0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan14 halaman

BAB 3

Modul ajar ini dirancang untuk mata pelajaran Matematika di UPT SDN 065007 Medan Belawan, fokus pada pengajaran kubus dan balok untuk kelas VI. Materi mencakup pengenalan bangun ruang, visualisasi spasial, dan aplikasi dalam kehidupan nyata, dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan penemuan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam mengonstruksi, mengurai, dan mendeskripsikan bangun ruang serta meningkatkan kreativitas dan kolaborasi.

Diunggah oleh

Steven Wijaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan14 halaman

BAB 3

Modul ajar ini dirancang untuk mata pelajaran Matematika di UPT SDN 065007 Medan Belawan, fokus pada pengajaran kubus dan balok untuk kelas VI. Materi mencakup pengenalan bangun ruang, visualisasi spasial, dan aplikasi dalam kehidupan nyata, dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan penemuan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam mengonstruksi, mengurai, dan mendeskripsikan bangun ruang serta meningkatkan kreativitas dan kolaborasi.

Diunggah oleh

Steven Wijaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)

Nama Sekolah : UPT SDN 065007 Medan Belawan


Nama Penyusun : Lia Yudika Dahliana Saragih, [Link]
NIP : 198901122023212004
Mata pelajaran : Matematika
Fase C, Kelas / Semester : VI (Enam) / II (Genap)
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
BAB 3 : KUBUS DAN BALOK

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : UPT SDN 065007 Medan Belawan
Nama Penyusun : Lia Yudika Dahliana Saragih, [Link]
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Fase / Semester : VI (Enam) / C / Ganjil
Alokasi Waktu : 21 JP (11 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2026 / 2027

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Peserta didik telah mengenal nama-nama bangun ruang dasar
(kubus, balok, prisma, limas) dan bangun datar (persegi, persegi panjang).
● Minat: Peserta didik memiliki ketertarikan pada kegiatan membangun (seperti
menggunakan balok susun atau LEGO), menggambar, permainan teka-teki, dan
menggunakan peta dalam permainan video atau di dunia nyata.
● Latar Belakang: Kemampuan visualisasi spasial peserta didik bervariasi. Beberapa
mungkin sudah terbiasa berpikir dalam tiga dimensi, sementara yang lain mungkin
memerlukan lebih banyak latihan dengan benda konkret.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Membutuhkan model 3D, gambar isometrik, dan video simulasi untuk
memahami struktur bangun ruang dan perspektifnya.
○ Auditori: Membutuhkan diskusi untuk menjelaskan dan mendengarkan deskripsi
tentang posisi dan tampilan sebuah bangun ruang dari berbagai sisi.
○ Kinestetik: Sangat membutuhkan pengalaman langsung dalam menyusun dan
membongkar model bangun ruang menggunakan kubus satuan atau balok.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami bahwa bangun ruang dapat dikonstruksi dari bangun ruang
lain, mengenali konsep visualisasi spasial (tampak atas, depan, samping), dan
memahami sistem koordinat berpetak untuk menentukan lokasi.
○ Prosedural: Mampu menyusun dan mengurai bangun ruang gabungan, menggambar
tiga tampak dari sebuah bangun ruang, merekonstruksi bangun ruang dari tiga
tampaknya, serta menentukan dan mendeskripsikan lokasi pada sistem berpetak.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Sangat relevan dengan bidang
arsitektur (merancang bangunan), desain produk, logistik (menyusun barang di gudang),
membaca peta (GPS, denah), dan seni (menggambar perspektif).
● Tingkat Kesulitan: Tinggi. Materi ini menuntut kemampuan penalaran spasial yang
abstrak dan bisa menjadi tantangan bagi sebagian peserta didik.
● Struktur Materi: Materi disusun dari yang konkret ke abstrak: dimulai dengan aktivitas
fisik menyusun balok (Mengonstruksi), lalu memvisualisasikannya dalam 2D
(Visualisasi Spasial), dan diakhiri dengan representasi lokasi secara simbolik (Lokasi).
● Integrasi Nilai dan Karakter: Mengembangkan kreativitas dalam merancang, penalaran
kritis dalam memecahkan teka-teki spasial, komunikasi dalam mendeskripsikan objek,
dan ketelitian dalam membaca peta.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia:
Mengagumi keteraturan dan keindahan dalam struktur arsitektur dan formasi geometris
di alam sebagai ciptaan Tuhan.
● Kewargaan: Memahami pentingnya denah dan peta dalam kehidupan bermasyarakat,
seperti untuk menemukan lokasi fasilitas umum.
● Penalaran Kritis: Menganalisis gambar 2D (tampak depan, atas, samping) untuk
merekonstruksi bentuk 3D yang benar dan memecahkan masalah terkait jalur terpendek
pada peta.
● Kreativitas: Merancang dan membangun berbagai model bangunan dari kubus dan
balok, serta menemukan berbagai kemungkinan susunan bangun ruang.
● Kolaborasi: Bekerja sama dalam tim untuk membangun model berdasarkan instruksi
atau gambar, dan saling memeriksa gambar perspektif teman.
● Kemandirian: Berlatih menggambar dan memvisualisasikan bangun ruang secara
mandiri untuk mengasah kemampuan spasial.
● Kesehatan: Memahami denah jalur evakuasi di gedung yang menggunakan sistem
berpetak.
● Komunikasi: Mampu mendeskripsikan sebuah bangun ruang atau lokasi secara jelas
kepada orang lain menggunakan bahasa verbal dan visual (gambar, koordinat).
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Pada akhir Fase C, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:
 Geometri
Mengkonstruksi dan mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan
mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan samping); membandingkan
karakteristik antar bangun datar dan antar bangun ruang; serta menentukan lokasi pada
peta yang menggunakan sistem berpetak..

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Seni Budaya dan Prakarya (SBDP): Menggambar teknis, perspektif, dan merancang
model bangunan.
● Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Penggunaan peta, denah, dan sistem koordinat dalam
geografi.
● Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Menggunakan perangkat lunak atau
aplikasi gambar isometrik dan simulasi 3D.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1-2: Peserta didik dapat menentukan hasil menyusun dan mengurai kubus,
balok, dan gabungannya. (4 JP)
● Pertemuan 3-4: Peserta didik dapat menyusun bangun ruang berdasarkan model dua
dimensi (tampak atas, depan, samping) dan sebaliknya. (4 JP)
● Pertemuan 5-6: Peserta didik dapat menggunakan sistem berpetak untuk menyatakan
lokasi serta mendeskripsikan jalur dan jarak. (4 JP)
● Pertemuan 7-11: Peserta didik dapat menyelesaikan masalah aplikasi, melakukan
proyek, refleksi, dan asesmen sumatif. (8 JP)

D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN


1. Menyusun beberapa kubus/balok menjadi sebuah bangun ruang baru.
2. Menghitung jumlah kubus/balok satuan yang menyusun sebuah bangun ruang gabungan.
3. Menggambar tampak atas, depan, dan samping dari sebuah susunan kubus/balok.
4. Membangun (merekonstruksi) sebuah susunan kubus/balok berdasarkan gambar tiga
tampaknya.
5. Menentukan lokasi sebuah objek pada sistem berpetak menggunakan pasangan huruf dan
angka (koordinat).
6. Mendeskripsikan sebuah jalur dari titik awal ke titik akhir pada sistem berpetak.
7. Menentukan jarak horizontal dan vertikal antara dua lokasi pada sistem berpetak.

E. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Merancang bangunan dari kontainer bekas.
● Menggambar denah kelas.
● Bermain "perang kapal" atau catur pada papan berpetak.
● Membaca peta lokasi wisata atau denah pusat perbelanjaan.
● Menyusun kardus di dalam gudang.

F. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Project-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek),
Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Penemuan).
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk berkonsentrasi penuh saat
memvisualisasikan objek dari berbagai sudut dan saat menelusuri jalur pada peta.
○ Meaningful Learning: Pembelajaran dikaitkan dengan profesi nyata seperti arsitek
dan desainer, serta kegiatan relevan seperti membaca peta dan merancang sesuatu.
○ Joyful Learning: Proses belajar dibuat menyenangkan melalui permainan tebak
bangun, aktivitas membangun dengan balok, dan permainan di papan berpetak.
● Metode Pembelajaran: Eksplorasi, Demonstrasi, Simulasi, Permainan, Diskusi.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan set kubus satuan fisik untuk peserta didik
kinestetik. Menyediakan kertas isometrik untuk membantu peserta didik visual.
Memberikan tantangan dengan bangun yang lebih kompleks bagi yang sudah mahir.
○ Diferensiasi Proses: Peserta didik boleh bekerja berpasangan untuk saling
membantu: satu membangun, satu menggambar. Guru memberikan lebih banyak
contoh dan bimbingan bagi yang kesulitan memvisualisasikan.
○ Diferensiasi Produk: Hasil pemahaman bisa ditunjukkan dengan model fisik yang
dibangun, gambar 2D yang akurat, atau presentasi lisan yang menjelaskan lokasi dan
jalur.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Mengamati arsitektur bangunan sekolah dan mencoba
menggambar tampak depannya. Membuat denah perpustakaan atau kantin.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Menghadirkan narasumber (jika
memungkinkan, arsitek atau desainer grafis) untuk berbagi pengalaman tentang
pentingnya visualisasi spasial.
● Mitra Digital: Menggunakan Google Maps (mode satelit dan 3D) untuk melihat
bangunan dari atas dan samping.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Menyediakan area yang cukup luas di lantai untuk kegiatan membangun
model. Meja diatur berkelompok untuk memudahkan kolaborasi.
● Ruang Virtual: Menggunakan papan tulis digital interaktif (seperti Jamboard) untuk
menggambar dan memanipulasi bangun ruang secara bersama-sama.
● Budaya Belajar: Menciptakan lingkungan yang menghargai kreativitas dan trial-and-
error. Menekankan bahwa "salah lihat" atau "salah gambar" adalah bagian dari proses
belajar visualisasi.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Menggunakan proyektor untuk menampilkan gambar bangun ruang dari berbagai sudut.
● Mengakses aplikasi Isometric Drawing Tool yang direkomendasikan di buku untuk
latihan mandiri.
● Menggunakan aplikasi peta digital untuk latihan menentukan lokasi dan jalur.

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Mengonstruksi dan Mengurai Gabungan Kubus
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi (Meaningful): Guru menunjukkan gambar mainan balok susun atau LEGO.
"Siapa yang suka bermain ini? Benda apa saja yang bisa kalian buat?"
● Motivasi (Joyful): Guru menampilkan gambar Perpustakaan Amin atau hotel dari
kontainer bekas. "Percaya tidak, bangunan keren ini dibuat dari tumpukan kotak-kotak
besar? Hari ini, kalian akan menjadi arsitek dan merancang bangunan dari kubus!"
● Penyampaian Tujuan: Menyampaikan bahwa hari ini akan belajar menyusun dan
membongkar bangun ruang dari kubus satuan.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Meaningful): Peserta didik mengamati berbagai bentuk bangun yang
tersusun dari kubus.
● Menanya (Mindful): "Jika kita punya 3 kubus, ada berapa cara berbeda untuk
menyusunnya?"
● Eksplorasi (Joyful & Kinestetik): Setiap kelompok dibagikan sejumlah kubus satuan
(misalnya 4-5 buah). Mereka diminta untuk membuat sebanyak mungkin model
bangunan yang berbeda dari kubus tersebut. Mereka juga diminta untuk menghitung
berapa kubus yang dibutuhkan untuk membuat model yang ditunjukkan guru.
● Menalar (Mindful): Peserta didik menyadari bahwa beberapa susunan yang terlihat
berbeda sebenarnya sama jika diputar. Mereka juga belajar menghitung kubus yang
"tersembunyi" di bagian belakang atau bawah tumpukan.
● Mengomunikasikan: Setiap kelompok menunjukkan satu model paling unik yang
mereka buat dan menjelaskan berapa kubus yang digunakan. Peserta didik juga berlatih
menggambar hasil karyanya di kertas isometrik.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Kelompok yang cepat selesai diberi tantangan untuk membuat bangun
dengan jumlah kubus yang lebih banyak. Kelompok yang kesulitan dibantu untuk
fokus pada bangun yang lebih sederhana terlebih dahulu.
○ Produk: Hasil bisa berupa model fisik, atau gambar di kertas isometrik.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa bagian tersulit dari menghitung jumlah kubus dalam sebuah tumpukan?"
(Menghitung kubus yang tidak terlihat).
● Rangkuman: Guru merangkum bahwa bangun ruang dapat dibentuk dengan berbagai
cara dari kubus satuan.
● Tindak Lanjut: Memberikan soal sederhana menghitung jumlah kubus pada gambar.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 2 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Mengonstruksi dan Mengurai Gabungan Balok
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi (Meaningful): Guru mereview pelajaran kemarin. "Kemarin kita menyusun
kubus. Apa bedanya kubus dengan balok seperti kotak pensil ini?"
● Motivasi (Joyful): Guru menunjukkan gambar tumpukan batu bata. "Lihat, dinding ini
tersusun dari banyak sekali balok kecil. Bagaimana posisi batu bata ini disusun? Apakah
semuanya sama?"
● Penyampaian Tujuan: Menyampaikan bahwa hari ini akan bereksplorasi menyusun
bangun dari balok dan melihat bagaimana orientasi memengaruhi bentuk akhir.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Meaningful): Peserta didik diberi beberapa balok identik (misal,
penghapus atau balok kayu).
● Menanya (Mindful): "Jika kita punya dua balok, bagaimana cara kita
menggabungkannya? Apakah hasilnya akan selalu sama?"
● Eksplorasi (Joyful & Kinestetik): Dalam kelompok, peserta didik mencoba menyusun
dua atau tiga balok. Mereka akan menemukan bahwa balok bisa diletakkan secara "tidur"
(horizontal) atau "berdiri" (vertikal), dan kombinasi keduanya menghasilkan bentuk yang
sangat berbeda.
● Menalar (Mindful): Peserta didik membandingkan hasil susunan mereka. Mereka
menyimpulkan bahwa tidak seperti kubus, orientasi (posisi) balok sangat penting dalam
membentuk bangun ruang gabungan. Mereka juga berlatih menghitung jumlah balok
dalam sebuah susunan.
● Mengomunikasikan: Kelompok mendemonstrasikan setidaknya dua cara berbeda untuk
menyusun tiga balok dan menjelaskan perbedaan hasilnya.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik kinestetik akan unggul dalam aktivitas ini. Peserta didik visual
dapat didorong untuk mencoba menggambar susunan balok yang mereka buat.
○ Produk: Menunjukkan model fisik yang berbeda yang dapat dibuat dari jumlah
balok yang sama.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa perbedaan utama saat menyusun bangun dari kubus dibandingkan dengan
balok?" (Pada balok, arah atau orientasi sangat berpengaruh).
● Rangkuman: Merangkum bahwa balok dapat digabungkan dengan berbagai orientasi
untuk menciptakan bentuk yang beragam.
● Tindak Lanjut: Latihan menghitung jumlah balok pada gambar yang kompleks.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 3 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Visualisasi Spasial (Menggambar 3 Tampak)
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi (Meaningful): Guru bertanya, "Jika kalian memotret sebuah rumah, apakah
hasil fotonya akan selalu sama jika diambil dari depan, dari samping, dan dari atas
(menggunakan drone)?"
● Motivasi (Joyful): Guru menceritakan kisah Tigor dan Tenri yang menggambar Fort
Rotterdam dari sisi berbeda. "Hari ini kita akan menjadi seperti mereka, menggambar
satu benda dari tiga sudut pandang: depan, atas, dan kanan."
● Penyampaian Tujuan: Mempelajari cara menggambar tampak depan, atas, dan kanan
dari sebuah bangun.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Meaningful): Guru membangun sebuah model sederhana (misal, bentuk
huruf L dari 3 kubus) di tengah meja. Peserta didik dari berbagai sisi meja
mengamatinya.
● Menanya (Mindful): "Apa yang kamu lihat jika kamu berdiri persis di depan? Apa yang
kamu lihat jika kamu melihat dari atas?"
● Eksplorasi (Joyful & Kinestetik): Peserta didik dalam kelompok membangun model
yang sama. Mereka secara bergantian memposisikan mata mereka tepat di depan, atas,
dan samping kanan model, lalu menggambar apa yang mereka lihat dalam bentuk 2D
(persegi-persegi).
● Menalar (Mindful): Peserta didik membandingkan hasil gambar mereka. Mereka belajar
bahwa tampak depan menunjukkan tinggi dan lebar, tampak atas menunjukkan lebar dan
panjang, dan tampak samping menunjukkan tinggi dan panjang.
● Mengomunikasikan: Kelompok menunjukkan model dan ketiga gambar tampaknya.
Guru memberikan umpan balik.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Menggunakan warna yang berbeda pada setiap kubus untuk membantu
melacaknya di setiap tampak.
○ Produk: Hasil gambar 3 tampak di buku tulis atau kertas HVS.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Mengapa seorang arsitek perlu menggambar sebuah gedung dari berbagai
tampak?"
● Rangkuman: Merangkum konsep tampak atas, depan, dan samping.
● Tindak Lanjut: Memberikan gambar model sederhana dan meminta peserta didik
menggambar 3 tampaknya.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 4 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Visualisasi Spasial (Membangun dari 3 Tampak)
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi (Meaningful): Guru mereview pelajaran kemarin dengan menunjukkan 3
gambar tampak dan bertanya, "Ini adalah gambar dari sebuah model. Bisakah kalian
menebak bentuknya?"
● Motivasi (Joyful): "Kemarin kita jadi seniman, hari ini kita jadi insinyur! Tugas kita
adalah membangun sebuah struktur rahasia hanya berdasarkan tiga gambar petunjuk."
● Penyampaian Tujuan: Mempelajari cara merekonstruksi bangun 3D dari gambar 2D-
nya.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Meaningful): Setiap kelompok diberi satu set gambar (tampak atas, depan,
samping) dari sebuah model misterius.
● Menanya (Mindful): "Dari mana kita harus mulai? Gambar mana yang paling penting
sebagai dasar?"
● Eksplorasi (Joyful & Kinestetik): Kelompok berdiskusi dan mencoba membangun
model menggunakan kubus satuan. Mereka biasanya akan memulai dari tampak atas
sebagai "denah" atau "lantai dasar", kemudian menggunakan tampak depan dan samping
untuk menentukan ketinggian di setiap bagian.
● Menalar (Mindful): Peserta didik akan mengalami proses trial-and-error. Mereka
membangun, lalu mengecek: "Apakah tampak depannya sudah sesuai? Apakah tampak
sampingnya cocok?". Proses ini melatih penalaran spasial secara intensif.
● Mengomunikasikan: Setelah berhasil, setiap kelompok menunjukkan model yang telah
mereka bangun. Guru kemudian menunjukkan model asli untuk verifikasi.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Konten: Memberikan set gambar yang lebih sederhana (2-3 kubus) untuk kelompok
yang kesulitan, dan yang lebih kompleks (5-6 kubus) untuk yang sudah mahir.
○ Proses: Guru memberikan petunjuk: "Coba mulai dari tampak atas sebagai alasnya."
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa yang menjadi kunci keberhasilan dalam membangun model dari
gambar?" (Memulai dari tampak atas dan terus memeriksa dengan tampak lain).
● Rangkuman: Merangkum strategi untuk merekonstruksi bangun 3D.
● Tindak Lanjut: Memberikan satu set gambar sebagai PR teka-teki.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 5 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Lokasi pada Sistem Berpetak
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi (Meaningful): Guru menunjukkan denah tempat duduk kelas. "Bagaimana
cara kalian memberitahu lokasi tempat duduk teman kalian dengan cepat?"
● Motivasi (Joyful): Guru menampilkan peta Indonesia dengan petak dari buku. "Tigor
menemukan Makassar di petak C2. Apa artinya C2? Hari ini kita akan belajar bahasa
rahasia para pembuat peta!"
● Penyampaian Tujuan: Mempelajari cara menentukan dan menyebutkan lokasi
menggunakan sistem berpetak (koordinat).
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Meaningful): Peserta didik mengamati papan catur atau gambar bidang
berpetak dengan sumbu huruf (horizontal) dan angka (vertikal).
● Menanya (Mindful): "Mengapa ada huruf dan angka di pinggir peta atau papan
permainan?"
● Eksplorasi (Joyful & Kinestetik): Guru memandu permainan "Tebak Lokasi". Guru
menyebutkan koordinat (misal, D5), dan peserta didik menunjuk lokasi tersebut di
gambar berpetak mereka. Kemudian sebaliknya, guru menunjuk lokasi, dan peserta didik
menyebutkan koordinatnya.
● Menalar (Mindful): Peserta didik menyimpulkan bahwa sebuah lokasi dapat ditentukan
secara pasti oleh perpotongan satu garis vertikal (huruf) dan satu garis horizontal
(angka). Mereka juga belajar konvensi untuk menyebutkan huruf terlebih dahulu, baru
angka.
● Mengomunikasikan: Peserta didik bermain berpasangan. Satu orang menempatkan
"harta karun" secara rahasia di petaknya, dan yang lain mencoba menebak dengan
menyebutkan koordinat.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Menggunakan lantai keramik kelas sebagai bidang berpetak raksasa, di mana
peserta didik bisa berdiri di koordinat yang disebutkan.
○ Produk: Membuat denah sederhana (misal, kebun binatang) pada kertas berpetak
dan menuliskan lokasi 3 hewan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Selain di peta, di mana lagi kalian pernah melihat sistem berpetak seperti ini?"
(Tiket bioskop/pesawat, permainan, spreadsheet komputer).
● Rangkuman: Merangkum cara membaca dan menulis lokasi pada sistem berpetak.
● Tindak Lanjut: Latihan menentukan lokasi benda pada gambar denah.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 6 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Jalur dan Jarak pada Sistem Berpetak
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi (Meaningful): Guru mereview cara menentukan lokasi. "Jika kursi Budi ada
di (B,3), di mana lokasinya?"
● Motivasi (Joyful): "Sekarang bayangkan Budi di (B,3) mau mengirim surat ke Ani di
(E,5). Budi hanya boleh menitipkan surat ke teman di depan, belakang, kiri, atau
kanannya. Jalan mana yang bisa dilewati surat itu? Dan berapa teman yang harus
membantu?"
● Penyampaian Tujuan: Mempelajari cara mendeskripsikan jalur dan menghitung jarak
terpendek pada sistem berpetak.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Mengamati (Meaningful): Peserta didik mengamati sebuah peta berpetak dengan titik
awal dan titik akhir yang ditandai.
● Menanya (Mindful): "Apakah hanya ada satu jalan untuk sampai ke tujuan? Apakah
semua jalan sama panjangnya?"
● Eksplorasi (Joyful & Kinestetik): Dalam kelompok, peserta didik menggambar
setidaknya dua jalur berbeda dari titik awal ke titik akhir pada kertas berpetak, tanpa
bergerak diagonal. Mereka menghitung jumlah "langkah" (petak) untuk setiap jalur.
● Menalar (Mindful): Peserta didik menemukan bahwa ada banyak jalur yang mungkin,
tetapi panjang jalur terpendeknya selalu sama. Guru memandu mereka untuk menemukan
cara cepat menghitung jarak terpendek: hitung langkah horizontal (mendatar) dan
langkah vertikal (tegak), lalu jumlahkan. Contoh: Dari (B,3) ke (E,5) butuh 3 langkah ke
kanan (C, D, E) dan 2 langkah ke atas (4, 5). Jaraknya = 3 + 2 = 5 langkah.
● Mengomunikasikan: Kelompok mempresentasikan salah satu jalur yang mereka gambar
dan menjelaskan cara mereka menghitung jaraknya.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Peserta didik kinestetik dapat "berjalan" dengan jari mereka di atas peta.
Peserta didik visual akan fokus pada menggambar jalur.
○ Produk: Menggambar jalur dan menuliskan deskripsinya (misal: "2 ke kanan, 3 ke
atas, 1 ke kanan").
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Bagaimana cara tercepat menghitung jarak antara dua titik di peta berpetak?"
(Menjumlahkan jarak horizontal dan vertikal).
● Rangkuman: Merangkum cara mendeskripsikan jalur dan menghitung jarak terpendek.
● Tindak Lanjut: Latihan mencari jarak antara dua lokasi di denah sekolah.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 7 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Latihan Aplikasi Gabungan
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Motivasi (Joyful): "Selamat datang di Olimpiade Geometri! Hari ini kalian akan bekerja
dalam tim untuk menyelesaikan 4 tantangan spasial. Tim tercepat dan terakurat akan
menjadi juaranya!"
● Penyampaian Tujuan: Mengaplikasikan semua konsep yang telah dipelajari
(konstruksi, visualisasi, lokasi) dalam masalah yang lebih kompleks.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Eksplorasi (Joyful & Kolaboratif): Guru menyiapkan 4 "pos tantangan". Kelompok
akan berotasi setiap 10-12 menit.
1. Pos 1: Hitung Cepat: Disediakan gambar susunan kubus yang kompleks dengan
banyak kubus tersembunyi. Tugas: hitung total kubus.
2. Pos 2: Jadi Seniman: Disediakan model fisik dari 5-6 kubus. Tugas: gambar
tampak atas, depan, dan samping seakurat mungkin.
3. Pos 3: Jadi Insinyur: Disediakan 3 gambar tampak. Tugas: bangun model 3D yang
sesuai.
4. Pos 4: Jadi Navigator: Disediakan denah kompleks. Tugas: tentukan koordinat 3
lokasi dan hitung jarak terpendek antara lokasi A dan B.
● Mengomunikasikan: Setelah semua kelompok menyelesaikan tantangan, guru dan
peserta didik membahas jawaban dan strategi untuk setiap pos.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Tantangan di pos mana yang paling sulit bagi kelompokmu? Mengapa?"
● Rangkuman: Guru mengapresiasi kerja sama tim dan mereview kembali poin-poin
kunci dari setiap tantangan.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 8 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Proyek "Arsitek Cilik" - Perencanaan dan Konstruksi
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Motivasi (Joyful & Meaningful): "Setiap arsitek hebat memulai dari sebuah ide. Hari
ini, kalian akan memulai proyek besar: merancang dan membangun gedung impian
kalian sendiri dari kubus!"
● Penyampaian Tujuan: Memperkenalkan tugas proyek "Arsitek Cilik" dan memulai
tahap perencanaan.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Perencanaan Proyek: Guru menjelaskan detail proyek: setiap kelompok harus
merancang bangunan menggunakan 6-8 kubus, membangun modelnya, dan membuat
dokumen teknisnya.
● Brainstorming & Desain: Kelompok berdiskusi dan membuat sketsa kasar desain
bangunan mereka. Mereka harus memikirkan bentuk yang menarik dan stabil.
● Konstruksi Model Fisik: Setelah desain disetujui, kelompok mulai membangun model
fisik bangunan mereka menggunakan kubus satuan.
● Dokumentasi Awal: Kelompok mulai mengerjakan bagian pertama dari dokumen
teknis: menggambar model 3D mereka di kertas isometrik.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apakah desain awal kalian mudah untuk dibangun? Adakah yang perlu
diubah?"
● Tindak Lanjut: Tugas untuk pertemuan berikutnya adalah menyelesaikan gambar 3
tampak dan denah lokasi.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 9 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Proyek "Arsitek Cilik" - Dokumentasi dan Presentasi
KEGIATAN PENDAHULUAN (5 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Motivasi (Joyful): "Hari ini adalah hari pameran arsitektur! Mari kita lihat karya-karya
hebat yang telah kalian ciptakan."
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
● Penyelesaian Dokumentasi: Kelompok menyelesaikan dokumen teknis mereka:
menggambar tampak atas, depan, samping, dan membuat denah lokasi bangunan mereka
di atas kertas berpetak.
● Persiapan Presentasi: Kelompok berlatih untuk menjelaskan karya mereka secara
singkat (desain, jumlah kubus, dan menunjukkan dokumen teknisnya).
● Presentasi "Gallery Walk": Setiap kelompok berdiri di dekat karyanya (model fisik
dan dokumen teknis). Kelompok lain berkeliling untuk melihat, bertanya, dan
memberikan umpan balik positif menggunakan catatan tempel.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apa yang kamu pelajari dari melihat desain kelompok lain?"
● Rangkuman: Guru memberikan apresiasi umum terhadap kreativitas dan ketelitian
semua kelompok.
● Persiapan Asesmen: Mengingatkan untuk mereview semua materi untuk tes di
pertemuan berikutnya.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 10 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Asesmen Sumatif Bab Kubus dan Balok
KEGIATAN PENDAHULUAN (5 MENIT)
● Pembukaan: Guru memberikan instruksi pengerjaan tes, mengingatkan untuk bekerja
dengan teliti dan percaya diri, lalu membagikan soal.
KEGIATAN INTI (60 MENIT)
● Asesmen Individual: Peserta didik mengerjakan soal tes tertulis yang mencakup semua
indikator pembelajaran Bab 3.
KEGIATAN PENUTUP (5 MENIT)
● Pengumpulan: Peserta didik memeriksa kembali pekerjaan sebelum dikumpulkan. Guru
mengumpulkan semua lembar jawaban.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 11 (1 JP : 35 MENIT)
Topik : Refleksi Akhir dan Pengayaan
KEGIATAN PENDAHULUAN (5 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
KEGIATAN INTI (25 MENIT)
● Umpan Balik Asesmen: Guru membahas 1-2 soal dari tes yang dianggap paling sulit,
menjelaskan kembali konsep dan cara penyelesaiannya.
● Refleksi Akhir (Mindful): Peserta didik menulis jawaban singkat untuk pertanyaan
refleksi:
1. "Aktivitas apa yang paling membantumu memahami bab ini?"
2. "Keterampilan apa (menggambar, membangun, atau membaca peta) yang ingin
kamu latih lagi?"
● Kegiatan Pengayaan: Guru memberikan teka-teki spasial dari bagian Pengayaan di
buku atau teka-teki logika visual lainnya bagi peserta didik yang telah menguasai materi.
KEGIATAN PENUTUP (5 MENIT)
● Apresiasi: Guru memuji perkembangan kemampuan visualisasi spasial seluruh peserta
didik.
● Penutup: Doa dan salam.

H. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK (AWAL BAB)
● Tanya Jawab: "Sebutkan nama-nama bangun ruang yang kamu tahu."
● Gambar Sederhana: "Gambarlah sebuah meja." (Untuk melihat kemampuan awal
menggambar 3D).
ASESMEN FORMATIF (SELAMA PEMBELAJARAN)
● Tanya Jawab: "Jika tampak atasnya persegi dan tampak depannya persegi, bangun
apakah itu?", "Bagaimana cara membaca lokasi (E,4)?"
● Observasi: Mengamati proses peserta didik saat membangun model, menggambar
tampak, dan bermain di papan berpetak.
● Latihan Soal/LKPD:
○ Diberi gambar tumpukan kubus, hitung jumlahnya.
○ Diberi model, gambar 3 tampaknya.
○ Diberi 3 tampak, bangun modelnya.
○ Diberi peta berpetak, tentukan lokasi dan jarak.
● Produk (Proses):
○ Hasil gambar di kertas isometrik dan kertas biasa.
○ Model fisik yang berhasil direkonstruksi.
ASESMEN SUMATIF (AKHIR BAB)
● Produk (Proyek):
○ Proyek "Arsitek Cilik": Menilai kelengkapan dan akurasi dokumen teknis yang
dibuat kelompok (model, gambar 3D, 3 tampak, denah lokasi).
● Praktik (Kinerja):
○ Tes Spasial: Guru memberikan 3 gambar tampak kepada peserta didik secara
individu, dan mereka harus membangun model yang benar dalam waktu tertentu.
● Tes Tertulis: Serangkaian soal yang mencakup semua indikator: menghitung kubus,
menggambar tampak, menentukan lokasi, dan menghitung jarak pada sistem berpetak.

Mengetahui, Medan, Juli 2026


Kepala Sekolah Guru Kelas

Hetdi Hutahaean, [Link] Lia Yudika Dahliana Saragih, [Link]


NIP. 196801181987122003 NIP. 198901122023212004

Anda mungkin juga menyukai