0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Program Kerja

Dokumen ini menjelaskan program umum PGRI Cabang Gununghalu untuk masa bakti 2025-2030, yang bertujuan untuk memperkuat organisasi sebagai pelopor perubahan dan memperjuangkan hak-hak guru. Program ini mencakup berbagai bidang seperti organisasi, pengembangan profesi, karir, advokasi, dan pengabdian masyarakat, serta rencana keuangan untuk membangun gedung dan meningkatkan akuntabilitas. PGRI juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan memperluas jangkauan keanggotaan di semua lembaga pendidikan.

Diunggah oleh

Rahmat Purnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Program Kerja

Dokumen ini menjelaskan program umum PGRI Cabang Gununghalu untuk masa bakti 2025-2030, yang bertujuan untuk memperkuat organisasi sebagai pelopor perubahan dan memperjuangkan hak-hak guru. Program ini mencakup berbagai bidang seperti organisasi, pengembangan profesi, karir, advokasi, dan pengabdian masyarakat, serta rencana keuangan untuk membangun gedung dan meningkatkan akuntabilitas. PGRI juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan memperluas jangkauan keanggotaan di semua lembaga pendidikan.

Diunggah oleh

Rahmat Purnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM UMUM

PENGURUS PGRI CABANG GUNUNGHALU


MASA BAKTI XXIII TAHUN 2025 – 2030

I. PROGRAM UMUM

Kebijakan umum organisasi merupakan arah dan landasan organisasi


untuk 5 (lima) tahun yang akan datang, agar PGRI Cabang Gununghalu dapat
mengemukakan jati diri nya sebagai organisasi perjuangan guru dan dapat dirasakan
keberadaannya oleh guru yang ada di Kecamatan Gununghalu Sehingga PGRI Cabang
Gununghalu Kabupaten Bandung Barat sebagai penggerak perubahan sebagaimana diamanatkan
oleh Kongres, KONPROV dan KONKAB PGRI Bandung Barat.
Oleh karenanya, maindset organisasi dalam 5 tahun kedepan harus dapat menjaga amanah
tersebut, diantaranya :
a. Membangun PGRI Cabang Gununghalu sebagai organisasi yang Kuat, Maju, Profesional
dan Bermartabat;
b. Memposisikan PGRI Cabang Gununghalu sebagai pelopor dan pion penggerak perubahan;
c. Memperjuangkan hak-hak guru yang sebanding dengan kewajiban yang telah
dilaksanakannya;
d. Meningkatkan hubungan kemitraan dengan berbagai institusi pemerintah dan lembaga
kemasyarakatan, khususnya partisipasi PGRI pada kegiatan-
kegiatan sosial kemasyarakatan sehingga PGRI Cabang Gununghalu dapat dirasakan
kiprah dan keberadaannya, bukan sekedar organisasi papan nama.
e. Mengembangkan badan-badan khusus PGRI yang dapat difungsikan untuk memaksimalkan
potensi organisasi dan anggota yang dapat berimbas pada kebesaran organisasi
f. Memperluas jangkauan rekruitmen kewilayahan dan keanggotaan PGRI tidak sebatas pada
guru dilingkup Dinas Pendidikan, melainkan pada semua lembaga pendidikan baik negeri
maupun swasta yang ada di Kecamatan Gununghalu termasuk yang dibawah
Kementerian Agama.

POKOK – POKOK PROGRAM :


1. Bidang Organisasi dan Kaderisasi
 Melaksanakan rekruitmen anggota baru, terutama guru baru, guru honor sekolah dan tenaga
kependidikan lainnya.
 Membangun solidaritas semua anggota, menertibkan kepemilikan kartu anggota iuran anggota
dan keuangan organisasi.
 Melaksanakan Konferensi Kerja setiap tahun
 Melaksanakan sosialisasi AD / ART
 Melaksanakan Kerjasama dengan Organisasi Profesi/Instansi/Lembaga
 Menata, menertibkan, memperbaiki secara bertahap, mengganti kartu anggota lama dengan
kartu anggota digital yang memiliki masa berlaku lima tahun dengan kualitas yang baik.
 Memperbaiki, menata, menyempurnakan sistem dan mekanisme kerja organisasi serta
melengkapi sarana kerja organisasi yang lebih memadai agar mampu melayani keperluan
sebuah organisasi profesional dari tingkat Cabang dan ranting.
 Menyusun jaringan informasi data anggota dan organisasi secara lebih lengkap, mutakhir,
dapat dipercaya dan berguna.
 Membina, mengembangkan dan mendayagunakan kader PGRI secara optimal di berbagai
bidang pengabdian dan keahlilan sesuai dengan profesi guru.
 Menjalin kerjasama dengan berbagai instansi dan organisasi seaspirasi dan seperjuangan dan
dengan mitra PGRI di bidang kependidikan.
 Pengembangan business planning PGRI, agar PGRI Kecamatan Gununghalu memiliki gedung
guru sebagai GOR bulutangkis dengan memanfaatkan gedung yang ada, dan menjadi skala
prioritas kepengurusan baru melalui kontribusi iuran anggota incidental dan mengupayakan
menggandeng sponsor.
.
2. Bidang Pengembangan Profesi
 Melaksanakan pelatihan penulisan karya ilmiah bagi guru dan tenaga kependidikan untuk
meningkatkan karirnya.
 Mengadakan lomba-lomba keterampilan guru dan tenaga kependidikan yang berhubungan
dengan kinerja profesinya.
 Mengembangkan inovasi keprofesian berkelanjutan
 Membangun karakter bangsa dan pendidikan bermutu
 Menyelenggarakan pengembangan profesi untuk meningkatkan mutu profesioanalitas guru
dan tenaga kependidikan melalui seminar, lokakarya, sarasehan, diskusi yang berjenjang dan
berkesinambungan.
 Mengadakan pelatihan yang menunjang kemampuan pengurus dan anggota dalam
pengelolaan organisasi PGRI
 Melaksanakan tugas-tugas organisasi yang diputuskan dala rapat pleno atau forum organisasi
lainnya berdasarkan AD/ART

3. Bidang Pengembangan Karir


 Melaksanakan pendidikan dan pelatihan tentang karya tulis ilmiah (KTI), seminar dan
lokakarya.
 Penguatan guru dalam rangka implementasi Peraturan MENPAN RB tentang Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreitnya..
 Mengawal keterlaksanaan sertifikasi guru
 Meningkatkan profesionalisme guru dann tenga kependidikan lainny amelalui pendidikan dan
latihan.
 Interaksi Edukasi dan literasi dalam proses pendidikan dan pembelajaran
 Meningkatkan kompetensi anggota sebagaimana yang disyaratkan dalam UU Guru dan Dosen
secara aktif, berkesinambungan di tingkat Kabupaten hingga ranting melalui beragam
kegiatan yang dirancang secara jelas dan komprehensif bekerja sama dengan berbagai pihak.
 Memperjuangkan status guru honorer untuk memperoleh kesempatan mengikuti program
sertifikasi guru sehingga mendapatkan hak yang sama dalam meningkatkan profesionalisme.

4. Bidang Penegakan Kode Etik, Advokasi, Bantuan Hukum dan Perlindungan Profesi
 Sosialisasi LKBH sampai ke tingkat Ranting dan Anggota.
 Mengangkat harkat dan martabat anggota sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.
 Mendorong dan mendukung pemerintah dalam melaksanakan berbagai kebijakan
sebagaimana yang diatur dalam UUGD, PP Nomor 74 Tahun 2008, dan perundangan terkait
lainnya.
 Mendorong dan mendukung pemerintah dalam pelaksanaan perlindungan profesi, karier, dan
hak-hak guru lainnya.
 Melindungi dan membela guru anggota PGRI yang menghadapi permasalahan terutama
permasalahan yang terkait dengan profesi anggota.
 Melindungi dan membela guru anggota PGRI yang menghadapi permasalahan hukum dengan
secara nyata.

5. Bidang Pengabdian Masyarakat


 Meningkatkan kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat menghadirkan keberadaan PGRI
ditengah-tengah kehidupan sosial masyarakat
 Melaksanakan lomba karya ilmiah/mengajar pada Peringatan Hari Ulang Tahun PGRI
 Meningkatkan upaya dan peran serta warga PGRI dalam penanggulangan kenakalan remaja,
penyalahgunaan obat, dan kebiasaan minum-minuman keras serta merokok dengan bekerja
sama dengan tokoh masyarakat dan pemerintah.
 Mengadakan pelatihan desain pembelajaran pada sekolah dasar dan sekolah menengah
 Mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi dalam mensosialisasikan kegiatan
kegiatan organisasi PGRI di dunia maya melalui website.

6. Bidang Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan


 Pendampingan peningkatan manajemen sekolah
 Membantu usaha pengembangan pendidikan di lingkungan pembinaan PPLP PGRI mulai dari
Taman Kanak-kanak sampai dengan sekolah menengah pertama dan sekolah luar biasa.
 Melakukan konsolidasi dan koordinasi secara berkala dan kontinyu melalui forum resmi
(konprov, konkerprov, rapat koordinasi, dan rapat lainnya), maupun forum non resmi
organisasi.

7. Bidang Kerjasama dan Pengembangan Usaha


 Memperjuangkan sistem renumerasi khusus bagi guru dan tenaga kependidikan PNS yang
meliputi sistem penggajian guru, khusus tunjangan profesi, peningkatan tunjangan fungsional
guru berdasarkan pangkat dan jabatan guru.
 Membina kebersamaan, kekeluargaan dan kesetiakawanan dalam berbagai bentuk kegiatan
dan usaha organisasi serta upaya-upaya lain di bidang kesejahteraan anggota baik upaya sosial
dan ekonomi (dana kematian, bantuan musibah, kecelakaan dan bencana alam, asuransi hari
tua, dsb.) terutama di tingkat kepengurusan yang paling depan.
 Memfasilitasi sekolah melakukan kerjasama dengan Du/Di

8. Bidang Kesejahteraan dan Ketenagakerjaan


 Memperjuangan sistem penggajian guru yang khusus, tunjangan profesi, peningkatan
tunjangan fungsional guru, jaminan hari tua, perlindungan sosial, dan kesejahteraan serta
perlindungan bagi guru/tenaga kependidikan di daerah terpencil.
 Memperjuangkan peningkatan penghasilan guru dan tenaga kependidikan PNS dan non PNS
dengan menetapkan sistem penggajian yang baku, perlindungan dengan jaminan sosial, serta
memantapkan kepastian hukum bagi guru dan tenaga kependidikan PNS dan non PNS
tersebut dalam bentuk kesepakatan kerja bersama antara guru atau organisasi guru dengan
penyelenggara sekolah baik guru yang berada di bawa kementerian pendidikan maupun di
bawah kementerian agama.
 Memperjuangan dan mengusahakan sistem penghargaan yang baku dan berkesinambungan
bagi guru berprestasi dan berdedikasi.
 Memperjuangkan dan membantu para guru dalam memperoleh hak-hak kepegawaian/tenaga
kependidikan, kenaikan pangkat, pembayaran gaji, pensiun, yang tepat pada waktunya dan
pengaturan sistem mutasi yang merupakan bagian integrasi dari pembinaan karir.
 Melindungi dan membela guru anggota PGRI yang menghadapi permasalahan khusus.

9. Bidang Pemberdayaan Perempuan


 Meningkatkan pembinaan, pendayagunaan, serta pemberdayaan perempuan
 Melaksanakan seminar/pelatihan kepemimpinan perempuan PGRI guna meningkatkan mutu
kepemimpinan, kepengurusan dan kaderisasi perempuan.
 Menyelenggarakan diskusi ilmiah, lokakarya, sarasehan serta kursus - kursus ketrampilan
dalam usaha peningkatan mutu profesi dan memperluas wawasan serta memiliki ketrampilan
yang memadai.
 Mempererat dan meningkatkan kerjasama dengan organisasi perempuan lain yang ada di
Kecamatan Gununghalu dan Kabupaten Bandung Barat.
 Memperjuangkan guru perempuan memperoleh kesempatan memegang jabatan penentu
kebijakan baik dalam kepengurusan, kepanitiaan dalam organisasi maupun kedinasan.
 Membangun komunikasi dengan lembaga pemberdayaan perempuan yang ada di tingkat
kampung, kecamatan, kabupaten, propinsi dan pusat, dalam upaya mendapatkan bantuan
pemberdayaan ekonomi perempuan.

10. Bidang Komunikasi dan Informasi


 Penerbitan jurnal PGRI Cabang Gununghalu
 Peningkatan Sumber Daya Manusia Bidang Informasi dan Komunikasi
 Membangun jejaring dengan mitra
 Menyebarluaskan informasi kegiatan organisasi
 Pencitraan citra positif PGRI di mata masyarakat dalam bentuk kegiatan nyata PGRI
 Membantu mengoptimalkan peredaran Jurnal Guru kepada anggota sebagai media organisasi
membangun solidaritas dan sebagai media interaksi komunikasi sekaligus sebagai
pembelajaran anggota.
 Menyusun jaringan informasi data anggota dan organisasi secara lebih lengkap, mutakhir
dengan program bidang Organisasi dan Kaderisasi.
 Mempublikasikan dan mendokumentasikan segala gerak, kegiatan dan perjuangan organisasi
 Membuat media informasi dan komunikasi berupa WEB PGRI, Blog, Instagram dan FB.

11. Bidang Olahraga Seni dan Budaya


 Melaksanakan berbagai kegiatan olahraga, kesenian dan kebudayaan sebagai media
komunikasi, silaturahmi dan soliditas anggota.
 Melaksanakan kegiatan lomba-lomba olahraga, kesenian dan budaya di semua Tingkat Satuan
Pendidikan (TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK) Negeri dan Swasta.
 Melaksanakan kegiatan latihan terpusat untuk persiapan mengikuti even- even olahraga dan
Seni dari organisasi lain.
 Melaksanakan kegiatan olahraga jalan santai, turnamen olahraga, dan lomba pendidikan dan
seni dalam setiap kegiatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI. ( kostum PGRI diupayakan
sama )
 Mengembangkan sanggar kesenian dan kebudayaan, sebagai wahana ekspresi dan
pengembangan diri.
 Mengisi acara kesenian pada setiap pembukaan acara puncak peringatan HUT PGRI.
 Melaksanakan ekspo hasil seni sastra TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK.
 Melaksanakan kegiatan napak tilas lingkungan alam / Touring.
 Melaksanakan kegiatan olahraga persahabatan dengan PGRI cabang lain.

12. Bidang Kerohanian dan Karakter Bangsa


 Membina anggota dalam meningkatkan iman dan taqwa sesuai agamanya masing-masing
sebagai sosok yang patut diteladani di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
 Melaksanakan forum kegiatan yang berkesinambungan sebagai media silaturrahmi, solidaritas
dan persaudaraan antar anggota.
 Memfasilitasi lomba-lomba kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
 Mengembangkan kecerdasan spiritual dan emosional pada guru dan peserta didik dalam
bentuk kegiatan ESQ.
 Mengaktifkan anggota dalam pelaksanaan ibadah rutin (mis: pengajian rutin di tk.
kecamatan)

13. Bidang Hubungan Antar Lembaga


 Menjalin hubungan kerjasama mulai dari PAUD sampai Sekolah Menengah Atas/Kejuruan
baik dalam maupun luar negeri
 Study banding pendidikan
 Melakukan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan literasi, konservasi pendidikan
 Mengadakan seminar dan workshop digitalisasi pendidikan internasional

14. Bidang Pengembangan Pendidikan Khusus dan Non Formal


 Menyusun program kerja tahunan bidang pengembangan pendidikan khusus dan non formal
 Melakukan koordinasi dengan pihak yang terkait dalam memperjuangkan hak-hak guru
pendidikan khusus dan non formal
 Berpartisifasi aktif membantu guru pendidikan khusus dan non formal
 Membantu memperjuangkan hak-hak guru pendidikan khusus dan non formal
 Mengadakan Seminar dan Pelatihan Pendidikan Non Formal dan sejenisnya
 Membina dan meningkatkan kompetensi pendidikan khusus dan non formal

15. Bidang sosial keanggotaan dan masyarakat


1) Memberikan santunan kepada anggota PGRI Cabang Gununghalu yang meninggal dunia
kepada ahli waris sesuai kemampuan.
2) Memberikan santunan kepada orang tua dan mertua anggota yang meninggal dari anggota
PGRI Cabang Gununghalu sesuai kemampuan.
3) Memberikan santunan kepada anggota yang purna bakti sesuai kemampuan saat itu
4) Memberikan bantuan kepada anggota yang mendapat musibah ( kebakaran, Bencana alam,
Kecelakaan)

II. PROGRAM KEUANGAN


Berkenaan dengan program umum keuangan, asset / kekayaan organisasi kegiatan umum yang
akan dilaksanakan adalah :
a. Program Prioritas
 PGRI Cabang Gununghalu harus membangun gedung Guru sebagai GOR bulutangkis dan
Kantor PGRI Cabang Gununghalu dengan memanfaatkan gedung yang ada, melaui iuran
insidental anggota, yaitu ;
 Anggota ASN dan P3K sebesar Rp. 50.000,00 P3K paruh waktu Rp. 25.000,00
 Iuran dicicil tiap bulan selama 36 Bulan.
 Kepanitiaan Pembangunan oleh Independen unsur dari ..........
a. Pengelolaan dan Akuntabilitas Keuangan
1) Penyelenggaraan pembukuan keuangan sesuai dengan prinsip dan kaidah akuntansi
Indonesia (profesional, akuntabel, sinergi, transparan, dan inovatif).
2) Optimalisasi penerimaan iuran anggota sebagai darah organisasi.
3) Optimalisasi akuntabilitas penggunaan anggaran.
4) Kampanye Moto: membayar iuran kewajiban, melunasi iuran integritas pengurus
b. Administrasi dan Usaha
1) Meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan
2) Tertib administrasi
3) Administrasi keuangan disajikan sesuai dengan prinsip dan sistem akuntansi Indonesia yang
berlaku.
4) Pengelolaan/pengadaan sarana dan prasarana kantor sesuai dengan kebutuhan organisasi.
5) Pendistribusian Kalender PGRI tiap sekolah satu

c. Iuran anggota dan sumbangan


1) Mensosialisasikan kewajiban anggota membayar iuran sesuai keputusan Kongres XXIII
Tahun 2024.
2) Meningkatkan penerimaan iuran anggota.
3) Menghimpun sumbangan bencana alam dan menyalurkannya
4) Menerima sumbangan yang sah dan tidak mengikat dari masyarakat, pemerintah dan
lembaga swasta lain.
5) Iuran anggota tetap Rp 15.000 / a n g g o t a dengan proporsi distribusi sebagai berikut :
1. Iuran ke PB–PGRI, Prov, dan Kab Rp. 8.000,-
2. Iuran ke Cabang Rp. 9.000,- +

Jumlah Rp. 15.000,-


6) Memberikan santunan kepada anggota PGRI Cabang Gununghalu yang meninggal dunia
kepada ahli waris sesuai kemampuan.
7) Memberikan santunan kepada orang tua dan mertua anggota yang meninggal dari anggota
PGRI Cabang Gununghalu sesuai kemampuan.
8) Memberikan santunan kepada anggota yang purna bakti sesuai kemampuan saat itu
9) Memberikan bantuan kepada anggota yang mendapat musibah ( kebakaran, Bencana alam,
Kecelakaan)
10) Iuran anggota PGRI yang P3K dan ASN sebesar Rp. 15.000,- dan Non ASN/ Honorer sebesar
Rp 10.000,-

d. Pengelolaan Keuangan organisasi


Melakukan pengelolaan keuangan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang
berlaku.

e. Pelaporan dan Pengawasan


1) Pelaporan
a) Laporan keuangan disampaikan secara periodik kepada Rapat Pleno Pengurus setiap 6
( enam ) bulan sekali.
b) Laporan keuangan tahunan disampaikan pada setiap konferensi kerja.
2) Pengawasan
a) Pemeriksaan keuangan dilakukan 1 tahun sekali menjelang konferensi kerja.
b) Pemeriksaan keuangan PGRI Cabang menjelang Konkercab dilakukan oleh tim
verifikasi keuangan.
c) Pemeriksaan keuangan PGRI Cabang menjelang KONCAB dilakukan oleh Panitia
Pemeriksa Keuangan dari ranting.
d) Tim Verifikasi keuangan ditetapkan dengan keputusan konferensi kerja.
RANCANGAN ANGGARAN BELANJA ORGANISASI ( RABO )
PENGURUS PGRI CABANG GUNUNGHALU
MASA BAKTI XXIII TAHUN 2025 – 2030

No. URAIAN JUMLAH


1. Kesekretariatan ( Rp. 200.000,- x 60 bln ) Rp. 12,000,000
2. ATK / Poto Copy Rp. 6,380,000
3. Rakor dengan pengurus Ranting ( Rp. 300.000 x 30 kali ) Rp. 9,000,000
4. Iuran Anggota ke Kab,Prov,PB–PGRI (Rp. 7.000 x 431 x 60) Rp. 181,020,000
5. Konferensi Cabang PGRI Kecamatan ( 1 kali ) Rp. 10,000,000
6. Rapat Kerja Cabang PGRI Kecamatan ( 5 x 3.000.000,- ) Rp. 15,000,000
7. Rapat Pleno Cabang PGRI Kecamatan ( Rp. 200.000 x 60 kali ) Rp. 12,000,000
8. Konferensi PGRI kabupaten ( 1 kali ) Rp. 5,000,000
9. Rapat kerja PGRI Kabupaten ( 5 x Rp.1.500.000,- ) Rp. 7,500,000
10. Rapat koordinasi kabupaten ( 20 kali x Rp. 300.000,- ) Rp. 6,000,000
11. Rapat pimpinan kabupaten ( 5 x Rp. 500.000,- ) Rp. 2,500,000
12. Konferensi PGRI Provinsi ( 1 kali ) Rp. 3,000,000
13. Rapat kerja Provinsi ( 5 x Rp 1.000.000,- ) Rp. 5,000,000
14. Rakor lintas organisasi / dinas ( 20 bln x 200.000,- ) Rp. 4,000,000
15. Dana sosial ( Rp. 200.000,- x 60 bln ) Rp. 12,000,000
16. Listrik / Internet ( Rp. 175.000,- x 60 bln ) Rp. 10,500,000
17. Cindramata Purnakarya ( 5 kali x 3.000.000,- ) Rp. 15,000,000
18. Upacara Hut PGRI Kecamatan ( 5 th x 5.000.000,- ) Rp. 25,000,000
19. Upacara Hut PGRI Kabupaten ( 5 th x 2.000.000,- ) Rp. 10,000,000
20. Upacara Hut PGRI Provinsi ( 5 th x 2.000.000,- ) Rp. 10,000,000
21. Upacara Hut PGRI Nasional ( 5 th x 2.000.000,- ) Rp. 10,000,000
22. Perawatan, perbaikan Sekretariat ( Rp. 200.000,- x 60 bln ) Rp. 12,000,000
Jumlah Rp. 387,900,000

Kewajiban anggota / bulan adalah Rp. 387.900.000. : 431 : 60 = Rp. 15.000,00 / Anggota
PERNYATAAN
PENGURUS PGRI CABANG GUNUNGHALU
MASA BAKTI XXIII TAHUN 2025 - 2030

Rancang bangun pendidikan nasional belum menunjukkan arah dan desain yang jelas sebagai
perwujudan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. Pendidikan nasional masih kental diwarnai oleh
warisan pendidikan kolonial. Oleh sebab itu pendidikan kita perlu adanya perubahan agar
menghasilkan peserta didik yang kritis dan kreatif. Sebagai jalan utama dalam mewujudkan cita-cita
kemerdekaan bangsa, pendidikan harus dikelola secara profesional. Kesalahan dalam penyelenggaraan
berbagai kebijakan pendidikan bukan saja menyebabkan terlambatnya perwujudan cita-cita, tetapi juga
akan mengakibatkan kerusakan beberapa generasi penerus bangsa ini.
PGRI sebagai organisasi profesi yang berjuang memajukan pendidikan, dengan rasa penuh tanggung
jawab dan didorong oleh keinginan luhur untuk ikut serta dalam upaya mencerdaskan kehidupan
bangsa, telah mengkaji aspirasi dan inspirasi yang berkembang dalam dinamika Konferensi Kabupaten
dengan ini menyampaikan pernyataan sebagai berikut:
Pendidikan Kabupaten Bandung Barat:
Meninjau kembali penerapan otonomi daerah khususnya dibidang pendidikan yang menimbulkan ekses
terganggunya kinerja dan profesionalisme guru.
Guru
1. Mendesak pemerintah sesegera mungkin membenahi manajemen guru yang meliputi pengangkatan,
distribusi, pembinaan, dan perlindungan berdasarkan pada kejelasan wewenang dan tanggung
jawab antara Pemerintah dan pemerintah Kabupaten Bandung Barat, untuk menghasilkan guru yang
profesional hendaknya ditata sedemikian rupa mulai dari system rekrutmen, pengangkatan,
distribusi, pembinaan karir, dan kesejahteraan.
2. Mendesak pemerintah dan pemerintah daerah memenuhi kebutuhan guru di daerah terluar,
terdepan, dan tertinggal (3T) dengan memperioritaskan tenaga honorer yang memenuhi syarat.
3. Mendesak pemerintah dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk memenuhi kewajiban
pembayaran tunjangan guru tepat waktu dan jumlah, dibayarkan bersamaan dengan gaji serta
dituntaskan pada tahun ini.
4. Mengusulkan agar guru-guru yang telah lulus P3K dan Separuh P3K diberikan kesempatan agar
diangkat menjadi ASN / PNS.
5. Mengusulkan agar guru-guru yang telah purnabakti agar ada penggantian secara tambalsulam.
6. Mengusulkan agar guru-guru honorer yang sudah masuk dapodik diberikan kesempatan agar
diangkat menjadi P3K paruh waktu.
7. Mendukung dan merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui revisi PP
74 Tahun 2008 memperjelas tentang organisasi profesi guru dan kode etik guru berdasarkan
kenyataan historis dan “de facto”, PGRI sebagai organisasi profesi telah melaksanakannya.
8. Berdasarkan Undang-Undang No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD), PGRI adalah
Organisasi Profesi Guru, karena telah memenuhi pasal 41 ayat 2, pasal 42 poin a, b, c, d, dan e,
pasal 43 ayat 1 dan 2, pasal 44 ayat 1, dan telah membentuk LKBH sesuai amanah pasal 39. PGRI
berada dalam upaya meningkatkan profesionalitasnya melalui berbagai program pelatihan, media
komunikasi baik cetak maupun digital serta social media.

Demikianlah pernyataan ini disampaikan agar menjadi perhatian serta dapat diwujudkan oleh pihak-
pihak terkait. Semoga Allah Swt., memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua.

Amin,,,,,,,,,,

Anda mungkin juga menyukai