0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan10 halaman

RPM Bab 4

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas V dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, berfokus pada pengenalan Bumi dan proses alam. Materi mencakup struktur lapisan Bumi, siklus air, serta pergerakan lempeng yang menyebabkan bencana alam, dengan pendekatan pembelajaran yang beragam dan interaktif. Tujuan pembelajaran meliputi pemahaman konsep, keterampilan proses, dan relevansi dengan kehidupan nyata, serta integrasi nilai-nilai karakter.

Diunggah oleh

sri lestari siboro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan10 halaman

RPM Bab 4

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas V dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, berfokus pada pengenalan Bumi dan proses alam. Materi mencakup struktur lapisan Bumi, siklus air, serta pergerakan lempeng yang menyebabkan bencana alam, dengan pendekatan pembelajaran yang beragam dan interaktif. Tujuan pembelajaran meliputi pemahaman konsep, keterampilan proses, dan relevansi dengan kehidupan nyata, serta integrasi nilai-nilai karakter.

Diunggah oleh

sri lestari siboro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS)


BAB 4 : AYO BERKENALAN DENGAN BUMI KITA

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : ......................................................
Nama Penyusun : ......................................................
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase / Semester : V / C / Ganjil
Alokasi Waktu : 6 JP (3 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 20... / 20...

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal: Peserta didik secara umum mengetahui adanya daratan (gunung,
dataran) dan perairan (sungai, laut) serta pernah mendengar tentang peristiwa alam
seperti hujan dan gempa bumi.
● Minat: Peserta didik memiliki rasa ingin tahu tentang bentuk Bumi, penyebab terjadinya
bencana alam, dan proses alam seperti siklus hujan.
● Latar Belakang: Peserta didik tinggal di wilayah geografis Indonesia yang beragam,
memberikan konteks yang berbeda-beda mengenai kenampakan alam (beberapa tinggal
di dekat pantai, yang lain di pegunungan).
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Membutuhkan peta, globe, gambar lapisan bumi, dan diagram siklus air
untuk memahami konsep spasial dan proses yang kompleks.
○ Auditori: Membutuhkan cerita dan penjelasan tentang bagaimana lempeng bumi
bergerak dan diskusi mengenai dampak perubahan lingkungan.
○ Kinestetik: Membutuhkan kegiatan membuat model atau maket kenampakan alam
dan melakukan simulasi (seperti simulasi gempa atau siklus air) untuk memahami
konsep abstrak.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai:
○ Konseptual: Memahami struktur lapisan Bumi (litosfer, hidrosfer, atmosfer), konsep
siklus air, dan teori pergerakan lempeng Bumi sebagai penyebab gempa dan tsunami.
○ Prosedural: Mampu membaca peta untuk mengidentifikasi kenampakan alam,
menjelaskan tahapan siklus air, dan mendemonstrasikan pergerakan lempeng melalui
simulasi.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan untuk
menjelaskan kondisi geografis tempat tinggal mereka, mengapa Indonesia sering
mengalami gempa bumi, dan dari mana asal air hujan yang turun.
● Tingkat Kesulitan: Sedang hingga Tinggi. Konsep pergerakan lempeng tektonik dan
arus konveksi di mantel bumi bersifat sangat abstrak dan memerlukan model serta
analogi yang kuat untuk dapat dipahami.
● Struktur Materi: Dimulai dari pengenalan permukaan Bumi yang terlihat (litosfer,
hidrosfer), dilanjutkan dengan proses dinamis di atasnya (siklus air), dan diakhiri dengan
proses dinamis di bawahnya (pergerakan lempeng).
● Integrasi Nilai dan Karakter: Mengajarkan pentingnya mitigasi bencana, kesadaran
akan perubahan lingkungan akibat ulah manusia, dan rasa syukur atas keunikan planet
Bumi.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Mensyukuri keindahan dan kompleksitas Bumi sebagai ciptaan Tuhan, serta menyadari
kekuatan alam yang menuntut manusia untuk selalu waspada dan berdoa.
● Kewargaan: Memahami letak geografis Indonesia dan potensi serta risiko yang
menyertainya, seperti kekayaan alam dan kerawanan bencana.
● Penalaran Kritis: Menganalisis hubungan sebab-akibat antara pergerakan lempeng
dengan terjadinya gempa bumi dan tsunami, serta dampak aktivitas manusia terhadap
perubahan lingkungan.
● Kreativitas: Merancang dan membuat maket 3D bentuk permukaan Bumi atau model
simulasi siklus air dan pergerakan lempeng.
● Kolaborasi: Bekerja sama dalam kelompok untuk membuat peta, melakukan simulasi,
dan mempresentasikan hasil proyek.
● Kemandirian: Melakukan wawancara untuk mencari tahu sejarah perubahan lingkungan
di sekitar tempat tinggalnya.
● Kesehatan: Memahami pentingnya atmosfer (lapisan ozon) dalam melindungi makhluk
hidup dari radiasi berbahaya dan pentingnya air bersih bagi kehidupan.
● Komunikasi: Mempresentasikan hasil pembuatan maket dan menjelaskan proses-proses
alam yang kompleks dengan bahasa yang mudah dipahami.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Pada akhir Fase C, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
 Pemahaman IPAS
Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan
tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya
terhadap ekosistem; menjelaskan fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam
kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan
sumber energialternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi
perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi
bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan
peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan
sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks
kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di
wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan
sekitar.
 Keterampilan Proses
Mampu menerapkan keterampilan proses yang meliputi:
● Mengamati
Murid mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana, mencatat hasil
pengamatannya, serta mencari persamaan dan perbedaannya.
● Mempertanyakan dan Memprediksi
Dengan panduan pendidik, murid mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki
secara ilmiah dan membuat prediksinya.
● Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan
Secara mandiri, murid merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional
untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Murid melakukan observasi menggunakan
alat bantu pengukuran sederhana
● Memproses, Menganalisis Data dan Informasi
Secara mandiri, murid merencanakan dan melakukan langkah-langkah operasional
untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Murid melakukan observasi menggunakan
alat bantu pengukuran sederhana
● Mengevaluasi dan Refleksi
Melakukan refleksi dan memberikan saran perbaikan terhadap penyelidikan yang
sudah dilakukan.
● Mengomunikasikan Hasil
Murid mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang dengan
argumen dalam berbagai media.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Geografi: Penggunaan dan pembuatan peta, pemahaman tentang kenampakan alam.
● Seni Budaya dan Prakarya: Membuat maket 3D kenampakan alam dengan berbagai
bahan.
● Bahasa Indonesia: Melakukan wawancara dengan narasumber dan menuliskan
laporannya.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Peserta didik dapat mengidentifikasi struktur lapisan Bumi (litosfer,
hidrosfer, atmosfer) dan kenampakan alam melalui pengamatan peta dan lingkungan
sekitar. (2 JP)
● Pertemuan 2: Peserta didik dapat menjelaskan terjadinya siklus air dan perubahan di
permukaan Bumi akibat faktor alam maupun manusia. (2 JP)
● Pertemuan 3: Peserta didik dapat menceritakan kembali proses pergerakan lempeng
Bumi sebagai penyebab terjadinya gempa, tsunami, dan gunung meletus. (2 JP)

D. INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN


1. Membedakan komponen litosfer, hidrosfer, dan atmosfer.
2. Mengidentifikasi kenampakan alam di daratan (gunung, bukit, lembah) dan perairan
(sungai, danau, laut) pada peta.
3. Menjelaskan tahapan utama dalam siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi).
4. Memberikan contoh perubahan lingkungan yang disebabkan oleh manusia.
5. Menjelaskan bahwa permukaan Bumi terdiri dari lempengan-lempengan yang bergerak.
6. Menjelaskan bahwa pergerakan lempeng dapat menyebabkan gempa bumi.
7. Menghubungkan peristiwa gempa di dasar laut dengan potensi terjadinya tsunami.

E. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Mengapa di daerahku sering/tidak pernah terjadi gempa?
● Dari mana air hujan berasal dan ke mana perginya setelah jatuh ke tanah?
● Mengapa bentuk gunung bisa berubah setelah meletus?
● Dulu di sini sawah, mengapa sekarang menjadi perumahan?

F. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Discovery Learning, Project-Based Learning (Pembelajaran
Berbasis Proyek).
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik mengamati dengan teliti detail pada peta,
memperhatikan perubahan wujud pada simulasi siklus air, dan merasakan getaran
pada simulasi gempa.
○ Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan konsep lempeng tektonik
dengan berita gempa yang mereka dengar dan mengaitkan perubahan lingkungan
dengan kondisi nyata di sekitar tempat tinggal mereka.
○ Joyful Learning: Belajar melalui kegiatan yang menyenangkan seperti membuat
"hujan dalam toples", "Bumi seperti Jelly", dan membangun maket 3D.
● Metode Pembelajaran: Eksperimen/Simulasi, Diskusi, Wawancara, Pembuatan Proyek
(Maket).
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan peta fisik dan digital. Memberikan teks bacaan
dengan tingkat kompleksitas yang berbeda mengenai lempeng tektonik.
○ Diferensiasi Proses: Siswa dapat memilih kenampakan alam yang ingin mereka buat
dalam maket. Kelompok dapat memilih metode presentasi yang paling mereka
kuasai.
○ Diferensiasi Produk: Hasil proyek akhir berupa maket 3D yang dapat dilengkapi
dengan penjelasan tertulis, lisan, atau dalam bentuk video singkat.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Menggunakan taman atau halaman sekolah untuk membuat peta
lingkungan sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Melakukan wawancara dengan warga senior
di sekitar untuk mengetahui sejarah perubahan lingkungan.
● Mitra Digital: Menggunakan Google Earth untuk menjelajahi berbagai kenampakan
alam di seluruh dunia secara virtual.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Menyiapkan area "bengkel kerja" untuk pembuatan maket dengan alas
koran agar kelas tetap bersih.
● Ruang Virtual: Membagikan tautan ke video animasi tentang pergerakan lempeng
tektonik atau siklus air.
● Budaya Belajar: Membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga Bumi dan
menumbuhkan empati terhadap korban bencana alam.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Menampilkan video dari BMKG atau lembaga terkait tentang mitigasi bencana gempa
bumi dan tsunami.
● Menggunakan aplikasi peta digital untuk mengukur jarak atau melihat relief suatu
daerah.

PENGALAMAN BELAJAR
G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
PERTEMUAN 1 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Ada Apa Saja di Bumi Kita?
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Salam dan Doa: Guru membuka pelajaran.
● Apersepsi: Guru menunjukkan globe atau peta dunia dan bertanya, "Jika kita lihat dari
luar angkasa, Bumi kita warnanya apa saja? Apa arti warna-warna itu?" (Meaningful)
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan belajar tentang bagian
daratan, perairan, dan udara di Bumi serta kenampakan alamnya.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Eksplorasi Peta: Dalam kelompok, siswa mengamati peta Indonesia atau provinsi
setempat. Mereka ditugaskan untuk mencari dan mengidentifikasi simbol-simbol
kenampakan alam (gunung, sungai, danau, laut) dan menuliskannya. (Discovery
Learning)
● Diskusi Litosfer, Hidrosfer, Atmosfer: Guru memperkenalkan istilah ilmiah: litosfer
(daratan), hidrosfer (perairan), dan atmosfer (udara). Siswa mengelompokkan
kenampakan alam yang mereka temukan ke dalam kategori litosfer dan hidrosfer.
● Membuat Peta Lingkungan Sekolah: Siswa diajak ke luar kelas untuk mengamati dan
menggambar peta sederhana lingkungan sekolah, lengkap dengan legenda untuk
bangunan, pohon, dan area terbuka. (Kinestetik, Kolaborasi)
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Kelompok yang lebih cepat dapat diberi tantangan untuk menambahkan arah
mata angin dan perkiraan skala sederhana pada petanya.
○ Produk: Peta yang dihasilkan bisa berupa gambar 2D sederhana atau model 3D mini
menggunakan balok atau plastisin.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Kenampakan alam apa yang paling banyak terdapat di daerah kita? Daratan
atau perairan?"
● Rangkuman: Guru bersama siswa menyimpulkan bahwa permukaan Bumi tidak rata
dan terdiri dari berbagai kenampakan alam di darat dan air.
● Tindak Lanjut: Siswa diminta bertanya kepada orang tua, apa nama gunung atau sungai
terbesar di daerah mereka.
● Penutup: Guru menutup pelajaran.

PERTEMUAN 2 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Mengapa Bentuk Permukaan Bumi Berubah-ubah?
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Salam dan Doa: Guru membuka pelajaran.
● Apersepsi: Guru bercerita, "Kata kakek saya, dulu di belakang sekolah ini adalah
hamparan sawah. Tapi sekarang sudah jadi perumahan. Apakah lingkungan bisa
berubah? Apa saja yang menyebabkannya?" (Meaningful)
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan menyelidiki perubahan
lingkungan dan proses alam yang terus terjadi, yaitu siklus air.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Wawancara Perubahan Lingkungan: Siswa berbagi hasil tugas tindak lanjut dari
pertemuan sebelumnya dan mendiskusikan perubahan-perubahan lingkungan yang terjadi
di daerah mereka (karena manusia atau alam).
● Simulasi "Hujan dalam Toples": Dalam kelompok, siswa melakukan percobaan
sederhana. Mereka menuang air panas ke dalam toples, menutupnya dengan wadah berisi
es batu, dan mengamati proses penguapan (uap air naik), kondensasi (bintik air di bawah
wadah), dan presipitasi (tetesan air jatuh kembali). (Joyful, Kinestetik)
● Menggambar Siklus Air: Berdasarkan hasil simulasi, siswa menggambar diagram
siklus air di alam, lengkap dengan label untuk evaporasi, kondensasi, dan presipitasi.
Guru membantu menjelaskan proses yang terjadi di alam (peran matahari, awan, angin).
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Siswa dapat menjelaskan siklus air melalui gambar, cerita, atau bahkan
memeragakannya.
○ Produk: Diagram siklus air bisa dibuat sederhana atau lebih kompleks dengan
menambahkan unsur transpirasi dari tumbuhan dan aliran air tanah.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Jadi, dari mana sebenarnya asal air hujan itu?"
● Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa permukaan Bumi bisa berubah karena
aktivitas manusia dan proses alam seperti siklus air yang terjadi terus-menerus.
● Tindak Lanjut: Siswa diminta mengamati awan di langit dan memprediksi apakah akan
turun hujan.
● Penutup: Guru menutup pelajaran.

PERTEMUAN 3 (2 JP : 70 MENIT)
Topik : Bagaimana Bumi Kita Berubah? (Lempeng Bumi)
KEGIATAN PENDAHULUAN (10 MENIT)
● Salam dan Doa: Guru membuka pelajaran.
● Apersepsi: Guru bertanya, "Siapa yang pernah merasakan gempa bumi? Rasanya seperti
apa? Menurut kalian, mengapa tanah bisa bergetar?"
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan bahwa hari ini akan melakukan simulasi
untuk memahami penyebab gempa bumi dan gunung meletus.
KEGIATAN INTI (50 MENIT)
● Simulasi "Bumi seperti Jelly": Guru mendemonstrasikan (atau siswa melakukan dalam
kelompok dengan pengawasan ketat) percobaan memanaskan agar-agar/jelly. Siswa
mengamati bahwa bagian permukaan memadat (kerak/lempeng Bumi) sementara bagian
bawahnya tetap cair dan bergerak (mantel Bumi). Gerakan cairan di bawah menyebabkan
lapisan padat di atasnya retak dan bergerak. (Joyful, Kinestetik)
● Diskusi Lempeng Tektonik: Guru menjelaskan konsep lempeng tektonik menggunakan
analogi dari percobaan jelly. Guru menunjukkan peta lempeng dunia dan posisi
Indonesia di pertemuan tiga lempeng besar. (Penalaran Kritis)
● Simulasi Gempa: Siswa menggunakan dua buah kain di bawah lapisan tanah dalam
kardus untuk mensimulasikan pergerakan lempeng yang saling bergeser dan
menyebabkan "bangunan" di atasnya roboh. (Kolaborasi)
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Siswa yang memahami lebih cepat dapat diajak berdiskusi tentang jenis
pergerakan lempeng (menjauh, mendekat, bergeser).
○ Produk: Siswa diminta menceritakan kembali dengan bahasa sendiri bagaimana
gempa bisa terjadi berdasarkan simulasi yang telah dilakukan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: "Setelah tahu penyebab gempa, apa yang seharusnya kita lakukan jika terjadi
gempa?"
● Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa gempa dan letusan gunung berapi disebabkan
oleh pergerakan lempeng Bumi yang terus-menerus.
● Tindak Lanjut: Menghubungkan materi dengan proyek belajar membuat maket
kenampakan alam.
● Penutup: Guru menutup pelajaran.

H. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Peta Konsep Awal: Siswa diminta membuat peta konsep sederhana tentang "Bumi"
untuk mengetahui pengetahuan awal mereka tentang daratan, lautan, dan peristiwa alam.
ASESMEN FORMATIF
● Observasi: Mengamati partisipasi siswa dalam diskusi kelompok dan kemampuan
mereka mengikuti langkah-langkah simulasi.
● Produk (Proses):
○ Menilai peta lingkungan sekolah yang dibuat kelompok.
○ Menilai diagram siklus air yang digambar siswa.
○ Menilai kemampuan siswa menjelaskan kembali proses terjadinya gempa setelah
simulasi.
● Latihan Soal/LKPD: Lembar kerja untuk memandu pengamatan peta dan mencatat hasil
simulasi.
ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek): Penilaian terhadap maket 3D kenampakan alam. Kriteria mencakup
representasi bentuk permukaan Bumi, kelengkapan label, dan kreativitas.
● Praktik (Kinerja): Siswa diminta untuk menjelaskan salah satu proses (siklus air atau
pergerakan lempeng) menggunakan gambar atau alat peraga yang tersedia.
● Tes Tertulis: Soal esai singkat yang meminta siswa untuk menjelaskan hubungan antara
letak geografis Indonesia dengan kerawanan bencana, dan menjelaskan tahapan siklus
air.

Mengetahui, ..........., ......................... 20..


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

.......................................... ..........................................
NIP. ................................ NIP. ................................
INSTRUMEN DAN RUBRIK PENILAIAN PROYEK IPAS
(MAKET 3D KENAMPAKAN ALAM)

Format Penilaian Proyek: "Maket 3D Kenampakan Alam Bumi"


Nama Siswa / Kelompok :
Kelas / Semester :
Hari / Tanggal :

Aspek Penilaian Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1 Skor


(Sangat Baik) (Baik) (Cukup) (Perlu
Bimbingan)

Representasi Maket Bentuk 3D Model permukaan Maket tidak


Bentuk Permukaan menampilkan kenampakan Bumi cenderung membentuk relief
Bumi bentuk tiga alam sudah datar (2.5D); permukaan Bumi
(Bobot 40%) dimensi (3D) terlihat jelas perbedaan elevasi sama sekali;
kenampakan dan antara dataran permukaan rata
alam proporsional, tinggi, dataran dan gagal
daratan/perairan namun ada rendah, atau merepresentasika
dengan sangat sedikit bagian perairan kurang n bentuk
akurat, relief (seperti tegas dan kurang geometris objek
proporsional, kecuraman proporsional. alam.
dan gunung atau
mencerminkan kedalaman
relief asli lembah) yang
permukaan kurang
Bumi secara representatif.
realistis.

Kelengkapan Label Seluruh objek Label Kelengkapan Maket sama sekali


(Bobot 35%) kenampakan sebagian label minim; tidak dilengkapi
alam pada besar lengkap banyak objek dengan label
maket diberi dan jelas, penting yang tidak keterangan atau
label nama hanya dinamai atau nama objek
dengan sangat ditemukan 1-2 posisi peletakan kenampakan alam.
lengkap, posisi objek alam label berantakan
peletakan tepat yang terlewat sehingga
(tidak menutupi atau penulisan membingungkan
objek), bebas ejaan nama pembaca.
kesalahan indra/istilah
ejaan, dan geografisnya
mudah dibaca. sedikit keliru.

Kreativitas & Sangat inovatif Maket dibuat Tampilan maket Maket dibuat asal-
Estetika dalam dengan rapi kurang rapi; asalan, tidak
(Bobot 25%) memanfaatkan dan menarik, pewarnaan tidak diwarnai,
variasi material pewarnaan merata/bercampur berantakan, dan
(misal: bubur sudah sesuai kotor, konstruksi tidak menunjukkan
kertas, plastisin, dengan zona bangunan maket usaha eksplorasi
bahan daur geografis, ringkih/mudah estetika desain
ulang), aplikasi namun variasi lepas, atau lem kriya 3D.
gradasi warna penggunaan berceceran.
sangat natural, bahan atau
serta konstruksi detail hiasan
maket sangat pendukung
kokoh dan rapi. masih
standar.
Rumus Perhitungan Nilai Akhir Maket 3D:
Nilai = (Total Skor Perolehan / 12) x 100

Catatan Evaluasi / Apresiasi Karya Guru :


__________________________________________________________________________
_______
__________________________________________________________________________
_______

Anda mungkin juga menyukai