0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan17 halaman

Problem A Tika

Dokumen ini membahas problematika pembelajaran matematika di sekolah dasar, yang dianggap sulit oleh siswa dan menyebabkan rendahnya minat belajar. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan ini termasuk peran guru, metode pengajaran, dan budaya masyarakat yang tidak mendukung. Penekanan pada pentingnya pengembangan keterampilan mengajar guru dan pendekatan pembelajaran yang lebih menarik diharapkan dapat meningkatkan minat siswa terhadap matematika.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan17 halaman

Problem A Tika

Dokumen ini membahas problematika pembelajaran matematika di sekolah dasar, yang dianggap sulit oleh siswa dan menyebabkan rendahnya minat belajar. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan ini termasuk peran guru, metode pengajaran, dan budaya masyarakat yang tidak mendukung. Penekanan pada pentingnya pengembangan keterampilan mengajar guru dan pendekatan pembelajaran yang lebih menarik diharapkan dapat meningkatkan minat siswa terhadap matematika.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Ilmiah Pedagogy

PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH


DASAR / MADRASAH IBTIDAIYAH

Oleh : Kristina Gita Permatasari


Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah
STAI Muhammadiyah Blora
kristinagita@[Link]

Abstrak

Salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa adalah
matematika. Sehingga pelajaran ini kurang diminati siswa. Permasalahan
inilah yang menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan belajar
matematika. Matematika merupakan suatu sarana yang dapat menumbuh
kembangkan pola pikir logis, sistematis, kritis, objektif, rasional dan taat azas.
Dengan keabstrakan objek dalam matematika, maka suatu hal yang wajar
apabila dalam memahami suatu konsep dalam matematika akan memerlukan
suatu analisis yang lebih dibanding dengan ilmu lain, dan kerap sekali siswa
akan menemui kesulitan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya
minat belajar siswa terhadap pembelajaran matematika salah satunya adalah
guru. Guru memegang peranan yang penting dalam menumbuhkan dan
meningkatkan minat siswa dalam belajar. Oleh karena itu, guru perlu
mengembangkan keterampilan mengajar matematika, agar siswa menjadi
lebih tertarik dan tidak menganggap pelajaran matematika itu sulit
Kata Kunci : problematika, pembelajaran matematika, minat belajar

A. Pendahuluan bangsa yang lebih baik. Hal ini


Indonesia merupakan salah berdasar pada Undang – Undang
satu negara di Asia yang masih Republik Indonesia No. 20 Tahun
berkembang di mana pendidikan 2003 tentang Sistem Pendidikan
merupakan salah satu unsur yang Nasional pasal 1 ayat 3 yang
sangat penting dalam membangun menyatakan bahwa tujuan

68 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
pendidikan nasional adalah penyusunan pemikiran yang jelas,
berkembangnya potensi siswa tepat dan teliti. Selain sebagai
agar menjadi manusia yang pelayan ilmu, matematika juga
beriman dan bertakwa kepada digunakan dalam banyak bidang
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak ilmu pengetahuan, terutama
mulia, sehat, berilmu, cakap, dalam bidang perkembangan
kreatif, mandiri, dan menjadi teknologi seperti yang ada pada
warga negara yang demokratis saat sekarang ini. Oleh sebab itu,
serta bertanggung jawab. Tujuan penguasaan materi matematika
pendidikan nasional tersebut, oleh peserta didik secara tuntas
dapat diwujudkan dengan sangat diperlukan. Untuk
mewajibkan setiap satuan mencapai tujuan tersebut,
pendidikan menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar
proses pembelajaran yang matematika perlu mendapat
bermutu dan berkualitas guna perhatian yang lebih dan
tercapainya tujuan pendidikan. mendalam.
Peningkatan mutu pendidikan Berbicara tentang matematika
memang sangat penting dilakukan tidaklah tepat bila dilepaskan dari
dalam pembentukan sumber daya perkembangan IPTEKS yang ada
manusia. dewasa ini. Hal ini terutama
Pendidikan berperan penting disebabkan oleh kedudukan
untuk meningkatkan serta matematika sebagai “ilmu dasar”
mengembangkan kualitas yang menopang perkembangan
manusia dari berbagai macam IPTEKS tersebut serta
aspek. Untuk meningkatkan dan berkembang seiring dengannya
mengembangkan kualitas (Hastaruddin, 2008). Hal ini juga
manusia tersebut dapat dilakukan di kemukakan oleh Soedjadi
dengan diberikannya (2001) yaang mengatakan bahwa
pembelajaran matematika di matematika sebagai salah satu
sekolah, dimana pembelajaran ilmu dasar, baik aspek terapannya
matematika memungkinkan maupun aspek penalarannya,
sebagai salah satu jalan dalam mempunyai peraranan yang

69 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
sangat penting dalam penguasaan jenjang ini akan sangat
IPTEKS. Selanjutnya Marpaung berpengaruh pada jenjang
(2001) mengatakan bahwa berikutnya. Hal ini juga
sampai batas tertentu matematika diungkapkan oleh Karim (2011) &
perlu dikuasai oleh setiap orang. Mursalin (2016) bahwa Proses
Matematika sekolah merupakan pembelajaran matematika di
bagian dari matematika yang sekolah dasar akan membahas
dipilih atas dasar kepetingan tentang konsep – konsep dan
pengembangan kemampuan dan materi – materi dasar matematika
keperibadian peserta didik serta yang akan membantu siswa pada
perkembangan ilmu dan teknologi, materi matematika mereka pada
perlu selalu dapat sejalan dengan jenjang lebih lanjut. Oleh karena
tuntutan kepentingan peserta itu sangat penting bagi guru untuk
didik menghadapi kehidupan menentukan metode
masa depan. pembelajaran yang tepat untuk
Matematika merupakan salah menanamkan materi matematika
satu mata pelajaran yang sejak SD dengan benar (Safrina,
diajarkan pada semua jenjang Ikhsan, & Ahmad, 2014).
pendidikan mulai dari sekolah Sukasno (2012)
dasar (SD), sekolah menengah mengungkapkan bahwa Jika siswa
pertama (SMP), sekolah mempelajari matematika dengan
menengah atas (SMA), hingga cara yang benar, maka
perguruan tinggi (Chusna, 2016; kemampuan penalaran siswa akan
Ernawati, 2017; Pebriana, 2017; meningkat. Akan tetapi, keluhan
Puspiadi, 2015; Sari, 2017; siswa terhadap mata pelajaran ini
Wardana & Chandra, 2017; masih sangat banyak.
Yuliana & Fajriah, 2013). Kebanyakan siswa SD
Selanjutnya menurut Fauzi (2020) menganggap bahwa matematika
pembelajaran matematika adalah mata pelajaran yang sulit.
disekolah dasar sangat penting Matematika juga dipandang
untuk anak – anak, karena ilmu sebagai salah satu mata pelajaran
yang mereka dapatkan pada

70 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
yang menakutkan, tidak menarik, soal yang panjang, 4)
dan juga membosankan. Ketidaksukaan siswa terhadap
Pernyataan yang banyak soal yang panjang memahami
sekali diungkapkan oleh peserta suatu masalah, mereka suka
didik adalah “Matematika itu menebak – nebak dan tidak
susah”. Bagi mereka yang tidak menggunakan proses berpikir
menyukai matematika pasti matematis, 5) Siswa tidak mau
berpendapat bahwa ilmu ini untuk bersabar dan tidak suka
susah, rumit, membingungkan, untuk membaca soal, 6) Siswa
njelimet dan membuat pusing. tidak mampu untuk memikirkan
Sehingga akhirnya mereka pun apa yang harus diasumsikan dan
jadi malas untuk belajar apa informasi dari masalah yang
matematika. diperlukan untuk memecahannya,
Husna, Zubaidah & Vebrianto dan 7) Kesulitan siswa dalam
(2021) menyebutkan bawa memahami kata kunci dalam
Kesulitan lain yang muncul dalam masalah, sehingga tidak dapat
pembelajaran matematika di SD menjelaskannya dalam bentuk
adalah kemampuan dalam simbol.
pemecahan masalah,
sebagaimana yang dikutip dari B. Problematika Pembelajaran
penelitian (Phonapichat et Matematika di SD/MI
al.,2013), berdasarkan hasil Pembelajaran matematika di
wawancara dengan guru Sekolah Dasar (SD) memiliki
matematika menunjukkan banyak problematika baik itu yang
bahwa,1) Ketidakmampuan siswa datang dari guru bidang studi,
dalam membaca teks dan siswa, maupun orang tua siswa itu
kesulitan ketika pembacaan sendiri. Husna, Zubaidah &
sehingga menimbulkan kesulitan Vebrianto (2021) mengemukakan
pemecahan masalah matematika, bahwa siswa tidak bisa berpikir
2) Kesalahan siswa dalam matematis meskipun telah duduk
mengartikan teks, 3) dikelas tinggi, ide – ide siswa tidak
Ketidaksukaan siswa terhadap keluar dan jadi terpendam, siswa

71 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
yang tidak bertanya terhadap terhadap pelajaran matematika.
materi yang dijelaskan oleh guru, Minat belajar matematika dapat
metode yang digunakan oleh guru diartikan sebagai keterlibatan diri
masih metode lama, serta minat secara penuh dalam melakukan
dan kemampuan siswa yang aktivitas belajar matematika baik
kurang meningkat. di rumah, di sekolah, dan di
Hal ini senada dengan masyarakat. Siswa yang
Sudarman (2016), yang mempunyai minat belajar
menjelaskan bahwa masalah yang matematika berarti mempunyai
dialami dalam pembelajaran usaha dan kemauan untuk
matematika di sekolah dasar, mempelajari matematika.
yaitu kesulitan yang dialami oleh Menurut Supatmono (2009: 1
kebanyakan siswa dalam – 3) dalam Sukasno (2019),
penyelesaian soal cerita menyebutkan ada beberapa faktor
matematika, siswa takut bertanya penyebab siswa tidak memiliki
tentang hal yang sulit dan tidak minat yang tinggi terhadap
dipahaminya, anggapan siswa pelajaran matematika, yaitu:
bahwa matematika merupakan a. Faktor Budaya
pelajaran yang menakutkan. Serta Dalam masyarakat kita, ada
guru masih mengalami kesulitan budaya bahwa orang kurang
dan kendala dalam perancangan senang dengan buadaya kerja
dan pemilihan masalah yang keras. Semakin banyak
kontekstual. Ketidak mampuan teknologi yang dapat
siswa untuk berpikir abstrak dan menggantika peran kerja
kekurangan dalam pemahaman manusia, makin membuat
membaca juga menjadi masalah orang tidak mau bekerja keras
dalam pembelajaran matematika. dan cenderung menyerahkan
Selanjutnya Sukasno (2019) banyak hal kepada mesin atau
mengungkapkna Salah satu alat bantu lain. Banyak siswa
problematika dalam pembelajaran yang menginginkan proses
matematika adalah rendahnya pencapaian tujuan secara
atau kurangnya minat siswa instan dan mengabaikan proses

72 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
kerja keras, sehingga membuat c. Faktor Sistem Penilaian
siswa menghafal dan tidak Sistem penilaian di sekolah
memperhatikan proses. cenderung hanya menilai hasil
b. Faktor Sistem Pendidikan akhir pekerjaan siswa dan
Sistem pendidikan kita bukan menilai proses pekerjaan
cenderung menentukan segala siswa. Sebagai contoh, Ujian
sesuatunya dari “atas”. Dalam Nasional yang berbentuk
hal ini guru merupakan sumber pilihan ganda. Soal pilihan
informasi utama dan siswa ganda tidak dapat menilai
dianggap sebagai bejana proses penyelesaian soal.
kosong yang akan diisi dengan Akibatnya siswa yang sudah
berbagai ilmu pengetahuan. berusaha keras, jika hasilnya
Proses belajar masih berpusat salah, maka akan memperoleh
pada guru dan belum berpusat nilai yang jelek. Jika siswa
atau memperhatikan ditanya apakah sama “3x4”
perkembangan siswa. dangan “4x3”? Secara koor
Guru harus mengubah meraka akan menjawab sama.
perannya, tidak lagi sebagai Celakanya lagi adalah jika
pemegang otoritas tertinggi jawaban siswa tidak sama
keilmuan (sumber utama dengan jawaban guru,
informasi), tetapi menjadi dianggap salah tanpa menggali
fasilitator yang membimbing penyebabnya, padahal jawaban
siswa ke arah pembentukan siswa tersebut adalah benar
pengetahuan oleh diri mereka untuk soal yang mereka tulis.
sendiri. Melalui paradigma ini d. Faktor Orang Tua Atau
diharapkan siswa lebih aktif Keluarga
dalam belajar, aktif berdiskusi, Banyak orangtua yang kurang
berani menyampaikan gagasan dapat memahami beratnya
dan menerima gagasan dan beban siswa dalam belajar di
orang lain, dan memiliki sekolah, sehingga mereka
kepercayaan diri yang tinggi. kurang memperhatikan
perkembangan hasil belajar

73 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
putra-putrinya di sekolah. merupakan pelaksana dari
Masalah lain adalah masih proses tersebut. Metode yang
banyak orangtua yang kurang digunakan guru dalam
menguasai materi matematika mengajar matematika
dan cara mengajarkannya, terkadang tidak sesuai dengan
sehingga akan kebingungan cara berpikir siswa, dan tidak
ketika anaknya bertanya sesuai dengan perkembangan
masalah matematika pada siswa. Menurut Suwarsono
orangtuanya. (dalam Supatmono (2009: 3),
e. Faktor Sifat Bidang Studi dari berbagai penelitian, faktor
Sifat – sifat khas matematika guru inilah yang sering
antara lain: objek bersifat dianggap menjadi penyebab
abstrak, menggunakan yang paling penting mengapa
lambang – lambang yang tidak ada banyak siswa merasa takut
banyak digunakan dalam atau memiliki minat rendah
kehidupan sehari – hari, proses terhadap matematika. Proses
berpikir yang dibatasi oleh pembelajaran mate matika
aturan – aturan yang ketat, dan cenderung pada pencapaian
materi dalam matematika target materi menurut
kadang tidak terlihat kurikulum dan berorientasi
kegunaannya dalam kehidupan pada pemenuhan target
sehari-hari. Hal ini tentunya kelulusan. Kon sekuensinya,
siswa harus memiliki proses pembelajaran tidak
ketekunan dan mau bekerja menekankan pada pemahaman
keras untuk menemukan materi yang dipelajari. Siswa
keindahan matematika, tidak membangun sendiri
sehingga mereka akan menaruh pengetahuan tentang konsep –
minat terhadap matematika. konsep matematika, tetapi
f. Faktor Guru cenderung menghapalkan
Guru merupakan komponen konsep matematika tanpa tahu
yang utama dalam proses makna yang terkandung dalam
pendidikan sebab guru konsep tersebut. Siswa di drill

74 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
dengan soal sebanyak – kegairahan dan inisiatifnya
banyaknya dari berbagai tipe dalam mengikuti pelajaran
lalu siswa menghapalkan tersebut. Kegairahan dan
jawabannya. inisiatif ini dapat diwujudkan
Selain itu menurut Firdaus dengan berbagai usaha yang
(2019), ada beberapa hal yang dilakukan untuk menguasai
menjadi Penyebab rendah minat ilmu pengetahuan yang
belajar dalam mata pelajaran terdapat dalam mata pelajaran
matematika siswa. Diantaranya tersebut dan tidak merasa lelah
adalah : dan putus asa dalam
a. Penyebab Rendahnya belajar mengembangkan pengetahuan
siswa ditinjau dari perasaan dan selalu bersemangat, serta
senang bergembira dalam mengerjakan
Seorang siswa yang tugas ataupun soal yang
memiliki perasaan senang atau berkaitan dengan pelajaran
suka terhadap pelajaran yang diberikan guru di sekolah.
matematika misalnya, maka ia b. Penyebab rendahnya minat
harus terus mempelajari ilmu belajar siswa ditinjau dari
yang berhubungan dengan perhatian belajar
matematika. Sama sekali tidak Adanya perhatian juga
ada perasaan terpaksa untuk menjadi salah satu indikator
mempelajari bidang tersebut. minat belajar. Perhatian
Pada umumnya individu yang merupakan konsentrasi atau
suka pada sesuatu disebabkan aktifitas jiwa kita terhadap
karena adanya minat. biasanya pengamatan, pengertian, dan
apa yang paling disukai mudah sebagainya dengan
sekali untuk diingat. Sama mengesampingkan yang lain
halnya dengan siswa yang dari pada itu. Seseorang yang
berminat pada suatu mata memiliki minat belajar pada
pelajaran tertentu akan objek tertentu maka dengan
menyukai pelajaran itu. sendirinya dia akan
Kesukaan ini tampak dari memperhatikan objek tersebut.

75 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
Misalnya, seorang siswa didik. Sehingga anak didik yang
menaruh minat belajar pada mulanya tidak ada hasrat
terhadap pelajaran Sains, maka untuk belajar, tetapi karena ada
ia berusaha untuk sesuatu yang dicari muncullah
memperhatikan penjelasan dari minatnya untuk belajar.
gurunya. Selain penyebab dan juga
c. Penyebab rendahnya minat faktor – faktor yang telah di
belajar siswa ditinjau dari jabarkan di atas, ada beberapa hal
ketertarikan pada materi dan yang dipercaya (mitos) dan
guru mampu menyebabkan masyarakat
Seringkali dijumpai (termasuk siswa) tidak menyukai
beberapa siswa yang merespon matematika. Matrisoni (2009:1–
dan memberikan reaksi 2) mengemukakan lima mitos
terhadap apa yang disampaikan yang dapat menyesatkan tentang
guru pada saat proses belajar matematika, yaitu:
mengajar di kelas. Tanggapan a. Matematika adalah ilmu yang
yang diberikan menunjukkan sangat sukar sehingga hanya
apa yang disampaikan guru sedikit orang atau siswa dengan
tersebut menarik perhatiannya, IQ minimal tertentu yang
sehingga timbul rasa ingin tahu mampu memahaminya. Meski
yang besar. Ketiadaan minat bukan ilmu yang termudah,
terhadap suatu mata pelajaran matematika sebenarnya meru-
menjadi pangkal penyebab pakan ilmu yang relatif mudah
kenapa anak didik tidak jika dibandingkan dengan ilmu
bergeming untuk mencatat apa- lainnya.
apa yang telah disampaikan b. Matematika adalah ilmu
oleh guru. Itulah sebagai hafalan dari sekian banyak
pertanda bahwa anak didik rumus. Mitos ini membuat
tidak mempunyai motivasi siswa malas mempelajari
untuk belajar. Oleh karena itu matematika dan akhirnya tidak
guru harus bisa mengerti apa-apa tentang
membangkitkan minat anak matematika. Padahal, sejatinya

76 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
matema-tika bukanlah ilmu e. Matematika adalah ilmu yang
menghafal rumus, karena tanpa membosankan, kaku, dan tidak
memahami konsep, rumus rekreatif. Anggapan ini jelas
yang sudah dihafal tidak akan keliru. Meski jawaban (solusi)
bermanfaat. matematika terasa eksak
c. Matematika selalu lantaran solusinya tunggal,
berhubungan dengan tidak berarti matematika kaku
kecepatan menghitung. dan membosankan. Walau
Memang, berhitung adalah jawaban (solusi) hanya satu
bagian tak terpisahkan dari (tunggal), cara atau metode
matematika, terutama pada menyelesaikan soal
tingkat SD. Tetapi, kemampuan matematika sebenarnya boleh
menghitung secara cepat bermacam – macam.
bukanlah hal terpenting dalam Menurut Hasratuddi (2008)
matematika. Yang terpenting perlu diberikannya wawasan baru
adalah pemahaman konsep. baik kepada siswa maupun guru
Melalui pemahaman konsep, tentang pandangan (view)
kita akan mampu melakukan terhadap pendidikan matematika
analisis (penalaran) terhadap dengan memanfaatkan benda
permasalahan (soal) untuk benda fisik disekeliling anak. Bila
kemudian mentransforma-sikan dipandang dari sudut logika,
ke dalam model dan bentuk langkah pertama dalam
persamaan matematika. pelaksanaan perubahan
d. Matematika adalah ilmu pendidikan matematika adalah
abstrak dan tidak berhubungan merubah persepsi (perception)
dengan realita. Mitos ini jelas – guru, siswa dan semua individu
jelas salah kaprah, sebab fakta yang terkait terhadap matematika
menunjukkan bahwa dan belajar matematika. Dari segi
matematika sangat realistis. praktisnya, penerimaan akan
Dalam arti, matematika pandangan ini akan meningkat
merupakan bentuk analogi dari begitu siswa, guru, dan individu
realita sehari – hari. lainnya yang terlibat dalam

77 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
pendidikan matematika mulai perlu memperluan serta
melihat hasil dari beberapa mengembangkan pembelajaran
perubahan tersebut. Berdasarkan dalam matematika sesuai
segi logis dan praktis tersebut, dengan tuntutan zaman, agar
Linquist (1989) mengajukan para siswa dan generasi muda
empat pandangan atau wawasan kita tidak memiliki pandangan
yang perlu disadari bagi setiap yang sempit terhadap
individu yang terlibat dalam matematika dan agar mereka
pendidikan matematika tentang siap untuk mempelajari konsep
matematika dan belajar dan topik matematika yang
matematika, yaitu; “(1) lebih bervariasi pada kelanjutan
mathematics as a changing body studinya serta kehidupan dalam
of knowledge, (2) mathematics is bermasyarakat
usefull and powerfull, (3) b. Mathematics is usefull and
mathematics learning by doing powerfull
mathematics, and (4) Setiap orang setuju bahwa
mathematics can be learned by matematika berguna tetapi ada
all.” yang beranggapan bahwa
a. Mathematics as a changing matematika berguna bagi orang
body of knowledge tertentu saja. Pada hal hampir
Pandangan ini berfokus pada setiap karir sangat tergantung
pendapat bahwa matematika pada matematika baik di
adalah pengetahuan yang sekolah, dunia kerja maupun
dinamis dan senantiasa dalam kehidupan sehari hari.
berkembang. Perubahan dan Dalam pembelajaran
perkembangan teknologi matematika sering
mengakibatkan meningkatnya pendekatannya menggunakan
jumlah isi maetri matematika, konsep yang sangat abstrak.
yang mengakibatkan Keadaan ini membuat siswa
meningkatkan aplikasi dari merasa kesukaran dan kurang
matematika itu sendiri. rasa percaya diri (self-
Sehingga kita sebagai pendidik independent) akan

78 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
kemampuannya melakukan dengan lainnya, sehingga
penyelesaian matematika konsep dan pengetahuan yang
dalam hal ini salah satu yang pernah diterimnya sulit untuk
perlu dirubah adalah agar guru, mengungkapkannya kembali
siswa dan individu yang belajar dan sulit untuk digunakan.
matematika memiliki d. Mathematics can be learned by
pandangan bahwa matematika all.
berguna dan ampuh. Hal ini Matematika sering dipandang
akan meamberikan mereka sebagai subjek yang dapat
kekauatan (power) untuk dipelajari hanya oleh sebagian
memecahkan masalah orang saja. Memang
matematika dan masalah kemampuan seseorang tidak
lainnya akan sama, ada yang pintar,
c. Mathematics learning by doing sedang dan ada yang lemah
mathematcs. dalam matematika. Tetapi
Asumsi yang menyadari kenyataan hampir semua anak
pandangan baru perubahan atau individu yang belajar
pendidikan matematika adalah matematika tidak mempunyai
bahwa belajar matematika kesempatan yang maksimal
adalah suatu aktivitas untuk belajar. Anak disuruh
konstruktif dan bukan suatu diam mendengarkan,
aktivitaas passif. Apabila siswa mengerjakan soal seperti
atau individu yang belajar contoh yang diberikan, dan
matematika menggunakan mengerjakan tugas di rumah
pengetahuan atau konsep yang yang sifatnya rutin. Selain itu,
ada untuk mengkonstrusikan kebanyakan peningkatan
pengetahuan matematika yang pengajaran hanya pada
baru, mereka berarti belajar kemampuan penekanan pada
matematika. Kalau tidak, pengertian, bukan pada konsep
mereka hanya menerima dan begitu juga penerapannya
pengetahuan yang sering tidak pada kehidupan sehari hari
berhubungan antara satu atau bidang yang lain. Sampai

79 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
batas tertentu matematika tidak soal bukan langkah yang tepat
teralu sukar untuk diketahui untuk membuat anak cakap dalam
semua orang. Tetapi untuk matematika. Pendidik seharusnya
dapat mengerti atau lebih lebih memiliki metode mengajar yang
menguasai matematika menggugah minat siswanya.
seterusnya diperlukan Dalam hal ini Sukasno (2019)
kemampuan atau bakat memiliki beberapa tips yang dapat
tertentu. diterapkan oleh guru dalam
Salah satu hal yang perlu pembelajaran matematika, yaitu :
dipahami dan juga disadari, a. Sebagai guru berusahalah
bahwa tidak semua peserta didik supaya cara mengajarnya lebih
memiliki tingkat intelektual tinggi. menarik bagi para siswa
Kemampuan yang dimiliki oleh sehingga mereka menyukai
setiap siswa dalam menerima Anda dan pelajarannya.
materi pembelajaran yang Cobalah untuk sabar dan
disampaikan oleh guru itu berbeda telaten menuntun mereka
– beda. Masing - masing anak belajar. Berilah bentuk – bentuk
mempunyai daya nalar yang permainan matematika yang
berbeda. Respon siswa terhadap dapat menunjang materi
materi yang disampaikan oleh matematika.
guru ada yang cepat dan ada pula b. Jangan memaksa anak
yang lambat. Memaksa dan juga menghafal rumus matematika.
memarahi anak didik tidak akan Ajaklah mereka memahami
membuahkan hasil seperti teori dan langkah – langkah
harapan. Terkhusus pelajaran pengerjaan soal dengan
matematika, jangan pernah untuk memberi contoh yang dekat
menyuruh anak menghafal rumus, dengan dunia anak-anak.
dikarenakan matematika Gunakanlah benda – benda
merupakan ilmu pasti yang konkrit yang ada disekitar
menuntut pemahaman dan lingkungan belajar dalam
ketekunan berlatih. Menghafal menjelaskan konsep
rumus serta cara mengerjakan matematika

80 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
c. Cobalah membuat sketsa untuk dasarnya dapat dilihat dari
mempermudah siswa tujuan umum pengajaran
memahami soal cerita. Khusus matematika itu sendiri. Dalam
untuk geometri (pelajaran kurikulum tingkat satuan
ruang bangun), ajaklah siswa pendidikan matematika SD
membuat alat peraga bersama. 2006 BNSP secara tegas
Buatlah alat peraga yang dapat sebutkan bahwa tujuan
menarik perhatian siswa dan pengajaran matematika sebagai
dapat meningkatkan berikut:
pemahaman materi a. Menumbuhkan dan
matematika. mengembangkan
d. Berikanlah soal – soal kepada keterampilan berhitung
siswa dari yang mudah sampai (menggunakan bilangan)
yang sulit (bervariasi) sebagai sebagai alat kehidupan
latihan, Guru dan semua siswa sehari – hari.
mencoba menyelesaikan semua b. Menumbuhkan kemampuan
soal itu bersama – sama. Bisa siswa yang dapat dialih
juga dibentuk kelompok gunakan melalui kegiatan
belajar. Setiap kelompok harus matematika.
ada 1 dan 2 anak yang pandai c. Mengembangkan
matematika supaya bisa pengetahuan dasar
membantu teman-temannya. matematika sebagai bekal
e. Berilah contoh-contoh manfaat belajar lebih lanjut disekolah
belajar matematika kepada lanjutan tingkat pertama
siswa yang malas belajar (SLTP).
matematika, agar siswa sadar d. Membentuk siskap logis,
akan manfaat dan nilai penting kritis, cermat, kreatif dan
belajar matematika. disiplin.
Sebagimana yang dikemukakan Sobel, Max.A dan Evan
oleh Rosnani, Sugiyono, & [Link] (2004: 1-26) dalam
Tampubolon (2013) Manfaat Sukasno (2019) memberikan trik
belajar matematika pada dalam mengajar agar siswa

81 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
menjadi berminat atau tertarik C. Kesimpulan
untuk belajar matematika. Triks Pembelajaran matematika di
tersebut merupakan seni mengajar sekolah dasar menjadi salah satu
dengan langkah – langkah sebagai pelajaran yang kurang diminati
berikut: oleh peserta didik. Banyak siswa
a. Memulai pelajaran dengan cara SD menganggap pelajaran
yang menarik. Berilah matematika sebagai pelajaran
pertanyaan yang menarik dan yang menakutkan, tidak menarik,
menantang sehingga siswa membosankan, dan sulit. Ada
terpancing untuk berpikir dan beberapa faktor yang
berdiskusi dengan teman- menyebabkan hal tersebut terjadi
temannya. yaitu faktor budaya, sistem
b. Gunakan topik – topik sejarah pendidikan, sistem penilaian,
bila perlu. orangtua, sifat bidang studi, dan
c. Gunakan alat peraga secara faktor guru. Selain itu ada
efektif dan menarik beberapa penyebab dari
d. Sediakan perlengkapan untuk rendahnya minta belajar
penemuan oleh siswa. Langkah matematika siswa yang dapat
ini dapat membantu siswa dapat ditinjau dari rasa senang,
dalam mengembangkan perhatian belajar dan juga
kreativitas dan orisinalitas ketertarikan pada materi dan guru.
siswa dalam belajar Faktor guru ini sering dianggap
matematika. sebagai penyebab yang paling
e. Akhiri pelajaran dengan penting mengapa ada banyak
sesuatu yang istimewa. Dengan siswa merasa takut atau memiliki
memperkenalkan suatu topik minat rendah terhadap
yang istimewa di beberapa matematika. Oleh karena itu, guru
menit terakhir, diharapkan perlu mengembangkan
siswa akan meninggalkan kelas keterampilan mengajar
dengan membicarakan sesuatu matematika, agar siswa menjadi
yang menyenangkan tentang lebih tertarik dan tidak
matematika. menganggap pelajaran

82 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
matematika itu sulit. Materi konkrit sehingga siswa akan lebih
matematika di SD yang bersifat mudah memahami konsep
abstrak harus diajarkan secara matematikanya.

DAFTAR PUSTAKA
Firdaus, Cep B. 2019. Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Minat Belajar
Siswa Terhadap Mata Pelajaran Matematika Di Mts Ulul Albab. Journal On
Education Volume 02, No. 01, Desember 2019, hal. 191-198

Hastaruddin. 2008. Permasalahan Pembelajaran Matematika Sekolah dan


Alternatif Pemecahannya. Jurnal Phytagoras Vol. 4 No 1.

Matrisoni. 2009. Mitos tentang Matematika.


[Link]/2009/09/22/ mitos-tentang-matematika/

Mursalin. (2016). Pembelajaran Geometri Bidang Datar di Sekolah Dasar


Berorientasi Teori Belajar Piaget. DIKMA (Jurnal Pendidikan Matematika),
4(2), 250–258.

Sari, P. (2017). Pemahaman Konsep Matematika Siswa Pada Materi Besar


Sudut Melalui Pendekatan PMRI. Jurnal GANTANG, II(1), 41–51.

Sukasno. 2019. Problematika Pembelajaran Matematika di SD. Journal Of


Mathematics Science And Education.

Suwardi. (2015). Kendala Implementasi Pembelajaran Tematik di Madrasah


Ibtidaiyah Swasta. PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN:
Meretas Sukses Publikasi Ilmiah Bidang Pendidikan Jurnal Bereputasi,
267–273.

83 Volume 17 Nomor 1 November 2021


Jurnal Ilmiah Pedagogy
Soedjadi, R. 2001. Nilai Nilai dalam Pendidikan Matematika dan Upaya
Pembinaan Pribadi Anak Didik. Surabaya: Unesa.

Wardana, P. E. P., & Chandra, T. D. (2017). Penerapan Pembelajaran


Problem Posing Untuk Meningkatkan Kemampuan Bertanya Siswa Kelas
Vii-G Smp Negeri 9 Malang. Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika,
1(April), 52–63.

Husna,L , MZ,Zubaidah & Vebrianto,R. 2021. Studi Eksploratif Problematika


Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar Di Tanah Datar. Mathline
Ejurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika olume 6 Nomor 1,
Februari 2021, halaman 1 -12.

84 Volume 17 Nomor 1 November 2021

Anda mungkin juga menyukai