0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan13 halaman

Data Analytics Overview

TOGAF adalah kerangka kerja untuk merancang dan mengelola Enterprise Architecture (EA) yang menyelaraskan strategi bisnis, proses, sistem informasi, dan teknologi. Metode ADM dalam TOGAF menyediakan tahapan pengembangan arsitektur yang terstruktur, membantu organisasi mencapai efisiensi dan integrasi sistem. Penerapan TOGAF terbukti bermanfaat di berbagai sektor, termasuk pendidikan, dengan meningkatkan konsistensi data dan efisiensi operasional.

Diunggah oleh

sitsuhi6464
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan13 halaman

Data Analytics Overview

TOGAF adalah kerangka kerja untuk merancang dan mengelola Enterprise Architecture (EA) yang menyelaraskan strategi bisnis, proses, sistem informasi, dan teknologi. Metode ADM dalam TOGAF menyediakan tahapan pengembangan arsitektur yang terstruktur, membantu organisasi mencapai efisiensi dan integrasi sistem. Penerapan TOGAF terbukti bermanfaat di berbagai sektor, termasuk pendidikan, dengan meningkatkan konsistensi data dan efisiensi operasional.

Diunggah oleh

sitsuhi6464
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kel

TOGAF
4

(The Open Group Architecture


Framework)

2030
Insights

PRESENTED BY
Kelompok 4
Nama kelompok
06 Muhammad Wildan Suthoni (10123921)
01 Caesar Fachrezel sutarman(10123264)

02 agung lastari (10123062)

03 thoriq ahmad ra(11123309)

04 Georgius Zecchino Morette Simamora

(10123470)

05 Fahrur Royhan (10123400)


01
Apa itu
TOGAF?
TOGAF (THE OPEN GROUP ARCHITECTURE FRAMEWORK)
adalah kerangka kerja (framework) yang digunakan
untuk merancang, mengembangkan, mengelola, dan
menerapkan Enterprise Architecture (EA) dalam sebuah
organisasi.
TOGAF membantu memastikan bahwa strategi bisnis,
proses bisnis, sistem informasi, dan teknologi berjalan
selaras sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara
efektif.
Konsp dan 02
Fungsi
TOGAF
KONSEP UTAMA TOGAF ADALAH
MENYELARASKAN ANTARA:
Strategi bisnis
Proses bisnis
Sistem informasi
Teknologi informasi
TOGAF menyediakan metode yang terstruktur untuk
merancang arsitektur organisasi agar lebih efisien,
fleksibel, dan mudah dikembangkan sesuai
kebutuhan bisnis.
Konsp dan 03
Fungsi
TOGAF
TOGAF MEMILIKI BEBERAPA FUNGSI UTAMA,
YAITU:
Menjadi pedoman dalam
membangun Enterprise
Architecture.
Menyelaraskan kebutuhan bisnis
dengan teknologi informasi.
Membantu pengambilan
keputusan terkait investasi TI.
Mengurangi kompleksitas sistem
informasi.
Meningkatkan efisiensi operasional
organisasi.
Mempermudah pengelolaan
perubahan dan pengembangan
sistem.
Komoponen 04
TOGAF
TOGAF terdiri dari beberapa komponen utama:
-Business Architecture
Menggambarkan proses bisnis, struktur organisasi, visi, dan
strategi perusahaan.
-Data Architecture
Mengatur bagaimana data disimpan, dikelola, dan digunakan.
-Application Architecture
Menjelaskan aplikasi yang digunakan serta hubungan antar

60%
aplikasi.
-Technology Architecture
Menjelaskan infrastruktur teknologi seperti server, jaringan,
database, dan perangkat keras.

Data sourced from


journal
ADM (Architecture 05
Development
Method)
ADM MERUPAKAN INTI DARI TOGAF YANG
BERISI TAHAPAN PENGEMBANGAN ENTERPRISE
ARCHITECTURE.
Preliminary
Architecture Vision
Business Architecture
Information Systems Architecture
Technology Architecture
Opportunities & Solutions
Migration Planning
Implementation Governance
Architecture Change Management
ADM membantu organisasi membangun
arsitektur secara bertahap dan berkelanjutan.
Contoh Penerapan Lengkap: 06
Universitas "Nusantara Digital"
LATAR BELAKANG MASALAH
Universitas Nusantara memiliki sistem yang terpisah antar unit: sistem
akademik, sistem keuangan mahasiswa, sistem perpustakaan, dan sistem
kepegawaian berjalan sendiri-sendiri. Akibatnya data mahasiswa tersebar,
sering terjadi ketidakcocokan data, dan mahasiswa harus login ke banyak
aplikasi berbeda.

PENERAPAN FASE ADM:


Preliminary Phase — Rektorat membentuk tim Enterprise Architect,
menetapkan prinsip arsitektur (misalnya "satu data mahasiswa untuk
semua unit"), dan menentukan ruang lingkup proyek.

Phase A – Architecture Vision — Menetapkan visi: "Membangun ekosistem


digital kampus yang terintegrasi dengan Single Sign-On (SSO)."
Stakeholder yang terlibat: rektorat, BAAK, keuangan, IT center, dan
perwakilan mahasiswa.

Phase B – Business Architecture — Memetakan proses bisnis seperti


pendaftaran ulang, pengisian KRS, pembayaran UKT, dan peminjaman
buku. Mendefinisikan fungsi setiap unit dan bagaimana mereka saling
berhubungan.
Phase C – Information Systems Architecture — Merancang data
architecture berupa database mahasiswa terpusat sebagai satu-
satunya sumber kebenaran (single source of truth), dan application
architecture berupa portal akademik terintegrasi, aplikasi perpustakaan,
dan sistem keuangan yang saling terhubung melalui API.
Phase D – Technology Architecture — Menentukan infrastruktur: server
cloud, sistem keamanan (autentikasi SSO), jaringan kampus, dan
platform integrasi data.
Phase E – Opportunities and Solutions — Mengidentifikasi solusi:
membangun portal mahasiswa terpadu dan mengintegrasikan sistem
lama melalui middleware.
Phase F – Migration Planning — Menyusun roadmap: tahap 1 integrasi
data mahasiswa, tahap 2 integrasi keuangan, tahap 3 integrasi
perpustakaan dan kepegawaian.
Phase G – Implementation Governance — Membentuk komite pengawas
untuk memastikan implementasi sesuai arsitektur yang telah disepakati.
Phase H – Architecture Change Management — Mengelola perubahan,
misalnya ketika ada kebutuhan penambahan modul e-learning di masa
depan.

HASIL AKHIR
Setelah TOGAF diterapkan, mahasiswa cukup login satu kali (SSO) untuk
mengakses semua layanan, data menjadi konsisten di seluruh unit,
proses administrasi lebih cepat, dan universitas memiliki blueprint TI yang
jelas untuk pengembangan selanjutnya.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TOGAF 08

01 Kelebihan 04 Kekurangan

TOGAF bersifat gratis dan terbuka sehingga bisa TOGAF memiliki kurva pembelajaran yang cukup
dipelajari siapa saja tanpa biaya lisensi. Framework ini curam karena dokumentasinya luas dan kompleks.
juga fleksibel karena tidak terikat pada teknologi atau Framework ini juga bersifat terlalu umum dan
industri tertentu, sehingga dapat diterapkan di abstrak, sehingga hanya memberikan kerangka
berbagai organisasi. Melalui metode ADM, proses tanpa solusi siap pakai dan sering membutuhkan
pengembangan arsitektur menjadi terstruktur dan tenaga ahli yang menambah biaya. Proses
mudah diikuti langkah demi langkah. TOGAF juga penerapannya pun memakan waktu lama dan
menyediakan terminologi yang seragam sehingga sumber daya besar, sehingga kurang cocok untuk
komunikasi antar pemangku kepentingan lebih lancar. organisasi kecil. Terakhir, keberhasilannya sangat
Selain itu, framework ini sudah teruji dan diakui secara
bergantung pada dukungan penuh manajemen
internasional, bersifat iteratif untuk perbaikan
puncak, dan fokusnya yang lebih menekankan
berkelanjutan, serta memiliki jalur sertifikasi resmi yang
proses membuat aspek teknis implementasi kurang
menambah nilai kompetensi profesional.
mendetail.
09
Kesimpulan
TOGAF adalah framework enterprise architecture
yang menyediakan pendekatan terstruktur untuk
menyelaraskan teknologi informasi dengan tujuan
bisnis organisasi. Melalui empat domain arsitektur
(bisnis, data, aplikasi, teknologi) dan metode ADM
yang bersifat siklus, TOGAF membantu organisasi
merancang sistem TI yang terintegrasi, efisien, dan
mudah dikelola. Penerapannya terbukti bermanfaat
di berbagai sektor seperti perusahaan retail,
universitas, perbankan, hingga instansi pemerintah.
Daftar 10
Pustaka
Lankhorst, M. (2017). Enterprise Architecture at Work: Modelling,
Communication and Analysis (4th ed.). Springer.
The Open Group. (2018). TOGAF® Standard, Version 9.2. The Open
Group.
Sarno, R., & Herdiyanti, A. (2020). Enterprise Architecture Planning
Using TOGAF Architecture Development Method (ADM). International
Journal of Advanced Computer Science and Applications, 11(6), 1–10.
Setiawan, E., & Wibowo, A. (2021). Perancangan Enterprise
Architecture Sistem Informasi Akademik Menggunakan TOGAF ADM.
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), 8(3), 517–526.
Wijaya, R., & Nugroho, A. (2022). Implementasi Enterprise Architecture
Menggunakan Framework TOGAF ADM pada Perguruan Tinggi. Jurnal
RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi), 6(2), 287–295.
Thank You!

Anda mungkin juga menyukai