0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan6 halaman

KKTP

Dokumen ini menjelaskan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) untuk mata pelajaran IPAS kelas VI, mencakup tujuan pembelajaran, indikator penilaian, dan kriteria penilaian dari 'Baru Berkembang' hingga 'Mahir'. Setiap tujuan pembelajaran dipecah menjadi indikator yang menunjukkan tingkat pemahaman siswa tentang sistem gerak, sejarah Indonesia, dan geografi dunia. Penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi, menjelaskan, dan menerapkan pengetahuan dalam konteks yang relevan.

Diunggah oleh

titiksusanti812
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan6 halaman

KKTP

Dokumen ini menjelaskan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) untuk mata pelajaran IPAS kelas VI, mencakup tujuan pembelajaran, indikator penilaian, dan kriteria penilaian dari 'Baru Berkembang' hingga 'Mahir'. Setiap tujuan pembelajaran dipecah menjadi indikator yang menunjukkan tingkat pemahaman siswa tentang sistem gerak, sejarah Indonesia, dan geografi dunia. Penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi, menjelaskan, dan menerapkan pengetahuan dalam konteks yang relevan.

Diunggah oleh

titiksusanti812
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

MATA PELAJARAN IPAS — KELAS VI / FASE C

Mata Pelajaran : IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial)


Kelas / Fase : VI (Enam) / Fase C
Satuan Pendidikan : SD 4 Cranggang
Tahun Pelajaran : 2026 / 2027

No Baru Berkembang (Nilai


Tujuan Pembelajaran (TP) Layak (Nilai 41–60) Cakap (Nilai 61–80) Mahir (Nilai 81–100)
Urut 0–40)

Bab 1: Bagaimana Tubuh Kita Bergerak?


1.1 TP 1 (6.1.1): Peserta didik Indikator 1: Menyebutkan 1–2 Indikator 1: Menyebutkan Indikator 1: Mengidentifikasi Indikator 1: Mengidentifikasi dan menjelaskan
dapat mengidentifikasi organ organ sistem gerak (mis. minimal 3 organ sistem gerak tulang, sendi, dan otot peran spesifik setiap organ sistem gerak
tubuh yang berkaitan dengan tulang atau otot saja) tanpa (tulang, sendi, otot) dengan beserta fungsi utamanya (tulang, sendi, otot) secara lengkap, akurat,
sistem gerak (tulang, sendi, mampu membedakan benar meski belum dengan benar dan sistematis. dan menggunakan istilah ilmiah yang tepat.
otot) melalui pengamatan fungsinya. menjelaskan fungsi masing- Indikator 2: Mencocokkan Indikator 2: Menyajikan hasil identifikasi dalam
gambar dan model secara Indikator 2: Menunjuk gambar masing. nama dan posisi organ pada bentuk tabel/bagan yang rapi, membandingkan
tepat dan lengkap. organ gerak namun sering Indikator 2: Mencocokkan gambar/model dengan berbagai jenis sendi dan otot, serta
keliru atau tidak konsisten nama organ dengan gambar kebenaran >80% serta menghubungkan struktur organ dengan
antara nama dan gambar dengan tingkat kebenaran mampu mengelompokkan fungsinya dalam gerakan sehari-hari.
yang ditunjuk. 50–60%, masih terdapat jenis-jenisnya (mis. sendi
beberapa kekeliruan. peluru, sendi engsel).

1.2 TP 2 (6.1.2): Peserta didik Indikator 1: Menyebutkan Indikator 1: Menjelaskan Indikator 1: Menjelaskan Indikator 1: Menjelaskan mekanisme gerak
dapat menjelaskan cara tubuh bahwa tubuh bergerak tanpa bahwa tulang, sendi, dan otot mekanisme gerak secara secara lengkap, sistematis, dan menggunakan
bisa bergerak (mekanisme mampu menjelaskan bekerja bersama dalam istilah ilmiah yang tepat (kontraksi, relaksasi,
runtut: otot berkontraksi →
kerja tulang, sendi, dan otot) keterlibatan tulang, sendi, gerak, meski urutan atau antagonis, sinergis) disertai analogi atau
melalui diskusi dan dan otot secara bersamaan. penjelasannya kurang menarik tulang → terjadi diagram alur.
demonstrasi dengan uraian sistematis. gerakan pada sendi, dengan
Indikator 2: Mendeskripsikan Indikator 2: Menganalisis dan membandingkan
yang sistematis dan benar. mekanisme gerak hanya Indikator 2: Menggunakan contoh yang tepat. mekanisme berbagai jenis gerakan (mis. fleksi
berdasarkan pengamatan minimal 2 istilah ilmiah yang Indikator 2: Membedakan vs ekstensi) serta mampu menjawab
kasat mata tanpa benar (mis. kontraksi, gerak volunter dan involunter pertanyaan lanjutan tentang hubungan sistem
menggunakan konsep ilmiah relaksasi) namun belum serta mendemonstrasikan gerak dengan sistem lain (mis. sistem saraf).
(mis. 'otot menarik tulang'). mampu menghubungkan contoh gerakan dengan benar
antar-komponen secara utuh. menggunakan model atau
gerakan tubuh sendiri.

1.3 TP 3 (6.1.3): Peserta didik Indikator 1: Menyebutkan Indikator 1: Menyebutkan Indikator 1: Menjelaskan Indikator 1: Menjelaskan sistem saraf secara
dapat mengenal sistem saraf bahwa otak mengatur tubuh komponen utama sistem fungsi otak besar, otak kecil, komprehensif—meliputi saraf pusat dan tepi,
yang mengendalikan tubuh tanpa mampu menjelaskan saraf (otak besar, otak kecil, dan sumsum tulang belakang neuron, serta mekanisme penghantaran impuls
melalui membaca literatur dan komponen sistem saraf sumsum tulang belakang) secara tepat dan —menggunakan istilah ilmiah dan diagram
diskusi kelompok dengan lainnya (sumsum tulang dengan penjelasan fungsi menghubungkannya dengan yang akurat.
No Baru Berkembang (Nilai
Tujuan Pembelajaran (TP) Layak (Nilai 41–60) Cakap (Nilai 61–80) Mahir (Nilai 81–100)
Urut 0–40)
pemahaman konsep yang belakang, saraf tepi). yang sederhana. pengendalian gerak tubuh. Indikator 2: Menganalisis hubungan sistem
benar. Indikator 2: Tidak dapat Indikator 2: Membedakan Indikator 2: Menjelaskan saraf dengan sistem gerak, memberikan
membedakan gerak refleks gerak refleks dan gerak sadar mekanisme gerak refleks contoh gangguan sistem saraf dan dampaknya
dan gerak biasa, atau dengan benar meski belum terhadap kemampuan gerak, serta
(stimulus → reseptor → saraf
memberikan contoh yang mampu menjelaskan jalur mempresentasikan hasilnya secara mandiri
keliru. impuls sarafnya. aferen → sumsum tulang dan percaya diri.
belakang → efektor) dengan
contoh yang benar.

1.4 TP 4 (6.1.4): Peserta didik Indikator 1: Menyebutkan 1 Indikator 1: Menyebutkan Indikator 1: Menjelaskan Indikator 1: Menjelaskan berbagai perilaku
dapat menjelaskan cara cara menjaga kesehatan minimal 2 cara menjaga minimal 4 perilaku menjaga menjaga kesehatan sistem gerak secara
menjaga kesehatan sistem sistem gerak (mis. 'banyak kesehatan sistem gerak (mis. kesehatan sistem gerak komprehensif, menghubungkannya dengan
gerak dalam perilaku sehari- gerak') tanpa penjelasan olahraga teratur dan (postur tubuh, gizi, olahraga, pencegahan penyakit (osteoporosis, skoliosis),
hari melalui pembuatan poster yang spesifik atau ilmiah. konsumsi kalsium) dengan istirahat) beserta alasan dan mengaitkannya dengan kebiasaan sehari-
kesehatan dengan contoh Indikator 2: Membuat poster penjelasan dasar. ilmiahnya yang singkat. hari yang konkret.
tindakan nyata yang relevan. yang sangat sederhana, tidak Indikator 2: Membuat poster Indikator 2: Membuat poster Indikator 2: Membuat poster yang sangat
informatif, atau gambarnya dengan informasi yang cukup yang informatif, rapi, dan kreatif, informatif, dan persuasif;
tidak sesuai dengan tema jelas namun kurang menarik menarik dengan slogan, mencantumkan fakta ilmiah, ilustrasi orisinal,
kesehatan sistem gerak. atau kurang lengkap dalam gambar, serta pesan yang serta anjuran perilaku yang dapat langsung
mencakup berbagai aspek relevan dan mudah dipahami dipraktikkan oleh pembaca/teman sebaya.
kesehatan sistem gerak. oleh pembaca.

Bab 2: Cerita tentang Indonesia Kita


2.1 TP 5 (6.2.1): Peserta didik Indikator 1: Menyebutkan 1–2 Indikator 1: Menyebutkan Indikator 1: Menjelaskan Indikator 1: Menganalisis peran tokoh-tokoh
dapat mengenal sejarah tokoh sejarah Indonesia minimal 3 tokoh sejarah dan tokoh-tokoh utama sejarah sejarah Indonesia dalam berbagai periode
Indonesia (tokoh & periodisasi) namun tidak dapat periodisasi sejarah Indonesia Indonesia beserta peran dan secara mendalam, membandingkan antar-
dan menghubungkannya menjelaskan peran atau (pra-kolonial, kolonial, periode waktunya secara tokoh, dan menyajikan dalam bentuk timeline
dengan konteks kehidupan periode waktunya. kemerdekaan) secara garis akurat dalam alur kronologis atau narasi yang sistematis.
saat ini melalui penelusuran Indikator 2: Belum mampu besar. yang benar. Indikator 2: Menghubungkan berbagai
sumber sejarah dan diskusi. menghubungkan peristiwa Indikator 2: Mampu Indikator 2: Menghubungkan peristiwa sejarah dengan tantangan kehidupan
sejarah dengan kehidupan menyebutkan 1 contoh minimal 2 peristiwa sejarah kekinian secara kritis dan reflektif, serta
masa kini; jawaban bersifat hubungan antara peristiwa penting dengan kondisi/nilai mampu menjawab pertanyaan lanjutan dengan
hafalan tanpa pemahaman sejarah dan kehidupan saat kehidupan saat ini argumen yang berdasar.
konteks. ini, meski penjelasannya menggunakan penalaran
masih dangkal. yang logis.

2.2 TP 6 (6.2.2): Peserta didik Indikator 1: Menceritakan Indikator 1: Menceritakan Indikator 1: Menceritakan Indikator 1: Menceritakan kembali perjuangan
dapat menceritakan kembali perjuangan kemerdekaan garis besar perjuangan kembali perjuangan kemerdekaan secara sangat runtut, detail, dan
perjuangan bangsa Indonesia secara sangat singkat dan kemerdekaan secara runtut menarik—menggunakan data/fakta akurat, alur
bangsa Indonesia
melawan imperialisme dan tidak runtut, hanya menyebut dan kronologis dari masa logis, serta bahasa yang ekspresif dan tepat.
mencapai kemerdekaan nama peristiwa tanpa (perlawanan lokal → perlawanan fisik, pergerakan Indikator 2: Menganalisis faktor-faktor yang
melalui kajian teks sejarah dan penjelasan. pergerakan nasional → nasional, hingga proklamasi mempengaruhi keberhasilan perjuangan
role-play secara runtut dan Indikator 2: Tidak dapat proklamasi) meski urutan 17 Agustus 1945, dengan kemerdekaan, membandingkan strategi
tepat. membedakan perjuangan masih kurang tepat di fakta yang akurat. perjuangan fisik dan diplomatik, serta
sebelum dan sesudah beberapa bagian. Indikator 2: Menjelaskan menyajikannya dalam bentuk presentasi atau
No Baru Berkembang (Nilai
Tujuan Pembelajaran (TP) Layak (Nilai 41–60) Cakap (Nilai 61–80) Mahir (Nilai 81–100)
Urut 0–40)

Sumpah Pemuda, atau Indikator 2: Menyebutkan peran imperialisme dalam role-play yang hidup dan berkesan.
mencampur fakta sejarah minimal 3 peristiwa penting mendorong semangat
dengan hal yang tidak akurat. dalam perjuangan perjuangan dan
kemerdekaan dengan fakta mengidentifikasi minimal 5
yang sebagian besar benar. tokoh beserta perannya
dalam proses kemerdekaan.

2.3 TP 7 (6.2.3): Peserta didik Indikator 1: Menyebutkan Indikator 1: Mengidentifikasi Indikator 1: Merefleksikan Indikator 1: Merefleksikan nilai-nilai pahlawan
dapat merefleksikan semangat nilai-nilai pahlawan (mis. minimal 2 nilai pahlawan dan minimal 3 nilai juang secara mendalam dan kritis,
juang pahlawan dan berani, rela berkorban) tanpa menjelaskan secara pahlawan secara pribadi dan menghubungkannya dengan tantangan zaman
mengimplementasikannya mampu mengaitkannya sederhana bagaimana nilai menjelaskan implementasinya modern, serta merumuskan komitmen pribadi
dalam tindakan nyata melalui dengan perilaku diri sendiri. tersebut dapat ditiru dalam dalam konteks kehidupan yang konkret dan terukur.
proyek tindakan sosial. Indikator 2: Tidak kehidupan sehari-hari. sebagai pelajar saat ini. Indikator 2: Merancang, melaksanakan, dan
menghasilkan atau belum Indikator 2: Menghasilkan Indikator 2: Melaksanakan mengevaluasi proyek tindakan sosial yang
menyelesaikan rencana rencana tindakan sosial proyek tindakan sosial yang berdampak nyata bagi lingkungan sekolah
tindakan sosial; partisipasi sederhana meski nyata (mis. kampanye atau masyarakat; mampu mempresentasikan
dalam proyek sangat pelaksanaannya belum kebersihan, membantu proses dan hasil proyek secara persuasif
minimal. optimal atau dampaknya teman, kegiatan peduli disertai bukti/dokumentasi.
belum terukur. lingkungan sekolah) dan
mendokumentasikannya
dengan baik.

Bab 3: Pelesir Keliling Dunia


3.1 TP 9 (6.3.1): Peserta didik Indikator 1: Menyebutkan 3 Indikator 1: Menyebutkan Indikator 1: Mengidentifikasi Indikator 1: Mengidentifikasi keenam benua
dapat mengidentifikasi dari 6 benua di dunia namun keenam benua (Asia, Afrika, keenam benua beserta letak, secara komprehensif meliputi batas wilayah,
pembagian wilayah enam tidak dapat menunjukkan Amerika, Eropa, luas, dan karakteristik umum karakteristik geografis, dan negara-negara
benua dan ciri khas kondisi letaknya pada peta dengan Australia/Oseania, Antartika) masing-masing secara akurat utamanya; mampu menjelaskan tanpa bantuan
geografis berbagai negara benar. dan menunjukkan letaknya pada peta. peta.
melalui pengamatan peta dan Indikator 2: Menyebutkan ciri pada peta meski ada 1–2 Indikator 2: Mendeskripsikan Indikator 2: Menganalisis dan menyajikan
teks informasi secara tepat dan khas geografis 1 negara kekeliruan. dan membandingkan ciri khas perbandingan kondisi geografis berbagai
sistematis. secara umum tanpa detil Indikator 2: Mendeskripsikan kondisi geografis (iklim, negara dalam bentuk tabel atau infografis,
yang spesifik atau akurat. ciri khas geografis minimal 3 bentang alam, letak menghubungkan kondisi geografis dengan
negara dari benua yang astronomis) minimal 5 negara karakteristik penduduk dan budaya setempat.
berbeda dengan informasi dari berbagai benua dengan
yang sebagian besar benar. tepat.

3.2 TP 10 (6.3.2): Peserta didik Indikator 1: Menyebutkan Indikator 1: Mendeskripsikan Indikator 1: Mendeskripsikan Indikator 1: Mendeskripsikan dan menganalisis
dapat mengenali ciri khas nama 1–2 negara beserta 1 ciri khas dan bentang alam ciri khas budaya, geografi, ciri khas serta bentang alam populer dari
beberapa negara dan bentang ciri khasnya (mis. 'Jepang itu populer dari minimal 3 negara dan bentang alam populer berbagai negara secara mendalam,
alam populernya melalui studi ada Gunung Fuji') tanpa dengan informasi yang cukup dari minimal 5 negara secara membandingkan keunikan antar-negara, dan
kasus dan presentasi penjelasan lebih lanjut. (nama, lokasi, keunikan). informatif dan akurat. menghubungkannya dengan identitas budaya
multimedia dengan deskripsi Indikator 2: Presentasi sangat Indikator 2: Menyajikan Indikator 2: Menyajikan masing-masing.
yang informatif dan menarik. singkat, tidak terstruktur, dan presentasi yang terstruktur presentasi multimedia yang Indikator 2: Menyajikan presentasi multimedia
informasinya tidak memadai dengan slide/media terstruktur, menggunakan yang sangat informatif, kreatif, dan menarik;
untuk dipahami audiens. sederhana, meski gambar/video yang relevan, mampu menjawab berbagai pertanyaan
No Baru Berkembang (Nilai
Tujuan Pembelajaran (TP) Layak (Nilai 41–60) Cakap (Nilai 61–80) Mahir (Nilai 81–100)
Urut 0–40)

penyampaiannya kurang dan mampu menjawab 1–2 audiens secara percaya diri dan memberikan
lancar atau kurang menarik. pertanyaan dari audiens. informasi tambahan yang memperkaya
pemahaman.

3.3 TP 11 (6.3.3): Peserta didik Indikator 1: Menyebutkan 1 Indikator 1: Menjelaskan cara Indikator 1: Menganalisis cara Indikator 1: Menganalisis secara mendalam
dapat menganalisis negara- contoh negara yang 2 negara memanfaatkan minimal 3 negara cara berbagai negara mengoptimalkan kondisi
negara yang mampu memanfaatkan geografinya kondisi geografisnya (mis. memanfaatkan potensi geografisnya, mengidentifikasi pola-pola
memanfaatkan kondisi tanpa mampu menjelaskan Belanda memanfaatkan laut, geografisnya (pertanian, keberhasilan, dan mengevaluasi tantangan
geografisnya melalui studi cara atau alasannya. Arab Saudi memanfaatkan pariwisata, perdagangan, yang dihadapi masing-masing negara.
komparatif dan diskusi Indikator 2: Tidak dapat minyak bumi) secara energi) dengan penjelasan Indikator 2: Menyajikan hasil analisis
kelompok dengan argumen memberikan argumen yang sederhana. yang logis dan fakta yang komparatif yang didukung data
yang logis dan didukung data. logis; jawaban bersifat Indikator 2: Memberikan tepat. kuantitatif/kualitatif, mampu menarik
deskriptif dan tidak didukung argumen dengan 1–2 data Indikator 2: Membandingkan kesimpulan bermakna, dan mengusulkan
data atau fakta. pendukung, meski belum strategi pemanfaatan pelajaran yang dapat diambil Indonesia dari
membandingkan antar- geografis antar-negara dan negara-negara tersebut.
negara secara sistematis. mengidentifikasi faktor-faktor
keberhasilan masing-masing
dengan argumen yang
koheren.

3.4 TP 12 (6.3.4): Peserta didik Indikator 1: Menyebutkan 1 Indikator 1: Mengidentifikasi Indikator 1: Mengidentifikasi Indikator 1: Mengidentifikasi potensi wilayah
dapat mengidentifikasi potensi potensi wilayah sekitar (mis. minimal 3 potensi wilayah dan mendeskripsikan secara komprehensif, menganalisis peluang
wilayah di sekitar tempat 'ada sawah') tanpa mampu sekitar (alam, budaya, berbagai potensi wilayah dan tantangan pengembangan, serta
tinggal dan Indonesia sebagai menjelaskan nilai atau ekonomi) dan sekitar secara sistematis menyajikannya dalam bentuk peta potensi atau
bagian dari dunia melalui peluang pengembangannya. menjelaskannya secara (SDA, SDM, budaya, laporan yang terstruktur.
observasi lingkungan dan Indikator 2: Tidak dapat sederhana. pariwisata) beserta peluang Indikator 2: Menganalisis peran potensi lokal
diskusi. menghubungkan potensi Indikator 2: Menyebutkan pengembangannya. dalam konteks global, membandingkan
lokal dengan posisi Indonesia posisi strategis Indonesia di Indikator 2: Menjelaskan kekuatan Indonesia dengan negara lain, dan
di dunia global. dunia dan posisi Indonesia di antara merumuskan gagasan strategis untuk
menghubungkannya dengan negara-negara dunia dan mengoptimalkan potensi tersebut demi
1 potensi nasional yang menganalisis minimal 2 kesejahteraan masyarakat.
konkret. potensi Indonesia yang dapat
berkontribusi pada kancah
internasional.

Bab 4: Indonesia dan Masyarakat Dunia


4.1 TP 13 (6.4.1): Peserta didik Indikator 1: Menyebutkan Indikator 1: Menjelaskan Indikator 1: Menjelaskan Indikator 1: Menjelaskan berbagai bentuk
dapat menjelaskan bentuk- kata 'globalisasi' dan 1 pengertian globalisasi dan minimal 4 bentuk interaksi interaksi antarnegara secara komprehensif,
bentuk interaksi antarnegara contoh interaksi antarnegara menyebutkan minimal 2 antarnegara (perdagangan, menganalisis faktor-faktor pendorong
sebagai dampak (mis. 'beli barang dari luar bentuk interaksi antarnegara investasi, kerjasama budaya, globalisasi, dan mengevaluasi dampaknya
perkembangan globalisasi negeri') tanpa penjelasan beserta contoh konkretnya. transfer teknologi) beserta terhadap Indonesia dari berbagai dimensi
melalui analisis berita dan konsep. Indikator 2: Mengidentifikasi contoh yang relevan dan (sosial, ekonomi, budaya, iptek).
diskusi dengan contoh yang Indikator 2: Tidak dapat dampak positif dan negatif akurat dari berita/literatur. Indikator 2: Menganalisis berita terkini tentang
relevan dan tepat. membedakan jenis-jenis globalisasi secara umum Indikator 2: Menganalisis interaksi global secara kritis, mengidentifikasi
interaksi antarnegara tanpa analisis mendalam. dampak globalisasi terhadap peluang dan ancaman bagi Indonesia, serta
No Baru Berkembang (Nilai
Tujuan Pembelajaran (TP) Layak (Nilai 41–60) Cakap (Nilai 61–80) Mahir (Nilai 81–100)
Urut 0–40)

(ekonomi, budaya, politik, kehidupan sehari-hari di menyajikan argumentasi yang terstruktur dan
iptek). Indonesia dengan contoh berdasar fakta.
spesifik yang berimbang
(positif dan negatif).

4.2 TP 14 (6.4.2): Peserta didik Indikator 1: Menyebutkan Indikator 1: Menyebutkan Indikator 1: Menganalisis Indikator 1: Menganalisis peran Indonesia
dapat menganalisis peran nama 1 organisasi minimal 2 organisasi peran Indonesia dalam dalam berbagai forum kerja sama internasional
Indonesia dalam kerja sama internasional yang diikuti internasional dan minimal 3 kerja sama secara mendalam, membandingkan kontribusi
dunia untuk menghadapi Indonesia (mis. PBB) tanpa menjelaskan secara umum internasional (PBB, ASEAN, Indonesia dengan negara-negara lain, dan
tantangan global melalui kajian menjelaskan peran atau peran Indonesia di dalamnya. G20, dll.) dengan contoh mengevaluasi dampak nyata dari kerja sama
literatur dan presentasi. kontribusinya. Indikator 2: Mengidentifikasi 2 kontribusi nyata yang akurat. tersebut.
Indikator 2: Tidak dapat tantangan global (mis. Indikator 2: Menganalisis Indikator 2: Menyajikan presentasi yang
mengidentifikasi tantangan perubahan iklim, kemiskinan) hubungan antara tantangan komprehensif dan berbasis data tentang peran
global yang dihadapi dan menyebutkan upaya global dan respons Indonesia, strategis Indonesia di dunia global, mampu
Indonesia atau peran Indonesia secara sederhana. mengevaluasi efektivitas merespons pertanyaan kritis audiens, serta
Indonesia dalam peran Indonesia dengan mengusulkan langkah-langkah konkret untuk
mengatasinya. argumen yang logis. memperkuat peran Indonesia ke depan.

4.3 TP 15 (6.4.3): Peserta didik Indikator 1: Menyebutkan 1–2 Indikator 1: Menjelaskan Indikator 1: Menjelaskan Indikator 1: Menganalisis ancaman nyata
dapat memahami perannya budaya Indonesia yang pentingnya melestarikan berbagai bentuk budaya terhadap kelestarian budaya Indonesia
dalam menjaga kelestarian diketahui tanpa mampu budaya Indonesia di era Indonesia (tari, musik, bahasa (westernisasi, digitalisasi), membandingkan
budaya Indonesia melalui menjelaskan pentingnya globalisasi dan menyebutkan daerah, tradisi, kuliner) dan kondisi sebelum dan sesudah globalisasi, serta
eksplorasi budaya lokal dan pelestarian budaya. minimal 3 contoh budaya menganalisis tantangan mengevaluasi efektivitas upaya pelestarian
refleksi diri. Indikator 2: Tidak dapat lokal yang perlu dilestarikan. pelestariannya di era modern. yang ada.
mengidentifikasi tindakan Indikator 2: Mengidentifikasi Indikator 2: Merefleksikan Indikator 2: Merancang dan
konkret yang dapat dilakukan minimal 2 tindakan peran diri secara personal mengimplementasikan tindakan pelestarian
untuk melestarikan budaya; pelestarian budaya yang dalam melestarikan budaya, budaya yang kreatif dan berdampak (mis.
refleksi diri sangat dangkal. dapat dilakukan oleh pelajar merumuskan komitmen nyata, konten digital, festival mini, kampanye
dan menuliskan refleksi dan menyajikannya dalam sekolah), mendokumentasikannya, dan
sederhana. jurnal refleksi atau video mempresentasikan hasilnya secara persuasif
pendek yang informatif. kepada komunitas sekolah.

4.4 TP 16 (6.4.4): Peserta didik Indikator 1: Membuat produk Indikator 1: Membuat produk Indikator 1: Membuat produk Indikator 1: Merancang dan menghasilkan
dapat melakukan kampanye kampanye (poster/brosur) kampanye dengan topik yang kampanye yang informatif, produk kampanye yang sangat kreatif,
salah satu topik yang sangat sederhana jelas, pesan utama yang menarik secara visual, dan profesional, informatif, dan persuasif—
(globalisasi/isu dengan informasi minimal, dapat dipahami, dan tampilan memiliki pesan ajakan (call- menggabungkan data, argumen, visual
dunia/pelestarian budaya) tidak memiliki pesan utama yang cukup rapi. to-action) yang jelas dengan menarik, dan pesan ajakan yang kuat.
melalui produk kampanye yang jelas. Indikator 2: Kampanye konten yang akurat dan Indikator 2: Melaksanakan kampanye yang
kreatif yang informatif, Indikator 2: Kampanye tidak mencantumkan minimal 2 relevan. berdampak nyata (dibuktikan dengan respons
menarik, dan berdampak. disertai data/fakta pendukung fakta/data pendukung dan Indikator 2: Menyampaikan audiens, perubahan perilaku, atau penyebaran
dan tidak mampu menarik disampaikan kepada audiens kampanye kepada audiens pesan); mampu mengevaluasi efektivitas
perhatian atau mengubah meski respon audiens masih secara langsung atau digital kampanye secara mandiri dan menyarankan
perspektif audiens. terbatas. dengan efektif, perbaikan.
mencantumkan data
pendukung yang valid, dan
mampu menjawab
pertanyaan dasar dari
No Baru Berkembang (Nilai
Tujuan Pembelajaran (TP) Layak (Nilai 41–60) Cakap (Nilai 61–80) Mahir (Nilai 81–100)
Urut 0–40)

audiens.

Keterangan Predikat Ketercapaian


Baru Berkembang (0–40): Peserta didik belum mencapai tujuan pembelajaran;
memerlukan bimbingan intensif.

Layak (41–60): Peserta didik menunjukkan pemahaman dasar namun masih


memerlukan pendampingan.

Cakap (61–80): Peserta didik mencapai tujuan pembelajaran dengan baik dan
mandiri.

Mahir (81–100): Peserta didik melampaui tujuan pembelajaran; mampu


menganalisis dan mencipta secara mandiri.

Pernyataan Ketercapaian: Peserta didik dinyatakan telah mencapai Tujuan Pembelajaran apabila kriteria capaiannya berada pada predikat Cakap (nilai 61) atau lebih tinggi.
Catatan: Peserta didik yang berada pada predikat Baru Berkembang dan Layak wajib mengikuti program remedial. Peserta didik yang berada pada predikat Mahir dapat mengikuti program pengayaan sesuai
arahan guru.

Mengetahui,
Kepala SD 4 Cranggang Guru Kelas 6

Iswigati Martani, [Link] Titik Susanti, [Link]


NIP. 19840316 200903 2 010 NIP. 19950128 201903 2 018

Anda mungkin juga menyukai