A.
Resistor
Resistor adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi untuk memberikan hambatan terhadap
aliran arus listrik. Dalam rangkaian listrik dibutuhkan resistor dengan spesifikasi tertentu, seperti besar
hambatan, arus maksimum yang boleh dilewatkan dan karakteristik hambatan terhadap suhu dan panas.
Resistor memberikan hambatan agar komponen yang diberi tegangan tidak dialiri dengan arus yang
terlalu besar, serta dapat digunakan sebagai pembagi tegangan.
B. LED (Light Emitting diode)
LED merupakan komponen yang dapat mengeluarkan emisi cahaya. LED merupakan produk temuan lain
setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan dioda, tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang
menerjang sambungan P-N juga melepaskan energi berupa energi panas dan energi cahaya. LED dibuat
agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya. Untuk mendapatkan emisi cahaya pada semikonduktor,
doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna
cahaya yang berbeda pula.
Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang banyak ada adalah warna merah, kuning dan [Link]
berwarna biru sangat langka. Pada dasarnya semua warna bisa dihasilkan, namun akan menjadi sangat
mahal dan tidak efisien. Dalam memilih LED selain warna, perlu diperhatikan tegangan kerja, arus
maksimum dan disipasi dayanya.
C. Breadboard
Breadboard adalah papan berlubang yang
berfungsi untuk menempatkan dan menyusun
piranti atau komponen-komponen elektronika
menjadi rangkaian elektronika tanpa penyolderan.
Nama "breadboard" sendiri berasal dari masa
lalu ketika para insinyur elektronika menggunakan
papan pemotong roti yang sebenarnya untuk
membuat rangkaian elektronik sederhana.
D. Cara Menghitung Nilai Resistor untuk LED (Light Emitting Diode)
LED (Light Emitting Diode) adalah jenis Dioda yang dapat memancarkan cahaya saat dialiri arus listrik.
Salah satu kegunaan LED yang paling sering ditemukan adalah sebagai Lampu Indikator, terutama pada
indikator ON / OFF sebuah perangkat Elektronika. Hal ini dikarenakan kelebihan LED yang
mengkonsumsi arus listrik lebih kecil dibandingkan dengan jenis-jenis lampu lainnya.
LED memiliki arus maju (Forward Current) maksimum yang cukup rendah sehingga dalam merangkai
LED, kita harus menempatkan sebuah Resistor yang berfungsi sebagai pembatas arus agar arus yang
melewati LED tidak melebihi batas maksimum arus maju LED itu sendiri. Jika tidak, LED akan mudah
terbakar dan rusak.
Rata-rata arus maju (Forward Current) maksimum sebuah LED adalah sekitar 25mA sampai 30mA
tergantung jenis dan warnanya. Berikut ini adalah tabel arus maju maksimum dan tegangan maju untuk
masing-masing jenis dan warna LED pada umumnya (LED bulat dengan diameter 5mm).
Keterangan :
IF Max : Arus Maju (Forward Current) Maksimal
VL : Tegangan LED
VF Max : Tegangan Maju (Forward Voltage) maksimum
VR Max : Tegangan Terbalik (Reverse Voltage) maksimum
Rangkaian dan Cara Menghitung Nilai Resistor untuk LED
Setelah kita mengetahui Tegangan dan Arus Maju untuk LED seperti pada tabel diatas, maka kita dapat
menghitung nilai Resistor yang diperlukan untuk rangkaian LED agar LED yang bersangkutan tidak
terbakar atau rusak karena kelebihan arus dan tegangan.
Rumus yang dipakai adalah sebagai berikut :
R = (VS – VL) / I
Dimana :
R = Nilai Resistor yang diperlukan (dalam Ohm (Ω))
VS = Tegangan Input (dalam Volt (V))
VL = Tegangan LED (dalam Volt (V))
I = Arus Maju LED (dalam Ampere (A))
Hal yang perlu diingat dalam perhitungan, Arus Maju LED (I) tidak boleh melebihi Arus MajuMaksimal
(IF Max) yang telah ditentukan seperti tertera di dalam tabel atas.
Resistor yang berfungsi sebagai pembatas arus ini dipasang secara seri dengan LED seperti gambar
rangkaian di bawah ini
Contoh Kasus Menghitung Nilai Resistor untuk LED
Berikut ini beberapa contoh kasus perhitungan nilai resistor yang diperlukan untuk Rangkaian Indikator
LED.
Contoh Kasus 1
Jika tegangan Input adalah 12V dan LED yang digunakan adalah LED Hijau (V L = 2.2V), Arus Maju (I)
adalah 20mA (diganti menjadi Ampere menjadi 0.02A). Berapakah Nilai Resistor yang diperlukan?
Penyelesaian :
Diketahui :
VS = 12V
VL = 2.2V
I = 0.02A
R =?
Jawaban :
R = (VS – VL) / I
R = (12V – 2.2V) / 0.02A
R = 490Ω
Nilai Resistor Standar yang mudah didapatkan di pasaran adalah 510Ω (usahakan untuk menggunakan
nilai resistor standar terdekat yang nilai resistansinya lebih tinggi).