0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan10 halaman

Unit 2

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas XI di SMKN 1 Paron, dengan fokus pada isu lingkungan melalui pembelajaran bahasa Inggris. Materi mencakup pengembangan keterampilan berbahasa, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi terkait isu lingkungan. Pembelajaran dilakukan dengan metode inquiry dan project-based, serta melibatkan kegiatan interaktif dan penggunaan sumber digital.

Diunggah oleh

fitrisundari30
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan10 halaman

Unit 2

Modul ajar ini dirancang untuk siswa kelas XI di SMKN 1 Paron, dengan fokus pada isu lingkungan melalui pembelajaran bahasa Inggris. Materi mencakup pengembangan keterampilan berbahasa, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi terkait isu lingkungan. Pembelajaran dilakukan dengan metode inquiry dan project-based, serta melibatkan kegiatan interaktif dan penggunaan sumber digital.

Diunggah oleh

fitrisundari30
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN: BAHASA INGGRIS


UNIT 2 LOVE YOUR ENVIRONMENT

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMKN 1 PARON
Nama Penyusun : Fitri Sundari, [Link].
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan (@masing 2 x 45 menit JP)
Tahun Pelajaran : 2026 / 2027

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik kelas XI umumnya telah memiliki dasar kemampuan berbahasa Inggris
(mendengarkan, berbicara, membaca, menulis) di tingkat menengah. Mereka mungkin
sudah familiar dengan kosakata dasar terkait lingkungan, tetapi pemahaman mereka
tentang isu-isu lingkungan yang lebih kompleks dan kemampuan untuk mengungkapkan
opini atau solusi secara kritis mungkin masih perlu dikembangkan. Minat peserta didik
terhadap isu lingkungan bervariasi, ada yang sudah peduli, ada pula yang perlu dibangun
kesadarannya. Latar belakang mereka dalam mengakses informasi berbahasa Inggris
(film, musik, media sosial) juga memengaruhi kesiapan. Kebutuhan belajar akan
didiferensiasi, beberapa mungkin membutuhkan penguatan kosakata dan struktur kalimat,
sementara yang lain membutuhkan tantangan dalam berdebat atau menulis teks
ekspositori tentang lingkungan.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi pelajaran ini berfokus pada isu-isu lingkungan, khususnya perubahan iklim,
polusi, dan upaya konservasi, dengan penekanan pada pengembangan keterampilan
berbahasa Inggris. Jenis pengetahuan yang akan dicapai meliputi: penguasaan kosakata
dan frasa terkait lingkungan (pengetahuan leksikal), pemahaman struktur teks ekspositori
dan teks persuasif (pengetahuan gramatikal/tekstual), serta kemampuan menyampaikan
ide, berargumen, dan berkolaborasi dalam konteks isu lingkungan (pengetahuan
pragmatis). Materi ini sangat relevan dengan kehidupan nyata peserta didik karena isu
lingkungan adalah masalah global yang memengaruhi masa depan mereka. Tingkat
kesulitan materi dianggap sedang, dengan fokus pada penggunaan bahasa Inggris untuk
tujuan nyata. Struktur materi bersifat tematik dan fungsional, memadukan pengembangan
bahasa dengan peningkatan kesadaran lingkungan. Integrasi nilai dan karakter akan
ditekankan pada kepedulian lingkungan, tanggung jawab sosial, berpikir kritis,
kolaborasi, dan komunikasi efektif.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN


Dalam pembelajaran ini, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis informasi tentang isu
lingkungan, mengevaluasi argumen, dan merumuskan solusi yang beralasan.
● Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru dalam menyampaikan
pesan lingkungan atau merancang kampanye yang inovatif.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam tim untuk
membahas isu lingkungan, berbagi gagasan, dan menyelesaikan tugas proyek.
● Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan informasi, opini, dan solusi
terkait isu lingkungan secara jelas dan persuasif dalam bahasa Inggris, baik lisan
maupun tulisan.

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR: 046/H/KR/2025


Pada akhir Fase F, peserta didik menggunakan teks lisan, tulisan dan visual dalam bahasa
Inggris untuk berkomunikasi sesuaidengan situasi, tujuan, dan pemirsa/pembacanya.
Berbagai jenisteks seperti narasi, deskripsi, eksposisi, prosedur, argumentasi, diskusi, dan
teks otentik menjadi rujukan utama dalam mempelajari bahasa Inggris di fase ini. Peserta
didik menggunakan bahasa Inggris untuk berdiskusi dan menyampaikan
keinginan/perasaan. Peserta didik menggunakan keterampilan berbahasa Inggris untuk
mengeksplorasi berbagaiteks dalam berbagai macam topik kontekstual. Mereka
membacateks tulisan untuk mempelajari sesuatu/mendapatkan informasidan untuk
kesenangan. Pemahaman mereka terhadap teks tulisan semakin mendalam. Keterampilan
inferensi tersirat ketika memahami informasi, dan kemampuan evaluasi berbagai
jenisteks dalam bahasa Inggris sudah berkembang. Merekamemproduksi teks lisan dan
tulisan serta visual dalam bahasa Inggris yang terstruktur dengan kosakata yang lebih
[Link] didik memproduksi beragam teks tulisan dan visual, fiksi maupun non-
fiksi dengan kesadaran terhadap tujuan dan targetpembaca/pemirsa

Elemen Capaian Pembelajaran


Menyimak – Berbicara Pada akhir Fase F, peserta didik menggunakan bahasa
Inggris untuk berkomunikasi dengan guru, teman sebaya dan
orang lain dalamberbagai macam situasi dan tujuan. Mereka
menggunakan danmerespon pertanyaan terbuka dan
menggunakan strategi untukmemulai, mempertahankan dan
menyimpulkan percakapan dan [Link] memahami
dan mengidentifikasi ide utama dan detail relevandari
diskusi atau presentasi mengenai berbagai macam topik.
Merekamenggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan
opini terhadap isusosial dan untuk membahas minat, perilaku
dan nilai-nilai lintaskonteks budaya yang dekat dengan
kehidupan pemuda. Merekamemberikan dan
mempertahankan pendapatnya, membuatperbandingan dan
mengevaluasi perspektifnya. Mereka menggunakanstrategi
koreksi dan perbaikan diri, dan menggunakan elemen
nonverbalseperti bahasa tubuh, kecepatan bicara dan nada
suara untukdapat dipahami dalam sebagian besar konteks.
By the end of Phase F, students use English to communicate
with teachers,peers and others in a range of settings and for
a range of purposes. Theyuse and respond to open-ended
questions and use strategies to initiate,sustain and conclude
conversations and discussion. They understand andidentify
the main ideas and relevant details of discussions or
presentationson a wide range of topics. They use English to
express opinions on socialissues and to discuss youth-
related interests, behaviours and valuesacross cultural
contexts. They give and justify opinions, make
comparisonsand evaluate perspectives. They employ self-
correction and repairstrategies, and use non-verbal
elements such as gestures, speed and pitchto be understood
in most contexts.
Membaca - Memirsa Pada akhir Fase F, peserta didik membaca dan merespon
berbagaimacam teks seperti narasi, deskripsi, eksposisi,
prosedur, argumentasi,dan diskusi secara mandiri. Mereka
membaca untuk mempelajarisesuatu dan membaca untuk
kesenangan. Mereka mencari, membuatsintesis dan
mengevaluasi detil spesifik dan inti dari berbagai
macamjenis teks. Teks ini dapat berbentuk cetak atau digital,
termasuk diantaranya teks visual, multimodal atau interaktif.
Mereka menunjukkan pemahaman terhadap ide pokok, isu-
isu atau pengembangan plot dalamberbagai macam teks.
Mereka mengidentifikasi tujuan penulis danmelakukan
inferensi untuk memahami informasi tersirat dalam teks.
By the end of Phase F, students independently read and
respond to a widerange of texts such as narratives,
descriptives, expositions, procedures,argumentatives and
discussions. They read to learn and read for [Link]
locate, synthesize and evaluate specific details and gist from
a rangeof text genres. These texts may be in the form of print
or digital texts,including visual, multimodal or interactive
texts. They demonstrate anunderstanding of the main ideas,
issues or plot development in a range oftexts. They identify
the author’s purpose and make inference tocomprehend
implicit information in the text.
Menulis - Pada akhir Fase F, peserta didik menulis berbagai jenis teks
Mempresentasikan fiksi dan faktual secara mandiri, menunjukkan kesadaran
peserta didik terhadaptujuan dan target pembaca. Mereka
membuat perencanaan, menulis,mengulas dan menulis ulang
berbagai jenis tipe teks denganmenunjukkan strategi koreksi
diri, termasuk tanda baca, huruf besar,dan tata bahasa.
Mereka menyampaikan ide kompleks danmenggunakan
berbagai kosakata dan tata bahasa yang beragam
dalamtulisannya. Mereka menuliskan kalimat utama dalam
paragraf-paragraf mereka dan menggunakan penunjuk waktu
untuk urutan, juga konjungsi, kata penghubung dan kata
ganti orang ketiga untukmenghubungkan atau membedakan
ide antar dan di dalam [Link] menyajikan
informasi menggunakan berbagai mode presentasiuntuk
menyesuaikan dengan pemirsa dan untuk mencapai tujuan
yangberbeda-beda, dalam bentuk cetak dan digital.
By the end of Phase F, students independently write an
extensive range offictional and factual text types, showing an
awareness of purpose andaudience. They plan, write, review
and redraft a range of text types withsome evidence of self-
correction strategies, including punctuation,capitalization
and tenses. They express complex ideas and use a widerange
of vocabulary and verb tenses in their writing. They include
topicsentences in their paragraphs and use time markers for
sequencing, alsoconjunctions, connectives and pronoun
references for linking or contrastingideas between and
within paragraphs. They present information usingdifferent
modes of presentation to suit different audiences and to
achievedifferent purposes, in print and digital forms.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Geografi: Untuk memahami konsep-konsep seperti perubahan iklim, ekosistem, dan
dampak geografis dari kerusakan lingkungan.
● Biologi: Untuk memahami keanekaragaman hayati, rantai makanan, dan ekosistem
serta dampaknya pada makhluk hidup.
● Sosiologi: Untuk menganalisis dampak sosial dari isu lingkungan dan peran
masyarakat dalam konservasi.
● Ekonomi: Untuk memahami aspek ekonomi dari pengelolaan lingkungan dan
pembangunan berkelanjutan.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1-2: Mengidentifikasi Isu Lingkungan dan Kosakata Terkait (Alokasi
Waktu: 2 x 90 menit)
● Melalui observasi gambar/video dan diskusi, peserta didik mampu mengidentifikasi
berbagai isu lingkungan global dan lokal dengan tepat.
● Setelah membaca teks-teks pendek, peserta didik dapat mengidentifikasi kosakata dan
frasa kunci yang terkait dengan isu lingkungan (misalnya: climate change, pollution,
deforestation, recycling) secara akurat.
● Peserta didik menunjukkan kesadaran awal terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Pertemuan 3-4: Memahami Teks Ekspositori tentang Lingkungan (Alokasi Waktu:
2 x 90 menit)
● Diberikan teks-teks ekspositori tentang isu lingkungan, peserta didik mampu
mengidentifikasi informasi utama dan detail pendukung secara cermat.
● Melalui latihan kelompok, peserta didik dapat menentukan gagasan pokok dan
argumen pendukung dalam teks ekspositori tentang lingkungan dengan benar.
● Peserta didik menunjukkan kemampuan bernalar kritis dalam memahami informasi
lingkungan.
Pertemuan 5-6: Berdiskusi dan Menyampaikan Opini tentang Isu Lingkungan
(Alokasi Waktu: 2 x 90 menit)
● Dalam simulasi diskusi kelompok, peserta didik mampu menyampaikan opini dan
argumen tentang isu lingkungan menggunakan frasa-frasa persuasif secara efektif.
● Melalui proyek kampanye mini, peserta didik dapat menghasilkan teks persuasi
sederhana (poster digital/video pendek) tentang pentingnya menjaga lingkungan
dengan bahasa Inggris yang baik dan benar.
● Peserta didik menunjukkan sikap kolaboratif dan komunikatif dalam menyuarakan
kepedulian lingkungan.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Topik pembelajaran akan berpusat pada isu-isu lingkungan yang relevan dengan
kehidupan peserta didik, baik di tingkat lokal maupun global. Contohnya:
● Pengelolaan sampah di sekolah atau lingkungan rumah.
● Dampak polusi udara/air di kota tempat tinggal.
● Pentingnya mengurangi penggunaan plastik.
● Konservasi hutan atau ekosistem laut di Indonesia.
● Peran generasi muda dalam mengatasi perubahan iklim.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Penemuan Terbimbing) dan Project-
Based Learning (PjBL) untuk mendorong eksplorasi isu dan produksi karya.
● Strategi Pembelajaran: Discussion, Think-Pair-Share, Role-play/Simulasi,
Scaffolding.
● Metode Pembelajaran: Brainstorming, menonton video, membaca artikel, diskusi
kelompok, presentasi, membuat proyek.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Mengadakan kegiatan "Green Day" atau lomba kebersihan
antarkelas, memanfaatkan mading sekolah untuk kampanye lingkungan.
● Lingkungan Luar Sekolah: Mendorong peserta didik untuk mencari informasi dari
organisasi lingkungan (NGO), menonton dokumenter, atau membaca berita dari
sumber berbahasa Inggris.
● Masyarakat: Mengaitkan isu lingkungan dengan program-program konservasi yang
dilakukan masyarakat lokal, atau berpartisipasi dalam kegiatan kebersihan
lingkungan.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi. Dinding
kelas dapat digunakan untuk menempelkan poster/infografis tentang lingkungan.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform daring (Google Classroom, Zoom/Google
Meet) untuk diskusi virtual, berbagi materi, mengunggah tugas, dan menonton
video/dokumenter.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya kolaborasi, menghargai keberagaman pendapat,
berani berpendapat dalam bahasa Inggris, berpikir kritis, dan memiliki kesadaran
lingkungan.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital/Sumber Daring: Mengakses artikel, berita, dan penelitian
tentang isu lingkungan dari situs web internasional (misalnya, WWF, Greenpeace,
NASA Climate Change, BBC News Environment).
● Video dan Dokumenter: Menonton video dokumenter pendek atau TED Talks
tentang lingkungan dari YouTube atau platform lain.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan Google Classroom atau aplikasi pesan instan
(WhatsApp Group) untuk diskusi asinkron, berbagi tautan, dan brainstorming ide.
● Kahoot/Quizizz/Mentimeter: Untuk kuis kosakata, ice-breaking, atau
mengumpulkan ide/opini secara interaktif dan menyenangkan.
● Desain Grafis Online: Pemanfaatan Canva atau aplikasi sejenis untuk membuat
poster digital atau infografis kampanye.
○ Google Slides/Prezi: Untuk presentasi proyek.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


A. KEGIATAN PENDAHULUAN (MINDFUL LEARNING, JOYFUL
LEARNING)
● Penyambutan dan Apersepsi (Mindful): Guru menyambut peserta didik dengan
salam dan senyum. Dimulai dengan "breathing exercise" atau pemutaran suara alam
(hutan, laut) selama 1-2 menit untuk menciptakan suasana tenang dan fokus. Guru
bertanya: "Apa yang kalian rasakan saat mendengar suara ini? Apa hubungannya
dengan lingkungan?"
● Pengait (Joyful & Meaningful): Guru menampilkan beberapa gambar/video yang
kontras: satu menunjukkan keindahan alam (misalnya, hutan lestari, laut bersih) dan
satu lagi menunjukkan kerusakan lingkungan (misalnya, tumpukan sampah, polusi
udara). Guru bertanya: "What do you see? How do you feel about it?" (Menggunakan
bahasa Inggris).
● Motivasi (Meaningful): Guru menjelaskan pentingnya membahas isu lingkungan
dalam bahasa Inggris, agar peserta didik dapat berkontribusi dalam skala global. Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkannya dengan peran mereka
sebagai agen perubahan.
● Cek Kesiapan Belajar (Diferensiasi Proses): Guru melakukan asesmen diagnostik
ringan (misalnya, kuis singkat di Kahoot tentang kosakata lingkungan dasar, atau
meminta mereka menuliskan satu kata sifat yang menggambarkan perasaan mereka
tentang lingkungan di Mentimeter). Berdasarkan hasil, guru mengidentifikasi
kelompok peserta didik yang membutuhkan penguatan kosakata, struktur, atau
kepercayaan diri berbicara.

B. KEGIATAN INTI (MEMAHAMI, MENGAPLIKASI, MEREFLEKSI)


PERTEMUAN 1-2: MENGIDENTIFIKASI ISU LINGKUNGAN DAN
KOSAKATA TERKAIT
Memahami (Eksplorasi Audiovisual & Brainstorming):
● Guru memutarkan video pendek tentang berbagai isu lingkungan (misalnya, polusi
plastik, global warming, deforestation). Peserta didik mencatat kata-kata kunci.
● Diferensiasi Konten: Guru dapat menyediakan glosarium mini untuk peserta didik
yang membutuhkan bantuan kosakata, atau menyediakan teks transkrip video untuk
mereka yang lebih nyaman membaca.
● Guru memandu sesi brainstorming untuk mengidentifikasi isu-isu lingkungan lokal
yang relevan dengan kehidupan peserta didik.
Mengaplikasi (Pencarian Kosakata & Diskusi Kelompok):
● Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil (diferensiasi kelompok berdasarkan
tingkat kesiapan). Setiap kelompok diberikan satu isu lingkungan dan diminta
mencari kosakata terkait dari buku teks atau sumber daring.
● Mereka membuat mind map kosakata dan mendiskusikannya. Guru berkeliling
memberikan bimbingan.
Merefleksi (Presentasi Singkat & Koreksi):
● Setiap kelompok mempresentasikan mind map kosakata mereka.
● Guru memberikan umpan balik dan koreksi pengucapan serta makna. Peserta didik
mencatat kosakata baru di jurnal belajar mereka.

PERTEMUAN 3-4: MEMAHAMI TEKS EKSPOSITORI TENTANG


LINGKUNGAN
Memahami (Reading Comprehension & Analisis Struktur):
● Guru menyediakan beberapa teks ekspositori tentang isu lingkungan (misalnya,
artikel berita, laporan singkat).
● Peserta didik secara individu membaca teks dan mengidentifikasi informasi utama
(main idea) dan informasi pendukung (supporting details).
● Diferensiasi Proses: Guru dapat memberikan teks dengan tingkat kesulitan yang
berbeda. Bagi yang kesulitan, guru dapat menyoroti kalimat topik atau menyediakan
pertanyaan panduan. Bagi yang mahir, guru dapat meminta mereka mengidentifikasi
rhetorical devices yang digunakan.
Mengaplikasi (Graphic Organizer & Paraphrasing):
● Peserta didik secara berpasangan atau berkelompok mengisi graphic organizer
(misalnya, outline atau flowchart) untuk memetakan struktur dan argumen dalam
teks.
● Mereka mencoba memparafrasekan beberapa kalimat penting dalam teks untuk
melatih pemahaman dan penggunaan kosakata.
Merefleksi (Diskusi Tematik & Critical Thinking):
● Guru memimpin diskusi kelas tentang isu-isu yang diangkat dalam teks. "What are
the main arguments presented in the text?", "Do you agree with the author's point of
view?".
● Peserta didik diminta untuk mengekspresikan opini mereka dan saling menanggapi,
fokus pada penggunaan bahasa Inggris yang tepat.

PERTEMUAN 5-6: BERDISKUSI DAN MENYAMPAIKAN OPINI TENTANG


ISU LINGKUNGAN
Memahami (Contoh Teks Persuasif & Frasa Opini):
● Guru menampilkan contoh teks persuasi (misalnya, kampanye iklan lingkungan,
pidato Greta Thunberg).
● Guru memperkenalkan frasa-frasa untuk menyampaikan opini (In my opinion, I
believe that, I strongly feel that, I agree/disagree because...) dan cara membangun
argumen.
Mengaplikasi (Role-play/Debat Mini & Proyek Kampanye):
Diferensiasi Proses & Produk:
● Aktivitas Diskusi/Debat Mini: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok
kecil untuk melakukan simulasi diskusi atau debat singkat tentang isu lingkungan
(misalnya, "Is plastic ban effective?" atau "Should we prioritize economic growth
over environmental protection?"). Guru memberikan peran yang berbeda (pro, kontra,
moderator).
● Proyek Kampanye Mini: Setiap kelompok merancang kampanye mini tentang isu
lingkungan pilihan mereka. Mereka dapat membuat poster digital/infografis
(menggunakan Canva), video pendek (menggunakan ponsel), atau naskah pidato
singkat dalam bahasa Inggris.
● Guru memberikan bimbingan dan umpan balik saat peserta didik merencanakan dan
membuat proyek.
Merefleksi (Presentasi Proyek & Penilaian Diri):
● Setiap kelompok mempresentasikan proyek kampanye mereka di depan kelas.
● Sesi tanya jawab dan umpan balik dari guru dan teman.
● Peserta didik mengisi lembar penilaian diri tentang kemampuan mereka dalam
menyampaikan opini dan bekerja sama, serta merefleksikan kontribusi mereka
terhadap isu lingkungan.

C. KEGIATAN PENUTUP (UMPAN BALIK KONSTRUKTIF, KESIMPULAN,


PERENCANAAN SELANJUTNYA)
● Umpan Balik Konstruktif (Meaningful): Guru memberikan umpan balik umum
tentang kemajuan bahasa Inggris dan kesadaran lingkungan peserta didik. Guru
menekankan kekuatan yang telah ditunjukkan dan area yang masih bisa ditingkatkan.
Guru juga meminta umpan balik dari peserta didik tentang aktivitas yang paling
mereka nikmati.
● Kesimpulan (Mindful): Bersama-sama, guru dan peserta didik merangkum poin-
poin penting tentang pentingnya mencintai lingkungan dan bagaimana mereka dapat
menggunakan bahasa Inggris untuk menyuarakan isu ini.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya (Meaningful & Joyful): Guru
memberikan tugas lanjutan (misalnya, menonton lebih banyak dokumenter
lingkungan, membaca berita berbahasa Inggris tentang isu lingkungan, atau
bergabung dengan klub lingkungan di sekolah). Guru dapat menanyakan: "Isu global
apa lagi yang ingin kita bahas menggunakan bahasa Inggris di pertemuan
selanjutnya?"

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN (DIAGNOSTIK)
● Format: Tes Lisan (Tanya Jawab Singkat) dan Kuis Kosakata (Melalui Google
Form/Kahoot).
● Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal tentang isu lingkungan dan penguasaan
kosakata dasar bahasa Inggris terkait lingkungan.
Pertanyaan/Tugas:
● (Tes Lisan) "What comes to your mind when you hear 'environment'?" "What
environmental issues do you know?"
● (Kuis Kosakata) Pilihan ganda atau mencocokkan kata-kata seperti pollution,
recycling, global warming, deforestation.

B. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN (FORMATIF)


● Format: Observasi Partisipasi Diskusi, Penilaian Kinerja (saat presentasi mind map
atau graphic organizer), Jurnal Belajar/Refleksi Singkat.
● Tujuan: Memantau kemajuan belajar peserta didik, memberikan umpan balik segera,
dan menyesuaikan strategi pembelajaran.
Pertanyaan/Tugas:
● (Observasi) Guru menggunakan rubrik observasi untuk menilai keaktifan peserta
didik dalam diskusi kelompok, penggunaan kosakata, dan kepercayaan diri berbicara.
● (Penilaian Kinerja) "Apakah mind map kosakata yang dibuat kelompok lengkap dan
akurat?" "Apakah graphic organizer mereka memetakan informasi utama dengan
baik?"
● (Jurnal Reflektif) "What new vocabulary did you learn today? How do you feel about
discussing environmental issues in English?"

C. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN (SUMATIF)


● Format: Penilaian Proyek (Produk Kampanye dan Presentasi) dan Tes Tertulis (Esai
Ekspositori/Persuasif).
● Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara komprehensif, baik dari
aspek bahasa maupun kesadaran lingkungan.
Tugas Proyek:
Produk (Kampanye Lingkungan Digital/Visual):
● Tugas: "Rancang dan buatlah sebuah produk kampanye digital (misalnya, poster
digital, infografis, video pendek, atau naskah pidato singkat) dalam bahasa Inggris
yang mengajak orang untuk mencintai lingkungan atau mengatasi isu lingkungan
tertentu."
● Rubrik Penilaian Produk:
● Ketepatan Kosakata dan Tata Bahasa Inggris
● Kejelasan Pesan dan Daya Persuasif
● Kreativitas dan Orisinalitas Produk
● Kesesuaian dengan Isu Lingkungan yang Dipilih
Presentasi Proyek:
● Tugas: "Presentasikan hasil kampanye Anda di depan kelas, jelaskan mengapa isu
tersebut penting dan apa yang ingin Anda sampaikan."
■ Rubrik Penilaian Presentasi:
● Kelancaran dan Kejelasan Pengucapan
● Penguasaan Materi dan Argumen
● Kemampuan Menjawab Pertanyaan dalam Bahasa Inggris
● Sikap Percaya Diri dan Kolaboratif
Tes Tertulis (Esai Ekspositori/Persuasif):
● Tugas: "Pilihlah salah satu isu lingkungan yang paling menarik perhatian Anda.
Tuliskan sebuah esai (minimal 250 kata) dalam bahasa Inggris yang menjelaskan isu
tersebut dan mengapa penting bagi kita untuk bertindak. Anda dapat menggunakan
gaya ekspositori atau persuasif."
Rubrik Penilaian Esai:
● Penggunaan Kosakata dan Tata Bahasa yang Akurat
● Kesesuaian Struktur Teks (ekspositori/persuasif)
● Kejelasan Gagasan Utama dan Argumen Pendukung
● Koherensi dan Kohesi Antarparagraf
● Kedalaman Analisis Isu Lingkungan

Anda mungkin juga menyukai