BASIC FIRE FIGHTING
PENANGGULANGAN KEBAKARAN
By: Andi Nur Qah
HSE Departement | Emergency Response Team (ERT)
Cara pelaporan insiden / keadaan darurat
Di –
PT RIOTA JAYA LESTARI
melalui Emergency Call :
A
Phone : …………………….
Radio : Emergency
Emergency 3X ……..
Nama & Jabatan ……
Lokasi & Waktu Kejadian……
Jenis Keadaan Darurat ……
Jumlah Korban Yang Cedera…..
Standar Kompetensi
Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.186 Tahun 1999 Tentang Unit
Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja
A
B Tingkat Ahli Madya
Penanggung J a w a b Teknik
C
K3 Penanggulangan
Tingkat Pratama
Kebakaran
Koord Unit Penanggulangan
Kebakaran
D
Tingkat Dasar II
Regu Penanggulangan
Kebakaran
Tingkat Dasar I
Petugas Peran
Kebakaran
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Berdasarkan Kepmenaker No.186 Tahun 1999 Tentang Unit
Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja
Mengientifikasi dan melaporkan
faktor yang dapat menimbulkan
kebakaran
Memberikan penyuluhan tentang
penanggulangan kebakaran pada
tahap awal
Memadamkan kebakaran dan
memberikan pertolongan pertama
pada kecelakaan
PENGERTIAN
Hasil akhir dari sejumlah reaksi kimiawi
1 API (pembakaran/oksidasi) yang berunsurkan bahan
bakar, oksigen dan panas
Reaksi berantai yang menghasilkan energi panas yang
2 PEMBAKARAN cukup untuk disebarkan kepada bahan bakar lainnya
menjadi ikut terbakar
Nyala api baik kecil atau besar pada tempat, situasi
3 KEBAKARAN dan waktu yang tidak dikehendaki, bersifat merugikan
pada umumnya sulit untuk dikendalikan
SEGITIGA API
OKSIGEN
• Gas yang mengandung
proses pembakaran PANAS
• Udara mengandung Tingkatan energi suatu
21% Oksigen bahan untuk terbakar pada
suhu bakarnya
BAHAN BAKAR
Padat, Cair dan Gas
Api terjadi bila ada reaksi kimia antara oksigen, bahan bakar dan sumber panas.
Api dapat dipadamkan dengan menghilangkan salah satu elemen segitiga Api
OKSIGEN
Oksigen adalah unsur penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia
untuk menjalankan fungsi – fungsi organ secara baik. Sekitar 21%
udara bebas disekitar kita adalah oksigen. (sumber: Kemenkes)
Kebakaran hanya memerlukan 15%oksigen untuk bisa terjadi nyala api
Disekitar lingkungan kita terdapat banyak bahan bakar (Padat , cair dan Gas).
Untuk terjadi nyala api hanya butuh sumber panas
Occupational Safety and Health Administration (OSHA)
mengatakan: Oksigen dibawah 19.5% dinyatakan sebagai
kondisi Kekurangan Oksigen Berbahaya bagi siapapun yang
tidak menggunakan alat perlindungan pernafasan seperti
SCBA (Self Contained Breathing Apparatus)
OKSIGEN
Ketika konsentrasi oksigen melampaui 23,5% maka aturan ini
menyatakan kondisi tersebut dinyatakan kaya oksigen dan
menyebabkan meningkatnya resiko KEBAKARAN.
Kebakaran dengan konsentrasi Oxygen yang tinggi lebih sulit dipadamkan, kondisi ini
bisa ditemukan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan, gudang penyimpanan
tabung oksigen
PANAS
Sumber panas sebagai inisiator suatu kebakaran dapat dibagi menjadi
beberapa kelompok :
Api Terbuka Permukaan Panas Panas Mekanik Panas Listrik
Lilin, korek, kompor, Mesin, conveyor, Roller conveyor, Beban berlebih,
rokok heater van belt percikan bunga api,
korsleting
BAHAN BAKAR
Bahan bakar adalah bahan atau zat-zat yg teroksidasi (penggabungan
suatu zat dengan oksigen) atau terbakar dalam proses kebakaran.
JENISNYA
PADAT CAIR GAS
Kayu, kertas, Bensin, bahan Acetylene, hydrogen,
karet dll kimia dll methane
BAHAN BAKAR PADAT
Bahan bakar padat merupakan bahan bakar berbentuk padat, dan
kebanyakan menjadi sumber energi panas. Misalnya kayu, kertas, kain,
karet, plastic dan batubara.
KAYU KERTAS KAIN
BAHAN BAKAR CAIR
Bahan bakar cair adalah bahan bakar yang strukturnya secara fisik tidak
rapat, molekulnya dapat bergerak bebas seperti bensin, premium, solar,
minyak, bahan kimia dll.
BENSIN MINYAK BAHAN KIMIA
BAHAN BAKAR GAS
Bahan bakar Gas seperti Methane, Hydrogen dan
Acetylene adalah bahan bakar yang paling
beberbahaya dari semua jenis bahan bakar karena
secara fisik sudah pada tingkat penyalaan
Bahan bakar gas ad a dua jenis yaitu: Compressed
Natural Gas (CNG) dan Liquid Petroleum Gas (LPG)
CNG pada dasarnya terdiri dari Methane
sedangkan LPG adalah campuran dari propana,
butana dan bahan kimia lainnya.
Flash point atau titik nyala adalah Suhu
terendah suatu bahan yang mengeluarkan
uap/gas, akan menyala dan terbakar sekejap bila
dikenai sumber panas. Semakin rendah titik nyala
maka bahan tersebut semakin mudah terbakar
atau nyala
Standar NFPA (National Fire Protection
Association) minimal cairan mudah
terbakar 37,8 C
Tipe Bahan Bakar Flash Point
Gasoline/Bensin - 43
Acetone - 18
Acetylene
- 18
Fire Point atau titik bakar suhu terendah
dimana uap minyak bumi dan produknya
akan menyala dan terbakar secara terus
- menerus kalau terkena nyala api pada
kondisi tertentu.
Auto Ignition Temperature atau Suhu
Nyala adalah suhu dimana satu zat atau
campur beberapa zat yang dapat
terbakar dengan sendirinya tanpa diberi
sumber panas. AUTO
IGNITION
TEMP
Flammable Range atau Ambang Batas Daerah Dapat Terbakar
adalah batas antara minimum dan maksimum konsentrasi bahan
bakar di udara normal, yang dapat menyala atau meledak setiap
saat bila diberi sumber panas.
UEL/ UFL : Upper Explosive Limit/ Upper
Flammable Limit (batas konsentrasi
ambang atas dari suatu bahan bakar
dalam udara yang meledak/terbakar
LEL/LFL: Low Explosive Limit/ Low
Flammable Limit (batas konsentrasi
ambang bawah dari suatu bahan
bakar dalam udara yang
meledak/terbakar)
Klasifikasi Jenis Kebakaran
Kebakaran Kebakaran Kebakaran Kebakaran
Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D
Benda Padat Benda Cair Listrik Logam
Kebakaran bahan biasa Kebakaran bahan cairan Kebakaran listrik (hubung Kebakaran dari bahan
yang mudah terbakar, yang mudah terbakar singkat, kebocoran listrik, mengandung logam Zeng,
Kayu, kertas, kain, plastik Minyak bumi, bensin, gas, arus beban berlebih), Magnesium, Potasium,
& termasuk tumbuhan lemak dan sejenisnya. Peralatan Listrik termasuk Aluminium, Sodium.
kering peralatan elektronik
Metode Umum
Pemdaman Kebakaran
Pendinginan / Pemindahan Pembatasan Oksigen Pemutusan Reaksi
Cooling Bahan / Starvation / Smothering / Breaking
Bahan pendingin paling Memindahkan bahan Bahan pembatas paling Pemutusan paling umum
umum adalah air yang belum terbakar umum adalah kain basah adalah menggunakan CO2
PENDINGINAN (COOLING)
Pendinginan (Cooling), dimaksudkan untuk menurunkan suhu
atau temperature sehingga tidak tercapai energi minimal yang
dibutuhkan untuk penyalaan, bahan pendingin paling umum
adalah air.
PEMINDAHAN (STARVATION)
Pemindahan (Starvation) Metode ini
adalah Mengurangi / menghilangkan
kontak langsung antara benda yang
dapat terbakar dengan sumber panas.
Memindahkan atau menutup aliran
bbm dari pipa atau tangki minyak yang
sedang terbakar
Memindahkan api dari bahan bakar
seperti menyingkirkan jerami yang
sedang terbakar
PEMBATASAN OKSIGEN (SMOTHERING)
Metode ini mengupayakan untuk membatasi jumlah
oksigen dengan cara menyelimuti bahan bakar dari
oksigen, seperti menggunakan APAR Jenis DC/Foam, karung
goni basah / kain basah, pasir dll.
PEMUTUSAN REAKSI
(breaking chain reaction)
Memutus rantai reaksi
pembakaran secara terus
menerus dan berlangsung
secara tepat hingga reaksi
yang diperlukan untuk
pembakaran lanjut terputus.
Alat & bahan: dalam bentuk
Gas seperti APAR CO2
PERPINDAHAN PANAS
Perpindahan panas dari satu titik atau obyek ke tempat lain
disebut dengan termodinamika
Terdapat 3 bentuk perpindahan panas:
KONDUKSI
KONVEKSI
RADIASI
KONDUKSI
Perambatan panas
melalui benda PADAT
(Logam, Baja) yang
mengalami pemanasan
menuju ke benda-benda
lain yang mudah
terbakar
KONVEKSI
Perambatan panas
melalui gelombang udara
(pergerakan panas naik ke
atas) menuju ke benda-
benda lain yang mudah
terbakar
RADIASI
Perambatan panas
melalui pancaran kepada
benda-benda yang ada di
sekiternya. Perambatan ini
merupakan salah satu
sumber penyebaran api
terbesar
5 Tahap Perkembangan Api di Dalam
Ruangan
3. Tahap Penyalaan 4. Tahap Pengembangan
Serentak Penuh Ruangan beserta isinya
terbakar secara sempurna
Flash Over: Penyalaan
serentak
2. Pengembangan
Awal
Api terus
berkembang 5. Tahap Surut /
Decay
Seluruh materi
terbakar habis, api
mulai padam.
[Link] Penyalaan Pada tahpan awal api muncul dapat dipadamkan
Api muncul dalam ruangan, menggunakan APAR, waktu yang dibutuhkan
api masih relatif kecil. hanya 3 menit sebelum api terus berkembang
FLASHOVER
Flashover secara umum didefinisikan ialah masa transisi antara
tahap pertumbuhan dengan tahap pembakaran penuh. Proses
berlangsungnya sendiri sangat cepat, berkisar 300-600 derajat C.
Munculnya flashover disebabkan oleh adanya ketidakstabilan
panas di dalam ruangan.
KRITERIA FLASHOVER
• Saat lidah api (flame)
menyentuh langit-langit.
• Saat lidah api (flame) mulai
menjulur keluar bukaan.
• Saat temperatur lapis atas
ruangan mencapai 300-600
derajat C.
kondisi batas dimulainya kebakaran total dalam ruangan.
Kecepatan pembakaran naik secara cepat sehingga api sukar
dikendalikan.
BACKDRAFT
situasi pembakaran gas secara
cepat yang biasanya
mengakibatkan ledakan.
Backdraft disebabkan oleh
masuknya udara secara tiba-tiba
ke dalam api yang telah
menghabiskan sebagian besar
oksigen yang tersedia di sebuah
ruangan atau gedung.
BLEVE
Peledakan tangki gas cair yang
mendidih akibat paparan panas
SISTEMPROTEKSIKEBAKARAN DAN FIRE
SAFETYMANAJEMEN
Proteksi Kebakaran adalah peralatan sistem perlindungan /
pengamanan bangunan gedung dari kebakaran yang di pasang
pada bangunan gedung
Sistem proteksi kebakaran harus diperhitungkan sejak awal
tahapan perencanaan bangunan
Penerapan standar dan pedoman teknis yang dilandasi oleh
jaminan keandalan kualitas
Mengenal Sistem Proteksi Kebakaran
Sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan terdiri atas
peralatan, kelengkapan dan sarana. Baik itu terpasang maupun terbangun pada
bangunan yang digunakan untuk tujuan sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif
maupun cara-cara pengelolaan dalam rangka perlindungan dari resiko kemungkinan
terjaninya kebakaran.
Sistem Proteksi Aktif Sistem Proteksi Pasif
Sistem Proteksi Kebakaran Aktif
Sistem proteksi kebakaran yang memiliki sistem pendeteksi kebakaran baik
manual maupun otomatis secara lengkap. Fungsinya untuk memadamkan api,
mengendalikan kebakaran, atau menyediakan pengendalian paparan sehingga
efek lanjutan (api) dan dapat dikendalikan
Detector Fire Alarm APAR HYDRANT SPRINKLER
Alat pendeteksi Berfungsi untuk Alat ini ringan Terdiri dari Memicu alarm
tanda-tanda memberikan dan dapat selang, nozzle, secara otomatis
api/asap pemberitahuan dioperasikan penampung air, sprinkler ini akan
adanya api/asap oleh satu orang dan sistem pipa menyemburkan air
ke sekitarnya
Jenis APAR dan Kegunaannya
BASAH KERING
HYDRANT
Merupakan jaringan pipa saluran untuk mensuplai media
pemadam air. Terdapat dua tipe jaringan yaitu:
• Jaringan pipa basah, dimana diseluruh jaringan diisi air
bertekanan melalui tangki penyimpanan air
• Jaringan pipa kering, diseluruh jaringan tidak berisi air
kecuali akan dioperasikan
JENIS-JENIS
HYDRANT
HYDRANT KOTA
Hidran yang terletak ditepi jalan dibuat dan dimiliki oleh
Pemerintah hanya untuk keperluan pemadaman kebakaran
HYDRANT HALAMAN
Hidran yang terletak di halaman suatu bangunan yang
dibuat dan dimiliki oleh bangunan tersebut untuk keperluan
pemadaman kebakaran
HYDRANT GEDUNG
Hidran yang terletak di dinding pada lantai-lantai bangunan
untuk keperluan pemadaman kebakaran
KOMPONEN POKOK
HYDRANT HALAMAN
[Link] penampungan / reservoir / persediaan air
2. Pompa: Pompa utama, pompa jockey, pompa diesel
3. Pemipaan
4. Box hydrant
5. Slang kebakaran
6. Pipa pemancar (Nozzle)
7. Siamese Connection (sambungan pipa untuk tim
damkar dinas kebakaran)
Sistem Proteksi Kebakaran Pasif
Sistem proteksi kebakaran pasif adalah
sistem proteksi kebakaran yang
dirancang dalam struktur bangunan itu
sendiri supaya bangunan tahan
terhadap api dan tidak cepat menyebar
ketika terjadi kebakaran.
Sarana proteksi mencangkup:
• Membatasi bahan-bahan
mudah terbakar
• Struktur tahan api dan
kompartemenisasi
• Penyediaan sarana evakuasi
untuk penghuni
SARANA EVAKUASI
Sarana pada bangunan yang dirancang dengan kontruksi
yang aman untuk digunakan sebagai jalur atau jalan
(horizontal/vertical) untuk dilalui pada saat terjadi keadaan
darurat
Pintu exit, jalur evakuasi, pintu darurat, arah evakuasi, tangga
darurat, titik kumpul
Thank You
A DA P E R TA NYA A N ?
By: Andi Nur Qah
HSE Departement | Emergency Response Team (ERT)