RUMAH SAKIT GRAHA HUSADA
PROGRAM KERJA RADIOLOGI
TAHUN 2026
Jl. Gajah Mada No.6 GH Bandar Lampung
Telp. 0721-240000 Fax 0721-263181
Email :dirrsgrahahusada@[Link]
1
DAFTAR ISI
Hal
Pelayanan Radiologi
3
● Pendahuluan
3
● Tujuan
3
● Sasaran
3
● Ruang Lingkup Pelayanan
4
● Landasan Hukum
4
● Pelaksanaan
4
● Pembiayaan
4
● Perencanaan target pemeriksaan di Radiologi 2019
● Evaluasi Pelaksanaan
Program Peingkatan mutu
5
● Latar Belakang
5
● Tujuan
5
● Sasaran
6
● Langkah – langkah pelaksanaan
6
● Pelaksanaan
6
● Pencatatan dan pelaporan
6
● Evaluasi pelaksanaan
Standar sumber daya manusia
7
● Pendahuluan
7
● Tujuan
7
● Sasaran
7
● Metodelogi
8
● Perencanaan Training
9
● Langkah – langkah Kegiatan
9
● Pelaksanaan
2
9
● Pembiayaan
9
● Pencatatan dan pelaporan
9
● Evaluasi pelaksanaan
Keamanan dan Keselamatan Radasi
10
● Pendahuluan
10
● Tujuan
10
● Ruang lingkup
10
● Resiko Keamanan Radasi dan penanggulangan
Pelaksana Pengelolaan Peralatan Radiologi
12
● Pendahuluan
12
● Tujuan
12
● Langkah – langkah kegiatan
13
● Stok maksimal, minimal obat kontras dan film
13
● Pelaksanaan kalibrasi dan perawatan peralatan Radiologi
13
● Perbaikan alat medik
13
● Perbaikan alat umum
Lampiran 1 : Lembar Persetujuan
3
Pelayanan Radiologi
Pendahuluan
Pelayanan Radiologi yang merupakan pelayanan penunjang kesehatan juga perlu menjaga dan
meningkatkan mutu pelayanannya. Pelayanan Unti kerja Radiologi merupakan pelayanan kesehatan yang
menggunakan sinar pengion sehingga penggunaan bahan tersebut mempunyai dua sisi yang saling
berlawanan, yaitu dapat sangat berguna bagi penegakan diagnosa dan terapi penyakit dan disisi lain akan
sangat berbahaya bila penggunaannya tidak tepat dan tidak terkontrol, terlebih lagi dilakukan oleh tenaga
yang tidak kompeten atau bukan Radiografer dan spesialis Radiologi, untuk itu setiap pengguna ,
penguasa, ataupun pelaksana pelayanan Radiologi harus senantiasa menjamin mutu pelayanannya yaitu
harus tepat dan aman baik bagi pasien, pekerja, maupun lingkungan atau masyarakat sekitarnya. Kini
saatnya semua individu yang terkait dalam pelayanan Radiologi mulai meikirkan, membuat, menerapkan
dan melaksanakan system keselamatan pasien, sehingga pelayana Radiologi (Radiodiagnostik) tidak
hanya mampu memberikan layanan dan ahsil layanan yang bermutu tinggi tetapi juga memberikan
kepastian terwujudnya keselamatan pasien. (pasien safety).
Tujuan
Tujuan Umum
Tercapainya standarisasi pelayanan Radiologi diagnostik di seluruh Indonesia sesuai dengan jenis dan
kelas sarana pelayanan kesehatan.
Tujuan Khusus
1. Sebagai acuan bagi sarana pelayanan kesehatan untuk menyelenggaran pelayanan radiologi
diagnostik
2. Sebagai tolak ukur dalam menilai penampilan sarana pelayanan kesehatan yang menyelenggaran
pelayanan radiologi
3. Sebagai pedoman dalam upaya pengembangan lebih lanjut yang arahnya disesuaikan dengan
tingkat pelayanan radiologi yang telah dicapai dan proyeksi kebutuhan pelayanan di masa depan.
Sasaran
Sebagai sarana pelayanan kesehatan yang menyelenggaran pelayanan radiodiagnostik
Ruang lingkup Pelayanan
4
Pelayanan radiologi diagnostic meliputi :
1. Pelayanan Radiodiagnostik
2. Pelayanan imaging diagnostik
Landasan Hukum
1. KepMenKes RI No. 1014/MENKES/SK/XI/2008 tentang Standar Pelayanan Radiodiagnostik di
sarana pelayanan Kesehatan.
2. KepMenKes RI No. 780/MENKES/PER/VIII/2008 tentang penyelengaran pelayanan Radiologi
Pelaksanaan
Penanggung Jawab : Kepala Unit Radiologi
Pelaksana : Radiografer
Pembiayaan
Perencanaan biaya program peningkatan pelayanan di bagian RKA ( Rencana Kerja dan
Anggaran) Radiologi 2026
Perencanaan Target Pemeriksaan di Radiologi 2026
Berikut adalah perencanaan target setiap setiap bulan di tahun 2026
Pemeriksaan Konvensional Panoramik USG
TARGET 1500 Pasien 100 200 pasien
HASIL RATA2 1300 pasien 30 120 pasien
2026
Evaluasi
Dilaksanakan setiap akhir tahun.
5
Program Kontrol Mutu Instalasi Radiologi
Latar Belakang
Untuk mencapai standar kualitas pelayanan Radiologi yang sesuai dengan yang telah ditentukan
maka dalam proses pelayanan pemantauan dan evaluasi mutu kualitas dilakukan secara
[Link] Program juga perlu dipantau dan di evaluasi dengan baik agar tujuan
pelayanan dapat tercapai. Untuk menjamin dan mempermudah upaya peningkatan mutu
pelayanan perlu disusun dalam suatu program peningkatan mutu Instalasi Radiologi Rumah Sakit
Graha Husada Bandar Lampung
Tujuan
A. Tujuan Umum
Tercapainya mutu pelayanan Instalasi Radiologi yang baik.
B. Tujuan Khusus
⮚ Diagnostik Imaging yang baik
⮚ Pengawasan harian hasil pemeriksaan imajing yang baik
⮚ Percepatan perbaikan bila ada kekurangan yang baik.
6
⮚ Pendokumentasian hasil dan langkah perbaikan yang baik
Kegiatan Pokok & Rincian Kegiatan
1. Validasi metode test
2. Pengawasan harian hasil pemeriksaan imajing
3. Perbaikan cepat bila ditemukan kekurangan
4. Pendokumentasian hasil dan langkah perbaikan
Cara Melaksanakan Kegiatan
NO KEGIATAN CARA MELAKSANAKAN
1. Validasi metode test Menvalidasi tiap metode yang dilaksanakan untuk
akurasi dan presisi dengan Quality Control
2. Pengawasan harian hasil Melakukan pengawasan oleh staf yang memiliki
pemeriksaan imajing kualifikasi memadai dari hasil pemeriksaan imajing
yang sudah dikerjakan.
3. Perbaikan cepat bila ditemukan Apabila ditemukan kekurangan ataupun kesalahan,
kekurangan petugas akan melakukan perbaikan.
4. Pengurangan Pengulangan Membuat data Reject Analyisis
Foto
Sasaran
● Kepala Instalasi Radiologi
● Radiografer
● Staf Radiologi
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
7
NO KEGIATAN JADWAL KEGIATAN
1. Validasi metode test Quality Control dan kalibrasi :
*QC triwulan
*Setiap tahun oleh badan yang berwenang
2. Pengawasan harian hasil Setiap hari
pemeriksaan imajing
3. Perbaikan cepat bila ditemukan Setiap hari
kekurangan
5. Pengurangan Pengulangan Setiap hari
Foto
VIII. EVALUASI PELAKSAAN KEGIATAN
NO KEGIATAN EVALUASI
1. Validasi metode test Hasil validasi metode test dilakukan setiap bulan
( kalibrasi film, hasil triwulan Fisika Medis)
Pengawasan harian hasil pemeriksaan imajing
2. Pengawasan harian hasil dilakukan setiap hari dan dievaluasi setiap
pemeriksaan imajing bulannya oleh [Link]
Perbaikan cepat bila ditemukan kekurangan
3. Perbaikan cepat bila ditemukan dilakukan setiap hari dan dievaluasi setiap
kekurangan bulannya oleh [Link]
4. Pengurangan Pengulangan Mencatatan prosentasi pengulangan melalui data
Foto setiap hari selama 1 bulan, dengan indicator
tercapai tidak lebih dari 2%
Pencatatan, Pelaporan, dan Evaluasi Kegiatan
1. Validasi metode test
Pencatatan validasi metode test ( kalibrasi ) dilakukan setiap tahun dari badan yang
berwenang dan atau Fisikawan Medis
2. Pengawasan harian hasil pemeriksaan imajing
8
Pencatatan hasil pemeriksaan imajing dilaksananakan setiap hari dan di arsipkan dan
dievaluasi setiap bulannya.
3. Perbaikan cepat bila ditemukan kekurangan
Pencatatan hasil pemeriksaan imajing yang salah dilaksananakan akan cepat diperbaiki
setiap hari dan di arsipkan dan dievaluasi setiap bulannya.
4. Pengawasan BHP radiologi
Pengawasan BHP radiologi dilaksananakan setiap hari.
Standar Sumber Daya Manusia
Pendahuluan
Meningkatnya persaingan Rumah Sakit dengan adanya pengembangan teknologi dalam pelayanan
Rumah Sakit mengakibatkan banyaknya kesempatan masyarakat untuk melakukan pilihan dalam
memperoleh pelayanan penyembuhan dan rehabilitasi penyakit. Salah satu penunjang untuk menjadi
pilihan terpercaya pelayanan runah sakit yaitu sumber daya manusia yang berkualitas serta senantiasa
dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bagian Radiologi.
Maka Radiologi salah satu pelayanan di rumah sakit berupaya untuk meningkatkan kemampuan sumber
daya manusianya melalui program pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan baik melalui pendidikan
formal maupun informal.
Tujuan
Meningkatkan mutu pelayanan Radiologi RS. Graha Husada Bandar Lampung melalui meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan staff radiologi serta meningkatkan jenjang pendidikan formal staff
radiologi.
Sasaran
Seluruh staff radiologi menfapatkan pendidikan formal dan atau informal.
Metodelogi
1. Pendidikan Informal
9
A. Inhouse training yaitu pelatihan yang dilakukan di dalam RS. Graha Husada Bandar
Lampung.
Inhouse Training di arahkan kepada staff yang belum pernah mengikuti pelatihan internal dari
RS, dengan target setiap staff harus mengikuti setahun minimal satu kali., jadual mengikuti
penyelenggara.
B. Eksternal training yaitu pelatihan yang dilakukan diluar RS. Graha Husada Bandar
Lampung.
1. Eksternal Training diarahkan kepada seluruh staff pelaksana / Radiografer termasuk Kepala
Unit Radiologi untuk mengikuti pelatihan/diklat dalam kota dengan target seluruh staff bisa
mengikuti jika ada penyelengaraan dari PARI Lampung . jadual mengikuti penyelenggara.
2. Eksternal Training diarahkan kepada dua staff senior Radiografer termasuk Kepala Unit
Radiologi untuk mengikuti pelatihan/diklat luar , untuk jadual mengikuti penyelenggara.
2. Pendidikan Formal
1. Program Lanjutan Peminatan Kuliah DIV Radiologi CT-Scan, masih memungkinkan
sebagai wacana peningkatan kualitas SDM seiring bertambahnya modalitas alat CT-Scan
Perencanaan Training
N Tugas Training / Calon Peserta Ja Fe M A M Jun Ju Ag Se O Nov De KET
o Seminar ar pr e l t pt kt s
1 Inhouse Training Khoirul Amalia Mengikuti jadwal penyelenggara
Anggi.K Mengikuti jadwal penyelenggara
● Spillkit & B3 Adi. W Mengikuti jadwal penyelenggara
Meri Andrian Mengikuti jadwal penyelenggara
● Sosialiasi K3 Erviana Mengikuti jadwal penyelenggara
Ratu Sandika
● Pelatihan
penanggulangan
kebakaran Mengikuti jadwal penyelenggara
● Pelatihan BHD
2 Eksternal Training
a. Seminar/ WebInar Khoirul Amalia Mengikuti jadwal penyelenggara
PARI Lampung Anggi.K Mengikuti jadwal penyelenggara
Adi W Mengikuti jadwal penyelenggara
Meri Andrian Mengikuti jadwal penyelenggara
Erviana Mengikuti jadwal penyelenggara
Ratu Sandika Mengikuti jadwal penyelenggara
b. Seminar / Khoirul Amalia Mengikuti jadwal penyelenggara
WebInar PARI
Pusat
Meri Andrian
C. Workshop PDSRI [Link],[Link] Mengikuti jadwal penyelenggara
Dr. Syafiq [Link] Mengikuti jadwal penyelenggara
3 Pelatihan K3 Erviana
4. Radiologi Anggi.K
Program Peminatan D
IV CT-Scan
10
Langkah Langkah Kegiatan
1. Inhouse training sesuai dengan perencanaan program yang dibuat setahun sekali
2. Outhouse training sesuai dengan perencanaan program yang dibuat setahun sekali
3. Pendidikan formal sesuai dengan program institusi pendidikan terkait.
Pelaksanaan
Penanggung jawab : Ka. Ruangan Unit Radiologi
Pelaksana : Staff Radiologi
Pembiayaan
Di bebankan kepada RS. Graha Husada Bandar Lampung
Pencatatan dan Pelaporan
1. Setiap peserta pendidikan formal dan informal dicatat dan di file Radiologi
2. Laporan dan hasil evaluasi pelaksanaan program dibuat setiap tahun dan diserahkan kepada ka.
Pelayanan penunjang medis RS. Graha Husada Dilaksanakan setiap akhir tahun
Evaluasi Pelaksanaan
Keamanan dan Keselamatan Radiasi
Pendahuluan
Alasan pembutan program Keamanan dan Keselamatan Radiasi adalah bahwa RS. Graha Husada Bandar Lampung
mempunyai tugas untuk melayani masyrakat dalam pembuatan citra Radiologi, RS. Graha Husada mempunyai
peralatan dan sumber radiasi yang digunakan untuk melayani masyarakat dalam pembuatan citra radiologi dan
membantu dalam mengakkan diagnosa agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan dan
prosedur yang telah ditetapkan maka diperlukan program proteksi dan keselamtan radiasi sehingga pasien,
pekerja, maupun dilingkungan sekitarnya dapat dipantau dan dijamin keselamatannya.
Tujuan
Program keamanan dan keselamatan radiasi dibuat untuk tanggung jawab manajemen untuk emberikan proteksi
dan keselamatan radiasi melalui penerapan struktur manajemen, kebijakan, prosedur, dan susunan rencana
11
organisasi yang sesuai dengan staff dan besarnya potensi bahaya radiasi bagi manusia sehingga resiko pemanfaatan
radiasi pengion dapat dikurangi serendah mungkin sedangkan manfaat yang diperoleh sebesar – besarnya.
Ruang Lingkup
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi dilaksanakan dilingkungan RS. Graha Husada Bandar Lampung
dengan rencana kegiatan yang dikaukan meliputi : Pemantauan daerah kerja, pemantuan perseorangan, perawatan
peralatan dan pemantauan kesehatan pekerja radiasi.
Resiko kemanan Radiasi dan Penanggulangan
Dalam setiap tindakan pekerjaan yang dilakukan di bagian radiologi yang dilakukan oleh petugas radiasi selalu
mempunyai potensi bahaya didalamnya baik itu dari manusia, alat yang digunakan maupun tempat kerja.
Penggunaan APD yang tepat dan benar merupakan salah cara untuk mengendalikan resiko tersebut, bila
pengendalian secara teknis dan administrasif belum dapat mengurangi dampak resiko yang ada.
Deskripsi perlengkapan Proteksi Radiasi
Peralatan porteksi yang digunakan disesuaikan dengan potensi bahaya yang sitimbulkan oelh sumber radiasi
tersebut, antara lain :
a. Monitor perseorangan ( TLD )
Berdasarkan peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 63 tahun 2000 tentang keselamatan dan
kesehatan pemanfaatan radiasi pengion psal 10 ayat (1) yang menjelaskan untuk mengetahui besar dosis
yang diterima oleh pekerja radiasi maka dilakukan pemantauan eksterna dan atau interna. Pemantauan
eksterna dilakukan dengan menggunakan dosimeter perorangan atau monitor perorangan. Monitor
perorangan digunakan untuk mengetahui besar dosis radiasi yang diterima pekerja dalam satu periode
tertentu. Mengingat dengan PT –KJRAD-045 tentang petunjuk teknis jumlah radiasi yang bertujuan
dengan mengikuti instruksi kerja pemeriksaan yang benar akan dapat mengurangi bahaya radiasi sehingga
terjamin kesehatan dan keselamatan untuk pasien yang bertugas. TLD digunakan pada setiap kegiatan di
medan radiasi. Setiap maksimal 3 bulan TLD harus dikirim ke BATAN untuk di evaluasi. Jumlah TLD
Unit Radiologi RS. Graha Husada sebanyak 7 orang, diantaranya yaitu :
A. Radiolog ( Dokter )
1. Dr. Vanda Yogapuspita, [Link]
2. Dr. Syafiq Ariza,[Link]
B. Radiografer
1. Anggi Kurniawan, Amd. Rad ( Petugas Proteksi Radiasi )
2. Meri Andrian, Amd. Rad
3. Erviana, Amd. Rad
4. Khoirul Amalia, Amd Rad
5. Adi Widiyanto, Amd. Rad
6. Ratu Sandika Putri, [Link]
7. Ahmad Reza Fahlevi [Link]
C. Perlengkapan Proteksi Radiasi yang tersedia
12
Apron di Radiologi : 3 Buah
Kacamata Pb : 1 Buah
Thyroid Shield : 1 buah
D. Tanda Bahaya Radiasi
Tanda bahaya Radiasi di pasang ditempat – tempat yang dianggap perlu, yaitu pemasangan tanda
rasiasi dalam bentuk acrylic yang ditempel setiap pintu pemeriksaan. Pada saat pemeriksaan dilakukan
maka radiografer akan menutup seluruh pintu akses diruangan dan lampu merah diatas pintu akan
dinyalakan . Itu menandakan bahwa akan ada rasiasi didalam ruangan . Penanggung jawab pengukuran
tingkat kebocoran radiasi adalah masing – masing Petugas Proteksi Radiasi yang tercantung dalam
izin pemanfaatan sumber radiasi.
E. Program Kerja Keamanan Radiasi 2026
No Program Target Pelaksanaan Anggaran
1 Renovasi proteksi ruang CT- Oktober Vendor Sesuai RKA
Scan
Pelaksanaan Pengelolaan Peralatan Radiologi
Pendahuluan
Mutu pelayanan kesehatan bidang radiologi tidak hanya ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia
penyelenggara pelayanan, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas sarana, prasarana dan peralatan yang
digunakan. Oleh sebab itu kemampuan Radiografer dalam mengelola khususnya memelihara sarana, prasarana
dan peralatan radiologi dalam batasan kewenangannya sangat menentukan kualitas hasil layanan yang diberikan.
Hasil kualitas citra radiografi yang bagus sangat bergantung pada beberapa faktor. Banyak faktor yang menentukan
kualitas radiografi yang sesuai, antara lain : faktor peralatan ( unit x-ray, kaset dan prosesing ) dan faktor teknik
( SDM dan pasien ). Penggunaan peralatan radiologi yang digunakan berkali – kali dalam kurun waktu yang lama
dan jumlah foto yang banyak, maka tidak menutup kemungkinan alat tersebut mengalami pergeseran nilai standar
yang telah ditentukan. Pergesaran tersebut seharusnya terdeteksi sehingga dapat diatur kembali semula sesuai
dengan nilai standar.
Untuk menjamin alat tersebut sesuai dengan standar pelayanan, maka salah satu caranya adalah dengan program
pengelolaan peralatan Radiologi.
Tujuan
Tujuan Umum
13
Meningkatkan mutu pelayanan radiologi yang diselenggarakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.
Tujuan Khusus
1. Sebagai acuan bagi fasilitas pelayanan kesehatan dalam melaksanakan pelayanan radiologi secara
sistematik dan terarah.
2. Sebagai acuan bagi fasilitas pelayanan kesehatan dalam melaksanakan pengendalian mutu radiologi
3. Meningkatkan kinerja pelayanan radiologi
4. Meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja karyawan.
Langkah – Langkah Kegiatan
Proses Pengadaan Peralatan Radiologi dapat dilakukan Dengan :
1. Pembelian barang Budget ringan
Petugas radiologi yang berwenang (kepala Ruangan) dalam pengadaan peralatan radiologi mengisi
formulir pembelian barang kemudian di ajukan kepada logistik dan kepala departemen penunjang medik
untuk ditandatangani kemudian form tersebut diajukan oleh logistik ke bagian keuangan untuk di proses.
2. Pembelian barang yang terbudget
Petugas radiologi yang berwenang (Kepala Ruangan) dalam pengadaan peralatan radiologi mengajukan
dan merekomendasikan budget anggaran kepada Kepala Bidang penunjang medik untuk di konsultasikan,
Kepala Bidang Pelayanan Penunjang Medis kemudian konsultasi persetujuan anggaran kepada direktur
untuk disetujui atau tidak, jika disetujui formulir anggaran di disposisi dan diserahkan kepada bagian
keuangan untuk di proses.
Program Pengadaan Alat Radiologi 2026
N Program Target Pelaksanaan Anggaran
o
1 Pengadaan Mobile X-Ray Desember [Link] Radiologi Sesuai RKA
2 Pengadaan CT-Scan Oktober [Link] Radiologi Sesuai RKA
6 Pengadaan USG Desember Pengadaan Ke RS Sesuai RKA
Stok Maksimal, Minimal Obat kontras dan film
DAFTAR FILM RADIOLOGI
No Nama Barang Isi / Box Stock Min Stock Max Satuan
1 Film Agfa Dt-2B 8x10 100 200 400 Lembar
2 Film Agfa Dt-2B 11x14 100 100 600 Lembar
3 Film Agfa Dt-2B 14X17 100 100 200 Lembar
4 Film Blue Inkjet A4 100 300 800 Lembar
DAFTAR OBAT KONTRAS
14
No Nama Barang Isi/Box Stock Min Stock Max Satuan
1 Iopamiro 370 / 50 10 3 10 Vial
2 Barium Sulfat / 5 kg 1 Kg 5 Kg Kg
BaSO4
Pelaksanaan Kalibrasi dan Perawatan Peralatan Radiologi
1. Kalibrasi berkala dilaksanakan minimal satu tahun sekali yang di adakan oleh tim IPRS ( Manajemen
Fasilitas Kesehatan ) RS. Graha Husada meliputi keseluruhan alat RS.
2. Pelaksanaan Uji Kesesuaian dilakukan setiap 3 tahun sekali melalui pengujian alat berupa Uji
Kesesuaian yang dilakukan oleh pihak ketiga dari BAPETEN. ( dokumen terlampir )
Perbaikan Alat Medik
a. Bila dijumpai kerusakan alat, petugas radiologi yang bertugas :
b. Menghubungi kepada bagian Kepala Ruangan, diteruskan ke bagian IPRS
c. Jika belum dapat ditangani, kepala ruangan meminta bantuan dengan menghubungi teknisi ATEM
RSGH untuk dilakukan perbaikan.
Perbaikan Alat Umum
Petugas jaga yang bersangkutan segera menghubungi bagian sarana RS untuk segera dilakukan perbaikan.
Ditetapkan di : Bandar Lampung
Tanggal : 2 Februari 2026
[Link] Husada Bandar Lampung
[Link] Radiologi
[Link] Yogapuspita,[Link]