Modul Coding KLS 7
Modul Coding KLS 7
Koding adalah cara kita memberi instruksi kepada komputer menggunakan bahasa
khusus yang disebut bahasa pemrograman.
Menyalakan lampu
Menggambar bentuk
Bermain game
Menghitung angka
1
Bagaimana AI Bekerja?
Contohnya:
Kalau kamu sering menonton video tentang hewan, YouTube akan merekomendasikan video
serupa. Itu kerja AI!
Jenis AI Sederhana:
Koding adalah proses menulis perintah atau instruksi kepada komputer menggunakan
bahasa khusus yang disebut bahasa pemrograman, agar komputer bisa melakukan sesuatu.
Contoh: Menulis kode untuk membuat komputer menampilkan tulisan "Halo, Dunia!"
Merancang program
Menulis kode (koding)
Menguji (testing)
Memperbaiki kesalahan (debugging)
Sehingga komputer atau perangkat lunak bisa berjalan sesuai yang kita inginkan.
2
Perbedaan Koding dan Pemrograman:
Koding
Menulis baris kode
Bagian dari pemrograman
Fokus pada penulisan sintaks
Pemrograman
Proses lengkap membuat program
Ilustrasi sederhana:
Jika membuat roti itu seperti membuat program, maka koding adalah kegiatan mencampur
dan memanggang bahan-bahannya, sedangkan pemrograman adalah merancang resep,
menyiapkan bahan, dan membuat roti dari awal sampai jadi.
Berpikir Komputasional
Berpikir komputasional, seperti yang didefinisikan oleh Wing (2006), disajikan sebagai
keterampilan dan pola pikir dasar yang tidak terbatas pada ilmuwan komputer tetapi dapat diterapkan
secara universal.
3
Proses berpikir komputasional dapat dibagi menjadi empat pilar:
1. Dekomposisi, yaitu proses memecah masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih
kecil dan lebih dapat dikelola. Ini memungkinkan pendekatan yang lebih sistematis dalam
memecahkan masalah.
2. Pengenalan pola, yaitu proses identifikasi pola atau kesamaan yang berulang dalam data atau
di berbagai masalah. Mengenali pola-pola ini dapat mengarah pada penerapan solusi yang serupa
dalam berbagai konteks.
3. Abstraksi, adalah proses menyaring informasi yang tidak perlu dan fokus pada detail yang
relevan yang penting untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Ini memungkinkan pendekatan
yang lebih efisien dan terarah.
4. Algoritma, melibatkan pengembangan urutan instruksi yang logis dan bertahap untuk
mencapai solusi. Ini menekankan pendekatan terstruktur dan metodis dalam memecahkan
masalah.
Koding dan pemrograman adalah dua istilah yang saling terkait, namun keduanya memiliki
perbedaan sesuai dengan konteksnya. Koding merupakan proses mengkonversi ide, keinginan,
atau solusi menjadi instruksi yang dapat dipahami dan dijalankan oleh sebuah komputer
menggunakan bahasa pemrograman.
Di sisi lain, pemrograman mencakup semua siklus pengembangan perangkat lunak, mulai
dari perencanaan, analisis, desain, pengimplementasian, pengujian, hingga pemeliharaan system.
Dengan kata lain, seluruh proses pemrograman mencakup koding, tetapi tidak terbatas pada
koding itu sendiri.
Pembelajaran koding dapat dilakukan melalui berbagai metode, antara lain: plugged coding
yang memanfaatkan perangkat komputer dan perangkat lunak; unplugged coding yang
mengajarkan konsep pemrograman tanpa menggunakan komputer, melalui aktivitas fisik,
simulasi atau permainan; serta internet-based coding yang memungkinkan pembelajaran melalui
platform daring interaktif dengan koneksi internet.
Berdasarkan konsep tersebut, koding dapat dipahami sebagai praktik pemrograman pada
perangkat komputasi yang melibatkan kemampuan berpikir komputasional dan algoritma dalam
bentuk internet-based, plugged, dan unplugged.
4
Contoh coding dalam bentuk plugged, Koding Python menggunakan Visual Studio Code :
Koding unplugged adalah kegiatan belajar konsep dasar pemrograman dengan alat sederhana,
seperti kertas, pensil, kartu perintah, atau gerakan tubuh.
Jadi, koding unplugged membantu siswa memahami cara berpikir seperti komputer tanpa
perlu membuka laptop atau aplikasi.
Tujuan utama
Melatih cara berpikir komputasional yaitu berpikir logis, sistematis, dan kreatif untuk
menyelesaikan masalah.
Mengapa Perlu Belajar Koding Unplugged?
Karena melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar dasar-dasar penting dari pemrograman seperti:
Konsep
Makna Contoh Aktivitas
Pemrograman
Urutan langkah untuk menyelesaikan
Algoritma Langkah membuat mie instan
masalah
Instruksi yang dilakukan dari awal
Perintah Berurutan Menyusun langkah berpakaian
sampai akhir
Percabangan (IF) Pilihan berdasarkan kondisi tertentu Jika lampu merah → berhenti
Perulangan (Loop) Tindakan yang diulang beberapa kali Melompat 5 kali
Menyadari urutan salah dan
Debugging Mencari dan memperbaiki kesalahan
memperbaikinya
5
Contoh koding dalam bentuk unplugged seperti pada gambar di bawah ini :
6
BAB II
Kecerdasan Artifisial
Para ahli memiliki berbagai definisi terkait kecerdasan artifisial (KA), tergantung pada
perspektif masing-masing. Kaplan dan Haenlein (2019) mendefinisikan KA sebagai kemampuan
sistem untuk secara akurat menginterpretasikan data eksternal, belajar dari data tersebut, dan
menerapkan pembelajaran tersebut untuk mencapai tujuan dan menyelesaikan tugas tertentu.
Sementara itu, Poole dan Mackworth (2010) mengartikan KA sebagai bidang kajian yang
fokus pada sintesis dan analisis agen komputasional yang dapat bertindak dengan cara yang
cerdas. Russell dan Norvig (2010) lebih lanjut mendefinisikan KA sebagai studi tentang agen
cerdas yang mampu menerima persepsi dari lingkungan dan mengambil tindakan. Agen tersebut
dapat melakukan proses berpikir seperti manusia (thinking humanly), bertindak seperti manusia
(acting humanly), berpikir secara rasional (thinking rationally), dan bertindak secara rasional
(acting rationally).
2. Deep Learning: Ini adalah subkategori dari pembelajaran mesin yang berbasis pada jaringan
saraf buatan. Proses pembelajaran ini disebut mendalam karena struktur jaringan saraf buatan
1
terdiri dari beberapa lapisan input, output, dan tersembunyi. Setiap lapisan berisi unit-unit yang
mengubah data input menjadi informasi yang dapat digunakan oleh lapisan berikutnya untuk
suatu tugas prediktif tertentu. Ini beroperasi pada kumpulan data yang sangat besar.
3. KA Generatif: Ini adalah subkategori dari model Deep Learning yang dapat
menghasilkan konten baru berdasarkan apa yang dijelaskan dalam input.
Kumpulan model KA generatif ini dapat menghasilkan bahasa, kode, dan
gambar.
1. Keamanan (Security)
Keamanan berkaitan dengan perlindungan sistem AI dan data dari serangan atau
penyalahgunaan.
Contoh:
Tujuannya: menjaga agar sistem AI tetap aman, benar, dan tidak disalah gunakan.
2. Privasi (Privacy)
Privasi berkaitan dengan hak setiap orang untuk melindungi data pribadinya.
AI sering mengumpulkan data seperti:
Tujuannya: memastikan data pribadi tidak dibagikan atau digunakan tanpa izin.
Berikut beberapa cara agar AI digunakan dengan aman dan bertanggung jawab:
Langkah Penjelasan
Gunakan kata sandi kuat Jangan mudah ditebak dan ubah secara berkala
Jangan bagikan data pribadi
Misalnya alamat, nomor HP, atau foto pribadi
sembarangan
Pahami izin aplikasi Saat menginstal aplikasi AI, baca izin akses datanya
2
Langkah Penjelasan
Jangan gunakan AI untuk menipu, menyebar hoaks, atau
Gunakan AI dengan etika
mengintip privasi orang
Gunakan aplikasi resmi Hindari aplikasi AI dari sumber tidak jelas
Masalah:
Seorang siswa menggunakan aplikasi AI untuk membuat foto profil. Namun, aplikasi itu
meminta akses ke semua foto di galerinya.
Pertanyaan :
Solusi
Jawaban:
Tidak selalu aman. Jika aplikasi tidak resmi atau tidak jelas sumbernya, izin akses ke seluruh
galeri bisa berbahaya. Aplikasi tersebut mungkin menyimpan atau menggunakan foto-foto kita
tanpa izin.
Jawaban:
Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:
1. Kebocoran data pribadi – Foto atau gambar pribadi bisa tersebar di internet.
2. Penyalahgunaan data – Foto kita bisa digunakan untuk membuat konten palsu (seperti
deepfake).
3. Kecurangan digital – Identitas kita bisa dipalsukan untuk hal negatif.
4. Kehilangan privasi – Orang lain bisa mengetahui hal pribadi dari foto-foto kita.
Jawaban:
Kita harus bijak dan berhati-hati sebelum memberikan izin akses.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Pastikan aplikasi AI berasal dari sumber resmi (Play Store, App Store).
Baca izin akses dengan teliti sebelum menekan “Izinkan”.
Tolak jika aplikasi meminta akses yang tidak relevan (misalnya, aplikasi edit foto tapi
ingin mengakses kontak atau lokasi).
Gunakan aplikasi AI yang terpercaya dan punya kebijakan privasi yang jelas.
3
D. Tanggung Jawab dan Akuntabilitas dalam AI
➡ Tanggung jawab berarti kesadaran dan kewajiban untuk berbuat dengan benar serta
siap menanggung akibat dari perbuatan kita.
Contoh:
Jika seseorang menggunakan AI untuk menyebar gambar palsu, maka dia harus bertanggung
jawab atas akibatnya.
2. Akuntabilitas (Accountability)
Jika terjadi kesalahan dari sistem AI (misalnya keputusan salah dari robot atau aplikasi),
harus ada pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban.
Setiap sistem AI harus punya catatan yang jelas: siapa yang membuat, siapa yang
mengelola, dan bagaimana cara kerjanya.
Contoh:
Jika ada AI yang menolak lamaran kerja seseorang karena kesalahan data, maka perusahaan
pengembang harus menjelaskan dan memperbaikinya, bukan menyalahkan sistem.
Alasan Penjelasan
Agar AI tidak digunakan untuk kejahatan, seperti penipuan atau
Mencegah
penyebaran hoaks
penyalahgunaan
Menjamin keadilan Supaya keputusan AI tidak bias terhadap kelompok tertentu
Masyarakat lebih percaya menggunakan AI jika ada tanggung
Menumbuhkan
jawab yang jelas
kepercayaan
Melatih etika digital Membiasakan berpikir sebelum menggunakan teknologi
4
Bidang Contoh Penggunaan AI
Pendidikan Chatbot pembelajaran, koreksi otomatis, penerjemah teks
Kesehatan AI mendeteksi penyakit lewat foto rontgen
Transportasi Mobil tanpa sopir, sistem navigasi pintar
Pertanian AI memantau kondisi tanah dan cuaca
Bisnis Rekomendasi produk, analisis penjualan
Hiburan Filter wajah, musik atau video yang disarankan otomatis
➡ Pengembangan AI
Jadi, semakin banyak AI dikembangkan, semakin banyak pula cara manusia bisa
memanfaatkannya.
Keuntungan Tantangan
Membantu pekerjaan lebih cepat Risiko penyalahgunaan data
Mengurangi kesalahan manusia Ketergantungan berlebihan pada teknologi
Meningkatkan efisiensi dan inovasi Butuh pelatihan dan pengawasan
Memberi peluang belajar baru Bisa menggantikan beberapa pekerjaan manusia
5
Aplikasi cuaca → memprediksi kondisi hari esok
Semakin sering kita menggunakan teknologi, semakin banyak AI yang bekerja di balik layar
membantu kita.
BAB III
A. Pengelolaan data
Berpikir komputasional adalah cara berpikir untuk memecahkan suatu masalah dengan
pendekatan logis dan sistematis. Konsep berpikir komputasional erat kaitanya dalam pengelolaan
data, terutama dalam konteks data science dan kecerdasan artifisial. Mengacu pada definisi
operasional berpikir komputasional kita dapat mengasah kecakapan dekomposisi, abstraksi,
pengenalan pola, dan algoritma sehingga bisa membantu seseorang dalam memecahkan masalah
secara efisien efektif dan optimal.
Pada bab ini kita akan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dengan menerapkan 4
cornerstone berpikir komputasional yaitu kemampuan dekomposisi, abstraksi, pengenalan pola
dan algoritmik untuk memecahkan masalah logistik untuk menghitung waktu tempuh berkendara
yang mendekati keadaan sebenarnya dengan langkah-langkah yang terstruktur.
Pengelolaan data yang baik memiliki peranan penting untuk membantu sebuah pengambilan
keputusan dengan cara mengumpulkan data, menganalisis data suatu kegiatan agar dapat
memberikan informasi yang jelas dan akurat. Pengelolaan data yang baik harus melalui tahapan
pengolahan dan penyajian data yang sistematis. Proses pengolahan data yang baik bertujuan
untuk menyusun data mentah menjadi informasi yang lebih sederhana sehingga mudah dipahami
serta dapat digunakan untuk keperluan analisis lebih lanjut.
Definisi "Pengelolaan Data" (Data Management) dalam literatur akademis dan profesional
cukup beragam, seringkali mencerminkan fokus atau konteks spesifik dari sumbernya, seperti
orientasi bisnis, penelitian, teknis, atau kerangka kerja standar. Meskipun demikian, terdapat
benang merah yang konsisten mengenai tujuan dan aktivitas utamanya. Bagian ini akan
menyajikan berbagai definisi inti yang ditemukan dalam sumber-sumber yang dirujuk.
6
Beberapa definisi, terutama dari sumber yang lebih awal atau lebih sederhana, cenderung
menekankan aspek "pengolahan data" (data processing). Penting untuk dicatat bahwa meskipun
fokusnya pada pengolahan, tujuannya tetap untuk menghasilkan informasi yang berguna atau
mencapai tujuan.
Data dapat peroleh melalui kegiatan eksperimen atau kegiatan bukan eksperimen. Berikut adalah
aktivitas penyelesaian pengelolaan data dengan menerapkan berpikir komputasional :
Dekomposisi
Proses dekomposisi merupakan proses pemecahan masalah besar menjadi sub masalah yang
lebih kecil sehingga data lebih mudah dikelola. Kegiatan yang kita lakukan adalah
mengidentifikasi data yang diperlukan dan sumber data.
Pengenalan Pola
Mengidentifikasi pola bertujuan untuk menemukan tren data yang dapat memberikan
informasi berharga dengan cara mengelompokkan data, pembersihan data, dan klasifikasi data.
Pembersihan data perlu dilakukan untuk memeriksa data guna menghindari adanya kesalahan
seperti duplikasi dan nilai yang hilang, serta data yang tidak valid.
Standardisasi
Ketidak konsistenan muncul ketika data direpresentasikan dalam format atau struktur yang
berbeda dalam kumpulan data yang sama. Sebagai contoh, ketidaksesuaian yang umum terjadi
adalah format tanggal, seperti "MM-DD-YYYY" dangan "DD-MM-YYYY."
Mengatasi outlier
Outlier adalah titik data yang menyimpang secara signifikan dari yang lain dalam kumpulan
data, yang disebabkan oleh kesalahan, kejadian langka, atau anomali yang sebenarnya. Nilai-
nilai ekstrem ini dapat mendistorsi analisis dan akurasi model dengan memiringkan rata-rata atau
tren.
Deduplikasi
Deduplikasi data adalah proses perampingan di mana data yang berlebihan dikurangi dengan
menghilangkan salinan ekstra dari informasi yang sama. Catatan duplikat terjadi ketika titik data
yang sama diulang karena masalah integrasi, kesalahan entri data manual, atau gangguan sistem.
Missing values muncul ketika titik data tidak ada karena pengumpulan data yang tidak
lengkap, kesalahan input, atau kegagalan sistem. Kesenjangan ini dapat mendistorsi analisis,
menurunkan akurasi model, dan membatasi utilitas kumpulan data.
Validasi
7
Tinjauan di akhir proses pembersihan data sangat penting dalam memverifikasi bahwa data
sudah bersih, akurat, dan siap untuk dianalisis atau divisualisasikan.
Abstraksi
Menyederhanakan informasi yang berfokus pada data penting dan mengabaikan data yang
tidak relevan dalam pengelolaan data tersebut, yang kita lakukan adalah mengekstraksi fitur-fitur
penting dari data mentah yang dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut.
B. Penyusunan Instruksi
Tahap akhir dalam pengolahan data sehingga bisa membantu dalam mengambil sebuah
keputusan yang kita lakukan adalah analisis waktu tempuh yang melibatkan beberapa komponen
utama. Setelah melakukan tahap dekomposisi, abstraksi, dan mengenal pola kita dapat
mengembangkan algoritma untuk menghitung waktu tempuh berkendara dengan langkah-
langkah yang sistematis.
Contoh pemecahan masalah logistik dalam menghitung waktu tempuh berkendara dengan
instruksi yang efektif dengan membagi masalah menjadi langkah-langkah yang dapat diikuti
dengan mudah. Setiap langkah harus dirumuskan dengan jelas dan logis. Algoritma yang dibuat
harus mengikuti urutan yang benar dalam proses perhitungan. Langkah-langkah dalam
penyusunan instruksi bisa dilihat seperti dibawah ini:
Berikut ini adalah contoh langkah-langkah yang dapat digunakan dalam menghitung
waktu tempuh:
Langkah 1: Tentukan jarak yang akan ditempuh
Tentukan jarak antara titik asal dan tujuan, misalnya 100 km.
Contoh jika jarak adalah 100 km dan kecepatan rata-rata 60 km/jam, maka:
Waktu Tempuh = 100 / 60
= 1.67 jam
8
Total waktu tempuh keseluruhan adalah jumlah waktu tempuh dasar, waktu tambahan karena
kemacetan, dan waktu istirahat.
Contoh:
5.1. Perhitungan dengan Formula Dasar
Waktu Tempuh (jam) = Jarak (km) ÷ Kecepatan Rata-rata (km/jam)
Waktu Tempuh = 100 / 60 = 1.67 jam
BAB IV
Produksi Konten dan Desiminasi Konten Digital
9
A. Produksi Konten Digital
Jenis konten media digital dibagi menjadi enam yaitu konten tulisan/teks, konten suara,
konten visual, video, game interaktif dan konten berbasis kecerdasan artifisial.
Pembuatan konten di media digital yang perlu diperhatikan adalah strategi dalam penyusunan
pesan, diantaranya adalah penentuan tujuan, target audiens, penulisan dengan gaya bercerita,
fokus pada inti pesan, nilai emosional, manfaat isi pesan, visual yang menarik dan relevan. Jenis
media digital yang relevan bisa kita gunakan tagar serta link/tautan agar pesan semakin banyak
diakses oleh sasaran audiens.
Layout menurut bahasa memiliki arti tata letak, sedangkan menurut istilah, layout merupakan
kegiatan untuk menyusun, menata, mengatur dan memadukan unsur-unsur komunikasi grafis
(teks, gambar, bidang dll) menjadi komposisi karya visual yang komunikatif, estetik, persuasif
dan menarik.
Secara umum prinsip-prinsip dalam penyusunan tata letak atau layout, terdiri atas:
1. Kesatuan (Unity) dan keselarasan (Harmony)
Kesatuan atau unity merupakan salah satu prinsip yang menekankan pada keselarasan unsur-
unsur yang disusun, desain bisa dikatakan menyatu apabila secara keseluruhan tampak harmonis.
2. Keseimbangan ( Balance )
Keselarasan merupakan prinsip desain yang dapat diartikan sebagai keteraturan tatanan
diantara bagian satu dengan bagian yang lainya pada suatu karya. Keselarasan dalam desain
merupakan pembentukan unsur-unsur keseimbangan, keteraturan, kesatuan, dan perpaduan yang
mana masing-masing prinsip desain bisa saling mengisi. Harmoni dapat diwujudkan dengan 2
cara, yaitu:
a. Harmoni dari segi bentuk yang dilihat dari bentuk ialah dimana adanya keserasian dalam
penempatan unsur-unsurnya.
b. Harmoni dari segi warna memiliki pengaruh yang besar karena setiap warna memiliki
sifatnya masing-masing,
3. Kesebandingan (proportion)
Kesebandingan (proporsi) merupakan perbandingan ukuran yang digunakan untuk
menentukan perbandingan yang dianggap tepat antara panjang dengan lebar, bagian satu dengan
bagian lain atau bagian dengan unsur secara keseluruhan.
4. Irama (rhythm)
Irama adalah pola tata letak (layout) yang dibuat dengan melakukan pengulangan unsur-unsur
tata letak secara teratur agar menciptakan kesan yang menarik.
5. Penekanan /Fokus
Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tatarupa yang harus ada dalam karya seni dan
desain.
6. Kontras (contrast)
10
Kontras yaitu adanya perbedaan yang mencolok pada beberapa unsur tata letak. Kontras dapat
anda lakukan dengan beberapa cara, misalnya dengan menggunakan warna yang berbeda
sehingga lebih mencolok.
7. Repetisi (Repetition)
Repetisi adalah sebuah “permainan” pengulangan dalam rangkaian
komposisi desain.
1. Teks editor dan blog: Platform seperti WordPress, Medium, atau Google Docs yang
memungkinkan pembuatan dan pengeditan artikel atau posting blog.
2. Perangkat lunak desain grafis Anda bisa gunakan Adobe Photoshop, Illustrator, atau Canva
untuk membuat dan mengedit gambar, infografis, dan elemen visual lainnya.
3. Perangkat lunak pengeditan video Anda bisa gunakan Adobe Premiere Pro, Final Cut Pro,
DaVinci Resolve, dan aplikasi lainya.
4. Perangkat lunak pengeditan audio Anda bisa gunakan Audacity, Adobe Audition, atau
GarageBand untuk memproduksi dan mengedit podcast, musik, atau konten audio lainnya.
5. Alat animasi dan 3D Anda bisa gunakan Blender, Maya, atau After Effects untuk membuat
animasi, model 3D, dan efek visual.
6. Perangkat lunak tangkap layar Anda bisa gunakan Snagit, ScreenPal, Screenpresso,
TechSmith, Adobe Captivate, Loom, Ashampoo Snap, PicPick, Snipping Tool, WinSnap.
Diseminasi konten digital merujuk pada distribusi atau penyebaran konten yang telah
diproduksi ke audiens yang lebih luas melalui berbagai saluran digital.
Beberapa platform yang dapat digunakan untuk diseminasi konten digital adalah:
1. Media Sosial: seperti Facebook, Instagram, X/Twitter, LinkedIn, dan TikTok digunakan
untuk membagikan konten kepada audiens yang luas dan berinteraksi dengan mereka secara
langsung.
2. Platform Video: YouTube dan TikTok adalah platform utama untuk mengunggah dan
menyebarkan konten video.
4. Situs Web dan Blog: Publikasi konten di situs web atau blog pribadi atau perusahaan yang
bisa diakses oleh pengunjung.
5. Email Marketing: Penggunaan email sebagai alat untuk menyebarkan konten kepada
pelanggan atau subscriber.
11
7. Marketplace Digital: Platform seperti Amazon, eBay, atau Etsy yang digunakan untuk
menjual konten digital seperti e-book, musik, atau desain grafis.
C. Literasi Digital
Literasi Digital adalah kemampuan untuk menggunakan, memahami, dan menilai teknologi
digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Artinya, bukan hanya bisa memakai HP atau komputer, tapi juga tahu cara menggunakannya
dengan aman dan bermanfaat.
Dengan literasi digital, kita menggunakan teknologi dengan cerdas, sedangkan dengan koding,
kita menciptakan teknologi baru.
1. Melindungi data pribadi saat menggunakan platform coding online (seperti Scratch atau
Replit).
2. Menghargai karya orang lain dengan tidak menyalin kode tanpa izin (plagiarisme
digital).
3. Berpikir kritis terhadap hasil AI atau kode otomatis — tidak semua hasil dari teknologi
benar.
12
4. Beretika dalam kolaborasi - menulis kode dengan sopan, memberi kredit kepada
pembuat asli.
5. Menggunakan koding untuk hal positif - membuat program yang membantu orang lain
atau menyebarkan nilai kebaikan.
Kesimpulannya adalah :
Literasi digital dalam koding berarti mampu membuat dan menggunakan program komputer
dengan bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Koding tanpa literasi digital bisa menimbulkan risiko seperti pencurian data, plagiarisme, atau
penyalahgunaan teknologi.
Siswa harus menjadi pencipta teknologi yang beretika, bukan hanya pengguna teknologi.
Keamanan digital (digital security) adalah usaha untuk melindungi data dan sistem
komputer dari ancaman seperti:
Pencurian data,
Peretasan (hacking),
Penyebaran virus,
Penyalahgunaan akses program.
Dalam koding, keamanan digital berarti menulis dan menggunakan kode dengan aman, serta
menjaga privasi akun dan data pribadi.
13
D. Contoh Aktivitas Penerapan Kecrdasan Artifisial Generatif dalam Bidang Pendidikan
Kecerdasan Artifisial Generatif (Generative AI) adalah teknologi AI yang dapat membuat
atau menghasilkan sesuatu yang baru seperti teks, gambar, musik, atau video — berdasarkan data
yang sudah dipelajarinya.
Berikut contoh nyata penerapan AI dalam dunia pendidikan yang dekat dengan kehidupan siswa
SMP:
14
No Jenis Pemanfaatan Contoh Aplikasi / Aktivitas Manfaat
Sistem Pembelajaran Platform seperti Ruangguru AI, Menyesuaikan materi sesuai
3
Adaptif Khanmigo kemampuan siswa
Membantu menjaga kejujuran
4 Deteksi Plagiarisme Turnitin, Grammarly AI
dalam tugas
Pengenalan Suara dan Aplikasi pengucapan bahasa, Membantu praktik interaktif dan
5
Gambar aplikasi sains berbasis gambar eksperimen
6 Pembuatan Media Canva AI, PowerPoint Designer Membuat poster dan presentasi
Bagi Guru:
Bagi Siswa:
Bagi Sekolah:
Meskipun AI sangat bermanfaat, penggunaannya juga perlu diawasi agar tidak menimbulkan
dampak negatif.
Solusinya adalah:
Gunakan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti usaha belajar.
Guru dan siswa harus tetap aktif berpikir, berkreasi, dan berkolaborasi.
15
AI bekerja dengan mengumpulkan, memproses, dan mempelajari data dari kegiatan belajar
siswa.
Dari data tersebut AI bisa:
16