1
1
B. KONDISI IDEALITAS
1. Mengacu pada Peraturan Dasar Pasal 13 HIMA PPKn FIS-H UNM Dewan
Pendamping mempunyai kewenangan dan fungsi sebagai berikut:
2. Dewan Pendamping bertugas mendampingi pengurus selama satu periode
kepengurusan.
3. Dewan Pendamping berfungsi memberikan saran dan kritikan kepada pengurus dalam
melaksanakan kerja keorganisasian HIMA PPKn FIS-H UNM.
4. Dewan Pendamping berwenang memberikan pertimbangan kepada HIMA PPKn FIS-
H UNM dalam mengambil sikap kelembagaan.
5. Dewan Pendamping berwenang melaksanakan Sidang Etik dan Sidang Istimewa
dengan tetap mempertimbangkan masukan dan saran pengurus HIMA PPKn FIS-H
UNM.
6. Dewan Pendamping bertanggung jawab menyampaikan hasil pendampingan secara
lisan dan tertulis di hadapan forum yang berwenang.
7. Dewan Pendamping bertanggung jawab memberikan serah terima jabatan jika terjadi
pergantian Pendamping dalam masa kepengurusan.
C. KONDISI REALITAS
Berdasarkan pada Pasal 13 poin (8) Peraturan Dasar HIMA PPKn FIS-H UNM
mengatur tentang salah satu bentuk tanggung jawab dari Dewan Pendamping yakni
menyampaikan hasil pendampingan secara lisan dan tertulis dihadapan forum yang
berwenang, Hal ini dijabarkan sebagai berikut:
3) Pembagian Kerja
Sebagai pemegang jabatan yang salah satu tugas dan fungsi utamanya
adalah untuk mengkoordinir jalannya roda kepengurusan, ketua umum dan wakil
ketua umum sepakat untuk membagi haluan kerja yang ada pada HIMA PPKn
FIS-H UNM dengan pembagian untuk ketua umum memegang bidang
operasional dan wakil ketua umum memegang bidang fungsional. Dengan
pembagian haluan kerja ini diharapkan dapat membantu mereka dalam
memastikan pemaksimalan kinerja kepengurusan.
Ketua umum dalam menjalankan pembagian kerja tersebut dalam setengah
periode berjalan mesti jelih dalam melihat beberapa haluan kerja yang menjadi
bagiannya. Terlebih pada haluan kerja pembinaan anggota dan personalia kader
yang mana masih menjadi tugas bersama untuk dibenahi. Akan tetepi dalam
haluan kerja yang lain ketua umum sudah cukup baik dalam mengkoordinirnya,
namun hal ini tak dapat dijadikan landasan untuk berhenti berproses dan belajar
memperbaiki diri. Ketua umum kedepannya harus bisa lebih aktif dan lebih
responsif dalam melihat cela dalam sebuah kepengurusan agar kemudian dapat
segera dibenahi secepatnya.
Wakil ketua umum selaku seorang yang memiliki tugas untuk membantu
peran dan tanggung jawab ketua umum juga memiliki peran yang cukup vital
dalam mengkoordinir jalannya haluan kerja. Hanya satu dari delapan bidang
fungsional yang ada (Humas), pada awal kepengurusan wakil ketua umum sudah
menjalankan dengan baik. Namun hal itu tidak dipertahankan sampai setengah
periode ini. Dalam pengawasan selama setengah periode ini, wakil ketua umum
dapat dikatakan tidak maksimal perihal ini.
Dalam pembagian kerja ini saya selaku dewan pendamping kerap kali
melakukan komunikasi untuk menanyakan progres maupun upaya seperti apa
yang akan mereka ambil, memberikan gambaran hingga solusi juga menjadi tugas
yang telah saya tunaikan dalam hal ini. Tak hanya melakukan komunikasi searah,
mereka juga tak segan untuk menyampaikan langsung kendala maupun progres
yang mereka alami untuk kemudian kami diskusikan bersama.
4) Pola Komunikasi
Komunikasi merupakan jembatan perantara untuk menyampaikan
informasi agar memaksimalkan jalannya kepengurusan. Hal ini menjadi salah satu
hal yang paling penting dalam sebuah organisasi. Selama berjalannya setengah
HIMPUNAN MAHASISWA
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Sekretariat: Sebelah Utara Gedung Flamboyan BE Kampus UNM Gunung Sari Baru, Jln. Raya Pendidikan, Makassar
Kode pos: 90222/ HP. /083152867935/085656704835/e-mail: himappknfishunm2025.2026@[Link]
periode pola komunikasi ketua umum dan wakil ketua umum terbilang cukup tapi
masih banyak yang menjadi kritikan. Komunikasi yang dibangun kepada kader
khususnya mahasiswa baru dapat dikatakan cukup stabil. Akan tetapi pola
komunikasi yang dibangun ditataran kepengurusan perlu mendapatkan atensi
lebih untuk menemukan pola komunikasi yang lebih efektif, hal ini dapat saya
katakan karena seringkali penerimaan informasi tak merata kepada pengurus yang
mengakibatkan jawaban tidak tahu seringkali dilontarkan. Pola komunikasi
kepada Masyarakat PPKn cenderung pasif dan tidak merata, serta perihal
komunikasi kepada masyarakat hingga hari ini masih sering di kritisi baik itu
persoalan etika dan momentum pada saat melakukan komunikasi.
Dalam mendampingi ketua umum dan wakil ketua umum komunikasi
kami cukup aktif walaupun dalam beberapa waktu ketua umum maupun wakil
ketua umum sulit dihubungi dan kurang responsif. Di dalam grub koordinasi pun,
ketua umum dan wakil ketua umum hampir sama sekali tidak merespon jikalau
ada hal yang kami pertanyakan persolan lembaga. Tentu hal ini menjadi catatan
yang sangat penting untuk ketua umum dan wakil ketua umum.
2) Pola Komunikasi
Pola komunikasi dari Sekretaris Umum dan Wakil Sekretaris Umum
kepada saya sebagai Dewan Pendamping selama ini bisa dikatakan cukup baik,
terutama saat mereka meminta arahan, pertimbangan, atau saran. Saya sendiri
mengakui bahwa keterlibatan langsung saya dalam proses pendampingan di kampus
selama setengah periode kepengurusan masih terbatas karena beberapa alasan,
tetapi komunikasi secara daring selalu dilakukan.
Meskipun komunikasi secara umum berjalan, ada beberapa hal yang
perlu diperbaiki. Beberapa informasi masih saya dapatkan melalui pantauan di grup
Himpunan, padahal seharusnya informasi itu bisa diperoleh langsung melalui
komunikasi yang rutin dan teratur. Selain itu, perlu adanya peningkatan komunikasi
antar pengurus untuk mengurangi miskomunikasi, karna beberapa kali saya
berkomunikasi dengan Sekretaris Umum maupun Wakil Sekretaris Umum, namun
jawabannya terkadang tidak mengetahui informasi yang dimaksud atau melempar
pertanyaan ke pengurus lain. Hal ini menunjukkan perlunya koordinasi yang lebih
baik agar setiap pengurus memiliki informasi yang jelas dan bertanggung jawab
terhadap tugasnya masing-masing.
Secara keseluruhan, komunikasi antara saya selaku Pendamping dan
Sekretaris Umum maupun Wakil Sekretaris Umum berjalan cukup baik, terutama
dalam hal meminta arahan dan saran. Namun, untuk meningkatkan efektivitas dan
mengurangi miskomunikasi, komunikasi perlu dilakukan secara lebih rutin,
terstruktur, dan proaktif sehingga setiap pengurus mendapatkan informasi yang
jelas dan dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih optimal.
c. Bendahara Umum
1) Tupoksi Kerja
Bendahara Umum sendiri tergolong aktif walaupun ada beberapa agenda
yang tidak dihadiri tetapi Bendahara Umum memiliki alasan tertentu dalam
ketidak hadirannya dalam kegiatan tersebut. Adapun tupoksi haluan kerja dari
Bendahara Umum itu sendiri yaitu Mendorong peningkatan usaha ekonomi
kreatif dalam lingkup HIMA PPKn FIS-H UNM guna menjunjung kebutuhan
keorganisasian HIMA PPKn FIS-H UNM. Melihat dari kinerja dan usaha
Bendahara Umum dalam meningkatkan usaha ekonomi dan menjunjung
kebutuhan keorganisasia di HIMA PPKn FIS-H UNM sudah termasuk cukup
baik, dapat dilihat dari beberapa pemasukan, namun Bendahara Umum kurang
dalam melakukan Inovasi dan kurang konsisten menjalankan usaha mandirinya.
HIMPUNAN MAHASISWA
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Sekretariat: Sebelah Utara Gedung Flamboyan BE Kampus UNM Gunung Sari Baru, Jln. Raya Pendidikan, Makassar
Kode pos: 90222/ HP. /083152867935/085656704835/e-mail: himappknfishunm2025.2026@[Link]
Tanggung jawab yang diberikan oleh Bendahara Umum, menurut saya
sebagai pendamping Bendahara Umum itu sendiri sudah cukup baik karena telah
malakukan tupoksinya dan tanggung jawabnya sebagai Bendahara Umum
walaupun masih ada kekurangan maupun kendala yang dialami tapi dari itu
semua merupakan pelajaran dan pengajaran untuk menjadi lebih baik lagi bagi
Bendahara Umum itu sendiri.
2) Program Kerja
Berdasarkan hasil pengamatan saya selaku Pendamping Bendagara
Umum, Pelaksalaan Program Kerja HIMA PPKn Store sudah dijalanjan dengan
baik, dapat dilihat dari penghasilan di dua bulan pertama yang tercapai, namun
tidak dipungkiri di dua bulan selanjutnya tidak mencapai target yang telah
ditentukan. Oleh karena itu perlu untuk melakukan evaluasi terhadap faktor-faktor
yang menyebabkan ketidakberhasilan tersebut, dan dalam pengelolaan dana
sehingga dapat mencapai hasil yang lebih optimal lagi.
Dari hambatan yang dijelaskan oleh Bendhara Umum menurut saya,
Bendahara Umum tidak berusaha melakukan metode penjualan yang lain dan
kurang konsisten dalam menjalankan HIMA PPKn Store. Saya selaku
pendamping juga masih kurang dalam menjalankan tugas pendampingan, namun
saya semaksimal mungkin membantu Bendahara Umum terkait kendala dalam
menjalankan HIMA PPKn Store baik itu berupa saran dan dukungan.
3) Agenda
Dari agenda Iuran pengurus yang telah disepakati pada musyawarah kerja
yaitu sebanyak Rp. 5.000/bulan. Telah dijelaskan dipelaporan Bendahara Umum
ada beberapa kendala. Saya sebagai pendamping Bendahara Umum sudah
mengingatkan kepada Bendahara Umum mengenai Iuran pengurus dan saya
sudah sampaikan agar Bendahara Umum lebih teliti dalam pencatatan Iuran
pengurus. Salah satu faktor yang mungkin berkontribusi terhadap masalah ini
adalah kurangnya ketegasan dari bendahara umum dalam menegakkan aturan
terkait pembayaran. Penting bagi Bendahara Umum untuk memiliki kebijakan
yang jelas dan tegas agar semua pengurus memahami tanggung jawab mereka
dalam memenuhi kewajiban membayar iuran tepat waktu.
Agenda kedua yaitu Siklus Keuangan, dimana siklus keungan ini
merupakan agenda Bendahara Umum yang harus di laporkan dan di upload
dimedia sosial. Agenda ini menurut saya telah terlaksana walaupun belum di
upload di media sosial. Dan saya sebagai pendamping Bendahara Umum telah
sampaikan kepada Bendahara Umum agar lebih memperhatikan nota-nota yang
diterima. Dari kendala yang disampaikan oleh Bendahara Umum perlu ditekankan
lagi kepada pengurus agar apabila telah melalakukan pembelian atau pengeluaran
segera sampaikan kepada Bendahara Umum dan Bendahara Umum diharapkan
juga lebih memperhatikan pengeluaran apa saja agar tidak terjadi lagi kendala
yang sudah terjadi.
4) Pola Komunikasi
Mengenai pola komunikasi antara Bendahara Umum dan Pendamping
Bendahara Umum bisa saya katakan sangat baik dikarenakan Bendahara Umum
selalu meminta pendapat dan masukan dari saya selaku pendamping jika ada
kendala yang dihadapi baik itu secara tatap muka atau melalui media sosial.
Bendahara Umum juga selalu menginformasikan apabila ada agenda atau
kegiatan yang dilaksanakan.
HIMPUNAN MAHASISWA
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Sekretariat: Sebelah Utara Gedung Flamboyan BE Kampus UNM Gunung Sari Baru, Jln. Raya Pendidikan, Makassar
Kode pos: 90222/ HP. /083152867935/085656704835/e-mail: himappknfishunm2025.2026@[Link]
2) Program Kerja
Program kerja Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia berupa
Sekolah Keorganisasian Mahasiswa (SKEMA) dilaksanakan sebagai tahapan
awal pengkaderan yang diawali dengan penugasan pra-kegiatan, kemudian
dilanjutkan dengan rangkaian pembukaan, penyampaian materi, dan diskusi
kelompok. Berdasarkan hasil pendampingan, pelaksanaan SKEMA menunjukkan
bahwa sebagian indikator program kerja belum tercapai secara optimal.
Partisipasi mahasiswa baru belum merata, baik pada tahap penugasan awal
maupun selama pelaksanaan kegiatan inti. Tingkat kehadiran belum mencapai
target yang ditetapkan, dan keterlibatan peserta dalam diskusi serta penyelesaian
penugasan masih bervariasi. Pada aspek pemahaman materi, hasil yang diperoleh
menunjukkan adanya peningkatan pada sebagian peserta, namun belum
berlangsung secara konsisten. Hal ini menunjukkan bahwa transfer materi dan
proses internalisasi nilai belum berjalan merata di seluruh peserta.
Dari hasil pendampingan, kondisi tersebut dipahami sebagai gambaran riil
dinamika kaderisasi awal. Pelaksanaan SKEMA telah membuka ruang
pengenalan organisasi dan pembentukan forum kader, namun masih diperlukan
penguatan pada aspek pengawalan pascakegiatan. Pendampingan diarahkan untuk
membantu pengurus membaca capaian dan keterbatasan ini secara objektif, serta
menyiapkan langkah lanjutan agar proses kaderisasi dapat berlanjut secara lebih
terarah dan berkesinambungan.
3) Agenda
Selain SKEMA, Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia
melaksanakan agenda Penerimaan Mahasiswa Baru Lembaga Kemahasiswaan
(PMBLK), Kelas Pengembangan Kepengurusan (KPK), Diskusi Edukatif
(DEKAT), Refleksi Berkala, serta perencanaan Training of Trainer (ToT).
Keseluruhan agenda tersebut dirancang untuk saling menopang dalam proses
pembinaan kader dan penguatan internal kepengurusan.
Pelaksanaan PMBLK dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berfokus
pada pengenalan HIMA PPKn FIS-H UNM, meliputi struktur organisasi, program
kerja, serta penataran kultur PPKn, dengan tingkat kehadiran yang relatif tinggi.
Tahap kedua berupa kajian penetapan nama angkatan, yang diikuti oleh jumlah
HIMPUNAN MAHASISWA
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Sekretariat: Sebelah Utara Gedung Flamboyan BE Kampus UNM Gunung Sari Baru, Jln. Raya Pendidikan, Makassar
Kode pos: 90222/ HP. /083152867935/085656704835/e-mail: himappknfishunm2025.2026@[Link]
peserta lebih sedikit dibandingkan tahap awal. Dari hasil pendampingan, kondisi
ini menunjukkan bahwa PMBLK telah berfungsi sebagai ruang pengenalan awal
lembaga, namun pemahaman dan internalisasi nilai masih memerlukan penguatan
lanjutan agar rasa memiliki dan partisipasi mahasiswa baru dapat terjaga secara
berkelanjutan.
Agenda KPK dilaksanakan sebagai ruang penguatan kapasitas pengurus
dan hingga pertengahan periode telah terselenggara beberapa kali dengan materi
yang disesuaikan kebutuhan bidang. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa
agenda ini berjalan, namun menghadapi kendala pada konsistensi penyusunan
materi, penjadwalan, serta tingkat kehadiran pengurus. Kondisi tersebut
mencerminkan bahwa KPK masih memerlukan pengelolaan teknis yang lebih
stabil agar fungsi peningkatan kapasitas pengurus dapat tercapai secara merata.
DEKAT dilaksanakan sebagai forum diskusi yang bersifat edukatif dan
kontekstual. Dalam proses pendampingan, forum ini menunjukkan adanya ruang
dialog dan pertukaran gagasan antar peserta, meskipun tingkat partisipasi
cenderung fluktuatif dan pelaksanaannya belum sepenuhnya maksimal akibat
keterbatasan waktu dan koordinasi. Meski demikian, DEKAT tetap menjadi ruang
alternatif yang relevan untuk memperluas wawasan kader di luar agenda
kaderisasi formal.
Refleksi Berkala dijalankan sebagai ruang evaluasi kerja dan pembacaan
dinamika internal kepengurusan. Hingga pertengahan periode, agenda ini baru
terlaksana beberapa kali dan belum sepenuhnya menyentuh persoalan secara
mendalam. Dari hasil pendampingan, refleksi masih perlu diperkuat agar tidak
berhenti pada formalitas, tetapi mampu menjadi instrumen membaca masalah
kerja dan komitmen pengurus secara lebih terbuka.
Sementara itu, agenda Training of Trainer (ToT) masih berada pada tahap
perencanaan dan pematangan konsep. Pendampingan difokuskan pada pembacaan
urgensi agenda ini sebagai kaderisasi lanjutan, sekaligus memastikan kesiapan
konsep, materi, dan momentum organisasi sebelum pelaksanaannya
direalisasikan.
4) Pembagian Tanggungjawab
Pembagian tanggung jawab dalam Bidang Pengembangan Sumber Daya
Manusia telah disusun sesuai struktur dan kebutuhan bidang. Dari proses
pendampingan, terlihat bahwa pembagian peran membantu pengurus memahami
ruang kerja masing-masing, meskipun dalam praktiknya masih terdapat perbedaan
ritme dan tingkat kemandirian antarindividu.
Pendampingan diarahkan pada penguatan komunikasi internal agar
pembagian tanggung jawab tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar
berjalan dalam pelaksanaan agenda. Kerja kolektif dan saling menopang
antarperan menjadi fokus utama dalam pendampingan ini. am melakukan
tanggungjawabnya dan selalu menunggu arahan dari ketua bidang.
5) Kondisi Kepengurusan
Kondisi kepengurusan Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia
selama setengah periode menunjukkan dinamika yang cukup kompleks. Aktivitas
akademik, kesiapan personal pengurus, serta tuntutan agenda organisasi
memengaruhi tingkat kehadiran, konsistensi, dan keaktifan pengurus dalam
menjalankan tanggung jawabnya.
Dalam proses pendampingan, ditemukan adanya tantangan pada fase awal
kepengurusan, terutama terkait profesionalisme dan keaktifan pada beberapa
HIMPUNAN MAHASISWA
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Sekretariat: Sebelah Utara Gedung Flamboyan BE Kampus UNM Gunung Sari Baru, Jln. Raya Pendidikan, Makassar
Kode pos: 90222/ HP. /083152867935/085656704835/e-mail: himappknfishunm2025.2026@[Link]
agenda penting. Kondisi tersebut berdampak pada koordinasi kerja dan
pelaksanaan program bidang. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan
komunikasi dan dialog untuk membaca kondisi ini secara realistis, sekaligus
menjaga agar bidang tetap berjalan tanpa mengabaikan prinsip tanggung jawab
organisasi.
Penyesuaian struktur kepengurusan yang dilakukan ketika periode berjalan
menjadi bagian dari upaya organisasi merespons dinamika tersebut. Setelah
penyesuaian, kondisi kepengurusan menunjukkan perbaikan dari sisi keaktifan
staf yang tersisa dan pembagian kerja yang lebih terfokus. Pendampingan
diarahkan untuk menjaga stabilitas kerja bidang, memperkuat rasa tanggung
jawab, serta mendorong tumbuhnya inisiatif mandiri agar sisa periode
kepengurusan dapat dijalani dengan lebih tertata.
6) Pola Komunikasi
Pola komunikasi antara pengurus Bidang Pengembangan Sumber Daya
Manusia dan pendamping terjalin secara terbuka dan berkelanjutan. Komunikasi
dilakukan secara luring maupun daring, menyesuaikan dengan kondisi dan
aktivitas masing-masing pihak. Pada periode tertentu, pendampingan lebih banyak
dilakukan secara daring karena adanya kewajiban akademik di luar kampus.
Meskipun demikian, komunikasi tetap dijaga melalui penyampaian
perkembangan kegiatan, dinamika internal, serta kebutuhan bidang secara
berkala. Pada agenda-agenda penting, pendampingan tetap diupayakan hadir
secara langsung untuk menjaga kesinambungan proses pendampingan. Pola
komunikasi ini diarahkan untuk memastikan pengurus memiliki ruang diskusi
yang memadai, tanpa mengurangi kemandirian bidang dalam menjalankan agenda
kerja yang telah disepakati.
4) Pembagian Tanggungjawab
Pembagian tanggung jawab di Bidang II Penalaran dan Keilmuan
dilakukan berdasarkan struktur divisi dan tupoksi yang telah ditetapkan dalam
GBHK, dengan tujuan memastikan setiap agenda berjalan terkoordinasi dan
berkelanjutan. Ketua Bidang bertanggung jawab pada fungsi koordinasi, dan
pengambilan keputusan strategis, termasuk memastikan distribusi informasi
berjalan merata serta setiap staff menjalankan perannya secara konsisten.
Sebagai tindak lanjut atas pendampingan saya selama setengah periode,
pembagian tanggung jawab ditegaskan kembali agar tidak terjadi tumpang tindih
peran maupun pengabaian amanah kepengurusan. Setiap divisi diwajibkan
memastikan informasi agenda tersampaikan secara merata kepada pengurus dan
peserta kegiatan, serta melaporkan progres kegiatan secara berkala kepada Ketua
Bidang dan Dewan Pendamping. Penegasan ini diharapkan mampu memperkuat
kesadaran tanggung jawab pengurus, memperbaiki alur komunikasi internal, dan
meningkatkan efektivitas pelaksanaan seluruh agenda Bidang II Penalaran dan
Keilmuan ke depan.
5) Kondisi Kepengurusan
Kondisi kepengurusan Bidang II Penalaran dan Keilmuan secara umum
berjalan dengan cukup baik, meskipun dalam pelaksanaannya masih ditemukan
sejumlah dinamika dan tantangan. Pada awal masa kepengurusan, terdapat
kendala berupa belum optimalnya pemahaman sebagian pengurus terhadap
tanggung jawab dan tupoksi yang diemban, serta kesibukan personal yang
berdampak pada intensitas koordinasi dan pengawalan kegiatan. Hal tersebut
berimplikasi pada lemahnya pengawasan, distribusi informasi yang tidak merata,
serta kurang maksimalnya pelaksanaan beberapa program kerja yang telah
direncanakan.
Seiring berjalannya waktu dan melalui evaluasi serta pendekatan
persuasif, kondisi kepengurusan mulai menunjukkan sedikit perbaikan.
Dilakukannya penegasan kembali tupoksi, pembagian kerja yang lebih jelas, serta
penambahan sumber daya manusia pasca sidang istimewa turut berkontribusi
pada peningkatan efektivitas kerja bidang. Komunikasi internal mulai terbangun
dengan lebih baik dan seluruh staf bidang dinilai aktif dalam menjalankan
tugasnya. Meskipun demikian, saya menilai bahwa diperlukan ketegasan yang
lebih konsisten dari ketua bidang, serta peningkatan kesadaran kolektif staff
terhadap amanah kepengurusan, agar kinerja Bidang II Penalaran dan Keilmuan
dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan ke depan.
6) Pola Komunikasi
HIMPUNAN MAHASISWA
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Sekretariat: Sebelah Utara Gedung Flamboyan BE Kampus UNM Gunung Sari Baru, Jln. Raya Pendidikan, Makassar
Kode pos: 90222/ HP. /083152867935/085656704835/e-mail: himappknfishunm2025.2026@[Link]
Pola komunikasi dalam kepengurusan Bidang II Penalaran dan Keilmuan
pada dasarnya telah terbangun melalui komunikasi formal dan nonformal. Media
komunikasi yang digunakan meliputi pertemuan langsung, grup Whatsapp, serta
diskusi nonformal. Namun, dalam praktiknya, komunikasi belum berjalan secara
konsisten dan terstruktur. Hal ini terlihat dari masih adanya distribusi informasi
kegiatan yang tidak merata, keterlambatan penyampaian agenda, serta kurangnya
tindak lanjut komunikasi dalam memastikan setiap pengurus memahami peran
dan tanggung jawabnya secara utuh.
Sebagai tindak lanjut dari hasil pendampingan, diperlukan penguatan pola
komunikasi yang lebih sistematis dan bertanggung jawab. Setiap keputusan dan
agenda kegiatan perlu dikomunikasikan secara jelas, terjadwal dan
terdokumentasi, dengan penanggung jawab yang ditetapkan pada setiap divisi.
Ketua bidang diharapkan berperan aktif sebagai simpul komunikasi utama yang
memastikan arus informasi berjalan dua arah dan merata. Dengan perbaikan pola
komunikasi ini, diharapkan koordinasi internal dapat berjalan lebih efektif,
meminimalisir miskomunikasi, serta mendukung kelancaran dan keberlanjutan
seluruh agenda Bidang II Penalaran dan Keilmuan.
2) Program Kerja
Semarak PPKn merupakan program kerja dari bidang minat dan bakat
yang belum terlaksana. Dalam kesepakatan musyawarah kerja, program kerja ini
akan dilaksanakan pada April mendatang, Namun dari bidang 3 itu sendiri
bersama saya selaku dewan pendamping, sudah pernah berdiskusi tentang konsep
yang akan dibawakan pada saat Semarak PPKn
3) Agenda
Bidang Minat dan Bakat secara keselurahan memiliki total 3 agenda sesuai
dengan kesepakatan yang ada yakni: PPKn Sport, Pelatihan Minat dan Bakat,
Pekan Olahraga dan Seni (POLARSI). Selama setengah periode PPkn Sport telah
terlaksana sebanyak 3 kali hal tersebut dikatakan sangat kurang. Pelatihan Minat
dan Bakat sebanyak 3 kali, hal ini juga dikatakan sangat kurang, namun yang saya
soroti sebagai pendamping adalah bidang tiga yang tidak bisa mengatur waktu
untuk melaksanakan agendanya, sehingga pasrtisipasi masyarakat dan mahasiswa
baru yang kurang dalam pelatihan minat dan bakat ini. Sehingga Lagi-lagi ini
dapat dikatakan pengurus tidak dapat memobilisasi masyarakat dan mahasiswa
baru. Pekan Olahraga dan Seni (POLARSI) sudah terlaksana dan berjalan kurang
baik. karna dilihat dari partisipasi dari mahasiswa aktif dan masyarakat. Namun
yang saya soroti sebagai pendamping adalah manajemen waktu dari kepengurusan
sehingga ada beberapa cabang lomba yang dilaksanakan tidak sesuai jadwal yang
telah disepakati.
HIMPUNAN MAHASISWA
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Sekretariat: Sebelah Utara Gedung Flamboyan BE Kampus UNM Gunung Sari Baru, Jln. Raya Pendidikan, Makassar
Kode pos: 90222/ HP. /083152867935/085656704835/e-mail: himappknfishunm2025.2026@[Link]
4) Pembagian Tanggungjawab
Pembagian tanggung jawab bidang Minat dan Bakat selama setengah
periode kepengurusan banyak mengalami kendala dan juga dipengaruhi oleh
faktor semangat berlembaga bahkan dalam kerja kerja ketua bidang terjun
langsung. Dari hasil pendampingan yang saya lakukan, beberapa staf terkadang
luput akan taggung jawabnya, sebagai pendamping saya selalu mengingatkan agar
ketua bidang lebih tegas terhadap stafnya agar kerja-kerja kepengurusan
khususnya kerja di bidang III tidak terabaikan dan berjalan dengan baik.
5) Kondisi Kepengurusan
Berdasarkan sidang etik yang dilaksanakan oleh kepengurusan sangat di
sayangkan karna harus membawa satu orang staf bidang Minat dan Bakat
terjaring etik. Hal ini menunjukkan kurangnya rasa tanggung jawab dan ketegasan
dari ketua bidang dalam mengatur dan merangkul stafnya.
Namun ketidak aktifan staf ini selalu dikeluhkan oleh ketua bidang, dan
sering kali saya selaku pendamping memberikan saran agar tetap merangkul dan
menjaga ikatan kekeluargaan antara staf dan ketua bidang. Setelah dilakukannya
Sidang Istimewa, adanya peresavelan staf dan anggota staf baru. Komunikasi
yang baik dan kesadaran akan tanggung jawab merupakan dua faktor utama yang
perlu diperbaiki agar kinerja bidang minat dan bakat lebih optimal.
6) Pola Komunikasi
Pola komunikasi yang terjalin antara bidang III dengan saya selaku dewan
pendamping selama setengah periode ini cukup aktif dalam melaporkan mengenai
perkembangan kepengurusan dan aktif menanyakan tentang pendapat saya selaku
pendamping apabila ada kendala dalam persiapan kegiatan bidang III.
2) Program Kerja
Bidang IV Advokasi dan Relasi memiliki satu program kerja yakni saksi.
Dalam pelaksanaan kegiatan saksi tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak
kekurangan yang hadir dalam pelaksanaanya. Hal ini dapat dilihat dari indikator
capaian yang tidak terlaksana dibagian persentase kehadiran atau kuantitaf yang
secara standar minimal harus diikuti oleh 90% mahasiswa baru tetapi hanya
diikuti oleh 44%, dari jumlah mahasiswa batru yang ada. sangat jauh dari target
yang ditetapkan. Hal ini terkesan mengecewakan karena Bidang IV Advokasi dan
Relasi yang notabenenya sebagai pemobilisasi mahasiswa gagal memobilisasi
HIMPUNAN MAHASISWA
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Sekretariat: Sebelah Utara Gedung Flamboyan BE Kampus UNM Gunung Sari Baru, Jln. Raya Pendidikan, Makassar
Kode pos: 90222/ HP. /083152867935/085656704835/e-mail: himappknfishunm2025.2026@[Link]
mahasiswa baru untuk mengikuti kegiatan saksi juga kurangnya koordinasi
kepengurusan dan kepanitiaan di lokasi sehingga banyak pekerjaan yang harusnya
sudah terencana menjadi rancu pada saat pelaksanaan. Namun di luar dari pada itu
kegiatan ini dapat terlaksana dan menunjukkan beberapa capaian positif dalam
meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengadvokasian peserta melalui
indikator hasil pre-test dan post-test yang meningkat serta keberhasilan simulasi
propaganda. Inisiatif mengadakan "Saksi Susulan" juga patut diapresiasi sebagai
bentuk komitmen bidang dalam memfasilitasi hak belajar mahasiswa baru yang
sempat terkendala hadir pada program kerja mereka, dengan melihat hal ini
Bidang IV Advokasi dan Relasi dan teman teman kepungurusan yang lain juga
sudah mengusahakan untuk tercapainya indikator capaian ini dengan koordinasi
dan kerja sama dengan berbagai pihak terutama di internal kepengurusan dan
masyarakat PPKn, Kami selaku dewan pendamping sudah melakukan koordinasi
dengan teman-teman dari Bidang IV Advokasi dan Relasi mengenai pelaksanaan
kegiatan ini juga memberikan masukan megenai hal-hal teknis maupun non teknis
dalam pelaksanaannya.
3) Agenda
Bidang IV Advokasi dan Relasi memiliki 5 agenda yakni, PPKn Visit,
Aksi Massa, Pendidikan Massa, Konsolidasi Internal dan Propaganda Isu. Dari
segi pelaksanaan agenda masih sangat kurang dari kata ideal mulai dari
perencanaan hingga pelaksanaan. Dalam Aksi massa contohnya, walaupun dalam
setengah periode ini, aksi massa telah dilakukan sebanyak 13 kali, tetapi yang
menjadi kritikan mendasar terletak pada jumlah massanya. Terlihat jelas
penurunan kualitas mobilisasi massa pada periode kali ini, di mana jumlah massa
aksi seringkali sangat minim, bahkan pernah hanya dihadiri oleh 1 orang.
Selanjutnya untuk konsolidasi internal,pendidikan massa dan propaganda isu, 3
agenda agenda yang diharapkan jalan beriringan ini tidak berjalan dengan efektif
dapat dilihat dari ketidak seimbangan dan kerancuan dalam pelaksanaannya.
Untuk PPKn Visit, jauh sebelum sekolah advokasi mahasiswa kami dewan
pendamping sudah memberikan masukkan dan saran tentang pelaksanaannya.
Namun, dari bidang IV itu sendiri terlalu santai, dengan alasan adanya program
kerja yang bakalan dilaksankan sehingga sampai saat ini PPKn Visit belum
dilaksanakan. Padahal dengan SDM yang ada pada bidang ini, sangat
memungkinkan untuk dilakukannya PPKn Visit sebelum forum pleno
berlangsung.
4) Pembagian Tanggungjawab
Kritik mendasar terletak pada lambatnya penetapan pembagian kerja ini, di
mana pada awal kepengurusan tugas-tugas belum terbagi secara sistematis sesuai
aturan GBHK. Akibatnya, muncul masalah mengenai kurangnya kesadaran akan
tanggung jawab sesuai tupoksi di antara para staf, yang mencerminkan bahwa
pembagian tugas di atas kertas belum sepenuhnya terinternalisasi dalam etos kerja
harian pengurus. Pasca Sidang Istimewa, pembagian tanggung jawab di Bidang
IV telah dilakukan secara lebih spesifik melalui pembentukan divisi-divisi seperti
Divisi Stratak, Analisis Isu, hingga Relasi Internal dan Eksternal. Penambahan
personil melalui mekanisme reshuffle kiranya bisa menjadi pintu yang baik dalam
pembagian tugas. Namun, dalam pelaksanaannya pembagian atau tupoksi kerja
ini tidak berjalan dengan maksimal, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor mulai
dari kurangnya pengetahuan dan kemampuan penanggung jawab divisi dalam
mejalankan kerja-kerjanya. Secara substansial, pelaksanaan tupoksi dalam hal
HIMPUNAN MAHASISWA
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Sekretariat: Sebelah Utara Gedung Flamboyan BE Kampus UNM Gunung Sari Baru, Jln. Raya Pendidikan, Makassar
Kode pos: 90222/ HP. /083152867935/085656704835/e-mail: himappknfishunm2025.2026@[Link]
pendidikan massa masih sangat minim dan belum menjadi napas utama gerakan
sebelum aksi dilakukan. Bidang ini mengakui adanya kelalaian administratif yang
fatal, seperti tidak adanya pencatatan daftar massa aksi dan notulensi konsolidasi
yang konsisten.
3) Agenda
Dalam setengah periode, beberapa agenda dari bidang V telah
dilaksanakan antara lain, Agenda kelas riset telah dilaksanakan pada tanggal 25-26
Oktober 2025, agenda ini sebagai pengantar Sekolah Advokasi yang hanya di hadiri
sebanyak 32 orang di tanggal 25 oktober dan sebanyak 28 orang di tanggal 26
Oktober dari 81 orang mahasiswa baru. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen
serta mobilisasi massa yang dilakukan oleh Bidang V Riset dan Humas belum
berjalan secara optimal. AMER (Acara Masyarakat Ceria) selama setengah periode
terlaksana sebanyak 2 kali. Agenda Publikasi Riset selama setengah periode ini
belum dilaksanakan sama sekali dikarenakan bidang Riset dan Humas kesulitan
menemukan bahan yang akan dipublikasikan serta data yang telah ada sering kali
terlambat untuk dirampungkan. Hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran terhadap
tanggung jawab kerja, yang berdampak pada tidak rampungnya riset yang telah
dilakukan. Padahal selama setengah periode ini, bidang riset cukup aktif dalam tim
riset yang telah dibentuk oleh Badan Eksekutif Mahasiswa dan cukup sering
melakukan beberapa riset terkait isu-isu internal kampus. Selanjutnya Media
Kreatif PPKn yang merupakan alat yang di gunakan oleh bidang Riset dan humas
untuk menyampaikan berbagai informasi. Media yang digunakan antara lain
Instagram, Tiktok, Majalah Dinding, dan Blog. Pada setengah periode ini, media
sosial yang cukup aktif digunakan hanyalah instagram. Selama setengah periode,
konten tiktok hanya terdapat 21 konten dan kebanyakan adalah agenda himpunan.
Kemudian majalah dinding yang tidak berfungsi secara baik dan setengah periode
ini hanya diisi dengan informasi coming soon SKEMA dan SAKSI, serta selebaran
pada saat aksi. Pada Blog sendiri, selama setengah periode ini belum ada sama
sekali informasi yang terdapat dalam blog. Perayaan Hari-hari besar terlaksana
sebanyak 10 kali dan pelaksanaannya juga sudah cukup inovatif meskipun di
beberapa hari-hari besar hanya berupa pamflet saja. Dan yang terakhir adalah
Agenda Puasa Plastik. Agenda ini kurang berjalan dengan baik karena dalam
pelaksanaannya masih ada beberapa orang yang membawa kantong plastik masuk
dalam area sekret maupun garda PPKn.
4) Pembagian Tanggungjawab
Berdasarkan hasil pengamatan selama setengah periode kepengurusan,
terdapat indikasi bahwa pelaksanaan tugas pada Bidang V Riset dan Humas belum
sepenuhnya berjalan sesuai dengan pembagian divisi yang telah ditetapkan.
Beberapa staf bidang belum menunjukkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
divisinya masing-masing. Selain itu, laporan pertanggungjawaban yang
disampaikan belum menggambarkan kondisi kerja divisi secara faktual, karena
lebih menitikberatkan pada penjelasan konseptual mengenai pembagian divisi tanpa
disertai uraian aktivitas atau hasil kerja yang telah dicapai selama setengah periode
kepengurusan. Oleh sebab itu, diperlukan upaya penguatan kinerja Bidang V Riset
dan Humas secara lebih terstruktur, serta peningkatan peran ketua bidang dalam hal
koordinasi, pengawasan, dan penegakan disiplin terhadap staf.
5) Kondisi Kepengurusan
HIMPUNAN MAHASISWA
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Sekretariat: Sebelah Utara Gedung Flamboyan BE Kampus UNM Gunung Sari Baru, Jln. Raya Pendidikan, Makassar
Kode pos: 90222/ HP. /083152867935/085656704835/e-mail: himappknfishunm2025.2026@[Link]
Pada forum Sidang Istimewa yang dilaksanakan pada Minggu, 14
September 2025 mengangkat saudari Indrian Apnisa Palimbungan sebagai salah
satu staf bidang V Riset dan Humas. Kemudian pada forum Sidang Etik yang telah
di laksanakan pada Sabtu, 06 Desember 2025 terdapat satu orang staf dari Bidang V
Riset dan Humas yang Terjaring, dan mendapatkan SP1. Hal ini menunjukkan
kurangnya rasa tanggungjawab akan tugas dan amanah yang diberikan serta
kurangnya ketegasan dari ketua bidang dalam mengawasi dan penegakan disiplin
terhadap staf.
6) Pola Komunikasi
Selama setengah periode kepengurusan, komunikasi yang dilakukan oleh
Bidang V Riset dan Humas pada dasarnya terbilang cukup, namun belum dapat
dikatakan optimal. Komunikasi lebih banyak dilakukan oleh Ketua Bidang dan dua
orang stafnya, itupun tidak dilakukan secara intens dan berkelanjutan. Dalam
beberapa kesempatan, pendamping justru lebih dahulu menginisiasi komunikasi
untuk memperoleh informasi terkait perkembangan bidang, progres pelaksanaan
program kerja dan agenda, serta keaktifan anggota dalam bidang V riset dan Humas
dalam menjalankan tupoksi kerjanya. Selain itu, terdapat sejumlah kendala yang
dihadapi Bidang V Riset dan Humas dalam pelaksanaan program kerja maupun
agenda bidang yang tidak disampaikan secara terbuka kepada pendamping,
sehingga membuat proses pendampingan, evaluasi, dan penyelesaian permasalahan
secara tepat waktu menjadi terhambat.
D. PENUTUP
Memilih untuk tergabung dalam sebuah struktur kepengurusan dan melaksanakan
amanat dan tanggungjawab merupakan sebuah jalan yang penuh pembelajaran. Proses
yang telah dilalui dari hari kemarin hingga hari ini patutlah diapresiasi dan dijadikan
HIMPUNAN MAHASISWA
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Sekretariat: Sebelah Utara Gedung Flamboyan BE Kampus UNM Gunung Sari Baru, Jln. Raya Pendidikan, Makassar
Kode pos: 90222/ HP. /083152867935/085656704835/e-mail: himappknfishunm2025.2026@[Link]
pengingat untuk lebih meningkatkan kapasitas di hari berikutnya. Gejolak dinamika akan
terus hadir dalam setiap langkah kalian dalam mengemban amanah ini, namun dengan
berkolaborasi dan bersinergi bersama akan menjadi sumber kekuatan utama kalian dalam
menyelesaikan dinamika yang ada. Tingkatkan jalinan komunikasi yang efektif agar
menghadirkan rasa cinta terhadap lembaga demi memperkokoh rasa tanggungjawab
dalam menjalani periode ini. Rumah maroon kita dengan julukan rumah yang paling
teduh ini harus tetap berdiri kokoh apapun yang terjadi. Jika kusut kita urai kembali, jika
retak kita rakit kembali. Demikian laporan hasil pendampingan setengah periode
kepengurusan ini kami sampaikan pada forum pleno kali ini. Untuk segala kekurangan
kami memohon maaf, dan uluran tangan kami akan senantiasa terbuka untuk bersama-
sama bersinergi dalam mendampingi pengurus HIMA PPKn FIS-H UNM Periode 2025 –
2026.