0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan14 halaman

Modul Ajar Deep Learning

Modul ajar ini membahas perbedaan sosial dalam masyarakat untuk siswa kelas X IPS di SMA Negeri 3 Indrapuri, dengan fokus pada pemahaman konsep, analisis, dan refleksi. Peserta didik diharapkan dapat memahami dan menganalisis perbedaan sosial melalui berbagai pendekatan, termasuk pembelajaran berbasis proyek dan diskusi kelompok. Tujuan pembelajaran mencakup pengembangan kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi dalam konteks perbedaan sosial.

Diunggah oleh

Masyithah Syithah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan14 halaman

Modul Ajar Deep Learning

Modul ajar ini membahas perbedaan sosial dalam masyarakat untuk siswa kelas X IPS di SMA Negeri 3 Indrapuri, dengan fokus pada pemahaman konsep, analisis, dan refleksi. Peserta didik diharapkan dapat memahami dan menganalisis perbedaan sosial melalui berbagai pendekatan, termasuk pembelajaran berbasis proyek dan diskusi kelompok. Tujuan pembelajaran mencakup pengembangan kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi dalam konteks perbedaan sosial.

Diunggah oleh

Masyithah Syithah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : IPS (SOSIOLOGI KELAS X)


PERBEDAAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA NEGERI 3 INDRAPURI
Nama Penyusun : Rino Roy Vandi, [Link].,Gr
Mata Pelajaran : IPS (Sosiologi)
Kelas / Fase /Semester : X/ E / Genap
Alokasi Waktu : 3 JP (45 X 3)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik pada umumnya telah memiliki pemahaman awal tentang Gejala Sosial
dalam kehidupan sehari-hari, termasuk Defenisi dan hakikat Gejala sosial. Mereka juga
telah memperoleh informasi mengenai Bentuk, Jenis dan Tinkatan Gejala Sosial melalui
media massa, media sosial baik lokal maupun nasional. Dari sisi keterampilan, peserta
didik diharapkan sudah memiliki kemampuan dasar dalam membaca, memahami teks,
dan berdiskusi secara sederhana. Pemahaman awal tentang Gejala Sosial akan
memberikan pandangan terhadap materi Perbedaan sosial dalam masyarakat dalam proses
belajar mengajar.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi "Perbedaan Sosial" merupakan jenis pengetahuan konseptual, prosedural, dan
metakognitif. Konseptual karena melibatkan pemahaman definisi, jenis, dan faktor
penyebab Perbedaan Sosial. Prosedural karena mencakup analisis bentuk-bentuk
perbedaan sosial dalam masyarakat baik itu stratifikasi sosial maupun diferensiansi sosial.
Metakognitif karena mendorong peserta didik untuk merefleksikan pengalaman pribadi
dan masyarakat terkait Perbedaan Sosial. Materi ini sangat relevan dengan kehidupan
nyata peserta didik karena Perbedaan Sosial adalah fenomena universal yang dapat terjadi
di mana saja. Tingkat kesulitan materi bervariasi; konsep dasar cukup mudah dipahami,
namun analisis mendalam tentang Perbedaan stratifikasi dan Diferensiasi memerlukan
penalaran kritis. Struktur materi akan disajikan secara sistematis, dimulai dari pengenalan
konsep hingga analisis kasus dan solusi. Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada
pentingnya toleransi, empati, dan bagaiman cara peserta didik dalam memandang sebuah
perbedaan secara objektif.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Berdasarkan tujuan pembelajaran pada bab ini, dimensi profil lulusan yang akan dicapai
adalah:
● Kewargaan: Peserta didik memahami peran dan tanggung jawabnya dalam
menciptakan masyarakat yang harmonis dan peduli perbedaan yang ada di dalam
masyarakat.
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis Struktur Sosial serta bentuk
yang terjadi akibat perbedaan sosial secara logis dan mendalam.
● Kreativitas: Peserta didik mampu mengusulkan solusi inovatif dan konstruktif untuk
memahami setiap perbedaan agar tidak terjadi konflik.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dengan orang lain dalam
menganalisis dan menerapkan sikap toleransi dalam menghadapi perbedaan sosial.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan argumen terkait
Perbedaan sosial secara efektif dan persuasif.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 46 TAHUN 2025


Mata pelajaran IPS diawali dengan pemahaman mendalam terhadap materi meliputi
definisi dan konsep yang dikaitkan dengan peristiwa dan fenomena manusia pada bidang
sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Pemahaman konsep mata pelajaran IPS
difokuskan pada materi yang akan digunakan untuk menjawab pertanyaan kunci sehingga
perlu direkomendasikan materi ajar yang relevan. Elemen pemahaman konsep
mengarahkan murid untuk dapat mendefinisikan, menafsirkan, dan merumuskan konsep
atau teori dengan bahasa mereka sendiri. Pada elemen ini, murid tidak hanya hafal secara
verbal, tetapi juga memahami konsep dan konteks dari masalah atau fakta yang
ditanyakan.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN
● Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn): Konsep toleransi, hak asasi
manusia, persatuan dan kesatuan, serta peran warga negara dalam menjaga keutuhan
bangsa.
● Sejarah: Memahami Perbedaan sosial di masa lalu sebagai pembelajaran untuk masa
kini dan masa depan.
● Ekonomi: Dampak Perselisihan yang ditimbulkan Perbedaan Sosial terhadap
perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
● Geografi: Perbedaan yan terjadi dapat dikaji berdasarkan sebaran wilayah ataupun
tipografi.
● Bahasa Indonesia/Inggris: Keterampilan komunikasi lisan dan tulisan dalam
menyampaikan gagasan dan hasil analisis.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Peserta didik dapat menjelaskan pengertian Perbedaan Sosial (Struktur Sosial,
stratifikasi dan Deferensiasi) menurut beberapa ahli sosiologi dengan tepat setelah
melalui diskusi kelompok.
● Peserta didik dapat mengidentifikasi minimal tiga Hal mendasar yang membedakan
Stratifikasi dan Diferensiasi Sosial.
● Peserta didik dapat mengklasifikasikan berbagai bentuk Perbedaan yang
disebabkan oleh Stratifikasi dan Diferensiasi Sosial
● Peserta didik dapat merefleksikan pengetahuannya melalui tindakan, tingkah dan
prilaku dalam kehidupan bermasyarakat ketika menghadapi sebuah perbedaan.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Hakikat Perbedaan Sosial dalam Masyarakat
● Defenisi struktur Sosial, Stratifikasi Sosial dan Diferensiasi Sosial
● Bentuk-bentuk Stratifikasi Sosial dan Diferensiasi Sosial
● Dampak dari Stratifikasi Sosial dan Diferensiasi Sosial

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik
akan merancang dan melaksanakan proyek investigasi Perbedaan Sosial di
lingkungan sekitar atau melalui kasus-kasus aktual yang mereka temukan di berita.
 Eksplorasi Lapangan (jika memungkinkan dan relevan): Mengunjungi lokasi
atau komunitas yang tampak berbeda (dengan pendampingan dan izin).
Alternatifnya, menggunakan data sekunder dari laporan penelitian atau media.
 Wawancara: Melakukan wawancara dengan narasumber yang relevan (misalnya,
tokoh masyarakat, Pelaku dan Komunitas - disesuaikan dengan etika dan
keamanan).
 Presentasi: Mempresentasikan hasil investigasi dan usulan Strategi dalam
menyikapi Perbedaan di depan kelas.
● Diskusi Kelompok: Mendorong interaksi antar peserta didik untuk menganalisis,
memecahkan masalah, dan mengembangkan argumen.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru bimbingan konseling (BK) untuk pemahaman psikologi
Perbedaan, guru Geografi/PPKn untuk perspektif lintas disiplin, OSIS/perwakilan
siswa untuk kasus Perbedaan Sosial di sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah: Tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat
(LSM) yang bergerak di bidang Adat.
● Masyarakat: Melalui media massa, komunitas daring, atau observasi partisipatif
(dengan batasan dan etika).
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas diatur secara fleksibel untuk mendukung diskusi kelompok dan
presentasi. Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk mind mapping atau poster hasil
analisis.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan Learning Management System (LMS) seperti Google
Classroom untuk berbagi materi, forum diskusi, dan pengumpulan tugas.
● Budaya Belajar: Mendorong lingkungan yang kolaboratif, di mana peserta didik
aktif berpartisipasi, berani menyampaikan pendapat, mendengarkan dengan empati,
dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap fenomena sosial. Guru berperan
sebagai fasilitator dan motivator.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengarahkan peserta didik untuk mencari referensi buku,
jurnal, atau artikel terkait Perbedaan Sosial dari perpustakaan digital atau sumber
daring terpercaya.
● Forum Diskusi Daring: Membuat forum diskusi di Google Classroom atau platform
lain untuk melanjutkan diskusi di luar jam pelajaran, berbagi temuan, dan saling
memberikan feedback.
● Penilaian Daring: Menggunakan Google Forms untuk kuesioner asesmen awal atau
tes diagnostik.
● Kahoot/Mentimeter: Digunakan untuk kuis intera
● ktif atau survei opini awal untuk mengaktifkan suasana joyful learning.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Prinsip Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan mengajak
peserta didik melakukan mindfulness singkat (misalnya, menarik napas dalam-dalam,
menyadari kehadiran di kelas) untuk menenangkan pikiran dan fokus. Guru kemudian
mengajukan pertanyaan pemantik: "Apa yang kalian rasakan saat melihat/mendengar
kasus Perbedaan Sosial?" atau "Pernahkah kalian mengalami Pengucilan akibat
perbedaan?”
● Prinsip Bermakna (Meaningful Learning): Guru menghubungkan pengalaman
pribadi peserta didik dengan relevansi materil Perbedaan Sosial dalam kehidupan
sehari-hari, menjelaskan mengapa memahami Perbedaan penting bagi mereka dan
masyarakat.
● Prinsip Menggembirakan (Joyful Learning): Guru bisa menampilkan short video
atau gambar-gambar tentang Perbedaan (yang tidak terlalu sensitif) atau kartun yang
merepresentasikan Perbedaan secara sederhana untuk memancing rasa ingin tahu dan
menciptakan suasana santai. Guru juga dapat menggunakan Kahoot atau Mentimeter
untuk kuis pra-pembelajaran yang menyenangkan tentang persepsi mereka tentang
Perbedaan Sosial.
● Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

KEGIATAN INTI (60-70 MENIT)


Prinsip Memahami (Mindful Learning & Meaningful Learning):
Fase 1: Eksplorasi Konsep (Diferensiasi Konten):
● Guru menyajikan berbagai sumber belajar (teks, video, infografis) tentang definisi,
jenis, dan faktor penyebab Perbedaan Sosial.
● Peserta didik dapat memilih sumber belajar yang paling sesuai dengan gaya belajar
mereka (visual, auditori, kinestetik).
● Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk memastikan pemahaman awal.
Fase 2: Aplikasi Konsep (Diferensiasi Proses):
● Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil (diferensiasi berdasarkan
minat/kemampuan/profil belajar).
● Setiap kelompok diberikan studi kasus Perbedaan Sosial yang berbeda (misalnya,
Perbedaan warna Kulit, Kepercayaan, Perbedaan Budaya) untuk dianalisis penyebab
dan dampaknya.
● Guru membimbing setiap kelompok, memberikan pertanyaan panduan, dan
memastikan semua anggota berpartisipasi.
● Kegiatan Proyek: Setiap kelompok merencanakan proyek investigasi mereka, seperti
mengumpulkan data melalui observasi (jika memungkinkan), wawancara singkat,
atau riset daring.
Fase 3: Merefleksi (Mindful Learning & Meaningful Learning):
● Peserta didik diminta untuk mencatat di jurnal reflektif mengenai pemahaman baru
yang mereka dapatkan tentang Perbedaan Sosial, bagaimana pandangan mereka
berubah, dan apa tantangan yang mereka hadapi dalam analisis.
● Guru memfasilitasi sharing refleksi singkat di kelas.
Prinsip Bermakna (Meaningful Learning) & Menggembirakan (Joyful Learning):
Pembelajaran Berbasis Proyek Berkelanjutan:
● Setiap kelompok melanjutkan proyek investigasi Perbedaan sosial. Mereka akan
berkolaborasi dalam mengumpulkan, mengorganisir, dan menganalisis data.
● Guru secara aktif memberikan feedback konstruktif dan dukungan kepada setiap
kelompok.
● Peserta didik disarankan untuk memanfaatkan perangkat digital (komputer, internet)
untuk riset mendalam, membuat presentasi menarik (Canva, PowerPoint, Prezi), atau
bahkan video dokumenter sederhana sebagai luaran proyek.
● Guru mendorong kreativitas dalam penyajian hasil proyek.
Diskusi Kelompok dan Presentasi:
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil investigasi dan usulan solusi dalam
menyikapi perbedaan di depan kelas.
● Sesi tanya jawab dan diskusi interaktif antar kelompok difasilitasi oleh guru.
● Penekanan pada joyful learning melalui apresiasi terhadap setiap presentasi, suasana
diskusi yang positif dan saling mendukung.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


Prinsip Umpan Balik Konstruktif:
● Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap performa peserta didik dalam
kegiatan inti, baik secara individu maupun kelompok, dengan menyoroti kekuatan
dan area yang perlu ditingkatkan.
● Guru meminta peserta didik untuk memberikan peer feedback terhadap presentasi
kelompok lain.
Menyimpulkan Pembelajaran:
● Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting dari pembelajaran
tentang Perbedaan sosial dan bagaimana cara menyikapinya.
● Guru dapat memberikan penugasan singkat (misalnya, membuat peta konsep atau
infografis tentang perbedaan sosial) untuk menguatkan pemahaman.
Melibatkan dalam Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya:
● Guru mengajak peserta didik untuk merefleksikan proses belajar: "Apa yang paling
berkesan dari pembelajaran hari ini?" "Materi apa yang perlu kita perdalam di
pertemuan selanjutnya?" "Metode belajar apa yang paling efektif untuk kalian?"
● Guru menginformasikan materi atau proyek selanjutnya dan meminta masukan dari
peserta didik untuk perencanaan yang lebih baik.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan interaksi peserta didik dalam diskusi
awal serta respons mereka terhadap pertanyaan pemantik.
● Kuesioner: Kuesioner singkat (Google Forms) untuk mengukur pengetahuan awal
peserta didik tentang Perbedaan sosial, sumber-sumber informasi yang mereka miliki,
dan pengalaman pribadi terkait konflik.
● Tes Diagnostik (Opsional): Tes pilihan ganda sederhana untuk mengidentifikasi
miskonsepsi awal tentang Perbedaan Sosial (Struktul Sosial, Stratifikasi Sosial dan
Diferensiasi Sosial.

SOAL ASESMEN AWAL:


1. Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan Perbedaan Sosial? Berikan contoh singkat
dari kehidupan sehari-hari!
2. Sebutkan minimal 2 hal yang menurut Anda bisa menjadi penyebab terjadinya
Perbedaan di masyarakat!
3. Apakah semua Perbedaan itu buruk? Mengapa ya/tidak?
4. Jika ada teman kalian yang berselisih karena perbedaan, baik itu pendapat maupun
pandangan, apa yang biasanya kalian lakukan?
5. Dari mana kalian paling sering mendapatkan informasi tentang Perbedaan sosial
(contoh: TV, internet, orang tua, teman)?

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN:


● Tugas Harian: Penugasan individu atau kelompok berupa ringkasan materi, peta
konsep, atau analisis kasus singkat yang diberikan setelah setiap segmen
pembelajaran.
● Diskusi Kelompok: Penilaian rubrik observasi terhadap keaktifan, kualitas argumen,
kemampuan mendengarkan, dan kolaborasi dalam diskusi kelompok.
● Presentasi: Penilaian rubrik terhadap isi presentasi (kedalaman analisis, kejelasan),
kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim.

SOAL ASESMEN PROSES (UNTUK DISKUSI KELOMPOK/TUGAS HARIAN):


1. Identifikasi 3 faktor penyebab utama perbedaan sosial dalam studi kasus "Masyarakat
Tepi Pantai dengan Masyarakat Pegunungan" dan jelaskan mengapa faktor-faktor
menjadi alasan.
2. Jika anda bertemu dengan seseorang yang memiliki ciri fisik dengan anda, apa yang
akan anda lakukan?
3. Dari Faktor Penyebab Perbedaan Sosial yang Anda temukan, klasifikasikan kedalam
bentuk stratifikasi maupun diferensiasi?
4. Menurut kelompok Anda, bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan untuk
Menghargai setiap Perbedaan?

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN:


● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis jurnal berisi refleksi personal mengenai
perjalanan belajarnya tentang Perbedaan Sosial sosial, perubahan pandangan,
tantangan yang dihadapi, dan pembelajaran yang diperoleh.
● Tes Tertulis: Esai atau soal uraian yang menguji pemahaman konsep, analisis, dan
kemampuan sintesis peserta didik terhadap materi Perbedaan sosial.
● Tugas Akhir/Proyek: Penilaian proyek investigasi Perbedaan sosial, termasuk
laporan tertulis dan presentasi akhir. Rubrik penilaian proyek akan mencakup
kedalaman riset, analisis data, usulan solusi kreatif, dan kemampuan presentasi.
H. BAHAN BACAAN
a. PENGERTIAN DAN HAKIKAT PERBEDAAN SOSIAL
Perbedaan sosial adalah pengelompokan warga masyarakat ke dalam golongan-golongan atau
kelompok-kelompok Baik secara horizontal, sejajar, atau Bertingkat (Horizontal)
Perbedaan sosial terjadi karena adanya kemajemukan masyarakat, perbedaan latar belakang
(etnis, ras, budaya), serta ciri fisik individu sejak lahir. Faktor utamanya mencakup perbedaan
konsensus nilai, norma, profesi, agama, serta sosialisasi yang berbeda dalam setiap unit
keluarga.

b. Struktur Sosial
Struktur sosial adalah tatanan atau susunan sosial yang membentuk pola hubungan
antarmanusia dalam masyarakat, mencakup status, peran, nilai, norma, dan lembaga sosial. Ini
merupakan fondasi yang mengatur perilaku, menciptakan keteraturan, serta membagi
masyarakat secara vertikal (stratifkasi) maupun horizontal (diferensiasi).

1. Ciri-ciri Struktur Sosial


 Abstrak: Tidak terlihat secara langsung namun dapat dirasakan dampaknya dalam
interaksi.
 Dinamis: Selalu berubah dan berkembang mengikuti perkembangan zaman.
 Mencakup Semua Kebudayaan: Menjadi dasar interaksi dan kebudayaan.
 Memiliki Rangkaian Posisi dan Peran: Menghubungkan individu dalam kelompok.
2. Unsur-Unsur Struktur Sosial
 Kelompok Sosial: Kumpulan manusia yang saling berinteraksi.
 Kebudayaan: Hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
 Lembaga Sosial: Institusi yang mengatur perilaku (keluarga, agama, ekonomi).
 Stratifikasi Sosial: Pelapisan vertikal (misal: kaya/miskin).
 Diferensiasi Sosial: Pengelompokan horizontal (misal: ras, agama, suku).
3. Fungsi Struktur Sosial
 Fungsi Identitas: Sebagai penanda atau karakteristik khas suatu kelompok.
 Fungsi Kontrol: Sebagai pengawas perilaku individu agar tidak melanggar norma.
 Fungsi Pembelajaran: Menanamkan disiplin dan nilai-nilai dalam masyarakat.
4. Bentuk Struktur Sosial
 Stratifikasi Sosial (Vertikal): Pembedaan masyarakat berdasarkan tingkat tertentu,
seperti kekayaan, pendidikan, atau jabatan.
 Diferensiasi Sosial (Horizontal): Penggolongan masyarakat yang bersifat sejajar atau
setara, seperti perbedaan ras, agama, profesi, dan jenis kelamin.

c. STRATIFIKASI SOSIAL
1. Pengertian
Stratifikasi sosial adalah pengelompokan anggota masyarakat secara vertikal ke dalam
lapisan-lapisan hierarkis berdasarkan kekayaan, kekuasaan, kehormatan, atau ilmu
pengetahuan. Sistem ini menciptakan kelas atas, menengah, dan bawah, yang memengaruhi
akses terhadap sumber daya, gaya hidup, dan hak istimewa.
 Pitirim A. Sorokin: Pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas
hierarkis (bertingkat).
 Max Weber: Pengelompokan atau pembedaan dalam suatu masyarakat secara
bertingkat.
 Paul B. Horton dan Chester L. Hunt: Sistem perbedaan status yang berlaku dalam
suatu masyarakat.
 Robert M.Z. Lawang: Penggolongan orang-orang yang termasuk ke dalam suatu
sistem sosial tertentu pada lapisan-lapisan hierarkis menurut dimensi kekuasaan,
privilese (hak istimewa), dan prestise (kehormatan).
 Bruce J. Cohen: Sistem untuk menempatkan seseorang berdasarkan kualitas yang
dimilikinya ke dalam kelas sosial yang sesuai.
 P.J. Bouman: Golongan manusia yang ditandai dengan cara hidup dalam kesadaran
akan beberapa hak istimewa tertentu dan menuntut gengsi kemasyarakatan.
 Karl Marx: Perbedaan kelompok masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial yang
ditentukan oleh "relasi" mereka terhadap "alat-alat produksi" (kelas atas dan kelas
bawah).
Secara ringkas, stratifikasi sosial muncul karena adanya sesuatu yang dihargai lebih oleh
masyarakat, seperti kekayaan, kehormatan, atau kekuasaa
2. Bentuk-Bentuk
Bentuk Stratifikasi Sosial Berdasarkan Sifat
 Stratifikasi Sosial Terbuka: Memberikan kesempatan individu untuk pindah lapisan
sosial, baik naik maupun turun, berdasarkan kemampuan, kecakapan, atau usaha.
Contoh: Karyawan biasa menjadi manajer.
 Stratifikasi Sosial Tertutup: Membatasi kemungkinan seseorang pindah lapisan
sosial. Posisi sosial umumnya diperoleh melalui kelahiran atau keturunan. Contoh:
Sistem kasta di India.
 Stratifikasi Sosial Campuran: Kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka.
Seseorang mungkin berada di lapisan rendah di satu lingkungan (kasta), namun bisa
pindah ke lingkungan lain yang lebih terbuka untuk meningkatkan status.

Gambar 1.1
[Link] Startifikasi Sosial
1. Kekayaan
Kekayaan menjadi dasar pembentuk stratifikasi sosial karena adanya perbedaan kemampuan dalam
memenuhi kebutuhan hidup. Seseorang yang memiliki harta lebih banyak diletakkan di lapisan sosial
teratas. Sebaliknya, seseorang yang tidak berkecukupan akan diletakkan di lapisan paling bawah.

2. Kekuasaan
Kekuasaan menjadi dasar pembentuk stratifikasi sosial karena tidak semua orang bisa menduduki
jabatan yang sama. Hal ini membuat individu yang memiliki kekuasaan ditempatkan di lapisan sosial
atas, seperti Presiden, Menteri, Gubernur, dan sebagainya. Mereka juga memiliki wewenang untuk
menguasai dan mengatur jalannya pemerintahan.

3. Kehormatan
Stratifikasi sosial berdasarkan kehormatan ditempati oleh mereka yang dianggap memiliki
kemampuan untuk memimpin, berjiwa kharismatik, atau seseorang yang tinggal di wilayah tertentu
dalam waktu yang lama.
Contohnya, pemuka adat. Mereka mempunyai pengaruh yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

4. Keturunan
Stratifikasi ini diperoleh secara turun temurun, atau dengan kata lain hanya bisa didapatkan melalui
kelahiran atau perkawinan. Stratifikasi ini berhubungan dengan status individu yang dibawa sejak
lahir.
Contohnya, Pangeran William yang merupakan cucu dari Ratu Elizabeth II atau keluarga konglomerat.

Jenis atau Dasar Pembentuk Stratifikasi Sosial

5. Pendidikan
Apakah kamu sadar bahwa pendidikan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan status sosial?
Dengan menempuh pendidikan tinggi, kamu dapat memperoleh penghasilan yang lebih besar,
sehingga taraf hidup kamu pun ikut naik. Makanya, kalau mau jadi orang sukses, harus rajin belajar
ya!

6. Status Sosial
Stratifikasi berdasarkan status sosial dilihat dari hak dan kewajiban individu dalam masyarakat. Jenis
stratifikasi ini juga bisa berubah tergantung di mana tempat individu itu berada.
Misalnya, ibumu adalah seorang CEO perusahaan teknologi. Di kantornya, ia menempati posisi yang
paling tinggi. Akan tetapi, saat dia pulang ke rumah, status ibumu sama seperti ibu-ibu di perumahan
lainnya.
7. Gaya Hidup
Dengan adanya globalisasi, kehidupan masyarakat semakin maju. Ditambah kehadiran media
sosial yang membuat orang berlomba-lomba tampil paling menarik dan ingin dihargai. Hal ini
membuat gaya hidup menjadi dasar pembentuk stratifikasi sosial. Coba deh, kamu pergi ke mal
dengan baju apa adanya, kamu mungkin bakal dicuekin sama si pramuniaga. Tapi, kalau kamu pake
iPhone 13 Pro Max dan tas branded, bisa-bisa mereka yang nyamperin kamu. Hihi.

d. DIFERENSIASI SOSIAL
1. Pengertian
Diferensiasi sosial adalah pengelompokan anggota masyarakat secara horizontal berdasarkan
perbedaan tertentu seperti ras, agama, suku, jenis kelamin, dan profesi. Perbedaan ini sejajar dan
setara, tidak menunjukkan tingkatan lebih tinggi atau lebih rendah (hierarki), melainkan
mencerminkan keragaman (kemajemukan) sosial.

2. Ciri-Ciri Utama Diferensiasi Sosial:

 Horizontal: Semua kelompok dianggap setara.


 Keberagaman (Kemajemukan): Menunjukkan keragaman budaya, fisik, atau sosial.
 Tidak Berjenjang: Tidak ada kelompok yang dianggap lebih tinggi/rendah.
3. Wujud Diferensiasi Sosial:
1. Ciri Budaya: Berdasarkan pandangan hidup, agama, adat istiadat, bahasa, dan pakaian.
2. Ciri Fisik: Berdasarkan perbedaan fisik seperti warna kulit, rambut, dan bentuk tubuh.
3. Ciri Sosial: Berdasarkan perbedaan profesi, pekerjaan, atau peranan dalam masyarakat.
Contoh Diferensiasi Sosial:
 Suku Bangsa: Suku Jawa, Batak, Minang, Dayak.

 Agama: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu.


 Ras: Mongoloid, Kaukasoid, Negroid.
 Profesi: Dokter, guru, petani, pedagang.
 Jenis Kelamin: Laki-laki dan perempuan.
Diferensiasi sosial berbeda dengan stratifikasi sosial, yang membedakan masyarakat secara vertikal
atau bertingkat
I. GLOSARIUM
Branded adalah barang-barang yang memiliki nilai jual maupun sosial tinggi
Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia,
produk, pemikiran, teknologi, dan aspek kebudayaan lainnya
Vertikal adalah bentuk pengelompokan secara bertingkat atau berjenjang
Relasi adalah jangkauan atau hubungan seseorang dengan orang lain yang bersifat saling
menguntungkan
J. REFERENSI
Maryati K,Suryawati J. 2016. Sosiologi Kelas X. Jakarta. Erlangga
Maryati K,Suryawati J,Suminar NR. 2022. IPS Sosiologi Kelas X. Jakarta. Erlangga
[Link]
q=Kenapa+Perbebdaan+sosial+terjadi&oq=Kenapa+Perbebdaan+sosial+terjadi+&aqs=chrome..69i57j
33i10i160l3.10563j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8
[Link]
[Link]
H. Lembar Kerja Peserta Didik

Anda mungkin juga menyukai