IPAS
IPAS
IPAS
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Sri Rahayu
Satuan Pendidikan: SDN Sikumpul 01
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: IPAS
Fase: B
Kelas/Semester: 3/1
Alokasi Waktu: 8 JP (Jam Pelajaran)
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu
nih, sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian
lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat
dan merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Hebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit
gerakan atau olahraga ringan? Biar badan sehat dan bugar!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca
buku cerita atau belajar hal baru? Bagus sekali!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan
makanan yang sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar! Apa
menu sarapanmu pagi ini?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan
guru. Bagaimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang?
Istirahat yang cukup itu penting lho untuk kesehatan tubuh dan pikiran
kita!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi nama-nama pancaindra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit)
dengan tepat.
2. Menjelaskan fungsi masing-masing pancaindra dengan bahasa sendiri.
3. Menghubungkan fungsi pancaindra dengan kegiatan sehari-hari yang
melibatkan indra tersebut.
4. Mengklasifikasikan benda-benda berdasarkan indra yang digunakan untuk
mengenalinya.
5. Menganalisis pentingnya menjaga kesehatan pancaindra.
6. Merancang atau membuat presentasi sederhana tentang salah satu
pancaindra.
7. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok mengenai fungsi dan cara kerja
pancaindra.
G. Model Pembelajaran
Model: Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Apa yang
kalian dengar di sekitar sini? Apa yang kalian rasakan saat duduk di kursi
ini? Bagaimana perasaan kalian saat ini?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, apa jadinya kalau kita tidak bisa
melihat warna pelangi? Atau kalau kita tidak bisa mencium aroma masakan
enak? Seberapa penting pancaindra bagi kehidupan kita sehari-hari?"
Joyful Learning: "Siapa yang paling suka mencicipi makanan baru? Kira-
kira, bagian tubuh mana yang paling berperan saat kita mencicipi rasa
manis, asam, asin, dan pahit?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat (seperti di poin C) dan mengaitkannya dengan pentingnya
menjaga kesehatan tubuh, termasuk pancaindra.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
pancaindra.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Indra (Pengamatan Aktif):
o Guru menyiapkan beberapa benda dengan karakteristik berbeda
(misalnya: buah-buahan, bunga, kapas, batu, air hangat/dingin,
makanan dengan rasa berbeda).
o Peserta didik diajak untuk mengamati, menyentuh, mencium,
merasakan, dan mendengarkan benda-benda tersebut secara
bergantian dengan bimbingan guru.
o Guru memandu peserta didik untuk menghubungkan pengalaman
mereka dengan indra yang digunakan (misalnya: "Bagaimana rasanya
jeruk ini? Indra apa yang kita gunakan untuk merasakan manis/asam?"
atau "Apa yang kalian dengar saat kertas diremas?").
2. Identifikasi dan Fungsi Pancaindra (Diskusi Kolaboratif):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan gambar/kartu bergambar pancaindra (mata,
telinga, hidung, lidah, kulit).
o Masing-masing kelompok berdiskusi untuk menuliskan nama
pancaindra dan fungsi utamanya.
o Guru berkeliling membimbing dan memfasilitasi diskusi.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
3. Membuat Peta Pikiran/Poster Sederhana (Kreativitas dan Kolaborasi):
o Setiap kelompok diminta membuat peta pikiran atau poster sederhana
tentang "Pancaindra Kita".
o Peta pikiran/poster tersebut harus mencakup nama pancaindra,
fungsinya, dan contoh kegiatan sehari-hari yang melibatkan indra
tersebut.
o Guru menyediakan bahan-bahan seperti kertas besar, spidol warna,
atau alat mewarnai.
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini.
4. Presentasi Kelompok dan Tanya Jawab (Komunikasi dan Penalaran
Kritis):
o Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan peta
pikiran/posternya.
o Setelah presentasi, kelompok lain atau guru dapat mengajukan
pertanyaan untuk menggali pemahaman lebih dalam.
o Guru memberikan apresiasi dan umpan balik yang membangun.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali
materi yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari
ini? Apa yang paling menarik dari pembelajaran kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan pada pentingnya
menjaga kesehatan pancaindra.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu atau kelompok untuk
mengamati lebih lanjut penggunaan pancaindra di rumah atau lingkungan
sekitar.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran
dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa pancaindra adalah anugerah Tuhan yang
sangat penting untuk berinteraksi dengan dunia sekitar dan memahami
berbagai informasi. Dengan memahami fungsi dan cara kerja pancaindra,
mereka akan lebih menghargai dan bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan
indra mereka. Pembelajaran ini akan membantu mereka melihat bagaimana setiap
indra bekerja sama untuk membantu mereka belajar, bermain, dan menjalani
kehidupan sehari-hari.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa bagian pembelajaran hari ini yang paling saya sukai? Mengapa?
2. Hal baru apa yang saya pelajari tentang pancaindra hari ini?
3. Apa yang akan saya lakukan untuk menjaga kesehatan pancaindra saya
setelah pembelajaran ini?
Refleksi Pendidik
1. Bagaimana keterlibatan peserta didik selama kegiatan eksplorasi pancaindra?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apa yang perlu
ditingkatkan untuk pertemuan selanjutnya?
3. Apakah ada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami
konsep pancaindra? Bagaimana saya bisa membantu mereka lebih baik?
Kelas:
Tanggal:
Semua
anggota
Anggota
sangat
Kerja Anggota cukup Anggota
Anggota aktif,
Sama tidak aktif, aktif
kurang saling
Kelompo bekerja namun berpartisipa
aktif menduku
k sama, belum si dan
dalam ng, dan
(Kolabora ada yang semua saling
diskusi. berbagi
si) pasif. berkontri membantu.
tugas
busi.
secara
efektif.
Informasi
Informasi sangat
Informasi
yang Informasi Informasi akurat,
Kualitas kurang
disajikan cukup akurat, lengkap,
Informasi akurat
salah akurat lengkap, relevan,
(Penalara atau
atau dan dan dan
n Kritis) kurang
tidak lengkap. relevan. menunju
lengkap.
lengkap. kkan
pemaha
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
man
mendala
m.
Peta
pikiran/p
Peta
oster
Peta Peta pikiran/p
sangat
pikiran/p pikiran/p oster Peta
Kreativita menarik,
oster oster cukup pikiran/post
s Peta inovatif,
tidak kurang menarik, er menarik,
Pikiran/P informatif
menarik, menarik, ada informatif,
oster , dan
tidak ada gambar gambar dan kreatif.
menunju
gambar. sedikit. sederhan
kkan
a.
kreativita
s tinggi.
Penjelas
an
sangat
jelas,
Tidak antusias,
Penyamp Penjelas Penjelas
mampu Penjelasan bahasa
aian an an cukup
menjelas jelas, tubuh
Presenta kurang jelas,
kan, percaya baik,
si jelas, kontak
suara diri, kontak mampu
(Komunik kadang mata
tidak mata baik. menjawa
asi) ragu. kurang.
jelas. b
pertanya
an
dengan
lugas.
Memaha
mi
Memahami
konsep
Tidak konsep
Pemaha secara
Pemaham menunju Pemaha dengan
man mendala
an kkan man baik dan
konsep m dan
Konsep pemaha konsep dapat
dasar mampu
(Penalara man dasar menghubu
cukup menjelas
n Kritis) sama kurang. ngkan
baik. kan
sekali. dengan
dengan
contoh.
contoh
yang
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
bervarias
i.
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang bertujuan agar peserta
didik memahami konsep secara mendalam, bukan hanya menghafal.
2. Pancaindra: Lima alat tubuh (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) yang
berfungsi untuk merasakan rangsangan dari luar.
3. Reseptor: Sel atau kelompok sel khusus dalam tubuh yang peka
terhadap rangsangan tertentu.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. National Geographic Kids. (2023). All About Your Five Senses. Diakses
dari: [Link] (contoh situs, sesuaikan dengan
sumber yang relevan dan terbaru).
MODUL AJAR DEEP LEARNING
IPAS
A. Identitas Penulis
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu
nih, sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian
lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat
dan merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Hebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit
gerakan atau olahraga ringan? Biar badan sehat dan bugar!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca
buku cerita atau belajar hal baru? Bagus sekali!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan
makanan yang sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar! Apa
menu sarapanmu pagi ini?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan
guru. Bagaimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik
dengan menjaga kebersihan lingkungan sekolah?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang?
Istirahat yang cukup itu penting lho untuk kesehatan tubuh dan pikiran
kita!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai tahapan dalam siklus hidup beberapa makhluk
hidup (misalnya, kupu-kupu, ayam, tanaman) dengan benar.
2. Menjelaskan pentingnya menjaga kelestarian makhluk hidup dan sumber
daya alam.
3. Menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap kelestarian makhluk hidup
dan sumber daya alam.
4. Merumuskan ide-ide sederhana upaya pelestarian makhluk hidup dan
sumber daya alam di lingkungan sekitar.
5. Menghubungkan masalah pelestarian sumber daya alam dengan upaya
mitigasi perubahan iklim.
6. Membuat poster atau media kampanye sederhana tentang pentingnya
pelestarian lingkungan.
7. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok mengenai isu-isu lingkungan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba perhatikan tanaman atau hewan di sekitarmu.
Pernahkah kalian berpikir, dari mana mereka berasal dan bagaimana mereka
bisa tumbuh besar seperti sekarang? Apa yang mereka butuhkan untuk
hidup?"
Meaningful Learning: "Jika kita tidak menjaga lingkungan dan hewan di
dalamnya, apa yang akan terjadi pada masa depan? Mengapa penting
bagi kita untuk peduli pada nasib makhluk hidup lain dan sumber daya
alam?"
Joyful Learning: "Bayangkan kalian adalah seorang pahlawan lingkungan.
Ide keren apa yang akan kalian lakukan untuk membuat Bumi kita ini tetap
indah dan dihuni banyak makhluk hidup?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat (seperti di poin C), khususnya poin "Bermasyarakat" yang bisa
dikaitkan dengan kepedulian lingkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
siklus hidup dan pelestarian lingkungan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Siklus Hidup (Observasi dan Diskusi Awal):
o Guru menayangkan video atau menunjukkan gambar siklus hidup
beberapa makhluk hidup (misalnya, kupu-kupu, ayam, tumbuhan).
Gambar Life cycle of butterfly. Complete (holometabolous)
metamorphosis with four distinct phases
o Peserta didik diminta mengamati dan mencatat tahapan-tahapan yang
mereka lihat.
o Guru memfasilitasi diskusi tentang "Apa yang membuat makhluk hidup
ini bisa terus ada?" dan "Apa yang terjadi jika salah satu tahapan
siklus hidup terganggu?"
2. Studi Kasus Lingkungan (Analisis Masalah):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan studi kasus sederhana tentang masalah
lingkungan (misalnya, penebangan hutan, pencemaran sungai, atau
punahnya hewan tertentu). Guru bisa menggunakan gambar atau
deskripsi singkat.
o Kelompok diminta untuk mengidentifikasi:
■ Makhluk hidup apa yang terpengaruh?
■ Sumber daya alam apa yang rusak?
■ Apa penyebab masalah tersebut?
■ Bagaimana dampaknya pada lingkungan dan makhluk hidup?
o Guru berkeliling membimbing diskusi, mendorong penalaran kritis.
3. Mencari Solusi dan Merancang Aksi (Kolaborasi dan Kreativitas):
o Setelah menganalisis masalah, setiap kelompok diminta untuk
berdiskusi dan merumuskan ide-ide solusi untuk masalah yang
mereka temukan.
o Guru mendorong peserta didik untuk berpikir kreatif tentang cara-cara
sederhana yang bisa mereka lakukan sebagai anak-anak di
lingkungan sekolah atau rumah.
o Proyek Mini: Setiap kelompok merancang poster kampanye
sederhana atau slogan ajakan untuk pelestarian (misalnya, "Ayo
Hemat Air!", "Jangan Buang Sampah Sembarangan!", "Lindungi
Hewan Langka!").
o Guru menyediakan kertas besar, spidol, pensil warna, atau bahan
kolase sederhana. Guru memberikan waktu sekitar 60 menit untuk
kegiatan ini.
4. Presentasi dan Kampanye (Komunikasi dan Kewargaan):
o Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil diskusi
dan poster kampanye mereka di depan kelas.
o Peserta didik lain dapat memberikan tanggapan atau pertanyaan.
o Guru memberikan penguatan tentang pentingnya tindakan nyata dalam
pelestarian lingkungan dan kaitannya dengan mitigasi perubahan iklim
(misalnya, "Kalau kita hemat air, itu juga membantu bumi kita tidak
terlalu panas").
o Poster dapat dipajang di kelas sebagai pengingat.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali
materi yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari
ini? Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu Bumi kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan pada peran setiap
individu dalam menjaga kelestarian lingkungan dan makhluk hidup.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu atau kelompok untuk
mengamati praktik pelestarian di rumah atau lingkungan sekitar, atau
melakukan tindakan sederhana seperti memilah sampah.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran
dengan doa.
J. Asesmen Formatif dan Sumatif
Asesmen Formatif
1. Observasi partisipasi: Guru mengamati keaktifan, kolaborasi, dan
kemampuan berpikir kritis peserta didik selama diskusi kelompok dan
kegiatan merancang poster.
2. Penilaian hasil diskusi kelompok: Rubrik penilaian untuk poster kampanye
(relevansi, kreativitas, kejelasan pesan).
3. Pertanyaan lisan: Guru mengajukan pertanyaan untuk memeriksa
pemahaman selama proses pembelajaran.
Asesmen Sumatif
1. Uji Pemahaman Individu: Peserta didik mengisi lembar kerja individu yang
berisi pertanyaan tentang siklus hidup makhluk hidup, pentingnya pelestarian,
dan ide upaya pelestarian.
2. Proyek Akhir (Pilihan):
o Membuat laporan singkat tentang siklus hidup salah satu makhluk
hidup yang mereka amati di rumah.
o Membuat video pendek (dengan bantuan orang tua jika diperlukan)
tentang upaya pelestarian sederhana yang mereka lakukan di rumah.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa semua makhluk hidup memiliki siklus
hidupnya masing-masing, dan kelestarian mereka sangat bergantung pada
bagaimana manusia memperlakukan lingkungan. Mereka akan menyadari
bahwa setiap tindakan kecil yang mereka lakukan untuk menjaga sumber daya
alam, seperti menghemat air atau memilah sampah, memiliki dampak besar
terhadap kelangsungan hidup makhluk lain dan dapat membantu mitigasi perubahan
iklim untuk Bumi yang lebih sehat.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang saya pelajari tentang siklus hidup makhluk hidup hari ini?
2. Apa tindakan kecil yang bisa saya lakukan untuk membantu menjaga
lingkungan di sekitar saya?
3. Bagaimana perasaan saya setelah belajar tentang pentingnya pelestarian
lingkungan?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang siklus
hidup dan pentingnya pelestarian?
2. Bagaimana efektivitas model Project-Based Learning dalam mendorong
kreativitas dan kolaborasi siswa?
3. Aspek mana dari pembelajaran yang perlu saya perkuat atau modifikasi di
pertemuan berikutnya agar lebih bermakna?
Kelas:
Tanggal:
(Gambarkan atau tuliskan tahapan yang hilang pada siklus hidup berikut)
Jika ada banyak orang yang membuang sampah plastik ke sungai, apa yang akan
terjadi pada ikan-ikan di sungai itu?
Informasi
sangat
Informa akurat,
Informasi
Informasi si lengkap,
Informasi akurat,
Kualitas pada kurang relevan,
cukup lengkap,
Informasi poster akurat dan
akurat dan
(Penalara salah atau atau menunjuk
dan relevan
n Kritis) tidak kurang kan
relevan. dengan
relevan. lengkap pemaha
topik.
. man
mendala
m.
Poster
Poster sangat
Poster menarik, menarik,
Poster Poster
cukup informatif, inovatif,
Kreativita tidak kurang
menarik, dan informatif,
s Poster menarik, menarik
ada kreatif dan
Kampany tidak ada , desain
gambar dalam memiliki
e gambar/wa sederha
sederhan penyamp daya tarik
rna. na.
a. aian visual
pesan. yang
kuat.
Penjelasa
Penjelasa n sangat
Tidak Penjela Penjelasa n jelas, jelas,
Penyamp mampu san n cukup percaya antusias,
aian menjelask kurang jelas, diri, pesan
Pesan an, pesan jelas, pesan pesan sangat
(Komunik tidak pesan tersampai tersampai persuasif,
asi) tersampaik kurang kan kan mampu
an. kuat. sebagian. dengan mengajak
baik. orang
lain.
Skala 1 Skala 2 Skala 5
Aspek Skala 3 Skala 4
(Sangat (Kurang (Sangat
Penilaian (Cukup) (Baik)
Kurang) ) Baik)
Menunjuk
kan
pemaha
Menunjuk
man
Keterkait Keterkait kan
Keterkai mendala
an Tidak ada an pemaham
tan isu m dan
dengan keterkaitan dengan an
lingkung kepedulia
Lingkung dengan isu isu tentang
an n tinggi
an lingkungan lingkunga isu
sangat terhadap
(Kewarga . n cukup lingkunga
minim. isu
an) jelas. n dan
lingkunga
solusinya.
n dan
dampakn
ya.
P. Glosarium
1. Siklus Hidup: Tahapan perubahan yang dialami makhluk hidup sepanjang
hidupnya, dari lahir hingga mati dan bereproduksi.
2. Pelestarian: Upaya menjaga agar sesuatu (makhluk hidup, sumber
daya alam) tetap ada dan tidak punah atau rusak.
3. Mitigasi: Upaya mengurangi risiko atau dampak negatif dari suatu masalah,
dalam konteks ini adalah mengurangi dampak perubahan iklim.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. World Wildlife Fund (WWF). (2023). Edukasi Lingkungan untuk Anak. Diakses
dari: [Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan
dan terbaru).
MODUL AJAR DEEP LEARNING
IPAS
A. Identitas Penulis
Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan
percobaan dan mendiskusikan hasil pengamatan.
Kesehatan: Peserta didik memahami pentingnya energi untuk aktivitas fisik dan
kesehatan tubuh.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu
nih, sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian
lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat
dan merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Hebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan
sedikit gerakan atau olahraga ringan? Olahraga itu butuh energi, dari
mana ya energi kita berasal?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca
buku cerita atau belajar hal baru? Belajar juga butuh energi lho!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan
makanan yang sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar dan
beraktivitas!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan
guru. Bagaimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat
berdiskusi tentang perubahan wujud zat dan energi?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang?
Istirahat yang cukup itu penting lho untuk mengembalikan energi tubuh
kita!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi tiga wujud zat (padat, cair, gas) dengan benar.
2. Menjelaskan proses perubahan wujud zat (mencair, membeku, menguap,
mengembun) dengan contoh sehari-hari.
3. Mengidentifikasi berbagai sumber energi (matahari, angin, air, listrik,
makanan) yang ada di sekitar.
4. Menjelaskan berbagai bentuk energi (panas, cahaya, bunyi, gerak, listrik)
dengan contohnya.
5. Menganalisis proses perubahan bentuk energi dalam alat-alat atau
kejadian sehari-hari (misalnya, lampu menyala, setrika panas).
6. Melakukan percobaan sederhana untuk mengamati perubahan wujud
zat atau perubahan energi.
7. Menyajikan hasil pengamatan atau diskusi tentang perubahan wujud zat dan
energi secara kreatif.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba rasakan udara di sekitar kita. Apa yang terjadi
jika kalian menaruh es batu di telapak tangan? Apa yang membuat es itu
berubah? Pernahkah kalian bertanya-tanya, apa yang membuat lampu bisa
menyala atau kenapa kompor bisa panas?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu tentang
bagaimana benda-benda bisa berubah bentuk atau bagaimana energi
bekerja? Apa manfaatnya dalam kehidupan kita sehari-hari?"
Joyful Learning: "Kalau kalian punya kekuatan super untuk mengubah
wujud benda, benda apa yang ingin kalian ubah dan jadi apa? Atau jika kalian
bisa menciptakan energi, energi apa yang ingin kalian ciptakan dan untuk
apa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat (seperti di poin C), terutama yang berkaitan dengan energi
(olahraga, makan, tidur) dan kemudian menghubungkannya dengan konsep
energi.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
perubahan wujud zat dan energi.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Perubahan Wujud Zat (Eksperimen Langsung):
o Guru menyiapkan stasiun-stasiun percobaan sederhana di dalam
kelas:
■ Stasiun 1 (Mencair/Membeku): Es batu di mangkuk terbuka,
dan air di wadah lain yang akan dimasukkan ke freezer (jika
memungkinkan). Peserta didik mengamati es mencair dan
membayangkan air membeku.
■ Stasiun 2 (Menguap/Mengembun): Air dipanaskan (dengan
pengawasan ketat guru), peserta didik mengamati uap air dan
tetesan air di tutup panci/gelas.
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil dan bergantian
mengunjungi setiap stasiun.
o Setiap kelompok mencatat pengamatan mereka: Apa yang terjadi?
Bagaimana wujudnya berubah?
o Guru memandu diskusi kelompok: "Mengapa es bisa mencair? Apa
yang terjadi pada air saat dipanaskan?"
2. Mengenal Sumber dan Bentuk Energi (Observasi dan Diskusi):
o Guru menayangkan video singkat atau menunjukkan gambar berbagai
sumber dan bentuk energi (misalnya, matahari, kincir angin, PLTA,
lampu menyala, radio berbunyi, mobil bergerak).
o Peserta didik diminta mengidentifikasi sumber energi dari setiap
gambar/video dan bentuk energi yang dihasilkannya.
o Guru memfasilitasi diskusi: "Apa saja sumber energi yang kalian
kenal? Bentuk energi apa saja yang kalian temukan di rumah atau
sekolah?"
3. Perubahan Bentuk Energi di Sekitar Kita (Analisis dan
Diskusi Kelompok):
o Setiap kelompok diberikan beberapa kartu bergambar benda atau
kejadian sehari-hari yang melibatkan perubahan energi (misalnya,
senter menyala, setrika panas, kipas angin berputar, orang makan dan
berlari).
o Kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi perubahan energi yang
terjadi pada setiap gambar (misalnya, senter: energi kimia dari baterai
menjadi energi cahaya dan sedikit panas).
o Guru berkeliling membimbing dan memberikan masukan.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
4. Proyek Mini: Model Perubahan Energi Sederhana (Kreativitas dan
Kolaborasi):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat model sederhana yang
menunjukkan perubahan energi atau wujud zat. Contoh:
■ Gambar atau diagram alur perubahan wujud air.
■ Sketsa atau gambar alat sederhana yang menunjukkan
perubahan energi (misalnya, rangkaian listrik sederhana yang
menyalakan lampu).
o Guru menyediakan kertas, pensil warna, spidol, atau alat sederhana
lainnya.
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dan menjelaskan proses
perubahan yang terjadi.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali
materi yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini
tentang benda dan energi? Mengapa penting bagi kita untuk memahami
ini?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan bahwa perubahan wujud
zat dan energi terjadi di sekitar kita setiap saat, dan kita menggunakannya
dalam kehidupan sehari-hari.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk mengamati perubahan
wujud zat atau energi di rumah dan mencatatnya.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran
dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa segala sesuatu di alam semesta, termasuk
benda-benda di sekitar mereka dan tubuh mereka sendiri, terus-menerus
mengalami perubahan wujud dan energi. Mereka akan menyadari bahwa energi
adalah kunci dari semua aktivitas dan perubahan yang terjadi, serta bagaimana
energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Pemahaman ini akan
membantu mereka melihat dunia dengan lebih kritis dan menghargai fenomena
alam di kehidupan sehari-hari.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang paling menarik bagi saya saat mengamati perubahan wujud
zat atau perubahan energi hari ini?
2. Bagaimana saya bisa menggunakan pengetahuan tentang energi untuk lebih
bijak dalam menggunakan listrik di rumah?
3. Apakah ada hal yang masih membuat saya bingung tentang wujud zat atau
energi?
Refleksi Pendidik
1. Apakah kegiatan eksperimen berhasil meningkatkan pemahaman peserta
didik tentang konsep perubahan wujud zat dan energi?
2. Bagaimana cara saya dapat lebih mengintegrasikan konsep energi dengan
kegiatan sehari-hari peserta didik di luar kelas?
3. Apakah saya sudah memberikan kesempatan yang cukup bagi semua
peserta didik untuk berpartisipasi dan menunjukkan pemahaman mereka?
Kelas:
Tanggal:
1. Es batu:
2. Air minum:
3. Asap dari knalpot:
4. Meja:
B. Lengkapi Proses Perubahan Wujud Zat Berikut!
1. Es krim meleleh: Padat → (nama proses: )
2. Air di panci mendidih: Cair → (nama proses: )
3. Air menjadi es di freezer: Cair → (nama proses: )
C. Perhatikan Gambar di Bawah Ini! Tuliskan Perubahan Energi yang Terjadi!
1. Lampu Menyala:
2. Radio Berbunyi:
3. Setrika Panas:
Semua
Anggota
Anggota anggota
Kerja Anggota cukup
Anggota aktif sangat
Sama tidak aktif,
kurang berpartisi aktif,
Kelompo bekerja namun
aktif pasi dan saling
k sama, belum
dalam saling menduku
(Kolabora ada yang semua
diskusi. membant ng, dan
si) pasif. berkontri
u. berbagi
busi.
tugas
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
secara
efektif.
Konsep
sangat
akurat,
Konsep Konsep lengkap,
Konsep Konsep
Kualitas yang kurang relevan,
cukup akurat,
Konsep disajikan akurat dan
akurat lengkap,
(Penalara salah atau menunjuk
dan dan
n Kritis) atau tidak kurang kan
relevan. relevan.
sesuai. lengkap. pemaha
man
mendala
m.
Model/dia
gram
Model/dia sangat
Model/dia Model/dia Model/dia
gram jelas,
Kreativita gram gram gram
cukup inovatif,
s tidak kurang jelas,
jelas dan informatif,
Model/Dia jelas, jelas atau informatif,
ada dan
gram tidak kurang dan
usaha menunjuk
menarik. menarik. kreatif.
kreatif. kan
kreativita
s tinggi.
Penjelasa
n sangat
jelas,
antusias,
Tidak Penjelasa
Penyamp Penjelasa bahasa
mampu Penjelasa n jelas,
aian n cukup tubuh
menjelas n kurang percaya
Presentas jelas, baik,
kan, jelas, diri,
i kontak mampu
suara kadang kontak
(Komunik mata menjawa
tidak ragu. mata
asi) kurang. b
jelas. baik.
pertanya
an
dengan
lugas.
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Menunjuk
kan
pemaha
Menunjuk man
kan mendala
Keterkait
Tidak ada Keterkait pemaha m dan
an Keterkait
keterkaita an man mampu
dengan an
n dengan dengan tentang memberik
Kehidupa dengan
kehidupa kehidupa aplikasi an contoh
n Sehari- kehidupa
n sehari- n cukup konsep relevan
hari n minim.
hari. jelas. dalam yang
(Makna)
kehidupa bervariasi
n. dari
kehidupa
n sehari-
hari.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. National Geographic Kids. (2023). What Is Energy?. Diakses dari:
[Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber
yang relevan dan terbaru).
MODUL AJAR DEEP LEARNING
IPAS
A. Identitas Penulis
Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan
percobaan dan mendiskusikan hasil pengamatan gaya dan kemagnetan.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu
nih, sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian
lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat
dan merapikan tempat tidurnya? Angkat tangan!
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Hebat sekali!
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit
gerakan atau olahraga ringan? Saat kita berlari atau melompat, ada gaya
apa ya yang bekerja pada tubuh kita?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca
buku cerita atau belajar hal baru? Hari ini kita akan belajar tentang gaya
dan magnet lho, pasti seru!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan
makanan yang sehat dan bergizi ya, agar punya tenaga untuk beraktivitas
dan melakukan percobaan seru hari ini!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan
guru. Bagaimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat
berdiskusi dan melakukan percobaan tentang gaya dan magnet?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang?
Istirahat yang cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk
beraktivitas, termasuk untuk mengamati gaya dan magnet di sekitar
kita!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet (benda
magnetis) dan benda yang tidak dapat ditarik magnet (non-magnetis).
2. Menjelaskan sifat-sifat magnet (memiliki dua kutub, dapat menarik
benda tertentu, gaya magnet dapat menembus benda tipis) melalui
percobaan sederhana.
3. Mengidentifikasi berbagai jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari (gaya
otot, gaya gravitasi, gaya gesek, gaya pegas, gaya dorong, gaya tarik).
4. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak benda (membuat
benda bergerak, berhenti, berubah arah, berubah kecepatan).
5. Menjelaskan pengaruh gaya terhadap bentuk benda.
6. Melakukan percobaan sederhana untuk mengamati pengaruh gaya
dan kemagnetan.
7. Menganalisis hubungan antara gaya dan kemagnetan dengan aplikasi
dalam kehidupan sehari-hari.
8. Menyajikan hasil pengamatan atau diskusi tentang gaya dan
kemagnetan secara kreatif.
G. Model Pembelajaran
Model: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan) dengan pendekatan
Deep Learning.
Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba perhatikan pintu kulkas di rumah, mengapa bisa
menempel rapat? Atau, saat kalian bermain bola, mengapa bola yang
dilempar ke atas selalu jatuh kembali ke tanah? Apa yang membuat
benda bergerak atau berhenti?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa penemuan magnet itu
penting bagi manusia? Atau, mengapa kita perlu memahami berbagai jenis
gaya dalam kehidupan sehari-hari? Apa manfaatnya bagi kita?"
Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang ilmuwan yang sedang
meneliti kekuatan tersembunyi, kekuatan apa yang paling ingin kalian
pelajari lebih dalam: gaya atau magnet? Mengapa?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat (seperti di poin C), khususnya yang berkaitan dengan gaya
(olahraga, tenaga).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
gaya dan kemagnetan.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Kemagnetan (Eksperimen Langsung):
o Guru menyiapkan beberapa jenis magnet dan berbagai benda
(magnetis dan non-magnetis) di setiap meja kelompok.
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diminta untuk:
■ Mencoba mendekatkan magnet ke berbagai benda dan
mencatat apa yang terjadi.
■ Mengamati apakah magnet memiliki kutub (utara-selatan)
dengan mendekatkan dua magnet.
■ Mencoba menarik benda dengan magnet melalui penghalang
tipis (kertas, kain).
o Guru memandu diskusi kelompok: "Benda apa saja yang bisa ditarik
magnet? Apa yang terjadi jika kutub magnet yang sama didekatkan?"
2. Mengenal Jenis-Jenis Gaya (Demonstrasi dan Observasi):
o Guru melakukan demonstrasi berbagai jenis gaya:
■ Gaya Otot: Mendorong meja, mengangkat buku.
■ Gaya Gravitasi: Menjatuhkan pensil, bola.
■ Gaya Gesek: Menggeser kotak di lantai kasar vs. licin.
■ Gaya Pegas: Menarik karet gelang, bermain ketapel.
■ Gaya Dorong/Tarik: Membuka/menutup pintu.
o Peserta didik mengamati dan mencoba menirukan demonstrasi
(dengan bimbingan guru).
o Guru memfasilitasi diskusi: "Apa yang membuat benda-benda ini
bergerak atau berubah?"
3. Pengaruh Gaya terhadap Benda (Eksperimen dan Diskusi Kelompok):
o Setiap kelompok diberikan mainan mobil-mobilan, bola, dan
plastisin/tanah liat.
o Kelompok diminta untuk melakukan percobaan dan mencatat
pengaruh gaya:
■ Mendorong mobil-mobilan (membuat benda bergerak).
■ Mendorong mobil-mobilan yang sedang bergerak
(mempercepat/memperlambat).
■ Mengarahkan bola yang sedang bergerak (mengubah arah).
■ Menekan atau membentuk plastisin (mengubah bentuk benda).
o Guru berkeliling membimbing dan memastikan keselamatan.
o Setiap kelompok menyajikan hasil pengamatan mereka tentang
bagaimana gaya memengaruhi benda.
4. Aplikasi Gaya dan Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari (Proyek Mini):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat daftar atau menggambar
contoh benda atau aktivitas di rumah/sekolah yang menggunakan
konsep gaya atau magnet.
o Contoh: kulkas, kompas, mainan mobil-mobilan, keranjang belanja,
pintu.
o Guru menyediakan kertas gambar dan alat mewarnai.
o Guru memberikan waktu sekitar 45 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dan menjelaskan
mengapa benda tersebut menggunakan gaya atau magnet.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali
materi yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari ini
tentang gaya dan magnet? Apa yang paling menarik dari percobaan yang
kita lakukan?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan bahwa gaya dan magnet
adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari, memengaruhi
banyak hal di sekitar kita.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk mencari contoh lain
penggunaan gaya dan magnet di lingkungan rumah.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran
dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa gaya dan kemagnetan adalah dua konsep
dasar dalam ilmu pengetahuan yang sangat berpengaruh pada kehidupan
sehari-hari. Mereka akan menyadari bahwa benda-benda bergerak, berhenti, atau
berubah bentuk karena adanya gaya, dan magnet memiliki kekuatan unik untuk
menarik benda tertentu. Pemahaman ini akan membantu mereka melihat
fenomena di sekitar dengan sudut pandang ilmiah, memahami cara kerja berbagai
alat, dan bahkan menginspirasi mereka untuk menciptakan sesuatu.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang magnet
atau gaya hari ini?
2. Bagaimana saya bisa mengamati gaya dan kemagnetan di sekitar rumah
saya?
3. Apakah ada pertanyaan lain yang muncul di pikiran saya setelah belajar
tentang materi ini?
Refleksi Pendidik
1. Apakah kegiatan eksperimen dan penemuan (Discovery Learning) berhasil
memicu rasa ingin tahu dan pemahaman mendalam peserta didik?
2. Bagaimana saya bisa lebih mengaitkan konsep gaya dan kemagnetan
dengan teknologi atau benda-benda yang lebih kompleks di sekitar siswa?
3. Apakah semua peserta didik aktif berpartisipasi dalam diskusi dan
percobaan? Jika tidak, bagaimana saya bisa mendorong partisipasi yang
lebih merata?
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
LKPD: Detektif Gaya dan Magnet
Nama:
Kelas:
Tanggal:
1. Saat kamu menendang bola yang diam, gaya membuat bola menjadi
.
2. Saat kamu mengerem sepeda, gaya membuat sepeda menjadi .
3. Saat kamu menekan plastisin, gaya membuat plastisin menjadi .
4. Saat kamu melempar bola ke atas, gaya gravitasi membuat bola
ke bawah.
C. Ayo Berpikir Kritis!
Mengapa pintu kulkas bisa menempel rapat dan sulit dibuka oleh adik bayi?
Jelaskan dengan menggunakan kata "magnet"!
Rubrik Penilaian Analitik (Untuk Tugas Diskusi Kelompok dan
Presentasi Miniatur/Poster)
Tugas: Diskusi Kelompok dan Pembuatan Miniatur/Poster Aplikasi Gaya dan
Magnet
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Semua
anggota
Anggota
Anggota sangat
Anggota cukup
Kerja Anggota aktif aktif,
tidak aktif,
Sama kurang berpartisi saling
bekerja namun
Kelompok aktif pasi dan menduku
sama, belum
(Kolabora dalam saling ng, dan
ada yang semua
si) diskusi. membant berbagi
pasif. berkontri
u. tugas
busi.
secara
efektif.
Konsep
sangat
akurat,
Konsep
Konsep lengkap,
gaya/mag Konsep Konsep
Kualitas kurang relevan,
net yang cukup akurat,
Konsep akurat dan
disajikan akurat lengkap,
(Penalara atau menunjuk
salah dan dan
n Kritis) kurang kan
atau tidak relevan. relevan.
lengkap. pemaha
sesuai.
man
mendala
m.
Miniatur/p Miniatur/p
Kreativita Miniatur/p Miniatur/p Miniatur/p
oster oster
s oster oster oster
cukup sangat
Miniatur/P tidak kurang jelas,
jelas dan jelas,
oster jelas, jelas atau informatif,
ada inovatif,
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Penjelasa
n sangat
jelas,
antusias,
Tidak Penjelasa
Penyamp Penjelasa bahasa
mampu Penjelasa n jelas,
aian n cukup tubuh
menjelas n kurang percaya
Presentas jelas, baik,
kan, jelas, diri,
i kontak mampu
suara kadang kontak
(Komunik mata menjawa
tidak ragu. mata
asi) kurang. b
jelas. baik.
pertanya
an
dengan
lugas.
Menunjuk
kan
Menunjuk pemaha
kan man
Tidak ada pemaha mendala
Aplikasi
contoh Contoh Contoh man m tentang
dalam
aplikasi aplikasi aplikasi tentang berbagai
Kehidupa
dalam minim cukup aplikasi aplikasi
n
kehidupa atau tidak relevan gaya/mag gaya/mag
(Kewarga
n sehari- relevan. dan jelas. net dalam net yang
an)
hari. kehidupa bermanfa
n sehari- at bagi
hari. masyarak
at.
P. Glosarium
1. Gaya: Tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi benda.
2. Magnet: Benda yang memiliki kemampuan menarik benda-benda tertentu,
terutama yang mengandung besi atau baja.
3. Gravitasi: Gaya tarik Bumi yang menyebabkan benda jatuh ke bawah.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. DK Publishing. (2018). The Science Book: Everything You Need to Know
About the World and How It Works. London: DK Publishing.
MODUL AJAR DEEP LEARNING
IPAS
A. Identitas Penulis
Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis peran dan interaksi sosial
yang terjadi di lingkungan sekitar.
Kreativitas: Peserta didik mampu merancang solusi atau ide untuk meningkatkan
interaksi positif di lingkungan sekolah atau tempat tinggal.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu
nih, sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian
lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat
dan merapikan tempat tidurnya? Hebat! Ini adalah salah satu tanggung
jawabmu di rumah.
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Bagus sekali! Ini juga bagian dari tugas kita sebagai umat
beragama.
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit
gerakan atau olahraga ringan? Saat kita berolahraga bersama teman, itu
namanya interaksi sosial!
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca
buku cerita atau belajar hal baru? Belajar adalah tugas utamamu sebagai
pelajar.
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan
makanan yang sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk menjalankan
peranmu sebagai anak dan siswa.
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan
guru. Bagaimana kalian akan menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik
di sekolah? Apa peranmu di kelas?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak
begadang? Istirahat yang cukup itu penting lho agar tubuh punya energi
untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab kalian esok hari!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai peran, tugas, dan tanggung jawab individu di
lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar.
2. Menjelaskan pentingnya menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab
dengan baik.
3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial positif dan negatif yang
terjadi di lingkungan sekitar.
4. Menganalisis dampak dari interaksi sosial positif dan negatif terhadap
lingkungan dan individu.
5. Merumuskan cara-cara untuk menciptakan interaksi sosial yang positif di
sekolah dan tempat tinggal.
6. Membuat karya kreatif (misalnya, drama singkat, poster, atau cerita) yang
menggambarkan peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial.
7. Berpartisipasi aktif dalam simulasi atau diskusi kelompok mengenai skenario
interaksi sosial.
G. Model Pembelajaran
Model: Collaborative Learning (Pembelajaran Kolaboratif) dengan
pendekatan Deep Learning.
Metode: Diskusi Kelompok, Bermain Peran (Role Play), Analisis Kasus,
Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan dirimu
sedang di rumah. Siapa saja yang ada di rumah? Apa yang mereka
lakukan? Bagaimana kalian semua saling membantu?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita harus tahu apa tugas
dan tanggung jawab kita di rumah atau di sekolah? Apa yang akan terjadi
kalau tidak ada yang mau melakukan tugasnya?"
Joyful Learning: "Jika kalian bisa bertukar peran dengan siapa pun di
sekolah selama satu hari, kalian ingin jadi siapa? Apa yang akan kalian
lakukan di peran itu? Atau, bagaimana cara membuat semua orang di
kelasmu merasa senang dan nyaman?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat (seperti di poin C), terutama poin "Bermasyarakat" dan
mengaitkannya dengan konsep peran, tugas, dan tanggung jawab.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Eksplorasi Peran dan Tanggung Jawab (Diskusi Awal):
o Guru memulai dengan pertanyaan: "Siapa peranmu di rumah? Apa
tugasmu sebagai anak? Apa tanggung jawabmu sebagai siswa di
sekolah ini?"
o Guru menunjukkan gambar berbagai profesi atau anggota keluarga
(ayah, ibu, kakak, adik, guru, dokter, polisi, pedagang).
o Peserta didik diminta mengidentifikasi peran masing-masing orang
dalam gambar dan mendiskusikan tugas serta tanggung jawab
mereka.
o Guru memfasilitasi diskusi tentang pentingnya setiap peran dan
saling ketergantungan antarperan.
2. Mengenal Interaksi Sosial (Studi Kasus Sederhana):
o Guru menayangkan video pendek atau membacakan skenario singkat
tentang interaksi sosial di sekolah atau lingkungan sekitar (misalnya,
seorang anak menolong teman yang jatuh, sekelompok anak berebut
mainan, tetangga saling menyapa).
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok menganalisis skenario:
■ Apa yang terjadi?
■ Apakah itu interaksi positif atau negatif? Mengapa?
■ Apa dampaknya bagi orang yang terlibat dan lingkungan?
o Guru berkeliling membimbing diskusi, mendorong penalaran kritis dan
empati.
3. Bermain Peran: Skenario Interaksi Sosial (Kolaborasi dan Komunikasi):
o Setiap kelompok diminta memilih satu skenario interaksi sosial (bisa
dari yang disajikan guru atau ide sendiri) dan memerankannya di
depan kelas.
o Guru dapat memberikan beberapa skenario yang melibatkan konflik
kecil dan penyelesaiannya secara positif.
o Setelah bermain peran, kelompok lain memberikan masukan atau
pertanyaan tentang bagaimana mereka menyelesaikan masalah atau
mengapa mereka berinteraksi seperti itu.
o Guru memberikan umpan balik, menekankan pentingnya komunikasi
yang baik dan penyelesaian masalah secara damai.
4. Proyek Akhir Mini: "Kelas Hebatku" atau "Komunitas Impianku"
(Kreativitas dan Kewargaan):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat poster, mind map,
atau presentasi sederhana tentang:
■ Bagaimana mereka bisa menjadikan kelas mereka lebih "hebat"
dengan menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab masing-
masing.
■ Atau, bagaimana cara menciptakan "komunitas impian" di
sekitar tempat tinggal mereka melalui interaksi sosial yang
positif.
o Guru menyediakan kertas plano, spidol warna, atau bahan kolase
sederhana.
o Guru memberikan waktu sekitar 60 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya, menjelaskan ide-
ide mereka untuk meningkatkan peran, tugas, tanggung jawab, dan
interaksi sosial di lingkungan yang mereka pilih.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali
materi yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari hari
ini tentang peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi? Mengapa itu
penting bagi kita?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan bahwa setiap individu
memiliki peran penting dan bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan
sosial yang positif, baik di sekolah maupun di rumah.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk menuliskan satu tugas
atau tanggung jawab yang akan mereka lakukan di rumah atau sekolah
sebagai bukti pemahaman materi.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran
dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa setiap orang memiliki peran, tugas, dan
tanggung jawab yang saling berkaitan dalam sebuah komunitas, baik di
keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Mereka akan menyadari bahwa cara
mereka berinteraksi dengan orang lain sangat memengaruhi suasana dan
keharmonisan lingkungan. Dengan memahami hal ini, mereka diharapkan dapat
menjadi individu yang bertanggung jawab dan mampu menciptakan interaksi sosial
yang positif, sehingga lingkungan mereka menjadi lebih nyaman, aman, dan
menyenangkan bagi semua.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang saya pelajari tentang pentingnya menjalankan peran dan
tanggung jawab saya di rumah dan sekolah?
2. Bagaimana saya bisa menerapkan cara berinteraksi positif yang sudah saya
pelajari hari ini dalam kehidupan sehari-hari?
3. Apakah ada hal lain yang ingin saya tahu tentang peran, tugas,
tanggung jawab, atau interaksi sosial?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang konsep
peran, tugas, tanggung jawab, dan interaksi sosial?
2. Bagaimana efektivitas metode bermain peran dalam membantu siswa
memahami dan mempraktikkan interaksi sosial?
3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan dalam berinteraksi atau
memahami perannya? Bagaimana strategi saya selanjutnya untuk membantu
mereka?
Kelas:
Tanggal:
Sebagai Siswa
1.
Semua
anggota
Anggota
Anggota sangat
Anggota cukup
Kerja Anggota aktif aktif,
tidak aktif,
Sama kurang berpartisi saling
bekerja namun
Kelompok aktif pasi dan menduku
sama, belum
(Kolabora dalam saling ng, dan
ada yang semua
si) diskusi. membant berbagi
pasif. berkontri
u. tugas
busi.
secara
efektif.
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Konsep
sangat
Konsep akurat,
peran/int Konsep lengkap,
Konsep Konsep
Kualitas eraksi kurang relevan,
cukup akurat,
Konsep yang akurat dan
akurat lengkap,
(Penalara disajikan atau menunjuk
dan dan
n Kritis) salah kurang kan
relevan. relevan.
atau tidak lengkap. pemaha
sesuai. man
mendala
m.
Miniatur/p
oster
Miniatur/p sangat
Miniatur/p Miniatur/p Miniatur/p
oster jelas,
Kreativita oster oster oster
cukup inovatif,
s tidak kurang jelas,
jelas dan informatif,
Miniatur/P jelas, jelas atau informatif,
ada dan
oster tidak kurang dan
usaha menunjuk
menarik. menarik. kreatif.
kreatif. kan
kreativita
s tinggi.
Penjelasa
n sangat
jelas,
antusias,
Tidak Penjelasa
Penyamp Penjelasa bahasa
mampu Penjelasa n jelas,
aian n cukup tubuh
menjelas n kurang percaya
Presentas jelas, baik,
kan, jelas, diri,
i kontak mampu
suara kadang kontak
(Komunik mata menjawa
tidak ragu. mata
asi) kurang. b
jelas. baik.
pertanya
an
dengan
lugas.
P. Glosarium
1. Peran: Kedudukan atau fungsi seseorang dalam suatu kelompok atau
masyarakat.
2. Tanggung Jawab: Kewajiban yang harus dilaksanakan seseorang sesuai
dengan perannya.
3. Interaksi Sosial: Hubungan timbal balik antara individu atau kelompok dalam
masyarakat.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. UNDP Indonesia. (2020). Panduan Interaksi Sosial untuk Anak-anak.
(Contoh, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan terbaru).
MODUL AJAR DEEP LEARNING
IPAS
A. Identitas Penulis
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu
nih, sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian
lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat?
Hebat! Di Karangsari, kalian bangun tidur di wilayah mana ya? Apakah
dekat sawah, gunung, atau pantai?
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Bagus sekali! Tahukah kalian, di provinsi kita ini ada banyak
sekali rumah ibadah dari berbagai agama lho, yang menunjukkan
keragaman budaya.
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit
gerakan atau olahraga ringan? Saat kita berjalan-jalan di sekitar rumah, kita
bisa melihat berbagai bentang alam seperti sungai atau bukit.
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca
buku cerita atau belajar hal baru? Hari ini kita akan belajar banyak hal
menarik tentang tempat tinggal kita, mulai dari peta hingga sejarah
keluarga!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan
makanan yang sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk menjelajahi
peta kota/kabupaten kita dan memahami profesi masyarakat di dalamnya!
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan
guru. Bagaimana kita bisa menunjukkan sikap bermasyarakat yang baik saat
berdiskusi tentang keanekaragaman hayati dan kearifan lokal di daerah
kita?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang?
Istirahat yang cukup itu penting lho agar tubuh punya energi untuk belajar
dan menghargai sejarah dan budaya tempat kita tinggal!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menemukan letak kota/kabupaten Lumajang dan provinsi Jawa Timur
pada peta konvensional atau digital.
2. Mengidentifikasi ragam bentang alam yang ada di Lumajang dan
Jawa Timur (misalnya, gunung, pantai, dataran rendah, sungai).
3. Menjelaskan keterkaitan antara bentang alam dengan berbagai profesi
masyarakat (misalnya, pantai dengan nelayan, dataran tinggi dengan petani
sayur).
4. Mengidentifikasi contoh keanekaragaman hayati (tumbuhan dan hewan) di
daerah tempat tinggalnya dan pentingnya pelestarian.
5. Mengenali contoh-contoh keragaman budaya dan kearifan lokal (misalnya,
tradisi, lagu daerah, permainan tradisional, makanan khas) di Lumajang dan
Jawa Timur.
6. Menceritakan secara sederhana sejarah keluarga atau sejarah
masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya (misalnya, dari cerita orang tua
atau tokoh masyarakat).
7. Merumuskan ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian keanekaragaman
hayati, keragaman budaya, dan kearifan lokal.
8. Menyajikan informasi tentang keunikan daerah tempat tinggalnya dalam
bentuk peta sederhana, cerita, atau gambar.
G. Model Pembelajaran
Model: Problem-Based Learning (PBL) / Pembelajaran Berbasis Masalah
dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Observasi Peta, Diskusi Kelompok, Wawancara Sederhana
(simulasi), Peta Pikiran (Mind Map), Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba bayangkan, jika ada teman dari kota lain datang ke
Lumajang, apa saja yang akan kalian tunjukkan kepadanya? Apa yang
paling menarik dari tempat tinggal kita?"
Meaningful Learning: "Mengapa penting bagi kita untuk tahu tentang letak
daerah kita di peta? Mengapa kita harus bangga dengan budaya dan
sejarah tempat tinggal kita?"
Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang pembuat film dokumenter,
cerita menarik apa yang akan kalian buat tentang keunikan Lumajang,
Jawa Timur, dan orang-orangnya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat (seperti di poin C), khususnya yang berkaitan dengan identitas diri
dan lingkungan.
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
identitas daerah, bentang alam, profesi, budaya, dan sejarah lokal.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Menjelajahi Peta (Observasi dan Identifikasi):
o Guru menunjukkan peta Provinsi Jawa Timur dan kemudian
memperbesar tampilan ke Kabupaten Lumajang (bisa peta
konvensional atau digital).
o Peserta didik diminta untuk menemukan dan menunjuk letak
Kabupaten Lumajang.
o Guru bertanya: "Apa yang kalian lihat di sekitar Lumajang di peta ini?
Ada warna apa saja?" (Mengarah ke bentang alam).
o Guru memfasilitasi diskusi tentang apa itu peta dan bagaimana
cara membacanya secara sederhana.
2. Bentang Alam, Profesi, dan Keanekaragaman Hayati (Diskusi
Kelompok):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan kartu gambar bentang alam (gunung,
pantai, danau, sungai, sawah) dan kartu gambar berbagai profesi
(nelayan, petani, penambang pasir, pedagang, peternak).
o Kelompok diminta untuk mencocokkan bentang alam dengan profesi
yang mungkin ada di sana, dan mendiskusikan mengapa profesi
tersebut cocok dengan bentang alamnya (misal: nelayan di pantai).
o Guru juga menampilkan gambar keanekaragaman hayati khas
Lumajang/Jawa Timur (misal: salak pondoh, pisang agung, harimau
Jawa/macan tutul Jawa). Peserta didik mengidentifikasi dan
mendiskusikan pentingnya menjaga kelestarian.
o Guru berkeliling membimbing diskusi dan memberikan informasi
tambahan.
3. Kearifan Lokal, Budaya, dan Sejarah Keluarga/Masyarakat (Menganalisis
Informasi):
o Guru menunjukkan gambar atau video singkat tentang tradisi lokal,
pakaian adat, makanan khas, atau permainan tradisional dari
Lumajang/Jawa Timur.
o Peserta didik diminta menyebutkan contoh-contoh kebudayaan dan
kearifan lokal yang mereka ketahui atau pernah alami.
o Guru memperkenalkan konsep sejarah keluarga atau masyarakat
dengan menceritakan contoh sederhana tentang sejarah berdirinya
sekolah atau nama jalan di sekitar sekolah.
o Setiap kelompok ditugaskan untuk mendiskusikan: "Apa tradisi unik di
keluargamu atau di lingkungan sekitar sekolah? Mengapa kita perlu
melestarikannya?"
o Tugas rumah untuk pertemuan berikutnya: Peserta didik diminta
bertanya kepada orang tua atau kakek/nenek tentang sejarah singkat
keluarga mereka (misalnya, asal usul nama, cerita masa lalu).
4. Proyek Mini: "Peta Kebanggaanku" (Kreativitas dan Penyajian):
o Setiap kelompok ditantang untuk membuat "Peta Kebanggaanku"
tentang Lumajang dan Jawa Timur. Peta ini bukan hanya geografis,
tetapi juga berisi informasi tentang:
■ Letak Lumajang di Jawa Timur.
■ Gambaran bentang alam yang ada.
■ Beberapa profesi khas.
■ Gambar keanekaragaman hayati atau budaya/kearifan lokal
yang paling mereka banggakan.
■ Guru menyediakan kertas plano, spidol warna, pensil warna,
gunting, lem, dan bahan kolase sederhana (misal: gambar-
gambar kecil dari majalah bekas).
■ Guru memberikan waktu sekitar 60 menit untuk kegiatan ini.
o Setiap kelompok mempresentasikan "Peta Kebanggaanku" mereka di
depan kelas, menjelaskan isi peta dan mengapa mereka bangga
dengan daerahnya.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali
materi yang telah dipelajari hari ini. "Apa saja yang sudah kita pelajari
tentang tempat tinggal kita? Apa yang membuat daerah kita ini unik dan
istimewa?"
2. Penguatan Konsep: Guru memberikan penekanan tentang pentingnya
memahami identitas daerah, melestarikan alam dan budaya, serta
menghargai sejarah sebagai bagian dari diri kita.
3. Tindak Lanjut: Mengingatkan kembali tugas wawancara sederhana tentang
sejarah keluarga.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran
dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa tempat tinggal mereka, Kabupaten
Lumajang di Provinsi Jawa Timur, adalah bagian dari identitas diri mereka
yang kaya akan bentang alam, keanekaragaman hayati, budaya, dan sejarah
yang unik. Mereka akan menyadari bahwa setiap elemen ini saling terkait dan
membentuk karakteristik masyarakat. Dengan memahami serta menghargai
kekayaan ini, mereka diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, cinta tanah
air, dan tanggung jawab untuk melestarikan warisan alam dan budaya bagi generasi
mendatang.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa yang paling membuat saya bangga tentang kota/kabupaten Lumajang
atau provinsi Jawa Timur setelah belajar hari ini?
2. Bagaimana cara saya bisa ikut melestarikan budaya atau keanekaragaman
hayati di lingkungan saya?
3. Hal baru apa yang ingin saya cari tahu lebih lanjut tentang daerah
tempat tinggal saya?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan rasa ingin tahu dan keterlibatan yang
tinggi dalam mengenal daerahnya sendiri?
2. Bagaimana efektivitas penggunaan peta (konvensional/digital) dalam
membantu peserta didik memahami letak geografis?
3. Apakah kegiatan proyek "Peta Kebanggaanku" berhasil menumbuhkan
kreativitas dan rasa bangga akan identitas lokal?
Kelas:
Tanggal:
A. Kenali Daerahmu!
1. Nama Kabupaten tempat tinggalku:
3. Coba gambarkan sebuah ikon atau ciri khas dari Lumajang yang kamu
ketahui!
Gunung Nelayan
Sawah Pedagang
Semua
anggota
Anggota Anggota sangat
Kerja Anggota
cukup aktif, aktif aktif,
Sama tidak Anggota
namun berpartis saling
Kelompo bekerja kurang
belum ipasi dan menduk
k sama, aktif dalam
semua saling ung, dan
(Kolabor ada yang diskusi.
berkontribu memban berbagi
asi) pasif.
si. tu. tugas
secara
efektif.
Informas
i sangat
akurat,
Informas
Kualitas Informasi lengkap,
Informasi i akurat,
Informas pada Informasi relevan,
kurang lengkap,
i peta/post cukup dan
akurat atau dan
(Penalar er salah akurat dan menunju
kurang relevan
an atau tidak relevan. kkan
lengkap. dengan
Kritis) relevan. pemaha
topik.
man
mendala
m.
Peta/pos
ter
Peta/pos
sangat
ter
menarik,
Peta/post Peta/poste menarik,
Peta/poste inovatif,
Kreativit er tidak r cukup informati
r kurang informati
as menarik, menarik, f, dan
menarik, f, dan
Peta/Pos tidak ada ada kreatif
desain memiliki
ter gambar/w gambar dalam
sederhana. daya
arna. sederhana. penyam
tarik
paian
visual
pesan.
yang
kuat.
Menunju
kkan
rasa
Tidak Menunju
bangga
Rasa menunjuk kkan
yang
Bangga kan rasa Rasa Rasa rasa
mendala
& bangga bangga/apr bangga/apr bangga
m dan
Apresias atau esiasi esiasi dan
apresias
i Lokal apresiasi kurang cukup apresiasi
i tinggi
(Kewarg terhadap terlihat. terlihat. terhadap
terhadap
aan) daerahny daerahn
keunika
a. ya.
n
daerahn
ya.
P. Glosarium
1. Bentang Alam: Bentuk permukaan bumi yang alami, seperti gunung, pantai,
atau sungai.
2. Kearifan Lokal: Kebiasaan atau nilai-nilai baik yang diwariskan turun-
temurun dalam suatu masyarakat.
3. Keanekaragaman Hayati: Keberagaman makhluk hidup (tumbuhan dan
hewan) di suatu wilayah.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
3. Pemerintah Kabupaten Lumajang. (2024). Profil Kabupaten Lumajang.
Diakses dari: [Link] (contoh situs, sesuaikan dengan
sumber yang relevan dan terbaru).
MODUL AJAR DEEP LEARNING
IPAS
A. Identitas Penulis
Kewargaan: Peserta didik memahami pentingnya nilai mata uang sebagai alat
tukar dalam masyarakat dan berperilaku bijak dalam transaksi.
"Selamat pagi anak-anak hebat! Bagaimana kabarmu hari ini? Ibu/Bapak ingin tahu
nih, sudah berapa dari 7 kegiatan anak Indonesia Hebat yang sudah kalian
lakukan pagi ini?
1. Bangun Tidur: Siapa yang pagi ini sudah bangun tidur dengan semangat
dan merapikan tempat tidurnya? Hebat! Setelah itu, kalian butuh sarapan
apa ya hari ini?
2. Beribadah: Ada yang sudah berdoa atau melakukan ibadah sesuai
keyakinannya? Bagus sekali! Saat kita beribadah, kita menginginkan
ketenangan hati, betul?
3. Berolahraga: Setelah bangun, siapa yang tadi sempat melakukan sedikit
gerakan atau olahraga ringan? Olahraga itu kebutuhan penting agar
tubuh sehat, bukan?
4. Gemar Belajar: Sebelum ke sekolah, sudah ada yang sempat membaca
buku cerita atau belajar hal baru? Belajar adalah kebutuhan untuk masa
depan kita. Nah, jika kalian ingin beli buku cerita, pakai apa ya untuk
membayarnya? Betul, pakai uang!
5. Makan Sehat dan Bergizi: Ibu/Bapak harap semua sudah sarapan
makanan yang sehat dan bergizi ya, agar punya energi untuk belajar.
Makanan sehat adalah kebutuhan pokok kita. Kalau jajan permen, itu
kebutuhan atau keinginan ya?
6. Bermasyarakat: Hari ini kalian akan berinteraksi dengan teman-teman dan
guru. Dalam masyarakat, kita sering bertukar barang atau jasa. Menurut
kalian, apa fungsi uang saat kita membeli sesuatu dari pedagang di
kantin?
7. Tidur Cepat: Semalam, siapa yang tidurnya cukup dan tidak begadang?
Istirahat yang cukup itu kebutuhan agar badan segar. Jika kalian
menginginkan mainan baru, apakah kalian harus menunda tidur cepat untuk
bermain game? Tentu tidak!"
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi perbedaan antara kebutuhan (hal-hal pokok yang
harus dipenuhi) dan keinginan (hal-hal yang bersifat tambahan dan tidak
wajib).
2. Memberikan contoh kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-
hari (misalnya, makanan sebagai kebutuhan, mainan sebagai keinginan).
3. Mengelompokkan daftar benda atau aktivitas sebagai kebutuhan atau
keinginan.
4. Menjelaskan fungsi mata uang sebagai alat tukar yang sah.
5. Mengidentifikasi nilai mata uang Rupiah (pecahan uang kertas dan
logam) dengan benar.
6. Menghitung jumlah uang dalam pecahan yang berbeda.
7. Menerapkan konsep kebutuhan dan keinginan dalam mengambil keputusan
sederhana terkait penggunaan uang.
8. Menyajikan ide tentang bagaimana mengelola uang saku secara bijak
berdasarkan prioritas kebutuhan dan keinginan.
G. Model Pembelajaran
Model: Problem-Based Learning (PBL) / Pembelajaran Berbasis Masalah
dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Diskusi Kelompok, Simulasi, Studi Kasus, Presentasi, Penugasan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Coba pejamkan mata kalian sejenak. Bayangkan kalian
punya uang Rp10.000. Apa hal pertama yang akan kalian beli? Mengapa
itu yang kalian pilih?"
Meaningful Learning: "Menurutmu, mengapa kita perlu tahu bedanya antara
butuh dan ingin? Apa yang terjadi kalau kita selalu membeli semua yang
kita inginkan tanpa berpikir?"
Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan uang sendiri, gambar apa
yang akan kalian letakkan di atasnya? Dan untuk apa kalian akan
menggunakan uang itu?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (15 menit)
1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan
mengajak berdoa.
2. Apersepsi: Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat (seperti di poin C), terutama yang berkaitan dengan "Makan Sehat
dan Bergizi" dan "Gemar Belajar", lalu mengaitkannya dengan kebutuhan
dan bagaimana cara memenuhinya (dengan uang).
3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik (Mindful,
Meaningful, Joyful Learning) untuk menarik perhatian peserta didik pada topik
kebutuhan, keinginan, dan uang.
4. Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai pada pertemuan ini.
Kegiatan Inti (130 menit)
1. Mengidentifikasi Kebutuhan dan Keinginan (Diskusi Kelompok):
o Guru memulai dengan pertanyaan: "Apa yang paling kalian butuhkan
saat ini? Apa yang paling kalian inginkan?"
o Guru menjelaskan definisi kebutuhan (sesuatu yang harus ada agar
bisa hidup dan sehat, seperti makanan, air, pakaian, tempat tinggal,
pendidikan) dan keinginan (sesuatu yang membuat hidup lebih
nyaman atau menyenangkan, tapi tidak wajib, seperti mainan, es krim,
liburan mewah).
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan set kartu bergambar berbagai
benda/aktivitas (makanan, minuman, seragam sekolah, buku
pelajaran, mainan, es krim, liburan, sepeda, smartphone).
o Kelompok diminta untuk memilah kartu-kartu tersebut ke dalam dua
kategori: Kebutuhan dan Keinginan.
o Guru memfasilitasi diskusi kelompok tentang alasan di balik
pengelompokan mereka.
2. Mengenal Nilai dan Fungsi Mata Uang (Presentasi Guru & Diskusi):
o Guru menampilkan gambar uang Rupiah (logam dan kertas)
dari berbagai nominal.
Gambar
o Guru menjelaskan fungsi uang sebagai alat tukar yang sah,
alat pembayaran, dan alat menabung.
o Guru menjelaskan nilai nominal setiap pecahan uang dan bagaimana
mengenalinya (angka dan gambar).
o Peserta didik diajak untuk mengidentifikasi nilai uang yang ditunjukkan
guru. "Ini uang berapa rupiah? Gambar apa yang ada di sini?"
o Guru bertanya: "Mengapa kita membutuhkan uang untuk membeli
sesuatu? Apa jadinya kalau tidak ada uang?"
3. Simulasi Transaksi Sederhana: Belanja Bijak (Aplikasi Konsep):
o Guru menyiapkan "toko mini" di depan kelas dengan beberapa
"barang" yang harganya sudah ditentukan (misalnya, pensil Rp2.000,
buku Rp5.000, permen Rp1.000, mainan kecil Rp7.000).
o Setiap kelompok diberikan "uang saku" sejumlah tertentu (misalnya,
Rp10.000 dalam berbagai pecahan).
o Guru memberikan tantangan: "Dengan uang Rp10.000, kalian harus
membeli kebutuhan belajar dulu, lalu jika ada sisa, boleh beli
keinginan."
o Satu per satu perwakilan kelompok maju untuk "berbelanja".
o Setelah berbelanja, setiap kelompok melaporkan apa yang mereka
beli, berapa sisa uangnya, dan mengapa mereka memilih barang
tersebut (mengaitkan dengan kebutuhan/keinginan).
o Guru memandu diskusi: "Apakah kalian membeli kebutuhan dulu?
Mengapa penting untuk memprioritaskan kebutuhan?"
4. Studi Kasus & Perencanaan Keuangan Sederhana (Penalaran Kritis &
Kemandirian):
o Guru memberikan studi kasus singkat kepada setiap kelompok,
misalnya: "Ani mendapat uang saku Rp5.000 per hari. Dia butuh
makan siang di sekolah, tapi dia juga ingin membeli stiker lucu.
Bagaimana Ani harus mengelola uangnya?"
o Kelompok berdiskusi untuk mencari solusi yang bijak, memprioritaskan
kebutuhan, dan menjelaskan rencana pengelolaan uang Ani.
o Guru berkeliling membimbing, memastikan mereka berpikir kritis
tentang keputusan keuangan.
o Setiap kelompok mempresentasikan solusi studi kasus mereka.
Penutup (15 menit)
1. Refleksi Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik merangkum kembali
materi yang telah dipelajari hari ini. "Apa perbedaan penting antara butuh
dan ingin? Mengapa kita harus bijak menggunakan uang?"
2. Penguatan Konsep: Guru menekankan bahwa uang adalah alat penting
dalam hidup, dan memahami perbedaan kebutuhan/keinginan akan
membantu mereka menjadi anak yang mandiri dan bertanggung jawab
dalam mengelola uang.
3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas individu untuk membuat daftar 3
kebutuhan dan 3 keinginan mereka di rumah, lalu menentukan mana
yang lebih penting.
4. Penghargaan dan Doa: Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik atas partisipasi aktif mereka, kemudian menutup pembelajaran
dengan doa.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa uang adalah alat penting dalam kehidupan,
namun penggunaannya harus bijak. Mereka akan menyadari bahwa tidak semua
yang diinginkan bisa atau harus dipenuhi, dan bahwa memprioritaskan kebutuhan
adalah langkah awal untuk menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab
secara finansial. Pemahaman ini akan membantu mereka mengambil keputusan
yang lebih baik dalam mengelola uang saku sejak dini, sehingga dapat
merencanakan keuangan untuk masa depan yang lebih baik.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. Apa pelajaran terpenting yang saya dapat hari ini tentang cara menggunakan
uang saku?
2. Bagaimana saya akan memprioritaskan kebutuhan dan keinginan saya mulai
sekarang?
3. Apakah ada hal yang membuat saya merasa lebih percaya diri setelah belajar
materi ini?
Refleksi Pendidik
1. Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam tentang konsep
kebutuhan dan keinginan serta fungsi uang?
2. Bagaimana efektivitas simulasi transaksi dalam membantu siswa
mengaplikasikan pemahaman mereka?
3. Apakah ada peserta didik yang masih kesulitan membedakan antara
kebutuhan dan keinginan? Bagaimana strategi saya selanjutnya untuk
membantu mereka?
Kelas:
Tanggal:
Buku Pelajaran
Mainan Robot
Seragam Sekolah
Permen Cokelat
B. Hitung dan Tulis Nilai Uangnya!
Total: Rp
Total: Rp
3. Uang: Rp20.000 + Rp10.000 + Rp2.000
Total: Rp
Bayangkan kamu punya uang Rp15.000. Kamu butuh membeli alat tulis seharga
Rp7.000 dan kamu ingin membeli es krim seharga Rp3.000. Apakah uangmu cukup
untuk membeli keduanya? Berapa sisa uangmu?
Anggo Semua
Kerja Anggot Anggota
ta anggot
Sama a cukup aktif
Anggota tidak kuran a
Kelompo aktif, berpartisipa
bekerja sama, g aktif sangat
k namun si dan
ada yang pasif. dalam aktif,
(Kolabor belum saling
diskus saling
asi) semua membantu.
i. mendu
Skala
Skala 1 Skala 5
Aspek 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kura (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
ng)
berkont kung,
ribusi. dan
berbagi
tugas
secara
efektif.
Konsep
sangat
Konse
akurat,
p
lengkap
kuran Konsep
Konsep ,
Kualitas Konsep g akurat,
cukup relevan
Konsep kebutuhan/kein akurat lengkap,
akurat , dan
(Penalar ginan/uang atau dan relevan
dan menunj
an Kritis) tidak dipahami. kuran dengan
relevan. ukkan
g studi kasus.
pemah
lengk
aman
ap.
mendal
am.
Solusi
sangat
praktis,
Solusi inovatif,
kuran Solusi Solusi menunj
Kreativit g cukup praktis, ukkan
Solusi tidak
as inovati praktis kreatif, dan pemikir
ada atau tidak
Solusi/R f atau dan menunjukka an di
relevan.
encana tidak ada ide n pemikiran luar
prakti kreatif. orisinal. kotak,
s. dan
bisa
menjadi
contoh.
Penjel Penjela
Penjela
Penyam asan san
san Penjelasan
paian Tidak mampu kuran sangat
cukup jelas,
Presenta menjelaskan, g jelas,
jelas, percaya diri,
si suara tidak jelas, antusia
kontak kontak mata
(Komuni jelas. kadan s,
mata baik.
kasi) g bahasa
kurang.
ragu. tubuh
Skala
Skala 1 Skala 5
Aspek 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kura (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
ng)
baik,
mampu
menjaw
ab
pertany
aan
dengan
lugas.
Mampu
menga
mbil
Penera
Pener keputus
Penerap pan Mampu
apan an bijak
an konsep menerapka
konse secara
Konsep Tidak ada cukup n konsep
p mandiri
dalam penerapan jelas kebutuhan/k
minim terkait
Kehidup konsep dalam dalam einginan
atau penggu
an kehidupan. kasus dalam
tidak naan
(Kemand yang situasi
sesuai uang
irian) diberika nyata.
. berdas
n.
arkan
priorita
s.
P. Glosarium
1. Kebutuhan: Hal-hal pokok yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup
dan hidup layak.
2. Keinginan: Hal-hal tambahan yang membuat hidup lebih nyaman atau
menyenangkan, namun tidak wajib.
3. Mata Uang: Alat tukar yang sah untuk membeli barang atau jasa
(misalnya Rupiah).
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa IPAS Kelas III
SD/MI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukaan.
3. Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Mengenal Uang untuk Anak-anak. Diakses
dari: [Link] (contoh situs, sesuaikan dengan sumber yang relevan dan
terbaru).