RK3K
RENCANA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA KONTRAK
Rencana K3 Kontrak
(RK3K)
RK3K adalah dokumen lengkap rencana
penyelenggaraan SMK3 Konstruksi Bidang PU dan
merupakan satu kesatuan dengan dokumen
kontrak suatu pekerjaan konstruksi, yang dibuat
oleh Penyedia Jasa dan disetujui oleh Pengguna
Jasa, untuk selanjutnya dijadikan sebagai sarana
interaksi antara Penyedia Jasa dengan Pengguna
Jasa dalam penyelenggaraan SMK3 Konstruksi
Bidang PU.
2
Jenis K3 Kontrak (RK3K)
PEMILIHAN PENYEDIA KONTRAK
BARANG/JASA Kepri 29 Nopember 2010 3
A. KEBIJAKAN K3
................................................................................................................................................
[diisi oleh penyedia jasa berupa pernyataan tertulis yang berisi komitmen untuk menerapkan K3 berdasarkan skala risiko
dan peraturan perundang-undangan K3 yang dilaksanakan secara konsisten]
Perusahaan Penyedia Jasa harus menetapkan Kebijakan K3 pada kegiatan konstruksi yang dilaksanakan.
Kebijakan K3 yang ditetapkan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta peningkatan berkelanjutan
SMK3;
Mencakup komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3;
Sebagai kerangka untuk menyusun sasaran K3.
B. PERENCANAAN K3
Di dalam membuat rencana K3, PPK memberikan identifikasi awal dan penyedia jasa harus menyampaikan pengendalian
risiko pada saat penawaran berdasarkan identifikasi awal tersebut.
B.1. Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian Risiko K3, Program K3, Dan Biaya
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Sasaran K3 Proyek, Pengendalian Risiko K3, Program K3, dan
Biaya K3 sesuai dengan format pada Tabel 1.
TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO,
PENGENDALIAN RISIKO K3, PROGRAM K3, DAN BIAYA
Nama Perusahaan : ..................
Kegiatan : ..................
halaman : ….. / …..
Ketentuan Pengisian Tabel 1:
Kolom (1), (2) dan (3) diisi oleh PPK di dalam dokumen pengadaan;
Kolom (4) sampai dengan (7) diisi oleh Penyedia Jasa pada saat penawaran;
B.2. Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya
Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang digunakan sebagai
acuan dalam melaksanakan SMK3 Konstruksi Bidang PU antara lain sebagai berikut :
[Link] No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
[Link] Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan SMK3;
............. [diisi Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 lainnya yang
digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan SMK3 Konstruksi Bidang PU]
PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) .........................
[pilih yang sesuai dan cantumkan nama]
..........................
Jabatan
Pengendalian Operasional K3
Pengendalian operasional berupa prosedur kerja/petunjuk kerja, yang harus
mencakup upaya pengendalian seluruh kegiatan konstruksi di tempat kerja,
diantaranya :
1. Menunjuk Penanggung Jawab Kegiatan SMK3 Konstruksi yang dituangkan
dalam Struktur Organisasi K3 beserta Uraian Tugas;
2. Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan;
3. Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat kerja;
4. Program-program detail pelatihan sesuai upaya pengendalian;
5. Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan;
6. Disesuaikan kebutuhan tingkat pengendalian risiko K3, identifikasi
bahaya, penilaian risiko dan pengendaliannya.
CONTOH DOKUMEN PENGENDALIAN OPERASIONAL
DOKUMEN PROSEDUR PEMENUHAN K3
No Kode dokumen Uraian P-D-C-A
1 P6-WK-K3LM-01 Penilaian Risiko
2 P6-WK-K3LM-02 Peraturan dan Undang-Undang PLAN
3 P6-WK-K3LM-03 Rencana K3LM
4 P6-WK-K3LM-04 Dokumentasi, Pengendalian Dokumen & Rekaman
5 P6-WK-K3LM-05 Konsultasi dan Komunikasi
6 P6-WK-K3LM-06 Perolehan Kontrak Baru
7 P6-WK-K3LM-07 Rekruitment dan Pelatihan
8 P6-WK-K3LM-08 Prasarana & Lingkungan Kerja
9 P6-WK-K3LM-09 Desain & Pengembangan DO
10 P6-WK-K3LM-10 Pembelian
11 P6-WK-K3LM-11 Identifikasi & Mampu Telusur Produk ( IMTP )
12 P6-WK-K3LM-12 Identifikasi, Penanganan ,Penyimpanan & Perlindungan Produk
13 P6-WK-K3LM-13 Pengendalian Proses Produksi
14 P6-WK-K3LM-14 Kesiagaan & Tanggap Darurat
15 P6-WK-K3LM-15 Pemantauan dan Pengukuran
16 P6-WK-K3LM-16 Rapat Koordinasi & RTM
CHECK
17 P6-WK-K3LM-17 Audit Internal
18 P6-WK-K3LM-18 Analisa Data
19 P6-WK-K3LM-19 Tindakan Koreksi & Pencegahan
ACTION
9
20 P6-WK-K3LM-20 Perbaikan Berkelanjutan
RK3K Pelaksanaan Pekerjaan
Penyedia Jasa yang telah ditetapkan sebagai pemenang,
wajib melengkapi/ menyempurnakan identifikasi
bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko K3 untuk
diserahkan, dibahas, dan ditetapkan pada saat Rapat
Persiapan Pelaksanaan Kontrak/Pre Construction Meeting
(PCM) sesuai lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan.
Rencana K3 Kontrak (RK3K)
Pelaksanaan
A. KEBIJAKAN K3
[Berupa pernyataan tertulis yang berisi komitmen untuk menerapkan K3
berdasarkan skala risiko dan peraturan perundang-undangan K3 yang
dilaksanakan secara konsisten dan harus ditandatangani oleh manajer
proyek/kepala proyek]
1. Perusahaan Penyedia Jasa harus menetapkan Kebijakan K3 pada
kegiatan konstruksi yang dilaksanakan.
2. Kepala proyek/project manager harus mengesahkan Kebijakan K3
3. Kebijakan K3 yang ditetapkan harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
• Mencakup komitmen untuk mencegah kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja serta peningkatan berkelanjutan SMK3;
• Mencakup komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-
undangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3;
• Sebagai kerangka untuk menyusun sasaran K3.
SISTIM MANAJEMEN K3-PU KEBIJAKAN K3
Kita, Segenap jajaran PT Abdi Karya (Persero) tbk selalu mengemban kepercayaan dengan :
Meningkatkan mutu dan cara kerja senantiasa berupaya mencegah terjadinya
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
Melaksanakan pekerjaan berdasarkan peraturan perundang undangan K3 dan
lingkungan serta menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman dan sehat
Melaksanakan kegiatan sesuai dengan ketentuan dan mencegah ketidak sesuaian pada
semua tahapan
Melakukan perbaikan kinerja K3 secara berkelanjutan; untuk memenuhi kepuasan
pelanggan dan stakeholder lainnya.
Jakarta, 23 Nopember 2015
PT Abdi Karya (Persero), Tbk
Direksi,
Ttd
M. Saiful Abdi
Direktur Utama
13
B. ORGANISASI K3
Diisi dengan:
[Link] Organisasi
[Link] Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang
[Link] yang diperlukan oleh personil pada organisasi K3
14
Contoh Struktur
Organisasi K3
Suatu organisasi yang berada di dalam suatu perusahaan
yang mengurusi segala bentuk permasalahan mengenai
keselamatan dan kesehatan kerja para karyawan di
perusahaan yang bersangkutan.
15
STRUKTUR ORGANISASI PROYEK :
MENGGAMBARKAN POSISI K3 MEMADAI UNTUK BERJALAN
TANGGUNGJAWAB UTAMA :
MANAJER PROYEK
K3
MANAJER K3
16
Contoh Struktur Organisasi
Tanggap Darurat
C. PERENCANAAN K3
Dalam membuat rencana K3, PPK memberikan identifikasi
awal dan Penyedia Jasa harus menyampaikan
pengendalian risiko pada saat penawaran berdasarkan
identifikasi awal tersebut.
[Link] Bahaya, Penilaian Risiko dan Pengendalian
Risiko K3
[Link] Peraturan Perundang-undangan dan
Persyaratan lainnya
[Link] dan Program K3
20
Identifikasi bahaya,
Penilaian Risiko K3 dan
Pengendalian Risiko K3
21
CONTOH Tabel 2.1: Identifikasi Bahaya,
Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian
Risiko K3 dan Penanggung Jawab K3
22
Ketentuan Pengisian
Kolom (1), (2) dan (3) diisi oleh PPK dan dimuat dalam dokumen
pengadaan;
Kolom (1), (2) dan (3) dilengkapi sesuai kebutuhan lapangan oleh
Penyedia Jasa untuk diserahkan, dibahas dan ditetapkan pada saat
PCM;
Kolom (8) diisi oleh Penyedia Jasa pada saat penawaran (belum
memperhitungkan penilaian risiko dan skala prioritas);
Kolom (4), (5), (6), (7), (8) dan (9) diisi oleh Penyedia Jasa dengan
menyesuaikan dengan kolom (1), (2) dan (3) yang dilengkapi/
disempurnakan untuk diserahkan, dibahas dan ditetapkan pada saat
PCM (telah memperhitungkan penilaian risiko dan skala prioritas).
23
Cara Pengisian
Kolom (1) : Nomor urut uraian pekerjaan, diisi oleh PPK dalam dokumen
pengadaan.
Kolom (2) : - Pada saat proses penawaran, kolom (2) diisi pekerjaan berisiko
K3 yang ditetapkan oleh PPK yang dituangkan dalam
dokumen lelang.
- Pada saat Penyedia Jasa ditetapkan sebagai pemenang lelang,
kolom (2) diisi seluruh item pekerjaan yang mempunyai risiko
K3 yang tertuang di dalam dokumen pelelangan untuk
diserahkan dan dibahas pada saat Pre Construction Meeting untuk
ditetapkan oleh PPK.
Kolom (3) : Diisi dengan identifikasi bahaya yang akan timbul, diisi
oleh PPK dalam dokumen pengadaan.
Kolom (4) : Diisi dengan nilai (angka) kekerapan terjadinya
kecelakaan (penjelasan rinci lihat di lampiran 1), wajib diisi oleh
Penyedia Jasa untuk diserahkan, dibahas, dan ditetapkan pada
saat Pre Construction Meeting.
Kolom (5) : Diisi dengan nilai (angka) keparahan (penjelasan rinci
lihat di lampiran 1) 24
………lanjutan
Kolom (6) : Perhitungan Tingkat Risiko K3 adalah Nilai
Kekerapan x Keparahan (penjelasan rinci lihat di
lampiran 2);
Kolom (7) : Penetapan skala prioritas ditetapkan berdasarkan
item
pekerjaan yang mempunyai tingkat risiko K3 tinggi,
sedang dan rendah, dengan penjelasan :
prioritas 1 (risiko tinggi), prioritas 2 (risiko sedang),
dan prioritas 3 (risiko rendah).
Apabila tingkat risiko dinyatakan tinggi, maka item
pekerjaan tersebut menjadi prioritas utama (peringkat 1)
dalam upaya pengendalian risiko K3.
25
………lanjutan
Kolom (8) : Diisi bentuk pengendalian risiko K3.
Bentuk pengendalian risiko menggunakan hirarki
pengendalian risiko (Eliminasi, Substitusi,
Rekayasa, Administrasi, Alat Pelindung Diri *))
Kolom (9) : Diisi penanggung jawab (nama petugas) pengendali
risiko K3
26
Cara Pengendalian
Resiko K3
Eliminasi adalah mendesain ulang pekerjaan atau mengganti material/
bahan sehingga bahaya dapat dihilangkan atau dieliminasi.
Contoh: seorang pekerja harus menghindari bekerja di ketinggian namun
pekerjaan tetap dilakukan dengan menggunakan alat bantu.
Substitusi adalah mengganti dengan metode yang lebih aman dan/ atau
material yang tingkat bahayanya lebih rendah.
Contoh: penggunaan tangga diganti dengan alat angkat mekanik kecil
untuk bekerja di ketinggian.
Rekayasa teknik adalah melakukan modifikasi teknologi atau peralatan
guna menghindari terjadinya kecelakaan.
Contoh: menggunakan perlengkapan kerja atau peralatan lainnya untuk
menghindari terjatuh pada saat bekerja di ketinggian. 27
………lanjutan
Administrasi adalah pengendalian melalui pelaksanaan prosedur
untuk bekerja secara aman.
Contoh: pengaturan waktu kerja (rotasi tempat kerja) untuk
mengurangi terpaparnya/ tereksposnya pekerja terhadap sumber
bahaya, larangan menggunakan telepon seluler di tempat tertentu,
pemasangan rambu-rambu keselamatan .
Alat Pelindung Diri (APD) adalah alat pelindung diri yang
memenuhi standard dan harus dipakai oleh pekerja pada semua
pekerjaan sesuai dengan jenis pekerjaannya.
Contoh: Pemakaian kacamata las dan sarung tangan kulit
pada pekerjaan pengelasan.
28
C.2. Pemenuhan Peraturan Perundang-
Undangan dan Persyaratan Lainnya
Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan
K3 yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan
SMK3 Konstruksi Bidang PU antara lain sebagai berikut :
UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang
Penerapan SMK3;
dan seterusnya.
29
Contoh Pemenuhan Peraturan
Perundang-Undangan
UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa
Konstruksi;
Peraturan Pemerintah Nomor 50
tahun 2012 tentang Penerapan
SMK3;
Surat Keputusan Bersama Menteri
Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan
Umum No. KEP.174/MEN/86 dan
No. 104/KPTS/1986
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
No. 05/PRT/M/2014
Dan peraturan terkait lainnya
30
Contoh
Pemenuhan
Peraturan
Perundang-
Undangan
JKS-BINTEK SMK3 -2014 31
C.3. Sasaran dan Program K3
Sasaran
1. Sasaran Umum:
Nihil Kecelakaan Kerja yang fatal (Zero Fatal Accident)
pada pekerjaan konstruksi.
2. Sasaran Khusus:
Sasaran khusus adalah sasaran rinci per kegiatan yang
berisiko K3 yang disusun guna tercapainya Sasaran Umum.
32
Program
Ketentuan dalam penyusunan progam K3:
1. Program K3 dibuat, diterapkan dan dipelihara untuk mencapai
sasaran K3.
2. Penunjukkan penanggung jawab pelaksana program K3 pada setiap
item pekerjaan yang berisiko K3;
3. Cara dan jangka waktu untuk melaksanakan program; dan
4. Mengkaji program secara rutin dan terencana, dan
menyesuaikannya jika perlu, untuk memastikan sasaran itu tercapai.
Penyusunan program K3 sesuai dengan Tabel 2.3. Contoh
Tabel Sasaran dan Program K3.
33
Contoh Tabel 2.3: Sasaran dan Program K3)
Contoh Tabel
Sasaran &
Program
JKS-BINTEK SMK3-2014
34
Contoh Tabel
Sasaran & Program
Ketentuan Pengisian
1. Kolom (1) diisi dengan nomor urut;
2. Kolom (2) diisi oleh PPK, diambil dari Tabel 2.1. Kolom (2);.
3. Kolom (3) diisi oleh Penyedia Jasa, diambil dari Tabel 2.1.
Kolom (8), untuk diserahkan, dibahas, dan ditetapkan
pada saat Pre Construction Meeting (PCM);
5. Kolom (4)-(10) diisi oleh Penyedia Jasa pada saat penawaran dan
PCM (telah memperhitungkan penilaian risiko dan skala prioritas,
sehingga dapat memperhitungkan Biaya K3 dari hasil penyusunan
Program K3 pada Kolom (6) dan Kolom (7));
36
……….lanjutan
5. Cara Pengisian
Kolom (1) : Nomor urut kegiatan;
Kolom (2) : Uraian pekerjaan sesuai dengan tahapan pekerjaan;
Kolom (3) : Upaya pengendalian merujuk pada Tabel 2.1 kolom (8);
Kolom (4) : Uraian dari sasaran yang ingin dicapai terhadap upaya
pengendalian pada kolom (3);
Kolom (5) : Tolok ukur merupakan ukuran yang bersifat kualitatif
ataupun kuantitatif terhadap pencapaian sasaran pada
kolom (4);
Kolom (6) : Sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan
program kerja atas sasaran yang hendak dicapai dari
kolom (5);
37
……….lanjutan
Kolom (7) : Jangka waktu yang ditetapkan untuk melaksanakan
program kerja atas sasaran yang hendak dicapai;
Kolom (8) : Indikator pencapaian adalah ukuran keberhasilan
pelaksanaan program;
Kolom (9) : Bentuk-bentuk monitoring yang dilaksanakan dalam
rangka memastikan bahwa pencapaian sasaran dipenuhi
sepanjang waktu pelaksanaan;
Kolom (10) : Penanggung jawab pelaksana program;
38
D. Pengendalian Operasi K3
Pengendalian operasi berupa prosedur kerja/petunjuk kerja yang harus
mencakup seluruh upaya pengendalian pada Tabel 2.1, diantaranya :
1. Menunjuk Penanggung Jawab Kegiatan SMK3 Konstruksi yang
dituangkan dalam Struktur Organisasi K3 beserta Uraian Tugas;
2. Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan sesuai pada contoh
Tabel 1.2;
3. Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat kerja;
4. Program-program detail pelatihan sesuai upaya pengendalian pada
contoh Tabel 1.2;
5. Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan;
6. Disesuaikan kebutuhan tingkat pengendalian risiko K3 seperti
yang tertera pada contoh Tabel 2.1 identifikasi bahaya, penilaian risiko dan
pengendaliannya, kolom (6), (7), dan (8).
39
JKS-BINTEK SMK3-2014
CONTOH
CONTOH
42
JKS-BINTEK SMK3 -2014
Sarana
PENGAWASAN - INSPEKSI
Inspeksi Gondola Inspeksi Gondola
Inspeksi Gondola Inspeksi Gondola
JKS-BINTEK SMK3 -2014 43
LAPORAN INSPEKSI K3K
(Keselamatan & Kesehatan Kerja Konstruksi
)
JKS-BINTEK44
SMK3 -2014
LAPORAN KETIDAKSESUAIAN K3K
(Keselamatan & Kesehatan Kerja Konstruksi )
JKS-BINTEK45
SMK3 -2014
LAPORAN KECELAKAAN KERJA,
INVESTIGASI DAN PENYELESAIAN
Proyek : No : Hal :…../……
A. LAPORAN KECELAKAAN
1. Informasi Umum
Hari kejadian Kecelakaan : Jam kejadian kecelakaan : Cuaca : Cerah Mendung
Tgl Kejadian Kecelakaan : Tempat Kecelakaan : Hujan
2. Klasifikasi kecelakaan : Fatal Raw at Medis/Inap P3K (laporan yg diisi cukup no.1, 4, 6, 7, 9 & usia)
Tindakan Medis Hilang bagian tubuh Property/alat rusak
3. Data Korban Kecelakaan 4. Status Korban
Nama Korban : Kecelakaan Fatal Pekerja/Staf
Identitas KTP / SIM No : Pekerja
Usia : Nama Perusahaan / Mandor
Alamat :
5. Tindakan Awal yang dilakukan terhadap korban Jabatan / jenis pekerjaan
P3K dikirim ke RS 46
47 JKS-BINTEK SMK3 -2014
E. PEMERIKSAAN DAN
EVALUASI KINERJA K3
Kegiatan pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada kegiatan
yang dilaksanakan pada Elemen Pengendalian dan Operasi K3, berdasarkan upaya
pengendalian pada Elemen Perencanaan K3
Perencanaan K3
Pemeriksaan
dan Evaluasi
Pengendalian dan Operasi
Sarana
PEMERIKSAAN DAN EVALUASI KINERJA K3
Audit Internal Audit Internal
Audit Internal
Audit Internal
50
F. TINJAUAN ULANG PENERAPAN
SMK3 KONSTRUKSI
Tinjauan ulang penerapan SMK3 Konstruksi dilakukan secara berkala sesuai
jadwal dalam program K3.
Tinjauan ulang membahas hasil evaluasi /inspeksi dan kesesuaiannya terhadap:
Kebijakan K3;
Sasaran dan Program K3;
Hasil temuan inspeksi penerapan K3; dan
Efektifitas penerapan SMK3 Konstruksi
Keselamatan Kerja /terjadi kecelakaan kerja
Elemen 5.1.
TINJAUAN MANAJEMEN
Nomor : 5.1./SMK3/UT/2011
Revisi ke : 00 (draft)
Tanggal Berlaku : …………………………..
RISALAH RAPAT TINJAUAN MANAGEMENT
Hari/Tanggal :
Waktu :
Tempat :
Peserta : (Daftar Hadir Terlampir)
Rencana Tindak Target
No Permasalahan Status PIC
Lanjut Waktu
………………………………………, …………………. 2011
Disetujui oleh: Dibuat oleh:
(…………………………………………..) (…………………………………………..)
Dewan Direksi Project Manager
CHEKLIST MONITORING SMK3 KONSTRUKSI
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DAN PERUMAHAN RAKYAT
1. ASPEK K3 DALAM KONDISI UMUM
2. ASPEK K3 DALAM PENGOPERASIAN ALAT BERAT,
GENERATOR SET, POWER TOOL DAN PANEL
3. ASPEK K3 PADA PEKERJAAN SECARA UMUM
4. PENGENDALIAN BAHAYA KHUSUS PADA
PEKERJAAN BANGUNAN GEDUNG DAN
BANGUNAN PERUMAHAN
5. PENGENDALIAN BAHAYA KHUSUS PADA
PEKERJAAN JALAN DAN JEMBATAN
6. PENGENDALIAN BAHAYA KHUSUS PADA
PEKERJAAN BENDUNGAN DAN IRIGASI
A ASPEK K3 PADA KONDISI UMUM
Undang-Undang RI No.14
Tahun 2008 Tentang
Gerbang Proyek/ Terdapat Papan Papan Nama Proyek, Nama
Keterbukaan Informasi Publik
1 Akses Masuk a Nama Informasi Kontraktor, Nama Konsultan,
Pasal 15 Huruf (d.).
Proyek Proyek Nilai Proyek, IMB dll
Lampiran II Permen PU
No.12/PRT/M/2014, B.3 (b)
Pagar proyek dalam kondisi
baik, lurus, rata, vertikal,
terawat, di cat, tidak ada bagian
yang rusak/ jebol/ rubuh, kuat Permenaker No. 1 tahun 1980
Pagar pengaman menahan laju kendaraan yang Bab 2, Pasal 5 (1), Permen PU
b
area proyek hilang kendali, dapat No. 19/PRT/M/2011, Pasal 34
mengurangi dampak (b) & Pasal 36
kecelakaan dan jarak paling
dekat dengan marka jalan
sejauh 0.6m
Terpasang bendera K3,
Bendera Merah Putih dan
Kepmenaker No.1135 tahun
c Bendera bendera perusahaan, posisi
1987 : Bendera K3
bendera merah putih lebih
tinggi dari bendera lainnya
TERIMA KASIH
Direktorat Bina Penyelenggaraan Jasa Konstruksi,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru-Jakarta Selatan 12110
Telp./ fax : (021) 7227228