0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan4 halaman

cp

Dokumen ini menjelaskan pentingnya pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Indonesia untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi dalam masyarakat yang majemuk dan beradaptasi dengan perubahan global. Tujuan pembelajaran IPS mencakup pemahaman konsep kehidupan sosial, keterampilan berpikir kritis, dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial. Capaian pembelajaran diharapkan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan analitis dan kolaboratif dalam menghadapi isu-isu sosial, budaya, dan ekonomi.

Diunggah oleh

Desy Fitriana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan4 halaman

cp

Dokumen ini menjelaskan pentingnya pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Indonesia untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi dalam masyarakat yang majemuk dan beradaptasi dengan perubahan global. Tujuan pembelajaran IPS mencakup pemahaman konsep kehidupan sosial, keterampilan berpikir kritis, dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial. Capaian pembelajaran diharapkan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan analitis dan kolaboratif dalam menghadapi isu-isu sosial, budaya, dan ekonomi.

Diunggah oleh

Desy Fitriana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

XIII. CAPAIAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL


A. Rasional
Indonesia merupakan bangsa dengan sumber daya manusia yang besar dan
sumber daya alam yang melimpah, kaya dengan budaya, suku bangsa, bahasa,
serta terdiri dari berbagai agama dan kepercayaan. Secara geografis letak
Indonesia sangat strategis, sehingga menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang
sangat diperhitungkan secara geopolitik dalam kancah internasional. Indonesia di
tahun-tahun mendatang akan mengalami bonus demografi, yaitu jumlah penduduk
usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak
produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Keadaan ini
membutuhkan solusi rasional serta terukur secara ilmiah, sehingga bonus
demografi akan menjadi sumber kekuatan bangsa. Sumber daya manusia
Indonesia terutama yang berusia produktif perlu memiliki kemampuan-
kemampuan yang mendukungnya berkontribusi di masyarakat.
Indonesia perlu menghasilkan sumber daya manusia yang mampu
mengelola dan menjaga sumber daya alam untuk kesejahteraan bangsa
berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan prinsip keadilan sosial.
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran penting dalam hal ini.
Oleh karena itu pembelajaran IPS diharapkan lebih menggali keterampilan
berpikir melalui pengembangan kompetensi dalam elemen keterampilan proses
yang berpusat pada peserta didik. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
memiliki peran penting dalam hal ini. Dengan pendekatan pembelajaran inkuiri
yang berpusat pada peserta didik, mata pelajaran IPS menjadi sarana untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait kehidupan masyarakat
dengan lingkungannya. Termasuk di dalamnya membangun komitmen dan
kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang akan menjadi modal
untuk berkolaborasi dalam masyarakat yang majemuk, baik di tingkat lokal,
nasional maupun global dengan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai Pancasila
sebagai kepribadian bangsa.
B. Tujuan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial
Tujuan mata pelajaran IPS adalah peserta didik memahami konsep-konsep
yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat serta memiliki keterampilan
berpikir kritis, analitis, kreatif, adaptif, dan solutif di tengah perkembangan
global. Tujuan mata pelajaran IPS secara terperinci adalah:
1. Memahami konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan manusia
dalam ruang dan waktu meliputi bidang sosial, budaya, dan ekonomi;
2. Memiliki keterampilan dalam berpikir kritis, berkomunikasi,
membangkitkan kreativitas, dan berkolaborasi dalam masyarakat global;
3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial kemanusiaan
dan lingkungan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan
negara; dan 4. menunjukkan hasil pemahaman konsep pengetahuan dan
mengasah keterampilan melalui karya atau aksi sosial.
2

C. Karakteristik Mata Pelajaran Sejarah


Karakteristik mata pelajaran IPS pada Fase D dan E adalah mata pelajaran
dengan berbagai muatan, seperti Sosiologi, Antropologi, Geografi, Ekonomi, dan
Sejarah. Mata pelajaran IPS mempelajari kehidupan manusia dalam lingkup
sosial, budaya, dan ekonomi di masyarakat serta dalam konteks perubahan ruang
dan waktu. Oleh karena itu, peristiwa dan fenomena kehidupan manusia di
masyarakat dan lingkungan menjadi fokus kajian dalam mata pelajaran IPS. Mata
Pelajaran IPS pada Fase D diajarkan secara terpadu, sedangkan pada Fase E dapat
diajarkan tersendiri melalui mata pelajaran Sosiologi, Antropologi, Geografi,
Ekonomi, dan Sejarah ataupun terpadu, seperti Fase D. Materi IPS yang diajarkan
terpadu pada Fase E dilaksanakan dengan unit of inquiry, yaitu sebuah projek
untuk menyelesaikan sebuah masalah atau isu sosial dari berbagai sudut pandang
baik itu Sosiologi, Antropologi, Geografi, Ekonomi, dan Sejarah.
Materi IPS yang diajarkan pada Fase D dan Fase E dilaksanakan dengan
keterampilan proses dengan cara mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
menganalisis, menyimpulkan, dan mengomunikasikan hasil analisis dan simpulan
tentang realitas kehidupan manusia. Selain itu, peserta didik dapat mengevaluasi
hasil pengalaman belajar yang telah dilaluinya serta dapat merencanakan projek
tindak lanjut secara kolaboratif untuk menyelesaikan masalah sosial atau isu
lingkungan dari berbagai sudut pandang IPS.
Elemen dan deskripsi setiap elemen adalah sebagai berikut.
N ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN
O
1 Pemahaman Konsep Mata pelajaran IPS diawali dengan
pemahaman terhadap materi meliputi
definisi dan konsep yang dikaitkan
dengan peristiwa dan fenomena manusia
pada bidang sosial, ekonomi, budaya,
dan lingkungan. Pemahaman konsep
mata pelajaran IPS difokuskan pada
materi yang akan digunakan untuk
menjawab pertanyaan kunci sehingga
perlu direkomendasikan materi ajar yang
relevan. Elemen pemahaman konsep
mengarahkan peserta didik untuk dapat
mendefinisikan, menafsirkan, dan
merumuskan konsep atau teori dengan
bahasa mereka sendiri. Pada elemen ini,
peserta didik tidak hanya hafal secara
verbal, tetapi juga memahami konsep dan
konteks dari masalah atau fakta yang
ditanyakan.
3

2 Keterampilan Proses Pendekatan keterampilan proses


Sejarah adalah pendekatan pembelajaran yang
fokus pada proses belajar, aktivitas,
dan kreativitas peserta didik dalam
memperoleh pengetahuan, nilai, dan
sikap, serta mengaplikasikannya
dalam kehidupan sehari-hari. Peserta
didik perlu mengasah pengetahuan
dan keterampilan berpikir untuk
memahami lebih dalam peristiwa dan
fenomena yang terjadi pada kehidupan
manusia. Hal ini untuk
mempersiapkan peserta didik menjadi
warga negara yang berpartisipasi
secara cerdas dalam masyarakat yang
berkebinekaan global.

D. Capaian Pembelajaran pada Fase E (Umumnya untuk Kelas X


SMA/MA/Program Paket C)
Pada akhir Fase E, peserta didik memahami konsep dasar berbagai
bidang ilmu sosial sebagai ilmu yang mengkaji manusia dan
lingkungannya untuk memberikan landasan berpikir kritis, analitis, kreatif,
adaptif, dan solutif dalam merespons peristiwa dan fenomena sosial,
budaya, dan ekonomi yang terjadi di masyarakat dalam lingkup lokal,
nasional, dan global. Peserta didik memahami peran dan potensi dirinya
dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan fisik, sosial, budaya, dan
ekonomi. Peserta didik secara mandiri maupun berkolaborasi menggali
fenomena kehidupan manusia secara sistematis serta menemukan
persamaan dan perbedaannya dalam dimensi ruang dan waktu. Peserta
didik menganalisis, menarik simpulan, mengomunikasikan informasi dan
hasil analisis dari sumber primer dan/atau sekunder, hasil observasi dan
dokumentasi. Peserta didik mampu merefleksikan hasil analisis dari
informasi, hasil observasi, dan hasil dokumentasi, serta menyusun rencana
tindak lanjut.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Pemahaman Konsep
Peserta didik mampu memahami fungsi sosiologi sebagai ilmu yang secara kritis,
analitis, kreatif, dan solutif mengkaji masyarakat. Peserta didik mampu
memahami status dan peran individu dalam kelompok sosial dan memahami
berbagai ragam gejala sosial yang ada di dalam masyarakat. Peserta didik mampu
memahami keragaman manusia dan budayanya sebagai bagian dari masyarakat
4

multikultural. Peserta didik memahami hakikat ilmu ekonomi sebagai ilmu yang
mempelajari upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Peserta didik
memahami lembaga serta produk keuangan bank dan nonbank sebagai dasar
dalam mengelola, menggunakan produk dan layanan, serta mengenali dan
menghindari risiko keuangan kehidupannya dalam konteks mampu membuat
laporan keuangan pribadi. Peserta didik memahami konsep dasar Geografi, peta,
pengindraan jauh, Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian Geografi, dan
fenomena geosfer fisik yaitu litosfer, atmosfer, dan hidrosfer sebagai ruang
kehidupan. Peserta didik memahami konsep dasar ilmu sejarah serta mengenali
penelitian sejarah untuk menganalisis keterhubungan antara masa lampau, masa
kini, dan masa yang akan datang ketika mempelajari berbagai peristiwa atau
kejadian penting dalam lingkup lokal, nasional dan global mulai dari masa
kerajaan Hindu-Budha hingga masa kerajaan Islam.

Elemen Keterampilan Proses


Peserta didik:
 Mengamati fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu
secara sistematis serta menemukan persamaan dan perbedaannya dan
potensinya;
 Membuat pertanyaan secara mandiri untuk menggali informasi tentang
fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu secara
sistematis;
 Mengumpulkan informasi dari sumber primer dan/atau sekunder,
melakukan observasi, dan mendokumentasikannya;
 Menarik simpulan berdasarkan dari informasi yang diperoleh dari sumber
primer dan/atau sekunder, hasil observasi dan hasil dokumentasi;
 Mengomunikasikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber
primer dan/atau sekunder, data hasil observasi, dan hasil dokumentasi
dalam bentuk media digital dan/atau nondigital;
 dan merefleksikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber
primer dan/atau sekunder, hasil observasi, dan hasil dokumentasi serta
menyusun rencana tindak lanjut.

Anda mungkin juga menyukai