0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Bab 17 - Perang Antara Dua Pencipta

Bab ini menggambarkan pertempuran epik antara Pencipta Awal dan Asterion, di mana Asterion mengubah aturan dunia, menyebabkan kekacauan. Kael, sebagai Penjaga Kedelapan, menyadari kekuatannya berasal dari pilihan dan hubungan, yang membuatnya berbeda dari ciptaan lain. Pertarungan berlanjut ketika sesuatu yang lebih tua dan misterius muncul dari Dunia Lama, menandakan akhir dari segala sesuatu.

Diunggah oleh

iljina356
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Bab 17 - Perang Antara Dua Pencipta

Bab ini menggambarkan pertempuran epik antara Pencipta Awal dan Asterion, di mana Asterion mengubah aturan dunia, menyebabkan kekacauan. Kael, sebagai Penjaga Kedelapan, menyadari kekuatannya berasal dari pilihan dan hubungan, yang membuatnya berbeda dari ciptaan lain. Pertarungan berlanjut ketika sesuatu yang lebih tua dan misterius muncul dari Dunia Lama, menandakan akhir dari segala sesuatu.

Diunggah oleh

iljina356
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bab 17 – Perang Antara Dua Pencipta

Langit tidak lagi memiliki warna.

Tidak ada biru.

Tidak ada putih.

Hanya dua kekuatan yang bertabrakan.

Cahaya Pencipta Awal.

Dan kegelapan Asterion.

Seluruh dunia menyaksikan pertempuran antara dua makhluk yang telah ada sebelum
waktu dimulai.

Asterion mengangkat pedangnya.

Seketika ruang di sekitarnya berubah.

Gunung-gunung jauh di bawah awan kehilangan bentuknya.

Bukan karena hancur.

Tetapi karena aturan keberadaan mereka diubah.

Sebuah gunung tidak lagi menjadi gunung.

Sebuah sungai tidak lagi menjadi sungai.

Segalanya mulai kehilangan identitasnya.

"Dia mengubah aturan dunia..."

bisik Seraphina.

Pencipta Awal berdiri di depan mereka.

"Asterion tidak menghancurkan sesuatu."


"Dia menghapus konsepnya."

Kael menggenggam tangannya.

"Kalau begitu bagaimana cara melawannya?"

Pencipta Awal melihat simbol kedelapan.

"Dengan sesuatu yang tidak dapat dia pahami."

"Apa itu?"

Pencipta Awal menjawab:

"Pilihan."

Asterion berjalan maju.

Setiap langkahnya membuat dunia berubah.

"Saudaraku..."

"Kau masih percaya pada makhluk kecil ini?"

Pencipta Awal menatapnya.

"Aku percaya pada kemungkinan."

Asterion menggeleng.

"Kemungkinan adalah alasan dunia penuh penderitaan."

Kemudian Asterion menyerang.

Satu ayunan pedang.

Tidak ada ledakan.

Tidak ada suara.


Namun seluruh langit terbelah.

Pencipta Awal mengangkat tangannya.

Cahaya membentuk perisai besar.

BOOOM!

Dua kekuatan bertabrakan.

Gelombang energi menyapu seluruh Aetheria.

Kael dan para Penjaga ikut bergerak.

"Ini kesempatan kita!"

teriak Lyra.

Para Penjaga menyerang bersama.

Seraphina memanggil badai es.

Alena mengeluarkan cahaya murni.

Caelum melepaskan bayangan.

Namun...

Asterion hanya melihat mereka.

Dan semua serangan berhenti.

"Mustahil..."

kata Alena.

Asterion berkata:

"Kekuatan kalian berasal dari aturan yang aku ciptakan."

"Bagaimana kalian berharap melawanku?"


Caelum mencoba bergerak.

Namun bayangannya sendiri mulai menghilang.

Seraphina kehilangan kendali atas esnya.

Bahkan Umbra terlihat melemah.

Kael melihat semuanya.

Mereka bukan kalah karena kurang kuat.

Mereka kalah karena melawan sesuatu yang berada di atas aturan mereka.

"Asterion!"

teriak Kael.

Makhluk itu menoleh.

"Aku masih bisa bergerak."

Asterion tersenyum.

"Karena kau berada di luar sistem."

"Itulah alasanmu berbahaya."

Kael maju.

"Kalau aku berbahaya..."

"Kenapa kau tidak menghapusku?"

Asterion diam.

Untuk pertama kalinya...

Ia tidak langsung menjawab.


Pencipta Awal melihat Kael.

"Dia tidak bisa."

Kael menoleh.

"Kenapa?"

"Karena Penjaga Kedelapan bukan bagian dari ciptaan lama."

"Kau adalah sesuatu yang lahir dari pilihan."

Asterion menatap Kael.

"Kau tidak seharusnya ada."

Kael menjawab:

"Mungkin."

"Tapi aku ada."

Simbol kedelapan mulai bersinar.

Bukan dengan cahaya.

Bukan dengan bayangan.

Tetapi dengan sesuatu yang berbeda.

Sebuah energi yang berasal dari semua orang di sekitarnya.

Kael melihat teman-temannya.

Alena.

Lyra.
Seraphina.

Caelum.

Bahkan Umbra.

Mereka semua berbeda.

Mereka semua memiliki masa lalu.

Kesalahan.

Ketakutan.

Tetapi mereka tetap memilih berdiri.

"Kekuatan Penjaga Kedelapan..."

kata Kael.

"Bukan milikku sendiri."

Asterion mengerutkan kening.

"Apa?"

"Kekuatan ini berasal dari hubungan."

"Dari pilihan orang-orang yang percaya satu sama lain."

Cahaya mulai menyebar.

Tidak menyerang Asterion.

Tetapi menghubungkan semua energi para Penjaga.

Api.

Air.

Angin.
Bumi.

Es.

Cahaya.

Bayangan.

Dan keseimbangan.

Untuk pertama kalinya...

Asterion mundur.

Bukan karena terluka.

Tetapi karena tidak memahami.

"Tidak mungkin."

"Energi yang bertentangan tidak dapat bersatu."

Kael tersenyum kecil.

"Itulah yang membuat dunia berbeda."

"Dunia tidak sempurna."

"Karena dunia berisi hal-hal yang berbeda."

Pencipta Awal melihat saudaranya.

"Apakah sekarang kau mengerti?"

Asterion diam.

Namun kemudian...

Ia tersenyum.
Bukan senyum kemenangan.

Melainkan rasa penasaran.

"Menarik."

"Jadi manusia menciptakan sesuatu yang bahkan penciptanya sendiri tidak bisa buat."

Asterion menurunkan pedangnya.

Namun bukan berarti pertarungan selesai.

Tiba-tiba...

Sebuah suara terdengar dari bawah mereka.

Suara yang membuat semua orang membeku.

Suara dari dalam Dunia Lama.

"Kalian semua salah."

Tanah bergetar.

Pintu Dunia Lama yang sebelumnya terbuka mulai retak.

Sesuatu yang lebih tua muncul dari dalam.

Bahkan Asterion menoleh.

"Apa..."

Pencipta Awal terlihat terkejut.

"Tidak mungkin."

Kael melihat keduanya.


"Apa yang terjadi?"

Pencipta Awal menjawab dengan suara pelan:

"Ada sesuatu yang bahkan kami berdua tidak ciptakan."

Retakan semakin besar.

Dari dalam muncul bayangan tanpa bentuk.

Tidak memiliki tubuh.

Tidak memiliki wajah.

Hanya suara.

"Sebelum pencipta ada..."

"Sebelum dunia ada..."

"Aku sudah menunggu."

Semua terdiam.

Karena jika Pencipta Awal dan Asterion adalah awal dari penciptaan...

Maka makhluk ini adalah sesuatu yang bahkan lebih tua.

Umbra berbisik:

"Ini bukan perang antara pencipta."

"Ini..."

"Adalah akhir dari segala sesuatu."

Anda mungkin juga menyukai