PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM — INFORMATIKA SMP KELAS 7 Fatimatus Zahro, [Link]., M.M.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
(DEEP LEARNING)
Kurikulum Merdeka — Indonesia 2025
Mata Pelajaran Informatika
Topik Pembelajaran Berpikir Komputasional (Computational Thinking)
Jenjang / Kelas / Fase SMP / Kelas 7 / Fase D
Model Pembelajaran Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and
Learning / CTL)
Dimensi Profil Lulusan Penalaran Kritis, Kolaborasi, Komunikasi, Kreativitas
Guru Pengampu Fatimatus Zahro, [Link]., M.M.
Alokasi Waktu 3 × 40 menit (3 JP / 1 Pertemuan)
BAGIAN 1 — IDENTIFIKASI
1a. Identifikasi Peserta Didik (Kesiapan Belajar)
Pengetahuan Peserta didik telah mengenal perangkat komputer dan
Awal penggunaan dasar internet pada jenjang SD. Mereka memahami
konsep urutan instruksi sederhana (misalnya membuat kue,
mengirim pesan), namun belum pernah secara eksplisit mengenal
istilah "Berpikir Komputasional" sebagai kerangka berpikir
sistematis.
Minat & Gaya Mayoritas peserta didik kelas 7 memiliki ketertarikan tinggi
Belajar terhadap teknologi (game, media sosial, konten digital). Mereka
cenderung visual-kinestetik sehingga menyukai aktivitas yang
melibatkan eksplorasi, permainan, dan kerja kelompok.
Pemanfaatan konteks kehidupan nyata seperti permainan, resep
masakan, dan jadwal kegiatan akan meningkatkan motivasi
belajar.
Latar Belakang Peserta didik berasal dari latar sosial-ekonomi yang beragam.
Sebagian telah terbiasa dengan smartphone dan aplikasi
sederhana, sementara sebagian lain memiliki akses terbatas.
Pembelajaran dirancang agar tetap bermakna tanpa bergantung
penuh pada perangkat digital, dengan memanfaatkan konteks
keseharian yang universal.
Kebutuhan ▪ Scaffolding awal: pengenalan konsep secara konkret sebelum
Belajar abstrak
▪ Pendekatan inkuiri terbimbing agar terbiasa dengan
pemecahan masalah
▪ Ruang aman untuk berpendapat dan bereksplorasi tanpa
takut salah
▪ Diferensiasi: peserta didik dengan kemampuan lebih tinggi
diberikan tantangan tambahan (soal pengayaan berbasis kasus
nyata)
Berpikir Komputasional — Fase D | Kurikulum Merdeka 2025 | Halaman 1
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM — INFORMATIKA SMP KELAS 7 Fatimatus Zahro, [Link]., M.M.
1b. Identifikasi Materi Pelajaran
Jenis Konseptual: Empat pilar Berpikir Komputasional (Dekomposisi,
Pengetahuan Pengenalan Pola, Abstraksi, Algoritma).
Prosedural: Menerapkan keempat pilar untuk memecahkan
masalah nyata secara terstruktur.
Metakognitif: Mengevaluasi dan merefleksikan proses berpikir
sendiri dalam penyelesaian masalah.
Relevansi ▪ Dekomposisi: Memecah proyek lomba sekolah menjadi tugas-
Kehidupan Nyata tugas kecil
▪ Pengenalan Pola: Menemukan pola jadwal mata pelajaran
atau perilaku konsumsi mingguan
▪ Abstraksi: Membuat peta pikiran dari materi pelajaran yang
kompleks
▪ Algoritma: Menyusun SOP atau petunjuk arah menuju suatu
tempat
Integrasi Nilai & ▪ Ketelitian & Keteraturan: Menyusun algoritma yang runtut dan
Karakter logis
▪ Kerja Sama: Menyelesaikan tantangan bersama dalam
kelompok beragam
▪ Kejujuran Intelektual: Mengakui kesalahan dalam logika dan
memperbaikinya
▪ Tanggung Jawab: Menuntaskan peran masing-masing dalam
proyek kelompok
1c. Dimensi Profil Lulusan
🔍 Penalaran Kritis Peserta didik menganalisis masalah kehidupan nyata dengan
menggunakan keempat pilar berpikir komputasional,
mengevaluasi solusi yang dihasilkan, dan memberikan
argumen logis atas pilihan strategi penyelesaian yang
digunakan.
🤝 Kolaborasi Peserta didik berkolaborasi dalam kelompok kecil (3–4 orang)
untuk mendekonstruksi masalah, membagi peran secara adil,
dan menyatukan ide dalam satu solusi bersama. Mereka belajar
mendengarkan, menghargai pendapat berbeda, dan
membangun konsensus.
💬 Komunikasi Peserta didik mempresentasikan hasil pemecahan masalah
secara lisan dan tertulis (flowchart, poster digital, atau
infografis), mengomunikasikan alur berpikir kepada teman
sejawat, dan menerima umpan balik secara konstruktif.
💡 Kreativitas Peserta didik merancang algoritma yang orisinal untuk
menyelesaikan masalah kontekstual, membuat representasi
visual yang inovatif (flowchart kreatif/infografis), dan
mengeksplorasi solusi alternatif di luar contoh yang sudah
diberikan.
BAGIAN 2 — DESAIN PEMBELAJARAN
2a. Capaian Pembelajaran (Fase D — Informatika Kelas 7)
Berpikir Komputasional — Fase D | Kurikulum Merdeka 2025 | Halaman 2
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM — INFORMATIKA SMP KELAS 7 Fatimatus Zahro, [Link]., M.M.
Pada akhir Fase D, peserta didik mampu:
▪ Menerapkan berpikir komputasional untuk menemukan solusi permasalahan dengan
data yang lebih kompleks dari sebelumnya
▪ Memahami dan menerapkan konsep dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan
perancangan algoritma dalam konteks masalah nyata
▪ Menggunakan berbagai cara untuk menyajikan dan mengolah data dan informasi
sesuai tujuan
▪ Menyelesaikan persoalan-persoalan komputasi yang mengandung data berukuran
kecil dan berpola sederhana melalui strategi algoritmik standar
(Referensi: Capaian Pembelajaran Informatika SMP Fase D — Kemendikbudristek 2022/2025)
2b. Topik Pembelajaran
"Detektif Masalah": Mengurai Tantangan Kehidupan Nyata dengan Berpikir
Komputasional
Topik dikemas dalam framing kontekstual "Detektif Masalah" — peserta didik berperan
sebagai detektif yang harus memecahkan masalah nyata di lingkungan sekolah
menggunakan empat pilar berpikir komputasional. Pendekatan ini memastikan
pembelajaran tidak hanya teoritis, tetapi langsung terhubung dengan pengalaman dan
kehidupan peserta didik sehari-hari.
2c. Lintas Disiplin Ilmu (Integrasi Antar Mata Pelajaran)
Matematika Logika, pola bilangan, urutan langkah (algoritma),
diagram/grafik sebagai bentuk abstraksi
Bahasa Indonesia Menyusun teks prosedur sebagai representasi algoritma; teknik
presentasi dan komunikasi lisan
Ilmu Pengetahuan Metode ilmiah sebagai kerangka pemecahan masalah
Alam terstruktur; klasifikasi (pengenalan pola)
Seni & Desain Perancangan infografis flowchart yang estetis; komunikasi
visual dalam presentasi solusi
PPKn / IPS Nilai kerja sama, tanggung jawab, dan empati dalam kolaborasi
kelompok; analisis masalah sosial di lingkungan sekolah
2d. Tujuan Pembelajaran
1. Mengidentifikasi definisi dan empat pilar Berpikir Komputasional (Dekomposisi,
Pengenalan Pola, Abstraksi, Algoritma) dari contoh masalah kontekstual yang
disajikan. [C1 — Mengingat | C2 — Memahami]
2. Menguraikan masalah nyata (kehidupan sekolah/komunitas) menggunakan teknik
dekomposisi menjadi sub-masalah yang dapat diselesaikan. [C4 — Menganalisis]
3. Menemukan pola kesamaan dari dua atau lebih masalah yang berbeda dan
merumuskan abstraksi dari pola tersebut. [C4 — Menganalisis]
4. Merancang algoritma berupa flowchart atau panduan langkah-langkah tertulis
untuk menyelesaikan masalah kontekstual yang dipilih oleh kelompok. [C6 —
Mencipta]
5. Mempresentasikan hasil rancangan pemecahan masalah secara kolaboratif di
depan kelas dengan argumentasi yang logis dan komunikatif. [C5 — Mengevaluasi]
Berpikir Komputasional — Fase D | Kurikulum Merdeka 2025 | Halaman 3
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM — INFORMATIKA SMP KELAS 7 Fatimatus Zahro, [Link]., M.M.
6. Mengevaluasi solusi teman sejawat dan memberikan umpan balik konstruktif
berdasarkan kriteria berpikir komputasional yang telah dipelajari. [C5 —
Mengevaluasi]
2e. Kerangka Pembelajaran
▶ Praktik Pedagogis: Pembelajaran Kontekstual (CTL)
Pembelajaran Kontekstual diterapkan melalui 7 komponen utama CTL sebagai berikut:
▪ Konstruktivisme (Constructivism): Peserta didik membangun pemahaman tentang
berpikir komputasional dari pengalaman langsung menganalisis masalah nyata di
lingkungan sekolah, bukan dari hafalan definisi.
▪ Inkuiri (Inquiry): Peserta didik menemukan sendiri pola dan algoritma solusi melalui
serangkaian pertanyaan terbimbing dari guru — 'Apa masalahnya? Apa yang bisa kita
sederhanakan? Bagaimana urutannya?'
▪ Bertanya (Questioning): Guru memicu diskusi dengan pertanyaan pemantik berbasis
situasi nyata ('Bagaimana cara kalian menyiapkan presentasi kelompok? Apakah ada
langkah-langkah yang kalian ikuti?').
▪ Masyarakat Belajar (Learning Community): Peserta didik bekerja dalam kelompok
investigasi masalah, saling berbagi temuan, dan mengonstruksi pemahaman bersama.
▪ Pemodelan (Modeling): Guru mendemonstrasikan cara mendekomposisi masalah
nyata step-by-step, kemudian peserta didik memodelkan penyelesaian masalah
mereka sendiri dalam bentuk flowchart.
▪ Refleksi (Reflection): Di setiap akhir sesi, peserta didik menuliskan jurnal belajar
singkat — apa yang sudah dipahami, apa yang masih membingungkan, dan
bagaimana rencana perbaikan.
▪ Penilaian Autentik (Authentic Assessment): Asesmen didasarkan pada kualitas
produk nyata (flowchart, presentasi, poster) bukan sekadar tes tulis.
▶ Lingkungan Pembelajaran: Ruang Belajar yang Aman, Nyaman & Saling
Memuliakan
▪ Kesepakatan Kelas (Class Contract): Di awal semester, guru bersama peserta didik
merumuskan kesepakatan bersama — menghargai pendapat, tidak meremehkan
pertanyaan, bebas bereksplorasi.
▪ Zona Aman Bertanya: Guru membangun kultur 'tidak ada pertanyaan bodoh' —
setiap pertanyaan disambut dengan apresiasi verbal dan eksplorasi bersama.
▪ Rotasi Kelompok Heterogen: Anggota kelompok dibagi secara beragam (gender,
kemampuan, latar belakang) untuk menumbuhkan empati dan kerja sama lintas
perbedaan.
▪ Ruang Fisik Fleksibel: Pengaturan meja berbentuk U atau lingkaran kecil kelompok
untuk memfasilitasi diskusi peer-to-peer yang nyaman.
▪ Papan Apresiasi Digital/Fisik: Hasil karya terbaik peserta didik dipajang (di dinding
kelas atau di platform digital seperti Padlet) untuk membangun kepercayaan diri.
▪ Check-in Emosional: Di awal setiap pembelajaran, guru menanyakan perasaan dan
kesiapan belajar peserta didik dengan 'emosi barometer' sederhana (tanda tangan di
papan perasaan).
▶ Pemanfaatan Digital (Teknologi dalam Pembelajaran)
▪ Video Pemantik (YouTube/produksi guru): Klip animasi pendek (3–5 menit) tentang
konsep berpikir komputasional dalam konteks game dan kehidupan nyata sebagai
pemantik awal.
▪ Platform Kolaborasi — Jamboard / Padlet / Miro: Peserta didik menggunakan sticky
note digital untuk brainstorming dekomposisi masalah secara real-time dalam
kelompok.
▪ Flowchart Digital — Canva / [Link] / Google Slides: Kelompok merancang
Berpikir Komputasional — Fase D | Kurikulum Merdeka 2025 | Halaman 4
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM — INFORMATIKA SMP KELAS 7 Fatimatus Zahro, [Link]., M.M.
flowchart algoritma secara digital, memungkinkan kolaborasi simultan antar anggota.
▪ Kuis Interaktif — Quizizz / Mentimeter: Digunakan di awal (pre-test diagnostik) dan
di akhir (exit ticket) untuk mengukur pemahaman secara menyenangkan.
▪ Forum Diskusi — Google Classroom / Grup WA Kelas: Sebagai ruang tindak lanjut,
peserta didik berbagi hasil kerja, memberikan komentar, dan melanjutkan diskusi di
luar jam pelajaran.
▪ Jika akses digital terbatas: Alternatif analog tersedia — sticky note fisik, kertas HVS
untuk flowchart manual, dan lembar kerja cetak.
BAGIAN 3 — PENGALAMAN BELAJAR
3a. AWAL — Orientasi & Motivasi (± 15 menit)
Prinsip Dominan: BERMAKNA (Meaningful Learning) & MENGGEMBIRAKAN
(Joyful Learning)
N Kegiatan Deskripsi & Tujuan
o
.
1 Check-in & Emosi Guru menyapa dengan hangat dan meminta peserta didik
Barometer memilih emotikon perasaan hari ini (senang, biasa, lelah,
semangat) di papan kelas atau Mentimeter.
Tujuan: Membangun rasa aman dan koneksi emosional sebelum
memulai belajar.
2 Apersepsi Guru menayangkan video pendek (3 menit): Seseorang
Kontekstual bermain puzzle / merencanakan ulang tahun / membuat resep.
Guru bertanya: 'Apa yang dia lakukan pertama kali?
Bagaimana cara dia memecah masalah?'
Tujuan: Menghubungkan pengalaman peserta didik dengan
konsep yang akan dipelajari.
3 Tantangan 'Tantangan Sandwich' — Guru meminta peserta didik
Pemantik (Ice- menuliskan (1 menit) langkah-langkah membuat sandwich.
Breaking) Kemudian beberapa peserta didik membacakannya; guru
'mengikutinya secara harfiah' sehingga tercipta momen lucu
ketika instruksi tidak lengkap.
Tujuan: Memperkenalkan konsep algoritma dengan cara yang
menyenangkan dan memunculkan rasa ingin tahu.
4 Orientasi Tujuan Guru menampilkan 'Peta Perjalanan Detektif' — visual
& Peta Belajar perjalanan belajar hari ini: Briefing → Investigasi → Rancang
Solusi → Presentasi → Refleksi. Guru menjelaskan manfaat
nyata berpikir komputasional dalam karier dan kehidupan.
Tujuan: Memberikan orientasi bermakna agar peserta didik
memahami 'mengapa' mereka belajar topik ini.
3b. INTI — Pembelajaran Aktif (± 90 menit)
🧠 MEMAHAMI (± 30 menit) — Mengonstruksi Pengetahuan
Prinsip: BERKESADARAN (Mindful Learning) — peserta didik sadar akan proses
membangun pemahaman, bukan sekadar menerima informasi.
Aktivitas 1: Guru memperkenalkan 4 pilar BK menggunakan analogi 'Detektif':
Berpikir Komputasional — Fase D | Kurikulum Merdeka 2025 | Halaman 5
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM — INFORMATIKA SMP KELAS 7 Fatimatus Zahro, [Link]., M.M.
Eksplorasi 4 Dekomposisi = membagi kasus menjadi petunjuk-petunjuk;
Pilar Pengenalan Pola = menemukan kesamaan antarkasus; Abstraksi =
mengabaikan detail tidak penting; Algoritma = membuat rencana
tindakan.
Metode: Mini-lecture interaktif 10 menit disertai tanya jawab cepat. Setiap
konsep diiringi contoh dari kehidupan sehari-hari peserta didik.
Aktivitas 2: Pasangan peserta didik menerima 'Kartu Kasus' berisi masalah
Studi Kasus nyata: (a) Mengatur jadwal belajar ujian, (b) Merencanakan acara
Berpasangan kelas, (c) Membantu adik merapikan kamar. Mereka diminta
mengidentifikasi: pilar mana yang muncul dalam kasus tersebut?
Output: Mind-map singkat di sticky note / Jamboard digital yang
menunjukkan hubungan masalah dengan 4 pilar BK.
Aktivitas 3: Hasil mind-map pasangan ditempelkan di sekitar kelas (atau
Gallery Walk diunggah ke Padlet). Peserta didik berkeliling 5 menit untuk melihat
Cepat hasil kerja pasangan lain dan memberikan 'sticky dot' warna: hijau =
setuju, kuning = ada pertanyaan, merah = ada yang kurang.
Tujuan: Membangun pemahaman kolektif dan mengembangkan
kemampuan evaluasi kritis.
⚙️ MENGAPLIKASI (± 45 menit) — Praktik Kontekstual Nyata
Prinsip: BERMAKNA (Meaningful Learning) — peserta didik mengaplikasikan
pengetahuan dalam situasi autentik yang relevan dengan kehidupan mereka.
Proyek: Kelompok (3–4 orang) memilih satu masalah nyata dari daftar
'Detektif konteks lokal yang disediakan guru, atau mengusulkan masalah
Masalah sendiri (pending persetujuan guru):
Sekolahku' ▪ Antrean panjang di kantin saat istirahat
▪ Sampah menumpuk di sudut kelas tertentu
▪ Jadwal piket kelas yang sering tidak berjalan
▪ Cara efisien mempersiapkan presentasi kelompok
Langkah Kerja Kelompok:
▪ Dekomposisi: Uraikan masalah menjadi sub-masalah kecil.
Gunakan teknik '5 Whys' untuk menggali akar masalah.
▪ Pengenalan Pola: Temukan pola — kapan masalah terjadi?
Apakah ada kesamaan dengan masalah lain yang pernah
diselesaikan?
▪ Abstraksi: Tentukan detail yang penting dan yang bisa
diabaikan. Apa 'inti' masalahnya?
▪ Algoritma: Rancang solusi berupa flowchart langkah demi
langkah. Gunakan Canva, [Link], atau kertas bergambar
manual.
Produk yang Dihasilkan: Flowchart solusi + narasi singkat (tertulis)
tentang proses berpikir kelompok.
Scaffolding & ▪ Kelompok yang membutuhkan bantuan: Guru mendampingi
Diferensiasi dengan pertanyaan terbimbing (bukan memberikan jawaban
langsung).
▪ Kelompok yang lebih cepat: Tantangan tambahan —
'Bagaimana jika masalahnya lebih kompleks? Bisakah
algoritmamu diadaptasi?'
▪ Guru melakukan rotasi keliling setiap 7–8 menit untuk
monitoring dan memberikan umpan balik formative singkat.
Berpikir Komputasional — Fase D | Kurikulum Merdeka 2025 | Halaman 6
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM — INFORMATIKA SMP KELAS 7 Fatimatus Zahro, [Link]., M.M.
🪞 MEREFLEKSI (± 15 menit) — Mengevaluasi & Presentasi
Prinsip: BERKESADARAN (Mindful Reflection) — peserta didik mengelola pemahaman
dan strategi belajar mandiri untuk peningkatan.
Presentasi Kilat 2 kelompok dipilih secara acak untuk mempresentasikan flowchart
(Lightning dan solusi mereka (@ 3 menit per kelompok). Kelompok lain
Presentation) memberikan apresiasi dan 1 pertanyaan konstruktif menggunakan
format: 'Saya mengapresiasi... dan ingin bertanya tentang...'
Jurnal Belajar Setiap peserta didik mengisi kartu refleksi 3-2-1:
(Refleksi ▪ 3 hal yang saya pelajari hari ini
Individu) ▪ 2 hal yang masih ingin saya dalami
▪ 1 hal yang akan saya terapkan dalam kehidupan nyata
Evaluasi Peserta didik merenungkan: 'Strategi apa yang paling efektif saat
Strategi Belajar memecahkan masalah tadi? Apakah saya perlu mengubah cara
berpikir saya?' Pertanyaan ini membangun metakognisi dan
kemandirian belajar.
3c. PENUTUP — Umpan Balik & Tindak Lanjut (± 15 menit)
Prinsip: BERMAKNA & MENGGEMBIRAKAN — Penutup bukan sekadar formalitas,
melainkan momen penguatan dan proyeksi ke depan.
Umpan Balik Guru memberikan umpan balik verbal atas 2–3 poin kekuatan yang
Konstruktif diamati selama pembelajaran (bukan pujian hampa, tetapi spesifik:
'Kelompok B berhasil mengidentifikasi 7 sub-masalah yang sangat
rinci!'). Guru juga menunjukkan 1–2 hal yang perlu diperkuat tanpa
menyebut nama peserta didik.
Penyimpulan Guru mengajak peserta didik menyimpulkan secara bersama
Bersama menggunakan teknik 'popcorn' — guru menunjuk acak, peserta didik
menyebutkan 1 hal utama yang dipelajari. Guru merangkum dalam
visual 'Pohon Berpikir Komputasional' di papan tulis.
Exit Ticket (Kuis Peserta didik menjawab 3 soal Quizizz/Mentimeter sebagai penilaian
Digital) cepat akhir pembelajaran (5 menit). Hasilnya langsung terlihat di
layar, guru merespon dengan meluruskan miskonsepsi yang muncul.
Preview Guru menyampaikan pratinjau menarik untuk pertemuan berikutnya:
Pembelajaran 'Pertemuan depan, kita akan menggunakan berpikir komputasional
Berikutnya untuk membuat program sederhana — pseudocode pertama kalian!'
Guru memberikan tugas ringan: amati 1 masalah di rumah dan
pikirkan bagaimana dekomposisi bisa membantu.
Penutup Hangat Guru menutup dengan apresiasi tulus kepada seluruh kelas dan
mengajak peserta didik untuk memberikan 'tepuk semangat'
bersama. Jika memungkinkan, guru memutar lagu energik singkat
sebagai pengisi suasana positif.
BAGIAN 4 — ASESMEN
4a. Asesmen pada Awal Pembelajaran (Asesmen Diagnostik)
Teknik Instrumen Tujuan & Tindak Lanjut
Berpikir Komputasional — Fase D | Kurikulum Merdeka 2025 | Halaman 7
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM — INFORMATIKA SMP KELAS 7 Fatimatus Zahro, [Link]., M.M.
Kuis Diagnostik Quizizz / Google Mengidentifikasi pengetahuan awal tentang
Digital Form (5–7 soal pola berpikir sistematis, pengalaman dengan
pilihan ganda + 1 instruksi terurut, dan pemahaman tentang
soal terbuka) 'komputer' secara luas. Hasilnya digunakan
untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan di
inti pembelajaran.
Pertanyaan Diskusi kelas Guru mengajukan 2–3 pertanyaan terbuka:
Pemantik Lisan terpandu (format 'Pernahkah kalian merasa masalah terlalu
whole-class) besar untuk dipecahkan sekaligus? Apa yang
kalian lakukan?' Respons peserta didik
dipetakan secara informal untuk menilai
kesiapan afektif dan kognitif.
Pemetaan Minat Kartu pilihan Peserta didik memilih konteks masalah yang
konteks masalah paling relevan dengan kehidupan mereka.
(opsional, 3 pilihan Hasil pemetaan digunakan untuk menentukan
topik) 'Kartu Kasus' yang paling kontekstual bagi
kelompok.
4b. Asesmen pada Proses Pembelajaran (Assessment for/as Learning)
Teknik Instrumen Deskripsi
Observasi Guru Lembar Observasi Guru mengamati dan mencatat: keterlibatan
(Formative) Guru (checklist aktif tiap anggota, kualitas diskusi (apakah
proses kerja semua berkontribusi?), ketepatan
kelompok) penggunaan konsep BK saat bekerja. Catatan
digunakan untuk memberikan umpan balik
real-time.
Penilaian Rubrik Penilaian Di akhir sesi kerja kelompok, setiap anggota
Sejawat (Peer Sejawat (4 aspek: menilai teman sekelompoknya menggunakan
Assessment) kontribusi, rubrik sederhana (skala 1–4). Hasilnya
komunikasi, sikap, dimasukkan ke dalam portofolio sebagai data
kualitas ide) asesmen formatif. Assessment as Learning:
peserta didik belajar menilai secara objektif.
Umpan Balik Sticky note 'Dua Setelah gallery walk, peserta didik
Berkelanjutan Bintang dan Satu memberikan umpan balik tertulis pada karya
Harapan' (2 Stars kelompok lain: 2 hal positif dan 1 saran
& 1 Wish) perbaikan. Ini melatih kemampuan evaluasi
kritis sekaligus membangun budaya saling
mendukung.
Jurnal Belajar Kartu Refleksi 3-2- Diisi di akhir sesi merefleksi. Guru membaca
Berkala 1 (fisik atau digital jurnal sebelum pertemuan berikutnya untuk
di Google mengidentifikasi miskonsepsi, pertanyaan
Classroom) peserta didik, dan kebutuhan belajar lanjutan.
Assessment for Learning: data untuk
perencanaan pembelajaran berikutnya.
Tanya Jawab Pertanyaan Saat rotasi monitoring, guru mengajukan 1–2
Lisan terbuka guru saat pertanyaan mendalam: 'Mengapa kalian
Berkeliling rotasi kelompok memilih langkah ini sebagai langkah pertama?
(teknik Socratic Adakah cara lain?' Ini menstimulasi penalaran
questioning) kritis dan mengungkap kedalaman
pemahaman.
Berpikir Komputasional — Fase D | Kurikulum Merdeka 2025 | Halaman 8
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM — INFORMATIKA SMP KELAS 7 Fatimatus Zahro, [Link]., M.M.
4c. Asesmen pada Akhir Pembelajaran (Assessment of Learning — Sumatif)
Teknik Instrumen Rubrik & Kriteria Penilaian
Penilaian Rubrik Penilaian ▪ Kelengkapan pilar BK (0–25): Apakah
Produk — Produk (4 dimensi) keempat pilar teridentifikasi dengan tepat?
Flowchart ▪ Kelogisan algoritma (0–25): Apakah
Algoritma langkah-langkah runtut, jelas, dan dapat
diikuti?
▪ Kreativitas & Orisinalitas (0–25): Apakah
solusi inovatif dan bukan sekadar meniru
contoh?
▪ Komunikasi Visual (0–25): Apakah
flowchart mudah dipahami, rapi, dan
informatif?
Penilaian Rubrik Presentasi ▪ Kejelasan isi & argumen (0–40): Apakah
Kinerja — (3 dimensi) solusi dijelaskan dengan logis dan
Presentasi terstruktur?
Kelompok ▪ Kemampuan komunikasi & interaksi (0–
30): Apakah kelompok mampu menjawab
pertanyaan dengan percaya diri?
▪ Kerja sama tim (0–30): Apakah semua
anggota berkontribusi aktif dalam
presentasi?
Exit Ticket Quizizz (10 soal: 7 Mengukur pemahaman individual tentang
Sumatif PG + 3 soal definisi dan aplikasi keempat pilar BK. Soal
aplikasi singkat) berbasis HOTS (C4–C6): analisis kasus,
identifikasi kesalahan pada algoritma yang
diberikan, dan mengusulkan perbaikan.
Portofolio Kumpulan: kartu Portofolio menunjukkan perkembangan
Pembelajaran kasus, mind-map, berpikir peserta didik dari awal hingga akhir
flowchart, jurnal pembelajaran. Dinilai berdasarkan kualitas
refleksi proses berpikir (bukan hanya hasil akhir) dan
kelengkapan dokumen. Dikumpulkan di akhir
unit berpikir komputasional.
📋 Catatan Pengembangan & Kolaborasi Guru
▪ Rancangan ini dapat disesuaikan dengan kondisi kelas, ketersediaan teknologi, dan
kebutuhan peserta didik yang bervariasi.
▪ Guru disarankan untuk berkolaborasi dengan guru Matematika (pola & logika) dan
Bahasa Indonesia (teks prosedur) untuk integrasi lintas disiplin yang lebih kuat.
▪ Peninjauan berkala (refleksi guru) direkomendasikan setelah setiap pertemuan
untuk perbaikan berkelanjutan.
▪ Dokumen ini mengacu pada Kurikulum Merdeka, Panduan Pembelajaran Mendalam
(Deep Learning) Kemendikbudristek 2025, dan kerangka CTL Johnson (2002).
Fatimatus Zahro, [Link]., M.M.
Guru Informatika — SMP | Tahun Pelajaran 2025/2026
Berpikir Komputasional — Fase D | Kurikulum Merdeka 2025 | Halaman 9