KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Swt. Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan
kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw. Berkat rahmat Allah, modul ajar Koding dan
Kecerdasan Artifisial untuk MTs Muhamadiyah 1 Kota Probolinggo ini selesai disusun untuk
memenuhi kebutuhan bahan ajar bagi peserta didik.
Modul ini disusun sebagai bentuk ikhtiar sekolah dalam mendukung proses pembelajaran yang
lebih terarah, sistematis, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Isi modul memuat ringkasan
atau rangkuman materi setiap bab sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
Harapannya, modul ini dapat membantu peserta didik dalam menunjang proses belajar serta
memahami materi pelajaran secara lebih cepat dan efektif, baik di sekolah maupun di rumah.
Semoga modul ini tidak hanya menjadi sumber belajar, tetapi juga sebagai sarana untuk
meningkatkan motivasi belajar serta hasil belajar peserta didik.
Modul ajar ini juga merupakan hasil kerjasama dan dedikasi para guru yang dengan sungguh-
sungguh dalam menyusun, menyeleksi, dan merangkum materi agar sesuai dengan kebutuhan
peserta didik.
Kami menyadari bahwa modul ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik
yang membangun dari berbagai pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan modul di
masa mendatang. Semoga modul ini dapat memberikan manfaat untuk peserta didik dan bagi
peningkatan mutu pendidikan di sekolah kita.
Probolinggo, 13 Juli 2026
Penulis
BAB I
Konsep Keilmuan Koding dan Kecerdasan Artifisial
A. Keilmuan Koding (Pemrograman)
Koding (coding) adalah proses menulis perintah atau instruksi kepada komputer agar dapat
melakukan tugas tertentu. Koding merupakan bahasa komunikasi antara manusia dan
komputer.
Dengan koding, manusia bisa membuat komputer melakukan hal-hal seperti:
Menampilkan teks atau gambar
Menjalankan perhitungan otomatis
Membuat game atau animasi
Mengendalikan robot atau alat pintar.
Belajar koding bukan hanya untuk menjadi programmer, tetapi juga untuk belajar cara
berpikir sistematis dan kreatif.
Manfaat belajar koding:
Melatih berpikir logis dan analitis.
Membantu menyelesaikan masalah dengan langkah-langkah teratur.
Meningkatkan kreativitas dan inovasi.
Mempersiapkan diri menghadapi dunia digital dan teknologi masa depan.
Hubungan antara Koding dan Algoritma :
Sebelum membuat program (koding), kita harus menyusun algoritma terlebih dahulu.
Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis untuk menyelesaikan suatu masalah.
Koding adalah penerapan algoritma dalam bahasa yang dimengerti computer
Contoh sederhana:
Masalah: Menghitung luas persegi panjang
Algoritma:
1. Masukkan panjang
2. Masukkan lebar
3. Hitung luas = panjang × lebar
4. Tampilkan hasil
Koding menggunakan bahasa pemrograman yaitu Python :
panjang = int(input("Masukkan panjang: "))
lebar = int(input("Masukkan lebar: "))
luas = panjang * lebar
print("Luas persegi panjang adalah:", luas)
1
Komponen Dasar dalam Koding
Semua bahasa pemrograman memiliki konsep dasar yang sama:
Komponen Pengertian Contoh
Variabel Tempat menyimpan nilai/data nama = "Aldi"
Simbol untuk operasi
Operator +, -, *, /, ==
matematika/logika
if nilai >= 75:
Kondisi (if) Pengambilan keputusan
print("Lulus")
Perulangan
Mengulang perintah for i in range(5): print(i)
(loop)
Kumpulan perintah yang bisa dipakai
Fungsi def hitung():
berulang
Proses dalam Koding
Sebuah program komputer berjalan melalui tiga tahap utama:
Input → menerima data dari pengguna
Contoh: pengguna mengetik angka di keyboard
Proses → komputer mengolah data sesuai logika
Contoh: menghitung hasil perkalian
Output → komputer menampilkan hasil
Contoh: hasil perhitungan muncul di layar
Berpikir Komputasional dalam Koding
Untuk bisa membuat program yang baik, dibutuhkan berpikir komputasional, yaitu cara
berpikir seperti komputer saat memecahkan masalah.
Dengan Empat tahapnya yaitu :
Dekomposisi – memecah masalah besar jadi kecil.
Pengenalan Pola – mencari kesamaan dalam data.
Abstraksi – fokus pada hal penting, abaikan yang tidak penting.
Algoritma – menyusun langkah-langkah logis.
Contoh:
Untuk membuat game “tebak angka”:
Tentukan angka rahasia.
Pemain menebak angka.
Komputer memberi tahu apakah tebakannya benar.
Ulangi sampai benar.
2
Etika dalam Koding
Selain keterampilan teknis, siswa perlu memahami etika digital dalam koding:
Tidak menyalin kode orang lain tanpa izin.
Tidak menggunakan program untuk hal negatif (seperti peretasan).
Menghormati privasi dan keamanan data pengguna.
Menggunakan koding untuk tujuan positif dan bermanfaat.
Algoritma dan Flowchart
Sebelum menulis kode, seorang programmer biasanya membuat algoritma dan diagram alir
(flowchart) untuk menggambarkan langkah - langkah logika program.
Algoritma adalah langkah-langkah sistematis untuk menyelesaikan masalah.
ciri algoritma yang baik:
Langkahnya jelas dan terurut
Efisien (tidak berbelit-belit)
Berakhir (ada hasil akhir).
Flowchart Adalah gambar atau diagram alir yang menunjukkan urutan langkah dalam
algoritma.
Simbol dasar flowchart:
Simbol Fungsi
Terminator (Oval) Menunjukkan “Mulai” dan “Selesai”
Proses (Persegi panjang) Menunjukkan perintah atau proses
Decision (Belah ketupat) Menunjukkan keputusan “Ya/Tidak”
Input/Output (Jajar genjang) Menunjukkan masukan atau keluaran
Konsep Debugging
Debugging adalah proses mencari dan memperbaiki kesalahan (error) dalam kode program.
Jenis-jenis kesalahan dalam koding:
Jenis Error Penjelasan Contoh
Syntax Error Kesalahan penulisan kode Lupa tanda titik dua (:)
Logic Error Logika salah walau kode benar Rumus salah, hasil keliru
Runtime Error Kesalahan saat program berjalan Membagi dengan angka 0
Tips saat debugging:
Baca pesan error dengan teliti,
Jalankan program sedikit demi sedikit,
Tambahkan print() untuk memeriksa nilai variabel.
3
Koding dalam Kehidupan Sehari-hari.
Koding tidak hanya digunakan oleh programmer profesional, tetapi ada di sekitar kita setiap
hari.
Beberapa contoh penerapan koding yang sering kita temui:
Bidang Contoh Aplikasi Penjelasan
Aplikasi pembelajaran seperti Google Program dibuat dengan koding untuk
Pendidikan Classroom, Quizizz, atau Chatbot membantu guru dan siswa belajar
Edukasi interaktif.
Aplikasi ojek online dan Sistem navigasi dan pemesanan berbasis
Transportasi
GPS algoritma.
Perbankan & Aplikasi Mobile Banking, E- Koding mengatur transaksi agar aman
Keuangan Wallet dan cepat.
Game, Musik, dan Semua game dibuat menggunakan
Hiburan Film Digital bahasa pemrograman.
Aplikasi pengingat minum obat atau Koding digunakan untuk menganalisis
Kesehatan
deteksi penyakit data kesehatan.
Rumah Smart home, sensor lampu Perangkat dikendalikan melalui
Tangga otomatis program mikrokontroler.
Hubungan Koding dengan Teknologi Modern
Koding merupakan dasar dari teknologi canggih masa [Link] teknologi yang
kita kenal sekarang - seperti Kecerdasan Artifisial (AI), Internet of Things (IoT), dan
Robotika - semuanya bekerja berdasarkan kode program.
Contoh penerapan:
AI (Artificial Intelligence) → mengenali wajah di kamera atau rekomendasi video.
IoT (Internet of Things) → menghubungkan perangkat rumah ke internet.
Robotika → robot sekolah atau industri yang mengikuti instruksi kode.
B. Kecerdasan Artifisial (Artificial intelligence/AI)
Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence) adalah cabang ilmu komputer yang
berfokus pada membuat mesin dapat berpikir, belajar, dan bertindak cerdas layaknya manusia.
AI tidak berarti mesin memiliki perasaan, tetapi mesin dapat: Mengenali pola dan gambar,
Belajar dari data (machine learning), Membuat keputusan berdasarkan pengalaman
sebelumnya.
Contoh sederhana:
Ketika kamu sering menonton video tentang hewan di YouTube, sistem akan
merekomendasikan video hewan lainnya.
Itu karena AI mempelajari pola perilakumu dari data tontonan sebelumnya.
4
Komponen Utama AI
Komponen Penjelasan Singkat
Data Informasi yang dikumpulkan (teks, gambar, suara, dll.)
Algoritma Langkah-langkah logis yang digunakan untuk memproses data
Machine Learning Teknologi yang memungkinkan mesin belajar dari pengalaman
Neural Network Jaringan komputer yang meniru cara kerja otak manusia
Natural Language Processing Kemampuan AI memahami dan menjawab bahasa
(NLP) manusia
Jenis-Jenis AI
AI Sempit (Narrow AI)
Didesain untuk tugas tertentu.
Contoh: chatbot, Google Translate, filter spam email.
AI Umum (General AI)
Mampu berpikir dan memahami banyak hal seperti manusia.
Saat ini masih berupa penelitian.
AI Super (Super AI)
Kecerdasan yang melebihi kemampuan manusia.
Masih bersifat teori, belum nyata.
Cara Kerja AI Secara Sederhana
AI bekerja seperti proses belajar manusia:
Tahap Penjelasan
1. Input Data AI menerima data (gambar, teks, suara).
2. Belajar dari Pola AI menganalisis dan mencari pola dari data tersebut.
3. Pengambilan Keputusan AI membuat keputusan berdasarkan pola yang dipelajari.
4. Evaluasi dan Perbaikan AI memperbaiki hasilnya dari kesalahan yang terjadi.
AI dan Kehidupan Manusia
Mempermudah pekerjaan manusia
Meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga
Membantu dalam pengambilan keputusan
Mendukung inovasi di berbagai bidang
Penerapan AI dalam Kehidupan Sehari-hari
5
Bidang Contoh Penerapan AI Fungsi
Chatbot pembelajaran, sistem koreksi Membantu guru & siswa belajar
Pendidikan
otomatis lebih efisien
Mobil tanpa pengemudi, peta Menganalisis lalu lintas & rute
Transportasi
digital(Google Maps) tercepat
Deteksi penyakit dari hasil Membantu dokter menganalisis
Kesehatan
rontgen data pasien
Memberi pengalaman pengguna
Hiburan Rekomendasi film, musik, atau game
yang personal
Deteksi penipuan, chatbot Menjaga keamanan dan
Perbankan
layanan nasabah efisiensi transaksi
Sensor tanaman &
analisis cuaca
Membantu petani
Pertanian
meningkatkan hasil panen
Dampak AI terhadap Kehidupan Masyarakat
Dampak Positif
Mempermudah pekerjaan manusia.
Membantu penelitian dan pembelajaran.
Meningkatkan produktivitas di berbagai bidang (pertanian, pendidikan, kesehatan, industri).
Membuka peluang karier baru dalam bidang teknologi dan data.
Dampak Negatif
Hilangnya beberapa jenis pekerjaan karena otomatisasi.
Penyalahgunaan teknologi (deepfake, hoaks, penipuan digital).
Risiko penyalahgunaan data pribadi.
Ketergantungan manusia pada teknologi.
Karier dan Peluang Masa Depan di Bidang AI
Profesi Peran
AI Engineer Membuat sistem kecerdasan buatan.
Scientist Menganalisis data untuk melatih AI.
Robotics Engineer Mendesain robot cerdas.
Ethical Technologist Meneliti dampak sosial dan etika AI.
AI Mengajar dan melatih orang lain tentang
Educator teknologi AI.
6
BAB II
Etika dan Resiko Kecerdasan Artifisial
A. Etika dalam Penggunan Kecerdasan Artifisial
Etika penggunan AI adalah seperangkat nilai, prinsip, dan aturan yang mengatur bagaimana
kecerdasan buatan digunakan dengan cara yang benar, aman, dan bertanggung jawab. Artinya,
etika AI membantu manusia untuk memastikan bahwa Teknologi digunakan untuk kebaikan,
bukan merugikan orang lain, data dan privasi seseorang dijaga dengan aman dan AI tidak
digunakan untuk menipu, mencontek, atau menyebarkan informasi palsu.
Prinsip Etika dalam Penggunaan Kecerdasan Artifisial
No Prinsip Etika Penjelasan Contoh Penerapan
Kejujuran Tidak menggunakan AI untuk Menyebutkan jika tugas
1
(Honesty) menipu atau mencontek. dikerjakan dengan bantuan AI.
Tanggung Jawab Bertanggung jawab atas hasil Memeriksa kembali hasil dari
2
(Responsibility) kerja yang dibuat dengan AI. AI sebelum membagikan.
Keadilan Menggunakan AI tanpa diskriminasi Tidak menggunakan AI untuk
3
(Fairness) atau merugikan pihak lain. membuat konten ejekan.
Privasi Menjaga data pribadi Tidak memasukkan foto atau
4
(Privacy) agar tidak disalahgunakan. alamat pribadi ke situs AI publik.
Transparansi Terbuka dalam menjelaskan Menulis “gambar ini dibuat
5
(Transparency) peng gunaan AI. dengan bantuan AI”.
Keamanan Menggunakan AI yang Tidak menggunakan AI berisi
6
(Safety) aman dan sesuai usia. konten kekerasan atau negatif.
Contoh Perilaku Etis dan Tidak Etis dalam Penggunaan AI
Perilaku Etis Perilaku Tidak Etis
Menggunakan AI untuk belajar dan Menyalin seluruh tugas dari AI tanpa
mencari inspirasi. memahami isinya.
Memverifikasi informasi yang diberikan Menyebarkan hasil AI yang mengandung
AI. hoaks.
Menghargai karya orang lain dan menyebut Mengambil gambar AI orang lain tanpa
sumber. izin.
Menggunakan AI dengan Menggunakan AI untuk membuat konten
tujuan positif. menyesatkan atau menipu.
7
Dampak Sosial dan Moral Penggunaan AI
Dampak Positif Dampak Negatif
Membantu pekerjaan manusia. Menyebabkan ketergantungan pada teknologi.
Membuka peluang kerja baru di bidang Dapat digunakan untuk membuat berita palsu
teknologi. (deepfake).
Mempercepat proses belajar dan Dapat mengancam privasi dan keamanan data
penelitian. pribadi.
Meningkatkan kualitas hidup Bisa disalahgunakan untuk penipuan atau
masyarakat. pelanggaran hak cipta.
Bentuk Pemanfaatan AI di Kehidupan Sehari-Hari
Bidang Pendidikan
AI membantu siswa dan guru untuk belajar lebih efektif.
Contoh:
Chatbot edukasi seperti ChatGPT untuk menjawab pertanyaan belajar.
Aplikasi penerjemah bahasa otomatis (Google Translate).
Sistem rekomendasi materi belajar sesuai kemampuan siswa.
Manfaat: Belajar menjadi lebih mudah dan personal.
Risiko: Ketergantungan pada AI tanpa berpikir kritis.
Bidang Kesehatan
AI membantu dokter menganalisis data pasien secara cepat.
Contoh:
AI mendeteksi penyakit dari foto rontgen.
Chatbot konsultasi kesehatan awal.
Aplikasi penghitung langkah dan detak jantung di ponsel.
Manfaat: Diagnosa lebih cepat dan akurat.
Risiko: Data kesehatan pribadi bisa bocor jika tidak aman.
Bidang Transportasi
AI digunakan untuk membuat perjalanan lebih aman dan efisien.
Contoh:
Mobil tanpa pengemudi (self-driving car).
Sistem navigasi dan peta digital (Google Maps, Waze).
AI untuk mengatur lampu lalu lintas otomatis.
Manfaat: Menghemat waktu dan mengurangi kemacetan.
Risiko: Kesalahan sistem bisa menyebabkan kecelakaan.
8
Bidang Hiburan dan Kreativitas
AI mampu menghasilkan karya seni, musik, dan video.
Contoh:
AI membuat lagu, gambar, atau tulisan otomatis.
Platform video menggunakan AI untuk rekomendasi tontonan.
Game dengan karakter pintar yang bisa menyesuaikan gaya pemain.
Manfaat: Hiburan lebih menarik dan interaktif.
Risiko: Karya manusia bisa tergeser oleh hasil AI.
Bidang Ekonomi dan Bisnis
AI memudahkan manusia dalam bertransaksi dan berbelanja.
Contoh:
Rekomendasi produk di toko online.
Chatbot layanan pelanggan.
Analisis tren pasar secara otomatis.
Manfaat: Pelayanan lebih cepat dan efisien.
Risiko: Pengumpulan data pengguna secara berlebihan.
B. Resiko dalam pengguaan Kecerdasan Artifisial
Resiko kecerdasan artifisial (AI) adalah kemungkinan munculnya dampak negatif akibat
penggunaan atau pengembangan AI yang tidak terkendali, tidak etis, atau salah arah. AI memang
membantu manusia, namun tanpa pengawasan AI bisa: Menyebarkan informasi palsu,
Mengancam privasi, Menggantikan pekerjaan manusia, Atau bahkan menimbulkan
ketergantungan teknologi.
Jenis-Jenis Resiko Kecerdasan Artifisial
Resiko Kesalahan Data ( Bias dan Ketidakakuratan )
AI belajar dari data. Jika data yang digunakan tidak lengkap atau bias, hasilnya bisa tidak adil
atau salah.
Contoh: AI pengenal wajah lebih sering salah mengenali orang dengan warna kulit tertentu.
Chatbot memberikan jawaban yang keliru karena belajar dari sumber internet yang
tidak benar.
Dampak: Ketidak adilan, diskriminasi, atau kesalahpahaman dalam informasi.
Resiko Privasi dan Keamanan Data
AI sering mengumpulkan dan menganalisis data pengguna. Jika data itu bocor atau
disalahgunakan, privasi seseorang bisa terancam.
9
Contoh: Aplikasi AI menyimpan foto, suara, atau percakapan tanpa izin.
Data pengguna dijual kepada pihak lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Dampak: Penyalahgunaan data pribadi, penipuan digital, pencurian identitas.
Resiko Ketergantungan pada Teknologi
Semakin mudah menggunakan AI, semakin besar pula kemungkinan manusia menjadi malas
berpikir atau kehilangan kreativitas.
Contoh: Siswa menggunakan AI untuk menulis semua tugas tanpa belajar sendiri.
Orang lebih percaya hasil AI daripada analisis pribadi.
Dampak: Menurunnya kemampuan berpikir kritis dan mandiri.
Resiko Miss informasi dan Hoaks
AI generatif dapat membuat teks, gambar, atau video palsu yang terlihat sangat nyata.
Contoh: Deepfake video yang meniru wajah seseorang.
Chatbot yang menyebarkan berita palsu.
Dampak: Kebingungan publik, reputasi seseorang bisa rusak, masyarakat mudah terprovokasi.
Risiko Sosial dan Ekonomi
Dengan meningkatnya otomatisasi, pekerjaan manusia bisa tergantikan oleh mesin AI.
Contoh: Robot menggantikan kasir di supermarket.
AI menulis berita secara otomatis tanpa jurnalis.
Dampak: Hilangnya lapangan pekerjaan, kesenjangan ekonomi meningkat.
Risiko Etika dan Tanggung Jawab
AI tidak memiliki nilai moral, hanya manusia yang dapat menentukan apa yang benar dan salah.
Contoh: AI militer yang menyerang tanpa perintah manusia.
AI yang membuat keputusan medis tanpa pengawasan dokter.
Dampak: Kehilangan kendali manusia atas keputusan penting.
Cara Mengurangi Risiko AI yaitu dengan cara :
Gunakan AI secara bijak dan terbatas
Pahami sumber data dan informasi AI.
Terapkan etika digital
Jaga privasi, Kritis dan reflektif.
10
Transparansi dan Keadilan
Transparansi dalam penggunaan Kecerdasan Artifisial berarti bahwa pengguna
harus mengetahui cara kerja sistem, bagaimana data digunakan, dan bagaimana hasilnya
dihasilkan. Ini penting agar pengguna tidak tertipu oleh informasi yang dibuat oleh KA
dan dapat memahami batasan teknologi ini.
Keadilan dalam Kecerdasan Artifisial berarti bahwa teknologi ini harus digunakan
secara setara, tanpa memihak atau merugikan kelompok tertentu.
Hak Cipta dan Kepemilikan
Kecerdasan Artifisial dapat menciptakan teks, gambar, musik, dan berbagai bentuk
karya lainnya. Hal ini menimbulkan tantangan baru dalam hal hak cipta dan kepemilikan
intelektual.
Kecerdasan Artifisial ini dilatih menggunakan data yang diambil dari berbagai
sumber. Jika data ini mencakup karya berhak cipta, maka penggunaannya dapat
menimbulkan pelanggaran hak cipta.
Teknologi Deepfake
Deepfake adalah teknik memanipulasi gambar, suara, atau video dengan KA
sehingga tercipta konten baru yang terlihat asli dan meyakinkan. Deepfake bekerja
menggunakan dua algoritma, yaitu generator dan diskriminator.
Ada beberapa teknik yang digunakan dalam pembuatan deepfake, termasuk:
Face Swapping
Teknik ini melibatkan pertukaran wajah antara dua individu dalam sebuah gambar
atau video. Teknologi ini sering digunakan dalam aplikasi hiburan seperti aplikasi
pengubah wajah.
Lip Syncing
Teknik ini melibatkan sinkronisasi gerakan bibir, mulut, wajah, atau bahkan tubuh
subjek dalam foto atau video seseorang dengan suara orang lain atau dengan trek audio
tertentu.
Puppet Master
Teknik ini melibatkan penggunaan wajah seseorang untuk mengontrol ekspresi
dan gerakan wajah orang lain dalam video. Dalam teknik ini, gerakan wajah seseorang
diambil dan diterapkan pada wajah orang lain.
Voice Cloning
Selain manipulasi video, teknologi deepfake juga dapat digunakan untuk meniru
suara seseorang. Dengan menggunakan data suara dari individu, model deep learning
dapat menghasilkan rekaman audio yang terdengar sangat mirip dengan suara asli
individu tersebut.
11
BAB III
DEBUGGING DAN PEMECAHAN MASALAH DALAM KODING
A. Bug dan Debugging di Koding
Bug adalah kesalahan dalam kode program yang menyebabkan hasil tidak sesuai harapan.
Sedangkan Debugging proses menemukan dan memperbaiki bug. Semua programmer pasti
pernah salah mengetik atau salah logika. Debugging adalah bagian penting dari belajar koding.
Jenis - Jenis Error dalam Koding :
Jenis Error Penjelasan Contoh
Syntax Error Kesalahan penulisan kode (sintaks). pritn("Halo")`
Runtime Error Kesalahan saat program dijalankan. Membagi dengan nol → `10/0`
Logic Error Kode berjalan tapi hasil salah. Rumus luas persegi panjang tertukar
Langkah-Langkah Debugging :
Pahami pesan error – baca apa yang dikatakan sistem.
Telusuri bagian kode yang menyebabkan error.
Tambahkan print() atau “say” (di Scratch) untuk melacak nilai variabel.
Periksa logika program – apakah urutan langkah sudah benar?
Uji ulang setelah diperbaiki.
Debugging di Scratch
Gunakan fitur-fitur berikut:
Blok “say” untuk menampilkan nilai variabel.
“Stop all” untuk menghentikan program saat terjadi kesalahan.
“Wait” untuk memperlambat langkah dan melihat jalannya program.
Contoh: Jika sprite tidak bergerak, periksa apakah event “when flag clicked” sudah benar, dan
apakah ada blok “move 10 steps”.
Berpikir Komputasional dalam Debugging
Debugging memerlukan 4 komponen berpikir komputasional yaitu:
1. Dekomposisi: Pisahkan masalah menjadi bagian kecil.
2. Pengenalan Pola: Cari kesalahan yang berulang.
3. Abstraksi: Fokus pada hal penting.
4. Algoritme: Uji langkah-langkah solusi secara sistematis.
Manfaat dan pentingnya Debugging pada coding
Koding tanpa error itu mustahil, tapi programmer hebat adalah yang tahu cara menemukan
dan memperbaikinya.
12
Tanpa debugging, program bisa:
Gagal dijalankan.
Memberi hasil yang salah.
Menyebabkan bug lain yang lebih besar.
Debugging membantu:
Melatih berpikir kritis.
Meningkatkan kualitas program.
Meningkatkan rasa percaya diri saat menghadapi masalah.
Siklus Debugging
Debugging dapat dilakukan dalam 5 langkah sistematis berikut:
1. Identifikasi masalah
Baca pesan error atau amati perilaku program yang salah.
2. Analisis penyebab
Gunakan print debugging atau alat bantu untuk menemukan bagian kode bermasalah.
3. Perbaiki bug
Ubah kode sesuai hasil analisis.
4. Uji ulang program
Jalankan ulang untuk memastikan bug hilang dan tidak muncul bug baru.
5. Refleksi dan dokumentasi
Catat jenis kesalahan dan solusinya agar tidak terulang.
B. Pemecahan Masalah dalam Koding (Problem Solving in Coding)
Pemecahan masalah dalam coding (problem solving) adalah kemampuan untuk
mengidentifikasi, menganalisis, dan menemukan solusi efektif untuk masalah-masalah yang
muncul dalam proses pengembangan perangkat lunak. Hal ini melibatkan pemikiran
komputasional, yaitu memecah masalah kompleks menjadi bagian yang lebih kecil dan lebih
mudah dikelola untuk dibuat sebuah solusi algoritmik. Proses ini meliputi pemahaman masalah,
merancang algoritma, menulis kode, menguji, dan memperbaiki bug.
Tahapan Pemecahan Masalah dalam Koding
Pemecahan masalah dalam dunia pemrograman mengikuti empat langkah berpikir
komputasional:
Tahap Penjelasan Contoh
Masalah: membuat aplikasi
1. Dekomposisi Memecah masalah besar
menghitung luas → dipecah jadi:
(Decomposition) menjadi bagian kecil
input, proses, output
2. Pengenalan Pola Mencari kesamaan dari masalah Luas persegi panjang dan segitiga
(Pattern Recognition) serupa sama-sama butuh rumus luas
3. Abstraksi Mengambil hal penting dan Hanya butuh panjang dan lebar,
(Abstraction) mengabaikan detail tak perlu tidak perlu warna atau bentuk
Menyusun langkah-langkah
4. Algoritme (Algorithm 1) Minta input → 2) Hitung luas
sistematis untuk menyelesaikan
Design) → 3) Cetak hasil
masalah
13
Penerapan Pemecahan Masalah dalam Kehidupan Sehari-hari
Bidang Masalah Solusi Koding
Sekolah Menghitung nilai rata-rata siswa Program nilai otomatis
Rumah Mengatur jadwal kegiatan Aplikasi pengingat sederhana
Toko Menghitung total harga belanja Program kasir sederhana
Lingkungan Mencatat data kebersihan Sistem input laporan warga
Pendekatan Berpikir Komputasional dalam Problem Solving
Untuk menyelesaikan masalah dengan koding, kita menggunakan empat pendekatan utama
berpikir komputasional:
Pendekatan Penjelasan Contoh
Membuat program hitung
Memecah masalah besar
1. Dekomposisi luas: input → proses →
menjadi bagian-bagian kecil.
output.
Mencari kesamaan dari
2. Pengenalan Pola Rumus luas sama untuk
berbagai kasus untuk
(PatternRecognition) persegi panjang lain.
mempermudah solusi.
Menyederhanakan masalah
Tidak perlu menggambar
3. Abstraksi dengan fokus pada hal penting
bentuk, cukup hitung luasnya.
saja.
Menyusun langkah-langkah Langkah: masukkan panjang
4. Algoritma logis untuk menyelesaikan → masukkan lebar → kalikan
masalah. → tampilkan hasil.
Prinsip-Prinsip Optimalisasi Koding
Prinsip Penjelasan Contoh
1. Hindari Pengulangan Gunakan loop atau fungsi jika kode Ganti 10 baris say "Halo!" jadi
Kode sering diulang. 1 loop.
Gunakan total untuk
2. Gunakan Variabel Simpan nilai yang sering
menampung hasil
dengan Tepat digunakan dalam variabel.
perhitungan.
3. Gunakan Logika Jangan membuat kondisi Gunakan if...else daripada
Sederhana terlalu rumit. banyak if terpisah.
4. Gunakan Fungsi Gabungkan langkah berulang dalam Buat blok “Hitung Luas
(Blocks) satu blok fungsi. Persegi” di Scratch.
5. Evaluasi Pilih algoritma tercepat untuk Gunakan rumus langsung,
Algoritma masalah yang sama. bukan perhitungan berulang.
Contoh Implementasi Optimalisasi di Scratch
Sprite harus menampilkan angka 1 sampai 10 satu per satu.
14
BAB IV
LITERASI DIGITAL
A. Pengertian Literasi Digital
Literasi Digital adalah kemampuan untuk mengakses, memahami, menilai, membuat, dan
membagikan informasi melalui teknologi digital seperti komputer, smartphone, dan internet.
Artinya seseorang yang memiliki literasi digital mampu: Menggunakan perangkat teknologi
dengan benar, Mencari dan memahami informasi dengan kritis, Menghindari hoaks dan
kejahatan siber, serta beretika dalam berkomunikasi digital.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai literasi digital terdiri atas Empat pilar
yaitu ;
1. Kecakapan Digital (Digital Skills)
Kemampuan menggunakan perangkat keras (seperti komputer dan ponsel pintar) dan
perangkat lunak (aplikasi dan program) untuk berbagai kebutuhan.
Contohnya adalah menggunakan aplikasi perkantoran, peramban internet untuk mencari
informasi, atau mengelola data digital.
2. Etika Digital (Digital Ethics)
Kesadaran dan pemahaman tentang tata krama serta etika dalam berinteraksi,
berpartisipasi, dan berkolaborasi di ruang digital.
Ini meliputi menghargai privasi orang lain, menghindari perundungan siber
(cyberbullying), dan tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks.
3. Budaya Digital (Digital Culture)
Pengetahuan dan pemahaman mengenai dasar-dasar Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika
sebagai landasan berperilaku di ruang digital.
Tujuannya adalah membangun perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kebangsaan saat
berinteraksi dengan teknologi.
4. Keamanan Digital (Digital Safety)
Kemampuan untuk mengenali, memproteksi, dan meningkatkan keamanan pribadi saat
menggunakan media digital.
Ini termasuk melindungi data pribadi, menggunakan kata sandi yang kuat, dan
mewaspadai penipuan daring (phishing).
Manfaat literasi digital
Meningkatkan kompetensi individu: Memungkinkan seseorang untuk beradaptasi
dengan perkembangan teknologi, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta
menambah wawasan.
Memperluas akses informasi: Memudahkan dalam mencari dan memahami berbagai
informasi dari seluruh dunia, yang bermanfaat untuk pendidikan, pekerjaan, dan
kehidupan sehari-hari.
Melindungi dari risiko digital: Membantu individu mengidentifikasi dan menghindari
ancaman seperti hoaks, penipuan daring, dan perundungan siber.
15
Meningkatkan produktivitas: Membantu individu dalam mengelola pekerjaan dan
berkomunikasi secara efektif dan efisien melalui teknologi digital.
Berpartisipasi dalam masyarakat digital: Mendorong interaksi yang positif,
kolaboratif, dan etis, serta memungkinkan seseorang untuk berpartisipasi aktif dalam
kegiatan sosial
Contoh penerapan literasi digital
Di lingkungan pendidikan:
Guru dan siswa menggunakan platform pembelajaran daring (e-learning) untuk
mengunggah dan mengumpulkan tugas, serta mengadakan kelas virtual.
Siswa mencari, mengevaluasi, dan menyusun informasi dari berbagai sumber daring
untuk tugas atau penelitian.
Mahasiswa menggunakan basis data daring untuk penelitian, bukan lagi katalog kartu di
perpustakaan.
Di lingkungan masyarakat:
Masyarakat menggunakan aplikasi donasi daring untuk mengumpulkan dana bantuan
bencana.
Pengusaha kecil memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk dan jasa
mereka.
Komunitas membuat grup daring untuk menyebarkan informasi yang akurat dan
relevan.
Di lingkungan pekerjaan:
Karyawan menggunakan aplikasi kolaborasi seperti Google Workspace atau Microsoft
365 untuk bekerja sama dalam proyek.
Karyawan memahami etika dalam berkomunikasi via email dan menjaga kerahasiaan
data perusahaan.
Profesional terus mengikuti perkembangan teknologi melalui kursus daring untuk
meningkatkan keterampilan.
Tantangan Dunia Digital
1. Hoaks (Berita Palsu) – Informasi bohong yang disebar di internet.
Solusi: Periksa sumber berita sebelum membagikan.
2. Cyberbullying – Perundungan melalui media sosial.
Solusi: Laporkan dan jangan ikut membalas.
3. Pencurian Data (Phishing) – Penipuan untuk mencuri akun atau password.
Solusi: Jangan klik tautan mencurigakan.
4. Kecanduan Gadget – Menghabiskan waktu terlalu lama online.
Solusi: Atur waktu penggunaan dan tetap aktif secara sosial.
16
B. Hubungan antara Koding, AI, dan Literasi Digital
Konsep Penjelasan Contoh Penerapan
Menulis instruksi agar komputer Membuat program penghitung
Koding
melakukan tugas tertentu. skor, game edukasi, atau chatbot.
Sistem komputer yang bisa
AI (Kecerdasan Chatbot, pengenal wajah,
“belajar” dari data dan
Artifisial) rekomendasi video di YouTube.
mengambil keputusan.
Kemampuan memahami,
Mengetahui cara kerja AI dan
Literasi Digital menilai, dan menggunakan
tidak menyalahgunakannya.
teknologi secara etis dan efektif.
Ketiga unsur ini saling berhubungan:
Koding → membangun sistem AI → membutuhkan literasi digital untuk digunakan
secara bijak.
Peran Literasi Digital dalam Dunia Koding & AI
Memahami Teknologi: Mengetahui cara kerja AI agar tidak hanya menjadi pengguna,
tetapi juga pencipta.
Berpikir Kritis: Mengevaluasi hasil keluaran AI (apakah benar atau salah).
Beretika Digital: Menggunakan hasil AI tanpa melanggar hak cipta atau privasi.
Keamanan Data: Tidak membagikan informasi pribadi kepada sistem AI tanpa izin.
Kolaborasi Cerdas: Bekerja sama dengan AI untuk menyelesaikan masalah secara kreatif.
Literasi Digital dalam Proses Koding
Tahapan Aktivitas Literasi Digital
Mencari referensi solusi di forum seperti GitHub, Stack Overflow, atau
Perencanaan
komunitas pemrograman.
Pengembangan Menggunakan AI tools (seperti ChatGPT, Copilot) untuk memahami dan
Kode memperbaiki kode tanpa menyalin secara buta.
Uji Coba Mencari sumber kesalahan di dokumentasi resmi dan belajar dari hasil
(Debugging) pencarian, bukan hanya menyalin kode.
Mengunggah proyek ke repositori dengan menyertakan lisensi dan catatan
Publikasi
pembuat.
Etika dan Keamanan Digital dalam Koding
Tidak menjiplak kode tanpa izin atau atribusi.
Menjaga privasi data (tidak mengunggah data pribadi ke platform AI).
Menggunakan AI secara bertanggung jawab, bukan untuk menipu atau menghasilkan
konten berisiko.
Berperilaku sopan dalam komunitas online (forum, GitHub, dll.).
17
Integrasi Literasi Digital dalam Pembelajaran AI
AI menjadi bagian penting dari literasi digital modern. Peserta siswa dapat:
Menggunakan AI untuk belajar mandiri tentang algoritma dan bahasa pemrograman.
Memahami bagaimana AI mengolah data, sehingga lebih bijak dalam berbagi informasi
online.
Mempelajari batas dan etika penggunaan AI, agar tidak tergantung sepenuhnya pada
mesin.
Literasi Digital dan Kolaborasi secara digital
Koding sering dilakukan secara kolaboratif menggunakan alat digital:
GitHub → untuk berbagi dan mengelola kode bersama tim.
Google Colab / Replit → untuk menulis dan menjalankan kode secara daring.
AI Chatbots (seperti ChatGPT) → membantu menjelaskan logika atau mendeteksi bug.
Hubungan Literasi Digital dan AI dalam Kehidupan Sehari-hari
AI kini hadir di banyak aspek kehidupan digital yang digunakan siswa setiap hari:
Aktivitas Digital Contoh Penggunaan AI Nilai Literasi Digital
Google Search yang
Mencari informasi di Menilai kebenaran dan sumber
menampilkan hasil sesuai
internet informasi
minat pengguna
Menulis atau ChatGPT, Google Translate, Menggunakan AI untuk belajar,
menerjemahkan teks Grammarly bukan menyalin
Rekomendasi konten di Mengatur privasi dan mengenali
Media sosial
TikTok, Instagram, YouTube bias algoritma
Menggunakan AI untuk
AI tutor atau chatbot
Belajar daring memperdalam pemahaman, bukan
pembelajaran
menggantikan berpikir
Prinsip Etika dalam Literasi Digital Berbasis AI
Agar AI digunakan secara bijak dan bertanggung jawab, siswa perlu mempraktikkan
prinsip berikut:
1. Transparansi – jelaskan jika karya dibuat dengan bantuan AI.
2. Kejujuran Akademik – pahami hasil yang diberikan AI, jangan menyalin mentah.
3. Keamanan Data – jangan memberikan informasi pribadi ke sistem AI publik.
4. Kritis terhadap Output AI – selalu cek kebenaran dan keakuratan informasi.
5. Kreativitas dan Kolaborasi – gunakan AI untuk berinovasi, bukan sekadar
mempermudah tugas.
18
C. Keamanan Digital
Keamanan digital (digital security) adalah langkah-langkah untuk melindungi data,
identitas, dan sistem dari akses atau penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berhak. Dalam
konteks koding, keamanan digital mencakup: Menjaga kerahasiaan data pengguna dalam aplikasi
yang dibuat, Menghindari bug atau celah keamanan dalam kode, Menggunakan password yang
kuat dan sistem otentikasi, Tidak membagikan data pribadi di dalam program tanpa izin.
Tujuan Keamanan Digital dalam Koding
Melindungi Data Pengguna
→ Agar informasi pribadi (seperti nama, email, atau kata sandi) tidak bocor.
Mencegah Serangan Siber
→ Seperti malware, hacking, dan pencurian data.
Menjaga Integritas Program
→ Program tidak boleh diubah tanpa izin pembuatnya.
Menumbuhkan Tanggung Jawab Digital
→ Siswa belajar membuat program yang aman dan bermanfaat.
Hubungan Etika dan Keamanan dalam Dunia Koding
Aspek Penjelasan Contoh dalam Koding
Perilaku yang sopan, jujur, dan bertanggung
Tidak menyalin kode tanpa
Etika Digital jawab saat membuat dan menggunakan
izin.
teknologi.
Menggunakan password
Keamanan Upaya melindungi data, perangkat, dan
terenkripsi dalam aplikasi
Digital sistem dari ancaman.
login.
Contoh Praktik Keamanan Digital dalam Koding
Menggunakan variabel secara aman – hindari menampilkan data sensitif di layar.
Menulis kode yang bersih dan jelas agar tidak menimbulkan kesalahan sistem.
Menyimpan data dengan metode terenkripsi (misalnya menggunakan hash untuk
password).
Tidak menyebarkan data pribadi (seperti email, alamat, atau nomor telepon) tanpa izin
pemilik.
Mengupdate program secara berkala untuk menutup celah keamanan.
19
Prinsip Keamanan Digital dalam Koding
Untuk menjaga keamanan dalam kegiatan koding, siswa perlu menerapkan prinsip-
prinsip keamanan digital berikut:
Gunakan kata sandi yang kuat
Kombinasikan huruf besar, kecil, angka, dan simbol.
Hindari password mudah seperti “12345” atau “password”.
Jaga kerahasiaan data pribadi
Jangan menampilkan data sensitif (alamat, nomor telepon) di kode program.
Simpan data pengguna secara terenkripsi.
Jangan sembarang mengunduh kode dari internet
Bisa mengandung virus atau malware.
Gunakan sumber resmi seperti GitHub atau Scratch.
Gunakan izin akses dengan bijak
Jangan membuat program yang meminta data berlebihan.
Misalnya, aplikasi game tidak perlu meminta akses ke kamera atau kontak pribadi.
Pahami etika dalam penggunaan AI
Jangan gunakan AI untuk memanipulasi orang lain.
Gunakan AI untuk membantu, bukan merugikan.
Langkah dan Cara Aman di Dunia Digital
Untuk mendukung kebiasaan positif:
Gunakan perangkat lunak asli dan terpercaya.
Jangan mudah klik tautan mencurigakan.
Rutin perbarui sistem operasi dan antivirus.
Hindari membagikan data pribadi di media sosial.
Laporkan aktivitas online yang mencurigakan ke guru atau orang tua.
Ancaman Umum Dunia Digital dalam Koding
Jenis Ancaman Penjelasan Pencegahan
Dapat membuat program bocor Selalu uji program sebelum
Bug (kesalahan kode)
atau crash. digunakan.
Kode berbahaya yang merusak Jangan mengunduh kode dari
Malware
sistem. sumber asing.
Phishing / Hacking Akses ilegal ke data program. Gunakan verifikasi dan enkripsi.
Data Leak (Kebocoran Data pengguna terekspos tanpa Hindari menampilkan informasi
Data) izin. pribadi.
20