1.
Menentukan jumlah pembelian yang ekonomis (EOQ)
Menurut Riyanto (1999), economic order quantity (EOQ) adalah jumlah
kuantitas barang yang dapat diperoleh dengan biaya yang minimal atau sering
disebut dengan jumlah pembelian yang optimal. Menentukan jumlah pembelian
yang ekonomis dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut.
EOQ =
√ 2 xRxS
PxI
Keterangan:
R = Jumlah yang dibutuhkan dalam satu periode tertentu (ton)
S = Biaya pemesanan setiap kali pesan (Rp)
P = Harga pembelian per unit (Rp)
I = Biaya penyimpanan dan pemeliharaan di gudang dengan periode tertentu
yang dinyatakan dalam presentase (%)
2. Menentukan Persediaan Pengaman
Kebutuhan bahan baku perhari dapat ditentukan dengan jalan membagi
kebutuhan bahan baku selama setahun dengan jumlah hari kerja selama satu tahun.
Safety Stock (SS) = Rata-rata keterlambatan bahan baku perhari × kebutuhan bahan
baku per hari.
3. Menentukan Titik Pemesanan Kembali
Titik pemesanan kembali dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut.
Reorder Point = safety stock + kebutuhan bahan baku selama lead time.
4. Menentukan Persediaan maksimal
Menurut Assauri (1999), Persediaan maksimal atau Maximum Inventori dapat
ditentukan dengan cara menjumlahkan safety stock dengan Economical Order
Quantity (EOQ).
Maximum Inventory (MI) = SS + EOQ
5. Menentukan Besarnya Biaya Persediaan
Dalam menghitung biaya persediaan untuk pembelian bahan digunakan rumus
sebagai berikut.
c × T ×q R × o
TIC = +
2 q
Di mana:
TIC = Total Inventory Cost
R = Jumlah kebutuhan bahan baku selama setahun/1 periode giling 5 bulan (ton)
o = Biaya pesan untuk setiap pemesanan (Rp)
c = Tarif biaya penyimpanan per unit tiap periode (Rp)
T = Periode penyimpanan (1 hari)
q = Jumlah pemesanan setiap kali pesan (ton)
6. Efisiensi Biaya
Menghitung efisiensi biaya persediaan yang dicapai sebelum dan sesudah
diadakannya analisis persediaan yang efektif.
Efisiensi biaya = TIC sebelum EOQ – TIC setelah EOQ (4)
Di mana:
TIC = Total biaya persediaan
EOQ = Jumlah pembelian yang ekonomis