0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan32 halaman

Program Supervisi

Dokumen ini adalah program supervisi akademik untuk Madrasah Tsanawiyah Al-Ma'arif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengawasan dan pengembangan profesionalisme guru. Terdapat penjelasan mengenai standar pendidikan, prinsip-prinsip supervisi, serta rencana pelaksanaan supervisi yang mencakup pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut. Program ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak-pihak terkait dalam menjalankan tugas pengawasan proses pembelajaran.

Diunggah oleh

mahbob
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan32 halaman

Program Supervisi

Dokumen ini adalah program supervisi akademik untuk Madrasah Tsanawiyah Al-Ma'arif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengawasan dan pengembangan profesionalisme guru. Terdapat penjelasan mengenai standar pendidikan, prinsip-prinsip supervisi, serta rencana pelaksanaan supervisi yang mencakup pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut. Program ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak-pihak terkait dalam menjalankan tugas pengawasan proses pembelajaran.

Diunggah oleh

mahbob
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

p

TAHUN PELAJARAN 2026/2027

YAYASAN MANABI’UL MA’ARIF AL-


ISLAMIYAH
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ma’arif
Songgom
Jl. Cikande Carenang Km.3 [Link] 1 Rt.001
Rw.002 [Link] Jaya Kec. Cikande
KATA PENGANTAR

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan


suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mewujudkan tujuan
pendidikan nasional, ujung tombaknya adalah satuan pendidikan (sekolah).
Setiap sekolah punya kewajiban untuk mengimplementasikan Standar
Nasional Pendidikan (SNP) agar tujuan pendidikan nasional tercapai. Standar
nasional pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis. Pertama,
standar nasional kelompok akademik, meliputi:
(1) Standar Kompetensi Kelulusan; (2) Standar Isi; (3) Standar Proses; dan (4)
Standar Penilian. Kedua, standar nasional kelompok manajerial, yang meliputi:
(1) Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; (2) Standar Sarana dan
Prasarana; (3) Standar Pengelolaan; dan (4) Standar Pembiayaan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang
Standar Pengelolaan mengamanatkan agar setiap satuan pendidikan
menyusun program pengawasan secara obyektif, bertanggung jawab dan
berkelanjutan. Berdasar pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses menyatakan bahwa
Pengawasan proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan pemantauan,
supervisi, evaluasi, pelaporan, serta tindak lanjut secara berkala dan
berkelanjutan. Pengawasan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala
satuan pendidikan dan pengawas.
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Pemantauan
dilakukan melalui antara lain, diskusi kelompok terfokus, pengamatan,
pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi. Supervisi proses
pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan
penilaian hasil pembelajaran yang dilakukan melalui antara lain, pemberian
contoh pembelajaran di kelas, diskusi, konsultasi, atau pelatihan.
Dalam hal ini Pengawasan Proses Pembelajaran selanjutnya disebut
Supervisi Akademik. Terkait dengan hal di atas, maka SMP Negeri 2 Gudo
menyusun program supervisi akademik. Penyusun berharap Program Supervisi
Akademis ini dapat menjadi acuan berbagai pihak dalam menjalankan tugas
dan fungsinya masing-masing untuk melakukan pengawasan proses
pembelajaran di SMP Negeri 2 Gudo.

Cikande, 25 Juni 2026


Penyusun

H. Sunardi, [Link].I.
DAFTAR ISI

Halaman Judul i
Kata Pengantar ii

Daftar iii
Isi

Bab I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1

B. Dasar/Landasan 1

C. Tujuan 2

D. Prinsip-Prinsip Supervisi Akademik 2

E. Ruang Lingkup supervisi Akademik 3

Bab II RENCANA PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK


A. Rencana Kegiatan Supervisi Akademik 5

B. Jadwal Kegiatan Supervisi Akademik 17

Bab III PENUTUP 20

Lampiran-Lampiran
1. SK Tim Supervisi Pembelajaran
2. Instrumen supervisi pelaksanaan pembelajaran
BAB I
PENDAHUL
UAN

A. Latar Belakang.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007
tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah mendeskripsikan bahwa
seseorang yang diangkat menjadi kepala sekolah harus memenuhi
kualifikasi dan kompetensi. Kompetensi yang dimaksud terdiri dari
5 (lima) kompetensi, yaitu: 1) kepribadian;
2) manajerial; 3) kewirausahaan; 4) supervisi; dan 5) sosial.
Kompetensi Supervisi sendiri meliputi 3 (tiga) hal, yaitu: 1)
merencanakan supervisi akademik; 2) melaksanakan supervisi
akademik; dan 3) menindaklanjuti hasil supervisi akademik.
Supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu
guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989,
Glickman, et al; 2007 dalam Kemendikbud, 2014). Supervisi
akademik menempati posisi strategis di suatu lembaga pendidikan.
Mengingat, lembaga pendidikan adalah lembaga yang menfokuskan
kegiatannya membrrikan layanan pembelajaran. Kualitas layanan
pendidikan di suatu sekolah tergantung pada kualitas proses
pembelajaran di kelas. Kualitas proses pembelajaran di kelas
tergantung pada kemampuan guru mengelola proses pembelajaran.
Kepala sekolah, sebagai penanggung jawab lembaga, berkewajiban
menjamin dan menfasilitasi agar semua guru mampu mengelola
proses pembelajaran seoptimal mungkin. Untuk itu, kepala sekolah
harus melaksanakan supervisi akademik semaksimal mungkin.
Dengan supervisi akademik yang maksimal akan mendorong
peningkatan kemampuan guru mengeola proses pembelajaran yang
optimal.
Dalam melaksanakan supervisi akademik, kepala sekolah
memulainya dengan menyusun program. Kepala Sekolah menyusun
program supervisi untuk menjamin agar pelaksanaan supervisi
berjalan sesuai harapan. Karena, perencanaan supervisi yang baik
akan memperlancar jalannya kegiatan supervisi.

B. Dasar/Landasan.
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 41,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4496)sebagaimana telah
beberapa kali terakhir diubah dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 45,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670)
3. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007
tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah;
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007
tentang Standar Pengelolaan pada Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun
2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun
2016 tentang Standar Isi;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun
2016 tentang Standar Proses;
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun
2016 tentang Standar Penilaian.
10. Program Kerja MTs Al-Ma’arif SonggomTahun Pelajaran 2020-
2021.

C. Tujuan

Sekolah menyusun program supervisi akademik adalah


untuk menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan supervisi akademik
di SMP Negeri 1 Gudo

D. Prinsip-Prinsip Supervisi Akademik

Supervisi akaemik di MTs Al-Ma’arif Songgomberdasarkan


pada prinsip-prinsip sebagai berikut:

3
1. Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah.

4
2. Sistematis, artinya dikembangkan sesuai perencanaan
program supervisi yang matang dan tujuan pembelajaran.
3. Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen.
4. Realistis, artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya.
5. Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang
mungkin akan terjadi.
6. Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi
guru dalam mengembangkan proses pembelajaran.
7. Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik antara
supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran.
8. Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih,
dan asuh dalam mengembangkan pembelajaran.
9. Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi
pelaksanaan supervisi akademik.
10. Aktif, artinya guru dan supervisor harus aktif berpartisipasi.
11. Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan
kemanusiaan yang harmonis, terbuka, jujur, ajeg, sabar,
antusias, dan penuh humor
12. Berkesinambungan (supervisi akademik dilakukan secara
teratur dan berkelanjutan oleh Kepala sekolah).
13. Terpadu, artinya menyatu dengan program pendidikan.
14. Komprehensif, artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi
akademik di atas

E. Ruang Lingkup/Tahapan Supervisi Akademik


Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses, maka
ruang lingkup pengawasan proses pembelajaran (supervisi
akademik) meliputi:
1. Pemantauan.
Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
Pemantauan dilakukan melalui antara lain, diskusi kelompok
terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan
dokumentasi.
2. Supervisi.

5
Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran
yang dilakukan melalui antara

6
lain, pemberian contoh pembelajaran di kelas, diskusi,
konsultasi, atau pelatihan.

3. Evaluasi.
Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan
kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap
perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses
pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Evaluasi proses
pembelajaran diselenggarakan dengan cara: (a) membandingkan
proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar
proses, dan (b) mengidentifikasi kinerja guru dalam proses
pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru. Evaluasi proses
pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam
proses pembelajaran.
4. Pelaporan.
Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses
pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan
tindak lanjut pengembangan keprofesionalan pendidik secara
berkelanjutan.
5. Tindak lanjut.
Tindak lanjut hasil pengawasan dilakukan dalam bentuk: (a)
Penguatan dan penghargaan kepada guru yang menunjukkan
kinerja yang memenuhi atau melampaui standar; (b) teguran
yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum
memenuhi standar; dan (c) pemberian kesempatan kepada guru
untuk mengikuti program pengembangan keprofesionalan
berkelan

7
BAB II
RENCANA PELAKSANAAN SUPERVISI
AKADEMIK TAHUN PELAJARAN 2020-
2021

A. Rencana Kegiatan Supervisi Akademik.


Perencanaan supervisi akademik meliputi 4 (empat) kegiatan,
yaitu: (1) menentukan tujuan supervisi akademik; (2) menentukan
teknik supervisi akademik; (3) menentukan instrumen supervisi
akademik; dan (4) Menentukan jadwal supervisi akademik.
1. Tujuan Supervisi Akademik
Tujuan supervisi akedmik adalah:
a. Pengembangan profesionalisme
Supervisi akademik dilakukan untuk membantu guru
mengembangkan kemampuan profesionalnya dalam
memahami akademik, kehidupan kelas, mengembangkan
keterampilan mengajarnya dan menggunakan
kemampuannya menggunakan teknik-teknik tertentu.
b. Pengawasan kualitas
Supervisi akademik dilakukan untuk memonitor proses
belajar mengajar di sekolah. Kegiatan memonitor ini bisa
dilakukan melalui kunjungan kepala sekolah ke kelas-kelas di
saat guru sedang mengajar, percakapan pribadi dengan guru,
teman sejawat, maupun dengan sebagian peserta didik
c. Penumbuhan motivasi
Supervisi akademik dilakukan untuk mendorong guru
menerapkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-
tugas mengajarnya, mendorong guru mengembangkan
kemampuannya sendiri, serta mendorong guru agar ia
memiliki perhatian yang sungguh-sungguh terhadap tugas
dan tanggung jawabnya.
2. Teknik Supervisi Akademik
Teknik supervisi akademik terdiri atas dua macam, yaitu
teknik supervisi individual dan teknik supervisi kelompok.

8
a. Teknik Supervisi Individua
Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervise
perseorangan terhadap [Link] supervisi individual
terdiri atas lima macam yaitu kunjungan kelas, observasi
kelas, pertemuan individual, kunjungan antar kelas, dan
menilai diri sendiri.
1) Kunjungan Kelas.
Kunjungan kelas dilakukan dengan tujuan untuk menolong
guru dalam mengatasi masalah di dalam kelas. Observasi
Kelas
2) Observasi kelas.
Observasi kelas dilakukan dengan cara mengamati proses
pembelajaran secara teliti di kelas. Tujuannya adalah
untuk memperoleh data obyektifitas aspek-aspek situasi
pembelajaran, kesulitan-kesulitan guru dalam usaha
memperbaiki proses pembelajaran. Secara umum, aspek-
aspek yang diobservasi adalah usaha-usaha dan aktivitas
guru-peserta didik dalam proses pembelajaran, cara
menggunakan media pengajaran, variasi metode,
ketepatan penggunaan media dengan materi, ketepatan
penggunaan metode dengan materi, dan reaksi mental
para peserta didik dalam proses belajar mengajar.
3) Pertemuan Individual.
Pertemuan individual adalah satu pertemuan, percakapan,
dialog, dan tukar pikiran antara supervisor dan guru.
Tujuannya adalah: (1) memberikan kemungkinan
pengembangan jabatan guru melalui pemecahan
kesulitan yang dihadapi; (2) mengembangkan
pelaksanaan pembelajaran yang lebih baik; (3)
memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan pada diri
guru; dan (4) menghilangkan atau menghindari segala
prasangka.
4) Kunjungan Antar Kelas.
Kunjungan antar kelas adalah guru yang satu berkunjung
ke kelas yang lain di sekolah itu sendiri. Tujuannya adalah
untuk berbagi pengalaman dalam pembelajaran.
9
b. Teknik Supervisi Kelompok

10
Teknik supervisi kelo

mpok adalah satu cara melaksanakan program supervisi


yang ditujukan pada dua orang atau lebih. Guru-guru yang
diduga, sesuai dengan analisis kebutuhan, memiliki masalah
atau kebutuhan atau kelemahan-kelemahan yang sama
dikelompokkan atau dikumpulkan menjadi satu/bersama-sama.
Kemudian kepada mereka diberikan layanan supervisi sesuai
dengan permasalahan atau kebutuhan yang mereka hadapi.
Ada 13 (tiga belas) teknik supervisi kelompok yaitu:
1) kepanitiaan-kepanitiaan,
2) kerja kelompok,
3) laboratorium dan kurikulum,
4) membaca terpimpin,
5) demonstrasi pembelajaran,
6) darmawisata, kuliah/studi,
7) diskusi panel,
8) perpustakaan,
9) organisasi profesional,
10) buletin supervisi,
11) pertemuan guru,
12) lokakarya atau konferensi kelompok.

Pemilihan teknik supervisi akademik di MTs Al-Ma’arif


Songgomadalah sebagai berikut:
a. Tahap Pemantauan
Sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses, pemantauan dilakukan melalui
teknik antara lain: diskusi kelompok terfokus, pengamatan,
pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi. Di
SMP Negeri 1 Gudo, teknik yang digunakan pada tahap
pemantauan adalah sebagai berikut:
1) Pemantauan Perencanaan Pembelajaran.
Pemantauan perencanaan pembelajaran menggunakan
teknik dokumentasi, yaitu dengan melihat dan meneliti

11
dokumen perencanaan pembelajaran yang disusun oleh
masing-masing guru.
2) Pemantauan Pelaksanaan Pembelajaran;

12
Pemantauan pelaksanaan pembelajaran menggunakan
teknik pengamatan atau observasi kelas, yaitu dengan
melihat pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh
masing-masing guru.
3) Pemantauan Penilaian Hasil Belajar
Pemantauan penilaian hasil pembelajaran menggunakan
teknik dokumentasi, yaitu dengan melihat dan meneliti
dokumen penilaian hasil pembelajaran yang disusun oleh
masing-masing guru.

b. Tahap Supervisi
Sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016
tentang Standar Proses, supervisi dilakukan melalui teknik
antara lain: pemberian contoh pembelajaran di kelas,
diskusi, konsultasi, atau pelatihan. Di SMP Negeri 1 Gudo,
teknik yang digunakan pada tahap supervisi adalah sebagai
berikut:
1) Supervisi Perencanaan Pembelajaran.
Supervisi perencanaan pembelajaran menggunakan
teknik supervisi kelompok berupa pelatihan. Dalam hal ini
sekolah bisa memanfaatkan nara sumber dari guru senior,
kepala sekolah, atau pengawas sekolah.
2) Supervisi Pelaksanaan Pembelajaran;
Supervisi pelaksanaan pembelajaran menggunakan teknik
diskusi atau konsultasi, yang kemudian dilanjutkan
dengan observasi kelas. Dalam hal ini kepala sekolah
menggunakan pendekatan supervisi klinis,
3) Supervisi Penilaian Hasil Belajar
Supervisi penilaian hasil pembelajaran menggunakan
teknik teknik supervisi kelompok berupa pelatihan. Dalam
hal ini sekolah bisa memanfaatkan nara sumber dari guru
senior, kepala sekolah, atau pengawas sekolah.

3. Instrumen Supervisi Akademik

13
Instrumen supervisi merupakan bagian penting dalam
pelaksanaan supervisi. Dengan bantuan instrumen, supervisor
dapat melaksanakan supervisi dengan baik. Instrumen yang baik
dapat menghasilkan data yang valid. Agar isntrumen dapat
mengukur pencapaian standar nasional,

14
Instrumen supervisi akademik harus dikembangkan berdasarkan
standar nasional, terutama Standar Isi, Standar Proses, dan
Standar Penilaian.
MTs Al-Ma’arif Songgommengembangkan 3 (tiga) jenis
instrumen, yaitu: (1) instrumen perencanaan pembelajaran; (2)
instrumen pelaksanaan pembelajaran; dan (3) instrumen
penilaian hasil belajar.
a. Instrumen Perencanaan Pembelajaran.
Instrumen Perencanaan Pembelajaran mempunyai
komponen-komponen dan indikator-indikator sebagai berikut:

No. Komponen Indikat


or
1. Kalender Pendidikan
a. ada kalender pendidikan
b. ada pengesahan dari kepala sekolah
2. Rencana Pekan Efektif
a. ada perhitungan pekan efektif
b. ada perhitungan pekan efektif terganggu
c. ada perhitungan jam tatap muka efektif
3. Program Tahunan
a. program semester ganjil
b. program semester genap
4. Program Semester
a. kompetensi dasar/indikator
b. distribusi waktu
B Silabus 1. Identitas Sekolah
2. Identitas Mata Pelajaran
3. Kelas
4. Kompetensi Inti
a. sikap spiritual
b. sikap sosial
b. pengetahuan
c. Keterampilan
5. Kompetensi Dasar
a. pengetahuan
b. Keterampilan
6. Materi Pokok
a. memuat fakta, konsep, prinsip, prosedur yang
relevan
b. ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan
indikator
6. Pembelajaran
a. memuat aktivitas peserta didik
b. memuat materi yang dipelajari peserta didik
c. memadai untuk mencapai KD
15
d. menggambarkan penerapan metode/model
pembelajaran
tertentu
No. Kompone Indikat
No. n
Kompone Indikat
or
n 7. Penilaian: or
b.
a. mencantumkan penilaian sikap keras yang digunakan
mencantumkan alat/perangkat
b.
b. mencantumkan
mencantumkan bahan/perangkat lunasyang
teknik penilaian sikap yangsesuai
digunakan
c. mencantumkan penilaian pengetahuan
12. Sumber Belajar
d. mencantumkan teknik penilaian pengetahuan yang
a. mencantumkan
sesuai sumber belajar dari buku siswa
(buku teks)
e. mencantumkan penilaian keterampilan
b. mencantumkan sumber belajar lain selain buku
f. mencantumkan
siswa (buku teknik penilaian keterampilan yang
sesuai
teks)
8.
c. Alokasi Waktu
mencantumkan sumber belajar berbasis TIK
9. Sumber Belajar
13. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
C Rencana 1.
a. Identitas Sekolah
Pendahuluan
Pelaksanaan 2. Identitas Mata Pelajaran
Pembelajara 1) menyiapkan peserta didik secara psikis dan
n (RPP) fisik untuk
3. Kelas/Semester mengikuti proses pembelajaran
2)
4. Materi memberi
Pokok motivasi belajar kepada peserta didik
3)
5. Alokasimengajukan
Waktu pertanyaan-pertanyaan yang
mengaitkan pengetahuan sebelumnya
6. Tujuan dengan
Pembelajaran
materi yang akan
a. sikapdipelajari
spiritual
4)
b. sikap menjelaskan
sosial tujuan pembelajaran atau
kompetensi dasar yang akan dicapai
b. pengetahuan
5) menyampaikan cakupan materi dan
c. Keterampilan
penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
7. Kompetensi
b. Kegiatan Inti Dasar
a. pengetahuan
1) memuat aktivitas yang mengembangkan
b. Keterampilan
aspek sikap, mulai dari menerima,
menjalankan,
8. Indikator Pencapaianmenghargai,
Kompetensi menghayati,
hingga mengamalkan
a. pengetahuan
2) memuat aktivitas yang mengembangkan aspek
1) mencantumkan indikator
pengetahuan, melalui pengetahuan
aktivitas mengetahui,
2) memahami, menerapkan, menganalisis,
memuat unsur kata kerja operasional dan
mengevaluasi, hingga
materi
3) mencipta untuk mencapai kompetensi dasar
memadai
3) memuat aktivitas yang mengembangkan
b. Keterampilan
aspek keterampilan, melalui kegiatan
1) mencantumkan indikator
mengamati, menanya, keterampilan
mencoba, menalar,
2) menyaji, dan mencipta.
memuat unsur kata kerja operasional dan
4) mendeskripsikan penggunaan model/metode
materi
3) tertentu untuk mencapai kompetensi dasar
memadai
5) mendeskripsikan aktivitas siswa sesuai
9. Materi model/metode
Pelajaran
a. memuat fakta, konsep, prinsip, prosedur yang
tertentu
relevan
6) mendeskripsikan aktivitas guru sesuai
b. ditulismodel/metode
dalam bentuktertentu
butir-butir
7)
c. keluasan
model/metode sesuai dengan
dan kedalamannya untuk materi
memadaiyanguntuk
dipelajari
mencapai
KD
8) mendeskripsikan pemanfaatan media yang
d. mencantumkan
direncanakan materi remidial
9)
e. mencantumkan materipemanfaatan
mendeskripsikan pengayaan sumber belajar
10. Metodeyang ada
Pembelajaran
10) mendeskripsikan penilaian proses
a. mencantumkan metode atau model tertentu
c. Penutup
16
1) memuat aktivitas evaluasi terhadap jalannya
pembelajaran
2) memuat aktivitas refleksi/umpan balik proses
dan hasil belajar
3) memuat aktivitas pemberian tindak lanjut
berupa pemberian tugas, baik individu atau
kelompok
4) informasi tentang kegiatan pembelajaran
berikutnya
15 Penilaian
a. Teknik Penilaian

No. Kompone Indikator


n
1) mencantumkan teknik penilaian sikap
2) teknik penilaian sikap yang dipilih sesuai
kompetensi
3) mencantumkan teknik penilaian pengetahuan
4) teknik penilaian pengetahuan yang dipilih
sesuai indikator
5) mencantumkan teknik penilaian keterampilan
6) teknik penilaian sikap yang dipilih sesuai
indikator
b. Instrumen Penilaian
1) mencantumkan instrumen penilaian sikap
2) instrumen penilaian sikap sesai dengan
tekniknya
3) mencantumkan instrumen penilaian
pengetahuan
4) instrumen penilaian pengetahuan yang dipilih
sesuai dengan tekniknya
5) mencantumkan instrumen penilaian
keterampilan
6) instrumen penilaian sikap yang dipilih sesuai
tekniknya
c, Pedoman penilaian
1) memuat pedoman penilaian pengetahuan
2) memuat pedoman penilaian keterampilan
15 Pembelajaran Remidial dan Pengayaan
a. Pembelaran Remidial
1) mencantumkan kriteria peserta didik yang
diremidi
2) mencantumkan bentuk kegiatan remidial
a. Pembelaran Pengayaan
1) mencantumkan kriteria peserta didik yang
diberi
pengayaan
2) mencantumkan bentuk kegiatan pengayaan

b. Instrumen Pelaksanaan Pembelajaran.


Instrumen Pelaksanaan Pembelajaran mempunyai komponen-
komponen dan indikator-indikator sebagai berikut:

Komponen Sub

17
Komponen
Kelengkapan Diri Guru membawa bahan ajar
Guru membawa perangkat pembelajaran
Guru membawa media pembelajaran
Guru membawa jurnal mengajar
Guru membawa daftar hadir dan daftar nilai
Kegiatan menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik
pendahulu untuk mengikuti proses pembelajaran
an memberi motivasi belajar kepada peserta didik
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan
pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan
dipelajari
menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi
dasar yang akan dicapai
menyampaikan cakupan materi
menyampaikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran

Komponen Sub
Komponen
Pengelolaan Kelas Guru dapat menjadi teladan yang baik bagi peserta
didik dalam menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya
Guru dapat menjadi teladan bagi peserta didik dalam
menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama,
toleran, damai), dan santun.
Guru menyesuaikan pengaturan tempat duduk peserta
didik dan sumber daya lain sesuai dengan tujuan dan
karakteristik proses pembelajaran
Volume dan intonasi suara guru dalam proses
pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh
peserta didik.
Guru menggunakan kata-kata santun, lugas dan
mudah dimengerti oleh peserta didik
Guru menyesuaikan materi pelajaran dengan
kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik
Guru memberikan penguatan dan umpan balik
terhadap respons dan hasil belajar peserta didik
selama proses pembelajaran berlangsung
Guru mendorong dan menghargai peserta didik untuk
bertanya dan mengemukakan pendapat
Guru memanfaatkan media pembelajaran untuk
menfasilitasi siswa mencapai kompetensi
Guru memanfaatkan berbagai sumber belajar untuk
menfasilitasi peserta didik mencapai kompetensi
Guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran
sesuai dengan waktu yang dijadwalkan
Kegiatan inti
Penerapan Menyampaikan informasi atau menayangkan
Pendekatan gambar/video untuk menstimulasi peserta didik pada
Saintifik materi/kompetensi yang sedang dipelajari
Menfasilitasi peserta didik merumuskan pertanyaan
sesuai dengan materi atau kompetensi yang dipelajari

18
Mengorganisasi peserta didik dalam kelompok belajar
Membimbing kelompok belajar mengumpulkan informasi
sesuai masalah yang telah dirumuskan
Membimbing kelompok belajar mengolah informasi guna
menjawab/memecahkan masalah yang telah
dirumuskan.
Membimbing kelompok belajar menyajikan hasil
kerja/karyanya.
Pengembanga Menfasilitasi peserta didik mengembangkan aspek sikap
n kompetensi spiritual sesuai dengan yang tertera di RPP
sikap, Menfasilitasi peserta didik mengembangkan aspek
pengetahuan, sikap sosial sesuai dengan yang tertera di RPP
dan
keterampilan Menfasilitasi peserta didik mengembangkan aspek
pengetahuan sesuai dengan materi yang dipelajari
Menfasilitasi peserta didik mengembangkan aspek
keterampilan sesuai dengan RPP
Penguasaan Materi Kemampuan menyesuaikan materi dengan tujuan
pembelajaran
Kemampuan mengaitkan materi dengan pengetahuan
lain yang diintegrasikan secara relevan dengan
perkembangan iptek
dankehidupan nyata

Komponen Sub
Komponen
Menyajikan materi dalam tema secara sistematis dan
gradasi (dari mudah ke sulit; dari konkter ke abstrak)
Pemanfaatan menunjukkan keterampilan dalam pemanfaatan sumber
media belajar
pembelajaran menunjukkan keterampilan dalam penggunaan media
dan sumber pembelajaran
belajar
Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media
pembelajaran
Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber
belajar
Penggunaan Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar
bahasa
Menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar
Menyampaikan pesan dan gaya yang sesuai
Penilaian Otentik Mengamati sikap dan perilaku peserta didik dalam
mengikuti pembelajaran
Melakukan penilaian keterampilan peserta didik dalam
melakukan aktivitas individu/kelompok
Mendokumentasikan hasil pengamatan sikap perilaku
dan keterampilaan peserta didik
Kegiatan penutup melakukan evaluasi dan menemukan manfaat langsung
maupun tidak langsung jalannya proses pembelajaran
melakukan penilaian proses atau hasil pembelajaran
melakukan refleksi dan umpan balik terhadap proses
pembelajaran
melakukan tindak lanjut (remidi/pengayaan) atau
memberi tugas individu/kelompok
menyampaikan informasi terkait dengan pembelajaran
pertemuan berikutnya

19
c. Instrumen Peniliaan Hasil Pembelajaran.
Instrumen Penilaian Hasil Pembelajaranmempunyai
komponen- komponen dan indikator-indikator
sebagai berikut:

No. Komponen Indikat


or
A. Kriteria 1. Identitas
Ketuntasan 2. KD, Indikator
Minimal
3. perhitungan intake
4. perhitungan kompleksitas
5. perhitungan daya dukung
6. perhitungan KKM KD
7. perhitungan KKM mata pelajaran
8. Pengesahan
B Penilaian Sikap 1. Program Penilaian Sikap Spiritual
a. Kompetensi Dasar/Indikator Pencapaian
Kompetensi
b. Butir nilai sikap spiritual
c. Teknik penilaian sikap spiritual
d. Pengesahan
2. instrumen/rubrik penilaian sikap spiritual
a. tanggal diisi lengkap

No. Komponen Indikator

b. nama peserta didik diisi lengkap


c. catatan perilaku diisi lengkap
d. butir sikap diisi lengkap
e tindak lanjut diisi lengkap
3. rekap daftar nilai sikap spiritual
a. terdapat nilai untuk setiap butir sikap
spiritual
b. terdapat nilai akhir untuk setiap butir
sikap
spiritual
4 Program Penilaian Sikap Sosial
a. Kompetensi Dasar/Indikator Pencapaian
Kompetensi
b. Butir nilai sikap sosial
c. Teknik penilaian sikap spiritual
d. Pengesahan
5 instrumen/rubrik penilaian sikap sosial
a. tanggal diisi lengkap
b. nama peserta didik diisi lengkap
c. catatan perilaku diisi lengkap
d. butir sikap diisi lengkap
e tindak lanjut diisi lengkap
6 daftar nilai sikap sosial
a. terdapat nilai untuk setiap butir sikap
sosial
20
b. terdapat nilai akhir untuk setiap butir
sikap sosial
C Penilaian 1. program penilaian pengetahuan
Pengetahuan a. Kompetensi Dasar
b. Materi pokok
c. Indikator Pencapaian Kompetensi
d. teknik penilian
e. Pengesahan
2. kisi-kisi Penilaian Harian
a. Kompetensi Dasar
b. materi
c. indikator soal
d. bentuk soal
e. pedoman penilaian
4. kartu soal Penilaian Harian
a. Kompetensi Dasar
b. materi
c. indikator soal
d. butir soal
e. kunci jawaban
5. naskah soal Penilaian Harian
2. kisi-kisi Penilaian Tengah Semester/Akhir
Semester
a. Kompetensi Dasar
b. materi

No. Komponen Indikat


or
c. indikator soal
d. bentuk soal
e. pedoman penilaian
4. kartu soal Penilaian Tengah Semester/Akhir
Semester
a. Kompetensi Dasar
b. materi
c. indikator soal
d. butir soal
e. kunci jawaban
5. naskah soal Penilaian Tengah Semester/Akhir
Semester
6. daftar nilai pengetahuan
a. Penilaian Harian setiap KD
b. Penilaian Tengah Semester
c. Penilaian Akhir Semester
d. Nilai Akhir
D Analisis Hasil 1. Kartu Analisis
Penilaian, a. identitas mata pelajaran
Remidi, dan
Pengayaan b. identitas peserta didik
c. skor perolehan peserta didik

21
d. ketuntasan peserta didik
2. Hasil Analisis
a. ketuntasan belajar
b. kesimpulan/rekomendasi
3. Program Kegiatan Remidi
a. identitas mata pelajaran
b. tujuan dan sasaran kegiatan remidi
c. bentuk kegiatan remidi
d. kegiatan guru
e. kegiatan peserta didik
f. Waktu dan tempat pelaksanaan
g. sumber belajar
h. lampiran (tugas atau soal)
4. Hasil Kegiatan Remidi
a. identitas mata pelajaran
b. identitas peserta didik
c. ketercapaian hasil belajar
d. ketuntasan belajar
5. Pengayaan
a. identitas mata pelajaran
b. tujuan dan sasaran kegiatan pengayaan
c. bentuk kegiatan pengayaan
d. kegiatan guru
e. kegiatan peserta didik

No. Komponen Indikat


or
f. Waktu dan tempat pelaksanaan
g. sumber belajar
h. lampiran (tugas atau soal)
E Penilaian 1. Program Penilaian Keterampilan
Keterampilan a. Kompetensi Dasar
b. Indikator Pencapaian Kompetensi dan
Materi
c. Jenis Keterampilan yang dinilai
d. Teknik penilaian keterampilan yang
digunakan
e. Pengesahan
2. instrumen/rubrik penilaian keterampilan
a. Nama peserta didik
b. Aspek Keterampilan yang dinilai
c. Skor Perolehan
d. Nilai Akhir
3. daftar nilai keterampilan
a. setiap KD menggunakan teknik tertentu
b. Ada nilai setiap KD
d. Nilai Akhir
e. Predikat
22
B. Jadwal Kegiatan Supervisi Akademik
Jadwal supervisi akademik di MTs Al-Ma’arif Songgomadalah
sebagai berikut:

Mata
No Nama Tanggal Penilaian Penilai
Pelajaran
Siti Badriah, [Link].I.
1 Bahasa
Indonesia
2 Rasman, [Link].I. Matematika
H. Sunardi, [Link].I.
Yayan Luthfiani,
3 Bahasa
[Link].
Arab
Muhilah, [Link].
4 Bahasa
Inggris
PPKN
5 Yunengsih, [Link].I.

23
24
25
BAB III PENUTUP

Program Supervisi Akademik MTs Al-Ma’arif SonggomJombang ini


disusun dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi sekolah serta
kondisi psikologis pendidik di sekolah. Harapannya, guru tidak lagi
merasa terbebani dengan adanya supervisi akademis. Justru sebaliknya,
guru merasa tertantang untuk disupervisi karena ia akan memperoleh
balikan dan masukan demi perbaikan pembelajarannya di masa
mendatang.

Program ini dapat berjalan dengan lancar bila semua guru


mendukungnya. Untuk itu, guru perlu meningkatkan kesadaran
pentingnya supervisi akademis untuk meningkatkan profesionalisme
guru itu sendiri. Selain itu, guru juga perlu menyadari bahwa supervisi
akademis tidak selalu harus dilakukan oleh kepala sekolah. Guru Senior
dapat membantu tugas-tugas supervisi akademis itu.

Penyusun menyadari bahwa program ini belum sempurna. Kritik


dan saran demi perbaikan program ini sangat kami harapkan.

26
SUPERVISI
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH
(DARING)

1. Nama Sekolah : ………………………………………


2. Nama Guru : ………………………………………
3. Mata Pelajaran : ………………………………………
4. Kelas/Semester : ………………………………………
5. Hari/Tanggal : ………………………………………
6. Kompetensi Dasar : ………………………………………
………………………………………
………………………………………
7. Indikator : ………………………………………
………………………………………
………………………………………
………………………………………
SKOR
NO ASPEK YANG DINILAI
1 2 3 4 5

I PRA PEMBELAJARAN (KEGIATAN AWAL)


1 Memeriksa kesiapan siswa (dengan mengecek
daftar hadir daring)
2 Melakukan kegiatan apersepsi
II KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN
A Penguasaan Materi Pembelajaran
Menunjukkan penguasaan materi
3 Pembelajaran
Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain
4 yang relevan
Menyampaikan materi dengan jelas dan sesuai
5 dengan hierarki belajar
6 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan
B Pendekatan/Strategi Pembelajaran
Melaksanakan pembelajaran jarak jauh (daring)
7 sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai
8 Melaksanakan pembelajaran secara runtut
9 Menguasai kelas daring
10 Melaksanakan pembelajaran yang kontekstual
Melaksanakan pembelajaran yang
11 memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
12 alokasi waktu yang direncanakan
C Pemanfaatan Sumber Belajar/Media Belajar
13 Menggunakan media IT secara efektif dan efisien
14 Menghasilkan pesan yang menarik
15 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan berbagai
media IT
Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam
16 Pembelajaran
Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon
17 Siswa
Menumbuhkan keceriaan dan antusias siswa
18 dalam belajar
D Penilaian proses dan hasil belajar
Memantau kemajuan belajar selama
19 Pembelajaran
Melakukan penilaian akhir sesuai dengan
20 Tujuan
E Penggunaan Bahasa
Menggunakan bahasa lisan (audio) dan tulis
21 secara
jelas, baik dan benar
Menyampaikan pesan dengan gaya yang
22 Sesuai
F KEGIATAN AKHIR (PENUTUP)
Melakukan refleksi atau membuat rangkuman
23 dengan melibatkan siswa
Melakukan tindak lanjut dengan memberikan
24 arahan, atau kegiatan, atau tugas sebagai
remidi/pengayaan
JUMLAH

SKOR PEROLEHAN

SKOR MAKSIMAL

NILAI

KUALIFIKASI

KUALIFIKASI :
A. Baik Sekali : 86% ≤
B. Baik : 70% - 85%
C. Cukup : 55% - 69%
D. Kurang : di bawah 55%

Saran Pembinaan :
....................................................................................................................................
......
....................................................................................................................................
......
....................................................................................................................................
......
....................................................................................................................................
......
....................................................................................................................................
.....
....................................................................................................................................
.....

Cikande, ………………………….
Supervisor, Yang disupervisi,

……………………………… ………………………………

Anda mungkin juga menyukai