Abstract
Penyakit darah tinggi atau yang lebih dikenal sebagai hipertensi merupakan penyakit yan
g mendapat perhatian dari semua kalangan masyarakat, mengingat dampak yang ditimbulkan bai
k jangka pendek maupun jangka panjang sehingga membutuhkan penanggulangan jangka panjan
g yang menyeluruh dan terpadu. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 201
5 menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3 orang
di dunia terdiagnosis hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita Hipertensi
tidak mengetahui bahwa dirinya Hipertensi sehingga tidak mendapatkan pengobatan dan tidak
mengontrol prilaku diet hipertensi Faktor yang berpengaruh terjadinya tekanan darah tinggi antar
a lain berat badan diatas normal, merokok, faktor usia, kurang olah raga, konsumsi alkohol, kons
umsi garam, pola makan tinggi lemak dan serat dapat meningkatkan risiko terkena hipertensi. Da
mpak dari ketidakpatuhan pasien melaksanakan diet hipertensi menyebabkan hipertensi yang tida
k terkontrol Salah satu hal yang harus dimiliki pasuen hipertensi uintik penatalaksanaan
penyakitnya adalah perilaku self manajemant. Self management ialah tindakan seseorang guna
mengatur perilakunya sendiri. Self management bisa mendorong individu untuk memakai
sumber daya yang ada guna mengelola penyakitnya (Lestari, 2018). Penanganan diet pada pende
rita hipertensi tergantung pada persepsi, prilaku dan pemahaman penderita hipertensi tersebut
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rancangan penelitian Analitic Correlasional
dengan desain Cross Sectional yaitu penelitian observasional analitik yang dilakukan dan
diamati dalam satu waktu (Nasehudin & Nanang, 2012). Untuk mengetahui hubungan perilaku
self management dengan kepatuhan diet pada penderita hipertensi diRSUD RA Basoeni
kabupaten mojokerto.
hasil penelitian ini dapat diperoleh data perilaku self manajement pasien hipertensi di RSUD
RA Basoeni Kabupaten Mojokerto dapat diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai
perilaku negatif sebanyak 59 responden (52%). dari hasil penelitian ini dapat diperoleh data
kepatuhan diet pada pasien hipertensi di RSUD RA Basoeni Kabupaten Mojokerto dapat
diketahui bahwa responden yang tidak patuh dan patuh diet hipertensi masing – masing
sebanyak 57vresponden (50%).
Dari hasil uji korelasi Spearman’s rho dengan tingkat kemaknaan p value = 0,05 diperoleh
nilai p =0,000 sehingga 0,000< 0,05dan nilai coefisien correlasi Nilai p value < α yang berarti
ada hubungan perilaku self manajement dengan kepatuhan diet pasien hipertensi, dengan tingkat
keeratan hubungan sedang. Berdasrakan tabel 4.7 didapatkan hasil dari 55 responden (48%) yang
mempunyai perilaku positif sebagian besar patuh menjalankan diet pada penderita hipertensi.
Self manajement merupakant tindakan periaku yang di dorong atas dirinya semdiri,
bersasakan Faktor yang berpengaruh terjadinya tekanan darah tinggi antara lain berat badan diata
s normal, merokok.. Faktor yang berpengaruh terjadinya tekanan darah tinggi antara lain berat ba
dan diatas normal, merokok