CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)
Nama Madrasah : MTsS BABUSSALAM
Nama Penyusun : Kadli Fauziah Gustia Ramadhani
Mata pelajaran : Informatika
Fase D, Kelas / Semester : VIII (Delapan) / I (Ganjil) & II (Genap)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN : INFORMATIKA
(Keputusan BSKAP NOMOR 046/H/KR/2025)
A. Rasional
Informatika adalah sebuah disiplin ilmu yang mencari pemahaman konsep informatika
dan mengeksplorasi dunia di sekitar kita, baik nyata maupun maya yang secara khusus
berkaitan dengan studi, pengembangan, dan implementasi dari sistem komputer, serta
pemahaman terhadap inovasi dan cara pengembangannya. Murid dapat menggagas,
menganalisis, merancang, dan mengembangkan produk dalam bentuk perangkat keras,
perangkat lunak, atau sistem komputasi berupa kombinasi perangkat keras dan perangkat
lunak. Informatika mencakup prinsip keilmuan perangkat keras, perangkat lunak, data,
informasi, dan sistem komputasi. Semua pemahaman tersebut membutuhkan kemampuan
berpikir komputasional dan kecakapan digital. Oleh karena itu, Informatika mencakup
sains, rekayasa, dan teknologi yang berakar pada logika dan matematika serta memberi
ruang kepada aspek seni. Istilah informatika dalam bahasa Indonesia merupakan padanan
kata yang diadaptasi dari Computer Science atau Computing dalam bahasa Inggris. Murid
mempelajari mata pelajaran Informatika tidak hanya untuk menjadi pengguna komputer,
tetapi juga untuk menyadari perannya sebagai problem solver yang menguasai konsep inti
(core concept) dan terampil dalam praktik (core practices), serta berpandangan terbuka ke
bidang lain. Di tengah transformasi digital yang mengalir deras, literasi digital dan
berpikir kritis menjadi prasyarat penting supaya murid memiliki bekal untuk menjadi
warga digital berbudaya dan beradab (civilized digital citizen), dan produktif di dunia
digital dengan meminimalisasi dampak negatifnya. Informatika mengakomodasi literasi
digital yang didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengakses, mengatur, memahami,
mengintegrasikan, mengomunikasikan, mengevaluasi, dan mengkreasi informasi dengan
aman dan tepat melalui teknologi digital untuk bekerja dan berwirausaha, yang mencakup
aspek kecakapan, etika, budaya, keamanan, dan keseimbangan digital yang meliputi
dimensi kognitif, teknis, dan sosial emosional.
Mata pelajaran Informatika memberikan fondasi berpikir komputasional, sesuai dengan
konteks Indonesia yang beragam. Murid ditantang untuk berinovasi secara kreatif,
menyelesaikan persoalan nyata yang dapat diselesaikan secara komputasional secara
berjenjang, mulai dari persoalan dan data yang kecil dan sederhana sampai dengan yang
besar, kompleks, dan rumit. Mata pelajaran Informatika mendukung enam literasi dasar
serta pemodelan dan simulasi berdasarkan sains komputasional (computational science).
Mata pelajaran Informatika juga meningkatkan kemampuan Murid untuk memaksimalkan
potensi yang bisa diraih di dunia digital melalui kecakapan digital, bijak beretika digital,
dan berbudaya Pancasila dalam dunia digital, serta mampu hidup aman dan seimbang di
dunia digital.
Proses pembelajaran Informatika dilaksanakan secara inklusif bagi semua Murid di
seluruh Indonesia sesuai dengan usia dan kehidupan sehari-harinya sehingga
pembelajarannya dapat tanpa menggunakan komputer (unplugged) atau dengan
penggunaan komputer (plugged). Capaian Pembelajaran Mata pelajaran Informatika pada
Fase A, B, dan C tidak ditetapkan, pembelajaran Berpikir Komputasional dan Literasi
Digital diintegrasikan dengan mata pelajaran lainnya terutama dalam Pendidikan
Pancasila, Bahasa, Matematika, dan Sains. Pembelajaran Berpikir Komputasional dan
Literasi Digital sangat penting bagi murid SD/MI sebagai fondasi untuk tercapainya
computationally literate creators dan wise and wellbeing digital citizenship. Proses
pembelajaran Informatika berpusat pada murid (student-centered learning) dengan
menerapkan model pembelajaran berbasis inkuiri (inquiry-based learning), pembelajaran
berbasis masalah (problem-based learning), atau pembelajaran berbasis projek (project-
based learning) yang berlandaskan aspek praktik kerekayasaan Informatika dan
dilaksanakan dengan menerapkan pembelajaran mendalam.
Pendidik dapat menentukan tema atau kasus sesuai dengan kondisi lokal. Pembelajaran
Informatika mendukung kemampuan murid dalam menumbuhkan budaya digital dalam
Pendidikan Pancasila, mengekspresikan kemampuan berpikir secara terstruktur dan
pemahaman aspek sintaksis maupun semantik dalam Bahasa, melengkapi kebiasaan murid
untuk berpikir logis dan menyumbangkan jalan pikir analisis data dengan sudut pandang
informatika dalam Matematika, serta melengkapi kemampuan pemodelan dan simulasi
dengan alat bantu yang dibutuhkan dalam eksperimen Sains. Literasi digital dapat
diterapkan dalam semua mata pelajaran dengan mengenalkan alat bantu yang sesuai untuk
pembelajaran yang menyenangkan dan menimbulkan motivasi.
Mata pelajaran Informatika berkontribusi mewujudkan dimensi profil lulusan agar murid
menjadi warga yang bernalar kritis, mandiri, kreatif melalui penerapan berpikir
komputasional serta menjadi warga yang berakhlak mulia, berkebhinekaan global,
bergotong-royong dalam berkarya digital yaitu Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan
YME, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan,
dan Komunikasi yang diwujudkan secara berkolaborasi baik secara luring atau daring.
B. Tujuan
Mata pelajaran Informatika bertujuan untuk mengantarkan murid menjadi well-being and
wise digital citizen dan computationally literate creators yang menguasai konsep dan
praktik informatika sehingga murid:
1. Terampil berpikir komputasional untuk menciptakan solusi atau penyelesaian
persoalan secara logis, sistematis, kritis, analitis, dan kreatif;
2. Cakap dan bijak sebagai individu yang menjadi warga negara sekaligus menjadi warga
masyarakat digital yang produktif, beretika, berbudaya, aman, nyaman, dan seimbang;
3. Berkarakter baik dalam berkomunikasi, berkreasi, berkolaborasi, dan berinteraksi pada
masyarakat digital, serta peduli terhadap dampaknya dalam kehidupan bermasyarakat;
dan
4. Terampil berkarya dengan menghasilkan gagasan solusi dalam bentuk rancangan atau
implementasinya yang berlandaskan informatika dengan memanfaatkan teknologi dan
menerapkan proses rekayasa, serta mengintegrasikan pengetahuan bidang-bidang lain
yang membentuk solusi sistemik.
C. Karakteristik
Mata pelajaran Informatika menerapkan praktik engineering process dalam proses
pembelajaran dan prinsip keilmuan informatika dengan mengintegrasikan (a) berpikir
komputasional; (b) literasi digital yang diperkaya dengan konsep teknologi informasi dan
komunikasi, sistem komputasi, jaringan komputer dan internet, serta dampak sosial
informatika terhadap individu maupun masyarakat sebagai sebuah kecakapan hidup di era
digital; (c) analisis data yaitu pengolahan data yang berfokus pada analisis data berbasis
komputasi; dan (d) algoritma dan pemrograman untuk berkarya dalam menghasilkan
karya digital kreatif atau program untuk membantu menyelesaikan persoalan individu atau
masyarakat.
Mata pelajaran Informatika diilustrasikan pada gambar berikut ini.
Empat elemen mata pelajaran Informatika saling terkait satu sama lain, dirancang untuk
semua warga negara Indonesia yang berMadrasah dengan kondisi geografis dan fasilitas
beragam. Kerangka kurikulum mata pelajaran Informatika dirancang sehingga dapat
mudah diimplementasikan secara inovatif dan beradaptasi sesuai dengan perkembangan
zaman dan teknologi digital yang dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajaran. Elemen
dan deskripsi elemen mata pelajaran Informatika adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Berpikir Komputasional Kemampuan untuk menyelesaikan masalah
secara sistematis dan berjenjang melalui
pemodelan dan melalui simulasi untuk
menghasilkan solusi efektif, efisien, dan
optimal yang dapat dijalankan oleh manusia
atau mesin meliputi penalaran logis, kritis,
dan kreatif berdasarkan data, baik secara
Elemen Deskripsi
mandiri maupun berkolaborasi.
Literasi Digital Kecakapan bermedia digital, berperilaku etis
dan berbudaya di dunia digital,
berkemampuan menjaga keamanan diri dan
lingkungan, serta memiliki kenyamanan dan
keseimbangan hidup di dunia nyata sekaligus
dunia maya.
Analisis Data Kemampuan untuk menstrukturkan,
menginput, memproses (antara lain
menganalisis, mengambil kesimpulan,
membuat keputusan, dan memprediksi), dan
menyajikan data dalam berbagai bentuk
representasi, seperti teks, audio, gambar, dan
video.
Algoritma dan Pemrograman Mengembangkan solusi dari berbagai
persoalan dengan membaca bermakna dan
menulis teks algoritmik terstruktur (logis,
sistematis, bertahap, konvergen, dan linier)
menjadi kumpulan instruksi yang dapat
dikerjakan orang lain atau komputer,
berdasarkan paradigma pemrograman
prosedural dengan ukuran dan kompleksitas
program yang menaik secara bertahap dan
berjenjang, dapat dikerjakan secara mandiri
atau berkolaborasi dengan yang lain.
Semua elemen harus dicakup dalam pembelajaran sesuai Capaian Pembelajaran, namun beban
belajar (JP) yang dialokasi pada setiap elemen pada mata pelajaran Informatika tidak harus
sama. Pencapaian Capaian Pembelajaran dapat dilakukan dengan mengambil kasus tematik
yang dipetakan ke dalam konsep dan praktik setiap elemen sesuai konteks, dan menerapkan
proses pembelajaran mendalam. Beban belajar dan proses pembelajaran sebaiknya dirancang
sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan (murid, pendidik, serta sarana dan prasarana)
dan lingkungan, yang dilakukan oleh tim kurikulum sebelum pelaksanaan mata pelajaran
sehingga beban setiap elemen dapat disesuaikan.
Capaian Pembelajaran
Fase D (Umumnya untuk Kelas VII, VIII, dan IX SMP/MTs/Paket B)
Pada akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:
Berpikir Komputasional
Menerapkan berpikir komputasional untuk problem dalam kehidupan sehari-hari maupun
dalam menghadapi masalah komputasi; memahami konsep himpunan data terstruktur
dalam kehidupan sehari-hari; memahami konsep lembar kerja pengolah data; menerapkan
berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan yang mengandung himpunan data
berstruktur sederhana dengan volume kecil; serta menuliskan sekumpulan instruksi
dengan menggunakan sekumpulan kosakata terbatas atau simbol dalam format
pseudocode.
Literasi Digital
Memahami cara kerja dan penggunaan mesin pencari di internet; mengetahui kualitas
informasi dan kredibilitas sumber informasi digital; mengenal ekosistem media pers
digital; membedakan fakta, opini, dan hoaks; memahami pemanfaatan perangkat teknologi
pengolah dokumen, lembar kerja, dan presentasi; mampu mendeskripsikan komponen,
fungsi, dan cara kerja komputer; memahami konsep dan penerapan konektivitas jaringan
lokal dan internet baik kabel maupun nirkabel; mengetahui jenis ruang publik virtual;
memahami pemanfaatan perangkat teknologi digital untuk produksi dan diseminasi
konten; memahami pentingnya menjaga rekam jejak digital, mengamalkan toleransi dan
empati di dunia digital, memahami dampak perundungan digital, membuat kata sandi
yang aman; memahami pengamanan perangkat dari berbagai jenis malware, memilah
informasi yang bersifat privat dan publik, melindungi data pribadi dan identitas digital
serta memiliki kesadaran penuh (mindfulness) dalam dunia digital.
Mengetahui, Air Haji, 20 Juli 2026
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
Pandra Wandi, S. PdI Kadli Fauziah Gustia Ramadhani
NIP. ................................