Modul PDF Fix
Modul PDF Fix
BIOLOGI
UNTUK SISWA SMA/MA KELAS X SEMESTER 2
KELAS
X
MODUL BERBASIS RISET
DISUSUN OLEH :
EKA MIFTAKHUL HIDAYAH
PENYUNTING AHLI :
Dr. Ir. SUKIAN WILUJENG, M.M
PRAMITA LAKSITARAHMI I, [Link], [Link]
DINA CHAMIDAH, [Link], [Link]
Drs. SUNARYO, [Link]
DIANA PRATIWI, [Link].
i
PERSEMBAHAN
Almamaterku.
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
modul saya guna untuk menjadi bahan belajar peserta didik supaya bisa lebih
cerdas, kritis, terampil dan bisa mencerminkan budaya dan karakter bangsa.
Modul ini disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku dan telah ditetapkan
bangsa yang meliputi religius, jujur, toleransi, disiplin, kritis dan lain sebagainya
yang diitegrasikan dalam bentuk materi maupun soal. Hal ini saya lakukan untuk
membantu guru dan peserta didik dalam memahami konsep pendidikan budaya dan
karakter bangsa. Dalam modul ini juga dilengkapi dengan tugas berupa materi, soal
Dengan keunggulan yang telah saya sampaikan, diharapkan modul saya ini
mampu mendorong peserta didik untuk lebih aktif, kreatif, kritis dan bisa
mencerminkan budaya dan karakter bangsa. Saya menyadari bahwa modul saya ini
masih jauh dari kata sempurna, untuk itu saya mengharapkan saran dan kritik yang
Penyusun
iii
ANATOMI MODUL
Persembahan
Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Komponen
Pendahuluan
Silabus
Petunjuk
Peta Konsep Penggunaan
Modul
Rangkuman
Soal Evaluasi
iv
DAFTAR ISI
Persembahan ........................................................................................................... ii
v
D. Pelestarian Keanekaragaman Hayati Indonesia ............................................. 10
1. Thallophyta .................................................................................................... 11
6. Spermatophyta ............................................................................................... 13
a. Daun .............................................................................................................. 18
b. Bunga ............................................................................................................. 19
c. Buah ............................................................................................................... 19
d. Biji ................................................................................................................. 19
e. Pohon ............................................................................................................. 19
C. Alkaloid ......................................................................................................... 22
D. Flavonoid ....................................................................................................... 25
E. Praktikum ....................................................................................................... 27
vi
X. Kunci Jawaban ............................................................................................. 36
vii
BAB I
PENDAHULUAN
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu (inquiry)
tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya sebagai penguasaan
prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA di
sekolah menengah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk
mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut
kompetensi agar peserta didik menjelajahi dan memahami alam sekitar secara
ilmiah.
belajar untuk memahami konsep dan proses sains. Keterampilan proses ini meliputi
serta mengkomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tertulis, menggali dan
viii
KOMPETENSI
ix
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
Bagi Guru :
Memberi tugas kepada siswa untuk bisa belajar di rumah (di luar jam pelajaran
sekolah) untuk memperdalam pengetahuan siswa dalam materi Tumbuhan
secara mandiri terkait materi Keanekaragaman jenis Tumbuhan Buah Sirsak
(Annona Muricata.L.)
Bagi Siswa :
Keberhasilan belajar dengan modul ini sangat bergantung dari masing-masing
siswa dalam ketekunan mereka untuk belajar.
Belajar menggunakan modul ini dapat dilakukan secara mandiri atau
kelompok.
Sebagian informasi dalam modul ini disertakan sumber yang jelas.
Langkah yang perlu diikuti untuk menggunakan modul ini adalah sebagai
berikut :
Baca dan pahami indikator pencapaian kompetensi.
Jika mendapatkan kesulitan maka diskusikanlah dengan beberapa
teman tapi jika masih belum mendapatkan jawaban bertanyalah pada
guru.
Carilah referensi lain yang mendukung jika diperlukan.
Periksa hasil pekerjaan soal yang telah kamu jawab dengan
mencocokkan kunci jawaban.
Bila hasil pekerjaan latihan soal kamu mampu mencapai angka
kebenaran sebesar 80% maka kamu boleh melanjutkan pada kegiatan
berikutnya.
x
PETA KONSEP
Tingkat Gen
Pengertian
Keanekaragaman
Hayati Tingkat Jenis /
Konsep Spesies
Keanekaragaman Tingkat
Hayati Keanekaragaman Tingkat
Hayati Ekosistem
Fungi
Lichene
Klasifikasi Tumbuhan
Bryophyta
Pteridophyta
Spermatophyta
KEANEKARAGAMAN HAYATI
Dari sekian banyak organisme dimuka bumi ini tidak ada sepasang
organisme pun yang benar-benar mirip. Keanekaragaman alam hayati menunjukkan
berbagai variasi dalam bentuk, struktur tubuh, warna, jumlah, dan sifat lain dari
makhluk hidup di suatu daerah. Sumber alam hayati merupakan bagian dari mata
rantai tatanan lingkungan hidup, yang menjadikan lingkungan ini hidup dan mampu
menghidupkan manusia dari generasi ke generasi. Makin beranekaragam sumber
ini, makin banyak hikmah dan pilihan bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya.
1
B. Tingkat Keanekaragaman Hayati
Namun demikian, sumber daya alam hayati dapat saja semakin sedikit dan
akhirnya menjadi punah, apabila pengelolaannya tidak memperhatikan
pelestariannya, karena banyak manusia yang hanya mengambil dan memanfaat
tumbuhan untuk kepentingan sendiri tapi tidak disertai menanamnya kembali yang
mengakibatkan tumbuhan tersebut semakin sedikit dan mengakibatkan kepunahan,
sebagaimana makhluk hidup purba yang mengalami nasib yang sama.
Kekhawatiran ini semakin nyata, terbukti beberapa jenis makhluk hidup di
Indonesia sudah diambang kepunahan atau bersifat langka seperti kayu kamper,
pohon matoa (tanaman khas Jawa barat), tanaman duwet (buah jamblang), padi
madiun, padi bengawan, padi ketan hitam, kedelai hitam,dll. (Suroso Adi, 2010)
2
Secara umum berbagai fungsi atau kegunaan tanaman dan contohnya
dapat ditunjukkan pada bagan 1 di bawah ini:
TAMAN
OBAT RUMAH
TAMAN
TANAMAN
KOTA
SANDANG, PANGAN PRODUKSI
PERUMAHAN TANAMAN
HIAS
PENYEJUK TANAMAN
UDARA
PAGAR
HIDUP
HABITAT PLASMA
ORGANISME NUTFAH
PAGAR PAGAR
RUMAH JALAN
PENGENDALI
LINGKUNGAN
Banyak sekali fungsi atau manfaat dari tanaman yang bisa diolah dan
dimanfaatkan oleh manusia untuk kebutuhan sehari-hari, seperti untuk hiasan
rumah, menghasilkan kertas, obat-obatan, dll. Hampir semua bagian tumbuhan bisa
dimanfaatkan contohnya seperti pada (Bagan 2) semua bagian tumbuhan bisa
dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan sangat bermanfaat untuk
lingkungan sekitar. (Suroso Adi, 2010)
3
plasma nutfah (bank gen). Daun-daun tanaman dapat berfotosintesis memiliki
fungsi ekologis, seperti menyediakan udara segar, mengurangi pencemaran udara,
bahan pembentuk ozon di atmosfer, pencegah terjadinya pemanasan global, dan
menahan derasnya air hujan jatuh ketanah, serta daun-daunnya yang gugur sebagai
bahan pembentuk humus tanah. Bunganya menghasilkan madu, buah yang bisa
dijadikan makanan ataupun obat-obatan (Suroso Adi, 2010)
4
berbeda sekalipun gena-genanya sama. Hal ini terjadi sebagai akibat sifat gen-gen
ada yang dominan dan ada yang resesif. Itulah sebabnya, sekalipun gen-gen di
dalam genotipnya sama dalam satu keluarga terdapat anggota keluarga yang
memiliki ciri atau sifat penampilan yang berbeda dengan anggota lainnya dalam
keluarga itu. Penampakan sifat genotif berinteraksi dengan lingkungannya disebut
fenotif. (Suroso Adi, 2010)
Dengan begitu, akibat adanya sifat dominansi dan resesif gena-gena dalam
genotip induk organisme itu, suatu induk akan menghasilkan fenotip yang berbeda
pada keturunannya. Keanekaragaman genotip disebut juga plasma nutfah.
Individu yang masih alami atau belum termutasi oleh manusia, memiliki kekayaan
plasma nutfah yang berharga, karena gena-genanya masih bisa direkayasa lebih
lanjut. Keanekaragaman hayati dalam bentuk hutan seisinya merupakan sumber
plasma nutfah untuk kesejahteraan hidup manusia di masa kini dan masa datang,
sehingga keberadaan hutan di tiap wilayah semestinya, dijaga, dipelihara dan
dilestarikan.
Keanekaragaman tingkat gen dapat kita pelajari pada pola-pola bentuk daun
pada tumbuhan. Pada tumbuhan Dahlia memiliki bentuk daun yang berbeda-beda
antara daun semasa kecambah, semasa muda, dan semasa dewasanya atau semasa
akan menghasilkan bunga. Pada bagian-bagian bunga, sekalipun memiliki genotip
sama pada kelopak, mahkota, benang sari, dan putiknya, kesemuanya memiliki
bentuk yang berbeda-beda. Demikian pula bentuk daun Ranunculus aquatalis,
Salvinia, dan Myriophyllum adalah berbeda antara daun yang berada di atas
permukaan air dengan daun yang berada di bawah permukaan air. Daun yang
berada di bawah permukaan air memiliki bentuk serupa akar, tetapi daun yang
berada di atas permukaan air memiliki bentuk yang lebih lebar. Hal ini dapat
disimpulkan bahwa faktor lingkungan mempengaruhi penampakan sifat genotip
yang sama pada suatu bagian organisme sejenis di tempat tertentu. Perhatikan
Gambar 3.1.
5
Gambar 3.1: Bentuk daun Salvinia (A), Ranunculus (B), dan Myriophyllum (C)
dipengaruhi oleh perbedaan kondisi lingkungannya, yaitu antara
daun di atas dengan di bawah permukaan air terjadi perbedaan
bentuk. (Suroso Adi, 2010)
6
Pohon Kelapa Pohon Pinang Pohon Palem
7
menyebabkan terbentuknya keanekaragaman ekosistem di muka bumi ini. Antar
komponen ekosistem hidup berdampingan tanpa saling mengganggu, dan apabila
terjadi kepunahan atau gangguan terhadap salah satu anggotanya maka akan
mengganggu kelangsungan hidup organisme lainnya. Suatu perubahan yang terjadi
pada komponenkomponen ekosistem ini akan berpengaruh terhadap keseimbangan
(homeostatis) ekosistem tersebut.
Sebagai suatu sistem, di dalam setiap ekosistem akan terjadi proses yang
saling terkait. Misalnya, pengambilan makanan, perpindahan energi atau
energetika, daur zat atau materi, dan produktivitas atau hasil keseluruhan ekosistem.
Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem adalah pohon kelapa banyak
tumbuh di daerah pantai, pohon aren tumbuh di pegunungan, sedangkan pohon
palem dan pinang tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah.
8
diantaranya adalah nilai biologi, nilai pendidikan, nilai estetika dan budaya, nilai
ekologi, serta nilai religius.
1. Nilai biologi
2. Nilai pendidikan
Di dalam tubuh makhluk hidup tersimpan sumber gen yang secara alami
telah sesuai dengan alamnya. Oleh sebab itu, lestarinya keanekaragaman hayati
merupakan syarat mutlak untuk tetap menjaga tersedianya plasma nuftah atau
sumber gen. Ini berarti memberi peluang untuk mengembangkan penelitian demi
pemulihan keanekaragaman hayati yang belakangan ini cenderung mengalami
penyusutan.
9
3. Nilai estetika dan budaya
4. Nilai ekologi
5. Nilai religius
10
1. Pelestarian In situ, yaitu suatu upaya pelestarian sumber daya alam hayati di
habitat atau tempat aslinya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan
karakteristik tumbuhan atau hewan tertentu sangat membahayakan
kelestariannya apabila dipindahkan ke tempat lainnya. Contohnya sebagai
berikut.
a. Suaka margasatwa untuk komodo di Taman Nasional
a. Thallophyta
11
mempunyai tubuh yang sederhana tetapi memiliki fungsi yang sama dengan organ
tubuh tanaman pada umumnya.
b. Fungi (jamur)
12
substrat dengan menggunakan rizoid. Sporofit merupakan turunan vegetatif berupa
badan penghasil spora (sporangium). Sporofit itu tumbuh pada gametosit bersifat
parasit. Habitatnya di daratan yang lembab, ada pula yang hidup sebagai epifit.
Tubuhnya tidak memiliki berkas pembuluh (vaskular seperti pembuluh xilem dan
floem). Berdasarkan struktur tubuhnya dibedakan atas lumut hati (Hepaticae) dan
lumu daun (Musci).
f. Spermatophyta
13
disimpan dalam biji yang dilindungi oleh kulit biji dan akan disuplai nutrisi dari
endosperm (cadangan makanan).
1) Gymnospermae
Ciri morfologi tumbuhan ini adalah berakar tunggang, daun sempit, tebal
dan kaku, biji terdapat dalam daun buah (makrosporofil) dan serbuk sari terdapat
dalam bagian yang lain (mikrosporofil), daun buah penghasil dan badan penghasil
serbuk sari terpisah dan masing-masing disebut dengan strobillus.
Yang termasuk golongan ini adalah Cycas rumphii (pakis haji), Ginko
opsida (ginko).
2) Angiospermae
14
Contohnya petai (Parkia speciosa), cabe rawit (Capsicum frustescens).
15
dari 1000 meter di atas permukaan laut. Nama sirsak sendiri berasal dari bahasa
belanda ‘Zuurzak’ yang berarti kantung yang asam.
yaitu :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Magnoliales
Family : Annonaceae
Genus : Annona
16
Buah Sirsak
Buah sirsak terdiri atas 67,5 % daging buah yang dapat dimakan, 20 % kulit,
8,5 % biji, dan 4 % empulur. Biji pada tanaman sirsak bersifat racun dan dapat
dimanfaatkan sebagai insektisida alami, sedangkan daun sirsak dapat bermanfaat
dalam menghambat pertumbuhan sel kanker dengan menginduksi apoptosis,
analgetik, anti disentri, anti asma, antihelmitic, dilatasi pembuluh darah,
menstimulasi pencernaan, dan mengurangi depresi. Batang dan daun memiliki
kandungan zat annonaceous acetogenins yang menunjukkan sitotoksik aktif
melawan sel kanker, selain mengandung zat annonaceous acetogein, terdapat
kandungan flavonoid, Tanin, dan saponin pada ekstrak air daun sirsak, yang
berfungsi dalam menghambat pertumbuhan tumor. Selain sifat anti kanker, sirsak
juga memiliki sifat anti bakteri, anti jamur, dan efektif dalam melawan berbagai
jenis parasit atau cacing, bahkan sirsak dapat mengobati tekanan darah tinggi,
depresi, dan stres (Komansilan, et al., 2012).
17
Menurut Gunawan (2014), beberapa manfaat daun sirsak yang dapat berguna untuk
kesehatan tubuh yaitu :
1. Daun
Tanaman sirsak termasuk tanaman tahunan yang dapat tumbuh dan berbuah
sepanjang tahun, apabila air tanah mencukupi selama pertumbuhannya. Di
Indonesia tanaman sirsak menyebar dan tumbuh baik mulai dari daratan rendah
beriklim kering sampai daerah basah dengan ketinggian 1.000 meter dari
permukaan laut (Septiatin, 2009 dan Radi, 1998).
Daun sirsak berwarna hijau muda sampai hijau tua memiliki panjang 6-18
cm, lebar 3-7 cm, bertekstur kasar, berbentuk bulat telur, ujungnya lancip pendek,
daun bagian atas mengkilap hijau dan gundul pucat kusam di bagian bawah daun,
berbentuk lateral saraf. Daun sirsak memiliki bau tajam menyengat dengan tangkai
daun pendek sekitar 3-10 mm. (Radi, 1998).
18
2. Bunga
Bunga pada tanaman sirsak berbentuk tunggal (flos simplex) yaitu satu
bunga terdapat banyak putik sehingga dinamakan bunga berpistil majemuk. Bagian
bunga tersusun secara hemicylis, yaitu sebagian terdapat dalam lingkaran yang lain
spiral atau terpencar. Mahkota bunga berjumlah 6 sepalum yang terdiri atas 2
lingkaran, bentuknya hampir segi tiga, tebal dan kaku, berwarna kuning keputih-
putihan, dan setelah tua mekar, kemudian lepas dari dasar bunganya. Putik dan
benang sari lebar dengan banyak karpel (bakal buah). Bunga keluar dari ketiak
daun, cabang, ranting, atau pohon. bunga umumnya sempurna, tetapi terkadang
hanya bunga jantan dan bunga betina saja dalam satu pohon. Bunga melakukan
penyerbukan silang, karena umumnya tepung sari matang lebih dahulu sebelum
putiknya (Radi, 1998).
3. Buah
Buah sirsak memiliki bentuk sejati berganda (agregat fruit) yaitu buah yang
berasal dari satu bunga dengan banyak bakal buah tetapi membentuk satu buah.
buah memiliki duri sisik halus. Apabila sudah tua daging buah berwarna putih,
lembek, dan berserat dengan banyak biji berwarna coklat kehitaman (Radi, 1998).
4. Biji
Biji buah sirsak berwarna coklat agak kehitaman dan keras, berujung
tumpul, permukaan halus mengkilat dengan ukuran panjang kira-kira 16,8 mm dan
lebar 9,6 mm. jumlah biji dalam satu buah bervariasi, berkisar antara 20-70 butir
biji normal, sedangkan yang tidak normal berwarna putih kecoklatan dan tidak
berisi (Radi, 1998).
5. Pohon
Pohon sirsak memiliki model Troll, ketinggian mencapai 8-10 meter, dan
diameter batang 10-30 cm (Radi, 1998). Tanaman sirsak (Annona muricata Linn.)
termasuk tanaman tahunan. Pohon ini sangat banyak dan mudah dijumpai di
Indonesia.
19
Hasil Uji Alkaloid dan Flavonoid Pada Kulit Sirsak
Tabel 2. Proses membuat serbuk kulit buah sirsak untuk diuji ke laboratorium
Kulit buah sirsak yang telah dikupas tipis akan diletakkan dengan rapi diatas
loyang untuk dijemur dibawah sinar matahari selama kurang lebih 7 hari berturut-
turut sampai kulit sirsak benar-benar keras dan berubah warna kecoklatan. Setelah
kulit buah sirsak benar-benar kering dan berubah warna kecoklatan maka kulit buah
sirsak siap untuk dipotong kecil-kecil kemudian dimasukkan kedalam belender
untuk dihaluskan dan siap untuk dibawah ke laboratorium untuk dilakukaan uji
alkaloid dan flavonoid.
20
Setelah kulit buah sirsak dibelender dan halus maka masing-masing sampel
kulit sirsak (Annona Muricata L.) yang telah dibelender tersebut diambil sebesar 5
gram dilakukan uji alkaloid dan flanonoid secara kualitatif dan kuantitatif di
laboratorium (Tabel 3)
Hasil Screening
Nama
No Sampel
Tumbuhan
Alkaloid Flavonoid
Dengan
Dengan
pereaksi (etanol
pereaksi
+Mg + HCl)
Kulit Buah Dragondorf
1 terbentuk warna
Sirsak terbentuk
cenderung
endapan
merah orange
jingga (+++)
(+++)
Sedangkan hasil uji kualitatif fitokimia diatas terdapat gambar dari hasil uji
flavonoid dengan pereaksi (etanol +Mg + HCl) menghasilkan endapan warna yang
cukup jelas yaitu cenderung berwarna merah keorange. Setelah dilakukan uji
kualitatif selanjutnya akan dilakukan uji secara kuantitatif untuk menentukan
berapa besar kadar alkaloid dan flavonoid pada kulit sirsak dan hasilnya akan
dijelaskan pada tabel dibawah ini.
21
Tabel 4. Kandungan alkaloid dan flavonoid pada ekstrak kulit sirsak (Annona
Muricata L.)
G. Alkaloid
Dalam dunia medis dan kimia organik, istilah alkaloid telah lama menjadi
bagian penting dan tak terpisahkan dalam penelitian yang telah dilakukan selama
ini, baik untuk mencari senyawa alkaloid baru ataupun untuk penelusuran senyawa
bioaktifit. Senyawa alkaloid merupakan senyawa organik terbanyak ditemukan di
alam. Hampir seluruh alkaloid berasal dari tumbuhan dan tersebar luas dalam
berbagai jenis tumbuhan. Secara organoleptik, daun-daunan yang berasa sepat dan
pahit, biasanya teridentifikasi mengandung alkaloid. Selain daun-daunan, senyawa
alkaloid dapat ditemukan pada akar, biji, ranting, dan kulit kayu (Sa'adah, 2010).
22
Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan
dialam. Hampir seluruh senyawa alkaloida berasal dari tumbuh-tumbuhan dan
tersebar luas dalam berbagai jenis tumbuhan. Semua alkaloida mengandung paling
sedikit satu atom nitrogen yang biasanya bersifat basa dan sebagian besar atom
nitrogen ini merupakan bagian dari cincin heterosiklik (Lenny, 2006).
Dari segi biogenetik, alkaloid diketahui berasal dari sejumlah kecil asam
amino yaitu ornitin dan lisin yang menurunkan alkaloid alisiklik, fenilalanin dan
tirosin yang menurunkan alkaloid jenis isokuinolin, dan triptofan yang menurunkan
alkaloid indol, Reaksi utama yang mendasari biosintesis senyawa alkaloid adalah
Reaksi Mannich antara suatu aldehida dan suatu amin primer dan sekunder, dan
sutu enol atau fenol. Biosintesis alkaloid juga melibatkan reaksi rangkap oksidatif
fenol dan metilasi. Jalur poliketida dan jalur mevalonat juga ditemukan dalam
biosintesis alkaloid (Lenny, 2006).
Salah satu tanaman obat yang ada di Indonesia adalah Sirsak (Annona
muricata.L.). Sirsak merupakan tumbuhan dengan berbagai macam manfaat bagi
kesehatan baik daging buah, daun maupun bijinya memiliki kandungan kimia yang
bermanfaat untuk pengobatan, antara lain sebagai antibakteri, antivirus,
antioksidan, antijamur, antiparasit, antihipertensi, antistres, dan menyehatkan
sistem saraf. Daging buahnya mengandung serat dan vitamin, kandungan zat gizi
23
terbanyak dalam buah sirsak adalah karbohidrat. Daunnya mengandung senyawa
tanin, fitosterol, kalsium oksalat, alkaloid murisin, monotetrahidrofuran asetogenin,
dll.
24
Manfaat Alkaloid
1. Salah satu jenis senyawa alkaloid dipercaya bisa untuk obat menenangkan
syaraf.
2. Salah satu jenis alkaloid juga dapat membantu untuk menghambat rasa kantuk.
3. Bebrapa jenis alkaloid juga dapat digunakan sebagai obat tetes mata.
4. Selain dapat digunakan untuk menenangkan syaraf alkaloid juga bisa
dimanfaatkan untuk menahan rasa sakit.
5. Alkaloid dapat dimanfaatkan untuk bahan sebagai anti bakteri.
6. Beberapa jenis alkaloid juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam
rokok.
H. Flavonoid
25
Manfaat Flavonoid
26
PRAKTIKUM
Tujuan : Mengamati perubahan warna dan tekstur kulit sirsak selama dijemur
sebelum di ekstrak.
Kompetensi Dasar : - Siswa mampu mengamati perbedaan warna, tekstur dan
aroma dari kulit buah sirsak anatar yang masih segar dan sudah mengering.
- Siswa mampu dan memahami cara-cara praktikum ekstrak kulit buah sirsak
secara sederhana.
Alat dan Bahan
1. 4 buah sirsak matang 4. Pisau dapur
2. 4 buah loyang 5. Blender
3. Aluminium foil 6. Gunting
Cara kerja :
1. Bersihkan buah sirsak terlebih dahulu dengan air mengalir.
2. Keringkan buah sirsak terlebih dahulu dengan kain atau tissue.
3. Siapkan loyang yang bersih dan lapisi loyang dengan aluminium foil.
4. Setelah buah sirsak benar-benar kering, kupaslah buah sirsak untuk diambil
kulit buahnya, kulit buah sirsak harus dikupas kecil-kecil dan tipis.
5. Kulit buah sirsak yang telah dikupas tipis letakkan dengan rapi diatas loyang
untuk dijemur dibawah sinar matahari selama kurang lebih selama 7 hari.
6. Amatilah perubahan warna kulit buah sirsak setiap hari selama 7 hari tersebut
sampai benar-benar berubah warna dan kulit buah sirsak mengeras.
7. Setelah kulit buah sirsak benar-benar kering, berubah warna dan mengeras,
potonglah kulit buah sirsak menjadi kecil-kecil, kemudian masukkan kedalam
belender untuk dihaluskan.
Pertanyaan :
1. Buatlah tabel dan jelaskan secara singkat bau khas sirsak antara sebelum
dijemur dan sesudah dijemur pada hari ke 1, 2 dan ke 3.
2. Buatlah tabel dan jelaskan secara singkat perubahan warna dan tekstur kulit
sirsak sebelum dijemur dan sesudah dijemur selama 7 hari berturut-turut.
3. Jelaskan menurut pendapat kalian apakah ada perubahan bau khas dari buah
sirsak setelah kulit sirsak tersebut mengering dan diblender.
27
RANGKUMAN
Keanekaragaman hayati adalah tergolong sumber daya alam (SDA) yang dapat
diperbarui, karena dapat dikembangbiakan, baik secara seksual (generatif),
aseksual (vegetatif), maupun secara paraseksual (perkawinan sel vegetatif
untuk menghasilkan sel poliploidi atau melalui upaya rekayasa genetika).
Fungsi bagian dari tumbuhan seperti, akarnya dapat berfungsi mencegah
longsor tanah (orologis), penyerap air hujan menjadi air tanah (hidrologis), dan
banyak yang berpotensi untuk bahan obat-obatan. Batangnya berfungsi tempat
tinggalnya berbagai jenis satwa dan tanaman lainnya (ekologis) seperti burung,
ular, serangga, dan berbagai jenis tumbuhan memanjat maupun tumbuhan
parasit, serta sumber plasma nutfah (bank gen). Daun-daun tanaman dapat
berfotosintesis memiliki fungsi ekologis, seperti menyediakan udara segar, dan
mengurangi pencemaran udara.
Keanekaragaman hayati dibedakan menjadi tiga tingkat, yaitu keanekaragaman
gen, keanekaragaman jenis dan keanekaragaman ekosistem.
Keanekaragaman hayati tingkat gen disebut pula keanekaragaman genotip,
yaitu tingkat variasi pada organisme sejenis sebagai akibat interaksi antar gena-
gena di dalam genotipnya dengan lingkungan sehingga memunculkan
fenomena yang berbeda sekalipun gena-genanya sama.
Keanekaragaman hayati tingkat jenis yaitu individu yang mempunyai
persamaan secara morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling kawin
dengan sesamanya (inter hibridisasi) yang menghasilkan keturunan yang fertil
(subur) untuk melanjutkan generasinya.
Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem yaitu sebagai hubungan atau
interaksi timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup
lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ada beberapa nilai manfaat keanekaragaman hayati bagi manusia, diantaranya
adalah nilai biologi, nilai pendidikan, nilai estetika dan budaya, nilai ekologi,
serta nilai religius.
28
Ada dua cara pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia, yaitu pelestarian
In situ dan Ek situ.
Pelestarian In situ, yaitu suatu upaya pelestarian sumber daya alam hayati di
habitat atau tempat aslinya.
Pelestarian ek situ, yaitu suatu upaya pelestarian yang dilakukan dengan
memindahkan ke tempat lain yang lebih cocok bagi perkembangan
kehidupannya.
Tanaman sirsak memiliki tinggi pohon sekitar 5-6 meter dengan batang
berwarna coklat berkayu, bulat, dan bercabang. Daun tanaman sirsak berbentuk
telur atau lanset, ujung runcing, tepi rata, pangkal meruncing, pertulangan
menyirip, panjang tangkai 5 mm, dan hijau kekuningan. Bunga pada buah
sirsak terletak pada batang, daun kelopak kecil, kuning keputih-putihan,
benang sari banyak berambut. Daging buah sirsak berwarna putih dan memiliki
biji berwarna hitam. Akar dari pohon sirsak berwarna coklat muda, bulat
dengan perakaran tunggang.
Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan
dialam. Hampir seluruh senyawa alkaloida berasal dari tumbuh-tumbuhan dan
tersebar luas dalam berbagai jenis tumbuhan.
Manfaat Alkaloid yaitu menenangkan saraf, menghambat rasa kantuk, obat
tetes mata, penahan rasa sakit, anti bakteri, bahan aktif dalam rokok, dll.
Flavonoid adalah suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar ditemukan di
alam.
29
SOAL EVALUASI
Pilihan Ganda
A. Gen
B. Ekosistem
C. Jenis
D. Lingkungan
E. Varietas
30
4. Berdasarkan perbedaan flora dan fauna yang mendominasi, terumbu karang
dipantai pangandaran dan kawasan hutan di Gunung Gede Pangrango
menunjukkan adanya keanekaragaman hayati tingkat...
A. Gen D. Komunitas
B. Spesies E. Ekosistem
C. Populasi
5. Pasangan tumbuhan berikut yang dapat dikelompokkan dalam tingkat
keanekaragaman gen yaitu...
A. Jeruk nipis dan jeruk purut
B. Ketan hitam dan ketan putih
C. Bayam duri dan bayam cabut
D. Jambu biji dan jambu monyet
E. Sawo kecik dan sawo manila
6. Ilmu yang mempelajari pengelompokan atau klasifikasi makhluk hidup
adalah...
A. Identifikasi D. Pencandraan
B. Taksonomi E. Anatomi Biogeografi
C. Sitologi
7. Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah...
A. Menyederhanakan objek studi tentang makhluk hidup
B. Mencari kesamaan dan perbedaan makhluk hidup
C. Setiap makhluk hidup diberi satu nama
D. Mengidentifikasikan tumbuhan untuk herbarium
E. Mencari perbedaan makhluk hidup
8. Suatu tumbuhan dengan ciri-ciri akarnya tunggang, bercabang, dan umumnya
sempit dan kaku, organ reproduksi berupa strobilus. Dan ciri-ciri tersebut maka
dapat dipastikan bahwa tumbuhan tersebu tergolong...
A. Monokotil D. Angiospermae
B. Dikotil E. Gymnospermae
C. Thallophyta
31
9. Yang bukan merupakan perbedaan antara monokotil dan dikotil dilihat dari ciri
khasnya, terdapat pada...
A. Susunan anatomi batangnya D. Susunan akarnya
B. Morfologi bunganya E. Bangunan dasar daunnya
C. Sifat haploid sel kelaminnya
10. Perhatikan jenis-jenis tanaman berikut
1. rotan
2. cendana
3. kayu jati
4. kayu gaharu
5. mahoni
A. 1, 2, 3 D. 2, 4, 5
B. 1, 3, 5 E. 3, 4, 5
C. 2, 3, 4
11. Perhatikan tanaman berikut !
Tanaman dalam gambar diatas merupakan tanaman yang berasal dari daerah...
A. Riau D. Nusa kambangan
B. Bengkulu E. Aceh
C. Pangandaran
32
12. Kawasan suaka alam yang digunakan untuk melindungi dan menjamin
perkembangan secara alami jenis tumbuhan yang khas ditempat tersebut
disebut...
A. Cagar alam
B. Suaka margasatwa
C. Tanaman nasional
D. Taman wisata alam
E. Tanaman hutan raya
13. Perhatikan gambar dibawah ini !
33
16. Usaha pelestarian sumber daya alam hayati ekosistem hutan dapat dilakukan
dengan cara...
A. Penebangan hanya boleh dilakukan pada pohon-pohon besar dan rindang
B. Penebangan hutan dilakukan tidak pada musim penyerbukan
C. Penebangan hanya dilakukan pada tanaman yang tidak dapat
berkembangbiak dengan cepat
D. Menerapkan sistem tebang pilih dan penanaman kembali
E. Penebangan dilakukan jika dibutuhkan untuk mendirikan perumahan
17. Dibawah ini manfaat dari alkaloid kecuali....
A. Menghambat rasa kantuk
B. Obat tetes mata
C. Vitamin tubuh
D. Anti bakteri
E. Bahan aktif dalam rokok
18. Dibawah ini yang bukan termasuk manfaat dari senyawa Annonaceous
acetogenins adalah....
A. Anti tumor D. Anti protozoal
B. Antiparasitic E. Penurun gula darah
C. Pesticidal
19. Tanaman sirsak mempunyai perakaran....
A. Tunggang D. Napas
B. Serabut E. Gantung
C. Pelekat
20. Berikut yang bukan manfaat khusus dari senyawa flavanoid untuk kesehatan
adalah....
A. Sebagai bantuan untuk meningkatkan efek vitamin C dan antioksidan
34
Soal Esai
35
Kunci Jawaban
Pilihan Ganda
1. B 11. B
2. A 12. A
3. A 13. D
4. E 14. B
5. D 15. B
6. B 16. D
7. B 17. B
8. E 18. E
9. C 19. A
10. E 20. E
Esai
1. Keanekaragaman hayati adalah tergolong sumber daya alam (SDA) yang dapat
diperbarui, karena dapat dikembangbiakan, baik secara seksual (generatif),
aseksual (vegetatif), maupun secara paraseksual (perkawinan sel vegetatif
untuk menghasilkan sel poliploidi atau melalui upaya rekayasa genetika).
2. Sumber tanaman produksi ( sandang, pangan , papan/perumahan), tanaman
hias (taman rumah dan taman kota), tanaman obat, tanaman pelindung (pagar
hidup untuk halaman rumah, pembatas tanah, dan pembatas jalan), serta
tanaman pengendali pencemaran lingkungan baik sebagai penyejuk udara
sekitarnya maupun pengisap zat-zat berbahaya bagi kehidupan manusia dan
hewan.
3. 1. Daun : Daun sirsak berwarna hijau muda sampai hijau tua memiliki panjang
6-18 cm, lebar 3-7 cm, bertekstur kasar, berbentuk bulat telur, ujungnya lancip
pendek, daun bagian atas mengkilap hijau dan gundul pucat kusam di bagian
bawah daun, berbentuk lateral saraf. Daun sirsak memiliki bau tajam
menyengat dengan tangkai daun pendek sekitar 3-10
2. Bunga : Bunga pada tanaman sirsak berbentuk tunggal (flos simplex) yaitu
satu bunga terdapat banyak putik sehingga dinamakan bunga berpistil
36
majemuk. Bagian bunga tersusun secara hemicylis, yaitu sebagian terdapat
dalam lingkaran yang lain spiral atau terpencar. Mahkota bunga berjumlah 6
sepalum yang terdiri atas 2 lingkaran, bentuknya hampir segi tiga, tebal dan
kaku, berwarna kuning keputih-putihan, dan setelah tua mekar, kemudian lepas
dari dasar bunganya. Putik dan benang sari lebar dengan banyak karpel (bakal
buah). Bunga keluar dari ketiak daun, cabang, ranting, atau pohon. bunga
umumnya sempurna, tetapi terkadang hanya bunga jantan dan bunga betina
saja dalam satu pohon. Bunga melakukan penyerbukan silang, karena
umumnya tepung sari matang lebih dahulu sebelum putiknya (Radi, 1998).
3. Buah : Buah sirsak memiliki bentuk sejati berganda (agregat fruit) yaitu buah
yang berasal dari satu bunga dengan banyak bakal buah tetapi membentuk satu
buah. buah memiliki duri sisik halus. Apabila sudah tua daging buah berwarna
putih, lembek, dan berserat dengan banyak biji berwarna coklat kehitaman
(Radi, 1998).
4. Biji : Biji buah sirsak berwarna coklat agak kehitaman dan keras, berujung
tumpul, permukaan halus mengkilat dengan ukuran panjang kira-kira 16,8 mm
dan lebar 9,6 mm. jumlah biji dalam satu buah bervariasi, berkisar antara 20-
70 butir biji normal, sedangkan yang tidak normal berwarna putih kecoklatan
dan tidak berisi (Radi, 1998).
5. Pohon : Pohon sirsak memiliki model Troll, ketinggian mencapai 8-10
meter, dan diameter batang 10-30 cm (Radi, 1998).
6. Komposisi daun sirsak : Komposisi daun sirsak meliputi Alkaloid,
acetogenin, Asam amino, Flavonoid, Tryptophan, Karbohidrat, Protein,
Lemak, Polifenol (termasuk di dalamnya flavonoid), Minyak esensial, Terpen
dan Senyawa aromatik (Vega, et al. 2007).
4. Sebelum dilakukan uji laboratorium buah sirsak harus dibersihkan terlebih
dahulu, setelah buah sirsak dibersihkan buah sirsak harus dikeringkan terlebih
dahulu dengan kain atau tissue. Setelah buah sirsak benar-benar kering buah
sirsak siap untuk dikupas untuk diambil kulit buahnya, kulit buah sirsak harus
dikupas kecil-kecil dan tipis.
37
Kulit buah sirsak yang telah dikupas tipis akan diletakkan dengan rapi diatas
loyang untuk dijemur dibawah sinar matahari selama kurang lebih 7 hari
berturut-turut sampai kulit sirsak benar-benar keras dan berubah warna
kecoklatan. Setelah kulit buah sirsak benar-benar kering dan berubah warna
kecoklatan maka kulit buah sirsak siap untuk dipotong kecil-kecil kemudian
dimasukkan kedalam belender untuk dihaluskan dan siap untuk dibawah ke
laboratorium untuk dilakukaan uji alkaloid dan flavon.
5. Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan
dialam. Hampir seluruh senyawa alkaloida berasal dari tumbuh-tumbuhan dan
tersebar luas dalam berbagai jenis tumbuhan.
Menenangkan saraf.
Menghambat rasa kantuk.
Obat tetes mata.
Penahan rasa sakit.
Anti bakteri.
Bahan aktif dalam rokok.
Flavonoid adalah suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar ditemukan di
alam.
38
DAFTAR PUSTAKA
Aksara, R., Weny, J.A., Musa, dan La Alio. 2013. Identifikasi Senyawa Alkaloid
Dari Ekstrak Metanol Kulit Batang Mangga (Mangifera Indica L), Jurnal
Entropi,3(1).
Adi Suroso. 2013. Modul Keanekaragaman Hayati, (Online),
([Link]
8002Suroso_Adi_Yudianto/modul/modul1_keanekaragaman_hayati.pdf,
diakses 2 April 2019).
Anonim. 2009. Alkaloid. (Online) ([Link]. diakses 24
Oktober 2018)
Djoko Anshori. 2009. Biologi SMA Kelas 10, (Online),
([Link]
ri_Djoko_Martono_2009.pdf, diakses 2 April 2019).
Komansilan, A., Abadi, A. L., Yanuwiadi, B., Kaligis, D. A., 2012, Isolation and
Identification of Biolarvaside from Soursop (Annona muricata Linn) Seeds to
57 Mosquito (Aedes aegypti) Larvae, International Journal of Engineering
& Technology IJET-IJENS, 12 (3).
Meiyanto E. 2005. Sirsak (annona muricata L.). Cancer Chemoprevention
Research Center (CCRC). Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.
Pasaribu, S. 2009. Uji Bioakivitas Metabolit Sekunder Dari Daun Tumbuhan
Bandotan. Jurnal Kimia Mulawarman.
Rijke E. 2005. Trace-level Determination of Flavonoids and Their Conjugates
Application ti Plants of The Leguminosae Family [journal]. Amsterdam:
Universitas Amsterdam.
Radi. 1998. Kandungan Gizi dan Khasiat Buah Sirsak (Online) ([Link]
[Link]/2013/03/[Link].
diakses 13 Oktober 2018).
Sa'adah, L. 2010. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Tanin dari Daun Belimbing
Wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Fakultas
Sains dan Teknologi - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik
Ibrahim.
Sjahid, R. Landyyun. 2008. Isolasi dan Identifikasi Flavonoid dari Daun
Dewandaru (Eugenia uniflora L.). [Skripsi] Tersedia dalam
[Link]
daridaun- [Link] (diakses tanggal 08 Januari 2013)
Sovia Lenny, 2006. Senyawa Flavonoida, Fenilpropanoida dan Alkaloida, (Online),
([Link] diakses 28 Oktober
2018).
Suranto, A. (2011). Dahsyatnya Sirsak tumpas penyakit. Pustaka Bunda, Jakarta.
Taylor L. 2002. Technical Data Report for Graviola Annona Muricata. Herbal
secret of the Rainforest. Edisi ke 2. Tahun 2002
Zuhud, Ervizal. 2011. Bukti Kedahsyatan Sirsak Menumpas Kanker. Agromedia.
Jakarta Selatan. 56-57
39
BIODATA PENULIS
40
Modul ini memuat materi tentang
keanekaragamana hayati tumbuhan yang disusun
berdasarkan potensi penelitian kandungan alkaloid dan
flavonoid pada ekstrak kulit sirsak. Pada materi ini
merupakan obyek yang nyata karena telah dilakukan
uji kandungan secara real dilaboratorium. Oleh karena
itu siswa akan dapat mengetahui dan mempelajari
manfaat yang terkandung pada ekstrak kulit sirsak
guna untuk menambah wawasan mereka. Untuk itu
penulis beupaya untuk menghadirkan bahan ajar
dengan mengemas dan meneliti kandungan pada kulit
sirsak untuk menjadikan bahan ajar berupa modul
pembelajaran. Modul ini berisi materi
Keanekaragaman Tumbuhan yang dibahas dengan
rinci disertai gambar, terdapat pula bahasan seputar
kandungan kimia guna untuk menambah wawasan
siswa, dan juga memuat kegiatan soal pilihan ganda
maupun soal esai untuk menunjang pemahaman dan
melatih keterampilan siswa.