi

Dokumen ini adalah tutorial belajar bahasa pemrograman Python yang mencakup pengertian, sejarah, dan keunggulan Python sebagai bahasa pemrograman yang mudah dipelajari dan digunakan. Tutorial ini juga menjelaskan cara mendownload, menginstall, dan menjalankan kode program Python baik dari command prompt maupun menggunakan IDLE. Dengan berbagai keunggulan dan kemudahan yang ditawarkan, Python menjadi pilihan yang baik bagi pemula dalam belajar pemrograman.

Diunggah oleh

Umi Kalsum
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tutorial Belajar Python Part 1:

Pengertian Bahasa Pemrograman


Python
Dalam tutorial pertama belajar pemrograman python di Duniailkom ini
kita akan berkenalan dengan bahasa Python, mulai dari pengertian
bahasa pemrograman python, sejarah singkat, serta apa keunggulan dan
alasan kita belajar bahasa Python.

Mengapa Harus Belajar Bahasa Python?


Jika ada yang bertanya "Apa bahasa pemrograman yang sebaiknya
dipelajari pertama kali?" Biasanya saya akan jawab: Pascal. Alasannya
karena bahasa pascal terstruktur serta banyak menggunakan perintah
dalam bahasa inggris sehari-hari seperti begin, end, for do, for down
to do, dst.
Namun penggunaan Pascal di luar bidang akademik sudah sangat jarang.
Hanya ada 2 aplikasi modern yang cukup populer berbasis dari bahasa
Pascal, yakni Delphi dan Lazarus. Keduanya dipakai untuk membuat
aplikasi desktop yang juga harus bersaing dengan Visual Studio buatan
Microsoft. Akibatnya tidak heran sangat jarang lowongan pekerjaan dalam
bahasa Pascal.
Pilihan bahasa dasar lain adalah C atau C++. Duo sejoli bahasa
pemrograman ini sudah sangat matang dan menjadi dasar dari mayoritas
bahasa pemrograman yang lebih modern
seperti Java, PHP dan JavaScript. Bahasa C dan C++ juga banyak
dipakai dalam berbagai bidang, mulai dari sistem operasi hingga
pembuatan game.
Namun perintah bahasa C atau C++ lumayan rumit karena banyak
melibatkan simbol-simbol seperti tanda kurung kurawal { }, %c, %d,
serta perintah dengan kata-kata abstrak seperti void, cin atau cout.
Sekarang muncul alternatif ketiga: Python. Bahasa pemrograman ini bisa
dibilang mengawinkan fitur terbaik yang ada di Pascal, C dan C++.
Perintah bahasa Python mudah, rapi dan sederhana seperti di Pascal,
bahkan dalam beberapa aspek jauh lebih baik.
Dan tidak seperti Pascal, implementasi modern dari bahasa Python juga
sangat beragam dan terus berkembang. Kita bisa memakai Python untuk
membuat web (Django), keperluan data science (NumPy), data mining
(Scikit-Learn), deep learning (PyTorch), hingga machine learning
(TensorFlow). Dalam bidang scientist atau penelitian, bahasa Python
sangat menjanjikan.

Pengertian Bahasa Pemrograman Python


Mengutip wikipedia, Bahasa Pemrograman Python adalah interpreted
high-level programming language for general-purpose programming.
Terjemahan bebasnya: Python adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi
(high-level programming language), berjalan dengan sistem interpreted,
dan bisa dipakai untuk berbagai jenis tujuan (general-purpose).
Sebutan bahasa pemrograman tingkat tinggi merujuk level kedekatan
sebuah bahasa pemrograman ke kode-kode listrik yang dipakai komputer.
Sebuah bahasa pemrograman disebut sebagai bahasa pemrograman
tingkat tinggi (high-level programming language) karena perintah atau
kode program yang dipakai sudah mirip dengan bahasa manusia (bahasa
inggris).
Hampir semua bahasa pemrograman modern masuk ke dalam bahasa
tingkat tinggi, diantaranya Pascal, C++, Java, PHP, JavaScript dan
juga Python. Bahasa C masih sering disebut bahasa pemrograman
tingkat menengah karena sebagian perintahnya bisa langsung
mengakses hardware komputer, namun karena hal ini juga bahasa C
sedikit lebih rumit untuk dipelajari.
Python menggunakan metode pemrosesan interpreted, dimana kode
program akan diproses baris per baris langsung dari kode program (tidak
butuh proses compile). Ini mirip seperti bahasa script
seperti PHP dan JavaScript.
Sejarah Singkat Python
Bahasa pemrograman Python dirilis pertama kali oleh Guido van
Rossum di tahun 1991, yang sudah dikembangkan sejak tahun 1989.
Awal pemilihan nama Python tidak secara langsung berasal dari nama
ular piton, tapi sebuah acara humor di BBC pada era 1980an dengan judul
"Monty Python's Flying Circus". Monty Python adalah kelompok lawak
yang membawakan acara tersebut. Kebetulan Guido van
Rossum adalah penggemar dari acara ini.
Pada tahun 1994, Python 1.0 dirilis, yang diikuti dengan Python
2.0 pada tahun 2000. Python 3.0 keluar pada tahun 2008.
Saat tutorial ini ditulis, versi terakhir Python adalah Python 3.7 yang
baru saja di rilis Juni 2018. Web resmi python berada di [Link].
Keunggulan Bahasa Pemrograman Python
Jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain, berikut keunggulan
dari bahasa pemrograman Python dan alasan kenapa harus belajar
bahasa Python:

 Mudah dipelajari. Bahasa pemrograman python memiliki sedikit


keyword dan struktur yang sederhana sehingga mudah dipelajari
bagi pemula.
 Mudah di baca. Python mengharuskan penggunaan spasi untuk
"menjorokkan" blok kode program (indentation), sehingga kode yang
ditulis lebih rapi. Dalam bahasa pemrograman lain, indentation ini
tidak diwajibkan.
 Perintah yang lebih singkat. Kode program yang dipakai python
jauh lebih singkat dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain
untuk menyelesaikan masalah yang sama.
 Cross-platform. Python bisa dipakai di berbagai sistem operasi,
termasuk Windows, UNIX, Linux, Mac OS, dll. Dalam mayoritas
penggunaan, kode program yang ditulis tidak perlu diubah agar bisa
berjalan di sistem operasi yang berbeda.
 Mendukung multi-paradigma. Python bisa ditulis dengan kode
program prosedural maupun pemrograman object (OOP).
 Memiliki banyak library. Library adalah sebutan untuk kode
program tambahan untuk hal-hal khusus. Berdasarkan web [Link],
python memiliki lebih dari 140.000 library atau packages.
 Gratis. Python dikembangkan sebagai project open source dan bisa
digunakan siapa saja secara gratis
Dengan berbagai keunggulan tersebut, tidak ada salahnya anda
mempersiapkan diri dan menambah skill bahasa pengetahuan bahasa
Python.

utorial Belajar Python Part 2: Cara


Mendownload dan Menginstall
Python
Agar bisa menjalankan kode program Python, kita perlu menginstall
Python Interpreter, atau boleh disebut sebagai aplikasi Python. Dalam
tutorial kali ini akan dibahas tentang Cara Mendownload dan Menginstall
Python.
Cara Mendownload Python
Agar kode program yang ditulis dalam bahasa Python bisa diproses
menjadi aplikasi komputer, kita butuh sebuah Python Interpreter.
Python interpreter inilah yang akan membaca satu persatu perintah
dalam bahasa Python dan memprosesnya menjadi kode-kode yang bisa
dipahami komputer.
File Python interpreter bisa di download dari web resmi Python
di [Link]. Silahkan buka alamat tersebut lalu klik menu
"Download" (1).

Di halaman Download, website Python bisa mendeteksi sistem operasi


yang kita gunakan. Karena saya menggunakan Windows, maka akan
muncul judul "Download the latest version for Windows", yang
diikuti dengan tombol "Download Python 3.7.0" (2).
Silahkan klik tombol ini dan proses download akan berlangsung.
File [Link] yang saya download berukuran sekitar 24,3 MB.
Ketika tutorial ini ditulis, versi terakhir Python adalah 3.7.0. Sangat
mungkin versi yang anda temukan sudah lebih update, tapi selama belum
sampai ke Python 4, tidak akan ada banyak perbedaan. Dan kalaupun
Python 4 nanti di rilis, kemungkinan besar kode program dasarnya masih
tetap sama dengan tutorial Python di Duniailkom ini.
Jika anda menggunakan sistem operasi lain seperti Linux, atau Mac OS,
aplikasi python juga tersedia. Namun dalam tutorial ini saya akan
membahas cara instalasi python di Windows saja.

Sedikit catatan, Python versi 3.5 ke atas (termasuk Python 3.7) tidak bisa
dipakai di Windows XP. Jika anda masih menggunakan Windows XP,
silahkan pilih Python 3.5 ke bawah.

Cara Instalasi Python


Setelah file Python berhasil di download, kita bisa masuk ke proses
instalasi. Klik dua kali file [Link].

Selanjutnya akan tampil jendela awal instalasi Python seperti gambar


dibawah ini:
Centang pilihan "Add Python 3.7 to PATH" di bagian bawah jendela (1).
Ini berguna agar python interpreter bisa diakses dari lokasi mana saja.
Setelah itu klik tombol "Install Now" (2). Proses instalasi akan
berlangsung beberapa saat.
Setelah selesai, akan tampil jendela "Setup was successful". Langsung
saja klik tombol "Close".
Di bagian bawah jendela ini sebenarnya terdapat pilihan untuk
mematikan fitur Windows: "Disable path length limit". Saya memilih
untuk tidak mengaktifkannya karena batasan ini kadang berguna saat
membuat aplikasi Desktop. Jika ini diaktifkan, program yang kita buat bisa
bermasalah di komputer lain yang memiliki setingan path length limit.
Selanjutnya periksa di bagian Menu Windows, lalu cari Python 3.7. Anda
akan mendapati 4 file dalam menu ini:

 IDLE (Python 3.7)


 Python 3.7
 Python 3.7 Manual
 Python 3.7 Module Docs

Tutorial Belajar Python Part 3:


Cara Menjalankan Kode Program
Python
Dalam tutorial belajar bahasa pemrograman Python sebelumnya, kita
telah menginstall aplikasi Python Interpreter. Kali ini kita akan test
dengan menjalankan kode program python untuk menguji apakah python
sudah terinstall secara sempurna atau belum.
Cara Menjalankan Kode Python dari cmd
Windows
Cara pertama untuk menguji dan menjalankan kode Python adalah
dari cmd Windows, yakni aplikasi command prompt bawaan sistem
operasi Windows. Dalam sistem operasi lain seperti Linux ini dikenal juga
sebagai terminal atau shell.
Untuk membuka aplikasi cmd di Windows 7, cari menu Run, lalu
ketik [Link]. Untuk pengguna Windows 8 dan 10, klik icon kaca
pembesar di sebelah logo Windows (1) lalu ketik cmd (2) dan
tekan Enter (3).

Akan tampil jendela cmd Windows yang sangat menarik. Untuk uji coba
python, ketik "python" (tanpa tanda kutip). Jika python sudah terinstall,
akan tampil teks berikut:
Selamat, artinya python sudah sukses berjalan.
Mari kita test ketik beberapa perintah python: print("Hello Indonesia"),
lalu tekan tombol enter, hasilnya tampil teks "Hello Indonesia".
Perintah lain, ketik 5 ** 3 lalu tekan tombol enter, hasilnya akan tampil
angka 125.

Dua perintah di atas adalah kode program python. Begitu selesai


mengetik kode dan menekan tombol enter, python interpreter akan
langsung memproses baris tersebut dan menampilkan hasilnya.

Selama di sisi kiri cmd Windows terdapat tanda lebih besar tiga kali
(>>>), maka artinya kita sedang berada di dalam python interpreter.
Apapun yang diketik akan di proses oleh Python. Inilah cara paling praktis
untuk menjalankan kode-kode Python.

Untuk keluar dari python interpreter, ketik perintah quit() atau exit().
Jika ternyata anda tidak bisa menjalankan python dan tampil pesan
error "'python' is not recognized as an internal or external command,
operable program or batch file". Maka bisa jadi Python gagal diinstal atau
anda tidak mencentang pilihan "Add Python 3.7 to PATH" sewaktu proses
instalasi Python.

Cara Menjalankan Python dari Menu


Windows
Alternatif lain untuk menjalankan Python adalah dari menu Windows.
Caranya cari Python 3.7 (32 bit) dari Menu Windows. Atau klik icon
kaca pembesar di sebelah logo Windows lalu ketik "python".
Akan muncul tampilan yang mirip seperti cmd Windows sebelumnya, namun
kali ini sudah langsung berada di dalam Python Interpreter.
Sama seperti sebelumnya, kita bisa test dengan mengetik beberapa perintah
Python:

Jika diketik perintah exit() atau quit(), aplikasi Python akan langsung
tertutup.
Menjalankan Python dari cmd dan Python Interpreter seperti ini cocok
untuk menjalankan kode Python yang singkat dan hanya terdiri dari 1
baris. Untuk menulis kode program yang panjang, kita bisa menulis
sebuah file python atau python script. Inilah yang akan dibahas dalam
tutorial berikutnya: Cara Menjalankan File Python dari CMD.

Tutorial Belajar Python Part 4:


Cara Menjalankan File Python dari
CMD
Pada tutorial belajar Python di Duniailkom sebelumnya kita telah
membahas cara menjalankan kode program Python dari cmd Windows
dan Python Interpreter. Namun kode program tersebut hanya 1 baris saja.
Kali ini kita akan bahas cara menjalankan file kode program python atau
disebut juga sebagai python script.

Interactive Mode dan Script Mode Python


Karena Python di proses oleh interpreter, kita bisa menulis kode program
Python baris per baris seperti yang sudah di praktekkan dalam tutorial
sebelumnya. Cara ini dikenal juga sebagai interactive
mode atau immediate mode, dimana setiap perintah akan langsung di
proses begitu tombol Enter ditekan. Interactive mode python sangat
praktis dan cocok dipakai untuk kode program python yang singkat.

Namun tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan 1 baris kode saja.
Karena itulah python memiliki mode kedua, yakni script mode. Di sini
kode python akan diproses seperti kebanyakan bahasa pemrograman
lain. Kita membuat sebuah file terlebih dahulu, mengetik beberapa (atau
ratusan) baris kode program, menyimpannya dan menjalankan file
tersebut.

Membuat File Kode Program Python


File kode program python pada dasarnya adalah sebuah file teks biasa
dengan akhiran atau extension .py. Mari kita buat prakteknya.
Agar lebih rapi, saya akan siapkan sebuah folder belajar_python di
drive D. Di dalam folder inilah file python akan disimpan. Silahkan anda
buat sebentar folder ini.
Kemudian, buka aplikasi Notepad bawaan Windows dan ketik program
berikut:

Simpan file tersebut di dalam folder D:\belajar_python\ dengan


nama [Link].
Pada saat menyimpan file, pastikan memilih "All Files (*.*)" di
kolom "Save as type". Jika tidak, besar kemungkinan nama file yang
tersimpan menjadi [Link].
Apabila extensionnya sesuai, file [Link] di Windows Explorer akan
memiliki icon python.

Menjalankan File Kode Program Python


Sekarang saatnya menjalankan file kode program Python yang tersimpan di
dalam file [Link]. Caranya, buka cmd Windows lalu pindah posisi directory
ke folder D:\belajar_python.
Tergantung dari mana anda membuka aplikasi cmd, alamat directory aktif
bisa berbeda-beda. Untuk pindah ke folder D:\belajar_python\ ketik
perintah "D:", tekan Enter, lalu ketik "cd belajar_python" dan tekan Enter.
Jika perintahnya benar, teks awalan cmd sudah berubah jadi D:\
belajar_python>, yang artinya kita sudah berada di dalam folder D:\
belajar_python\.
Untuk memastikan file [Link] ada di dalam folder ini, ketik lagi perintah
"dir", lalu tekan Enter. Jika muncul nama file [Link] berarti semuanya
sudah sesuai. Namun jika yang tampil adalah [Link], maka anda
harus mengubah nama file menjadi [Link] dari Windows Explorer.

Sekarang tiba saatnya untuk menjalankan file kode program python,


caranya ketik perintah "python", lalu diikuti dengan nama file. Dalam
contoh kita, nama file tersebut adalah "[Link]" sehingga perintahnya
adalah "python [Link]" (tanpa tanda kutip).
Jika anda melihat tampilan di atas, selamat! artinya kode program
python yang ditulis di dalam file [Link] sudah sukses berjalan.
Seandainya kita perlu mengubah atau menambah kode python, tinggal
edit file [Link], save, dan jalankan kembali dengan kode yang sama,
yakni "python [Link]". Atau anda bisa membuat file baru,
misalnya "[Link]", menulis beberapa baris kode python
seperti print("Nama saya Andi"), save, lalu jalankan dengan
perintah "python [Link]".
Inilah cara menjalankan file kode program Python menggunakan cmd
Windows, sangat mudah dan sederhana. Namun untuk menulis kode
program Python yang cukup panjang, aplikasi Notepad kurang memadai
(meskipun bisa).

Jika anda pernah belajar bahasa pemrograman lain, besar kemungkinan


sudah memiliki text editor sendiri seperti Notepad++, Sublime
Text, Atom atau VS Code. Text editor ini juga bisa dipakai untuk
mengetik kode-kode Python yang jauh lebih nyaman dibandingkan
Notepad bawaan Windows.
Alternatif lain, kita bisa memakai Integrated Development and Learning
Environment (IDLE) Python. Inilah yang akan kita bahas dalam tutorial
belajar bahasa pemrograman Python Duniailkom berikutnya: Cara
Menjalankan Kode Python dengan IDLE.

Tutorial Belajar Python Part 5:


Cara Menjalankan Python dari
IDLE
Menjalankan kode program python secara manual dari cmd Windows
memang cukup mudah. Namun ada alternatif yang lebih baik, yakni
menggunakan IDLE bawaan Python.
Apa itu IDLE? dan bagaimana cara menggunakan IDLE? Kita akan bahas
dalam tutorial belajar bahasa pemrograman python kali ini: Cara
Menjalankan Python dari IDLE.

Pengertian IDLE Python


IDLE adalah singkatan dari Integrated Development and Learning
Environment. Dalam pengertian sederhana, IDLE Python tidak lain
adalah teks editor bawaan Python. Ketika kita menginstall Python, IDLE
sudah langsung terinstall secara otomatis.
Untuk membukanya, silahkan pilih menu Python di start menu, lalu
cari IDLE (Python 3.7 32-bit).

Menggunakan IDLE, kita bisa menjalankan kode Python dalam interactive


mode maupun script mode.
Menjalankan Kode Python dari IDLE
(interactive mode)
Tampilan awal IDLE mirip seperti interactive mode python seperti yang
pernah kita bahas dalam tutorial Cara Menjalankan Kode Program Python,
namun kali ini dengan warna background putih, bukan hitam seperti cmd
Windows.
Cursor ">>>" menandakan kita bisa langsung mengetik kode program
Python. Anda bisa coba mengetik beberapa perintah dan kode Python
langsung di proses.

Menjalankan File Python dari IDLE (script


mode)
Keunggulan IDLE Python adalah kita bisa membuat sebuah file kode
python dan langsung menjalankannya (script mode).
Caranya, buat file teks baru dari menu File -> New File. Sesaat
kemudian akan tampil teks editor yang mirip seperti Notepad. Mari kita
ketik beberapa perintah python yang sama seperti tutorial sebelumnya:
Lalu simpan file dengan cara pilih menu File -> Save As atau bisa juga
dengan menekan tombol CTRL+S. Kita bisa menyimpan file ini dimana
saja, namun agar lebih rapi saya akan menyimpannya di D:\
belajar_python\ dengan nama file hello_world.py. Folder ini sudah kita
buat dalam tutorial sebelumnya.
Untuk menjalankan kode python, pilih menu Run -> Run Module, atau
bisa juga tekan tombol F5.

Hasil dari file python ini akan tampil di jendela awal IDLE Python.
Inilah cara menjalankan file Python dari IDLE. Jika kita butuh mengedit
atau menambahkan perintah lain, cukup kembali ke teks editor, save, dan
tekan tombol F5.

Alternatif Editor Python


Sepanjang tutorial belajar bahasa pemrograman Python di website
Duniailkom ini, saya akan menggunakan cara diatas, yakni dari IDLE.
Meskipun sederhana, IDLE bawaan Python sudah cukup bagi kita dalam
menjalankan perintah-perintah dasar Python.
Namun jika anda berencana membuat project besar dengan Python,
terdapat pilihan editor lain dengan fitur yang lebih "wah". Yang paling
terkenal adalah PyCharm. PyCharm adalah IDE khusus Python tersedia
dalam versi berbayar dan gratis.
Pilihan lain adalah Anaconda, yang merupakan editor Python dengan
tampilan web-based. Anaconda banyak dipakai untuk project Python yang
berhubungan dengan data science.
Jika anda sudah "malang melintang" di dunia programming, bisa juga
menggunakan teks editor universal seperti Notepad++, Atom atau VS
Code. Namun perlu menginstall beberapa plugin tambahan agar lebih
nyaman mengetik kode-kode Python.

Dalam tutorial kali ini kita telah membahas cara penggunaan IDLE
Python. IDLE sangat praktis, sederhana dan mudah digunakan. Terlebih
IDLE sudah terinstall langsung dan tinggal pakai.
Tutorial kali ini juga menutup materi singkat tentang pengertian dan cara
instalasi Python. Selanjutnya kita akan ke materi kode program python
yang dimulai dari Aturan Dasar Penulisan Kode Program Python.

Tutorial Belajar Python Part 6:


Aturan Dasar Penulisan Kode
Program Python
Setelah aplikasi atau interpreter Python sudah tersedia dan bisa
dijalankan, kita sudah bisa fokus membahas kode program Python itu
sendiri, yang diawali dengan Aturan Dasar Penulisan Kode Program
Python.

Struktur Kode Program Python


Python termasuk bahasa pemrograman yang sangat minimalis. Kita
tidak butuh membuat struktur program apapun. Ini sering dijadikan
"meme" di internet untuk menunjukkan betapa mudahnya membuat kode
program dalam bahasa Python.
Sebagai contoh, berikut kode program dalam bahasa C untuk
menampilkan teks "Hello World":
Berikut kode program dalam bahasa Pascal untuk menampilkan teks
"Hello World":

Dan berikut kode program dalam bahasa Python untuk menampilkan teks
"Hello World":

Yup, hanya satu baris saja. Dan dari kode program ini bisa disimpulkan
bahwa print adalah perintah Python untuk menampilkan teks ke layar.
Sangat sederhana.

Statement Terminator
Selain tidak butuh struktur dasar, bahasa Python juga tidak perlu tanda
titik koma ( ; ) di akhir setiap perintah sebagaimana yang sering
ditemukan dalam bahasa pemrograman lain.

Secara teknis, Python menggunakan karakter new line sebagai pemisah


perintah. Karakter newline ini tidak lain adalah penanda pindah baris
yang kita buat dengan cara menekan tombol Enter. Berikut contoh kode
program Python dengan 4 baris perintah:
Selama tiap perintah berada dalam baris yang berlainan, itu sudah cukup.

Meskipun begitu, Python tidak protes seandainya kita tetap ingin


menambah tanda titik dua di akhir setiap perintah:

Tanda titik koma ini menjadi harus ditulis jika kita ingin menulis beberapa
perintah dalam 1 baris kode program:

Namun penulisan seperti ini tidak disarankan karena susah bagi kita
untuk membacanya. Sebaiknya tempatkan 1 perintah dalam satu baris
saja.

Perbedaan Huruf Besar / Kecil dalam


Bahasa Python
Bahasa Python menganut aturan penulisan case sensitif, yang artinya
huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Perintah print tidak bisa ditulis
menjadi Print atau PRINT. Ini berlaku untuk perintah-perintah lain
seperti variabel dan keyword.
Berikut tampilan pesan error di Python ketika saya menulis
perintah Print (dengan awalan huruf "P" besar):
Indentations
Dalam bahasa Indonesia, indentations bisa di translate
sebagai indentasi. Bahasa bebasnya, indentasi adalah menggeser atau
"menjorokkan" beberapa baris kode program ke arah dalam.
Biasanya indentasi dipakai untuk sekedar memudahkan pembacaan kode
program, namun dalam Python, indentasi berfungsi sebagai penanda blok
kode program.

Perhatikan kode program berikut ini:

Hasil kode program Python:


Maksud dari kode program ini boleh diabaikan terlebih dahulu karena
akan kita bahas secara bertahap dalam tutorial-tutorial berikutnya.

Tetapi perhatikan spasi di awal baris mulai dari baris ke 2 sampai ke 4.


Inilah yang disebut dengan indentasi. Dalam bahasa pemrograman lain,
indentasi ini hanya sebatas "pemanis" untuk mempermudah pembacaan
kode program, tanpa tambahan spasi di awal pun kode program tetap
berjalan sebagaimana mestinya.
Namun dalam bahasa Python, spasi di awal baris memiliki makna untuk
membuat blok kode program. Jika indentasi di hapus, kode Python bisa
menghasilkan error.
Kode diatas menghasilkan error karena saya menghapus spasi di awal
baris kedua.

Lebih jauh tentang indentasi dan blok kode program akan kita bahas pada
saat masuk ke kondisi if dan perulangan. Untuk saat ini yang perlu
dipahami adalah, spasi di awal kode program sangat penting di dalam
Python.

Comments
Dalam programming, comments atau baris komentar adalah istilah
untuk menyebut keterangan tambahan. Comment ini ibarat notes atau
catatan yang biasa dipakai untuk menulis maksud dari kode
tersebut. Comment tidak akan diproses oleh interpreter Python.
Untuk project yang besar dan melibatkan banyak programmer, comment
akan mempermudah programmer lain untuk memahami maksud dari
kode yang kita tulis.

Untuk membuat comment di dalam Python, awali sebuah baris dengan


tanda hash atau tanda pagar ( # ), seperti contoh berikut:
Terlihat di baris 4 bahwa comment juga bisa berada di pertengahan baris.
Mulai dari karakter hash hingga akhir baris tidak akan diproses oleh
interpreter Python.

Dalam tutorial ini kita telah membahas secara singkat apa saja aturan
dasar dari bahasa pemrograman Python. Diantaranya tentang struktur
kode program, statement terminator, penggunaan huruf besar atau kecil,
indentasi, dan comment.

Tutorial Belajar Python Part 7:


Cara Pembuatan Variabel Bahasa
Python
Pengertian Variabel
Di dalam dunia pemrograman, variabel adalah 'penanda' identitas yang
digunakan untuk menampung suatu nilai. Nilai tersebut dapat diubah
sepanjang kode program. Bisa diibaratkan bahwa variabel ini seperti
lemari penyimpanan yang bisa diisi dengan berbagai data, dan isi lemari
bisa ditukar jika diperlukan.
Secara teknis, variabel merujuk kepada suatu alamat di memory
komputer. Setiap variabel memiliki nama yang dipakai sebagai identitas
untuk variabel tersebut.

Cara Pembuatan Variabel dalam Bahasa


Python
Kesederhanaan kembali terlihat di dalam bahasa Python, dimana kita
tidak perlu mendeklarasikan variabel untuk bisa menggunakannya.

Dalam bahasa Python, variabel bisa langsung ditulis pada saat akan
digunakan. Untuk memberi nilai ke dalam sebuah variabel, gunakan
tanda sama dengan ( = ), seperti contoh berikut:
Di baris pertama, saya membuat variabel dengan nama website dan
memberinya nilai "Duniailkom". Di baris kedua saya membuat
variabel nilai dan mengisinya dengan angka 20000. Di baris ketiga saya
membuat variabel sukses dan menginput nilai True.
Operasi pemberian nilai ke dalam sebuah variabel ini disebut juga
sebagai operasi assignment, dan berlangsung dari kanan ke kiri.
Maksudnya, kode website = "Duniailkom" adalah proses pemberian
nilai "Duniailkom" ke dalam variabel website.
Cara Menampilkan Variabel dalam Bahasa
Python
Untuk menampilkan variabel dalam bahasa Python, kita bisa
menggunakan perintah print, lalu menulis nama variabel di dalam tanda
kurung seperti contoh berikut:
Dalam kode ini saya membuat 3 buah variabel, mengisinya dengan
sebuah nilai, dan menampilkannya menggunakan perintah print.

Mengubah Nilai Variabel dalam Bahasa


Python
Sepanjang penulisan program, nilai dari sebuah variabel bisa ditimpa
dengan nilai lain. Berikut contohnya:

Disini saya membuat variabel website yang nilai awalnya berupa


teks "Duniailkom", lalu ditimpa menjadi "Python" di baris ketiga, dan
kembali ditimpa menjadi "Google" di baris kelima.
Variabel di dalam Python tidak terbatas untuk dalam satu tipe saja.
Sebuah variabel bisa diisi dengan berbagai tipe data, mulai dari teks
(string), angka (number), dan berbagai tipe data lain. Berikut
percobaannya:
Kali ini saya membuat sebuah variabel foo yang diisi teks "Belajar
Python di Duniailkom" (baris 1). Kemudian nilai variabel foo ditimpa
dengan angka 350.25 (baris 3). Terakhir nilai variabel foo kembali
ditimpa menjadi False (baris 5).
Sepanjang kode program di atas, isi variabel foo sudah berubah dari tipe
data string (teks), number (angka) dan boolean (True / False). Semua
ini bisa dilakukan pada bahasa pemrograman Python.
Dalam bahasa pemrograman dasar lain seperti Pascal, C dan C++,
setiap variabel harus di deklarasikan akan bertipe apa dan hanya bisa
diisi dengan tipe data tersebut sepanjang kode program (tidak bisa
ditimpa antar tipe data). Dalam ketiga bahasa ini, jika
variabel foo didefinisikan sebagai variabel angka (integer), maka hanya
bisa diisi angka saja, tidak bisa diisi dengan teks (string) atau tipe data
lain.
Aturan Penamaan Variabel dalam Bahasa
Python
Dalam bahasa pemrograman, terdapat beberapa aturan pembuatan
nama variabel, dan ini juga berlaku di dalam bahasa pemrograman
Python:

 Variabel bisa terdiri dari huruf, angka dan karakter underscore /


garis bawah ( _ ).
 Karakter pertama dari variabel hanya boleh berupa huruf dan
underscore ( _ ), tidak bisa berupa angka. Namun variabel yang
diawali dengan karakter underscore bisa bermakna khusus di dalam
Python.
 Variabel harus selain dari keyword. Sebagai contoh, kita tidak bisa
memakai kata continue sebagai nama variabel,
karena continue merupakan keyword atau perintah khusus dalam
bahasa Python.
Secara teknis, aturan penamaan variabel merujuk ke aturan
penamaan identifier. Identifier adalah sebutan untuk "nama sesuatu"
yang ditulis oleh programmer. Dan aturan di atas tidak hanya berlaku
untuk nama variabel saja, tapi juga untuk nama function, nama class,
nama object yang semuanya termasuk identifier.

Konstanta Dalam Bahasa Python?


Yang cukup unik, bahasa Python tidak mengenal adanya konstanta,
yakni variabel yang nilainya tidak bisa diubah sepanjang kode program.
Untuk mengatasi hal ini, kesepakatan programmer Python adalah dengan
membuat nama variabel dalam huruf besar untuk menandakan sebuah
konstanta, seperti kode program berikut:

Sebenarnya ini tidak lain membuat 3 buah variabel. Hanya saja karena
nama variabel ini ditulis dalam huruf besar semua, sebagian besar
programmer Python akan menganggapnya sebagai konstanta.
[Link]

Anda mungkin juga menyukai