FIELD CALIFORNIA BEARING RATIO TEST
PENDAHULUAN
a. CBR (California Bearing Ratio) Test merupakan percobaan daya dukung tanah yang
dikembangkan oleh California State Highway Department pada tahun 1928.
b. CBR Test adalah perbandingan antara beban penetrasi suatu bahan terhadap bahan standar
dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama.
c. Nila CBR adalah perbandingan (dalam persen) antara tekanan yang diperlukan untuk
menembus tanah dengan piston berpenampang lingkaran seluas 3 inch 2 dengan kecepatan
0,05 inch/menit terhadap tekanan yang diperlukan untuk menembus bahan standar tertentu.
Nilai CBR batu pecah standar di California = 100%.
d. Pengujian CBR dibagi menjadi dua, yaitu:
1) Pengujian CBR Laboratorium
- CBR Laboratorium rendaman (soaked design CBR)
- CBR laboratorium tanpa rendaman (unsoaked design CBR)
2) Pengujian CBR Lapangan
PEMAKAIAN NILAI CBR
a. Nilai CBR dikembangkan untuk mengukur kapasitas daya dukung tanah dasar/timbunan
yang digunakan sebagai badan jalan.
b. CBR juga dapat digunakan untuk mengukur kapasitas daya dukung material lapisan
perkerasan jalan.
c. Semakin keras suatu material maka rating CBR semakin tinggi
- Tanah pertanian umumnya mempunyai nilai CBR sekitar 3%
- Tanah lempung basah mempunyai nilai CBR 4,75%
- Pasir lembab memiliki nilai CBR 10%
- Agregat memiliki nilai CBR lebih dari 80%
d. Nilai CBR beberapa material
Material CBR %
Agregat pecah padat-bergradasi biasanya
100
digunakan untuk pondasi perkerasan
Agregat alami padat-bergradasi biasanya
80
digunakan untuk pondasi perkerasan
Batu kapur 80
Pasir campuran 50 – 80
Pasir berbutir kasar 20 – 50
Pasir berbutir halus 10 – 20
Tanah lempung <3
TUJUAN
a. Mendapatkan nilai CBR asli tanah setempat di lapangan, umumnya dilakukan pada lokasi
dimana tanah dasarnya tidak dipadatkan.
b. Untuk mengontrol apakah kepadatan tanah di lapangan sudah sesuai dengan rencana atau
belum.
DASAR TEORI
a. CBR adalah beban pada material standar berupa batu pecah di California pada penetrasi
yang sama.
b. Percobaan ini dilakukan untuk menilai kekuatan tanah dasar atau bahan lain (bahan lain ini
adalah lapis pondasi yang bisa jadi agregat atau lainnya) yang hendak dipakai untuk
pembuatan perkerasan.
c. Nilai CBR yang diperoleh kemudian dipakai untuk pembuatan tebal lapisan permukaan
yang diperlukan di atas lapisan CBR-nya ditentukan, artinya tebal perkerasan dapat
dihitung apabila daya dukung tanah diketahui (nilai CBR tanah dapat diketahui).
d. Nilai CBR yang dicari yaitu pada penetrasi 0,1” dan 0,2”. Percobaan yang benar yaitu
apabila nilai CBR pada penetrasi 0,1” lebih besar dari”. Apabila nilai penetrasi pada 0,2”
lebih besar maka percobaan dilakukan minimal tiga kali.