0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan7 halaman

BAB 2

Modul ajar ini dirancang untuk kelas VI SD Negeri 2 Tende dengan fokus pada pengamalan Pancasila untuk kebahagiaan bersama. Materi mencakup pemahaman nilai-nilai Pancasila, keterampilan analisis, dan kreativitas melalui proyek kreatif, serta melibatkan berbagai pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Tujuan pembelajaran meliputi identifikasi praktik Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan menciptakan karya yang mengajak orang lain untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut.

Diunggah oleh

candra.david45
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan7 halaman

BAB 2

Modul ajar ini dirancang untuk kelas VI SD Negeri 2 Tende dengan fokus pada pengamalan Pancasila untuk kebahagiaan bersama. Materi mencakup pemahaman nilai-nilai Pancasila, keterampilan analisis, dan kreativitas melalui proyek kreatif, serta melibatkan berbagai pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Tujuan pembelajaran meliputi identifikasi praktik Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan menciptakan karya yang mengajak orang lain untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut.

Diunggah oleh

candra.david45
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN PANCASILA


BAB 2 : MENGAMALKAN PANCASILA UNTUK KEBAHAGIAAN BERSAMA

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SD NEGERI 2 TENDE
Nama Penyusun : RATNA, [Link]
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas / Fase / Semester : VI (Enam) / Fase C / 1 (Ganjil)
Alokasi Waktu : 12 JP (6 kali pertemuan @2 JP)
Tahun Pelajaran : 2026 / 2027

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Peserta didik telah memahami keterhubungan antarsila Pancasila dari
Bab 1. Mereka memiliki pengetahuan dasar mengenai Pancasila sebagai dasar negara dan
pandangan hidup bangsa.
● Minat: Peserta didik menunjukkan minat dalam kegiatan yang bersifat praktis dan kreatif,
seperti menganalisis video dan cerita, membuat karya (poster, puisi, pantun), dan berdiskusi
tentang isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan mereka (misalnya, perundungan,
toleransi, gotong royong).
● Latar Belakang: Peserta didik memiliki pengalaman yang beragam dalam mengamati dan
berpartisipasi dalam kegiatan di lingkungan sekitarnya, yang menjadi modal awal untuk
mengidentifikasi contoh-contoh pengamalan Pancasila.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Kebutuhan belajar visual didukung melalui penggunaan video, gambar ilustrasi,
komik, dan poster dalam materi pembelajaran.
○ Auditori: Diskusi kelas, presentasi, dan penjelasan lisan dari guru akan memenuhi
kebutuhan peserta didik dengan gaya belajar auditori.
○ Kinestetik: Peserta didik akan terlibat aktif dalam kegiatan membuat karya, presentasi,
dan simulasi diskusi atau musyawarah kecil.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan
ideologi negara, serta makna pengamalan setiap silanya dalam kehidupan sehari-hari.
○ Prosedural: Mempraktikkan cara menganalisis informasi dari berbagai media (video,
teks berita, cerita), merancang dan membuat karya kreatif (poster, puisi, cerita), serta
mempresentasikannya.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi sangat relevan karena
membahas isu-isu yang dekat dengan dunia peserta didik, seperti toleransi beragama,
perundungan, penggunaan bahasa persatuan, musyawarah di kelas, dan semangat berbagi.
● Tingkat Kesulitan: Materi disajikan dengan tingkat kesulitan yang meningkat secara
bertahap, mulai dari identifikasi contoh konkret pengamalan setiap sila hingga menciptakan
sebuah karya yang mengajak orang lain untuk mengamalkan Pancasila.
● Struktur Materi: Materi terstruktur berdasarkan kelima sila Pancasila, di mana setiap sila
dibahas melalui contoh, analisis media, dan refleksi, yang diakhiri dengan proyek kreatif
sebagai puncak pemahaman.
● Integrasi Nilai dan Karakter: Materi secara langsung menanamkan nilai-nilai gotong
royong, kepedulian, toleransi, tanggung jawab, keadilan, dan cinta tanah air.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Menerapkan ajaran agama dalam bentuk kepedulian terhadap sesama manusia dan
menghormati perbedaan keyakinan.
● Kewargaan: Memahami peran dan tanggung jawab sebagai warga negara dalam
mengamalkan nilai-nilai Pancasila untuk menciptakan keharmonisan sosial.
● Penalaran Kritis: Menganalisis informasi dari video, berita, dan komik untuk
mengidentifikasi masalah (misalnya hoaks, intoleransi) dan menghubungkannya dengan
pengamalan nilai-nilai Pancasila.
● Kreativitas: Menghasilkan karya orisinal (poster, puisi, cerita) sebagai media untuk
menyebarkan pesan-pesan positif tentang pengamalan Pancasila.
● Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk berdiskusi, menganalisis kasus, dan
membagi tugas dalam menyelesaikan proyek kelas.
● Kemandirian: Secara individu membuat karya kreatif dan merefleksikan pemahaman serta
pengalaman pribadi dalam mengamalkan Pancasila.
● Kesehatan: Menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kesehatan mental dengan menghindari
perundungan dan membangun lingkungan sosial yang positif.
● Komunikasi: Melatih kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif melalui
presentasi, diskusi, dan karya tulis/visual.

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Pada akhir Fase C, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:
 Pancasila
Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila
dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila
sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar
negara, dan pandangan hidup bangsa..

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Bahasa Indonesia: Keterampilan menulis kreatif (puisi, pantun, cerita), memahami bacaan
(artikel berita), dan berbicara di depan umum (presentasi).
● Seni Budaya dan Prakarya (SBdP): Merancang dan membuat karya visual seperti poster
atau komik.
● Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS): Memahami konsep keberagaman sosial, pentingnya
persatuan, dan peran individu dalam masyarakat.
● Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Menggunakan media digital untuk
mengakses video pembelajaran dan membuat karya digital (jika memungkinkan).

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1-2: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan memberikan contoh praktik
pengamalan sila pertama dan kedua Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui analisis
video dan studi kasus. (4 JP)
● Pertemuan 3-4: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan memberikan contoh praktik
pengamalan sila ketiga dan keempat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui analisis
media dan simulasi. (4 JP)
● Pertemuan 5-6: Peserta didik mampu mengidentifikasi contoh pengamalan sila kelima,
serta merancang dan menciptakan sebuah karya kreatif untuk mengajak orang lain
mengamalkan nilai-nilai Pancasila. (4 JP)
D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan contoh sikap toleransi beragama di lingkungan sekolah.
2. Mengidentifikasi bentuk-bentuk perundungan dan cara mencegahnya sebagai pengamalan
sila kedua.
3. Menjelaskan pentingnya menggunakan Bahasa Indonesia sebagai wujud pengamalan sila
ketiga.
4. Mendemonstrasikan sikap yang baik dalam sebuah musyawarah kelas.
5. Memberikan contoh sikap adil dan gemar menolong sebagai pengamalan sila kelima.
6. Membuat sebuah karya (poster, puisi, pantun, atau cerita) yang berisi ajakan untuk
mengamalkan salah satu nilai Pancasila.
7. Mempresentasikan karya yang dibuat di depan kelas.

E. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam tindakan nyata sehari-hari untuk mewujudkan
lingkungan yang rukun, damai, dan bahagia bagi semua.

F. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning),
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning).
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk merefleksikan sikap pribadi terhadap isu-
isu seperti toleransi dan perundungan, serta menyadari dampak dari setiap tindakan.
○ Meaningful Learning: Pembelajaran menjadi relevan karena mengaitkan setiap sila
Pancasila dengan video, berita, dan cerita yang mencerminkan masalah dan solusi dalam
kehidupan nyata.
○ Joyful Learning: Proses belajar dibuat menyenangkan melalui kegiatan kreatif seperti
membuat poster, pantun, komik, dan presentasi karya yang membanggakan.
● Metode Pembelajaran: Diskusi, Studi Kasus, Analisis Media, Simulasi, Proyek Kreatif.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan beragam media pembelajaran (video, teks berita,
komik) untuk membahas topik yang sama.
○ Diferensiasi Proses: Memberikan pilihan kepada kelompok untuk fokus pada analisis
media yang paling menarik bagi mereka. Memberikan bimbingan yang bervariasi sesuai
kemajuan kelompok.
○ Diferensiasi Produk: Memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk memilih
bentuk karya akhir (poster, puisi, pantun, atau cerita pendek) sesuai dengan minat dan
bakat mereka.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Pemanfaatan mading kelas/sekolah untuk memajang karya peserta
didik. Kolaborasi dengan guru lain untuk mengintegrasikan tema.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Orang tua dilibatkan untuk berdiskusi dengan
anak tentang contoh pengamalan Pancasila di rumah.
● Mitra Digital: Pemanfaatan tautan video dari Kemendikbud dan sumber berita daring
sebagai bahan pembelajaran.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Ruang kelas ditata untuk mendukung kerja kelompok dan galeri karya, di
mana hasil kerja peserta didik dapat dipajang dan diapresiasi bersama.
● Ruang Virtual: Penggunaan platform digital sekolah (jika ada) untuk mempublikasikan
karya terbaik peserta didik.
● Budaya Belajar: Membangun lingkungan yang suportif dan empatik, di mana peserta didik
merasa aman untuk berbagi pendapat dan pengalaman tentang isu-isu sensitif seperti agama
dan perundungan.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Akses ke tautan video pembelajaran yang disediakan dalam buku.
● Penggunaan perangkat untuk merancang karya digital (poster, komik digital) jika fasilitas
memungkinkan.
● Proyektor untuk menampilkan video dan hasil karya digital di kelas.

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1 (2 JP : 70 MENIT)
Topik: Pengamalan Sila Pertama: Toleransi dalam Keberagaman
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Salam dan Doa: Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa.
● Apersepsi: Guru bertanya, "Bagaimana sikap kalian jika ada teman yang berbeda agama
sedang beribadah?"
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan belajar tentang cara
mengamalkan sila pertama, yaitu dengan bersikap toleran.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Membaca dan Diskusi: Peserta didik membaca bagian "Pengamalan Sila Ketuhanan Yang
Maha Esa" dan berdiskusi singkat.
● Menyimak Video: Peserta didik secara berkelompok menyimak video tentang toleransi
beragama. (Meaningful)
● Diskusi Kelompok: Setiap kelompok mendiskusikan pertanyaan yang menyertai video:
contoh sikap toleran di lingkungan mereka dan memberikan tanggapan (apa, siapa,
mengapa, di mana, bagaimana).
● Pembelajaran Berdiferensiasi (Proses): Kelompok yang lebih cepat dapat diminta untuk
membuat daftar "Boleh dan Tidak Boleh" dalam berteman dengan yang berbeda agama.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Guru bertanya, "Mengapa hidup rukun dengan teman yang berbeda agama itu
menyenangkan?" (Mindful, Joyful)
● Rangkuman: Guru dan peserta didik menyimpulkan bahwa menghormati agama lain adalah
wujud ketaatan pada ajaran agama sendiri.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 2 (2 JP : 70 MENIT)
Topik: Pengamalan Sila Kedua: Kemanusiaan Melawan Perundungan
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Salam dan Doa: Pembukaan pelajaran.
● Apersepsi: Guru bertanya, "Pernahkah kalian melihat teman diejek atau diganggu? Apa
yang kalian rasakan dan lakukan?"
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa mengamalkan sila kedua berarti
memanusiakan manusia, salah satunya dengan mencegah perundungan.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Analisis Media: Peserta didik secara individu menyimak berita tentang penggalangan dana
dan video tentang perundungan. (Meaningful)
● Diskusi Kelas: Guru memandu diskusi kelas untuk membahas:
○ Perbuatan apa dalam video/berita yang sesuai dengan sila kedua?
○ Mengapa perundungan bertentangan dengan nilai kemanusiaan?
○ Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu korban bencana atau korban perundungan?
● Pembelajaran Berdiferensiasi (Konten): Peserta didik dapat memilih fokus analisis pada
berita penggalangan dana atau video perundungan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Tindakan kecil apa yang bisa aku lakukan mulai hari ini untuk menunjukkan rasa
kemanusiaan kepada teman-temanku?" (Mindful)
● Rangkuman: Menolong sesama dan tidak menyakiti orang lain adalah inti dari pengamalan
sila kedua.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 3 (2 JP : 70 MENIT)
Topik: Pengamalan Sila Ketiga: Menjaga Persatuan
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Salam dan Doa: Pembukaan pelajaran.
● Apersepsi: Guru mengajak peserta didik menyanyikan lagu "Dari Sabang sampai Merauke".
Guru bertanya, "Bagaimana cara orang dari daerah berbeda bisa saling berkomunikasi?"
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan belajar cara menjaga
persatuan, salah satunya melalui bahasa dan sikap bijak terhadap informasi.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Analisis Media: Peserta didik dalam kelompok menyimak video tentang nasionalisme dan
komik pendek tentang bahaya hoaks. (Meaningful)
● Diskusi Kelompok: Kelompok mendiskusikan bagaimana sikap cinta tanah air dan
kewaspadaan terhadap hoaks dapat memperkuat persatuan Indonesia.
● Pembelajaran Berdiferensiasi (Produk): Tanggapan kelompok bisa dalam bentuk
komentar tertulis, gambar, atau bahkan komik pendek balasan. (Joyful)
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Apakah aku sudah menggunakan media sosial dengan bijak untuk menjaga
persatuan?" (Mindful)
● Rangkuman: Menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan menyaring informasi adalah
cara modern untuk mengamalkan sila ketiga.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 4 (2 JP : 70 MENIT)
Topik: Pengamalan Sila Keempat: Belajar Bermusyawarah
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Salam dan Doa: Pembukaan pelajaran.
● Apersepsi: Guru bertanya tentang pengalaman peserta didik dalam pemilihan ketua kelas.
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan belajar tentang sikap-sikap
baik dalam musyawarah sebagai pengamalan sila keempat.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Studi Kasus: Peserta didik membaca cerita tentang musyawarah lomba kebersihan kelas.
(Meaningful)
● Diskusi Kelompok: Dalam kelompok, peserta didik mengidentifikasi:
○ Sikap-sikap yang baik dalam musyawarah (contoh: Bonar, Indi).
○ Sikap-sikap yang kurang baik dan solusinya.
○ Nilai-nilai sila keempat yang terkandung dalam cerita.
● Simulasi Singkat: Guru memberikan sebuah masalah sederhana (misal: "Menentukan
tujuan karya wisata kelas") dan meminta satu kelompok mempraktikkan musyawarah
singkat. (Joyful)
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Ketika pendapatku tidak diterima dalam musyawarah, bagaimana seharusnya aku
bersikap?" (Mindful)
● Rangkuman: Menghargai pendapat orang lain dan menerima keputusan bersama adalah
kunci dari musyawarah yang baik.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 5 (2 JP : 70 MENIT)
Topik: Pengamalan Sila Kelima dan Perencanaan Proyek
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Salam dan Doa: Pembukaan pelajaran.
● Apersepsi: Guru bertanya, "Siapa yang suka menabung? Mengapa menabung itu baik?"
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tentang pengamalan sila kelima dan memulai
perencanaan proyek kreatif.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Diskusi dan Analisis: Peserta didik menyimak video tentang gotong royong dan
mendiskusikan bagaimana sikap hemat, adil, dan suka menolong adalah cerminan sila
kelima.
● Brainstorming Proyek: Guru menjelaskan tugas akhir: "Mengajak Teman Mengamalkan
Pancasila" melalui karya.
● Perencanaan Individu: Peserta didik secara individu memilih satu sila yang paling
berkesan, lalu menentukan bentuk karya yang akan dibuat (poster, puisi, pantun, atau cerita).
Mereka mulai membuat draf atau sketsa. (Joyful)
● Pembelajaran Berdiferensiasi (Produk): Peserta didik bebas memilih bentuk karya sesuai
minatnya.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Nilai Pancasila apa yang paling ingin aku bagikan kepada teman-temanku
melalui karyaku?" (Mindful)
● Tindak Lanjut: Peserta didik melanjutkan dan menyelesaikan karyanya di rumah untuk
dipresentasikan pada pertemuan berikutnya.
● Penutup: Doa dan salam.

PERTEMUAN 6 (2 JP : 70 MENIT)
Topik: Presentasi Karya dan Rangkuman Bab
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Salam dan Doa: Pembukaan pelajaran.
● Apresiasi: Guru mempersiapkan tempat untuk memajang karya peserta didik (galeri kelas).
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini adalah "Pesta Karya Pancasila", di
mana semua akan saling berbagi dan mengapresiasi. (Joyful)
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Presentasi Karya: Beberapa peserta didik (secara sukarela atau ditunjuk)
mempresentasikan karyanya di depan kelas. Mereka menjelaskan pesan yang ingin
disampaikan.
● Galeri Karya (Gallery Walk): Semua peserta didik berkeliling untuk melihat dan
memberikan apresiasi (misalnya dengan menempel stiker atau catatan kecil) pada karya
teman-temannya. (Meaningful)
● Menyimpulkan Bab: Guru memandu diskusi untuk menyimpulkan bagaimana
mengamalkan kelima sila Pancasila dapat menciptakan kebahagiaan bersama.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi Akhir Bab: "Setelah belajar di bab ini, apa satu kebiasaan baik yang akan terus
aku lakukan?" (Mindful)
● Evaluasi: Guru memberikan apresiasi umum dan penguatan terhadap semangat peserta
didik dalam belajar dan berkarya.
● Penutup: Doa dan salam.

H. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab: Di awal bab, guru bertanya, "Menurut kalian, apa artinya Pancasila sebagai
pandangan hidup?"
ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: Selama diskusi, guru mengajukan pertanyaan seperti, “Menurutmu, mengapa
menyebarkan hoaks bisa merusak persatuan?”
● Diskusi Kelompok: Observasi terhadap partisipasi, kemampuan analisis, dan kolaborasi
dalam kelompok saat membahas video/kasus.
● Latihan Soal/LKPD:
○ Berikan satu contoh nyata sikap toleransi beragama yang pernah kamu lihat atau
lakukan!
○ Apa hubungan antara tidak menyebarkan berita bohong dengan pengamalan sila ketiga
Pancasila?
● Observasi: Pengamatan terhadap sikap peserta didik saat simulasi musyawarah (cara
menyampaikan pendapat, mendengarkan, dll).
● Produk (Proses):
○ Draf atau sketsa awal proyek karya kreatif (poster/puisi/cerita).
○ Catatan hasil diskusi kelompok.
ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek):
○ Karya Kreatif (Poster/Puisi/Pantun/Cerita): Penilaian mencakup kesesuaian isi
dengan nilai Pancasila, kreativitas, orisinalitas, dan kekuatan pesan ajakan.
● Praktik (Kinerja):
○ Presentasi Karya: Penilaian mencakup kepercayaan diri, kejelasan dalam
menyampaikan pesan karya, dan kemampuan menjelaskan makna di baliknya.
● Tes Tertulis: Soal uraian singkat di akhir bab, contoh:
1. Jelaskan mengapa perbuatan merundung (bullying) sangat bertentangan dengan sila
kedua Pancasila!
2. Pilih salah satu sila Pancasila, dan ceritakan bagaimana kamu akan mengamalkannya
dalam kehidupanmu di sekolah minggu ini!

Mengetahui, Tende, 2026


Kepala Sekolah Guru Kelas 6

RUSTAM, [Link] RATNA, [Link]


NIP. 19670822 198910 1 001 NIP. 19710302 200012 2 003

Anda mungkin juga menyukai