Deklarasi Universal HAM
Kovenan Hak Sipil dan Politik
Kovenan Hak Ekonomi, Sosial
dan Budaya
Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 Tentang : Hak Asasi Manusia
Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:
1. Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada
hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Mha Esa dan
merupakan anugrah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan
dilindungi oleh negara hukum, Pemerintahan, dan setiap orang demi
kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.
2. Kewajiban dasar manusia adalah seperangkat kewajiban yang
apabila tidak dilaksanakan, tidak memungkinkan terlaksana dan
tegaknya hak asasi manusia.
Sekilas tentang DUHAM
1. Ikrar penghargaan terhadap HAM. Ditandatangani 48 anggota Majelis
Umum PBB pada 10 Desember 1948.
2. Teks modern pertama tentang HAM.
3. Dilatarbelakangi oleh beragam kekejaman terhadap manusia yang
terjadi di berbagai negara, Soviet, Jerman, Jepang, dan beberapa
kekejaman yang lain
4. Memberikan mekanisme legal untuk menantang kedaulatan negara
yang secara internal bersifat represif.
5. Tidak hanya mengandung nilai-nilai liberal Barat karena DUHAM juga
menjamin hak ekonomi, sosial dan budaya
6. Martabat manusia sebagai landasan Deklarasi Universal HAM
o Deklarasi menghendaki pendapat dunia internasional tehadap hak
asasi manusia
o Tidak mengikat secara hukum
o Semua negara setuju dengan teks akhir Deklarasi Universal HAM
o Setiap negara yang ingin masuk ke dalam keanggotaan PBB harus
menyepakati syarat-syarat di dalamnya
o Semua anggota PBB sepakat untuk untuk menghormati hak asasi
manusia ketika mereka masuk ke dalam organisasi ini
o DUHAM menjadi akar dari perumusan kebanyakan instrumen hak
asasi manusia internasional
o Banyak negara telah telah mengadopsi isi DUHAM ke dalam
peraturan-peraturan yang dibuat di level nasional
PBB dan DUHAM
Instrumen internasional diawali dengan pembentukan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1945 dan kerja
Komisi Hak Asasi Manusia PBB (komisi fungsional di bawah
Dewan Ekonomi dan Sosial PBB) yang merumuskan tabulasi hak
dan kebebasan dasar manusia yang dapat diterima
PBB didirikan tujuan utamanya adalah memelihara perdamaian
dan keamanan (dapat mencegah konflik bersenjata yang
selalu mewarnai hubungan internasional, utamanya perang
dunia II
DUHAM adalah elemen pertama dari peraturan perundang-
undangan HAM internasional (international bill of rights) yang
berisi tabulasi hak dan kebebasan fundamental, baik itu
Kovenan International tentang Hak Sipil dan Politik dan Kovenan
Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya
Kovenan Hak Sipil dan Politik
Hak-hak sipil dan politik diatur dalam International Covenan on Civil
and Political Rights (ICCPR). Saat ini telah diratifikasi Indonesia lewat UU
No. 12 tahun 2005.
Kovenan dimasukkan sebagai international Bill of Human Rights, karena
tingkat universalitasnya yang tinggi
Hak Sipil dan Politik terkategori sebagai hak-hak negatif (negatif rights)
yang berarti bahwa hak-hak dan kebebasan dijamin akan dapat
terpenuhi apabila peran negara terbatasi dan minus. Intervensi
terhadap hak-hak sipil dan politik berdampak terhadap pelanggaran
HAM
Hak-Hak Sipil dan Politik Meliputi
1. Hak hidup
2. Hak bebas dari penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi
3. Hak bebas dari perbudakan dan kerja paksa
4. Hak atas kebebasan dan keamanan pribadi
5. Hak atas kebebasan bergerak dan berpindah
6. Hak atas pengakuan dan perlakuan yang sama dihadapan hukum
7. Hak untuk bebas berfikir, berkeyakinan dan beragama
8. Hak untuk bebas berpendapat dan berekspresi
9. Hak untuk berkumpul dan berserikat
10. Hak untuk turut serta dalam pemerintahan
Perbedaan Hak Sipil Dan Politik
Hak sipil adalah hak kebebasan fundamental yang diperoleh sebagai
hakikat dari keberadaan seorang manusia. Hak politik ialah hak dasar dan
bersifat mutlak yang melekat di dalam setiap warga Negara yang harus dijunjung
tinggi dan di hormati oleh Negara dalam keadaan apapun.
Hak Non Derogable dan Derogable
Hak-hak sipil dan politik terklasifikasi menjadi dua, yaitu :
1. Hak katagori non derogable rights : hak-hak yang
bersifat absolut, yang pemenuhannya tidak boleh
dikurangi oleh negara, walaupun dalam keadaan
darurat. Hak-hak ini meliputi : hak atas hidup, hak
bebas dari penyiksaaan, hak bebas dari
perbudakan, hak bebas dari penahanan karena
gagal memenuhi perjanjian hutang, hak bebas
dari pemidanaan yang berlaku surut, hak sebagai
subyek hukum, dan hak kebebasan berfikir,
berkeyakinan dan beragama.
2. Hak kategori derogable right, yaitu hak-hak yang
boleh dikurangi atau dibatasi pemenuhannya oleh
negara. Hak-hak ini meliputi : pertama, hak atas
kebebasan berkumpul secara damai. Kedua, hak atas
kebebasan berserikat; termasuk membentuk dan
menjadi anggota serikat buruh. Ketiga, hak atas
kebebasan menyatakan pendapat atau berekspresi;
termasuk kebebasan mencari, menerima dan
memberikan informasi dan segala macam gagasan
tanpa memperhatikan batas, baik melalui lisan
ataupun tulisan.