0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan3 halaman

Mapping RBD

Dokumen ini membahas risiko bunuh diri, termasuk pengertian, etiologi, faktor predisposisi, dan presipitasi yang dapat memicu tindakan tersebut. Intervensi dan implementasi untuk mengatasi risiko bunuh diri juga dijelaskan, dengan fokus pada pengawasan, edukasi, dan kolaborasi dalam perawatan. Laporan ini ditulis oleh Febrisanti Mahdalena Hubu sebagai bagian dari Program Studi Profesi Ners di Institut Teknologi Kesehatan & Sains Wiyata Husada.

Diunggah oleh

inharrain758
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan3 halaman

Mapping RBD

Dokumen ini membahas risiko bunuh diri, termasuk pengertian, etiologi, faktor predisposisi, dan presipitasi yang dapat memicu tindakan tersebut. Intervensi dan implementasi untuk mengatasi risiko bunuh diri juga dijelaskan, dengan fokus pada pengawasan, edukasi, dan kolaborasi dalam perawatan. Laporan ini ditulis oleh Febrisanti Mahdalena Hubu sebagai bagian dari Program Studi Profesi Ners di Institut Teknologi Kesehatan & Sains Wiyata Husada.

Diunggah oleh

inharrain758
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

RESIKO BUNUH DIRI

Pembimbing Akademik: Ns. Rusdi, [Link]., [Link]


Pembimbing Klinik: Yusrianto, [Link]., Ners

Disusun Oleh:
FEBRISANTI MAHDALENA HUBU
NIM : P242095097

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


INSTITUT TEKNOLOGI KESEHATAN & SAINS WIYATA HUSADA
SAMARINDA
2025
LAPORAN PENDAHULUAN RESIKO BUNUH DIRI

ETIOLOGI RENTANG RESPON


 Gangguan regulasi neurotransmitter  Respon adaptif / ringan: ada pikiran
PENGERTIAN (penurunan serotonin, dopamin, negatif tentang hidup namun mampu
Risiko Bunuh Diri adalah potensi atau norepinefrin) mengalihkan diri, mencari dukungan,
kemungkinan bahwa seseorang dapat  Disfungsi hormon stres (aktivasi berlebih tanpa keinginan melukai diri, fungsi sosial
mencederai dirinya sendiri secara serius atau sumbu HPA / kadar kortisol tinggi
masih berjalan.
mengakhiri hidupnya. Bunuh diri (suicide) kronik)
merupakan tindakan sadar untuk mengakhiri (gangguan pada prefrontal cortex, sistem  Respon maladaptif / sedang: muncul
hidup diri sendiri. limbik, amigdala) keinginan atau pikiran bunuh diri
 Genetika & kerentanan biologis bawaan berulang, mulai menarik diri dari aktivitas
 Impulsivitas biologis tinggi yang dan lingkungan sosial.
mempengaruhi kontrol diri  Respon maladaptif / berat / kritis: ada
 Gangguan penilaian realitas & rencana bunuh diri spesifik, menjaga
pengambilan Keputusan.
keselamatan diri hilang.

FAKTOR PREDISPOSISI FAKTOR PRESIPITASI POHON MASALAH


 Riwayat gangguan mental (depresi,  Kehilangan orang terdekat, kematian, putus Tindakan bunuh diri atau melukai
gangguan mood, gangguan kecemasan, hubungan, konflik interpersonal, Akibat utama diri, kehilangan keselamatan,
(effect) kerusakan fisik permanen,
penyalahgunaan zat, dsb.) perceraian, perpisahan.
 Riwayat percobaan bunuh diri sebelumnya  Masalah ekonomi, stres pekerjaan, beban gangguan fungsi psikososial berat.
atau riwayat bunuh diri dalam keluarga. keuangan, kesulitan hidup. Masalah inti
 Adanya penyakit kronis / kondisi fisik  Pelecehan, kekerasan, perundungan, Risiko bunuh diri
(core cause)
serius / nyeri kronik / penyakit terminal. penyalahgunaan zat, pengalaman traumatis  Faktor biologis: gangguan
 Riwayat trauma masa kanak-kanak, baru. neurotransmiter, impulsivitas.
kekerasan, pelecehan, pengalaman buruk,  Perburukan kondisi fisik – penyakit kronis, Penyebab  aktor psikologis: depresi, putus
stres masa lalu. rasa sakit berkepanjangan. (causes) asa, perasaan tidak berguna.
 Isolasi sosial, kurang dukungan sosial,  Faktor sosial: isolasi sosial,
kesepian kurang dukungan, konflik.
INTERVENSI (3s) IMPLEMENTASI
DIAGNOSA SDKI Risiko Bunuh Diri (D.0135) SP.1:
Ditandai dengan:  BHSP
Risiko Bunuh Diri berhubungan dengan
 Berpikir/keinginan bunuh diri  Mengidentifikasi benda-benda yang
keputusasaan, depresi berat, harga diri membahayakan pasien
 Ancaman bunuh diri,
rendah, hilangnya makna hidup, serta SP. 2:
 Rencana bunuh diri,
gangguan kemampuan koping; ditandai  Perilaku melukai diri.  Mengamankan benda-benda yang dapat
dengan pernyataan ingin mengakhiri hidup, SLKI Kontrol Diri (L.09076) membahayakan pasien
menarik diri dari lingkungan, kehilangan Kriteria hasil: SP. 3:
minat, ekspresi sedih berkepanjangan,  Perilaku melukai diri menurun  Melakukan kontrak treatment
perubahan pola tidur/makan, dan adanya  Verbalisasi keinginan bunuh diri menurun SP. 4:
riwayat percobaan bunuh diri atau  Verbalisasi isyarat bunuh diri menurun  Mengajarkan cara mengendalikan dorongan
perencanaan bunuh diri.  Verbalisasi ancaman bunuh diri menurun bunuh diri
 Verbalisasi rencana bunuh diri menurun SP. 5:
 Perilaku merencanakan bunuh diri menurun  Melatih dan mengendalikan dorongan
 Alam perasaan depresi menurun bunuh diri
SIKI Pencegahan Bunuh Diri (I.14538)
Observasi
 Identifikasi gejala risiko bunuh diri DAFTAR PUSTAKA
 Identifikasi keinginan/pikiran bunuh diri Favril, L., et al. (2022). Risk factors for suicide in
 Monitor lingkungan bebas bahaya secara rutin adults: Systematic review and meta-
 Monitor perubahan mood & perilaku analysis. BMJ Mental Health.
Terapeutik Gusmunardi, G. (2023). Faktor risiko dan faktor
 Pendekatan langsung & tanpa menghakimi protektif risiko bunuh diri pada remaja.
 Berikan lingkungan aman & mudah dipantau PSKM Journal.
 Tingkatkan pengawasan pada situasi berisiko Sukaesti, N. D. (2020). Konsep risiko bunuh diri
 Diskusi berfokus pada masa kini & masa dalam keperawatan. Universitas
depan Muhammadiyah Malang.
Edukasi World Health Organization. (2024). Suicide.
 Anjurkan mengungkapkan perasaan
World Health Organization.
 Gunakan sumber dukungan
Centers for Disease Control and Prevention.
(spiritual/kesehatan)
(2024). Risk and protective factors for
 Latih pencegahan risiko (asertif, relaksasi
suicide. Centers for Disease Control and
otot progresif)
Prevention.
Kolaborasi
MSD Manuals. (2025). Suicidal behavior –
Pemberian antipsikotik/antiansietas bila Mental health disorders. MSD Publishing.
diperlukan

Anda mungkin juga menyukai