PENGARUH BUDAYA KERJA, KOMPETENSI, DAN PENERAPAN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT TERHADAP
KINERJA PEGAWAI RUMAH SAKIT RAMA HADI
Fitriyanti Lestari
Program Studi Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Administrasi
Rumah Sakit
Universitas Pasundan Bandung
Email. fhianthi82@[Link]
Abstract
This research is intended to give empirical evidence about working behavior,
workers competence, and practice of hospital management information system in
correlation with Rama Hadi Hospital workers performance.
The result of this research is expected to contribute in management development,
especially in hospital management administration. Also to provide information
about the important role of working behavior, workers competence, and practice of
hospital management information system related workers performance.
The study performed in Rama Hadi Hospital Purwakarta. Study method using
surveying method with quantitative study approach. The type of study is Descriptive
Research and Verificative Explanation Research in cross-section to describe the
situation of a circumstance in one time. The study hypothesis testing method using
path analysis method.
The result of the research found a significant relation between working behavior
and workers competence, and also a significant relation between working behavior,
workers competence, and workers performance in partially and simultaneously,
another finding is significant relation between hospital management information
system and workers performance.
Keywords : working behavior, workers competence, hospital management
information system.
PENDAHULUA menerapkan sistem informasi rumah
sakit berbasis komputer untuk
1.1. Latar Belakang Penelitian mendukung perubahan serta
Pembangunan kesehatan perbaikan bagi semua aspek dan
merupakan salah satu bagian dari bidang yang terkait, baik dari segi
pembangunan nasional. Tujuan sarana dan prasarana, finansial,
pembangunan kesehatan adalah untuk maupun perlengkapan alat-alat medis.
tercapainya kehidupan yang sehat Salah satu faktor yang tidak kalah
bagi tiap penduduk agar tercapai penting adalah sumber daya manusia
derajat kesehatan yang optimal (SDM) yang handal sebagai
sebagai salah satu unsur penggerak perangkat sistem
kesejahteraan umum dari informasi.
pembangunan nasional (UU RI no. 36 Rumah sakit Ramahadi
tentang kesehatan, 2009). Dalam merupakan salah satu rumah sakit
mencapai tujuan pembangunan swasta yang beropetasi di Kabupaten
kesehatan perlu adanya unsur Purwakarta. awal mula didirikan
penyedia layanan kesehatan, salah sebagai KLINIK Dengan Tempat
satunya adalah rumah sakit. Perawatan (DTP) “Ramahadi” yang
Dewasa ini, hampir seluruh diresmikan pada tanggal 21 April
rumah sakit berlomba–lomba 2008. Klinik Ramahadi didirikan oleh
mengembangkan diri dan Wijoyo Hadi Mursito. Didukung oleh
meningkatkan kualitas manajemen tenaga dokter, perawat, administrasi
pelayanan kesehatan dengan dan dengan proses perkembangan
situasi yang sangat singkat, maka terdapat 1.436 pasien yang berobat di
pada tanggal 16 september 2008 telah RS Ramahadi Kabupaten Purwakarta.
turun ijin menjadi rumah sakit khusus Dalam studi pendahuluan
Bedah. Ramahadi mengembangkan yang telah dilakukan peneliti ada
pelayanan yang cukup baik sehingga beberapa masalah yang menjadikan
pada tanggal 30 Desember 2015, alasan mengapa peneliti tertarik untuk
status Rumah sakit khusus bedah melakukan penelitan lebih lanjut di
Ramahadi telah meningkat menjadi Rumah Sakit Ramahadi, bahwa
rumah sakit Umum Ramahadi. penerapan SIMRS di RS Ramahadi
Berdasarkan data dari unit Rekam belum berjalan dengan baik sehingga
Medis, kunjungan pasien ke RS terdapat kekurangan dalam
Ramahadi dari waktu ke waktu menunjang pelayanan di RS
mengalami peningkatan. Pada tahun Ramahadi. Sebagai contoh waktu
2015 jumlah kunjungan pasien rawat pendaftaran pasien 20 sampai 30
jalan sebanyak 14.900 pasien dengan menit sedangkan kriteria waktu yang
rata-rata kenaikan perbulan sebesar di tentukan di rumah sakit
20.57 persen, sedangkan pada tahun berdasarkan Kemenkes No 129 tahun
2016 sebanyak 21.327 pasien. Pada 2008 (standar pelayanan minimal RS)
awal tahun 2015 jumlah kunjungan waktu pelayanan instalasi rawat jalan
rawat jalan bulan januari 1.230 pasien < 10 menit, Hal ini terbukti dengan
kemudian pada bulan Februari 1.285 SIM RS yang tidak terintegrasi baik
pasien. Meningkat pada bulan secara unit maupun penyimpanan
sebelumnya pada bulan Maret data (data storage). Hanya beberapa
unit pelayanan yang dilengkapi
SIMRS. Akibatnya terjadi pencatatan didapat dari SIMRS yaitu
data yang berulang-ulang sehingga meningkatkan mutu pelayanan medis
kapasitas yang dibutuhkan menjadi di Rumah Sakit, meningkatkan
membengkak. Penarikan data juga efisiensi dan efektifitas,
menjadi terbatas karena tidak semua mempermudah proses manajemen di
data dapat diperoleh oleh user Rumah Sakit, memudahkan
sehingga pelayanan menjadi lambat. penyusunan rencana cash flow,
Selain itu, terjadi ketidakakuratan mempermudah multigudang dalam
data SIMRS seperti laporan harian perkembangan farmasi, menjaga
jumlah pasien masuk dan keluar konsistensi, memberikan kemudahan
dalam SIM RS tidak sesuai dengan dalam pembuatan laporan.
kenyataan di lapangan. Penyusunan Pegawai di Rumah Sakit
informasi harus direkap dengan Ramahadi saat ini berjumlah 86
singkonisasi manual sehingga karyawan yang terdiri dari tiga bagian
penyajian informasi menjadi sub unit yaitu unit pendaftaran,
terlambat. Diungkapkan pula bahwa pengolahan data serta unit filing dan
aplikasi program pendukung SIMRS distribusi. Budaya kerja yang
juga masih memiliki kendala yaitu digambarkan melalui sasaran kerja
sering mengalami error program dan paramedis di RS Ramahadi
fitur-fitur program yang tidak mengalami penurunan. Hal ini
berjalan sebagaimana mestinya pada dibuktikan dengan hasil penilaian
beberapa aplikasi tersebut. Alasan realisasi program kerja yang belum
peneliti mengambil data SIMRS mencapai target yang ditetapkan.
karena banyak sekali manfaat yang Pada tahun 2015, realisasi sasaran
kerja unit mencapai 90% dan pada 5. Penerapan SIMRS belum optimal
tahun 2016 terjadi penurunan menjadi dalam pelaksanaan administrasi
sebesar 87%. Hal ini dimungkinkan RS.
karena bertambahnya beban kerja 6. SDM di RS belum melaksanakan
karyawan yang tidak diimbangi oleh fungsi administrasi dengan baik
faktor pendukung baik sumber daya 7. SDM Rumah sakit belum
manusia maupun teknologi memahami pentingnya penerapan
pendukung yang memadai. sistem informasi rumah sakit
[Link] Masalah sehingga masih sering diabaikan
Dari latar belakang di atas 8. SDM belum dapat menginput
dapat diidentifikasi permasalahan SIMRS dengan baik
sebagai berikut: 9. Paramedis belum terlatih dalam
1. Budaya kerja di Rumah Sakit membuat pelaporan dengan
belum seluruhnya dibangun menggunakan sistem, baik untuk
secara komprehensif. pasien rawat inap maupun rawat
2. Stakeholder rumah sakit belum jalan
memberikan prosedur penerapan 10. SIMRS sering mengalami
secara tegas mengenai budaya kendala sehingga tidak berjalan
kerja dan kompetensi kinerja dengan baik
3. Paramedis belum dapat
meningkatkan kompetensi kinerja 1.3. Rumusan Masalah
dengan baik Berdasarkan uraian latar
4. Pelayanan paramedis masih belakang di atas maka peneliti
belum maksimal
merumuskan permasalahannya 2. Untuk megidentifikasi
adalah : kompetensi pegwai di
1. Bagaimana budaya kerja pegawai Rumah Sakit Ramahadi
di Rumah sakit Ramahadi 3. Untuk mengidentifikasi
2. Bagaimana kompetensi pegawai penerapan SIM RS rumah
di Rumah Sakit Ramahadi sakit Ramahadi.
3. Bagimana penerapan SIM RS di 4. Untuk menganalisis
Rumah Sakit Ramahadi pengaruh budaya kerja,
4. Bagaimana pengaruh budaya kompetensi dan penerapan
kerja, kompetensi dan penerapan SIMRS terhadap kinerja
SIMRS terhadap kinerja pegawai pegawai di Rumah Sakit
di Rumah Sakit Ramahadi secara Ramahadi secara parsial
parsial 5. Untuk menganalisis
5. Bagaimana pengaruh budaya pengaruh budaya kerja,
kerja, kompetensi dan penerapan kompetensi dan penerapan
SIMRS terhadap kinerja pegawai SIMRS terhadap kinerja
di Rumah Sakit Ramahadi secara pegawai di Rumah Sakit
simurtal Ramahadi secara simurtal
1.5. Manfaat Penelitian
[Link] Penelitian 1. Manfaat teoritis
1. Untuk mengidentifikasi Hasil penelitian ini dapat
gambaran budaya kerja digunakan untuk pengembangan
pegawai di rumah sakit ilmu Kesehatan Masyarakat
Ramahadi khususnya ilmu Manajemen
Rumah Sakit dalam lingkup Sistem Informasi
Sistem Informasi Manajemen Manajemen Rumah Sakit.
Rumah Sakit c. Sebagai masukan kepada
2. Manfaat praktis direksi Rumah Sakit
Hasil penelitian ini dapat Ramahadi dalam upaya
digunakan sebagai meningkatkan budaya kerja,
pengembangan ilmu Manajemen kompetensi dan penerapan
Rumah Sakit dalam SIMRS terhadap kinerja
mengidentifikasi pengaruh pegawai di Rumah Sakit
budaya kerja, Kompetensi dan Ramahadi secara parsial dan
Penerapan SIMRS Terhadap simurtal
Kinerja Pegawai RS Raahadi. d. Sebagai tambahan
a. Sebagai masukan dalam pengalaman dan wawasan
evaluasi kualitas pelayanan bagi peneliti tentang
kesehatan di wilayah “Pengaruh budaya kerja,
Kabupaten Purwakarta dan kompetensi dan penerapan
Dinas Kesehatan Kabupaten SIMRS terhadap kinerja
Purwakarta. pegawai di Rumah Sakit
b. Sebagai masukan kepada Ramahadi”
direksi Rumah Sakit
Ramahadi dalam upaya BAB II
meningkatkan pelayanan KAJIAN PUSTAKA,
yang berorientasi kepada KERANGKA PEMIKIRAN DAN
HIPOTESIS
yang khas, yang terdiri atas
2.1. Kajian Pustaka tindakan-tindakan perencanaan,
2.1.1. Teori Sub Bidang pengorganisasian,
Manajemen menggerakkan, dan pengawasan,
Manajemen menurut yang dilakukan untuk
Robbin dan Coulter (2007) menentukan serta mencapai
adalah proses pengkoordinasian sasaran-sasaran yang telah
kegiatan-kegiatan pekerjaan ditetapkan melalui pemanfaatan
sehingga pekerjaan tersebut sumber daya manusia serta
tereaselsaikan secara efisien dan sumber-sumber lain untuk
efektif dengan dan melalui orang mencapai tujuan tertentu.
lain. Efisien berarti memperoleh Secara prinsip dapat
output terbesar dengan input dilihat bahwa pada kenyataannya
terkecil; digambarkan sebagai manajemen merupakan
“melakukan segala sesuatu kombinasi ilmu dan seni dan
secara benar”. Efektif adalah tidak dalam proporsi yang tetap,
menyelesaikan kegiatan- tetapi dalam proporsi yang
kegiatansasaran organisasi bermacam-macam. Konsep
dapat tercapai; digambarkan manajemen merupakan suatu
sebagai “melakukan segala konsep yang mencerminkan
sesuatu yang benar’ adanya kebiasaan yang
Manajemen menurut dilakukan secara sadar dan terus
Sudarwan dan Yunan Danim menerus dalam organisasi.
(2010) adalah sebuah proses Sehingga dapat disimpulkan
bahwa manajemen adalah suatu daya manusia merupakan
pola atau sistem koordinasi sumber daya terpenting bagi
yang dilakukan dalam setiap organisasi. Tujuan-tujuan
organisasi melalui proses organisasi yang telah ditetapkan
perencanaan, pengorganisasian, (state goals) mengandung arti
pelaksanaan, dan pengawasan bahwa para pemimpin atau
dengan memberdayakan semua manajer organisasi apapun
kekuatan yang dimiliki dalam berupaya untuk mencapai
rangka pencapaian tujuan berbagai hasil akhir spesifik,
tertentu. tentu saja harus unik bagi
Manajemen bagi setiap masing-masing organisasi.
organisasi atau lembaga Organisasi dapat
merupakan unsur pokok yang diartikan sebagai sekumpulan
harus dijalankan oleh setiap individu yang bergabung dan
pimpinan organisasi atau bekerjasama atas dasar
lembaga tersebut. Para kesamaan tujuan/ide (goal),
pimpinan tersebut bertindak sekumpulan individu yang
sebagai manajer sehingga harus bergabung dan bekerjasama atas
menggunakan sumber daya dasar kesamaan misi (mission)
organisasi, keuangan, peralatan dan sebuah kelompok yang
dan informasi serta sumber gabung atas dasar visi dan
daya manusia dalam mencapai prinsip.
tujuan-tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya. Sumber
Berkaitan dengan pembentukan 3. Delegasi kekuasaan. Dengan
atau penyusunan suatu adanya pembagian kerja
organisasi, maka perlu tersebut yang jelas maka akan
diperhatikan beberapa prinsip- telihat pula garis komando dan
prinsip atau asas organisasi yaitu: delegasi kekuasaan
1. Perumusan Tujuan yang Jelas. (wewenang) dari masing-
Tujuan dan arah merupakan masing unit kerja.
hal yang sangat penting dalam 4. Rentang kekuasaan. Rentang
pembentukan suatu kekuasaan merupakan
organisasi. Karena dari tujuan penjabaran dari pendelegasian
ini akan terlihat hasil yang suatu kekuasaan. Parameter
akan dicapai baik itu secara dan tolok ukur pun harus
fisik maupun non fisik. menjadi bagian dari rentang
2. Pembagian kerja. Dalam kekuasaan, sehingga tidak
pembentukan suatu organisasi timbul diktatoris kekuasaan
harus terlihat dengan jelas atau kesewenangan kekuasaan
akan pembagian kerja dari tersebut.
masing-masing unit (sub) 5. Tingkat pengawasan.
organisasi, hal ini supaya Penggambaran tingkat
tidak terjadinya tumpang pengawasan yang timbul antar
tindih aktivitas dan dapat atasan dengan sub (unit)
menghambat tercapainya bawahannya harus lah terlihat
suatu tujuan. dalam struktur organisasi
tersebut. Sehingga batasan apa
yang menjadi hak dan 2.1.2 Teori Sub Bidang
kewajiban baik itu atasan Manajemen Sumber Daya Manusia
maupun bawahan akan Sumber daya manusia (human
tercipta. resources) adalah the people who are
6. Kesatuan perintah dan ready, willing and able to contribute
tanggung jawab. Dengan to organizational goals (Werther dan
tergambarnya struktur Davis, 1996 dalam Ndraha, 1997).
organisasi yang jelas maka Nogi (dalam de Jesus, 2006)
kesatuan perintah atau berpendapat bahwa kualitas SDM
komando akan terlihat pula. adalah unsur yang sangat penting
Begitu juga dengan tanggung dalam meningkatkan pelayanan
jawab dari orang yang organisasi terhadap kebutuhan publik.
memberikan delegasi Oleh karena itu, terdapat dua elemen
(perintah) akan nampak. mendasar yang berkaitan dengan
7. Koordinasi. Ini pun harus pengembangan SDM yaitu tingkat
terlihat dengan jelas dalam pendidikan dan keterampilan yang
penyusunan suatu organisasi. dimiliki karyawan/pekerja.
Koordinasi dari masing- Sedangkan Notoadmodjo dalam de
masing divisi atau unit kerja Jesus (2006) menyatakan bahwa
akan tercipta. Dengan kualitas SDM menyangkut dua aspek,
demikian tujuan suatu yaitu aspek kualitas fisik dan aspek
organisasi ini akan kualitas nonfisik, yang menyangkut
semakincepat tercapai kemampuan bekerja, berpikir, dan
keterampilan-keterampilan lain.
2.1.2 Teori Sub Bidang “Budaya organisasi merasa satu
Kerja” keluarga dan menciptakan
[Link] Pengertian Budaya Kerja suatu kondisi anggota
Budaya adalah sistem makna organisasi tersebut merasa
yang diterima secara terbuka berbeda dengan organisasi
dan kolektif, yang berlaku lain.
untuk waktu tertentu bagi [Link] Teori Budaya Kerja
sekelompok orang tertentu. Budaya kerja adalah suatu
Menurut Stoner (1996) dalam falsafah yang didasari oleh
Waridin & Masrukhin (2006) pandangan hidup sebagai
budaya (culture) merupakan nilai-nilai yang menjadi sifat,
gabungan kompleks dari keiasaan, dan kekuatan
asumsi, tingkah laku, cerita, pendorong membudaya dalam
mitos, metafora dan berbagai kehidupan suatu kelompok
ide lain yang menjadi satu masyarakat dari sikap menjadi
untuk menentukan apa arti perilaku yang terwujud
menjadi anggota masyarakat sebagai kerja atau bekerja
tertentu. Budaya organisasi (Triguno). Budaya kerja
atau corporate culturesering adalah perangkat atau perilaku
diartikan sebagai nilai- perasaan dan kerangka
nilai,simbol-simbol yang psikologis yang
dimengerti dan dipatuhi terinternalisasi sangat
bersama, yang dimiliki suatu mendalam dan dimiliki
organisasi sehingga anggota bersama oleh anggota
organisasi (Osborn dan Pendapat tesebut kemudian
Plastrik) dirangkai dalam suatu definisi
Paramita (Ndraha, 2005: 208) konseptual variabel penelitian
mengatakan bahwa budaya bahwa Budaya Kerja adalah
kerja dapat dibagi menjadi : 1) sikap pegawai terhadap
Sikap terhadap pekerjaan, pekerjaan dan perilaku
yakni kesukaan akan kerja pegawai pada waktu bekerja.
dibandingkan kegiatan lain, Definisi konseptual ini
seperti bersantai, atau semata- diturunkan menjadi 2 dimensi
mata memperoleh kepuasan kajian : Dimensi sikap
dari kesibukan pekerjaannya pegawai terhadap pekerjaan
sendiri, atau terpaksa dan Dimensi perilaku pegawai
melakukan sesuatu hanya pada waktu bekerja. Dimensi
untuk kelangsungan sikap pegawai terhadap
hidupnya; dan 2) Perilaku pekerjaan memiliki indikator-
pada waktu bekerja, seperti indikator: (1), Mau menerima
rajin, berdedikasi, arahan pimpinan (2), Senang
bertanggung jawab, berhati- menerima tanggung jawab
hati, teliti, cermat, kemauan kerja (3), Kerja sebagai ibadah
yang kuat untuk mempelajari (4), Melaksanakan pekerjaan
tugas dan kewajibannya, suka sesuai tugas (5), Dapat
membantu sesama karyawan, mengatasi kendala kerja dan
atau sebaliknya. (6) Dapat menyusun laporan
kerja. Dimensi perilaku kerja
pegawai pada waktu bekerja perilaku, kepercaayaan, cita-
memiliki indikator (7) cita, pendapat, dan tindakan
Disiplin kerja, (8), Jujur dalam yang terwujud sebagai “kerja”
kerja (9), Komitmen kerja atau “bekerja” Melaksanakan
(10), Tanggungjawab budaya kerja mempunyai arti
terhadap pekerjaan (11) yang sangat dalam karena
Kerjasama dengan rekan akan merubah sikap dan
kerja, dan (12) Mengevaluasi perilaku sumber daya manusia
pekerjaan. untk mencapai produktivitas
kerja yang lebih tinggi dalam
menghadapi tantanfan masa
depan (Mulia 2011).
2.1.3 Teori Sub Bidang “Budaya Selanjutnya Waridin dan
Organisasi” Masrukhin (2006)
Budaya Organisasi menyatakan bahwa budaya
adalah suatu falsafah yang organisasi adalah suatu sistem
didasari oleh pandangan hidup nilai yang diperoleh dan
sebagai nilai-nilai yang dikembangkan oleh organisasi
menjadi sifat, kebiasaan dan dan pola kebiasaan dan
kekuatan pendorong yang falsafah dasar pendirinya,
membudaya dalam kehidupan yang terbentuk menjadi aturan
suatu kelompok masyarakat yang digunakan sebagai
atau organisasi, kemudian pedoman dalam berfikir dan
tercermin dari sikap menjadi bertindak dalam mencapai
tujuan organisasi. Budaya falsafah dasar pendirinya,
yang tumbuh menjadi kuat yang terbentuk menjadi aturan
mampu memacu organisasi yang digunakan sebagai
kearah perkembangan yang pedoman dalam berfikir dan
lebih baik (Robins, 2006). Hal bertindak dalam mencapai
ini berarti bahwa setiap tujuan organisasi. Budaya
perbaikan budaya kerja kearah yang tumbuh menjadi kuat
yang lebih kondusif akan mampu memacu organisasi
memberikan sumbangan yang kearah perkembangan yang
sangat berarti bagi lebih baik.
peningkatan kinerja 2.1.4 Teori Sub Bidang
karyawan. “Kompetensi”
Robins (2006), menyatakan Kompetensi berasal
bahwa budaya organisasi dari kata “competency”
merupakan suatu sistem merupakan kata benda yang
makna bersama yang dianut menurut Powell (1997:142)
oleh anggota-anggota diartikan sebagai 1)
organisasi yang membedakan kecakapan, kemampuan,
organisasi itu dari organisasi- kompetensi 2) wewenang.
organisasi lain. Budaya Kata sifat dari competence
organisasi adalah suatu sistem adalah competent yang
nilai yang diperoleh dan berarti cakap, mampu, dan
dikembangkan oleh organisasi tangkas. Pengertian
dan pola kebiasaan dan kompetensi ini pada
prinsipnya sama dengan untuk melakukan fungsi
pengertian kompetensi pengolahan data, menerima
menurut Stephen Robbin masukan dan menghasilkan
(2007:38) bahwa keluaran berupa informasi
kompetensi adalah sebagai dasar bagi
“kemampuan (ability) atau pengambilan keputusan yang
kapasitas seseorang untuk berguna dan mempunyai nilai
mengerjakan berbagai tugas nyata yang dapat dirasakan
dalam suatu pekerjaan, akibatnya, mendukung
dimana kemampuan ini kegiatan oprasional,
ditentukan oleh 2 (dua) manajerial, dan strategis
faktor yaitu kemampuan organisasi dengan
intelektual dan kemampuan memanfaatkan sumber daya
fisik. yang ada guna mencapai
2.1.5 Teori Sub Bagian SIMRS tujuan (Sutanta, 2003).
[Link] Definisi SIMRS Sistem informasi manajemen
Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem antara
adalah sekumpulan subsistem manusia dan mesin yang
yang saling berhubungan, terpadu (terintegrasi) untuk
berkumpul bersama-sama dan menyajikan informasi guna
membentuk satu kesatuan mendukung fungsi oprasional,
yang saling berinteraksi antara manajemen, dan pengambilan
bagian satu dengan yag keputusan untuk menyajikan
lainnya dengan cara tertentu informasi manajemen dengan
menggunakan hardware dan keputusan dalam sebuah
software (McLeod dan Schell, organisasi, biasanya SIM RS
2012). Kemudian Rustianto menyediakan informasi untuk
mendeskripsikan sistem operasi organisasi.
informasi rumah sakit adalah Kusumadewi menambahkan
suatu rangkaian kegiatan yang bahwa Sistem informasi
mencakup semua pelayanan manajemen rumah sakit
kesehatan disemua tingkatan adalah sistem yang mampu
administrasi yang dapat melakukan integrasi dan
memberikan informasi kepada komunikasi alitan informasi
pengelola untuk proses baik di dalam maupun luar
manajemen (berhubungan rumah sakit .Sistem informasi
dengan pengumpulan data, meliputi sistem rekam medis
pengolahan data, penyajian elektronik, sistem informasi
informasi, dan analisa) laboratorium, sistem
pelayanan kesehatan di rumah informasi radiologi, sistem
sakit (Rustianto, 2011). informasi farmasi dan sistem
Menurut Abdul Kadir informasi keperawatan
(2003,p114) Sistem informasi (Kusumadewi, 2009).
Manajemen Rumah Sakit Permenkes No. 82 Tahun
(SIMRS) adalah sistem 2013 menyebutkan bahwa
informasi yang digunakan sistem informasi manajemen
untk mendukung operasi, rumah sakit adalah suatu
manajemen dan pengambilan sistem teknologi informasi
komunikasi yang memproses catatan medis (Dirjen
dan mengintegrasikan seluruh Yanmed, 2004).
alur proses pelayanan Rumah 2.1.7 Teori Sub Bidang
“Perilaku”
Sakit dalam bentuk jaringan
Perilaku pegawai adalah suatu
koordinasi, pelaporan dan
rangkaian kegiatan,
prosedur administrasi untuk
sedangkan kegiatan itu selalu
memperoleh informasi secara
berorientasi kepada sasaran
tepat dan akurat.
atau tujuan. Perilaku pegawai
Unit rekam medis adalah
menurut Robins dalam Tika
departemen yang sangat erat
(2008) merupakan suatu
kaitannya dengan sistem
karakteristik dan tingkah laku
informasi karena merupakan
yang terdapat dalam setiap
pusat data kegiatan suatu
individu atau suatu organisasi
rumah sakit. Unit rekam
yang terdapat dinamika
medis merupakan bagian yang
kepemimpinan. Perilaku
memegang peran penting
pegawai meliputi kepribadian,
dalam manajemen rumah
harga diri, pemantauan diri,
sakit. Dimana setiap laporan
dan kecenderungan untuk
mengenai operasional rumah
menanggung resiko.
sakit diolah dan didapatkan
Perilaku pegawai lebih
dari unit rekam medis. Sesuai
cenderung kepada pokok
dengan fungsi rekam medis
kepribadian, karena
yaitu sebagai pusat data
kepribadian menggambarkan
perilaku seorang individu.
Karakteristik mencakup Byars (1984), mengartikan
perasaan malu, keagresifan, kinerja sebagai hasil dari
sikap patuh, kemalasan, usaha seseorang yang dicapai
ambisi, kesetiaan, dan sifat dengan adanya kemampuan
takut dan malu. Karakteristik dan perbuatan dalam situasi
ini bila diperagakan dalam tertentu. Jadi bisa dikatakan
sejumlah besar situasi, disebut prestasi kerja merupakan hasil
ciri-ciri kepribadian. Semakin keterkaitan antara usaha,
konsisten karakteristik itu dan kemampuan dan persepsi
semakin sering terjadi dalam tugas. Usaha merupakan hasil
berbagai situasi, maka disebut motivasi yang menunjukan
dengan perilaku. jumlah energi (fisik atau
2.1.8 Teori Sub Bidang “Kinerja” mental) yang digunakan oleh
Pada dasarnya kinerja dari individu dalam menjalankan
seseorang merupakan hal suatu tugas. Sedangkan
yang bersifat individu karena kemampuan merupakan
masing-masing dari karyawan karakteristik individu yang
memiliki tingkat kemampuan digunakan dalam menjalankan
yang berbeda. Kinerja suatu pekerjaan. Kemampuan
seseorang tergantung pada biasanya tidak dapat
kombinasi dari kemampuan, dipengaruhi secara langsung
usaha, dan kesempatan yang dalam jangka pendek.
diperoleh Carrillo, P., Selanjutnya persepsi tugas
Robinson, (2004:47). merupakan petunjuk dimana
individu percaya bahwa dan penerapan SIM RS
mereka dapat mewujudkan terhadap kinerja secara
usaha-usaha mereka dalam simultan.
pekerjaan.
BAB III
2.2. Hipotesis
METODOLOGI PENELITIAN
Berdasarkan kerangka
pemikiran yang menjadi
3.1. Tipe Penelitian
panduan penelitian, maka
Rancangan penelitian yang
diajukan Hipotesis (jawaban
digunakan dalam penelitian
sementara) dan pernyataan
ini adalah cross sectional,
(statement) dengan populasi
yakni suatu rancangan
86 responden adalah sebagai
penelitian yang mempelajari
berikut :
hubungan antara faktor
1. Terdapat pengaruh
paparan (independen) dengan
Budaya Kerja terhadap kinerja
faktor efek (dependen)
secara parsial
dimana melakukan
2. Terdapat pengaruh
pengukuran variabel sekali
kompetensi terhadap kinerja
pada waktu yang sama
pegawai
(Riyanto, 2011) dan bertujuan
3. Terdapat pengaruh
untuk memperoleh gambaran
SIM RS terhadap kinerja
pada populasi sasaran,
pegawai
memperoleh faktor paparan
4. Terdapat pengaruh
dan faktor efek secara
Budaya Kerja, Kompetensi
bersamaan dan memperoleh
ada atau tidaknya hubungan dalam penelitian ini
dua variabel atau lebih adalah semua pegawai
berdasarkan masalah yang terdaftar sebagai
penelitian (Budiman, 2011). pegawai para medis di
3.2. Unit Observasi dan Lokasi Rumah Sakit Ramahadi
1. Lokasi Penelitian pada akhir tahun 2017
Penelitian ini dilakukan di yakni sebanyak 86 orang.
Rumah Sakit Ramahadi 3.3.2. Sampel
beralamat di Jalan Raya Sampel merupakan
Sadang-Subang Desa sebagian dari populasi
Ciwangi-Bungursari yang diharapkan dapat
Purwakarta mewakili seluruh populasi
1. Waktu Penelitian (Riyanto, 2001). Menurut
Penelitian ini direncakan Sugiono jika polulasi
berlangsung sampai bulan
Maret 2017 kurang dari 100 responden
3.3 Populasi Dan Penentuan maka, total populasi
Sampel dijadikan sampel dan
3.3.1. Populasi Apabila populasi suatu
Populasi merupakan penelitian kecil, seperti
seluruh objek yang akan jumlah sampelnya kurang
diteliti dan memenuhi dari 30 maka anggota
karakteristik yang populasi tersebut ditarik
ditentukan (Riyanto, seluruhnya menjadi sampel
2011). Adapun populasi penelitian (Aziz, 2011).
Pada penelitian ini dokumentasi dilapangan,
menggunakan teknik laporan jumlah kunjungan
penarikan sampel jenuh pasien, laporan indikator mutu
dimana seluruh anggota kepegawaian dan laporan
populasi dijadikan sampel sasaran program unit.
sebanyak 86 pegawai 3.3.4 Rancangan dan
administrasi analisis data
Yang menjadi indikasi 3.6.1. Rancangan dan analis
Responden penelitian data
adalah : Setelah data terkumpul,
• Seluruh pegawai di kemudian dilakukan
Rumah Sakit Ramahadi pengolahan data seperti
Kabupaten Purwakarta berikut :
1. Editing, yaitu
3.3.3 Teknik Pengumpulan penyuntingan
Data dilakukan secara
[Link] Prosedur Pengumpulan Data langsung oleh peneliti
Teknik pengumpulan data terhadap kuesioner
yang dipakai dalam penelitian yang diisi.
ini menggunakan data primer 2. Coding, yaitu hasil
melalui hasil pengisian jawaban setiap
kuesioner dan wawancara, pertanyaan diberi kode
sedangkan data sekunder sesuai petunjuk
diperoleh dengan cara coding.
3. Skoring, setelah semua b. Setuju
variabel disunting c. Netral (antara setuju
selanjutnya masing- dan tidak)
masing variabel d. Kurang Setuju
dijumlahkan. e. Sama Sekali Tidak
4. Processing, Setelah Setuju
semua pertanyaan diisi Rumusan Pengujian Hipotesis
dan benar, langkah Ada pengaruh antara
selanjutnya adalah Budaya kerja, kompetensi,
memproses data agar dan penerapan SIMRS dan
dapat dianalisa. Proses kinerja pegawai secara
data dilakukan cara parsial maupun simultan.
memasukan data hasil Berdasarkan tujuan
kuesioner ke penelitian ini, maka
komputer. variable yang akan
5. Cleaning yaitu dianalisa variable
kegiatan pengecekan independen yaitu Budaya
kembali data-data Kerja (X₁), Kompetensi
yang sudah (X₂), SIMRS (X₃) dan
dimasukan. variable dependen Kinerja
Rancangan Analis Data Pegawai (Y)
menggunakan score dan Rancangan analisis jalur
skala rikert yaitu : Analisis jalur digunakan
a. Sangat Setuju untuk menganalis pola
hubungan antar variable Kerja, Kompetensi, SIMRS, terhadap
dengan tujuan untuk kinerja pegawai RS Ramahadi.
mengetahui pengaruh
langsung maupun tidak BAB IV
langsung seperangkat HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
variable bebas terhadap
variable terikat (Ridwan &
Kuncoro, 2007) 4.1. Gambaran Umum
Karena data ang dihasilkan Karakteristik Responden
penelitian memiliki skala Sejarah Rumah Sakit Rama Hadi
ordinal sedangkan untuk berawal dari “KLINIK BEDAH”
keerluan analisis jalur yang didirikan oleh Wijoyo Hadi
diperlukan skala interval, Mursito, didukung oleh tenaga
maka data yang ada dalam dokter, perawat, dan administrasi
skala ordinal tersebut diresmikan pada tanggal 21 April
ditranssformasikan terlebih 2008. Dengan proses perkembangan
dahulu kedalam skala dan situasi yang amat singkat
interval dengan selanjutnya pada tanggal 16
menggunakan program September 2008 telah turun izin
Methode of Successive pendirian Rumah Sakit Khusus
Interval (MSI) . Bedah. Kemudian tepat tanggal 5
3.6.4 Rancangan analis deskriptif Januari 2009 telah resmi berubah
Untuk mengetahui deskriptif jawaban status menjadi “RUMAH SAKIT
responden mengenai variabel Budaya KHUSUS BEDAH RAMA HADI”.
Namun seiring dengan dimensi. Rincian variabel dalam
berkembangnya RS ini maka untuk dukungan masing-masing indikator
memenuhi kebutuhan kesehatan lebih adalah sebagai berikut: (1) Variabel
meningkat dan lebih luas lagi maka Budaya Kerja terdiri dari 15
pada tanggal 31 Desember 2015 pernyataan; (2) variabel Kompetensi
turunlah izin perubahan status terdiri dari 15 pernyataan; (3) variabel
RSKBRH menjadi “RSU RAMA SIMRS terdiri dari 15 pernyataan dan
HADI” (4) variabel Kinerja terdiri dari 15
pernyataan.
Sesuai dengan Visi dan Misi maka
4.2.1 hasil analis Verifikatif
manajemen dan seluruh staf medis
Rumah Sakit RAMA HADI Hipotesis yang diajukan oleh penulis
senantiasa memberikan pelayanan dalam penelitian ini adalah terdapat
yang bermutu sesuai dengan standar pengaruh budaya kerja, ko,petensi
pelayanan profesi. dan penerapan sistem informasi
manajemen rumah sakit terhadap
4.2 Hasil Analis Deskriptif
kierja pegawai RS Ramahadi
Penyampaikan hasil
[Link].1 Analisis Jalur.
penelitian menjawab masalah
Analisis Jalur digunakan untuk
deskriptif terhadap lima variabel yang
mengetahui apakah data mendukung
diteliti adalah dengan menampilkan
teori, yang secara a-priori
hasil perhitungan dengan nilai
dihipotesiskan, yang mencakup
frekuensi, persentase, dan rata-rata
kaitan structural antar variabel
untuk masing-masing indikator yang
[Link] Jalur atau yang lebih
mendukung variabel melalui dimensi-
dikenal luas sebagai Path Analysis
merupakan suatu metode 4.4 Pembahasan
pendekomposisian korelasi kedalam Berdasarkan hasil pengolahan
bagian-bagian yang berbeda untuk data dari Pengaruh variable budaya
menginterpretasikan suatu pengaruh kerja, kompetensi dan SIMRS
(effect).Dalam analisis jalur yang terhadap Kinerja Pegawai Rumah
distandarkan korelasi dapat dipecah Sakit Rama Hadi berikut ini adalah
kedalam komponen-komponen pembahasan hasil penelitian :
struktural (kausal) dan nonstruktural
4.4.1 Gambaran Budaya Kerja di
(nonkausal) didasarkan teori yang
Rumah Sakit Rama Hadi.
dinyatakan dalam diagram jalur.
Hasil penelitian deskriptif
Untuk jelasnya besaran koefisien. menunjukan bahwa Variabel budaya
Dapat dilihat pada gambar kerja berdasarkan persepsi dari
[Link] berikut: mayoritas responden dapat
disimpulkan bahwa variable budaya
( X1 ) kerja berada pada kriteria cukup baik
0,709
karena sebanyak 54,9% responden
0,453 ( X2 )
mempersepsikan jawaban kearah
0,618
( X3 ) cukup baik hingga sangat tidak baik
dan 45,1% responden
Sumber : Hasil Olah data, 2017
mempersepsikan kearah baik sampai
Gambar 4.17
dengan sangat baik.
Hubungan antara variabel Budaya
Kerja, Kompetensi pegawai dan
SIMRS.
4.4.2 Gambaran Kompetensi 4.4.3 Gambaran SIMRS di
pegawai di Rumah Sakit Rama Rumah Sakit Rama Hadi
Hadi Purwakarta. Purwakarta.
Hasil penelitian deskriptif Sistem informasi manajemen
menunjukan bahwa Variabel adalah sekumpulan subsistem yang
kompetensi berada pada kriteria saling berhubungan, berkumpul
cukup baik karena sebanyak 50,3% bersama-sama dan membentuk satu
responden mempersepsikan jawaban kesatuan yang saling berinteraksi
kearah cukup baik hingga sangat tidak antara bagian satu dengan yag lainnya
baik dan 49,7% responden dengan cara tertentu untuk melakukan
mempersepsikan kearah baik sampai fungsi pengolahan data, menerima
dengan sangat baik. masukan dan menghasilkan keluaran
berupa informasi sebagai dasar bagi
Kompetensi dapat digambarkan
pengambilan keputusan yang berguna
sebagai kemampuan untuk
dan mempunyai nilai nyata yang
melaksanakan satu tugas, peran atau
dapat dirasakan akibatnya,
tugas, kemampuan mengintegrasikan
mendukung kegiatan oprasional,
pengetahuan, ketrampilan-
manajerial, dan strategis organisasi
ketrampilan, sikap-sikap dan nilai-
dengan memanfaatkan sumber daya
nilai pribadi, dan kemampuan untuk
yang ada guna mencapai tujuan.
membangun pengetahuan dan
keterampilan yang didasarkan pada
pengalaman dan pembelajaran yang
dilakukan
4.4.4 Gambaran Kinerja Pegawai ([Link] Effect) menunjukan bahwa
Rumah Sakit Rama Hadi pengaruh budaya kerja terhadap
Purwakarta. kinerja melalui kompetensi pegawai
Hasil penelitian deskriptif sebesar 13,64%, pengaruh budaya
menunjukan bahwa Variabel Kinerja kerja terhadap kinerja melalui SIMRS
Pegawai berada pada kriteria cukup sebesar 16,87% dan total pengaruh
baik karena sebanyak 52,9% variabel budaya kerja terhadap
responden mempersepsikan jawaban kinerja sebesar 23,44%,
kearah cukup baik hingga sangat tidak
4.4.6 Pengaruh Budaya Kerja,
baik dan 47,1% responden
Kompetensi Pegawai dan SIMRS
mempersepsikan kearah baik sampai
Secara Simultan terhadap Kinerja
dengan sangat baik.
Pegawai di Rumah Sakit Rama
4.4.5 Pengaruh Budaya Kerja Hadi Purwakarta .
Kompetensi Pegawai dan SIMRS Hasil perhitungan dan
secara parsial terhadap Kinerja Pengolahan data SPSS menunjukan
Pegawai di Rumah Sakit Rama bahwa total pengaruh secara simultan
Hadi Purwakarta. dari variabel budaya kerja,
Hasil pengolahan data SPSS kompetensi dan SIMRS terhadap
menunjukan bahwa variabel budaya kinerja (R2) adalah sebesar 76,9%
kerja berpengaruh secara langsung sedangkan sisanya yang merupakan
terhadap kinerja sebesar 9,8%, epsilon (ε) atau pengaruh lain yang
Besarnya pengaruh dari masing- mempengaruhi kinerja pegawai selain
masing variabel bebas terhadap budaya kerja, kompetensi dan SIMRS
variabel terikat secara tidak langsung adalah sebesar 23,1%. Hal ini berarti
bahwa masih terdapat aspek lain yang sangat tidak baik dan 45,1%
dapat mempengaruhi kinerja pegawai responden mempersepsikan
selain budaya kerja, kompetensi dan kearah baik sampai dengan
SIMRS. sangat baik
2. Variabel kompetensi berada
BAB V
pada kriteria cukup baik
KESIMPULAN DAN SARAN
karena sebanyak 50,3%
5.1 Simpulan responden mempersepsikan
Berdasarkan hasil jawaban kearah cukup baik
pembahasan di bab sebelumnya hingga sangat tidak baik dan
mengenai pengaruh variable budaya 49,7% responden
kerja, kompetensi dan SIMRS mempersepsikan kearah baik
terhadap kinerja pegawai Rumah sampai dengan sangat baik.
Sakit Rama Hadi Purwakarta, dapat di 3. Variabel SIMRS berada pada
ambil kesimpulan sebagai berikut : kriteria cukup baik karena
sebanyak 53,1% responden
1. Variabel budaya kerja
mempersepsikan jawaban
berdasarkan persepsi dari
kearah cukup baik hingga
mayoritas responden dapat
sangat tidak baik dan 46,9%
disimpulkan bahwa variable
responden mempersepsikan
budaya kerja berada pada
kearah baik sampai dengan
kriteria cukup baik karena
sangat baik.
sebanyak 54,9% responden
4. Variabel Kinerja Pegawai
mempersepsikan jawaban
berada pada kriteria cukup
kearah cukup baik hingga
baik karena sebanyak 52,9% yang mempengaruhi kinerja
responden mempersepsikan pegawai selain budaya kerja,
jawaban kearah cukup baik kompetensi dan SIMRS
hingga sangat tidak baik dan adalah sebesar 23,1%
47,1% responden
5.2 Saran
mempersepsikan kearah baik
Berdasarkan kesimpulan
sampai dengan sangat baik
mengenai Pengaruh variable budaya
5. Secara parsial menunjukan
kerja, kompetensi dan SIMRS
bahwa pengaruh variabel
terhadap kinerja pegawai Rumah
budaya kerja terhadap kinerja
Sakit Rama Hadi Purwakarta, dapat
sebesar 23,44%, total
diambil saran sebagai berikut :
pengaruh variabel kompetensi
1. Saran diambil berdasarkan
pegawai terhadap kinerja
fakta dilapangan dari aspek
sebesar 40,20%, total
yang terlemah budaya kerja
pengaruh variabel SIMRS
pegawai rumah sakit
terhadap kinerja sebesar
Ramahadi yang di ukur
13,31%
dengan dimensi kebutuhan,
6. total pengaruh secara simultan
sikap terhadap pekerjaan,
dari variabel budaya kerja,
yakni kesukaan akan kerja
kompetensi dan SIMRS
dibandingkan kegiatan lain,
terhadap kinerja (R2) adalah
seperti bersantai, atau semata-
sebesar 76,9% sedangkan
mata memperoleh kepuasan
sisanya yang merupakan
dari kesibukan pekerjaannya
epsilon (ε) atau pengaruh lain
sendiri, Perilaku pada waktu
bekerja, seperti rajin, 2. Kompetensi rumah sakit
berdedikasi, bertanggung ramahadi yang diukur dengan
jawab, berhati-hati, teliti, dimensi kompetensi individu
cermat, kemauan yang kuat, dan kompetensi organisasi
untuk mempelajari tugas dan termasuk kategori cukup baik,
kewajibannya, suka namun masih perlu perbaikan
membantu sesama karyawan, dalam hal mengenai variabel
atau sebaliknya. Namun bekerja sesui dengan sifat
masih perlu perbaikan dalam yang dimiliki hal ini
hal mengenai variabel kerja dicerminkan pada beberapa
secara kelompok juga bekerja pegawai yang masih diluar
sesuai dengan tugas pokok sifat kerja pegawai, selain itu
dan fungsi, hal ini karena pada beberapa pegawai perlu
dengan segala keterbatasan dibekali dengan pendidikan
Rumah Sakit Umum dan latihan yang menunjang
Ramahadi, belum sepenuhnya dalam melaksanakan
mampu membina pegawai pekerjaan. Pegawai
secara baik, sehingga dengan memerlukan keterampilan
adanya pembinaan dan administrasi seperti pelatihan
pelatihan kepada pegawai Rs menyusun program dan
Ramahadi diharapkan akan laporan kerja, juga cara
meningkatkan Budaya kerja pengarsipan dokumen-
pegawai Rs Ramahadi. dokumen. kemampuan
untuk melaksanakan satu
tugas, peran atau tugas, rumah sakit sehingga pegawai
kemampuan dapat terbiasa menggunakan
mengintegrasikan SIMRS, para pegawai perlu
pengetahuan, ketrampilan- diberi pelatihan-pelatihan dan
ketrampilan, sikap-sikap dan arahan yang diadakan oleh
nilai-nilai pribadi, dan Rumah Sakit Ramahadi
kemampuan untuk dengan tujuan agar pegawai
membangun pengetahuan dan RS semakin mahir dalam
keterampilan yang didasarkan menggunakan SIMRS untuk
pada pengalaman dan melakukan fungsi pengolahan
pembelajaran yang dilakukan. data, menerima masukan dan
Sehingga masih perlu menghasilkan keluaran
didorong dan diberi berupa informasi sebagai
kesempatan bagi para pegawai dasar bagi pengambilan
untuk mengikut berbagai keputusan yang berguna dan
macam pendidikan dan mempunyai nilai nyata yang
pelatihan. dapat dirasakan akibatnya,
3. Sistem informasi manajemen mendukung kegiatan
Rumah sakit termasuk oprasional, manajerial, dan
kategori cukup baik, masih strategis organisasi dengan
perlu diolah kembali untuk memanfaatkan sumber daya
melancarkan dan yang ada guna mencapai
memudahkan penggunaan tujuan.
sistm informasi manajemen
4. Kinerja pegawai Rs Ramahadi dalam melaksanakan
diukur dengan dimensi pekerjaan sesuai dengan
kuantitas kerja Hasil ketentuan dan disiplin waktu.
penelitian deskriptif Hal ini dapat dilatih dengan
menunjukan bahwa Variabel berbagai cara, seperti
Kinerja Pegawai berada pada mengikuti seminar yang
kriteria cukup baik, perlu bersifat inovatif, merotasi ke
adanya peningkatan kinerja bagian lin, meluagkan waktu
pegawai guna menjadikan RS untuk berinteraktif dengan
ramahadi kearah yang lebih bidang lain.
baik lagi. kualitas kerja, 5. Secara parsial, kompetensi
pengetahuan kerja, memberikan kontribusi yang
kreativitas, kerjasama, paling dominan dalam
kesadaran dan dapat mempengaruhi kinerja, untuk
dipercaya, inisiatif serta itu perlu dioptimalkan
kualitas diri. Namun masih terutama pada aspek
perlu perbaikan pada variabel “kemampuan (ability) atau
melaksanakan tugas tepat kapasitas seseorang untuk
waktu hasil menunjukan mengerjakan berbagai tugas
bahwa para pegawai harus dalam suatu pekerjaan,
diberikan pelatihan dan dimana kemampuan ini
arahan untuk menjadikan ditentukan oleh 2 (dua) faktor
pegawai yang mandiri, juga yaitu kemampuan intelektual
memiliki tanggung jawab dan kemampuan fisik.
6. Secara simultan kinerja Agus Riyanto. 2011. Aplikasi
Metodologi Penelitian
pegawai masih belum optimal Kesehatan. Yogyakarta :
Nuha Medika.
dan faktor penentu kinerja
Budiman 2011 Penelitian Kesehatan.
adalah kompetensi, namun Bandung : Refika Aditama
Byars. 1984, Manajemen Sumber
demikian perlu diperhatikan
Daya Manusia. Yogyakarta :
Andi Offset
aspek lainnya yang dapat
De Jesus, Maria Renata Caldas.
mempengaruhi kinerja 2006. Pengaruh Gaya
Kepemimpinan dan Kualitas
pegawai karaena dengan Sumber Daya Manusia
terhadap Kinerja Kementerian
kinerja yang baik maka secara Luar Negeri dan Kerjasama
Republik Demokratik Timor
langsung akan berdamapk Leste. Jurnal Manajemen
Publik dan Bisnis vol. 5:
pada kualitas pelayanan. Program Pascasarjana
Universitas Prof. DR.
Moestopo.
DepKes RI Dirjen YanMed. 2006.
Pedoman Pengelolaan Rekam
Medis Rumah Sakit di
Indonesia. Jakarta : DepKes.
Emilia Widiati. 2012. Pengaruh
Motivasi Kerja, Disiplin Kerja
Dan Budaya Organisasi
Terhadap Kinerja Pegawai
Kesehatan Pada Rumah Sakit
Panti Secanti Gisting. Jurnal
Magister Manajemen Vol. 1
No. 1, April 2012 : 109 - 142
Evy Hariana, Guardian Yoki Sanjaya,
Annisa Ristya Rahmanti, Berti
Murtiningsih, Eko Nugroho.
Penggunaan Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit
DAFTAR PUSTAKA (SIMRS) DI DIY. Seminar
Nasional Sistem Informasi
Indonesia, 2 - 4 Desember
Abdul Kadir. 2003. Pengenalan 2013
Sistem Infomasi. Yogyakarta :
Penerbit Andi.
Fogg, Luthans. 2004. Organizational Kreitner, Robert; dan Kinicki,
Behaviour. NewYork : MC Angelo. 2005. Perilaku
Graw-Hill Book. Organisasi, Buku 1, Edisi
Kelima. Jakarta : Salemba
Gibson et al. 1995. Organisasi : Empat.
Perilaku, Struktur, Proses.
Edisi kelima, Jilid 1, Cetakan Kusumadewi S, dkk. 2009.
8, Jakarta: Penerbit Erlangga Informatika Kesehatan.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Guyub Nuryanto (2012). Analisis
Pengaruh Penerapan Mahmudi, 2010. Manajemen kinerja
Teknologi Informasi, sektor publik. Yogyakarta :
Manajemen Mutu, Dan UPP STIM
Budaya Terhadap Kinerja
Manajemen Yayasan Masrukhin dan Waridin. 2006.
Pendidikan Tugu Ibu. Ug Pengaruh Motivasi Kerja,
Jurnal 2012; 6(10) : 11-13 Kepuasan Kerja, Budaya
Organisasi dan
Henry Simamora. 2001. Manajemen Kepemimpinan terhadap
Sumber Daya Manusia. Kinerja Pegawai, Jurnal
STIE YKPN. Ekonomi & Bisnis, Vol. 7,
No. 2.
Herman Sofyandi. 2008. Manajemen
Sumber Daya Manusia, Edisi Mcleod, Raymond dan Schell. 2012.
Pertama, Yogyakarta : Sistem Informasi Manajemen.
Penerbit Graha Ilmu Edisi 9. Jakarta: PT Index.
Indra Bastian. 2006. Akuntansi Moeheriono. 2009. Pengkuran
Sektor Publik Suatu Kinerja Berbasis Kompetensi.
Pengantar. Jakarta : Bogor : Ghalia Indonesia
Erlangga
Mulyadi. 1997. Akuntansi
Manajemen : Konsep,
Manfaat dan Rekayasa. Edisi
Irene Chintya. 2015. Pengaruh 8. Yogyakarta : STIE-YKPN.
Pemanfaataan Teknologi
Informasi Dan Sistem Munandar,Utami.1995.
Pengendalian Intern Pengembangan Kreativitas
Pemerintah Terhadap Kinerja Anak Berbakat. Jakarta:
Instansi Pemerintah Di Kota Rineka Cipta
Solok (Studi Pada Skpd Kota
Solok). Padang : Universitas Ndraha, Taliziduhu, 1997.
Negeri Padang. Artikel Metodologi Ilmu
Ilmiah. Naskah Tidak Pemerintahan. Jakarta: Rineka
Diterbitkan Cipta.
Jogiyanto. 2009. Sistem teknologi Ndraha, Taliziduhu, 2005.
informasi (edisi III). Kybernologi Sebuah
Yogyakarta: Andi Offset Rekonstruksi Ilmu
Pemerintahan. Jakarta :
Rineka Cipta
Nevizond Chatab. 2007. Profil Robbins, S dan Coulter, M. 2007.
Budaya Organisasi Manajemen, Edisi Kedelapan,
(Mendiagnosis Budaya dan Jakarta : Rineka Cipta
Merangsang Perubahannya).
Bandung : Alfabet. Robbins, Stephen P dan Judge,
Timothy A. 2007. Perilaku
Oetomo, B.S.D. 2006. Perencanaan Organisasi. Jakarta: Salemba
dan pembangunan sistem Empat
informasi (edisi II).
Yogyakarta : Andi Offset Robert A. Roe. 2001. Trust
Implications for Performance
Osborn David, dan Plastrik Peter. and Effectiveness. European
2010. Memangkas Birokrasi. Journal
Jakarta : PPM
Robinson, H., Carrillo, P., Anumba,
Peraturan Menteri Kesehatan RI C. and Al-Ghassani, A.
Permenkes No. 82 Tahun (2004); Knowledge
2013 Tentang Sistem management in UK
Informasi Manajemen Rumah Construction, : Strategies,
Sakit Resources and Barrier Project
Management Journal, Vol. 35,
Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 No. 1, pp. 46-56
Tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Rustiyanto E. 2011. Sistem Informasi
Daerah Manajemen Rumah Sakit
Yang Terintegrasi.
Prihadi, Syaiful F. 2004. Assesment Yogyakarta: Gosyen
Centre. Jakarta : Gramedia Publishing
Pustaka Utama
Sedarmayanti. 2009. Sumber Daya
R. Palan , 2007. Competency Manusia dan Produktivitas
Management. Jakarta : PPM Kerja. Bandung: CV Mandar
Indonesia Maju.
Siagian, S.P. 2008. Sistem informasi
manajemen. Jakarta: Bumi
Ratna Kusumawati (2008) Analisis
Aksara
Pengaruh Budaya Organisasi
Dan Gaya Kepemimpinan Sinamo J.H. 2002. Ethos 21 : Ethos
Terhadap Kepuasan Kerja Kerja Profesional di Era
Untuk Meningkatkan Kinerja Digital Global. Jakarta :
Karyawan (Studi Kasus Pada Institut Mahardika
Rs Roemani Semarang).
Semarang : Universitas Sinungan, Muchdasyar. 2009,
Diponegoro. Tesis. Naskah Produktivitas Apa dan
Tidak Dipublikasikan Bagaimana. Jakarta: Bumi
Aksara.
Robbins, S.P. 2006. Perilaku
Organisasi. Edisi 10 Bahasa Sudarwan Danim, Yunan Danim.
Indonesia. Jakarta: PT Indeks 2010. Administrasi Sekolah
Kelompok Gramedia
dan Manajemen Kelas. UU RI No. 36 Tahun 2009 Tentang
Bandung : Pustaka Setia Kesehatan
Surya Dharma. 2003. Manajemen UU RI No. 44 Tahun 2009 Tentang
Kinerja. Jakarta : Pustaka Rumah Sakit
Pelajar
Wahid, F., Setiawan, M. A.,
Sutanta. 2003. Dampak Motivasi Kusumadewi, S., Fauzijah, A.,
Karyawan Pada Hubungan Khoiruddin, A. A., Rahayu, N.
Antara Gaya Kepemimpinan W., Hidayat, T., dan Prayudi,
Dengan Kinerja Karyawan Y. (2009) Informatika
Perusahaan Bisnis”, Empirika, Kesehatan. Yogyakarta :
Vol.15, No.2. Graha Ilmu (Health
Informatics).
Thomas C. Powell and Anne Dent
Micallef, 1997. Information Wijana, Nyoman. 2007.
Technology As Competitive Pemanfaatan Teknologi
Advantage: The Role of Informasi Dan Pengaruhnya
Human, Business, and Pada Kinerja Indeks
Technology Resources, John Individual Pada Bank
Wiley Sons, vol. 18, no. 5, Perkreditan Rakyat Di
pp. 375–405,. Kabupaten Tabanan. Jurnal.
Universitas Udayana ; Bali.
Tika, Pabundu. 2008. Budaya Yuniarsih Tjutju dan Suwatno. 2008.
Organisasi dan Peningkatan Manajemen Sumber Daya
Kinerja Perusahaan. Jakarta: Manusia. Bandung : Alfabeta
Bumi Aksara.
Yusof, Paul R.J, Stergioulas L.K
(2006). Toward a Framework
For Health Information
Triguno. 2000. Budaya kerja. System Evaluation.
Jakarta: Penerbit Golden Prooceding Of The 39th
Trayon Press Hawaii International
Conference On System
United Nations Development
Sciences. UK
Programme. 2013. Human
Development Report 2013.
New York : UNDP