0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan6 halaman

CONTOH

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas XII di SMA Swasta Nupela, berfokus pada Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti dengan tema Hak Asasi Manusia. Materi mencakup pemahaman tentang demokrasi, HAM, dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari, serta mengintegrasikan nilai-nilai Kristiani dalam pembelajaran. Metode pengajaran melibatkan pendekatan pembelajaran mendalam dan kolaboratif, dengan berbagai aktivitas kreatif untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Diunggah oleh

xzzzz4266
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
0 tayangan6 halaman

CONTOH

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas XII di SMA Swasta Nupela, berfokus pada Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti dengan tema Hak Asasi Manusia. Materi mencakup pemahaman tentang demokrasi, HAM, dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari, serta mengintegrasikan nilai-nilai Kristiani dalam pembelajaran. Metode pengajaran melibatkan pendekatan pembelajaran mendalam dan kolaboratif, dengan berbagai aktivitas kreatif untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Diunggah oleh

xzzzz4266
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)

Nama Sekolah : SMA SWASTA NUPELA


Nama Penyusun : SURYA KRISTIANI GIAWA, [Link]
Mata pelajaran : Pendidikan Agama Kristen dan Budi
Pekerti Fase F, Kelas / Semester : XII (Dua Belas) / I (Ganjil)
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI
BAB I : HAK ASASI MANUSIA

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA SWASTA NUPELA
Nama Penyusun : SURYA KRISTIANI GIAWA, [Link]
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Kristen dan Budi
Pekerti Kelas / Fase / Semester : XII / F / Ganjil
Alokasi Waktu : 6 JP (3 kali pertemuan @ 2
JP) Tahun Pelajaran : 2026 / 2027

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang Pancasila, hak
dan kewajiban sebagai warga negara, serta konsep umum mengenai martabat manusia
dari pelajaran sebelumnya.
● Minat: Peserta didik memiliki minat terhadap isu-isu keadilan sosial, hak asasi manusia,
dan relevansi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari yang mereka lihat di media
sosial dan lingkungan sekitar.
● Latar Belakang: Peserta didik berasal dari latar belakang keluarga, sosial, dan ekonomi
yang beragam, dengan tingkat pemahaman dan pengalaman yang berbeda mengenai isu
demokrasi dan HAM.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Belajar melalui gambar-gambar kasus pelanggaran HAM, video dokumenter,
dan pembuatan poster/slogan.
○ Auditori: Belajar melalui diskusi kelompok, mendengarkan lagu rohani yang
bertema keadilan, dan penjelasan dari guru.
○ Kinestetik: Belajar melalui kegiatan bermain peran (simulasi), diskusi kelompok
yang aktif, dan proyek pembuatan karya kampanye HAM.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
○ Konseptual: Memahami definisi Demokrasi dan HAM, makna HAM sebagai
anugerah Allah, serta hubungan antara iman, keadilan, dan HAM.
○ Prosedural: Menganalisis teks Alkitab (Mazmur 133, 1 Raja-Raja 21),
mendiskusikan kasus pelanggaran HAM, dan merancang karya sebagai wujud
kepedulian terhadap HAM.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan karena
membahas isu-isu yang dekat dengan kehidupan remaja, seperti perundungan (bullying),
kebebasan berpendapat di media sosial, toleransi antarumat beragama, dan tanggung
jawab sebagai warga negara dalam mewujudkan keadilan.
● Tingkat Kesulitan: Sedang. Materi ini menuntut kemampuan berpikir kritis, analisis,
dan refleksi mendalam untuk menghubungkan konsep teologis dengan realitas sosial
yang kompleks.
● Struktur Materi:
1. Pengantar
2. Pengertian Demokrasi dan HAM
3. Merenungkan Makna HAM melalui Lagu dan Cerita Kehidupan
4. Antara Praktik HAM dan Pelanggaran HAM
5. Memahami Demokrasi dan HAM dalam Alkitab
6. Cakupan HAM
7. Sejarah Singkat Demokrasi dan HAM
8. Demokrasi dan HAM di Indonesia
9. Demokrasi dan HAM adalah Anugerah Allah
● Integrasi Nilai dan Karakter:
○ Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak
Mulia: Meyakini bahwa HAM adalah anugerah Allah yang harus dijaga sebagai
bentuk ketaatan.
○ Bernalar Kritis: Menganalisis teks Alkitab dan kasus-kasus pelanggaran HAM
secara kritis untuk menemukan akar masalah dan solusinya.
○ Kreativitas: Membuat karya (poster, slogan, puisi) sebagai wujud kepedulian dan
kampanye untuk penegakan HAM.
○ Kolaborasi/Bergotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk
mendiskusikan materi dan memecahkan masalah.
○ Kemandirian: Membuat refleksi pribadi dan mengambil sikap mandiri dalam
memperjuangkan HAM di lingkungannya.
○ Kepedulian: Menunjukkan empati dan kepedulian terhadap korban pelanggaran
HAM dan termotivasi untuk membela mereka.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Peserta didik menghayati bahwa memperjuangkan HAM adalah panggilan iman untuk
menghargai setiap manusia sebagai ciptaan Allah yang mulia.
● Kewargaan: Peserta didik memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara
Indonesia dalam mewujudkan dan mempertahankan demokrasi yang berlandaskan HAM.
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis secara kritis ajaran Alkitab,
sejarah, dan konteks sosial di Indonesia terkait praktik dan pelanggaran HAM.
● Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan dan karya orisinal untuk
mengampanyekan pentingnya HAM di lingkungan sekitarnya.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam kelompok untuk
mencapai tujuan pembelajaran bersama, menghargai pendapat orang lain dalam diskusi.
● Kemandirian: Peserta didik mampu merefleksikan perannya secara mandiri dan
berinisiatif untuk bertindak sebagai agen perubahan dalam penegakan HAM.
● Kesehatan: Peserta didik memahami bahwa hak untuk hidup sehat dan aman adalah
bagian dari HAM yang harus diperjuangkan untuk diri sendiri dan orang lain.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pendapat, dan hasil
analisisnya secara lisan dan tulisan dengan efektif dan santun.

DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
Elemen Allah Berkarya
 Subelemen Allah Pencipta
Memahami perkembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta demokrasi
dan HAM sebagai anugerah Allah yang dijabarkan dalam praktik hidup sehari-hari.
 Subelemen Allah Pemelihara
Memahami talenta pemberian Allah serta menggunakannya untuk kepentingan gereja,
bangsa, dan negara.
 Subelemen Allah Penyelamat
Memahami karya penyelamatan Allah melalui peran masyarakat dan bangsa untuk
mewujudkan nilai-nilai demokrasi dan HAM.
 Subelemen Allah Pembaru
Memahami bahwa Roh Kudus membarui dan memulihkan kehidupan gereja, bangsa, dan
negara.
Elemen Manusia dan Nilai-nilai Kristiani
 Subelemen Hakikat Manusia
Memahami pertumbuhan diri dan tanggung jawab sebagai pribadi dewasa serta keadilan
sebagai dasar demokrasi dan HAM.
 Subelemen Nilai-nilai Kristiani
Memahami prinsip damai sejahtera sebagai landasan hidup berkeluarga dan
bermasyarakat.
Elemen Gereja dan Masyarakat Majemuk
 Subelemen Tugas Panggilan Gereja
Memahami keteladanan tokoh-tokoh agama yang mengabdikan hidupnya bagi
persaudaraan dan solidaritas serta isu-isu ras, etnis, kesetaraan gender dalam rangka
mewujudkan keadilan.
 Subelemen Masyarakat Majemuk
Memahami transformasi sosial pada lingkup masyarakat majemuk dalam rangka
penguatan moderasi beragama.
Elemen Alam dan Lingkungan Hidup
 Subelemen Alam Ciptaan Allah
Memahami prinsip pemeliharaan dan pelestarian alam serta keutuhan ciptaan Allah.
 Subelemen Tanggung Jawab Manusia Terhadap Alam
Memahami sikap ugahari serta bijak dan adil dalam memanfaatkan dan melestarikan
sumber daya alam demi kelestarian alam.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn): Konsep demokrasi, negara
hukum, dan pasal-pasal UUD 1945 yang menjamin HAM.
● Sejarah: Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia sebagai perjuangan HAM, sejarah
Orde Baru dan Reformasi.
● Sosiologi: Analisis konflik sosial, diskriminasi, dan peran lembaga sosial dalam
masyarakat.
● Bahasa Indonesia: Kemampuan menyusun argumen, menulis refleksi, dan membuat
karya tulis kreatif.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Peserta didik mampu memahami praktik Demokrasi dan HAM sebagai
wujud iman serta menjelaskan pengertian dan hubungan antara keduanya. (2 JP)
● Pertemuan 2: Peserta didik mampu mendiskusikan bagian Alkitab yang menulis tentang
hak asasi manusia dan menjelaskan sejarah singkat serta cakupan HAM. (2 JP)
● Pertemuan 3: Peserta didik mampu menjelaskan cara mewujudkan hak asasi manusia di
Indonesia, menjelaskan tugas dan tanggung jawabnya, serta membuat karya sebagai
wujud kepedulian terhadap HAM. (2 JP)

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Kasus perundungan (bullying) di sekolah dan media sosial.
● Isu kebebasan beragama dan pendirian rumah ibadah.
● Penyebaran berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian yang melanggar hak orang lain.
● Demonstrasi dan cara menyampaikan pendapat yang bertanggung jawab.
● Kisah-kisah inspiratif para pejuang HAM di Indonesia dan dunia.

E. KERANGKA
PEMBELAJARAN PRAKTIK
PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL), Pembelajaran Kooperatif
(Cooperative Learning), Studi Kasus.
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk hening, berdoa, dan melakukan
refleksi pribadi untuk menyadari panggilannya dalam menegakkan HAM.
○ Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan konsep HAM dengan
imannya kepada Kristus dan realitas kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran
menjadi bermakna.
○ Joyful Learning: Pembelajaran dibuat menyenangkan melalui lagu, diskusi
kelompok yang dinamis, permainan peran, dan pembuatan karya kreatif.
● Metode Pembelajaran: Diskusi, Tanya Jawab, Ceramah Interaktif, Penugasan,
Presentasi, Studi Kasus.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan materi dalam berbagai format (teks dari buku,
gambar, lagu, video pendek tentang kasus HAM).
○ Diferensiasi Proses: Memberikan pilihan aktivitas (diskusi kelompok kecil, debat,
analisis individu, bermain peran).
○ Diferensiasi Produk: Memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk membuat
karya akhir berupa poster, slogan, puisi, atau refleksi tertulis.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Bekerja sama dengan guru PPKn dan Sejarah untuk pengayaan
materi, serta OSIS untuk kampanye HAM di sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang aktivis HAM lokal atau tokoh
agama untuk berbagi pengalaman (jika memungkinkan).
● Mitra Digital: Memanfaatkan sumber dari situs Komnas HAM, Amnesty International,
atau lembaga kredibel lainnya.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik:
○ Penataan tempat duduk yang fleksibel (bentuk U atau kelompok) untuk mendukung
diskusi.
○ Menempelkan poster atau slogan hasil karya siswa di dinding kelas.
○ Menyediakan sudut baca dengan artikel atau buku tentang HAM.
● Ruang Virtual:
○ Menggunakan Learning Management System (LMS) atau grup WhatsApp untuk
berbagi materi dan mengumpulkan tugas.
○ Memanfaatkan platform seperti YouTube untuk menayangkan video studi kasus.
○ Menggunakan aplikasi desain grafis sederhana (seperti Canva) untuk pembuatan
produk.
● Budaya Belajar:
○ Menciptakan suasana kelas yang aman, terbuka, dan saling menghargai pendapat.
○ Mendorong budaya bertanya, berpikir kritis, dan berani mengemukakan gagasan.
○ Menekankan pentingnya empati dan kepedulian sebagai dasar interaksi.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Perpustakaan Digital/Sumber Daring: Mengakses artikel berita, jurnal, dan laporan
dari situs Komnas HAM, VOA Indonesia, BBC News Indonesia.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan fitur forum di LMS atau Google Classroom
untuk diskusi lanjutan di luar jam pelajaran.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms atau Quizizz untuk kuis singkat.
● Media Presentasi Digital: Menggunakan PowerPoint, Google Slides, atau Canva untuk
presentasi kelompok.
● Media Publikasi Digital: Mempublikasikan karya siswa (poster/slogan) di media sosial
sekolah atau blog kelas.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
BERDIFERENSIASI PERTEMUAN 1 (2 JP : 90 MENIT)
Topik: Pengertian dan Makna Demokrasi dan HAM sebagai Anugerah Allah
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Salam dan Doa: Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak peserta didik
berdoa (Mindful).
● Apersepsi: Guru menampilkan beberapa gambar yang kontras: gambar orang hidup
rukun dan gambar konflik/penindasan. Peserta didik diminta memberikan tanggapan
singkat.
● Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan: "Pernahkah kalian merasa hak kalian tidak
dihargai? Apa yang kalian rasakan?".
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran untuk pertemuan ini.
● Asesmen Diagnostik: Tanya jawab singkat untuk mengetahui pemahaman awal siswa

Anda mungkin juga menyukai