0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan15 halaman

program kerja

Dokumen ini adalah program kerja Radiologi Rumah Sakit Graha Husada untuk tahun 2026, yang mencakup pelayanan radiologi, peningkatan mutu, standar sumber daya manusia, serta keamanan dan keselamatan radiasi. Tujuan utama program ini adalah mencapai standarisasi dan mutu pelayanan radiologi yang baik, serta meningkatkan kompetensi staf melalui pendidikan dan pelatihan. Selain itu, dokumen ini juga mencakup rencana evaluasi dan pengawasan untuk memastikan keselamatan pasien dan efektivitas layanan.

Diunggah oleh

radiologyrsghkesia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan15 halaman

program kerja

Dokumen ini adalah program kerja Radiologi Rumah Sakit Graha Husada untuk tahun 2026, yang mencakup pelayanan radiologi, peningkatan mutu, standar sumber daya manusia, serta keamanan dan keselamatan radiasi. Tujuan utama program ini adalah mencapai standarisasi dan mutu pelayanan radiologi yang baik, serta meningkatkan kompetensi staf melalui pendidikan dan pelatihan. Selain itu, dokumen ini juga mencakup rencana evaluasi dan pengawasan untuk memastikan keselamatan pasien dan efektivitas layanan.

Diunggah oleh

radiologyrsghkesia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RUMAH SAKIT GRAHA HUSADA

PROGRAM KERJA RADIOLOGI


TAHUN 2026

Jl. Gajah Mada No.6 GH Bandar Lampung


Telp. 0721-240000 Fax 0721-263181
Email :dirrsgrahahusada@[Link]
1

DAFTAR ISI

Hal
Pelayanan Radiologi
3
● Pendahuluan

3
● Tujuan

3
● Sasaran

3
● Ruang Lingkup Pelayanan

4
● Landasan Hukum

4
● Pelaksanaan

4
● Pembiayaan

4
● Perencanaan target pemeriksaan di Radiologi 2019

● Evaluasi Pelaksanaan

Program Peingkatan mutu


5
● Latar Belakang

5
● Tujuan

5
● Sasaran

6
● Langkah – langkah pelaksanaan

6
● Pelaksanaan

6
● Pencatatan dan pelaporan

6
● Evaluasi pelaksanaan

Standar sumber daya manusia


7
● Pendahuluan

7
● Tujuan

7
● Sasaran

7
● Metodelogi

8
● Perencanaan Training

9
● Langkah – langkah Kegiatan

9
● Pelaksanaan
2

9
● Pembiayaan

9
● Pencatatan dan pelaporan

9
● Evaluasi pelaksanaan

Keamanan dan Keselamatan Radasi


10
● Pendahuluan

10
● Tujuan

10
● Ruang lingkup

10
● Resiko Keamanan Radasi dan penanggulangan

Pelaksana Pengelolaan Peralatan Radiologi


12
● Pendahuluan

12
● Tujuan

12
● Langkah – langkah kegiatan

13
● Stok maksimal, minimal obat kontras dan film

13
● Pelaksanaan kalibrasi dan perawatan peralatan Radiologi

13
● Perbaikan alat medik

13
● Perbaikan alat umum

Lampiran 1 : Lembar Persetujuan


3

Pelayanan Radiologi

Pendahuluan

Pelayanan Radiologi yang merupakan pelayanan penunjang kesehatan juga perlu menjaga dan
meningkatkan mutu pelayanannya. Pelayanan Unti kerja Radiologi merupakan pelayanan kesehatan yang
menggunakan sinar pengion sehingga penggunaan bahan tersebut mempunyai dua sisi yang saling
berlawanan, yaitu dapat sangat berguna bagi penegakan diagnosa dan terapi penyakit dan disisi lain akan
sangat berbahaya bila penggunaannya tidak tepat dan tidak terkontrol, terlebih lagi dilakukan oleh tenaga
yang tidak kompeten atau bukan Radiografer dan spesialis Radiologi, untuk itu setiap pengguna ,
penguasa, ataupun pelaksana pelayanan Radiologi harus senantiasa menjamin mutu pelayanannya yaitu
harus tepat dan aman baik bagi pasien, pekerja, maupun lingkungan atau masyarakat sekitarnya. Kini
saatnya semua individu yang terkait dalam pelayanan Radiologi mulai meikirkan, membuat, menerapkan
dan melaksanakan system keselamatan pasien, sehingga pelayana Radiologi (Radiodiagnostik) tidak
hanya mampu memberikan layanan dan ahsil layanan yang bermutu tinggi tetapi juga memberikan
kepastian terwujudnya keselamatan pasien. (pasien safety).

Tujuan

Tujuan Umum

Tercapainya standarisasi pelayanan Radiologi diagnostik di seluruh Indonesia sesuai dengan jenis dan
kelas sarana pelayanan kesehatan.

Tujuan Khusus

1. Sebagai acuan bagi sarana pelayanan kesehatan untuk menyelenggaran pelayanan radiologi
diagnostik
2. Sebagai tolak ukur dalam menilai penampilan sarana pelayanan kesehatan yang menyelenggaran
pelayanan radiologi
3. Sebagai pedoman dalam upaya pengembangan lebih lanjut yang arahnya disesuaikan dengan
tingkat pelayanan radiologi yang telah dicapai dan proyeksi kebutuhan pelayanan di masa depan.

Sasaran
Sebagai sarana pelayanan kesehatan yang menyelenggaran pelayanan radiodiagnostik

Ruang lingkup Pelayanan


4

Pelayanan radiologi diagnostic meliputi :

1. Pelayanan Radiodiagnostik
2. Pelayanan imaging diagnostik

Landasan Hukum
1. KepMenKes RI No. 1014/MENKES/SK/XI/2008 tentang Standar Pelayanan Radiodiagnostik di
sarana pelayanan Kesehatan.
2. KepMenKes RI No. 780/MENKES/PER/VIII/2008 tentang penyelengaran pelayanan Radiologi

Pelaksanaan

Penanggung Jawab : Kepala Unit Radiologi

Pelaksana : Radiografer

Pembiayaan

Perencanaan biaya program peningkatan pelayanan di bagian RKA ( Rencana Kerja dan
Anggaran) Radiologi 2026

Perencanaan Target Pemeriksaan di Radiologi 2026

Berikut adalah perencanaan target setiap setiap bulan di tahun 2026

Pemeriksaan Konvensional Panoramik USG

TARGET 1500 Pasien 100 200 pasien


HASIL RATA2 1300 pasien 30 120 pasien
2026

Evaluasi

Dilaksanakan setiap akhir tahun.


5

Program Kontrol Mutu Instalasi Radiologi

Latar Belakang

Untuk mencapai standar kualitas pelayanan Radiologi yang sesuai dengan yang telah ditentukan
maka dalam proses pelayanan pemantauan dan evaluasi mutu kualitas dilakukan secara
[Link] Program juga perlu dipantau dan di evaluasi dengan baik agar tujuan
pelayanan dapat tercapai. Untuk menjamin dan mempermudah upaya peningkatan mutu
pelayanan perlu disusun dalam suatu program peningkatan mutu Instalasi Radiologi Rumah Sakit
Graha Husada Bandar Lampung

Tujuan

A. Tujuan Umum
Tercapainya mutu pelayanan Instalasi Radiologi yang baik.

B. Tujuan Khusus

⮚ Diagnostik Imaging yang baik

⮚ Pengawasan harian hasil pemeriksaan imajing yang baik

⮚ Percepatan perbaikan bila ada kekurangan yang baik.


6

⮚ Pendokumentasian hasil dan langkah perbaikan yang baik

Kegiatan Pokok & Rincian Kegiatan

1. Validasi metode test


2. Pengawasan harian hasil pemeriksaan imajing
3. Perbaikan cepat bila ditemukan kekurangan
4. Pendokumentasian hasil dan langkah perbaikan

Cara Melaksanakan Kegiatan

NO KEGIATAN CARA MELAKSANAKAN


1. Validasi metode test Menvalidasi tiap metode yang dilaksanakan untuk
akurasi dan presisi dengan Quality Control

2. Pengawasan harian hasil Melakukan pengawasan oleh staf yang memiliki


pemeriksaan imajing kualifikasi memadai dari hasil pemeriksaan imajing
yang sudah dikerjakan.

3. Perbaikan cepat bila ditemukan Apabila ditemukan kekurangan ataupun kesalahan,


kekurangan petugas akan melakukan perbaikan.

4. Pengurangan Pengulangan Membuat data Reject Analyisis


Foto

Sasaran

● Kepala Instalasi Radiologi

● Radiografer

● Staf Radiologi

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


7

NO KEGIATAN JADWAL KEGIATAN


1. Validasi metode test Quality Control dan kalibrasi :
*QC triwulan
*Setiap tahun oleh badan yang berwenang

2. Pengawasan harian hasil Setiap hari


pemeriksaan imajing

3. Perbaikan cepat bila ditemukan Setiap hari


kekurangan

5. Pengurangan Pengulangan Setiap hari


Foto

VIII. EVALUASI PELAKSAAN KEGIATAN


NO KEGIATAN EVALUASI
1. Validasi metode test Hasil validasi metode test dilakukan setiap bulan
( kalibrasi film, hasil triwulan Fisika Medis)
Pengawasan harian hasil pemeriksaan imajing
2. Pengawasan harian hasil dilakukan setiap hari dan dievaluasi setiap
pemeriksaan imajing bulannya oleh [Link]

Perbaikan cepat bila ditemukan kekurangan


3. Perbaikan cepat bila ditemukan dilakukan setiap hari dan dievaluasi setiap
kekurangan bulannya oleh [Link]

4. Pengurangan Pengulangan Mencatatan prosentasi pengulangan melalui data


Foto setiap hari selama 1 bulan, dengan indicator
tercapai tidak lebih dari 2%

Pencatatan, Pelaporan, dan Evaluasi Kegiatan

1. Validasi metode test


Pencatatan validasi metode test ( kalibrasi ) dilakukan setiap tahun dari badan yang
berwenang dan atau Fisikawan Medis

2. Pengawasan harian hasil pemeriksaan imajing


8

Pencatatan hasil pemeriksaan imajing dilaksananakan setiap hari dan di arsipkan dan
dievaluasi setiap bulannya.

3. Perbaikan cepat bila ditemukan kekurangan


Pencatatan hasil pemeriksaan imajing yang salah dilaksananakan akan cepat diperbaiki
setiap hari dan di arsipkan dan dievaluasi setiap bulannya.

4. Pengawasan BHP radiologi


Pengawasan BHP radiologi dilaksananakan setiap hari.

Standar Sumber Daya Manusia

Pendahuluan

Meningkatnya persaingan Rumah Sakit dengan adanya pengembangan teknologi dalam pelayanan
Rumah Sakit mengakibatkan banyaknya kesempatan masyarakat untuk melakukan pilihan dalam
memperoleh pelayanan penyembuhan dan rehabilitasi penyakit. Salah satu penunjang untuk menjadi
pilihan terpercaya pelayanan runah sakit yaitu sumber daya manusia yang berkualitas serta senantiasa
dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bagian Radiologi.

Maka Radiologi salah satu pelayanan di rumah sakit berupaya untuk meningkatkan kemampuan sumber
daya manusianya melalui program pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan baik melalui pendidikan
formal maupun informal.

Tujuan

Meningkatkan mutu pelayanan Radiologi RS. Graha Husada Bandar Lampung melalui meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan staff radiologi serta meningkatkan jenjang pendidikan formal staff
radiologi.

Sasaran

Seluruh staff radiologi menfapatkan pendidikan formal dan atau informal.

Metodelogi

1. Pendidikan Informal
9

A. Inhouse training yaitu pelatihan yang dilakukan di dalam RS. Graha Husada Bandar
Lampung.
Inhouse Training di arahkan kepada staff yang belum pernah mengikuti pelatihan internal dari
RS, dengan target setiap staff harus mengikuti setahun minimal satu kali., jadual mengikuti
penyelenggara.

B. Eksternal training yaitu pelatihan yang dilakukan diluar RS. Graha Husada Bandar
Lampung.
1. Eksternal Training diarahkan kepada seluruh staff pelaksana / Radiografer termasuk Kepala
Unit Radiologi untuk mengikuti pelatihan/diklat dalam kota dengan target seluruh staff bisa
mengikuti jika ada penyelengaraan dari PARI Lampung . jadual mengikuti penyelenggara.
2. Eksternal Training diarahkan kepada dua staff senior Radiografer termasuk Kepala Unit
Radiologi untuk mengikuti pelatihan/diklat luar , untuk jadual mengikuti penyelenggara.

2. Pendidikan Formal

1. Program Lanjutan Peminatan Kuliah DIV Radiologi CT-Scan, masih memungkinkan


sebagai wacana peningkatan kualitas SDM seiring bertambahnya modalitas alat CT-Scan

Perencanaan Training

N Tugas Training / Calon Peserta Ja Fe M A M Jun Ju Ag Se O Nov De KET


o Seminar ar pr e l t pt kt s
1 Inhouse Training Khoirul Amalia Mengikuti jadwal penyelenggara
Anggi.K Mengikuti jadwal penyelenggara
● Spillkit & B3 Adi. W Mengikuti jadwal penyelenggara
Meri Andrian Mengikuti jadwal penyelenggara
● Sosialiasi K3 Erviana Mengikuti jadwal penyelenggara
Ratu Sandika
● Pelatihan
penanggulangan
kebakaran Mengikuti jadwal penyelenggara
● Pelatihan BHD

2 Eksternal Training
a. Seminar/ WebInar Khoirul Amalia Mengikuti jadwal penyelenggara
PARI Lampung Anggi.K Mengikuti jadwal penyelenggara
Adi W Mengikuti jadwal penyelenggara
Meri Andrian Mengikuti jadwal penyelenggara
Erviana Mengikuti jadwal penyelenggara
Ratu Sandika Mengikuti jadwal penyelenggara

b. Seminar / Khoirul Amalia Mengikuti jadwal penyelenggara


WebInar PARI
Pusat

Meri Andrian

C. Workshop PDSRI [Link],[Link] Mengikuti jadwal penyelenggara


Dr. Syafiq [Link] Mengikuti jadwal penyelenggara

3 Pelatihan K3 Erviana
4. Radiologi Anggi.K
Program Peminatan D
IV CT-Scan
10

Langkah Langkah Kegiatan

1. Inhouse training sesuai dengan perencanaan program yang dibuat setahun sekali
2. Outhouse training sesuai dengan perencanaan program yang dibuat setahun sekali
3. Pendidikan formal sesuai dengan program institusi pendidikan terkait.

Pelaksanaan

Penanggung jawab : Ka. Ruangan Unit Radiologi

Pelaksana : Staff Radiologi

Pembiayaan

Di bebankan kepada RS. Graha Husada Bandar Lampung

Pencatatan dan Pelaporan

1. Setiap peserta pendidikan formal dan informal dicatat dan di file Radiologi
2. Laporan dan hasil evaluasi pelaksanaan program dibuat setiap tahun dan diserahkan kepada ka.
Pelayanan penunjang medis RS. Graha Husada Dilaksanakan setiap akhir tahun

Evaluasi Pelaksanaan

Keamanan dan Keselamatan Radiasi

Pendahuluan

Alasan pembutan program Keamanan dan Keselamatan Radiasi adalah bahwa RS. Graha Husada Bandar Lampung
mempunyai tugas untuk melayani masyrakat dalam pembuatan citra Radiologi, RS. Graha Husada mempunyai
peralatan dan sumber radiasi yang digunakan untuk melayani masyarakat dalam pembuatan citra radiologi dan
membantu dalam mengakkan diagnosa agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan dan
prosedur yang telah ditetapkan maka diperlukan program proteksi dan keselamtan radiasi sehingga pasien,
pekerja, maupun dilingkungan sekitarnya dapat dipantau dan dijamin keselamatannya.

Tujuan

Program keamanan dan keselamatan radiasi dibuat untuk tanggung jawab manajemen untuk emberikan proteksi
dan keselamatan radiasi melalui penerapan struktur manajemen, kebijakan, prosedur, dan susunan rencana
11

organisasi yang sesuai dengan staff dan besarnya potensi bahaya radiasi bagi manusia sehingga resiko pemanfaatan
radiasi pengion dapat dikurangi serendah mungkin sedangkan manfaat yang diperoleh sebesar – besarnya.

Ruang Lingkup

Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi dilaksanakan dilingkungan RS. Graha Husada Bandar Lampung
dengan rencana kegiatan yang dikaukan meliputi : Pemantauan daerah kerja, pemantuan perseorangan, perawatan
peralatan dan pemantauan kesehatan pekerja radiasi.

Resiko kemanan Radiasi dan Penanggulangan

Dalam setiap tindakan pekerjaan yang dilakukan di bagian radiologi yang dilakukan oleh petugas radiasi selalu
mempunyai potensi bahaya didalamnya baik itu dari manusia, alat yang digunakan maupun tempat kerja.

Penggunaan APD yang tepat dan benar merupakan salah cara untuk mengendalikan resiko tersebut, bila
pengendalian secara teknis dan administrasif belum dapat mengurangi dampak resiko yang ada.

Deskripsi perlengkapan Proteksi Radiasi

Peralatan porteksi yang digunakan disesuaikan dengan potensi bahaya yang sitimbulkan oelh sumber radiasi
tersebut, antara lain :

a. Monitor perseorangan ( TLD )


Berdasarkan peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 63 tahun 2000 tentang keselamatan dan
kesehatan pemanfaatan radiasi pengion psal 10 ayat (1) yang menjelaskan untuk mengetahui besar dosis
yang diterima oleh pekerja radiasi maka dilakukan pemantauan eksterna dan atau interna. Pemantauan
eksterna dilakukan dengan menggunakan dosimeter perorangan atau monitor perorangan. Monitor
perorangan digunakan untuk mengetahui besar dosis radiasi yang diterima pekerja dalam satu periode
tertentu. Mengingat dengan PT –KJRAD-045 tentang petunjuk teknis jumlah radiasi yang bertujuan
dengan mengikuti instruksi kerja pemeriksaan yang benar akan dapat mengurangi bahaya radiasi sehingga
terjamin kesehatan dan keselamatan untuk pasien yang bertugas. TLD digunakan pada setiap kegiatan di
medan radiasi. Setiap maksimal 3 bulan TLD harus dikirim ke BATAN untuk di evaluasi. Jumlah TLD
Unit Radiologi RS. Graha Husada sebanyak 7 orang, diantaranya yaitu :

A. Radiolog ( Dokter )
1. Dr. Vanda Yogapuspita, [Link]
2. Dr. Syafiq Ariza,[Link]

B. Radiografer
1. Anggi Kurniawan, Amd. Rad ( Petugas Proteksi Radiasi )
2. Meri Andrian, Amd. Rad
3. Erviana, Amd. Rad
4. Khoirul Amalia, Amd Rad
5. Adi Widiyanto, Amd. Rad
6. Ratu Sandika Putri, [Link]
7. Ahmad Reza Fahlevi [Link]

C. Perlengkapan Proteksi Radiasi yang tersedia


12

Apron di Radiologi : 3 Buah


Kacamata Pb : 1 Buah
Thyroid Shield : 1 buah

D. Tanda Bahaya Radiasi


Tanda bahaya Radiasi di pasang ditempat – tempat yang dianggap perlu, yaitu pemasangan tanda
rasiasi dalam bentuk acrylic yang ditempel setiap pintu pemeriksaan. Pada saat pemeriksaan dilakukan
maka radiografer akan menutup seluruh pintu akses diruangan dan lampu merah diatas pintu akan
dinyalakan . Itu menandakan bahwa akan ada rasiasi didalam ruangan . Penanggung jawab pengukuran
tingkat kebocoran radiasi adalah masing – masing Petugas Proteksi Radiasi yang tercantung dalam
izin pemanfaatan sumber radiasi.

E. Program Kerja Keamanan Radiasi 2026

No Program Target Pelaksanaan Anggaran

1 Renovasi proteksi ruang CT- Oktober Vendor Sesuai RKA


Scan

Pelaksanaan Pengelolaan Peralatan Radiologi

Pendahuluan

Mutu pelayanan kesehatan bidang radiologi tidak hanya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia
penyelenggara pelayanan, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas sarana, prasarana dan peralatan yang
digunakan. Oleh sebab itu kemampuan Radiografer dalam mengelola khususnya memelihara sarana, prasarana
dan peralatan radiologi dalam batasan kewenangannya sangat menentukan kualitas hasil layanan yang diberikan.

Hasil kualitas citra radiografi yang bagus sangat bergantung pada beberapa faktor. Banyak faktor yang menentukan
kualitas radiografi yang sesuai, antara lain : faktor peralatan ( unit x-ray, kaset dan prosesing ) dan faktor teknik
( SDM dan pasien ). Penggunaan peralatan radiologi yang digunakan berkali – kali dalam kurun waktu yang lama
dan jumlah foto yang banyak, maka tidak menutup kemungkinan alat tersebut mengalami pergeseran nilai standar
yang telah ditentukan. Pergesaran tersebut seharusnya terdeteksi sehingga dapat diatur kembali semula sesuai
dengan nilai standar.

Untuk menjamin alat tersebut sesuai dengan standar pelayanan, maka salah satu caranya adalah dengan program
pengelolaan peralatan Radiologi.

Tujuan

Tujuan Umum
13

Meningkatkan mutu pelayanan radiologi yang diselenggarakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.

Tujuan Khusus

1. Sebagai acuan bagi fasilitas pelayanan kesehatan dalam melaksanakan pelayanan radiologi secara
sistematik dan terarah.
2. Sebagai acuan bagi fasilitas pelayanan kesehatan dalam melaksanakan pengendalian mutu radiologi
3. Meningkatkan kinerja pelayanan radiologi
4. Meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja karyawan.

Langkah – Langkah Kegiatan

Proses Pengadaan Peralatan Radiologi dapat dilakukan Dengan :

1. Pembelian barang Budget ringan


Petugas radiologi yang berwenang (kepala Ruangan) dalam pengadaan peralatan radiologi mengisi
formulir pembelian barang kemudian di ajukan kepada logistik dan kepala departemen penunjang medik
untuk ditandatangani kemudian form tersebut diajukan oleh logistik ke bagian keuangan untuk di proses.
2. Pembelian barang yang terbudget
Petugas radiologi yang berwenang (Kepala Ruangan) dalam pengadaan peralatan radiologi mengajukan
dan merekomendasikan budget anggaran kepada Kepala Bidang penunjang medik untuk di konsultasikan,
Kepala Bidang Pelayanan Penunjang Medis kemudian konsultasi persetujuan anggaran kepada direktur
untuk disetujui atau tidak, jika disetujui formulir anggaran di disposisi dan diserahkan kepada bagian
keuangan untuk di proses.

Program Pengadaan Alat Radiologi 2026

N Program Target Pelaksanaan Anggaran


o

1 Pengadaan Mobile X-Ray Desember [Link] Radiologi Sesuai RKA

2 Pengadaan CT-Scan Oktober [Link] Radiologi Sesuai RKA

6 Pengadaan USG Desember Pengadaan Ke RS Sesuai RKA

Stok Maksimal, Minimal Obat kontras dan film

DAFTAR FILM RADIOLOGI

No Nama Barang Isi / Box Stock Min Stock Max Satuan


1 Film Agfa Dt-2B 8x10 100 200 400 Lembar

2 Film Agfa Dt-2B 11x14 100 100 600 Lembar


3 Film Agfa Dt-2B 14X17 100 100 200 Lembar
4 Film Blue Inkjet A4 100 300 800 Lembar

DAFTAR OBAT KONTRAS


14

No Nama Barang Isi/Box Stock Min Stock Max Satuan


1 Iopamiro 370 / 50 10 3 10 Vial

2 Barium Sulfat / 5 kg 1 Kg 5 Kg Kg
BaSO4

Pelaksanaan Kalibrasi dan Perawatan Peralatan Radiologi

1. Kalibrasi berkala dilaksanakan minimal satu tahun sekali yang di adakan oleh tim IPRS ( Manajemen
Fasilitas Kesehatan ) RS. Graha Husada meliputi keseluruhan alat RS.
2. Pelaksanaan Uji Kesesuaian dilakukan setiap 3 tahun sekali melalui pengujian alat berupa Uji
Kesesuaian yang dilakukan oleh pihak ketiga dari BAPETEN. ( dokumen terlampir )

Perbaikan Alat Medik

a. Bila dijumpai kerusakan alat, petugas radiologi yang bertugas :


b. Menghubungi kepada bagian Kepala Ruangan, diteruskan ke bagian IPRS
c. Jika belum dapat ditangani, kepala ruangan meminta bantuan dengan menghubungi teknisi ATEM
RSGH untuk dilakukan perbaikan.

Perbaikan Alat Umum

Petugas jaga yang bersangkutan segera menghubungi bagian sarana RS untuk segera dilakukan perbaikan.

Ditetapkan di : Bandar Lampung


Tanggal : 2 Februari 2026
[Link] Husada Bandar Lampung

[Link] Radiologi

[Link] Yogapuspita,[Link]

Anda mungkin juga menyukai