Komponen 1 Kinerja Pendidik dalam Mengelola Proses Pembelajaran yang
Berpusat pada Peserta Didik
Butir 1 Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta
didik dalam proses pembelajaran.
Pendidik di ................ secara optimal mendukung perkembangan sosial emosional murid selama
pembelajaran. Interaksi dibangun atas dasar kesetaraan, saling menghargai, dan memperhatikan
kebutuhan individu. Pendidik memfasilitasi keterampilan sosial emosional melalui pendekatan
inklusif dan personal, serta memberi perhatian khusus kepada murid yang membutuhkan
dukungan, baik secara individu maupun kelompok kecil. Lingkungan belajar yang aman dan
nyaman turut diciptakan. Keterampilan sosial emosional juga diintegrasikan dalam Modul Ajar
melalui kegiatan diskusi kelompok, refleksi diri, dan pemberian umpan balik positif. Selain itu,
pembelajaran berbasis proyek diterapkan untuk mendorong kerja sama, meningkatkan
keterampilan sosial, dan membangun rasa percaya diri. Hasil dokumentasi menunjukkan adanya
peningkatan kepercayaan diri dan keterampilan sosial murid.
1. Modul Ajar yang memuat aktivitas pembelajaran untuk membangun keterampilan sosial
emosional, interaksi yang setara, dan pola pikir bertumbuh peserta didik.
Link ................................
2. Dokumentasi kegiatan pembelajaran yang menunjukkan interaksi setara, saling menghargai,
serta kolaborasi aktif antar peserta didik dan guru.
Link .............................
3. LKPD dan lembar refleksi peserta didik yang memfasilitasi pengembangan kesadaran diri, kerja
sama, komunikasi, dan refleksi proses belajar.
Link ................................
4. Catatan observasi kelas yang menunjukkan praktik pembelajaran yang mendukung interaksi
positif, partisipasi aktif, dan dukungan sosial emosional bagi peserta didik.
Link .............................
5. Dokumentasi pendampingan, bimbingan, remedial, dan pengayaan bagi peserta didik yang
membutuhkan dukungan belajar tambahan.
Link ............................
6. Jurnal refleksi guru yang memuat evaluasi pembelajaran, tindak lanjut, serta strategi pemberian
dukungan sosial emosional kepada peserta didik.
Link .................................
Butir 2 Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar
yang aman, nyaman, dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.
Di ........................., pendidik menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kesepakatan kelas disusun secara partisipatif dengan
melibatkan murid dalam merumuskan aturan yang mendukung lingkungan positif. Pengelolaan
kelas diterapkan secara konsisten tanpa tindakan agresif, dengan pendekatan yang menekankan
perilaku positif, tanggung jawab, dan konsekuensi. Pendidik juga memberikan apresiasi atas
perilaku baik serta menumbuhkan kesadaran tanggung jawab murid.
Suasana pembelajaran dirancang agar murid aktif melalui pengaturan tempat duduk yang
fleksibel dan penggunaan metode interaktif untuk menjaga kenyamanan serta keamanan
partisipasi. Dokumen kurikulum dan Modul Ajar menunjukkan bahwa pengelolaan kelas
terintegrasi dalam setiap tahap pembelajaran. Hal ini berdampak pada meningkatnya keterlibatan
murid dan terciptanya suasana belajar yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.
1. Kesepakatan Kelas: Dokumen kesepakatan kelas yang dibuat bersama murid.
2. Laporan Observasi Kelas: Catatan observasi yang menunjukkan interaksi positif dan pengelolaan
kelas yang efektif.
3. RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mencantumkan strategi pengelolaan kelas.
4. Hasil Kuesioner Murid: Umpan balik dari murid mengenai rasa aman dan nyaman selama
pembelajaran.
5. Dokumentasi Penghargaan: Bukti penghargaan yang diberikan kepada murid atas perilaku
positif yang ditunjukkan dalam kelas.
Butir 3 Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan
bermakna.
Pendidik di ......... menunjukkan kinerja optimal dalam mengelola pembelajaran secara efektif.
Tujuan pembelajaran ditetapkan selaras dengan kurikulum, dengan pelibatan aktif murid melalui
kegiatan yang berpusat pada murid. Berbagai metode asesmen digunakan, seperti tes tertulis dan
observasi, untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar serta menyesuaikan strategi pembelajaran.
Hasil asesmen dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembelajaran yang lebih efektif dan
sesuai kebutuhan individu. Selain itu, murid dilibatkan dalam penentuan tujuan dan perancangan
kegiatan, sehingga mendorong peningkatan keterlibatan dan capaian akademik di .....................
1. Dokumentasi RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang menampilkan integrasi tujuan
pembelajaran dan asesmen. (Link: ...
2. Hasil Asesmen: Beragam metode asesmen yang digunakan, seperti tes, proyek, dan observasi.
(Link: ...
3. Laporan Refleksi Pembelajaran: Catatan refleksi pendidik mengenai efektivitas pembelajaran
dan penyesuaian yang dilakukan. (Link: ...
4. Kuesioner Murid: Umpan balik dari murid tentang keterlibatan mereka dalam menentukan
tujuan dan kegiatan belajar. Link:( Link: ...
5. Dokumentasi Proses Pembelajaran: Video atau foto kegiatan belajar yang menunjukkan
keterlibatan aktif murid. Link: ( ...
Butir 4 Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam
membangun keimanan, ketakwaan, komitmen kebangsaan,
kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan
kompetensi lainnya yang relevan bagi peserta didik.
Di ............., pendidik mampu menyelenggarakan pembelajaran yang efektif dan bermakna untuk
memperkuat keimanan, ketakwaan, serta komitmen kebangsaan murid. Proses pembelajaran
dirancang guna mengembangkan karakter dan kompetensi melalui beragam pengalaman belajar.
Penguatan nilai keagamaan dilakukan melalui kajian Al-Qur’an, refleksi, dan diskusi akhlak yang
terintegrasi dalam setiap mata pelajaran. Rasa cinta terhadap sejarah, budaya, dan lingkungan
Indonesia ditumbuhkan melalui program tematik berbasis kearifan lokal. Selain itu, kemampuan
bernalar dikembangkan melalui pembelajaran berbasis proyek yang mendorong kreativitas dan
tanggung jawab sosial. Dokumentasi kurikulum dan hasil karya menunjukkan bahwa pendekatan
ini diterapkan secara konsisten dengan fokus pada pembentukan karakter dan kompetensi yang
relevan.
1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP): Dokumentasi strategi pembelajaran yang
mengintegrasikan keimanan, ketakwaan, dan komitmen kebangsaan. Link: ( ...
2. Hasil Refleksi Murid: Catatan refleksi murid mengenai keterkaitan pembelajaran dengan
kehidupan nyata. Link: ( ...
3. Proyek Pembelajaran: Dokumentasi proyek yang melibatkan keterlibatan aktif murid dalam
menyelesaikan masalah. Link: ( ...
4. Kegiatan Ekstrakurikuler: Bukti kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung penguatan karakter
dan kompetensi murid. Link ( ...
5. Program Pembelajaran Tematik: Dokumentasi kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan
sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan. Link: ( ...
Komponen 2 Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan satuan
pendidikan
Butir 5 Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk
perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta
evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik
dan tenaga kependidikan
Di .................., kepala madrasah secara aktif membangun budaya refleksi dan evaluasi kinerja
untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang berpusat pada murid. Refleksi dilakukan secara
berkala melalui diskusi kelompok, rapat rutin, dan workshop internal dengan fokus pada
efektivitas pembelajaran. Pendidik menganalisis hasil belajar serta umpan balik murid, dan
berkolaborasi dengan sejawat untuk mengidentifikasi perbaikan. Kepala madrasah memastikan
setiap pendidik memiliki rencana pengembangan profesional berbasis hasil evaluasi, termasuk
dukungan pembiayaan bila diperlukan. Upaya peningkatan mutu juga dilakukan melalui program
pengembangan profesional yang terstruktur dan relevan dengan praktik pembelajaran. Selain itu,
kesehatan mental menjadi perhatian melalui program kesejahteraan bagi murid, pendidik, dan
tenaga kependidikan, seperti layanan konseling, pelatihan manajemen stres, serta kegiatan yang
mendukung keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi.
1. Dokumen Rencana Pengembangan Profesional: Bukti adanya rencana pengembangan
profesional yang disusun berdasarkan evaluasi kinerja. Link: ( ...
2. Catatan Refleksi Kinerja: Dokumentasi hasil diskusi dan refleksi yang dilakukan secara rutin oleh
pendidik dan tenaga kependidikan. Link: ( ...
3. Program Pengembangan Profesional: Rincian pelatihan dan workshop yang diikuti oleh
pendidik untuk peningkatan kompetensi. Link: (
4. Program Kesehatan Mental: Dokumentasi program dan kegiatan yang mendukung kesehatan
mental murid dan tenaga pendidik. Link: ( ...
5. Evaluasi Kinerja Terstruktur: Laporan hasil evaluasi kinerja pendidik yang dilakukan secara
berkala oleh manajemen satuan pendidikan. Link:
Butir 6 Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang
partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.
Di ......................., kepala madrasah menunjukkan komitmen dalam menghadirkan layanan
pembelajaran yang partisipatif dan kolaboratif sesuai visi dan misi madrasah. Pendidik serta
tenaga kependidikan dilibatkan secara berkala dalam perencanaan dan refleksi kinerja untuk
menilai efektivitas pembelajaran serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan profesional
berbasis data. Setiap pendidik menyusun rencana pengembangan profesional berdasarkan hasil
refleksi tersebut sebagai acuan peningkatan mutu pembelajaran. Kepala madrasah juga
mendorong kolaborasi dengan orang tua, komite, dan masyarakat melalui program yang responsif
terhadap kebutuhan, termasuk pengembangan profesional dan dukungan kesehatan mental.
Perencanaan berbasis data diterapkan dalam penyusunan RKT agar selaras dengan kebutuhan
komunitas dan visi madrasah. Implementasi ini berdampak pada peningkatan kualitas
pembelajaran, keterlibatan murid, dan kesejahteraan mental.
1. Dokumen Rencana Pengembangan Profesional: Menunjukkan adanya dokumen yang disusun
oleh pendidik berdasarkan hasil evaluasi kinerja dan refleksi. Link: ( ...
2. Rencana Kegiatan Tahunan (RKT): Bukti perencanaan berbasis data yang melibatkan masukan
dari berbagai pihak. Link: ( ...
3. Dokumentasi Program Kesehatan Mental: Program yang dirancang untuk meningkatkan
kesejahteraan mental seluruh warga madrasah. (Link: ...
4. Hasil Rapat Kerja: Dokumen hasil rapat kerja yang menunjukkan pelibatan berbagai pihak dalam
perencanaan layanan. (Link: ...
5. Dokumentasi Kolaborasi: Bukti kerjasama dengan orang tua, komite sekolah, dan komunitas
dalam mendukung program madrasah. Link: ( ...
Butir 7 Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran
dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi yang berbasis data
secara transparan dan akuntabel
Di .................., kepala madrasah memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara cermat,
berbasis data dan hasil refleksi. Penyusunan anggaran mengacu pada RKT yang telah disepakati,
dengan prioritas pada peningkatan mutu pembelajaran dan pengembangan profesional
berkelanjutan. Prinsip transparansi dan akuntabilitas diterapkan melalui pelaporan penggunaan
anggaran secara rinci dan sesuai ketentuan. Pendidik turut dilibatkan dalam proses perencanaan
dan pengawasan agar keputusan yang diambil sesuai kebutuhan nyata dan didukung bukti.
Pengelolaan yang terbuka ini meningkatkan kepercayaan warga madrasah sekaligus memastikan
pemanfaatan sumber daya secara efektif dalam mendukung visi madrasah. Hal ini tercermin dari
laporan keuangan berkala dan hasil evaluasi yang menunjukkan peningkatan kualitas layanan
pendidikan.
1. Rencana Kegiatan Tahunan (RKT): Dokumen perencanaan yang menjadi dasar penganggaran.
Link: ( ...
2. Laporan Keuangan: Laporan penggunaan anggaran yang transparan dan akuntabel. Link: ( ...
3. Hasil Rapat Kerja: Bukti pelibatan pendidik dalam proses perencanaan dan pengawasan
anggaran. Link: ( ...
4. Dokumen Refleksi dan Evaluasi: Bukti bahwa penganggaran didasarkan pada refleksi dan
evaluasi kinerja yang rutin dilakukan. Link: ( ...
5. Dokumen Sosialisasi Anggaran: Bukti bahwa hasil pengelolaan anggaran disampaikan secara
terbuka kepada seluruh warga madrasah. Link: ( ...
Butir 8 Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan
prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada
peserta didik.
Di ................, kepala madrasah memimpin pengelolaan sarana dan prasarana dengan
menitikberatkan pada pembelajaran yang berpusat pada murid. Pengelolaan diawali dengan
identifikasi kebutuhan yang mengacu pada kurikulum dan aktivitas pembelajaran, serta ditinjau
secara berkala melalui refleksi dan evaluasi kinerja. Hal ini bertujuan agar fasilitas yang tersedia
mampu mendukung proses pembelajaran secara optimal. Kepala madrasah juga memastikan
adanya pemeliharaan rutin untuk menjaga kelayakan sarana, sekaligus mendorong
pengembangan fasilitas yang menunjang inovasi, seperti ruang kelas fleksibel, laboratorium
mutakhir, dan pemanfaatan teknologi. Perhatian terhadap kesehatan mental diwujudkan melalui
penyediaan ruang konseling dan area istirahat yang nyaman. Pengelolaan yang terencana dan
berbasis kebutuhan ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi seluruh warga
madrasah.
1. Rencana Kerja Tahunan (RKT): Dokumen perencanaan yang mencakup kebutuhan sarana
prasarana. Link: ( ...
2. Dokumen Pemeliharaan Rutin: Catatan pemeliharaan fasilitas secara berkala. Link: ( ...
3. Laporan Evaluasi Kinerja: Hasil evaluasi sarana prasarana yang diselaraskan dengan kebutuhan
pembelajaran. Link: ( ...
4. Dokumen Pengadaan Sarana: Bukti pengadaan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan
kurikulum. Link: ( ...
5. Dokumen Kesejahteraan Mental: Program atau fasilitas yang mendukung kesehatan mental
murid dan tenaga pendidik. Link: ( ...
Butir 9 Kepala satuan pendidikan mengembangkan kurikulum di tingkat
satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum nasional.
Di ........................, kepala madrasah berperan aktif dalam pengembangan kurikulum yang selaras
dengan standar nasional. Proses diawali dengan identifikasi kebutuhan belajar murid, mencakup
aspek pengetahuan, keterampilan, dan nilai. Refleksi serta evaluasi rutin dilakukan untuk
memastikan kurikulum mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut sesuai ketentuan yang
berlaku. Pendidik juga diberi ruang untuk melakukan refleksi diri dan menyusun rencana
pengembangan profesional, yang didukung melalui berbagai program pelatihan guna
meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, aspek kesehatan mental menjadi perhatian
dengan integrasi program kesejahteraan dalam kurikulum. Kurikulum ditinjau dan disempurnakan
setiap tahun berdasarkan hasil evaluasi agar tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan
murid serta perkembangan pendidikan. Dengan demikian, kurikulum tidak hanya memenuhi
standar nasional, tetapi juga mendukung perkembangan murid secara menyeluruh.
1. Dokumen Kurikulum Sekolah: Kurikulum yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan
sesuai dengan kurikulum nasional. Link: ( ...
2. Rencana Pengembangan Profesional Pendidik: Dokumen yang menunjukkan rencana
pengembangan diri pendidik berdasarkan evaluasi. Link: ( ...
3. Laporan Refleksi dan Evaluasi Tahunan: Hasil evaluasi tahunan yang digunakan untuk
memodifikasi kurikulum. Link: ( ...
4. Program Pelatihan Pendidik: Bukti pelaksanaan program pelatihan yang berdampak pada
peningkatan kualitas pembelajaran. Link: ( ...
5. Dokumentasi Program Kesehatan Mental: Bukti pelaksanaan program kesehatan mental bagi
murid dan tenaga kependidikan. Link: ( ...
Komponen 3
Butir 10 Sekolah memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi
peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Di ..................., iklim kebinekaan dikembangkan melalui kebijakan dan praktik yang menjunjung
tinggi keberagaman serta kesetaraan. Madrasah menumbuhkan sikap saling menghargai di antara
murid, pendidik, dan tenaga kependidikan melalui pembelajaran yang inklusif. Kurikulum
dirancang untuk memuat nilai-nilai kebinekaan dan mengakomodasi perbedaan latar belakang
budaya maupun agama. Pendidikan tentang keberagaman dilaksanakan secara rutin, baik dalam
kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler, maupun program penguatan karakter. Madrasah juga
mengapresiasi keberagaman profil murid serta menerapkan prinsip kesetaraan gender dalam
berbagai aspek, termasuk rekrutmen dan pengembangan profesional. Selain itu, tersedia
mekanisme yang memastikan seluruh warga madrasah menunjukkan sikap positif terhadap
perbedaan, didukung pelatihan terkait penghargaan terhadap keberagaman dan penanganan
diskriminasi. Pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang harmonis dan mendukung
perkembangan murid di tengah masyarakat yang beragam.
1. Kebijakan Keberagaman dan Kesetaraan: Dokumen kebijakan yang mendukung keberagaman
dan kesetaraan gender. Link: ( ...
2. Kurikulum Inklusif: Rencana pembelajaran yang mencerminkan nilai-nilai kebinekaan dan
keberagaman. Link: ( ...
3. Kegiatan Pendidikan Keragaman: Bukti kegiatan dan program yang mendidik tentang
keragaman dan kesetaraan. Link: ( ...
4. Dokumentasi Pelatihan Pendidik: Bukti pelatihan untuk pendidik tentang keberagaman dan
kesetaraan. Link: ( ...
5. Surat Keputusan dan Mekanisme Penanganan Kasus Diskriminasi: Dokumen yang menunjukkan
adanya mekanisme penanganan diskriminasi dan kebijakan perlindungan terhadap murid dan
tenaga kependidikan. Link: ( ...
Butir 11 Satuan pendidikan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif
untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam.
Madrasah ..................... berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif guna
memenuhi kebutuhan beragam murid. Madrasah menerapkan berbagai strategi agar seluruh
murid, termasuk penyandang disabilitas dan yang memiliki potensi khusus, memperoleh
pengalaman belajar yang optimal. Kurikulum disusun dengan memperhatikan kebutuhan individu
melalui variasi metode pembelajaran yang mendukung murid berkebutuhan khusus. Fasilitas
ramah disabilitas serta program pendukung, seperti layanan konseling dan penyesuaian materi
ajar, disediakan untuk memastikan partisipasi penuh. Lingkungan madrasah juga menjunjung
kesetaraan gender dan keberagaman, didukung pelatihan bagi pendidik yang menekankan
pemahaman serta penghargaan terhadap perbedaan sosial, ekonomi, dan psikologis. Pendekatan
ini mendorong terciptanya lingkungan belajar inklusif yang mendukung perkembangan setiap
murid sesuai karakteristiknya.
1. Kurikulum Inklusif: Dokumen kurikulum yang menyesuaikan dengan kebutuhan belajar murid
beragam. Link: ( ...
2. Fasilitas Ramah Disabilitas: Bukti adanya fasilitas yang mendukung penyandang disabilitas,
seperti aksesibilitas fisik dan alat bantu belajar. Link: ( ...
3. Program Dukungan Khusus: Dokumen mengenai layanan konseling dan penyesuaian materi ajar
untuk murid dengan kebutuhan khusus. Link: ( ...
4. Pelatihan Pendidik: Laporan pelatihan pendidik tentang cara mengelola keberagaman dan
kebutuhan khusus dalam kelas. Link: ( ...
5. Kebijakan Kesetaraan Gender: Dokumen yang menunjukkan penerapan kebijakan kesetaraan
gender di lingkungan sekolah. Link: ( ...
Butir 12 Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang
aman secara psikis dan fisik bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga
kependidikan.
Madrasah ................. berkomitmen mewujudkan lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi
seluruh warga madrasah. Upaya ini dilakukan melalui kebijakan dan program terpadu untuk
mencegah serta menangani perundungan dan berbagai bentuk kekerasan. Kebijakan tersebut
didukung pelatihan rutin bagi pendidik dan tenaga kependidikan terkait penanganan dan
pencegahan yang efektif. Seluruh tenaga pendidik dibekali kemampuan mengenali tanda-tanda
perundungan dan kekerasan serta menanganinya sesuai prosedur yang berlaku. Madrasah juga
melibatkan orang tua melalui sosialisasi dan pertemuan berkala agar berperan aktif dalam
menciptakan lingkungan yang aman. Dokumentasi kebijakan, pelaksanaan pelatihan, dan
keterlibatan orang tua menunjukkan konsistensi upaya tersebut, sehingga tercipta suasana belajar
yang kondusif dan mendukung perkembangan murid secara optimal.
1. Kebijakan Pencegahan Perundungan: Dokumen kebijakan yang mengatur pencegahan dan
penanganan perundungan serta kekerasan. Link: ( ...
2. Pelatihan Pendidik: Laporan pelatihan pendidik tentang tata laksana penanganan perundungan
dan kekerasan. Link: ( ...
3. Dokumentasi Keterlibatan Orangtua: Bukti partisipasi orangtua dalam program pencegahan
perundungan, seperti jadwal pertemuan dan materi sosialisasi. Link: ( ...
4. Laporan Kasus dan Tindak Lanjut: Dokumentasi kasus perundungan dan langkah-langkah
penanganan yang diambil. Link: ( ...
5. Survei Kepuasan Psikis: Hasil survei kepuasan dan rasa aman psikis dari murid, pendidik, dan
tenaga kependidikan. Link: ( ...
Butir 13 Satuan pendidikan memastikan keselamatan peserta didik,
pendidik, dan tenaga kependidikan.
Madrash ............. memastikan keselamatan murid, pendidik, dan tenaga kependidikan melalui
penerapan kebijakan serta program yang menyeluruh. Madrasah secara berkala
menyelenggarakan pelatihan bagi pendidik dan tenaga kependidikan terkait penanganan
perundungan, kekerasan, dan kondisi darurat lainnya. Selain itu, diterapkan protokol keamanan
yang jelas, termasuk mekanisme pelaporan dan tindak lanjut kasus, dengan melibatkan peran
aktif orang tua/wali. Program-program ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang aman
sekaligus mendukung kesejahteraan seluruh warga madrasah. Dokumentasi kebijakan keamanan,
pelaksanaan pelatihan, serta keterlibatan orang tua menunjukkan bahwa upaya ini berjalan
efektif dalam menjamin keselamatan semua individu di lingkungan madrasah.
1. Kebijakan Keselamatan: Dokumen kebijakan keselamatan yang mencakup prosedur
pencegahan dan penanganan perundungan serta kekerasan. Link: ( ...
2. Laporan Pelatihan: Bukti pelatihan untuk pendidik dan tenaga kependidikan tentang
penanganan perundungan, kekerasan, dan situasi darurat. Link: ( ...
3. Protokol Keamanan: Dokumentasi protokol keamanan dan sistem pelaporan kasus di
lingkungan sekolah. Link: ( ...
4. Keterlibatan Orangtua: Bukti keterlibatan orangtua/wali dalam program keselamatan, seperti
agenda pertemuan dan materi sosialisasi. Link: ( ...
5. Laporan Kasus dan Tindak Lanjut: Dokumentasi kasus perundungan dan kekerasan yang
ditangani serta tindak lanjut yang diambil. Link: ( ...
Butir 14 Satuan pendidikan menjamin lingkungan yang sehat dan
memiliki/melaksanakan program yang membangun kesehatan fisik dan
mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Madrasah ............. berkomitmen menjaga kesehatan fisik dan mental seluruh warga sekolah
melalui serangkaian program dan kebijakan yang terintegrasi. Sekolah melaksanakan program
kebugaran yang meliputi olahraga rutin dan aktivitas fisik yang mendukung kesehatan jasmani.
Unit Kesehatan Sekolah (UKS) aktif beroperasi dan terhubung dengan fasilitas kesehatan lokal
untuk memastikan akses layanan medis. Di lingkungan sekolah, tersedia pilihan makanan sehat
yang bebas dari pemanis buatan, gula berlebihan, dan bahan tambahan berbahaya. Selain itu,
Madrasah ....................... menjalankan program kesadaran kesehatan mental serta memberikan
waktu istirahat yang cukup dan kesempatan bergerak aktif. Edukasi tentang kesehatan reproduksi
dan pencegahan adiksi juga rutin dilakukan untuk seluruh anggota sekolah. Dokumentasi terkait
kebijakan, program kesehatan, dan laporan kegiatan mendukung efektivitas upaya ini.
1. Pilihan Makanan Sehat: Kebijakan dan vidio/dokumentasi terkait penyediaan makanan sehat
2. Program Kebugaran, tentang kesehatan mental, Dokumen, seperti jadwal kegiatan olahraga
dan evaluasi rutin.
3. Dokumen kerjasama dengan Faskes terdekat Unit Kesehatan Sekolah