0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan80 halaman

Kartu Specimen

Dokumen ini mengatur tentang biaya perjalanan dinas, termasuk uang harian, biaya transportasi, dan biaya penginapan untuk peserta pendidikan dan pelatihan. Biaya ditentukan berdasarkan durasi perjalanan dan jenis akomodasi yang tersedia, serta mencakup ketentuan untuk perjalanan dinas pindah. Selain itu, terdapat pengendalian internal yang harus dilakukan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga dalam pelaksanaan perjalanan dinas.

Diunggah oleh

deniarkalausbain
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1 tayangan80 halaman

Kartu Specimen

Dokumen ini mengatur tentang biaya perjalanan dinas, termasuk uang harian, biaya transportasi, dan biaya penginapan untuk peserta pendidikan dan pelatihan. Biaya ditentukan berdasarkan durasi perjalanan dan jenis akomodasi yang tersedia, serta mencakup ketentuan untuk perjalanan dinas pindah. Selain itu, terdapat pengendalian internal yang harus dilakukan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga dalam pelaksanaan perjalanan dinas.

Diunggah oleh

deniarkalausbain
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

(8) Uang harian dapat diberikan kepada peserta pendidikan

dan pelatihan dalam hal tidak disediakan asrama/


penginapan dan akomodasi tidak ditanggung oleh panitia
penyelenggara.

Pasal 11
Biaya transpor dalam rangka pelaksanaan Perjalanan Dinas
Jabatan terdiri dari biaya transpor:
a. dalam Kota sampai dengan 8 (delapan) jam;
b. dalam Kota lebih dari 8 (delapan) jam; atau
c. melewati batas Kota.

Pasal 12
(1) Biaya transpor dalam Kota sampai dengan 8 (delapan)
jam diberikan secara lumpsum dan merupakan batas
tertinggi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri
Keuangan mengenai Standar Biaya.
(2) Pembayaran biaya transpor dalam Kota sampai dengan 8
(delapan) jam secara lumpsum sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diberikan:
a. sesuai dengan jumlah hari riil pelaksanaan Perjalanan
Dinas Jabatan; atau
b. sesuai jumlah penugasan pelaksanaan Perjalanan
Dinas Jabatan dalam satu hari.
(3) Penugasan yang dilaksanakan lebih dari satu tujuan
pelaksanaan Perjalanan Dinas Jabatan dan merupakan
satu kesatuan penugasan hanya diberikan sebesar 1
(satu) kali biaya transpor dalam Kota.
(4) Biaya transpor dalam Kota lebih dari 8 (delapan) jam
diberikan secara lumpsum dan merupakan batas tertinggi
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan
mengenai Standar Biaya.
(5) Dalam hal biaya transpor dalam Kota lebih dari 8
(delapan) jam melebihi biaya transpor dalam Kota
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepada Pelaksana
SPD diberikan biaya transpor sesuai bukti riil moda
transportasi yang digunakan.
(6) Biaya transpor melewati batas Kota diberikan sesuai
biaya riil berdasarkan Fasilitas Transpor sebagaimana
diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan mengenai
Perjalanan Dinas Dalam Negeri bagi Pejabat Negara,
Pegawai Negeri, dan Pegawai Tidak Tetap.

Pasal 13
(1) Biaya penginapan merupakan biaya yang diperlukan
untuk menginap:
a. di hotel; atau
b. di tempat menginap lainnya.

-9-
(2) Pelaksana SPD yang tidak menggunakan biaya
penginapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diberikan biaya penginapan sebesar 30% (tiga puluh
persen) dari tarif hotel di Kota Tempat Tujuan
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan
mengenai Standar Biaya, dengan ketentuan:
a. tidak terdapat hotel atau tempat menginap lainnya,
sehingga Pelaksana SPD menginap di tempat
menginap yang tidak menyediakan kuitansi/bukti
biaya penginapan; atau
b. terdapat hotel atau tempat menginap lainnya, namun
Pelaksana SPD tidak menginap di hotel atau tempat
menginap lainnya tersebut.
(3) Biaya penginapan sebesar 30% (tiga puluh persen)
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak diberikan
untuk:
a. Perjalanan Dinas Jabatan dalam Kota lebih dari 8
(delapan) jam yang dilaksanakan pergi dan pulang
dalam hari yang sama;
b. Perjalanan Dinas Jabatan untuk mengikuti rapat,
seminar, dan sejenisnya yang dilaksanakan dengan
paket meeting fullboard; dan
c. Perjalanan Dinas Jabatan untuk mengikuti
pendidikan dan pelatihan.
(4) Bagi Pelaksana SPD yang melakukan Perjalanan Dinas
Jabatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan
diberikan biaya penginapan 1 (satu) hari pada saat
kedatangan dan 1 (satu) hari pada saat kepulangan.
(5) Biaya penginapan selama mengikuti pendidikan dan
pelatihan dapat diberikan kepada Pelaksana SPD yang
melakukan Perjalanan Dinas Jabatan untuk mengikuti
pendidikan dan pelatihan dalam hal tidak disediakan
penginapan.
(6) Biaya penginapan sebagaimana dimaksud pada ayat (4)
dan ayat (5) diberikan sesuai bukti riil.

BAB VII
PERJALANAN DINAS PINDAH

Pasal 14
(1) Perjalanan Dinas Pindah dilakukan dalam rangka:
a. pindah tugas dari Tempat Kedudukan yang lama
ke Tempat Tujuan Pindah;
b. pemulangan Pejabat Negara/Pegawai Negeri yang
diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun
atau mendapat uang tunggu dari Tempat Kedudukan
ke Tempat Tujuan menetap;
c. pemulangan keluarga yang sah dari Pejabat Negara/
Pegawai Negeri yang meninggal dunia dari tempat
tugas terakhir ke Tempat Tujuan menetap;
d. pemulangan Pegawai Tidak Tetap yang diberhentikan
karena telah berakhir masa kerjanya dari Tempat
Kedudukan ke Tempat Tujuan menetap, sepanjang
diatur dalam perjanjian kerja;
- 10 -
e. pemulangan keluarga yang sah dari Pegawai Tidak
Tetap yang meninggal dunia dari tempat tugas yang
terakhir ke tempat tujuan menetap, sepanjang diatur
dalam perjanjian kerja; atau
f. pengembalian Pejabat Negara/Pegawai Negeri yang
mendapat uang tunggu dari Tempat Kedudukan ke
Tempat Tujuan yang ditentukan untuk dipekerjakan
kembali.
(2) Tempat tujuan menetap sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) adalah:
a. Kota tempat pengangkatan pertama sebagai Pegawai
Negeri/Pegawai Tidak Tetap; atau
b. Kota tempat kelahiran Pegawai Negeri/Pegawai Tidak
Tetap yang dibuktikan dengan akta kelahiran.
(3) Besaran biaya Perjalanan Dinas Pindah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf b sampai dengan huruf e
disesuaikan dengan ketersediaan dana pada DIPA satuan
kerja bersangkutan.

Pasal 15
(1) Biaya Perjalanan Dinas Pindah dibebankan pada DIPA
satuan kerja yang menerbitkan surat keputusan pindah/
mutasi.
(2) Dalam hal surat keputusan pindah/mutasi diterbitkan
oleh Menteri/ Pimpinan Lembaga sebagai otorisator yang
menerbitkan surat keputusan pindah/ mutasi untuk
satuan kerja yang ada di lingkup Kementerian Negara/
Lembaga berkenaan, biaya Perjalanan Dinas Pindah
dapat dibebankan pada DIPA satuan kerja Pelaksana
SPD yang dipindah/ dimutasi atau ditetapkan lain oleh
Menteri/ Pimpinan Lembaga.

BAB VIII
PENGENDALIAN INTERNAL

Pasal 16
(1) Dalam rangka menerapkan prinsip-prinsip Perjalanan
Dinas, Menteri/ Pimpinan Lembaga menyelenggarakan
pengendalian internal terhadap pelaksanaan Perjalanan
Dinas.
(2) Pengendalian internal sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) paling kurang meliputi:
a. penyusunan Standard Operating Procedure (SOP);
b. penyusunan Rencana Kerja/Proposal/Term of
Reference (ToR) dan Rincian Anggaran Belanja (RAB);
c. pengawasan penerbitan Surat Tugas; dan
d. pengawasan pertanggungjawaban pelaksanaan
Perjalanan Dinas.
(3) Rencana Kerja/ Proposal/ ToR dan RAB sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) huruf b disusun oleh
penanggung jawab kegiatan.

- 11 -
(4) Rencana Kerja/Proposal/ToR dan RAB sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) huruf b paling kurang memuat:
a. latar belakang;
b. tujuan;
c. kinerja yang akan dihasilkan;
d. bentuk pertanggungjawaban kinerja;
e. personel yang melakukan Perjalanan Dinas;
f. jumlah hari pelaksanaan; dan
g. RAB.

BAB IX
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 17
(1) Dalam rangka memudahkan pemahaman terhadap
pengaturan dalam Peraturan Direktur Jenderal
Perbendaharaan ini, beberapa pengaturan dijabarkan
lebih lanjut dalam contoh kasus Perjalanan Dinas
sebagaimana tercantum dalam Lampiran VI yang
merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Direktur Jenderal ini.
(2) Dalam hal diperlukan penjelasan lebih lanjut mengenai
pelaksanaan Peraturan Direktur Jenderal
Perbendaharaan ini, dapat diatur lebih lanjut melalui
surat atau surat edaran yang ditetapkan oleh Direktur
Jenderal Perbendaharaan.

Pasal 18
Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai
berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 Mei 2013
DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN

- 12 -
LAMPIRAN I.A
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN
NOMOR PER- 22/PB/2013 TENTANG KETENTUAN LEBIH
LANJUT PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS DALAM
NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI DAN
PEGAWAI TIDAK TETAP.

Monitoring Pelaksanaan Perjalanan Dinas Jabatan (PDJ) untuk Bulan _____________ Tahun ___________

Keterangan :
1. Pelaksanaan tugas ditandai dengan memberi tanda X pada baris Nama Pelaksana Surat Tugas dan kolom Tanggal Pelaksanaan
2. Tidak diperkenankan pemberian tanda X lebih dari 1 kali pada baris dan kolom yang sama

-1-
Monitoring Penerbitan Surat Tugas dalam Pelaksanaan PDJ untuk Bulan ____________Tahun ____________

Surat Tugas Tanggal Pelaksanaan PDJ


No Nama Pelaksana SPD/NIP Tujuan Keterangan *)
Nomor Tanggal Mulai Selesai
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

Keterangan *) :
1. Diisi dengan jenis kegiatan perjalanan dinas, misalnya dalam rangka narasumber/rapat/rapat pimpinan (rapim)/ rapim terbatas/rakor/monev/survei, dsb.
2. Diisi “dibatalkan”, apabila terdapat pembatalan pelaksanaan perjalanan dinas.
3. Terdapat pelaksanaan tugas awal yang belum selesai tetapi dilanjutkan pelaksanaan tugas lain.
4. Dapat diisi dengan keterangan lainnya.

-2-
LAMPIRAN I.B
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN
NOMOR PER- 22/PB/2013 TENTANG KETENTUAN LEBIH
LANJUT PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS DALAM
NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI DAN
PEGAWAI TIDAK TETAP.

Form Bukti Kehadiran Pelaksanaan Perjalanan Dinas Jabatan


Dalam Kota sampai dengan 8 (delapan) jam

Pejabat/Petugas yang mengesahkan


No Pelaksana SPD Hari Tanggal
Tanda
Nama Jabatan
Tangan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Keterangan:
(1) Diisi nomor urut.
(2) Diisi nama Pelaksana SPD yang melakukan Perjalanan Dinas.
(3) Diisi hari pelaksanaan Perjalanan Dinas.
(4) Diisi tanggal pelaksanaan Perjalanan Dinas sesuai yang tercantum dalam
Surat Tugas.
Untuk angka (3) dan (4), apabila penugasan lebih dari 1 (satu) hari, maka diisi
per hari dan per tanggal pelaksanaan Perjalanan Dinas.
(5) Diisi nama pimpinan/pejabat/petugas di Tempat Tujuan Perjalanan Dinas.
(6) Diisi jabatan pimpinan/pejabat/petugas di Tempat Tujuan Perjalanan Dinas.
(7) Diisi tanda tangan pejabat sebagaimana dimaksud pada angka (5) yang
ditunjuk untuk menandatangani bukti kehadiran pelaksanaan perjalanan
dinas.

-- 3
1 --
LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN
NOMOR PER- 22/PB/2013 TENTANG KETENTUAN LEBIH
LANJUT PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS DALAM
NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI DAN
PEGAWAI TIDAK TETAP.

CONTOH PENGISIAN FORM MONITORING PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS


JABATAN (PDJ) DAN FORM MONITORING PENERBITAN SURAT TUGAS

1. Berdasarkan disposisi, seorang pegawai bernama Agus ditugaskan


melaksanakan perjalanan dinas selama 3 hari (tanggal 4, 5, dan 6) dengan
tujuan Kota Makassar sebagai Narasumber suatu kegiatan bimtek pengelolaan
keuangan.
Hal-hal yang dilakukan dalam monitoring penerbitan surat tugas:
a. Pegawai yang ditunjuk untuk melakukan monitoring penerbitan surat tugas
terlebih dahulu meneliti nama Pelaksana SPD Agus pada Form Monitoring
Pelaksanaan Perjalanan Dinas Jabatan (PDJ) bulan berkenaan. Apakah pada
tanggal 4, 5, dan 6 sudah ada penugasan yang ditandai dengan (x). Apabila
belum, maka surat tugas atas nama Agus dapat diterbitkan.
b. Surat Tugas yang telah ditandatangani oleh atasan Pelaksana SPD dicatat
dalam Form Monitoring Penerbitan Surat Tugas. Selanjutnya tanggal
pelaksanaan PDJ dicatat dalam Form Monitoring Pelaksanaan PDJ dengan
cara memberi tanda (x) kolom tanggal 4, 5, dan 6.
2. Pada tanggal 10, 11, dan 12 Agus ditugaskan melaksanakan perjalanan dinas
dengan tujuan Bogor dalam rangka seminar dan workshop mengenai
pengelolaan barang milik negara. Berdasarkan hasil penelitian pada Form
Monitoring PDJ, atas nama Agus pada tanggal 10, 11, dan 12 dimaksud tidak
terdapat tanda (x). Sehingga pejabat penerbit surat tugas menerbitkan Surat
Tugas untuk Agus dengan nomor ST-002/PA/2012 tanggal 4 November 2012
tujuan Bogor. Namun sebelum tanggal pelaksanaan, Agus tidak dapat
berangkat karena harus menyelesaikan tugas-tugas yang mendesak di kantor.
Atas hal tersebut, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Pada Form Monitoring PDJ agar dilakukan pembatalan pelaksanaan tugas
Agus ke Bogor tanggal 10, 11, dan 12 dengan cara mencoret tanda (x)
sebagaimana pada contoh format.
b. Pada Form Monitoring Penerbitan Surat Tugas, di kolom keterangan agar
mencantumkan alasan pembatalan pelaksanaan tugas tersebut.
3. Seorang pegawai kantor pusat bernama Hamid diberi penugasan melakukan
pembinaan ke kantor vertikal di Kota Bogor selama 3 hari (tanggal 4, 5, dan 6).
Berdasarkan hasil penelitian pada form monitoring PDJ, atas nama Hamid
pada tanggal 4, 5, dan 6 dimaksud tidak terdapat tanda (x). Sehingga pejabat
penerbit surat tugas menerbitkan Surat Tugas untuk Hamid nomor ST-
003/PA/2012 tanggal 3 November 2012. Dalam pelaksanaannya, pada tanggal
4 dan 5 Hamid telah menyelesaikan tugasnya dan output kinerja telah tercapai.
Sehingga pada tanggal 6, Hamid dapat kembali masuk kantor seperti biasa.
Atas hal tersebut, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Pada form Monitoring PDJ, agar dilakukan pembatalan pelaksanaan tugas
Hamid ke Bogor tanggal 6 dengan cara mencoret tanda (x) sebagaimana pada
contoh format.
b. Pada form Monitoring Penerbitan Surat Tugas, di kolom keterangan agar
mencantumkan alasan pembatalan pelaksanaan tugas pada tanggal 6
disertai keterangan bahwa pada tanggal 6 tersebut pegawai Hamid telah
masuk kantor kembali.

-2-
4. Pada tanggal 19, 20, dan 21 seorang pegawai bernama Sari ditugaskan
melaksanakan perjalanan dinas dengan tujuan Bandung. Atas penugasan
tersebut pada form Monitoring PDJ telah dilakukan penelitian bahwa Sari tidak
ada penugasan pada tanggal 19, 20, dan 21 tersebut. Sehingga pejabat
penerbit surat tugas menerbitkan Surat Tugas untuk Sari nomor ST-
004/PA/2012 tanggal 15 November 2012. Pada tanggal 18 November panitia
penyelenggara kegiatan memberitahukan bahwa kegiatan dimaksud diundur
pelaksanaannya menjadi tanggal 21, 22, dan 23.
Atas hal tersebut, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Pada form Monitoring PDJ, agar dilakukan pembatalan pelaksanaan tugas
Sari ke Bandung dengan cara mencoret tanda (x) tanggal 19 dan 20,
selanjutnya mencantumkan tanda (x) pada tanggal 22 dan 23 sebagaimana
pada contoh format.
b. Pada form Monitoring Penerbitan Surat Tugas, di kolom keterangan agar
mencantumkan hal pembatalan pelaksanaan tugas Sari pada tanggal 19 dan
20, disertai keterangan bahwa kegiatan dimaksud diundur menjadi tanggal
21, 22, dan 23.
c. Melakukan ralat/koreksi atas Surat Tugas Sari nomor ST-004/PA/2012
tanggal 15 November 2012. Ralat/koreksi cukup dilakukan dengan cara
mencoret tanggal pelaksanaan semula tanggal 19, 20,dan 21 menjadi tanggal
21, 22, dan 23 (tidak perlu menerbitkan surat tugas yang baru).

-- 3
2 --
Contoh Pengisian Form Monitoring Pelaksanaan Perjalanan Dinas Jabatan (PDJ) untuk Bulan November Tahun 2012

-- 43 --
Contoh Pengisian Form Monitoring Penerbitan Surat Tugas dalam Pelaksanaan PDJ untuk Bulan November Tahun 2012

Surat Tugas Tanggal Pelaksanaan PDJ


No Nama Pelaksana SPD/NIP Tujuan Keterangan
Nomor Tanggal Mulai Selesai
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1 Agus/060099754 ST-001/PA/2012 2 Nov 2012 4 Nov 2012 6 Nov 2012 Makasar Narasumber
2 Agus/060099754 ST-002/PA/2012 4 Nov 2012 10 Nov 2012 12 Nov 2012 Bogor Dibatalkan
3 Hamid/060091108 ST-003/PA/2012 3 Nov 2012 4 Nov 2012 6 Nov 2012 Bogor tgl 6 dibatalkan dan kembali tugas di kantor
4 Sari/0600981202 ST-004/PA/2012 15 Nov 2012 19 Nov 2012 21 Nov 2012 Bandung tgl penugasan diubah menjadi tgl 21-23
5
6 .....dst.

-- 45 --
LAMPIRAN III
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL
PERBENDAHARAAN NOMOR PER-22/PB/2013
TENTANG KETENTUAN LEBIH LANJUT PELAKSANAAN
PERJALANAN DINAS DALAM NEGERI BAGI PEJABAT
NEGARA, PEGAWAI NEGERI DAN PEGAWAI TIDAK
TETAP.

Kementerian Negara/Lembaga: Lembar Ke :


............................................... (1) Kode No :
Nomor :

SURAT PERJALANAN DINAS (SPD)


1 Pejabat Pembuat Komitmen ……………………………………………………………. .(2)
Nama/NIP Pegawai yang melaksanakan
2
perjalanan dinas ……………………………………………………………...(3)
3 a. Pangkat dan Golongan a. ……………………………………………………(4)
b. Jabatan/Instansi b. ……………………………………………………(5)
c. Tingkat Biaya Perjalanan Dinas c. ……………………………………………………(6)
4 Maksud Perjalanan Dinas …………………………………………………………….(7)
5 Alat angkutan yang dipergunakan ……………………………………………………………(8)
6 a. Tempat berangkat a. ……………………………………………………(9)
b. Tempat Tujuan b. …………………………………………………….(10)
7 a. Lamanya Perjalanan Dinas a. …………………………………………………….(11)
b. Tanggal berangkat b. …………………………………………………….(12)
c. Tanggal harus kembali/tiba di c. …………………………………………………….(13)
tempat baru *)
8 Pengikut : Nama Tanggal Lahir Keterangan
1.
2.
3. ........................................ (14) .............................. (15) ........................ (16)
4.
5.
9 Pembebanan Anggaran
a. Instansi a. …………………………………………………….(17)
b. Akun b. …………………………………………………….(18)
10 Keterangan lain-lain …………………………………………………….(19)

Dikeluarkan di : .......................... (20)


Tanggal ........................ ..(21)

Pejabat Pembuat Komitmen

(…………….…..…. (22) ………………….


NIP .......................................................

-1-
I. Berangkat dari : ..…………….…….. (23)
(Tempat Kedudukan)
Ke : ……………………. (24)
Pada Tanggal : ……………………. (25)
Kepala : ……………………. (26)

(………………...… (27) …….......................)


NIP ………………………………………… (28)
II. Tiba di : ……. (29) Berangkat dari : ……….…………….. (34)
Pada Tanggal : ……. (30) Ke : ……….…………….. (35)
Kepala : ……. (31) Pada Tanggal : ……….…………….. (36)
Kepala ……….…………….. (37)

(…………….…… (32) …..……..………) (……………………. (38) .…………………....)


NIP ………………………………..... (33) NIP ……………………………..……….... (39)
III. Tiba di : ……. (29) Berangkat dari : ……….…………….. (34)
Pada Tanggal : ……. (30) Ke : ……….…………….. (35)
Kepala : ……. (31) Pada Tanggal : ……….…………….. (36)
Kepala ……….…………….. (37)

(…………….…… (32) …..……..………) (……………………. (38) .…………………....)


NIP …………………………………..(33) NIP ……………………………..……….... (39)
IV. Tiba di : ……. (29) Berangkat dari : ……….…………….. (34)
Pada Tanggal : ……. (30) Ke : ……….…………….. (35)
Kepala : ……. (31) Pada Tanggal : ……….…………….. (36)
Kepala ……….…………….. (37)

(…………….…… (32) …..……..………) (……………………. (38) .…………………....)


NIP …………………………………..(33) NIP ……………………………..……….... (39)
V. Tiba di : ……. (29) Berangkat dari : ……….…………….. (34)
Pada Tanggal : ……. (30) Ke : ……….…………….. (35)
Kepala : ……. (31) Pada Tanggal : ……….…………….. (36)
Kepala ……….…………….. (37)

(…………….…… (32) …..……..………) (……………………. (38) .…………………....)


NIP …………………………………...(33) NIP ……………………………..……….... (39)
VI. Tiba di Telah diperiksa dengan keterangan bahwa perjalanan
: ……. (40)
(Tempat Kedudukan) tersebut atas perintahnya dan semata-mata untuk
Pada Tanggal : ……. (41) kepentingan jabatan dalam waktu yang sesingkat-
singkatnya.
Pejabat Pembuat Komitmen Pejabat Pembuat Komitmen

(………………… (42) ……..……………) (………………..…. (42) …………..………..)


NIP …………………………………..(43) NIP …………………………..…………. (43)
VII. Catatan Lain-Lain
VIII. PERHATIAN :
PPK yang menerbitkan SPD, pegawai yang melakukan perjalanan dinas, para pejabat yang mengesahkan tanggal
berangkat/tiba, serta bendahara pengeluaran bertanggung jawab berdasarkan peraturan-peraturan Keuangan
Negara apabila negara menderita rugi akibat kesalahan, kelalaian, dan kealpaannya.

-2-
PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERJALANAN DINAS (SPD)

Lembar I :
(1) Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga dari satuan kerja yang dibebani biaya perjalanan dinasnya.
(2) Diisi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) / jenis PPK kegiatan tertentu apabila dalam satuan kerja
terdapat lebih dari 1 (satu) PPK.
(3) Diisi nama / NIP pegawai yang melaksanakan perjalanan dinas (Pelaksana SPD).
(4) Diisi pangkat dan golongan Pelaksana SPD.
(5) Diisi jabatan / instansi Pelaksana SPD.
(6) Diisi tingkat biaya perjalanan dinas Pelaksana SPD.
(7) Diisi maksud dari dilaksanakannya perjalanan dinas.
(8) Diisi jenis alat angkutan/transpor yang digunakan.
(9) Diisi kota tempat kedudukan asal/keberangkatan Pelaksana SPD.
(10) Diisi kota tempat tujuan pelaksanaan perjalanan dinas.
(11) Diisi lama waktu dilaksanakannya perjalanan dinas dengan satuan hari atau jam.
(12) Diisi tanggal keberangkatan pelaksanaan perjalanan dinas.
(13) Diisi tanggal harus kembali ke tempat kedudukan semula atau tiba di tempat tujuan baru untuk
perjalanan dinas pindah.
(14) Diisi nama pengikut atau yang turut serta dengan pegawai yang melaksanakan perjalanan dinas, khusus
untuk perjalanan dinas pindah.
Untuk perjalanan dinas jabatan, isian ini dikosongkan.
(15) Diisi dengan tanggal lahir pengikut/yang turut serta dengan pegawai yang melaksanakan perjalanan
dinas, khusus untuk perjalanan dinas pindah.
Untuk perjalanan dinas jabatan, isian ini dikosongkan.
(16) Diisi hubungan pengikut dengan Pelaksana SPD, khusus untuk perjalanan dinas pindah.
Untuk perjalanan dinas jabatan, isian ini dikosongkan.
(17) Diisi nama satuan kerja yang dibebani biaya perjalanan dinas.
(18) Diisi kegiatan, output dan akun dalam DIPA yang dibebani.
(19) Diisi Nomor dan tanggal Surat Tugas Pelaksana SPD.
(20) Diisi tempat penandatanganan SPD.
(21) Diisi tanggal penandatanganan SPD.
(22) Diisi nama dan NIP PPK yang menandatangani SPD.

PETUNJUK PENGISIAN SURAT PERJALANAN DINAS (SPD)


KHUSUS DALAM RANGKA RAPAT, SEMINAR DANSEJENISNYA

Lembar I :
(1) Diisi nama Kementerian Negara/Lembaga dari satuan kerja yang dibebani biaya perjalanan dinasnya.
(2) Diisi “terlampir”.
(3) Diisi “terlampir”.
(4) Diisi “terlampir”.
(5) Diisi “terlampir”.
(6) Diisi “terlampir”.
(7) Diisi maksud dari dilaksanakannya perjalanan dinas.
(8) Diisi “terlampir”.
(9) Diisi “terlampir”.
(10) Diisi kota tempat tujuan pelaksanaan perjalanan dinas dalam rangka rapat, seminar, dan sejenisnya.
(11) Diisi “terlampir”.
(12) Diisi “terlampir”.
(13) Diisi “terlampir”.
(14) Tidak perlu diisi/dikosongkan.
(15) Tidak perlu diisi/dikosongkan.
-3-
(16) Tidak perlu diisi/dikosongkan.
(17) Diisi nama satuan kerja yang dibebani biaya perjalanan dinas dalam rangka rapat, seminar, dan
sejenisnya.
(18) Diisi kegiatan, output dan akun dalam DIPA yang dibebani.
(19) Diisi “terlampir”.
(20) Diisi tempat penandatanganan SPD.
(21) Diisi tanggal penandatanganan SPD.
(22) Diisi nama dan NIP PPK yang menandatangani SPD.

Lembar II :
I. Diisi dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Biaya Perjalanan Dinas dibebankan pada DIPA Pelaksana SPD
(23) Diisi kota tempat kedudukan asal/keberangkatan Pelaksana SPD.
(24) Diisi nama tempat tujuan perjalanan dinas Pelaksana SPD.
(25) Diisi tanggal keberangkatan perjalanan dinas.
(26) Diisi nama jabatan penandatangan SPD di tempat kedudukan asal/keberangkatan.
(27) Diisi tanda tangan dan nama Kepala Satuan Kerja atau Pejabat yang ditunjuk pada instansi Pelaksana
SPD atau Atasan Pelaksana SPD
(28) Diisi NIP Kepala Satuan Kerja atau Pejabat yang ditunjuk pada instansi Pelaksana SPD.

2. Biaya Perjalanan Dinas dibebankan pada DIPA Satuan Kerja Penyelenggara


(23) Tidak perlu diisi/dikosongkan.
(24) Tidak perlu diisi/dikosongkan.
(25) Tidak perlu diisi/dikosongkan.
(26) Tidak perlu diisi/dikosongkan.
(27) Tidak perlu diisi/dikosongkan.
(Tidak perlu ditandatangani oleh Kepala Satuan Kerja atau Pejabat yang ditunjuk pada instansi
Pelaksana SPD atau Atasan Pelaksana SPD).
(28) Tidak perlu diisi/dikosongkan.

II, III, IV, V Diisi sebagai berikut:


(29) Diisi nama tempat tujuan perjalanan dinas Pelaksana SPD.
(30) Diisi tanggal tiba di tempat tujuan perjalanan dinas.
(31) Diisi nama jabatan penandatangan SPD di tempat tujuan.
(32) Diisi tanda tangan dan nama penandatangan SPD di tempat tujuan.
(33) Diisi NIP penandatangan SPD di tempat kedudukan tujuan.
(34) Diisi nama tempat kedudukan untuk melanjutkan perjalanan dinas.
(35) Diisi nama tempat tujuan perjalanan dinas lanjutan.
(36) Diisi tanggal keberangkatan perjalanan dinas lanjutan.
(37) Diisi nama jabatan penandatangan SPD di lokasi tempat keberangkatan lanjutan.
(38) Diisi tanda tangan dan nama penandatangan SPD di tempat lanjutan keberangkatan.
(39) Diisi NIP penandatangan SPD di tempat kedudukan untuk melanjutkan perjalanan dinas.

VI. Diisi dengan ketentuan sebagai berikut:


1. Biaya Perjalanan Dinas dibebankan pada DIPA Pelaksana SPD
(40) Diisi nama tempat kedudukan semula Pelaksana SPD.
(41) Diisi tanggal tiba di tempat kedudukan semula Pelaksana SPD.
(42) Diisi tanda tangan dan nama Pejabat Pembuat Komitmen.
(43) Diisi NIP Pejabat Pembuat Komitmen.

-4-
2. Biaya Perjalanan Dinas dibebankan pada DIPA Satuan Kerja Penyelenggara
(40) Tidak perlu diisi/dikosongkan.
(41) Tidak perlu diisi/dikosongkan.
(42) Tidak perlu diisi/dikosongkan.
(43) Tidak perlu diisi/dikosongkan.

-5-
LAMPIRAN IV
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN
NOMOR PER- 22/PB/2013 TENTANG KETENTUAN
Lampiran SPD
LEBIH LANJUT PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS
Nomor……… Tanggal ………… (1) DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI
NEGERI DAN PEGAWAI TIDAK TETAP.

DAFTAR PESERTA KEGIATAN ………………………………… (2)


TANGGAL PENYELENGGARAAN …………...SD.……………. (3)
KOTA TEMPAT PENYELENGGARAAN……………………… (4)
SATUAN KERJA ………………………… (5)
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA……………………… . (6)

Surat Tugas Tanggal


Tingkat Alat
Tempat Tiba Lamanya
Nama Pelaksana Pangkat/ Biaya Angkutan Keberangkatan
No Jabatan Kedudukan Kembali Perjalanan Keterangan
SPD/NIP Golongan Perjalanan yang Nomor Tanggal Dari Tempat
Asal Kedudukan Dinas
Dinas digunakan Kedudukan Asal
Asal
(7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19)

……………………………………………… (20)
PPK SATUAN KERJA PENYELENGGARA

(21) (22)

NAMA/NIP

-3-
PETUNJUK PENGISIAN DAFTAR PESERTA
KEGIATAN RAPAT, SEMINAR, DAN SEJENISNYA (LAMPIRAN SPD)

(1) Diisi nomor dan tanggal Surat Perjalanan Dinas (SPD).


(2) Diisi nama/jenis kegiatan rapat, seminar dan sejenisnya.
(3) Diisi tanggal penyelenggaraan kegiatan rapat, seminar dan sejenisnya.
(4) Diisi nama kota tempat penyelenggaraan kegiatan rapat, seminar dan sejenisnya.
(5) Diisi nama satuan kerja penyelenggara kegiatan rapat, seminar dan sejenisnya.
(6) Diisi nama kementerian negara/lembaga satuan kerja penyelenggara kegiatan rapat,
seminar dan sejenisnya.
(7) Diisi nomor urut
(8) Diisi nama dan NIP Pelaksana SPD
(9) Diisi pangkat dan golongan Pelaksana SPD.
(10) Diisi jabatan Pelaksana SPD.
(11) Diisi kota tempat kedudukan asal/instansi/satuan kerja Pelaksana SPD.
(12) Diisi dengan tingkat biaya perjalanan dinas Pelaksana SPD
(13) Diisi alat angkutan yang diigunakan/sesuai dengan bukti riil.
(14) Diisi nomor Surat Tugas Pelaksana SPD.
(15) Diisi tanggal Surat Tugas Pelaksana SPD.
(16) Diisi tanggal keberangkatan dari kota tempat kedudukan asal/instansi/ satuan kerja
Pelaksana SPD.
(17) Diisi tanggal tiba kembali di tempat kedudukan asal/instansi/satuan kerja Pelaksana
SPD.
(18) Diisi lama waktu dilaksanakannya perjalanan dinas dengan satuan hari atau jam.
(19) Diisi keterangan lain bilamana diperlukan.
(20) Diisi kota/tempat kedudukan asal PPK Satuan Kerja penyelenggara, dan tanggal
pengesahan PPK.
(21) Diisi tanda tangan PPK Satuan Kerja penyelenggara kegiatan rapat, seminar dan
sejenisnya.
(22) Diisi nama dan NIP PPK Satuan Kerja penyelenggara kegiatan rapat, seminar dan
sejenisnya.

-- 3
2 --

-2 -
LAMPIRAN V
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN
NOMOR PER- 22/PB/2013 TENTANG KETENTUAN
LEBIH LANJUT PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS
DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI
NEGERI DAN PEGAWAI TIDAK TETAP.

KOP SURAT
KEMENTERIAN/LEMBAGA (SATUAN KERJA)………….(1)

SURAT PERNYATAAN
NOMOR ………… (2)

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : ............................................ (3)
Jabatan : …………………………………….. (4)
Satuan Kerja : ………………………………….…. (5)
Kementerian Negara/Lembaga :……………………………………… (6)
Unit Organisasi :……………………………………… (7)

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa fasilitas di kantor satuan kerja


………….(8)……….. tidak mencukupi untuk menyelenggarakan …………(9)……………,
sehingga …………(10)……………. dimaksud dilaksanakan di luar kantor.

Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan apabila


dikemudian hari ternyata surat pernyataan ini tidak benar, saya bertanggung jawab
penuh dan bersedia diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

..................................... , ............. 20XX


Yang membuat pernyataan, (11)

(nama)
NIP. .......................................(12)

- 3 -- 2 -
PETUNJUK PENGISIAN FORMAT
SURAT PERNYATAAN

(1) Diisi kop surat satuan kerja


(2) Diisi nomor surat pernyataan
(3) Diisi nama penanggung jawab kegiatan
(4) Diisi jabatan penanggung jawab kegiatan
(5) Diisi nama satuan kerja
(6) Diisi nama kementerian negara/lembaga
(7) Diisi nama Unit Organisasi atasan penanggung jawab kegiatan
(8) Diisi nama satuan kerja
(9) Diisi nama/jenis kegiatan rapat, seminar, dan sejenisnya
(10) Diisi nama/jenis kegiatan rapat, seminar, dan sejenisnya
(11) Diisi tempat, tanggal, bulan, dan tahun ditandatangani surat penyataan
(12) Diisi tanda tangan, nama, dan NIP penanggung jawab kegiatan

-- 4
2 --
LAMPIRAN VI
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN
NOMOR PER- 22/PB/2012 TENTANG KETENTUAN
LEBIH LANJUT PELAKSANAAN PERJALANAN DINAS
DALAM NEGERI BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI
NEGERI DAN PEGAWAI TIDAK TETAP.

CONTOH KASUS PERJALANAN DINAS

1. Contoh kasus sesuai pengaturan pada Pasal 2 ayat (4) huruf a, yaitu :
Dalam rangka menjaga terpenuhinya pelaksanaan prinsip-prinsip sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3), atasan Pelaksana SPD:
a. melakukan monitoring penerbitan Surat Tugas di lingkup wilayah kerjanya;
b. dapat membatasi pelaksanaan perjalanan dinas dalam Kota hanya sampai dengan
8 jam, kecuali pelaksanaan perjalanan dinas dimaksud memang sangat diperlukan
penyelesaiannya lebih dari 8 jam.
Contoh:
Dalam Surat Tugas disebutkan pelaksanaan tugas dalam Kota dimulai tanggal 1
sampai dengan tanggal 10, waktu perjalanan dinas jabatan adalah pukul 09.00 s.d
17.00 WIB (8 jam) setiap hari. Atas pelaksanaan tugas tersebut diberikan biaya
perjalanan dinas berupa transpor dalam Kota.

2. Contoh kasus sesuai pengaturan pada Pasal 6 ayat (8), yaitu :


Kegiatan rapat, seminar, dan sejenisnya yang diselenggarakan di luar kantor
sebagaimana dimaksud pada ayat (5), dapat dilaksanakan di dalam kota atau di luar
kota penyelenggara kegiatan.
Contoh : Kegiatan rapat, seminar, dan sejenisnya yang dilaksanakan di dalam kota
penyelenggara kegiatan.
a. Satker A merupakan satker Kantor Pusat yang berlokasi di kota Jakarta yang
mempunyai kantor vertikal di daerah. Satker A menyelenggarakan rapat koordinasi
dengan mengundang seluruh satker kantor vertikal. Kegiatan dimaksud
dilaksanakan di kota Jakarta selama 3 (tiga) hari menggunakan paket meeting
fullboard.
Semua biaya kegiatan meeting fullboard yang meliputi biaya transportasi, uang
harian dan paket meeting (termasuk biaya penginapan) ditanggung oleh panitia
penyelenggara.
Pertanggungjawaban semua biaya perjalanan dinas kegiatan meeting fullboard
tersebut menggunakan akun belanja perjalanan (akun 524), dengan rincian
sebagai berikut:
1) Biaya transportasi seluruh peserta, baik peserta dan panitia dari Jakarta
maupun peserta dari luar Jakarta menggunakan akun 524114.
2) Uang harian yang dibayarkan berupa uang saku paket meeting fullboard sesuai
standar biaya, baik peserta dan panitia dari Jakarta maupun peserta dari luar
Jakarta menggunakan akun 524114.
3) Paket meeting (termasuk biaya penginapan) dibayarkan menggunakan akun
524114.

b. Pada contoh kasus Satker A di atas, apabila dalam undangan dicantumkan bahwa
panitia penyelenggara hanya menanggung biaya meeting fullboard (termasuk biaya
penginapan) dan uang harian, sedangkan biaya transportasi ditanggung oleh
masing-masing satker peserta, maka rincian biaya perjalanan dinas dimaksud
sebagai berikut:
Satker Penyelenggara:
1) Uang harian yang dibayarkan berupa uang saku paket meeting fullboard sesuai
standar biaya, baik peserta dan panitia dari Jakarta maupun peserta dari luar
Jakarta menggunakan akun 524114.
2) Paket meeting (termasuk biaya penginapan) dibayarkan menggunakan akun
524114.
-5-
Masing-masing Satker Peserta:
1) dari Jakarta, biaya transportasi dibebankan pada DIPA Satker Peserta dan
dipertanggungjawabkan dengan menggunakan akun 524114,
2) dari luar Jakarta, biaya transportasi dibebankan pada DIPA Satker Peserta dan
dipertanggungjawabkan dengan menggunakan akun 524119.

Contoh : Kegiatan rapat, seminar, dan sejenisnya yang dilaksanakan di luar kota
penyelenggara kegiatan.
a. Satker Kantor Pusat suatu K/L di Jakarta menyelenggarakan kegiatan diseminasi
dengan mengundang seluruh kantor daerah/perwakilan setiap provinsi. Kegiatan
diseminasi dimaksud diselenggarakan di kota Semarang selama 3 (tiga) hari
dengan menggunakan paket meeting fullboard. Semua biaya kegiatan meeting
fullboard yang meliputi biaya transportasi, uang harian dan paket meeting
(termasuk biaya penginapan) ditanggung oleh panitia penyelenggara.
Pertanggungjawaban semua biaya perjalanan dinas kegiatan meeting fullboard
tersebut menggunakan akun belanja perjalanan (akun 524), dengan rincian
sebagai berikut:
1) Biaya transportasi seluruh peserta, baik peserta dari Semarang, panitia dari
Jakarta maupun peserta dari luar Semarang menggunakan akun 524119.
2) Uang harian yang dibayarkan berupa uang saku paket meeting fullboard sesuai
standar biaya, baik peserta dari Semarang, panitia dari Jakarta maupun
peserta dari luar Semarang menggunakan akun 524119.
3) Paket meeting (termasuk biaya penginapan) dibayarkan menggunakan akun
524119.
b. Pada contoh kasus Satker Kantor Pusat di atas, apabila dalam undangan
dicantumkan bahwa panitia penyelenggara hanya menanggung biaya meeting
fullboard (termasuk biaya penginapan) dan uang harian, sedangkan biaya
transportasi ditanggung oleh masing-masing satker peserta, maka rincian biaya
perjalanan dinas dimaksud sebagai berikut:
Satker Penyelenggara:
1) Uang harian yang dibayarkan berupa uang saku paket meeting fullboard sesuai
standar biaya, baik peserta dan panitia dari Jakarta maupun peserta dari
Semarang menggunakan akun 524119.
2) Paket meeting (termasuk biaya penginapan) dibayarkan menggunakan akun
524119.
Masing-masing Satker Peserta:
1) dari luar Semarang, biaya transportasi dibebankan pada DIPA Satker Peserta
dan dipertanggungjawabkan dengan menggunakan akun 524119.
2) dari Semarang, biaya transportasi dibebankan pada DIPA Satker Peserta dan
dipertanggungjawabkan dengan menggunakan akun 524114.

3. Contoh kasus sesuai pengaturan pada Pasal 10 ayat (4), yaitu :


Pembayaran uang harian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2) dan ayat (3)
mengacu pada jumlah hari yang tercantum dalam Surat Tugas.
Contoh:
Pelaksana SPD diundang untuk mengikuti rapat koordinasi selama 3 hari (tanggal 5, 6
dan 7) di Jakarta. Atasan Pelaksana SPD menerbitkan Surat Tugas selama 5 hari, dari
tanggal 4 sampai dengan tanggal 8 karena Pelaksana SPD dimaksud memerlukan
waktu 1 (satu) hari untuk tiba ke tempat tujuan dan 1 (satu) hari untuk kembali ke
tempat kedudukan semula. Dalam hal ini kepada Pelaksana SPD dimaksud
dibayarkan uang harian untuk tanggal 4 dan tanggal 8, yang dibebankan pada DIPA
satuan kerja penyelenggara. Selama rapat koordinasi (tanggal 5, 6, dan 7) diberikan
uang harian sebesar uang saku paket fullboard. Untuk itu agar tercapai efisiensi
belanja negara, penerbit Surat Tugas harus memperhitungkan apakah keberangkatan

- -2-
6-
1 (satu) hari sebelum dan/atau 1 (satu) hari sesudah pelaksanaan rapat koordinasi
tersebut dapat dipertanggungjawabkan.
Apabila dalam surat tugas disebutkan Pelaksana SPD dimaksud berangkat pada
tanggal 5 dan kembali pada tanggal 7, maka kepada Pelaksana SPD dimaksud tidak
dibayarkan uang harian untuk tanggal 5 dan tanggal 7, namun hanya dibayarkan
uang harian berupa uang saku paket fullboard (tanggal 5, 6, dan 7) sesuai diatur
Peraturan Menteri Keuangan mengenai Standar Biaya.

4. Contoh kasus sesuai pengaturan pada Pasal 10 ayat (5), yaitu :


Pertanggungjawaban uang harian sebagaimana dimaksud pada ayat (4) sesuai dengan
jumlah hari riil pelaksanaan perjalanan dinas jabatan.
Contoh
Dalam hal contoh sebagaimana dimaksud pada angka 3, ternyata Pelaksana SPD
dimaksud kembali ke tempat tugas (kantor) sebelum berakhirnya masa tugas, maka
Pelaksana SPD dimaksud harus mengembalikan uang harian. Sedangkan
penambahan uang harian dapat diberikan mengikuti ketentuan dalam Pasal 14 PMK
No.113/ PMK.05/2012.

5. Contoh kasus sesuai pengaturan pada Pasal 12 ayat (3), yaitu :


Penugasan yang dilaksanakan lebih dari satu tujuan pelaksanaan perjalanan dinas
jabatan dan merupakan satu kesatuan penugasan hanya diberikan sebesar 1 (satu)
kali biaya transpor dalam Kota.
Contoh:
Dalam satu surat tugas disebutkan bahwa Pelaksana SPD melaksanakan kegiatan
pembinaan kepada kantor di Kecamatan A, B, dan C yang masih dalam satu
Kabupaten/Kota. Kepada Pelaksana SPD tersebut hanya diberikan 1 (satu) kali biaya
transpor dalam Kota secara lumpsum sesuai standar biaya.

6. Contoh kasus sesuai pengaturan pada Pasal 12 ayat (5), yaitu :


Dalam hal biaya transpor dalam Kota lebih dari 8 jam melebihi biaya transpor dalam
Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepada Pelaksana SPD diberikan biaya
transpor sesuai bukti riil moda transportasi yang digunakan.
Contoh:
Pelaksana SPD melakukan perjalanan dinas dalam Kota lebih dari 8 jam
menggunakan moda transportasi pesawat udara sehingga biaya yang diperlukan lebih
dari biaya transpor dalam Kota sesuai standar biaya. Kepada Pelaksana SPD diberikan
biaya transpor sesuai bukti riil transportasi pesawat udara.

7. Contoh kasus sesuai pengaturan pada Pasal 13 ayat (2), yaitu :


Pelaksana SPD yang tidak menggunakan biaya penginapan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diberikan biaya penginapan sebesar 30% (tiga puluh persen) dari tarif
hotel di Kota Tempat Tujuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan
mengenai Standar Biaya, dengan ketentuan:
a. tidak terdapat hotel atau tempat menginap lainnya, sehingga Pelaksana SPD
menginap di tempat menginap yang tidak menyediakan kuitansi/bukti biaya
penginapan.
Contoh:
Petugas instansi A melakukan pengukuran tanah selama 3 hari di wilayah yang
masih dalam satu kabupaten. Dalam melakukan tugasnya, Petugas instansi A
tersebut memerlukan menginap. Pada wilayah pengukuran tersebut tidak tersedia
hotel atau tempat menginap lainnya, sehingga Petugas instansi A menginap di
rumah penduduk. Kepada Petugas instansi A diberikan biaya penginapan sebesar
30% secara lumpsum selama 2 malam.

-- 7
3 --
b. terdapat hotel atau tempat menginap lainnya, namun Pelaksana SPD tidak
menginap di hotel atau tempat menginap lainnya tersebut.
Contoh:
Seorang Pelaksana SPD suatu kementerian negara di Jakarta diperintahkan
melaksanakan tugas pembinaan, dan monitoring dan evaluasi ke satuan kerja
vertikalnya di Surabaya selama 3 hari. Dalam melaksanakan tugasnya, Pelaksana
SPD dimaksud tidak menginap di hotel atau tempat menginap lainnya, sehingga
Pelaksana SPD dimaksud tidak dapat menyerahkan kuitansi/bukti riil biaya
penginapan. Kepada Pelaksana SPD dimaksud diberikan biaya penginapan sebesar
30% secara lumpsum selama 2 malam.

8. Contoh kasus sesuai pengaturan pada Pasal 13 ayat (3), yaitu :


Biaya penginapan sebesar 30% (tiga puluh persen) sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) tidak diberikan untuk :
a. Perjalanan Dinas Jabatan dalam Kota lebih dari 8 (delapan) jam yang dilaksanakan
pergi dan pulang dalam hari yang sama.
b. Perjalanan Dinas Jabatan untuk mengikuti rapat, seminar, dan sejenisnya yang
dilaksanakan dengan paket meeting fullboard.
Contoh:
Pelaksana SPD sesuai penugasan melaksanakan perjalanan dinas dalam Kota dari
Jakarta Timur ke Jakarta Barat selama 20 hari. Selama melaksanakan perjalanan
dinas, Pelaksana SPD dimaksud tidak memerlukan penginapan (pulang ke rumah).
Atas pelaksanaan perjalanan dinas dimaksud kepada Pelaksana SPD tidak diberikan
biaya penginapan sebesar 30%.

-- 84 --
PERJALANAN DINAS

Pertanyaan:

Yth. Helpdesk, Salah satu pejabat di instansi kami akan melakukan perjalanan dinas luar negeri ke London
mulai tanggal 10 s/d 15 september 2012. Rute adalah Jakarta - Dubai - London - Dubai Jakarta. Ketika
kembali dari London menuju Dubai tgl 15 September, ybs ada urusan pribadi di Dubai selama 2 hari,
sehingga tiba di Jakarta tanggal 18 september. Uang harian hanya dibayar sampai tgl 15 September.
Bisakah tiketnya dibayarkan s/d tgl 18 september ? Terima kasih

Jawaban:

Biaya perjalanan dinas diberikan sesuai penugasan, dalam hal Pelaksana SPD tidak langsung kembali ke
kedudukan semula, diserahkan kepada kebijakan Atasan yang memberikan penugasan dan PPK.
Pelaksana SPD berangkat atas penugasan dan ada urusan pribadi tentunya atas sepengetahuan Atasan.

Pertanyaan:

Admin yang terhormat, Dalam PMK.113/2012 Lampiran 1 lembar ke-2 bahwa untuk penandatangan
berangkat adalah pejabat struktural tapi kembali/tiba adalah Pejabat Pembuat Komitmen, bagaimana
dengan kantor kami yang kantornya terdiri beberapa seksi pengelolaan wilayah dan PPKnya berada
terpisah dengan pelaksana dan PPKnya secara struktural bukan atasan langsungnya. apakah harus
laporan ke PPK atau cukup kepala Seksi saja mengetahui kembali/tiba-nya, terima kasih

Jawaban:

Walaupun PPK berada terpisah, SPD tetap harus disampaikan kepada PPK sebagai dasar pembebanan
biaya perjadin. SPD merupakan salah satu dokumen yang dilampirkan sebagai bukti pertanggungjawaban
perjadin

Pertanyaan:

mohon penjelasan, 1. Terkait transport lokal (dalam kota) dapat dibayarkan sepanjang tidak menggunakan
kendaraan dinas: apabila Pemegang (penanggung jawab) Kendaraan dinas, karena Kendaraan dinas nya
digunakan untuk tugas lain, melakukan dinas dalam kota tanpa menggunakan kendaraan dinas yang
merupakan tanggung jawabnya, apakah dapat dibayarkan uang transport dalam kota?? 2. terkait batas
kota sesuai PMK 113/2012, DKI jakarta disebut secara spesifik menjadi kesatuan wilayah sehingga tidak
termasuk definisi luarkota, kalau untuk perjalanan dari Kota Bandung ke kabupaten bandung, apakah
dikategorikan luar kota? ataukah masih kesatuan wilayah pula?? terima kasih
Jawaban:

1. Pada prinsipnya, transport lokal dalam Kota dapat dibayarkan sepanjang tidak menggunakan
kendaraan dinas.
2. Perjadin yang dilakukan dari Kota Bandung ke Kabupaten Bandung termasuk perjadin melewati
batas Kota .

Pertanyaan:

[Link] perbendaharaan..pembayaran uang harian 75% yg dilaksanakan atas perjadin dlm kota
itu,mohon diberitahukan dasarnya,karena kami tidak pernah mengetahui adanya aturan itu,baik dari PMK-
45/2007 dan perubahannya maupun di PMK-113/2012 yg baru [Link] kasih banyak

Jawaban:

Uang Harian dalam Kota lebih dari 8 jam diberikan sebesar 75% dari satuan biaya uang perjadin,
tercantum dalam Penjelasan mengenai satuan biaya uang transpor kegiatan dalam Kabupaten/Kota (PMK
36/PMK.02/2012 tentang Perubahan Standar Biaya TA 2012).

Pertanyaan:

Helpdesk Yth. Berdasarkan pasal 5, PMK 113/2012, bahwa apabila tidak menggunakan biaya
peenginapan pelaksana SPD dibayar 30% dari standar biaya. Bagaimana kalau pelaksana SPD
melakukan perjalanan diluar kota dan menginap disanak saudara, apakah berhakmenerima 30%?
terimakasih

Jawaban:

Biaya penginapan 30% dibayarkan secara lumpsum diberikan kepada Pelaksana SPD yang melakukan
perjadin dan tidak menggunakan hak menginap di hotel atau tempat menginap lainnya, antara lain
menginap di rumah orang tua atau sanak saudara

Pertanyaan:

Mohon maaf saya bertanya, saya minta aturan mengenai pemberian SPPD dan transport Lokal... yang
saya bingungkan mengenai jarak tempuh perjalanan dinas kurang dari 20KM, apakah jarak tempuh
tersebut harus dikasih SPPD atau hanya dikasih transport lokal saja??? terima kasih atas petunjuknya

Jawaban:
Pelaksanaan perjalanan dinas dalam negeri agar berpedoman pada PMK 113/PMK.05/2012, dapat
diunduh di [Link].

PMK dimaksud mengatur mengenai definisi dan jenis perjadin jabatan dan perjadin pindah, komponen
biaya, prosedur dan mekanisme pertanggungjawaban perjadin

Pertanyaan:

Apakah pembayaran biaya perjadin bisa dilakukan dengan LS sebelum perjadin dilakukan?

Jawaban:

Biaya perjadin jabatan bisa dibayarkan dengan mekanisme LS sebelum perjadin jabatan dilakukan

Pertanyaan:

Didalam RKAKL kami pada kegiatan fullboard dianggarkan uang harian fullboard panitia, ketika akan
dicairkan di KPPN, KPPN tdak mau mencairkan uang harian fullboard panitia karena dianggap bahwa
panitia telah mendapatkan honor panitia. Mohon penjelasan apakah panitia tetap boleh mendapatkan
uang haraian fullboard selain honor panitia.

Jawaban:

Prinsip pengganggaran berbasis kinerja bahwa honor untuk satu kegiatan tidak dapat dibayarkan dobel.
Bagi panitia hanya salah satu yang dibayarkan yaitu honor panitia kegiatan atau uang harian paket
fullboard.

Pertanyaan:

Mat pagi..... KPA kami melakukan perjalanan dinas ke Mahkamah Agung RI (Jakarta) sementara dalam
RKA-KL/DIPA kami bahwa perjalanan dinas untuk keluar kota hanya sampai tingkat banding... yang mau
ditanyakan apakah perjalanan dinas KPA kami terserbut dapat dibayarkan ?... trims

Jawaban:

Perjadin yang dilakukan KPA tersebut dapat dibayarkan sepanjang memenuhi salah satu prinsip perjadin
antara lain selektif bahwa perjadin hanya untuk kepentingan yang sangat tinggi dan prioritas yang
berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan.

Pertanyaan:

Kantor kami memiliki kegiatan ke lapangan diluar kabupaten/kota tepatnya ke desa-desa sekitar DAS
dengan menyertakan orang yg memahami medan dilapangan yaitu orang yang berasal dari desa tersebut
(A). Apakah orang tersebut (A) berhak mendapatkan perjalanan dinas meskipun bukan berasal dari
instansi kami?jika ya, berapa besar uang harian yang didapatkan?100% atau 75%?biaya transportasi ke
lokasi apa boleh dibawarkan jika orang tersebut berangkat dari desa dan lokasi masih dalam wilayah desa
yang sama meskipun jauh tempatnya.

Jawaban:

Kepada si A ditetapkan sebagai Pihak Lain yang melakukan perjadin atas perintah Pejabat Penerbit Surat
Tugas, dapat dibayarkan biaya transport dalam Kota karena masih dalam satu Desa.

Pertanyaan:

Yth. Helpdesk.... Mohon penjelasan mengenai uang saku dan transport paket fullday, dalam akun 521219
terdapat tiga detil yaitu : 1. Paket fullday meeting. 2. Uang saku peserta dan 3. Uang transport peserta.
Yang jd pertanyaan : 1. Apakah uang saku peserta dalam akun tersebut dikenakan pajak? 2. Apakah boleh
uang saku dan transport peserta di rubah akun menjadi 524119? 3. Apakah paket fulday meeting-nya
berupa konsumsi? Terimakasih sebelumnya....

Jawaban:

Sesuai PMK 113/PMK.05/2012, uang saku dan transport paket meeting menggunakan akun 524119.
Sesuai PMK 262/PMK.02/2010, karena uang saku menggunakan akun 524119, maka uang saku tidak
dikenakan pajak.

Komponen paket fullday mencakup minuman selamat datang, makan satu kali, rehat kopi dan kudapan
dua kali, dan ruang pertemuan (dengan prasarana meeting).

Pertanyaan:

1). Dalam lampiran II PMK 113/PMK.05/2012 tentang kuitansi Rincian Biaya perjalanan Dinas apakah
sama untuk peng SPJ an mengunakan mekanisme UP, TUP & LS? mohon penjelasan? 2).Dalam peng
SPJ an Rincian Biaya perjalanan Dinas untuk mekanisme LS, apakah bendahara pengeluaran boleh tidak
tanda tangan?kalau tidak boleh dasar hukumnya apa? 3).Dalam PMK 113/PMK.05/2012 jika ada kegatan
di luar kota misalnya paket meeting fullboard selama 2 hari, maka peserta boleh mendapatkan uang harian
2 hari ( 1 hr kedatanggan dan 1 hr kepulangan), dan uang saku luar kota 2 hari, yg saya pertanyakan di
dalam SBU 2012 belum mengatur besaran uang saku luar kota?apakah yang dimaksudkan pemberian
uang saku dalam PMK 113 ini besaranya sesuai SBU uang saku dalam kota?mohon penjelasan.
terimakasih. 4) Dalam PMK 113/PMK.05/2012 tentang perjalanan dinas Eselon I & II mendapatkan uang
representasi dan sewa kendaraan, yang menjadi pertanyaan saya, apakah uang representasi dan sewa
kendaraan boleh diberikan walaupun tidak di sebutkan dalam RKAKL?kl boleh dasar hukumya apa? dan
apakah harus di revisi dulu RKAKLnya baru diberikan uang representasi dan sewa kendaraan?mohon
penjelasan dasar [Link]

Jawaban:

1). Peng-SPJ-an untuk mekanisme UP/TUP, LS adalah sama. Namun untuk mekanisme LS terlebih
dahulu membuat perkiraan biaya perjadin. Setelah selesai, kemudian membuat rincian biaya riilnya.
2). Sesuai Lampiran II PMK 113/2012, baik mekanisme LS melalui Bendahara maupun langsung ke
rekening Pelaksana SPD, Bendahara Pengeluaran sebagai pejabat yang ditunjuk untuk membayarkan
biaya perjadin harus tanda tangan.

3). Kegiatan paket meeting fullboard di luar Kota, peserta diberikan:

1. Transpor pegawai;

2. Uang harian paket fullboard luar Kota selama kegiatan (2 hari) sesuai standar biaya. Dalam PMK
36/2012 tentang Perubahan Standar Biaya TA 2012, uang harian dimaksud adalah uang harian berupa
uang saku paket fullboard.

Sedangkan uang harian 1 hari kedatangan dan 1 hari kepulangan diberikan hanya bagi Pelaksana SPD
yang memerlukan waktu 1 hari untuk sampai ke tempat tujuan pelaksanaan kegiatan dan/atau 1 hari untuk
kembali ke tempat kedudukan semula. Uang harian dimaksud diberikan 1 (satu) hari sebelum dan/atau
sesudah jadwal pelaksanaan kegiatan, hal tersebut perlu penilaian dari PPK.

4). Sesuai PMK 113/2012 uang representasi dapat diberikan kepada Pejabat Negara, Es I dan II selama
melakukan perjadin, secara lumpsum merupakan batas tertinggi sesuai standar biaya. Sewa kendaraan
dapat diberikan kepada Pejabat negara secara at cost berpedoman pada standar biaya. Namun dalam
pelaksanaannya dapat diberikan mengacu pada prinsip perjadin yaitu ketersediaan anggaran dan
kesesuaian dengan pencapaian kinerja KL.

Pertanyaan:

Salam... Apakah dapat dipertanggungjawabkan apabila seorang pegawai melakukan perjalanan dinas,
misal di Surat Tugas 1-5 Oktober dari Samarinda- Jakarta, tetapi karena pegawai ybs melanjutkan cuti
selama 3 hari di Surabaya maka pulangnya tanggal 8 Okt dari Surabaya. Bagaimana perhitungan
perjalanan dinasnya? Apakah tiket/transport dapat di pertanggungjawabkan? Makasih.

Jawaban:

Dalam Pasal 34 PMK 113/2012, pertanggungjawaban biaya perjalanan dinas antara lain melampirkan
dokumen Surat Tugas (ST), dan SPD (SPD ditandatangani PPK dan pejabat di Tempat Tujuan).
Mengenai tiket/transport yang tidak sesuai dengan ST, hal tersebut perlu penilaian dari PPK

Pertanyaan:

Yth. Helpdesk Ditjen Perbendaharaan, Saya ingin menanyakan terkait dengan uang transpor dalam PMK
No. 113 tahun 2012. Jika ada undangan untuk mengikuti Sidang atau Rapat atau Seminar di dalam kota
dengan waktu pelaksanaan selama 4 hari serta perincian sesuai jadwal acara adalah hari pertama
pelaksaan lebih dari 8 jam dan hari kedua hingga keempat pelaksanaan sampai dengan 8 jam.
Pertanyaannya adalah: 1. Komponen biaya apa saja yang didapatkan oleh peserta? 2. Untuk uang
transpor, apakah diberikan secara harian (uang transpor per hari x 4 hari) atau perkegiatan (cuma uang
transpor 1 kali) sebab dalam PMK tersebut tidak dijelaskan detil mslh uang transpor sehingga akan
menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda. Demikian, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih

Jawaban:

Kegiatan sidang/rapat/seminar dan sejenisnya berpedoman pada Lampiran V PMK 113/2012.


1. Komponen biaya yang dibayarkan kepada peserta adalah uang saku paket meeting halfday/fullday dan
uang transpor pegawai.

2. Uang transpor kegiatan dalam Kota dibayarkan per kegiatan dan sesuai PMK No.36/PMK.02/2012
transpor kegiatan dalam Kota tersebut dalam satuan OK (Orang Kegiatan).

Pertanyaan:

dalam suatu kegiatan Bimtek yg dilaksanakan di luar domisili satker penyelenggara dan diikuti oleh peserta
dari berbagai daerah (biaya sepenuhnya ditanggung oleh satker penyelenggara),
apakah diperbolehkan/sah bilamana kolom keberangkatan/tiba pada lembar sppd peserta (halaman
belakang) ditandatangani oleh dan dibubuhkan stempel Panitia Penyelenggara, bukan ditandatangani oleh
pejabat dan distempel Dinas/Kanwil/instansi vertikal setempat dimana kegiatan tsb diselenggarakan. tks
atas informasinya.

Jawaban:

Untuk perjadin yang biayanya dibebankan pada DIPA Satker Penyelenggara, tidak perlu ditandatangani
oleh Kepala Satker atau Pejabat yang ditunjuk atau Atasan Pelaksana SPD.

Pertanyaan:

Apakah bisa biaya perjadin dibayarkan LS sebelum perjadin dilaksanakan????

Jawaban:

Biaya perjadin jabatan bisa dibayarkan dengan mekanisme LS sebelum perjadin jabatan dilakukan.

Pertanyaan:

Mohon petunjuknya. Untuk undangan penyelenggaraan rapat dihotel tanpa menginap, pada jadual
undangan menyebutkan mendapat makan dan snack. Apakah biaya perjalanan dinas mendapat uang
harian dan transport atau hanya uang saku dan transport saja ?! Terimakasih

Jawaban:
Perjadin dalam rangka rapat di hotel tanpa menginap (paket meeting halfday/fullday) diberikan biaya:
1. transpor pegawai

2. uang saku (paket halfday/fullday) sesuai standar biaya selama kegiatan rapat
Sedangkan uang harian diberikan hanya bagi Pelaksana SPD yang memerlukan waktu 1 (satu) hari untuk
sampai ke tempat tujuan pelaksanaan kegiatan dan/atau 1 (satu) hari untuk kembali ke tempat kedudukan
semula. Uang harian dimaksud diberikan 1 (satu) hari sebelum dan/atau sesudah jadwal pelaksanaan
kegiatan, hal tersebut perlu penilaian dari PPK.

Pertanyaan:

Ass. Wr. Wb. 1. Dalam PMK 113, SPD ditandatangani oleh PPK, bagaimana bila PPK dan KPA sedang
tidak ada di kantor? apakah artinya SPD tidak dapat diterbitkan? atau KPA harus menerbitkan surat
penunjukan Plh. PPK? 2. Penandatangan yang menerangkan bahwa pegawai yang melakukan perjalanan
dinas telah kembali ke tempat kedudukan apakah harus PPK sebagaimana diatur dalam PMK 113?
kenapa bukan pejabat struktural yang lain sebagaimana halnya ketika pegawai tersebut berangkat dari
tempat kedudukan? terima kasih

Jawaban:

SPD fungsinya adalah untuk pembebanan sehingga dapat dilakukan setelah PPK kembali ke kantor atau
KPA dapat menunjuk PPK sementara.

Penandatangan yang menerangkan bahwa pegawai yang melakukan perjalanan dinas telah kembali ke
tempat kedudukan tidak harus PPK dan dapat dilakukan oleh pejabat struktural.

Pertanyaan:

Mau menanyakan perihal pemberian uang harian berkaitan dengan perjalanan dinas dalam rangka
pelantikan hakim yang dimutasi...oleh karena jauh dari Bantul ke Brebes, apakah PTT (driver) apakah bisa
diberikan uang harian? Terimakasih

Jawaban:

Kepada driver tidak dapat dibayarkan

Pertanyaan:

Yth Help desk..mohon penjelasan mengenai dokumen yang harus di lengkapi untuk kegiatan perjadin
dalam kota yang di bayarkan uang harian 75% ? apakah format SPPD nya menggunakan format yang
sama dengan sppd luar kota dalam kegiatan tersebut bolehkah di berikan fasilitas penginapan, karena
kegiatannya harus dilaksanakan full sampai malam
Jawaban:

Dokumen dan format SPD sama antara dalam Kota sampai dengan 8 jam, lebih dari 8 jam atau luar Kota.
Lamanya waktu pelaksanaan perjadin dinyatakan dalam Surat Tugas oleh Atasan Pelaksana SPD.
Pemberian fasilitas penginapan berdasarkan penilaian oleh PPK.

Pertanyaan:

jika dilakukan sosialisasi di luar daerah dan pesertanya dari umum, apakah untuk narasumbernya boleh
dibayarkan honor dan perjalanan dinasnya ? (dari sumber dipa yang sama)

Jawaban:

Narasumber dapat dibayarkan honor narasumber, dan biaya perjalanan dinas (transpor pegawai, biaya
penginapan) secara at cost.

Pertanyaan:

kantor regional bkn terletak di banjar baru, sedangkan KPPN berada di banjarmasin. perjalanan di tempuh
dalam waktu kurang lebih 1,5 jam. apakah untuk kegiatan rutin seperti pengajuan SPM ke KPPN
banjarmasin di perbolehkan mendapat transport lokal? Terima kasih sebelumnya

Jawaban:

Sesuai PMK 113/2012, biaya transpor kegiatan dalam Kota (transpor lokal) dibayarkan sepanjang tidak
menggunakan kendaraan dinas, disertai dg surat tugas, dan tidak bersifat rutin.
Pengajuan SPM ke KPPN yang bersifat rutin tidak dapat diberikan transport local

Pertanyaan:

Apakah biaya penyelenggaraan diklat dapat diberikan uang panjarnya bersamaan dengan pemberian
panjar uang harian perjadin untuk mengikuti diklat? Terima Kasih

Jawaban:

Bisa.

Pertanyaan:

saya ingin menanyakan, untuk PNS yang melakukan tugas luar yang hanya mendapatkan transport lokal
apakah tetap diberikan uang makan atau tidak? kemudian apakah untuk PNS yg melakukan tugas luar
dengan menggunakan mobil atau sepeda motor dinas tetap mendapatkan uang tranport lokal?

Jawaban:
Sesuai PMK 113/2012, biaya transpor kegiatan dalam Kota dibayarkan sepanjang tidak menggunakan
kendaraan dinas (motor/sepeda motor).

Sesuai PMK 110/2010, tentang tata cara pembayaran uang makan bahwa uang makan tidak dapat
dibayarkan antara lain kepada PNS yang melakukan perjalanan dinas

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum [Link]. saya mo konsultasi: Apakah keg. Perjadin di dalam kota yang kurang dari 8 jam
hanya mendapat uang transport saja yang besarannya sesuai bukti pengeluaran?

Jawaban:

Sesuai PMK 113/2012, Perjadin dalam Kota sampai dengan 8 jam diberikan transpor kegiatan dalam Kota
secara lumpsum sesuai standar biaya

Pertanyaan:

RINCIAN BIAYA PERJALANAN DINAS JABATAN UNTUK MENGIKUTI KEGIATAN RAPAT, SEMINAR,
DAN SEJENISNYA YANG DILAKSANAKAN DI LUAR KANTOR PENYELENGGARA (HOTEL/TEMPAT
LAIN) PADA KOLOM UANG HARIAN1) UNTUK YANG MELEWATI BATAS KOTA UNTUK PESERTA DAN
PANITIA BERHAK MENDAPATKAN KOMPONEN BIAYA PERJADIN DIANTARANYA UANG SAKU
PAKET FLLBOARD, UANG TRANSPOR PEGAWAI, BIAYA PENGINAPAN, DAN UANG HARIAN.
KANTOR KAMI BERDOMISILI DI JAKARTA DAN AKAN MELAKSANAKAN KEGIATAN FULLBOARD
MEETING SELAMA 5 HARI DI JAWA BARAT, APAKAH KAMI SEBAGAI PENYELENGGARA KEGIATAN
DAPAT MEMBERIKAN UANG HARIAN 1 HARI PADA SAAT KEBERANGKATAN DAN 1 HARI PADA
SAAT KEPULANGAN KEPADA PESERTA DAN PANITIA DIMANA HAMPIR 80% BERASAL DARI LUAR
JAWA BARAT SELAIN MENDAPATKAN UANG SAKU FULLBOARD SESUAI DENGAN PAKET
FULLBOARD DAN TRANSPORT. MENGINGAT SELAMA PERJALANAN KE TEMPAT TUJUAN DAN
KEMBALI KE TEMPAT ASAL PESERTA DAN PANITIA HARUS MENGELUARKAN UANG
OPERASIONAL SELAMA PERJALANAN.. APABILA TIDAK APAKAH TIDAK ADA DISPENSASI
MENGINGAT INSTANSI KAMI BELUM MENDAPATKAN REMUNERASI SEPERTI KEMENTERIAN
KEUANGAN SEHINGGA PESERTA DAN PANITIA TIDAK HANYA MENDAPATKAN UANG SAKU PAKET
FULLBOARD DAN TRANSPOR. TERIMAKASIH

Jawaban:

Uang harian 1 (satu) hari pada saat kedatangan dan 1 (satu) hari pada saat kepulangan diberikan bagi
Pelaksana SPD yang memerlukan waktu 1 (satu) hari untuk sampai ke tempat tujuan pelaksanaan
kegiatan dan/atau 1 (satu) hari untuk kembali ke tempat kedudukan semula. Uang harian dimaksud
diberikan 1 (satu) hari sebelum dan/atau sesudah jadwal pelaksanaan kegiatan. Perlu penilaian dari PPK.
Sedangkan selama kegiatan diberikan uang saku paket meeting.

Pertanyaan:
yth, helpdesk saya mau bertanya. apabila ada diklat dalam kota dari jam 07.30 s.d. 17.00. termasuk
perjalanan dinas jabatan dalam kota lebih dari 8 jam atau kurang dari 8 jam? masih banyak persepsi ttg hal
tersebut. karena ada yg menganggap bahwa 8 jam adalah waktu yg ditempuh saat perjalanan pulang
pergi. ada yang menganggap 8 jam adalah waktu PP ditambah lamanya kegiatan yang dilaksanakan. mhn
konfirmasinya. dan apa yang dibayarkan atas kegiatan tersebut. terima kasih

Jawaban:

Sesuai PMK 113/2012, perjalanan dinas jabatan adalah perjalanan dinas melewati batas Kota dan/atau
dalam Kota dari tempat kedudukan ke tempat yang dituju, melaksanakan tugas, dan kembali ke tempat
kedudukan semula di dalam negeri

Perjadin sampai dengan 8 jam artinya berangkat tugas dari kantor, melaksanakan kegiatan/tugas, dan
kembali lagi ke kantor memerlukan waktu 8 jam.

Perjadin sampai dg 8 jam dalam rangka diklat dibayarkan uang harian (sebesar uang saku rapat paket
meeting), dan biaya transpor pegawai.

Pertanyaan:

Yth. saya mau menanyakan mengenai biaya penginapan dlm Perjadin. apakah dibayarkan sebesar
pegeluaran (at cost) dan boleh melebihi nilai yg ada di SBU.? di PMK 84 biaya penginapan termasuk
dalam nilai estimasi tetapi di PMK 36 kurang jelas. jadi apakah boleh melewati harga yg tercantum dalam
SBU. Misal di SBU 450.000 dalam realisasi dan pertanggungjawabannya kita menginap dihotel seharga
500.000.

Jawaban:

Sesuai PMK 113/2012, biaya penginapan dibayarkan sesuai biaya riil (at cost), namun tidak boleh
melampaui besaran biaya penginapan dalam standar biaya.
Pada PMK 36/2012, biaya penginapan masuk ke dalam Lampiran I (batas tertinggi).

Pertanyaan:

Yth Tim Help Desk 1. Kami sering mendapat undangan pembinaan ke luar kota, dalam undangan
disebutkan hanya 1 pegawai yang didanai oleh pengundang (fullboard meeting). Sementara pegawai yg
ditugaskan lebih dari 1 pegawai. Apakah pegawai yang menggunakan anggaran DIPA sendiri
menggunakan akun 524 atau 521? artinya yang didapat uang saku atau uang harian? bagaimana bentuk
pertanggungjawabanya. 2. staf kami mendapat tugas menjadi pengantar SPM ke KPPN. ybs mendapat
uang transport lokal saja. apakah termasuk kategori perjadin, sementara ybs hanya sekian jam saja ke
KPPN kemudian kembali ke kantor untuk melanjutkan tugas hariannya. Apakah ybs tidak berhak atas uang
makan? [Link] suatu kegiatan dilakukan bersama2, apakah harus menggunakan paket fullboard.
sementara orangnya hanya 6. bila begitu, apakah pihak hotel bersedia melayani fullboard untuk 6 orang
saja? 4. rapat dalam kantor mensyaratkan ada pihak di luar eselon 1. apakah undangan tersebut berhak
atas transport lokalnya? Apakah undangan tersebut bisa mendapatkan honor narasumber? 5. Apakah 1
orang berhak atas transport lokal berkali-kali pada hari yang sama dan tujuan/pun tempat yang berbeda,
karena memang kenyataannya seperti [Link] ada surat tugasnya. [Link] tidak bisa diatur dengan tegas
bahwa eselon yang memiliki sopir tidak berhak atas transport lokal? [Link] akan melakukan dinas secara
bersama-sama di upt kami yang di luar kota selama 3 hari. Apabila kegiatan tersebut diarahkan dalam
bentuk paket fullboard. bagaimana pertanggungjawabannya, sementara upt tsb hanya mengenakan tarif
sesuai PNBP. terimakasih atas penjelasannya semoga kami bisa menjadi bagian dari Good governance

Jawaban:

1. Sesuai PMK No.113/PMK.05/2012, biaya perjadin jabatan antara lain untuk mengikuti rapat, seminar,
dan sejenisnya (paket meeting halfday/fullday/fullboard) baik beban DIPA satker penyelenggara maupun
DIPA satker yang diundang, maka biaya perjadin (berupa biaya transpor, uang harian berupa uang saku
paket meeting) menggunakan akun 524, kecuali untuk paket meeting berupa biaya akomodasi yang
bersifat kontraktual (akun 521)

Kepada peserta berhak atas uang harian berupa saku paket fullboard luar kota sesuai standar biaya yang
diberikan selama kegiatan.

Pertanggungjawaban dengan melampirkan Surat Tugas, SPD, bukti-bukti pengeluaran riil, dan Daftar
Pengeluaran Riil.

2. Kepada petugas pengantar SPM dimaksud tidak dapat dibayarkan uang transport lokal, namun yang
bersangkutan dapat dibayarkan uang makan karena tugasnya tidak termasuk kriteria perjalanan dinas.
Apabila kegiatan mengantar SPM tersebut merupakan kegiatan rutin, maka tidak dapat dibayarkan uang
transport lokal karena dalam PMK No.36/2012 dan PMK 113/2012 disebutkan bahwa transpor lokal dalam
Kota dapat dibayarkan sepanjang tidak menggunakan kendaraan dinas, disertai dengan surat tugas, dan
tidak bersifat rutin.

3. Kegiatan yang dilakukan bersama-sama di hotel harus menggunakan paket meeting, silakan
berkoordinasi dengan pihak hotel.

4. Sesuai Lampiran V PMK 113/2012, kepada peserta undangan rapat dibayarkan: 1) uang transpor
pegawai, dan 2) uang saku rapat atau honor narasumber (hanya salah satu yang dibayarkan).

5. Uang transport lokal dibayarkan sesuai jumlah penugasan pelaksanaan perjalanan dinas jabatan dalam
satu hari. Apabila pada hari yang sama ditugaskan ke tempat yang berbeda-beda, namun kinerjanya sama
atau masih dalam satu penugasan maka diberikan satu kali biaya transpor lokal.

6. PMK 113/2012 tidak mengatur detail sebagaimana Saudara maksud. Agar pengaturan dimaksud
dipertegas dalam SOP pelaksanaan dan pertanggungjawaban perjalanan dinas pada masing-masing K/L
atau unit eselon I.
7. Pertanggungjawaban perjadin (paket meeting/fullboard)dengan melampirkan dokumen antara lain surat
tugas, SPD (khusus fullboard dapat dibuat secara kolektif disertai daftar peserta yang telah disahkan oleh
PPK), bukti-bukti pengeluaran riil, dan daftar pengeluaran riil. Tarif mengacu pada PMK 84/2012 dan PMK
36/2012 untuk tahun anggaran 2012.

Pertanyaan:

Yth. Hepldesk .. Mohon penjelasan mengenai kasus di bawah ini : 1. Jika kami melakukan perjalanan dinas
ke suatu daerah dalam provinsi, selain transport dari tempat berangkat ke lokasi tujuan, apakah juga
diperkenankan menggunakan transport dari rumah ke terminal bus? kalau boleh, besaran maksimal
biayanya berapa? atau apakah sudah termasuk dalam biaya transport ke lokasi tujuan? 2. Jika kami
diundang oleh salah satu lembaga untuk menjadi narasumber atau supervisor dalam suatu kegiatan di
Kab. berbeda, kemudian panitia menanggung akomodasi dan konsumsi, selain Honor dan Uang Saku,
apakah diperbolehkan juga mendapatkan transport lokal yang dibayarkan secara lumpsum? kalau boleh
besaran maksimalnya berapa? Mohon penjelesannya, terima kasih

Jawaban:

1. Dalam PMK 113/PMK.05/2012 disebutkan bahwa biaya transpor meliputi perjalanan dinas dari Tempat
Kedudukan (kantor) ke Tempat Tujuan keberangkatan dan kepulangan, termasuk biaya ke terminal bus/
stasiun/ bandara/ pelabuhan beserta retribusinya. Biaya transpor dibayarkan secara riil (at cost). Sehingga
dalam hal ini tidak diperkenankan menggunakan perhitungan biaya transpor dari rumah ke terminal bus.

2. Akomodasi dan konsumsi ditanggung panitia, maka biaya perjadin melewati batas kota/kab (kota/kab
yang berbeda) selain honorarium, kepada narasumber/ supervisor dimaksud diberikan biaya transpor
(sesuai biaya riil/at cost).

Namun apabila perjadin tersebut masih dalam satu kota/kab yang sama, maka selain diberikan honor
narasumber, kepada narasumber/ supervisor dimaksud diberikan biaya transpor dalam kota secara
lumpsum sesuai standar biaya (PMK 36/PMK.02/2012 maksimal sebesar Rp110.000,-).

Salam untuk perjalanan dinas dalam kota dalam rangka inventarisasi BMN dimana karena masalah
transportasi sehingga waktu perjalanan dinas selama 1 minggu (menunggu jadwal kapal) apakah
menggunakan akun 524111 ataukah 524113? terima kasih

Sesuai dengan PMK Nomor 113/PMK.05/2011 tentang Perjalanan Dinas Dalam Negeri Bagi Pejabat
Negara, Pegawai Negeri, Dan Pegawai Tidak Tetap, pengertian Kota adalah Kota/Kabupaten pembagian
wilayah administratif di Indonesia di bawah Provinsi sehingga masih dalam batas wilayah kota/kabupaten
yang sama, dan memperhatikan surat Direktur jenderal Perbendaharaan Nomor S-4599/PB/2013 Tanggal
3 Juli 2013 maka perjalanan dinas tersebut menggunakan akun 524113 (Belanja Perjalanan Dinas Dalam
Kota).
setelah terbitnya akun 524113 dan 241114 akun 521119 dan akun 521219 digunakan untuk apa saja,
mohon contoh

Sesuai surat Menteri Keuangan Nomor S-2056/MK.05/2013 yang ditindaklanjuti dengan surat Nomor S-
4599/PB/2013 tentang Penjelasana Lebih Lanjut Penggunaan Akun Perjalanan Dinas Berdasarkan Surat
Menteri Keuangan Nomor S-2056/MK.05/2013 disebutkan bahwa biaya paket meeting dalam kota dan
transpor lokal tidak dibebankan lagi dalam akun 521119 atau 521219 tetapi dibebankan ke dalam akun
524114. Sedangkan akun 524113 digunakan untuk Pengeluaran untuk perjalanan dinas yang dilaksanakan
di dalam kota sesuai dengan peraturan menteri keuangan yang mengatur mengenai perjalanan dinas
dalam negeri bagi pejabat negara, pegawai negeri dan pegawai tidak tetap.

Pertanggungjawaban transport lokal

Pertanyaan :

saya ingin menanyakan apa yang menjadi dasar pencairan uang transport lokal?berapa jarak tempuh atau
waktu yang bisa diberikan transport lokal tersebut?dan apakah setelah diberi transport lokal masih bisa di
berikan uang makan??terima kasih sebelumnya.

Jawaban :

Sesuai PMK No.113/PMK.05/2012, biaya transpor kegiatan dalam kota (transpor lokal) diberikan untuk
perjalanan dinas jabatan yang dilaksanakan di dalam kota sampai dengan 8 jam, dan tidak dapat
dibayarkan uang makannya. Karena sesuai PMK 110/PMK.05/2010 bahwa uang makan tidak dapat
dibayarkan antara lain kepada PNS yang sedang melaksanakan perjalanan dinas.

Yth helpdesk Dalam melakukan rapat di luar kantor (fullboard) di Jakarta dengan mengundang peserta dari
provinsi lain, biaya fullboard ditanggung panitia yg berlokasi kantor di jakarta. Pertanyaannya apakah
fullboard peserta luar provinsi dibebankan ke 524114 atau ke 521219

Biaya paket meeting sepanjang dilakukan di kota yang sama dengan lokasi satker bersangkutan, walaupun
mengundang peserta dari kota lain maka tetap menggunakan kode akun 524114 (Belanja Perjalanan
Dinas Paket Meeting Dalam Kota).

Maaf mau tanya, untuk akun 524114 (perjadin paket meeting dalam kota) :1. Meeting/pertemuan dalam
kota, untuk peserta diberikan uang harian atau hanya bantuan transport?2. Pemberian bantuan transport
peserta apakah harus menggunakan surat tugas dan SPD dari masing2 peserta? ataukah hanya cukup
kwitansi pembayaran bantuan transport saja?3. Apakah bantuan transport peserta tersebut dikenakan
pajak? kalo iya berapa besaran pajaknya?4. Apakah anggaran paket meeting bisa digunakan untuk atk,
konsumsi, spanduk selain sewa tempat?Terima kasih banyak atas jawabannya.

Sesuai dengan PMK Nomor 113/PMK.05/2012 maka peserta kegiatan paket meeting diberikan uang saku
dan uang transpor.
Pembayaran uang transpor harus disertai dengan surat tugas dari intansi pegawai yang melaksanakan
perjalanan dinas.

Aturan terkait perpajakan untuk lebih jelasnya ditanyakan ke KPP setempat saja tetapi sepanjang yang
kami tahu, komponen perjalanan dinas tidak dikenakan pajak.

Apakah bisa dicairkan uang saku untuk pelatihan yang dilakukan di laboratorium kantor sendiri yg
dilaksanakan selama 10 hari termasuk sabtu dan minggu dan dilakukan melebihi jam kerja pada hari kerja
selesai praktikum selesai sekitar jam 16.30 sampai jam 18.00, pelatihan dilakukan untuk meningkatkan
kompetensi dalam melaksanakan tupoksi. terimakasih

Uang saku (paket meeting) tidak dapat diberikan kepada peserta pelatihan yang dilakukan di dalam kantor
sendiri, karena tidak memenuhi definisi perjalanan dinas. Sebagai kompensasi atas penugasan di luar jam
kerja dan di luar hari kerja, dapat diberikan uang lembur.

Apakah pengelola anggaran (KPA/PPK/PPSP/Bendahara Pengeluaran) yang melaksanakan tugas


supervisi kegiatan survey yang lamanya kurang dari 8 jam dan diberikan transport lokal, bisa
menandatangani dokumen-dokumen keuangan pada hari itu juga? Misalnya kegiatan supervisi itu dari jam
08:00 s/d 12:00, apakah hari itu yang bersangkutan masih boleh menandatangani dokumen-dokumen
keuangan? Bagaimana dengan uang makan, apakah bisa dibayarkan atau tidak? Mohon penjelasannya.
Terima kasih.

Pengelola anggaran (KPA/PPK/PPSPM/Bendahara Pengeluaran) dimaksud masih dapat menandatangani


dokumen-dokumen keuangan. Sesuai PMK No.110/PMK/2010 tentang Pemberian dan Tata Cara
Pembayaran Uang Makan bagi PNS diatur bahwa uang makan tidak dapat diberikan antara lain kepada
PNS yang sedang melakukan perjalanan dinas (termasuk perjadin yang dilakuka di dalam kota sampai
dengan 8 jam).

Kami yang terdiri dari 5 (lima) orang PNS di Instansi Kami mengikuti Diklat Pusbindiklattren Bappenas di
luar daerah selama 14 (empat belas) hari. Biaya Akomodasi dan Konsumsi ditanggung oleh oleh DIPA
Bappenas, Sedangkan daerah dibebankan biaya Transport dan Uang Saku. Berapa hari seharusnya kami
mendapat uang saku?? karena menurut salah satu sumber, paling lama kami hanya dapat diberikan tidak
lebih dari 7 (tujuh) hari untuk biaya uang saku. Mohon penjelasannya, seharusnya sesuai dengan
perundang undangan yang berlaku bagaimana?? Terima Kasih.

PMK no. 113/PMK.05/2012 mengatur mengenai pemberian biaya perjadin sumber dana APBN
menyatakan bahwa uang harian berupa uang saku untuk kegiatan diklat (paket meeting) diberikan secara
lumpsum dengan besaran maksimal sesuai standar biaya, dan berdasarkan jumlah hari riil pelaksanaan
kegiatan diklat.

selamat sore, mohon arahan, apabila melakukan perjadin yang hanya mendapat uang saku dan transport
lokal, apakah boleh pertanggungjawabannya hanya berupa rekap peserta dan tanda tangan peserta tanpa
kwitansi satu persatu dari peserta, mohon arahan, trimaksih.

Iya bisa, sesuai PMK No. 190/PMK.05/2012 tentangTata Cara Pembayaran dalam Rangka Pelaksanaan
APBN dalam Pasal 40 ayat (3) disebutkan bahwa pembayaran tagihan melalui/ kepada Bendahara
Pengeluaran (termasuk biaya perjadin) dilaksanakan berdasarkan bukti-bukti yang sah antara lain daftar
penerima pembayaran (rekap data pelaksana perjadin yang minimal memuat identitas dan tanda tangan
peserta).

Selamat siang, mohon arahan, apabila melakukan perjalanan dinas bersama2 dalam satu kegiatan, di
dalam kota atau perjadin yang hanya di kenakan transport lokal dan uang
saku,apakah pertanggungjawabanya di bolehkan hanya tanda tangan di rekap saja secara bersama sama,
dan tidak menggunakan kwitansi perorang atau persatuan? mohon arahan, terimakasih.

Iya bisa, karena sesuai PMK No. 190/PMK.05/2012 tentangTata Cara Pembayaran dalam Rangka
Pelaksanaan APBN dalam Pasal 40 ayat (3) disebutkan bahwa pembayaran tagihan melalui/ kepada
Bendahara Pengeluaran (termasuk biaya perjadin) dilaksanakan berdasarkan bukti-bukti yang sah antara
lain daftar penerima pembayaran (rekap data pelaksana perjadin yang minimal memuat identitas dan tanda
tangan peserta).

sesuai surat Menteri Keuangan NO.S-2056/MK.5/2013 bahwasanya, Akun untuk perjalanan transport
dalam kota adalah 524113, dalam DIPA kami terdapat akun 524119 ( belanja perjalanan lainnya),
pertanyaannya : 1. apakah akun tersebut bisa kami pergunakan untuk belanja transport Operator SAI
rekonsiliasi Ke KPPN setempat atau harus di revisi ke akun 524113, sebagai catatan Lokasi KPPN kami
adalah dalam kota. 2. Apkah akun 524119 tersebut bisa digunakan untuk belanja transport ke luar kota,
misalnya ke kanwil kami di Medan. 3. Apakah transport ke luar kota dokumen pertanggung jawabannya
seperti perjalanan Dinas dalam negeri. atas perhatian dan jawaban kami ucapkan terima kasih..

Sesuai dengan surat Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor S-4599/PB/2013 tanggal 3 Juli 2013 maka
bantuan transpor lokal untuk kegiatan yang dilaksanakan di dalam kota dapat dibebankan ke dalam akun
524113.

Akun 524119 dapat digunakan untuk perjalan dinas ke luar kota sepanjang kegiatan tersebut
diselenggarakan secara paket meeting. Namun apabila perjalan dinas tersebut dilaksanakan secara
individu dengan melibatkan beberapa pegawai maka pengeluarannya dibebankan ke dalam akun 524111.

[Link] Mohon dapat dibantu jawab, staf instansi di Jakarta Pusat mendapatkan tugas ke Jakarta
Selatan yang memerlukan (waktu perjalanan dan kegiatannya) dari Jakarta Pusat ke Jakarta Selatan dan
kembali ke Jakarta Pusat lebih dari 8 jam. 1. Apakah diperbolehkan masuk kategori Perjalanan Dinas
Dalam Kota Lebih Dari 8 Jam? Sehingga mendapatkan Uang Harian 75 % dan Bantuan Transport 110.000
2. Apakah yang dimaksud dengan "Perjalanan Dinas Jabatan dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi
yang melekat pada jabatan" ? Mohon dapat diberikan contohnya Terima Kasih

1. Penugasan yang dilakukan di luar kantor, mulai dari tempat kedudukan ke tempat yang dituju,
melaksanakan tugas dan kembali ke tempat kedudukan semula memerlukan waktu lebih dari 8 jam
sebagaimana yang Saudara sampaikan merupakan perjalanan dinas jabatan dalam kota lebih dari 8 jam.
Atas pelaksanaan perjadin tersebut dapat dibayarkan biaya perjadin meliputi biaya transportasi dalam kota
sesuai standar biaya (rp110.000,-) atau secara at cost sesuai bukti pengeluaran yang sah, dan uang harian
sebesar 75%. Apabila tidak diperlukan menginap, maka tidak dapat diberikan biaya penginapan dan tidak
berhak biaya penginapan sebesar 30% dari tarif hotel di tempat tujuan. 2. Maksudnya adalah untuk
menjalankan tusinya, seorang pegawai/pejabat ditugaskan melakukan perjadin. Misalnya, tusi salah satu
kantor pusat suatu instansi adalah melakukan pembinaan kepada satker vertikalnya di daerah (bagi yang
mempunyai kantor vertikal di daerah), maka dalam melakukan pembinaaan tersebut perlu dilakukan secara
on the spot yaitu berkunjung langsung ke kantor daerah.

Yth, Tim Help Desk. Mohon informasi dan penjelasannya: 1. Satker kami mau mengadakan kegiatan,
dikarenakan pembatasan kegiatan di hotel, kami bermaksud mengadakan disalah satu kantor kami di
Jakarta Selatan (Satket kami di pusat di Jakarta Pusat). Kegiatan dilaksanakan 2 hari dan tiap harinya 8
jam. Pertanyaanya, dikarenakan bukan paket meeting dihotel, apakah bisa kepada peserta dan panitia
diberikan uang saku dan transport? atau bisakah diberikan uang harian? 2. Dari jawaban pertanyaan 1,
biaya dibebankan ke akun mana? apakah 521219 atau 524119? 3. Satker kami pernah diundang pada
kegiatan yang dilaksanakan di kantor kami di Jakarta Selatan tersebut, kegiatan dilaksanakan dari jam 9
pagi hingga jam 10 malam. Apakah peserta dapat diberikan uang harian, uang saku, atau uang saku rapat
dalam kantor? Mohon bantuan penjelasan dan arahannya. Terima kasih

1. Sesuai PMK 113/PMK.05/2012 pada Lampiran II huruf Romawi III, disebutkan bahwa kegiatan perjadin
dalam kota sampai dengan 8 jam (yang dilaksanakan tanpa menggunakan paket meeting), hanya diberikan
biaya perjadin berupa biaya transportasi kegiatan dalam kota sesuai standar biaya dan tidak diberikan
uang harian. 2. Sesuai surat Menteri Keuangan No. 2056/MK.5/2013, biaya perjadin berupa biaya
transportasi dalam kota dibebankan pada akun 524113 (akun baru). 3. Kepada peserta yang diundang
diberikan biaya transportasi kegiatan dalam kota sebagaimana penjelasan pada angka 1 di atas,
sedangkan bagi peserta pengundang/panitia tidak dapat diberikan biaya perjadin karena dilakukan di
dalam kantor pengundang. Uang saku rapat di dalam kantor tidak dapat diberikan kepada satker yang
diundang maupun kepada satker pengundang/[Link] saku rapat dalam kantor di luar jam kerja
diberikan berdasarkan ketentuan dalam PMK 37/PMK.02/ 2012 yaitu melibatkan eselon 1 lainnya, dan
dilaksanakan minimal 4 jam di luar jam kerja. Salah satu solusinya, peserta yang diundang diberikan biaya
transportasi kegiatan dalam kota, sedangkan peserta pengundang dapat diberikan uang lembur.

Helpdesk Yth. Satker kami mengadakan pelatihan/rapat, dimana pesertanya itu berasal dari dalam kota,
luar kota dan luar provinsi yang keseluruhan pesertanya itu berasal dari luar satker/kementerian kami,
dimana biaya transportasi peserta (PP) ditanggung oleh panitia (MAK 524119) tanpa uang harian (peserta
ditanggung akomodasi dan konsumsi oleh panitia), sebagai pertanggungjawaban thdap biaya perjalanan
peserta trsbt, surat/dokumen/bukti apa saja yang wajib diminta oleh panitia kepada tiap peserta? Makasih

Dalam Perdirjen Perbendaharaan No. PER-22/PB/2013 tentang ketentuan lebih lanjut pelaksanaan
perjadin dalam negeri diatur antara lain mengenai kegiatan perjadin dalam rangka rapat, seminar, dan
sejenisnya yang dilaksanakan menggunakan paket meeting dan biaya penyelenggaraan ditanggung oleh
panitia, maka sebagai bukti pertanggungjawaban dari masing-masing peserta cukup berupa Surat Tugas.
Sedangkan SPD dan daftar peserta kegiatan/daftar penerima pembayaran dapat dibuat secara kolektif
oleh panitia penyelenggara.

Mengenai aturan fullboard dan tidak. misal pegawai diberi tugas utk mengikuti seminar/pelatihan dengan
biaya pendaftaran 2 juta selama 3 hari di luar kota, dengan fasilitas makan siang saja dan snack. transport
dan penginapan diganti (riil) tanpa transport lokal dan makan pagi dan malam. apakah uang harian yang
diberikan sesuai aturan fullboard (uang saku saja) atau tidak (uang makan, uang saku dan uang transport
lokal)? pejalanan ke tampat tujuan menggunakan KA dengan waktu tempuh (kira2 8,5jam/17 jam PP)
apakah perjadinnya ditambah waktu perjalanan atau tidak? terima kasih
Penambahan waktu perjadin diberikan dengan pertimbangan jadwal pelaksanaan kegiatan, waktu yang
diperlukan untuk menempuh perjalanan, dan transportasi yang digunakan. Berdasarkan pertimbangan
tersebut, penerbit surat tugas dapat menambahkan waktu perjadin 1 hari sebelum dan/atau 1 hari setelah
pelaksanaan kegiatan bilamana diperlukan. Pada prinsipnya, biaya perjadin diberikan sebagai kompensasi
atas penugasan yang diberikan kepada Pelaksana SPD (bukan untuk menambah penghasilan), dalam hal
perjadin yang dilakukan menggunakan paket meeting (fullboard) dengan biaya transportasi dan
penginapan dibayarkan riil, ditanggung makan serta tidak perlu transport lokal karena kegiatan dilakukan di
hotel, maka kepada peserta hanya diberikan uang saku sesuai standar biaya.

Selamat Pagi Tim Help Desk. "Terima kasih atas penjelasan ttng perbedaan dan peruntukan belanja akun
524119 dan akun 524113. Yang menjadi persoalan bagi kami sekarang adalah perbedaan dan peruntukan
belanja akun 524111 dengan akun 524112. Sedianya kami mempunyai belanja akun 524111 yang dalam
rkakl diperuntukan untuk perjalanan ke provinsi. Tapi pada pelaksanaannya kami juga sering
menggunakan belanja akun tsb untuk perjalanan tetap ke ibu kota kabupaten (daerah kami adalah daerah
kepulauan). Yang jadi pertanyaan : 1. Apakah terhadap tindakan tsb kami harus merevisi sebagian
anggaran dari akun 524111 ke akun 524112 ? 1. Apakah pembayaran uang harian perjadin dari akun
524111 ataupun akun 524112 dikenakan pajak/pph 21? Tanks atas Penjelasannya

Perbedaan akun 524111 dan 524112 adalah tujuan dari kegiatan perjalanan dinas dimaksud. Akun 524111
digunakan untuk pengeluaran perjalanan dinas bagi PNS/pegawai tidak tetap yang secara umum
melakanakan tupoksi, sedangkan 524112 digunakan untuk pengeluaran perjalanan dinas yang
berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.

Sesuai dengan PMK Nomor 113/PMK.05/2011 tentang Perjalanan Dinas Dalam Negeri Bagi Pejabat
Negara, Pegawai Negeri, Dan Pegawai Tidak Tetap, pengertian Kota adalah Kota/Kabupaten pembagian
wilayah administratif di Indonesia di bawah Provinsi sehingga masih dalam batas wilayah kota/kabupaten
yang sama, dan memperhatikan surat Direktur jenderal Perbendaharaan Nomor S-4599/PB/2013 Tanggal
3 Juli 2013 maka perjalanan dinas tersebut menggunakan akun 524113 (Belanja Perjalanan Dinas Dalam
Kota).

Aturan perpajakn mohon ditanyakan kepada KPP setempat, namun demikian sepengetahuan kami
komponen perjalan dinas tidak termasuk yang dikenakan pajak.

Assalamu'alaikum, Mohon dijelaskan : 1. Apakah syaratya jika akan menempatkan uang saku di akun
521219 bukan di akun 524114. 2. Apakah jika melaksanakan diklat di gedung milik sendiri termasuk kriteria
paket meeting ? Jika bukan paket meeting apakah penempatan akun biayanya seperti kegiatan biasa (non
diklat). Terimakasih

1. Sesuai PMK No.113/PMK.05/2012, pemberian uang saku merupakan bagian dari uang harian yang
merupakan komponen biaya perjadin, sehingga akun yang digunakan adalah akun perjadin (akun 524).
Surat Menteri Keuangan No. 2056/MK.5/2013 tentang langkah-langkah dalam meningkatkan akuntabilitas
dan transparansi perjalanan dinas, mengatur bahwa akun 521219 yang digunakan untuk pembebanan
biaya perjadin harus direvisi menjadi akun 524113 atau 524114. Dengan demikian biaya perjadin tidak
menggunakan akun 521219 lagi. 2. Diklat yang dilaksanakan di gedung sendiri (menggunakan paket
meeting atau tidak) tidak termasuk perjadin, agar menggunakan akun 5211xx atau 5212xx.
Terima kasih atas penjelasan ttng perbedaan dan peruntukan belanja akun 524119 dan akun 524113.
Yang menjadi persoalan bagi kami sekarang adalah perbedaan dan peruntukan belanja akun 524111
dengan akun 524112. Sedianya kami mempunyai belanja akun 524111 yang dalam rkakl diperuntukan
untuk perjalanan ke provinsi. Tapi pada pelaksanaannya kami juga sering menggunakan belanja akun tsb
untuk perjalanan tetap ke ibu kota kabupaten (daerah kami adalah daerah kepulauan). Yang jadi
pertanyaan, apakah terhadap tindakan tsb kami harus merevisi sebagian anggaran dari akun 524111 ke
akun 524112 ? trima kasih atas penjelasannya.

Perbedaan akun 524111 dan 524112 adalah tujuan dari kegiatan perjalanan dinas dimaksud. Akun 524111
digunakan untuk pengeluaran perjalanan dinas bagi PNS/pegawai tidak tetap yang secara umum
melakanakan tupoksi, sedangkan 524112 digunakan untuk pengeluaran perjalanan dinas yang
berhubungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.

Sesuai dengan PMK Nomor 113/PMK.05/2011 tentang Perjalanan Dinas Dalam Negeri Bagi Pejabat
Negara, Pegawai Negeri, Dan Pegawai Tidak Tetap, pengertian Kota adalah Kota/Kabupaten pembagian
wilayah administratif di Indonesia di bawah Provinsi sehingga masih dalam batas wilayah kota/kabupaten
yang sama, dan memperhatikan surat Direktur jenderal Perbendaharaan Nomor S-4599/PB/2013 Tanggal
3 Juli 2013 maka perjalanan dinas tersebut menggunakan akun 524113 (Belanja Perjalanan Dinas Dalam
Kota).

Yang terhormat, Admin. Apakah bisa misalnya A bertugas di kota Padang, sedang izin ke kota Medan,
ternyata mendapat perintah untuk melakukan perjalanan dinas menuju jakarta, apakah bisa A langsung
berangkat dari kota Medan menuju Jakarta, bagaimana dengan surat tugas dan SPD yang bersangkutan?
Terima kasih

Perjalanan dinas jabatan adalah perjalanan dinas melewati batas kota dan/atau dalam kota dari tempat
kedudukan (kantor/lokasi satker), melaksanakan tugas, dan kembali ke tempat kedudukan semula atas
perintah pejabat penerbit surat tugas. Dalam hal si A tidak berangkat dari tempat kedudukan (kantor/lokasi
satker), hal tersebut merupakan kewenangan pejabat penerbit surat tugas dengan mempertimbangkan
efisiensi dan efektivitas pelaksanaan perjadin, termasuk kemungkinan kelengkapan surat tugas dan SPD
yang perlu dibawa, dan biaya perjadin.

Saya ingin menanyakan, jika pelaksanaan suatu Bimtek atau seminar yang diadakan di tempat yang sama
dengan tempat dimana kita menginap, apakah dapat dibayarkan transpor lokal? sementara jadwal
acaranya sampai sore..apakah kita dapat membayarkan?atau yang kita bayarkan hanya transpor pulang
dan pergi saja. Tks

Uang harian digunakan untuk uang saku, uang makan dan transport lokal. Perjadin yang diselenggarakan
dengan menggunakan paket meeting (fullboard) yang disediakan penginapan dan makannya, tidak dapat
dibayarkan transport lokalnya karena kegiatan dilakukan di hotel sehingga tidak perlu transport lokal untuk
mobile. Dengan demikian kepada peserta hanya diberikan uang saku paket meeting secara lumpsum
sesuai standar biaya, dan biaya transportasi pergi-pulang ke tempat tujuan dan kembali ke tempat
kedudukan yang dibayarkan secara riil.
Kami mengadakan kegiatan fullday yang diselenggarakan di luar kantor. Tempat kami melaksanakan
kegiatan berada diluar kabupaten tempat instansi kami berada. Apakah menggunakan MAK
524113,524114 atau 524119?

Kegiatan paket meeting di luar kantor yang dilaksanakan di luar kota/kabupaten penyelenggara maka
dibebankan ke dalam akun 524119 (Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota).

Apakah pelaksanaan SPD yg tidak menggunakan penginapan (dlm hal ini Ybs. menginap di rumah
saudara) bukti pembayarannya diperhitungkan di daftar pengeluaran riil?Atau hanya bila Ybs. menginap di
penginapan tetapi tdk memperoleh bukti menginap (voucher) yang perhitungannya diperhitungkan di daftar
pengeluaran riil?

Pelaksana SPD yang tidak menggunakan penginapan (karena menginap di rumah saudara) dapat
diberikan biaya penginapan sebesar 30% dari tarif hotel di tempat tujuan tanpa melampirkan kuitansi/bukti
pembayaran hotel, termasuk dalam hal ybs menggunakan hotel/penginapan namun tidak dapat atau tidak
memperoleh kuitansi/bukti pembayaran hotel/ penginapan. Besaran biaya penginapan 30% dimaksud
dicantumkan dalam daftar pengeluaran riil.

terkait surat menkeu S-2056 ttg perubahan akun, utk uang saku rapat didalam kantor diletakan di 52114
apa benar? terima kasih.

Sesuai dengan surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor S-4599/PB/2013 Tanggal 3 Juli 2013
tentang Penjelasana Lebih Lanjut Penggunaan Akun Perjalanan Dinas Berdasarkan Surat Menteri
Keuangan Nomor S-2056/MK.05/2013, uang saku rapat di dalam kantor dibebankan ke dalam akun
524114 (Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota).

Dalam PMK 113/PMK.02/2012 uang harian 75% dapat diberikan jika : - Perjalanan Dinas dalam kota
melebihi 8 Jam pergi pulang. Pertanyaannya : a. Jika didalam satu kota contoh dari Jakarta Timur ke
Jakarta Selatan apakah memenuhi kriteria 8 jam ? karena dalam satu slide penjelasan permasalahan
Perjadin dari DJB untuk kegiatan audit dpt diberikan apakah untuk kegiatan audit saja dan apakah kondisi
jalan jg masuk dlm hitungan 8 jam. b. Biaya transportasi untuk kegiatan rapat dan kegiatan lainnya yang
sejenisnya, pengertian sejenis itu yang seperti apa ? apakah (survei, workshop, sosialisasi, seminar)
Terima Kasih atas jawaban yang diberikan Salam,

"a. Penugasan dalam kota (dari Jakarta Timur ke Jakarta Selatan) lebih dari 8 jam merupakan
kewenangan pejabat penerbit surat tugas dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas
pelaksanaan kagiatan, serta waktu yang ditempuh untuk tiba di tempat tujuan dan kembali ke tempat
kedudukan semula. b. Kegiatan rapat, seminar, dan sejenisnya meliputi: kegiatan sosialisasi/ bimbingan
teknis/ diseminasi/ workshop/ Focus Group Discussion (FGD)/ pertemuan/ rapat koordinasi/ rapat pimpinan
di dalam atau di luar kantor penyelenggara kegiatan, dan
rapat di dalam kantor di luar jam kerja.
"

salam..jika perjalanan dinas dalam kabupaten menggunakan transportasi laut lama perjalanan dari kantor
sampai tempat tujuan 4 jam perjalanan (PP) dengan transportasi yang terbatas (mulai ada transport jam
8.30 sedangkan kegiatan monitoring mulai jam 7 pagi) dengan menginap 1 malam..yang mau saya
tanyakan : 1. apakah transport diganti at cost atau sesuai perjalanan dinas dalam kota berdasar pmk?
[Link] uang hariannya full atau 75%? [Link] biaya penginapan dibayar atau tidak? terima kasih

1. Untuk perjadin yang dilakukan di dalam kota sampai dengan 8 jam, diberikan biaya transpor secara
lumpsum sesuai standar biaya. 2 dan 3. Karena mengalami kesulitan transportasi, atas penugasan
dimaksud dapat diberikan waktu tambahan 1 hari sebelum pelaksanaan yang dicantumkan dalam surat
tugas dan dikarenakan memerlukan menginap maka dapat diberikan uang harian full dan biaya
penginapan. Uang harian 75% diberikan untuk perjadin yang dilakukan di dalam kota lebih dari 8 jam dan
tidak memerlukan menginap.

Menindaklanjuti jawaban dari rekan perbendaharaan mengenai SPJ dari kegiatan Fullboard dimana
pengeluaran s/d 50 juta cukup kwitansi saja...lalu bagaimana bila kegiatan Fullboard di LS kan ke
KPPN,mau tidak mau KPPN meminta diuraian SPM disebutkan mulai dari Nomor SPK PPK,Berita Acara
Serah Terima...sedangkan rekan Perbendaharaan mengatakan cukup kwitansi saja tidak usah membuat
dokumen2 penawaran harga [Link] penjelasan..tks

Mulai TA 2013, tata cara pembayaran atas beban APBN dilaksanakan dengan berpedoman pada PMK
no.190/PMK.05/2013. Sesuai PMK dimaksud, format dan petunjuk pengisian SPM LS agar berpedoman
pada Lampiran XIII (angka 29), uraian pada belanja cukup mencantumkan uraian jenis belanja saja yaitu
"Pembayaran belanja .....(pegawai/barang/modal/ lain-lain) sesuai SK/ST/SPD No...tgl...." untuk yang LS
ke Bendahara/Pegawai. Isian silakan dipilih jenis belanja yang sesuai peruntukannya.

Yang terhormat Help Desk Kantor kami sedang melaksanakan kegiatan Diklat selama 5 hari yang peserta
nya dari instansi dan dilaksanakan di dalam kantor, dari jam 08.00 - 21.00. Pelaksanaan diklatnya
sebagian dilaksanakan pada waktu jam kerja (08.00 - 16.00) dan sebagian lagi diluar jam kerja (16.00
lewat). Mohon penjelasan mengenai hal berikut: 1. Apakah panitia yang terlibat berhak mendapat uang
saku? kalau berhak, besarannya berapa? Kalau tidak berhak, komponen biaya apa saja yng didapat oleh
Panitia? 2. Apakah panitia berhak mendapat uang transport? 3. Kalau panitia tidak berhak mendapat uang
transport, apakah panitia dapat tetap menanda tangani daftar hadir yang tentunya akan mendapat uang
makan? 4. Apakah peserta dapat diberikan Uang Harian pas 1 hari di awal (saat datang) dan 1 hari di akhir
(saat pulang), dan 3 harinya di berikan uang saku? mohon penjelasannya, terima kasih

Diklat yang dilaksanakan di dalam kantor dan masih dalam jam kerja (08.00-16.00) tidak termasuk
perjadin, sehingga baik peserta dan panitia dari internal satker tidak dapat diberikan biaya perjadin (uang
saku dan biaya transportasi). Diklat yang dilaksanakan di dalam kantor di luar jam kerja (16.00 lewat)
dimaksu juga tidak dapat dibayarkan biaya perjadin (uang saku rapat dan biaya transportasi). Karena
pemberian uang saku rapat di dalam kantor di luar jam kerja agar mengikuti ketentuan dalam standar biaya
(PMK 37/PMK.02/2012) yaitu antara lain dilaksanakan minimal 4 jam dan melibatkan eselon I lainnya.
Karena diklat dimaksud tidak termasuk dalam rangka perjadin, maka panitia dan peserta masih dapat
diberikan uang makan. Uang harian 1 hari sebelum dan 1 hari setelah kegiatan tidak dapat diberikan
kepada peserta/panitia yang tidak mengalami kesulitan transportasi.

Apakah perbedaan antara Transport Lokal dan Transport Dalam kota? Perjalanan Dinas yang dilakukan di
Provinsi DKI jakarta Selain uang harian 75% apakah masih bisa diberi tambahan lagi berupa uang
transport lokal/Transpot dalam kota dan berapa besarannya?
Transport lokal adalah biaya transportasi yang diberikan kepada Pelaksana SPD untuk melakukan tugas di
dalam kota (untuk mobile) di kota tempat tujuan perjalanan dinas, termasuk dalam jenis perjadin luar kota.
Sedangkan biaya transport kegiatan dalam kota adalah biaya transportasi yang diberikan kepada
Pelaksana SPD yang melaksanakan tugas di dalam kota, termasuk dalam jenis perjadin di dalam kota.

Di DIPA satker kami ada akun 524119 belanja perjalanan lainnya, salah satunya berupa perjadin kegiatan
pengamanan hutan di wilayah kabupaten. yang jadi masalah yaitu kegiatan ini sifatnya mobile dengan
menyusuri sungai dengan perahu dan/atau jalan angkutan dengan mobil menyusur jauh ke pedalaman
sehingga menginap di lapangan dengan ikut tidur di rumah penduduk (tentunya membayar). yang ingin
kami tanyakan apakah biaya penginapan dibayarkan sebesar tarif hotel di kabupaten setempat ataukah
dibayar sebesar 30% nya saja?. Admin mohon agar dijawab secepatnya. Terima kasih.

PMK113/PMK.05/2012 tentang perjalanan dinas dalam negeri dalam Pasal 8 ayat (5) menyatakan bahwa
biaya penginapan sebesar 30% diberikan kepada Pelaksana SPD yang melakukan perjalanan dinas dan
memerlukan menginap, namun tidak terdapat hotel atau tempat menginap lainnya. Dalam hal ini,
Pelaksana SPD tersebut dapat menginap di rumah penduduk. Pemberian biaya penginapan sebesar 30%
dimaksud dapat dipergunakan sebagai kompensasi kepada penduduk setempat yang rumahnya dipakai
sebagai tempat menginap. Biaya penginapan sebesar 30% dari tarif hotel/tempat menginap lainnya di
kabupaten setempat diberikan secara lumpsum tanpa melampirkan bukti pengeluaran rill yang sah.

Yth. Bapak/Ibu, Kami ingin menanyakan apakah pagu paket meeting fullday di luar kota dapat melebihi
Standar Biaya? Hal ini kami tanyakan karena kami mempunyai kegiatan pengadaan jasa lainnya yang
didalamnya terdapat kegiatan paket meeting yang harus dilaksanakan pada waktu dan tempat yang sama
dengan pelaksanaan kegiatan Internasional di Bali. Harga penawaran dari hotel kira-kira 2x lipat dari harga
SBU. Kami mohon penjelasannya. Terima kasih.

Pagu paket meeting dalam PMK No. 37/ PMK.02/ 2012 tentang SBU) merupakan Lampiran II (estimasi),
yang dalam pelaksanaannya dapat melampaui pagu dalam. Namun hal tersebut menjadi tanggung jawab
KPA/PPK dengan memperhatikan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kegiatan yang menjadi tanggung
jawabnya dan ketersediaan anggaran dalam DIPA.

Yth. Mohon dijelaskan cara menghitung banyaknya hari dalam perjalanan dinas . Contoh Kami
mengadakan perjalanan dinas dari ke Kediri ke Jakarta , berangkat tgl 15 Mei pukul 18.00 dengan kereta
Api tiba di jakarta tanggal 16 Mei Pukul 07.00 , sore harinya tgl 16 Mei pukul 18.00 Pulang kembali ke
kediri dengan kereta api dan tiba tgl 17 mei pukul 07.00. pertanyaan kami berapa jumlah hari kami
mengadakan perjalanan dinas ? terima kasih

Jumlah hari perjalanan dinas dimaksud adalah 3 hari (tanggal 15 sd. 17 Mei).

Aturan mana yang digunakan untuk perjalanan dinas luar kota dalam rangka Penyusunan PMPRB dimana
kegiatan tsb kita memakai akomodasi diklat tidak bayar hanya makan nya kita bayar. Dan Uang Harian
mana yang dipergunakan, apakah bisa 75 % dari Satuan UH provinsi ? atau ada ketentuan lain? terima
kasih.

Perjalanan dinas dalam rangka rapat/pertemuan menggunakan paket meeting yang diatur dalam PMK
No.113/PMK.05/2012 dilaksanakan dengan semua biaya penyelenggaraan ditanggung oleh panitia
penyelenggara, maka kepada peserta hanya diberikan uang saku paket meeting sesuai standar biaya.
Dalam hal perjadin yang dilaksanakan di luar kota dan tidak ditanggung makannya (hanya akomodasinya
yang ditanggung), maka kepada pelaksana SPD dimaksud dapat diberikan uang harian perjadin (full).

Mohon penjelasan mengenai biaya perjalanan dinas yang diberikan kepada PNS yang diberi tugas
melaksanakan pendidikan dan pelatihan, baik lokasi diklat di dalam kota maupun lokasi diklat yang
pelaksanaannya melewati batas kota : 1. Komponen biaya apa saja yang harus diberikan kepada peserta
diklat dan besaran indeks 2. Perhitungan hari diklat : a. Apakah hari diklat sebagai dasar perhitungan biaya
dihitung berdasarkan hari efektif pembelajaran saja? mengingat ada diklat yang dilaksanakan di luar kota
lebih dari 1 minggu, tetapi hari sabtu dan minggu tidak ada proses pembelajaran b. Registrasi dilaksanakan
1 hari sebelum diklat dimulai, apakah hal ini sudah masuk dalam perhitungan hari diklat? Terima kasih atas
penjelasan yang akan diberikan

1. Perjalanan dinas dalam rangka diklat menggunakan paket meeting yang diatur dalam PMK
No.113/PMK.05/2012 dilaksanakan dengan semua biaya penyelenggaraan ditanggung oleh panitia
penyelenggara, maka kepada peserta hanya diberikan uang saku paket meeting sesuai standar biaya. 2.
Penentuan jumlah hari diklat merupakan kewenangan PPK, dengan mempertimbangkan efisiensi dan
efektivitas pelaksanaan kegiatan diklat. Uang saku diberikan berdasarkan jumlah hari rill pelaksanaan
diklat, termasuk dalam hal 1 hari sebelum pelaksanaan diklat yang diperlukan untuk registrasi.

Pertanyaan mengenai Perjalanan Dina Dalam melakukan perjalanan dinas menggunakan pesawat (misal:
Makassar-Jakarta PP), bagaimana dengan pertanggungjawaban tiket pesawatnya? saya dengar-dengar
bisa hanya menggunakan Tiket Berangkat saja dikali 2 (tidak perlu tiket pulang). Kemudian gimana kalau
dinas dari Makassar-jakarta, tapi lewat kota lain pulangnya, misal: Yogyakarta. Apakah bisa dipertanggung
jawabkan tiketnya? kan bisa dapat lebih murah harganya. Terima kasih. Mohon pencerahannya.

Biaya transportasi kepulangan dibayarkan mengacu pada biaya transportasi kedatangan tanpa
melampirkan bukti pengeluaran hanya berlaku untuk kegiatan perjalanan dinas dalam rangka rapat,
seminar, dan sejenisnya menggunakan paket meeting. Tiket kepulangan dimaksud (Jakarta - Makassar via
Yogyakarta) dapat dibayarkan, sepanjang lebih efisien. Namun hal tersebut agar diatur secara internal
lebih lanjut (SOP) mengenai pelaksanaan dan pertanggungjawaban biaya perjalanan dinas

Ass. Wr. Wb. Kalau esselon I (Jakarta) mengadakan rapat (3 hari) misal di kota bandung dengan
akomodasi tidak di tanggung oleh panitia artinya dibebankan ke peserta dan pesertanya seluruh indonesia
termasuk kami yang dari bandung. kalau kami dari bandung apakah boleh mendapatkan uang trasnport
perjalanan dinas tidak dan masuk ke akun apakah ? dan bolehkah kita menginap di hotel tersebut juga dan
masuk ke akun apa?

Sesuai PMK No.113/PMK.05/2012, kepada Pelaksana SPD (dalam kota dan/atau luar kota) diberikan
biaya perjalanan dinas antara lain biaya transpor pegawai. Untuk peserta dari Bandung (dalam kota)
diberikan biaya transport dalam kota secara lumpsum sesuai standar biaya. Biaya penginapan dapat
diberikan apabila diperlukan menginap dan hal tersebut merupakan kewenangan PPK. Akun yang
digunakan adalah akun 524111.

berdasarkan pasal 12 pmk perjadin menyatakan perjadin yang menggunakan transportasi laut kurang dari
24 jam hanya diberikan uang harian, apakah ini berarti bahwa penggunaan transportasi laut yang kurang
dari 24 jam biaya transportnya diambil dari uang harian? sementara apabila dari lokasi kami untuk menuju
kebandara memerlukan perjalanan laut kurang dari 24 jam namun biaya transportnya adalah sebesar
365.000,- terima kasih

Biaya transportasi diberikan secara at cost sesuai bukti pengeluaran riil yang sah, antara lain meliputi biaya
transportasi yang dikeluarkan dari tempat kedudukan menuju bandara, dari bandara ke tempat tujuan
perjadin dan sebaliknya. Dalam hal perjadin menggunakan transportasi laut dimaksud kurang dari 24 jam
menuju ke bandara, komponen biaya perjadin yang diberikan meliputi: 1). biaya transportasi (laut)
dibayarkan sesuai bukti riil, 2). biaya transportasi lain, misalnya taksi dari darmaga/pelabuhan menuju ke
bandara, 3) uang harian perjadin, dan 4) biaya penginapan. Sedangkan yang dimaksud dalam Pasal 12
PMK No.113/2012 adalah perjadin yang menggunakan transportasi laut memerlukan waktu lebih dari atau
sampai dengan 24 jam, selain diberikan biaya transportasi/tiket sesuai at cost, hanya diberikan uang harian
(tidak diberikan biaya penginapan) karena di kapal laut tidak terdapat penginapan dan biaya kapal laut
sudah termasuk kamar-kamar menginap.

Sesuai edaran surat menteri keuangan terbaru terjadi perubahan akun paket meeting dari akun 521219
menjadi 524114. yang ingin kami tanyakan apakah terkena pajak atau tidak paket meeting fullboard
kontraktual dengan pihak hotel setelah terjadi perpindahan akun tersebut. Demikian terima kasih.

Ketentuan pengenaan pajak tetap mengikuti ketentuan perpajakan. Dalam hal ini, biaya penginapan dalam
bentuk paket meeting dimaksud tetap dikenakan pajak sesuai ketentuan.

Yth helpdesk. Saya mau tanya mengenai berkas kelengkapan spd yang kurang [Link] Boarding
Pass hilang, Bagaimana jalan keluarnya. Mengelai Laporan perjalanan dinas apakah termasuk berkas
pendukung dari spd rangpung? trim

Berkas yang hilang dapat dipertanggungjawabkan dengan mencantumkan pada daftar pengeluaran riil,
dan hal dimaksud menjadi bagian tanggung jawab PPK. Laporan pelaksanaan perjalanan dinas yang
disampaikan kepada pemberi tugas tidak perlu dilampiri dengan berkas pendukung spd rampung, cukup
disampaikan kepada PPK.

Yth. Admin Di RKAKL kami terdapat kegiatan lapang (*) yang satuan per bidangnya sudah ditentukan
RKAKL dengan MAK 521219. bagaimanakah pertanggungjawaban keuangannya apakah cukup dengan
SK, Surat Tugas, Daftar Nominatif dan Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan? ataukah ada hal lain yang
harus saya lengkapi? * : Kegiatan Lapang penyuluhan sebesar Rp 80.000,-/bidang, kegiatan lapang
pengumpulan data yuridis sebesar Rp 160.000,-/bidang, kegiatan lapang pengukuran sebesar Rp
253.000,-/bidang dan kegiatan panitia A sebesar Rp 80.000,-/bidang Terima kasih

Apabila kegiatan lapang tersebut dilakukan dengan bentuk penugasan ke luar kantor, maka kegiatan
lapang dimaksud termasuk dalam perjalanan dinas. Sesuai PMK 113/PMK.05/2012 tentang Perjalanan
Dinas Dalam Negeri Pasal 34 disebutkan bahwa pertanggungjawaban biaya perjalanan dinas kepada PPK
dengan melampirkan dokumen berupa Surat Tugas, SPD, bukti pengeluaran riil atas biaya
transportasi/biaya penginapan, dan daftar pengeluaran riil. Sedangkan berita acara penyelesaian
pekerjaan dimaksud merupakan bagian dari pertanggungjawaban pelaksanaan perjalanan dinas yang
disampaikan kepada pemberi tugas.
Panitia penyelenggara acara mengundang instansi lain peserta menanggung akomodasi dan konsumsi
peserta 1 orang. trus kami datang 2 orang 1 nginap ditempat acara dan 1 nginap di hotel lain apakah
peserta 2 orang yang hadiri ini mendapatkan? uang hariannya yang fullboard atau dibedakan? mohon
jawabannya

Apabila kegiatan lapang tersebut dilakukan dengan bentuk penugasan ke luar kantor, maka kegiatan
lapang dimaksud termasuk dalam perjalanan dinas. Sesuai PMK 113/PMK.05/2012 tentang Perjalanan
Dinas Dalam Negeri Pasal 34 disebutkan bahwa pertanggungjawaban biaya perjalanan dinas kepada PPK
dengan melampirkan dokumen berupa Surat Tugas, SPD, bukti pengeluaran riil atas biaya
transportasi/biaya penginapan, dan daftar pengeluaran riil. Sedangkan berita acara penyelesaian
pekerjaan dimaksud merupakan bagian dari pertanggungjawaban pelaksanaan perjalanan dinas yang
disampaikan kepada pemberi tugas.

Prinsipnya biaya perjalanan dinas tidak dibayarkan rangkap, apabila komponen biaya perjadin dimaksud
telah ditanggung oleh panitia maka tidak dapat dibebankan dalam DIPA satker peserta. Sepanjang biaya
penyelenggaraan kegiatan (akomodasi dan konsumsi) ditanggung oleh panitia, peserta hanya diberikan
uang saku paket fullboard. Sedangkan kepada peserta yang tidak ditanggung akomodasi dan konsumsinya
diberikan uang harian perjadin, selain diberikan komponen biaya perjalanan lain (biaya transportasi secara
at cost).

Yth. Helpdesk Untuk melaksanakan satu kegiatan di K/L, tetapi tidak tersedia SDM yang memiliki keahlian
di bidang itu misal : IT, Hukum, dll, sehingga diperlukan beberapa tenaga ahli sebagai nara sumber untuk
melaksanakan kegiatan tersebut. Para nara sumber dimaksud bukan dalam kegiatan Seminar, FGD,
Sosialisasi dll, melainkan memberikan advise/masukan sesuai keahliannya dan dilaksanakan bukan dalam
satu hari melainkan bisa beberapa hari (misal 5 hari) dan beberapa orang sekaligus (misal 5 orang) dan
beberapa dari narasumber tersebut berasal dari luar kota atau ditugaskan ke kota lain sehingga diberikan
juga SDP (transport Penginapan uang harian). Kami sangat memerlukan penjelasan atas permasalahan
tersebut agar pembayarannya akuntabel dan yang ditugaskan tidak disalahkan. Pertanyaan kami :
1. Apakah dengan menugaskan beberapa orang tenaga ahli untuk kegiatan tertentu sesuai
keahlian bersangkutan secara bersama-sama bukan dalam seminar, FGD, Sosialisasi atau sejenisnya
beberapa jam sehari dapat diberikan honor nara sumber ? 2. Penugasan nara sumber diberikan SDP
(transport Penginapan uang harian), tetapi bukan dalam seminar, FGD, Sosialisasi dan sejenisnya selama
beberapa hari dapat juga diberikan honor nara sumber ? 3. Apakah unit/bagian tertentu ketika
menyampaikan atau mensosialisasikan TUSI-nya ke unit eselon I lainnya Misal : bagian perencanaan
mensosialisasikan cara penyusunan KAK,RAB,ROK ke unit eselon I lainnya dapat menjadi nara sumber
dan diberikan honor ?

1. Pelaksanaan kegiatan merupakan tahapan untuk mencapai output/kinerja yang tercantum dalam DIPA.
Permasalahan yang Saudara sampaikan dimaksud sebaiknya dilakukan dalam bentuk kontrak pengadaan
jasa. Jasa keahlian tertentu yang diperlukan dalam rangka mencapai output satker. Meknisme pengadaan
jasa agar mengikuti ketentuan mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah. Dalam kontrak dicantumkan
pertimbangan-pertimbangan penunjukan narasumber, misalnya mengapa harus ditunjuk dari luar kota atau
misalnya mengapa kegiatan dilakukan harus ke luar kota. Mencantumkan rincian biaya yang diperlukan
untuk pelaksanaan kegiatan dimaksud, termasuk biaya yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan
kegiatan ke luar kota atau mendatangkan narasumber dimaksud dari luar kota. 2. Untuk kegiatan rapat,
seminar dan sejenisnya yang memerlukan narasumber, selain diberikan honor narasumber, kepada
narasumber dimaksud dapat diberikan biaya perjalanan dinas (uang harian, biaya transportasi). 3. Honor
narasumber bisa saja dibayarkan (walaupun materi yang disampaikan berkaitan dengan tusi) karena dalam
SBU tidak terdapat pembatasan materi, sepanjang melibatkan eselon I lain.

saya ingin bertanya apakah uang makan dibayarkan apabila pagi saya masuk kerja jam.7.30 kemudian
saya bertugas dilapangan sebagai panitia pelatihan penyuluhan sensus pertanian di wilayah kabupaten
tempat saya kerja dan jam 4 sore saya kembali kekantor lagi untuk absen, kata bendahara saya uang
makan tidak di bayarkan kalau ikut jadi panitia penyuluhan sensus pertanian karena sudah diberikan honor
rp.200 rb selama 7 hari kerja. tolong di jelaskan karena saya masih kurang jelas mengenai masalah ini.

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 110/PMK.05/2010 tentang Tata Cara Pembayaran Uang
Makan bagi PNS menyatakan bahwa uang makan tidak dapat dibayarkan antara lain kepada PNS yang
sedang melakukan perjalanan dinas. Sedangkan dalam PMK No.113/PMK.05/2012 tentang Perjalanan
Dinas dalam Negeri disebutkan penugasan ke luar kantor (sbg panitia pelatihan penyuluhan) termasuk
perjalanan dinas karena meninggalkan kantor dan disertai dengan Surat Tugas. Perjadin dimaksud terdiri
dari perjadin dalam kota (lebih dari 8 jam atau sd 8 jam) dan perjadin keluar kota. Sebagai konsekuensi
penugasan ke luar kantor tersebut kepada pelaksana SPD diberikan biaya perjalanan dinas (yang bersifat
tidak menambah penghasilan), bukan diberikan honor yang bersifat dapat menambah penghasilan.

Anda mungkin juga menyukai