0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan10 halaman

Kak Rabies

Dokumen ini adalah kerangka acuan untuk program rabies di UPTD Puskesmas Petapahan, yang bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan akibat gigitan hewan penular rabies. Kegiatan utama meliputi penanganan kasus gigitan, perawatan luka, dan pemberian vaksin anti rabies. Evaluasi dan pelaporan kegiatan dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program.

Diunggah oleh

meeyamia39
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan10 halaman

Kak Rabies

Dokumen ini adalah kerangka acuan untuk program rabies di UPTD Puskesmas Petapahan, yang bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan akibat gigitan hewan penular rabies. Kegiatan utama meliputi penanganan kasus gigitan, perawatan luka, dan pemberian vaksin anti rabies. Evaluasi dan pelaporan kegiatan dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program.

Diunggah oleh

meeyamia39
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KERANGKA ACUAN

KEGIATAN PROGRAM RABIES DI UPTD PUSKESMAS PETAPAHAN

UPTD PUSKEMAS PETAPAHAN DINAS


KESEHATAN KABUPATEN KAMPAR
TAHUN 2026
KERANGKA ACUAN
KEGIATAN PROGRAM RABIES

A. PENDAHULUAN
Rabies yang disebut juga penyakit anjing gila yang merupakan suatu penyakit
infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus Rabies. Penyakit ini
bersifat zoonotik yaitu penyakit dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui gigitaan
hewan penular Rabies.
Penyakit ini telah dikenal sejak berabad-abad yang lalu dan merupakan penyakit
yang menakutkan bagi manusia karena penyakit ini selalu diakhiri dengan kematian.
Penyakit ini menyebabkan penderita tersiksa oleh rasa haus namun sekaligus merasa
takut terhadap air. Rabies bersifat fatal baik pada hewan maupun manusia, hampir
seluruh pasien yang menunjukkan gejala-gejala klinis Rabies akan diakhiri dengan
[Link] saat ini belum ada pengobatan yang efektif dalam menyembuhkan
Rabies, namun penyakit ini dapat dicegah melalui penanganan kasus paparan Hewan
Penular Rabies ( HPR ) sedini mungkin.

B. Latar belakang
Di Indonesia penyakit ini telah lama dikenal, pertama dilaporkan pada tahun
1884 oleh Schrool pada seekor kuda, tahun 1889 W.J. Esser menemukan pada seekor
kerbau, tahun 1890 Pennwig melaporkan pada anjing dan pada manusia oleh [Link]
Haan tahun 1894, semua itu terjadi di Jawa [Link] tahun 1998 Rabies tersebar
di 17 Provinsi, dengan masuknya Rabies di pulau Flores Nusa Tenggara Timur maka
daerah tertular Rabies bertambah menjadi 18 Provinsi.
Upaya penanggulangan Rabies di Indonesia telah didukung dengan perundang-
undangan, antara lain Undang Undang no. 6 tahun 1967 tentang ketentuan pokok
peternakan dan keshatan [Link] data Kemenkes dalam lima tahun
terakhir ( 2009 – 2013 ) jumlah rata-rata kasus gigitan hewan penular Rabies pertahun
adalah 79.299 kasus dan rata-rata sebanyak 66.744 kasus mendapatkan vaksin anti
Rabies ( VAR ).

C. Tujuan Umum dan Khusus


1. Tujuan Umum
Menurunkan Angka kesakitan yang disebabkan oleh gigitan hewan.
2. Tujuan Khusus
[Link] kasus gigitan hewan.
[Link] perawatan luka.
[Link] Vaksin Anti Rabies ( VAR )
BAB II

KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

1. Kegiatan pokok :

Penatalaksanaan kasus gigitan Hewan Penular Rabies ( HPR )

2. Rincian kegiatan :

 Menangani kasus gigitan hewan

 Melakukan perawatan luka

 Memberikan Vaksin Anti Rabies ( VAR )

 Pencatatan dan pelaporan


BAB III

CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

Adapun untuk melakukan kegiatan di atas maka dilakukan:

1. Mencuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun selama 10 menit

2. Sesuai SOP

3. Kolaborasi dengan Rumah Sakit, Pasien di Rujuk


BAB IV
SASARAN

A. Sasaran program dengan melibatkan:

1. Masyarakat
2. Pasien
BAB V
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

No Kegiatan Bulan Penanggung


jawab
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Menangani kasus √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
gigitan hewan
2. Melakukan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
perawatan luka [Link]
3. Memberikan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ rabies
Vaksin Anti
Rabies
BAB VI

EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Evaluasi dilaksanakan pada saat proses kegiatan sedang berjalan untuk

melihat kekurangan yang ada agar segera dapat [Link] dilakukan setelah

selesai melakukan kegiatan.

BAB VIII
PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

A. Pencatatan dan pelaporan pada setiap kegiatan sebagai berikut :

- Pencatatan kegiatan dilaksanakan oleh pemegang program dalam Format laporan


- Pelaporan kegiatan dubuat oleh pemegang program dan diserahkan kepada
kepala Puskesmas awal bulan , terus dikirim ke Dinas Kesehatan Kabupaten
kampar
- Evaluasi kegiatan dilaksanakan berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan
BAB VIII
PENUTUP

Pelaksanaan Program Pengendalian Rabies secara umum berjalan optimal

dengan ketepatan respon penanganan kasus GHPR di bawah 24 jam. Namun,

tingginya angka kepemilikan hewan peliharaan (anjing/kucing) yang belum

mendapatkan vaksinasi rabies berkala dari instansi terkait masih menjadi

ancaman utama munculnya kasus rabies indigenous.

Petapahan, 02 Januari 2026

Kepala UPTD Puskesmas Petapahan [Link]

SUPRAPTO,SKM [Link], [Link]


NIP.19760628 199803 1 003 NIP.198804272025212002

Anda mungkin juga menyukai