Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Badan Standar Nasional Pendidikan Menimbang:
a. Bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia
Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah perlu Pendidikan
Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2023/2024.
b. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu menetapkan
Keputusan Kepala Sekolah SD SMP SMA SMK tentang Prosedur Operasional Standar
(POS) Penyelengaraan Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2023/2024.
Mengingat atau Dasar hukum POS Ujian Sekolah Tahun 2024 Tahun Pelajaran2023/2025
adalah:
1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan;
3. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek)
Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) pada Pendidikan Anak
Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
4. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 7 Tahun 2022
tentang Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan
Jenjang Pendidikan Menengah;
5. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun 2022
tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang
Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
MEMUTUSKAN
Menetapkan : Keputusan PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS)
PENYELENGGARAAN UJIAN SEKOLAH PADA SD SMP SMA SMK TAHUN
PELAJARAN 2023/2024.
Pasal 1
(1) Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah (US) yang selanjutnya
disebut POS UJIAN SEKOLAH, mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan
Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2023/2024.
(2) Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah (US) sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan satuan pendidikan.
Pasal 2
(1) Hal-hal lain yang belum diatur dan bersifat teknis dalam Revisi Prosedur Operasional
Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah (US) ini akan ditetapkan oleh satuan pendidikan
sesuai dengan kewenangan dan disosialisasikan melalui surat edaran.
(2) Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah (US) ini ditetapkan oleh
Kepala Sekolah dan disosialisasikan.
Pasal 3
Keputusan Kepala SMA Negeri 12 Jakarta ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Lampiran Keputusan Kepala SD SMP SMA SMK Nomor: 2024 Tentang Prosedur
Operasional Standar POS Penyelenggaraan Ujian Sekolah Tahun 2024 Tahun Pelajaran
2023/2024
BAB I
PENGERTIAN
Dalam Prosedur Operasional Standar ini yang dimaksud dengan:
1. Satuan Pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan
pendidikan pada jalur formal, nonformal dan informal pada setiap jenjang dan jenis
pendidikan, seperti yang terdapat dalam pasal 1 butir 10 UU No. 20 Tahun 2003.
2. Ujian Sekolah adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang
dilakukan Satuan Pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk
memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan/atau untuk menentukan kelulusan peserta
didik dari satuan pendidikan.
3. Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah yang selanjutnya disebut
POS US adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan Ujian
Sekolah di SD SMP SMA SSMK
4. Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut SNP adalah kriteria minimal
tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
5. Kisi-kisi Ujian Sekolah adalah acuan untuk mengembangkan dan merakit naskah soal
Ujian Sekolah yang disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan,
Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku.
6. Paket soal Ujian Sekolah adalah variasi perangkat tes yang paralel, terdiri atas sejumlah
butir soal yang dirakit sesuai dengan kisi-kisi Ujian Sekolah.
7. Dokumen Ujian Sekolah adalah berkas hasil pelaksanaan Ujian Sekolah yang bersifat
rahasia, terdiri atas naskah soal, jawaban peserta ujian, daftar hadir yang sudah diisi
peserta, berita acara yang sudah diisi dan ditandatangani oleh pengawas ujian baik dalam
bentuk hard copy maupun softcopy.
8. Kriteria kelulusan adalah persyaratan minimal kelulusan peserta didik.
BAB II
PESERTA DAN SATUAN PENDIDIKAN PELAKSANA UJIAN SEKOLAH (US)
A. Persyaratan Peserta Ujian Sekolah (US)
a. Terdaftar pada tahun terakhir jenjang pendidikan di SD SMP SMA SMK;
b. Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar seluruh program pembelajaran yang
telah ditempuh pada jenjang pendidikan di satuan pendidikan tertentu mulai semester 1
(satu) tahun pertama sampai dengan semester 2 (satu) tahun terakhir;
c. Peserta didik yang memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau
berpenghargaan sama dengan ijazah dari sekolah yang setingkat lebih rendah.
Penerbitan ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sebelum
mengikuti ujian sekolah, atau sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun untuk peserta program
SKS.
B. Hak dan Kewajiban Peserta Ujian Sekolah (US)
Hak Peserta Ujian Sekolah (US)
a. Setiap peserta didik yang telah memenuhi persyaratan berhak mengikuti Ujian Sekolah
(US).
b. Peserta Ujian Sekolah (US) yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah
tidak dapat mengikuti Ujian Sekolah (US) utama dapat mengikuti Ujian Sekolah (US)
susulan.
Kewajiban Peserta Ujian Sekolah (US)
a. Peserta Ujian Sekolah (US) wajib mengikuti semua mata pelajaran yang diujikan.
b. Peserta Ujian Sekolah (US) wajib mematuhi tata tertib peserta Ujian Sekolah (US).
C. Pendataan Peserta Ujian Sekolah (US)
1. Satuan pendidikan pelaksana Ujian Sekolah (US) melaksanakan pendataan calon
peserta berdasarkan data Dapodik, Dapodikmas, atau EMIS.
2. Panitia Ujian Sekolah (US) melakukan verifikasi data calon peserta Ujian Sekolah
(US).
3. Kepala sekolah menetapkan daftar peserta Ujian Sekolah (US).
4. Panitia Ujian Sekolah (US) menerbitkan kartu peserta Ujian Sekolah (US).
D. Persyaratan Satuan Pendidikan Pelaksana Ujian Sekolah (US)
1. Persyaratan satuan pendidikan yang dapat melaksanakan Ujian Sekolah (US) adalah
satuan pendidikan terakreditasi berdasarkan keputusan dari Badan Akreditasi Nasional
Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) untuk satuan pendidikan formal untuk satuan
pendidikan kesetaraan.
2. Dalam hal akreditasi satuan pendidikan telah habis masa berlakunya dan dalam proses
pengajuan kembali (reakreditasi) maka status akreditasi yang lama masih berlaku
sesuai dengan ketentuan BAN-S/M tentang reakreditasi.
3. Ujian Sekolah (US) untuk satuan pendidikan yang belum terakreditasi diselenggarakan
oleh satuan pendidikan terakreditasi pada jenjang pendidikan yang sama.
Penyelenggaraan Ujian Sekolah (US) bagi satuan pendidikan yang belum terakreditasi
dapat berlangsung di satuan pendidikan masing-masing, dengan penyelenggara Ujian
Sekolah (US) dari satuan pendidikan yang terakreditasi.
4. Mekanisme penyelenggaraan dan penggunaan soal Ujian Sekolah (US) oleh satuan
pendidikan yang belum terakreditasi dilakukan melalui kerja sama dengan satuan
pendidikan terakreditasi dan dikoordinasikan oleh dinas pendidikan.
BAB III
PENYELENGGARAAN DAN PELAKSANA UJIAN SEKOLAH (US)
A. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
Tugas dan kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten/kota dalam US sebagai berikut.
a. menyusun dan menetapkan Petunjuk Teknis (Juknis) Penyelenggaraan Ujian Sekolah
(US);
b. melakukan sosialisasi Juknis Ujian Sekolah ke Suku Dinas Pendidikan Wilayah
Kota/Kabupaten Administrasi;
c. menetapkan MGMP untuk menyusun ruang lingkup materi atau kisi-kisi Ujian
Sekolah;
d. melakukan bimbingan, monitoring dan evaluasi penyusunan soal Ujian Sekolah;
e. memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan Ujian Sekolah dengan melibatkan kasi
persekolahan dan Pengawas ;
f. mengumpulkan dan menganalisis data hasil US.
g. melakukan sosialisasi pelaksanaan Ujian Sekolah kepada kepala sekolah dan para
pemangku kepentingan lain di wilayahnya;
h. melaksanakan pelatihan penulisan, perakitan dan penskoran soal, bagi guru-guru;
B. Satuan Pendidikan
Tugas dan kewenangan satuan pendidikan dalam pelaksanaan Ujian Sekolah (US) sebagai
berikut.
a. menyusun Pedoman Operasional Standar Ujian Sekolah (POS US) tahun 2024.
b. menetapkan bentuk Ujian Sekolah, yaitu ujian bentuk portofolio, penugasan, tes
tertulis, praktik, dan/atau ujian bentuk lain sesuai karakteristik masing-masing mata
pelajaran.
c. memetakan bentuk penilaian yang dapat dilakukan dalam mengukur kompetensi
peserta didik untuk setiap mata pelajaran agar lebih variatif dan komprehensif.
d. menetapkan bentuk atau teknik penilaian yang digunakan untuk memperoleh nilai
Ujian Sekolah dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Bentuk ujian tulis berbasis komputer. Pada ujian berbasis komputer agar
memanfaatkan teknologi secara daring;
2) Bentuk penugasan yang dapat digunakan pada beberapa atau semua mata pelajaran
bagi semua peserta ujian atau beberapa peserta dengan keadaan khusus;
3) Bentuk ujian praktik/tulis pada mata pelajaran tertentu (yang memiliki
keterampilan konkrit);
4) Bentuk portofolio yang dapat digunakan pada beberapa atau semua mata pelajaran
bagi semua peserta ujian atau beberapa peserta dengan keadaan khusus.
e. melaksanakan tahapan Ujian Sekolah berdasarkan Peraturan Menteri Penididkan dan
Kebudayaan yang terkait, Petunjuk Teknis pelaksanaan Ujian Sekolah yang diterbitkan
Dinas Pendidikan, dan POS US di satuan pendidikan;
f. membentuk panitia Ujian Sekolah dan melaporkannya ke Dinas Pendidikan;
g. melakukan sosialisasi pelaksanaan Ujian Sekolah kepada pendidik, peserta didik, orang
tua dan komite sekolah;
h. menyusun dan menetapkan paket soal Ujian Sekolah;
i. mengoordinir penyusunan soal Ujian Sekolah;
j. bagi Satuan Pendidikan Nonformal dapat berkoordinasi dengan Silu Dinas
Pendidikan/Dinas Pendidikan dalam hal naskah soal dan sistem ujian;
k. mengatur ruang maya Ujian Sekolah dan menetapkan pengawas ruang Ujian Sekolah;
l. menentukan kriteria kelulusan peserta didik dari sekolah;
m. mengamankan master soal beserta kelengkapannya;
n. Menyiapkan sarana pendukung Ujian Sekolah baik secara daring;
o. Menjaga kerahasiaan dan keamanan bahan Ujian Sekolah;
p. Menyiapkan ruang khusus untuk pelaksanaan Ujian Sekolah bagi peserta didik yang
berkebutuhan khusus;
q. Menjaga keamanan pelaksanaan Ujian Sekolah;
r. Menerbitkan dan menandatangani hasil Ujian Sekolah;
s. Mengirimkan hasil Ujian Sekolah ke Dinas Penedidikan
BAB IV
BAHAN UJIAN PRAKTIK/TULIS DAN UJIAN SEKOLAH
A. Kisi-Kisi Ujian Sekolah (US)
a) Penyusunan kisi-kisi Ujian Sekolah berdasarkan kriteria pencapaian kompetensi
lulusan, standar isi, dan lingkup materi pada kurikulum yang berlaku dimasing-masing
sekolah.
b) Kisi-kisi Ujian Sekolah berdasarkan Kurikulum 2013 dan/atau Kurikulum Merdeka
c) Dinas Pendidikan menyediakan kisi-kisi Ujian Sekolah yang disusun dan
dikembangkan oleh Tim MGMP.
d) Sekolah dapat membuat dan mengembangkan kisi-kisi secara mandiri dengan
memperhatikan a), b), dan c).
B. Naskah Ujian Sekolah (US)
a) Soal Ujian Sekolah disusun mengacu pada kisi-kisi US yang diterbitkan oleh Dinas
Pendidikan Provinsi DKI Jakarta atau mengacu pada kisi-kisi yang dikembangkan oleh
sekolah secara mandiri;
b) Bentuk soal terdiri atas Pilihan Ganda (PG), isian singkat dan Uraian;
c) Instrumen yang digunakan pada Ujian Sekolah agar memenuhi ketentuan sebagai
berikut: a). Memenuhi persyaratan substansi, b). konstruksi, dan c). bahasa, dan d).
memiliki bukti validitas empirik.
d) Dilakukan dengan prosedur: kisi-kisi, kartu soal, soal, kuncijawaban (untuk bentuk PG,
isian singkat), pedoman penskoran, hasil telaah kualitatif, dan hasil telaah kuantitatif
(bukti telaah kuantitatif dapat dilakukan setelah ujian dilaksanakan).
e) Naskah soal Ujian Sekolah dirakit oleh guru/MGMP di satuan pendidikan, minimal 2
(dua) paket terdiri dari 1 (satu) paket utama dan 1 (satu) paket susulan untuk masing-
masing mata pelajaran;
f) Master soal digandakan dengan menggunakan sumber dana dari APBD atau Bantua
Operasional Sekolah (BOS) atau sumber lainnya.
C. Mekanisme Penyusunan Soal Ujian Sekolah (US)
1. Penyusunan Soal Ujian praktik/tulis sepenuhnya disiapkan oleh satuan pendidikan
(sekolah) dengan berdasarkan pada kisi-kisi ujian praktik/tulisyang sudah tersedia.
2. Penyusunan soal Ujian Sekolah Tes tertulis dari dilakukan dengan mekanisme Dinas
Pendidikan Provinsi sesuai dengan kewenangannya bekerja sama dengan MGMP
Provinsi DKI menetapkan ruang lingkup/kisi-kisi US yang mencakup lingkup materi
dan tingkat kognitif.
3. Penyusunan soal US oleh guru mapel di satuan pendidikan dilakukan dengan
mekanisme dan ketentuan sebagai berikut.
a. Menyusun soal US secara keseluruhan (100%) berdasarkan ruang lingkup/kisi-kisi
indikator soal dari MGMP berikut kelengkapannya berupa format lembar jawaban,
pedoman penskoran untuk soal uraian, dan kunci jawaban untuk pilihan ganda.
b. Menyusun soal Ujian Sekolah (US) minimal 2 (dua) paket soal terdiri atas 1 (satu)
paket soal utama dan 1 (satu) paket soal susulan.
BAB V
PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH (PRAKTIK DAN TULIS)
A. Pedoman Pelaksanaan Ujian Sekolah
1. Ujian Sekolah pada kondisi khusus dapat dilaksanakan secara luar jaringan (luring)
atau dalam jaringan (daring), dengan tetap mengikuti syarat dan ketentuan yang
berlaku sesuai dengan jenis layanan administrasi yang dibutuhkan.
2. Ujian Sekolah dalam bentuk tes tulis sebagaimana pada poin (1) dapat dilakukan
dengan berbagai cara dan model tergantung daya dukung dan perangkat yang dimiliki
oleh pihak-pihak terkait. Perangkat minimal yang harus dimiliki tes online sebagai
berikut:
a) Pihak sekolah meliputi server, IP publik, koneksi internet, aplikasi soal, admin/atau
proktor.
b) Pihak peserta didik meliputi laptop dan/atau HP, kuota internet, dll.
3. Ujian Sekolah dalam bentuk tes online dapat menggunakan aplikasi sesuai dengan
kebutuhan dan dengan tetap mengakomodasi prinsip-prinsip penilaian khususnya
prinsip akuntabilitas. Dengan demikian penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada
pihak intenal maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasil.
4. Penilaian pada Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk: tes tertulis, lisan,
penugasan, portofolio, praktik, projek, produk dan/atau bentuk lain yang ditetapkan
satuan pendidikan;
5. Penilaian yang dilakukan dalam bentuk ujian praktik/tulis pada mata pelajaran yang
memiliki keterampilan konkrit seperti mata pelajaran IPA (fisika, kimia, biologi),
pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, bahasa, prakarya dan kewirausahaan,
Agama, atau seni dan budaya harus memperhatikan KD esensial yang akan diujikan
dan menyesuaikan dengan memperhatikan alokasi waktu yang tersedia (ingat ini
kondisi khusus bukan kondisi normal) dapat dilakukan beberapa alternatif:
a) Praktikum dilakukan secara virtual (menggunakan laboratorium virtual dari
aplikasi pembelajaran atau video praktikum dari youtube atau yang dilakukan oleh
guru mapel yang bersangkutan dengan cara demonstrasi), lalu peserta didik
menjawab soal/membuat laporan praktikum sesuai dengan langkah-langkah metode
ilmiah;
b) Praktikum yang dilakukan secara mandiri dari rumah (dengan catatan tidak
membebani peserta didik), lalu peserta didik membuat video dan laporan praktikum
sesuai dengan langkah- langkah metode ilmiah;
c) Penugasan membuat produk/projek dapat dilaksanakan secara individu, dan/atau
kelompok dengan berbasis mata pelajaran (untuk mapel seperti seni budaya,
PKWU, Biologi, dll) untuk memperoleh nilai secara individu.
6. Ujian Sekolah bentuk lain selain praktik sebagaimana pada poin (5) seperti projek,
produk dan/atau penugasan lain agar dilakukan dengan memperhatikan waktu dan
psikososial agar tidak menjadi beban peserta didik.
7. Bentuk Ujian Sekolah yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan sebagaimana
dimaksud pada poin (5) dilaksanakan pada semester genap pada tahun terakhir jenjang
satuan Pendidikan.
8. Ujian Sekolah yang dilakukan dalam bentuk penilaian projek, penilaian produk dapat
dilaksanakan secara individu, dan/atau kelompok baik berbasis mata pelajaran maupun
lintas mata pelajaran untuk memperoleh nilai secara individu.
B. Mata Pelajaran, Jumlah Butir Soal dan Alokasi Waktu
1. Mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian praktik/tulis meliputi mata pelajaran yang
memiliki penilaian di ranah keterampilan konkrit sedangkan untuk US bentuk tes
tertulis meliputi seluruh mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang diterapkan
masing-masing satuan pendidikan yang memiliki penilaian di ranah pengetahuan.
2. Kisi-kisi Ujian praktik/tulis seluruh mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian
praktik/tulis sepenuhnya disiapkan oleh satuan pendidikan mengacu pada kompetensi
yang sesuai dengan kurikulum kondisi khusus yang berlaku.
3. Jumlah butir soal dan alokasi waktu untuk mata pelajaran yang diujikan di Ujian
Sekolah bentuk tes tertulis keseluruhannya ditetapkan oleh masing-masing satuan
pendidikan.
4. Daftar mata pelajaran Ujian Sekolah Tertulis pada Kurikulum 2013 (kondisi khusus)
untuk bentuk soal, jumlah soal, dan alokasi waktu diatur sebagai berikut:
5. Soal mata pelajaran lintas minat menggunakan soal yang sama pada program
peminatan.
C. Jadwal Ujian Sekolah (US)
Jadwal Ujian Sekolah (US) baik ujian praktik/tulis dan tulis ditentukan oleh satuan
pendidikan dengan mempertimbangkan ketuntasan belajar peserta didik.
1) Jadwal Ujian Sekolah (US) Tulis Utma
2) Jadwal Ujian Sekolah (US) Tulis Susukan
3) Jadwal Ujian Sekolah Praktik Utama
4) Jadwal Ujian Sekolah Praktik Susulan
Susulan Ujian Praktik dilaksanakan pada tanggal yang telah ditetapkan dengan
berkoordinasi langsung kepada panitia dan guru penguji praktik.
D. Moda Pelaksanaan Ujian Sekolah (US)
Ujian Sekolah (US) baik Praktik dan tes tertulis dilaksanakan secara luring 505. US Tulis
dilakukan dengan moda ujian berbasis Android..
E. Pengaturan Tempat , Pengawas, Tata Terbit Pengawas, dan Tata Tertib Peserta Ujian
Sekolah (US).
Ketentuan tempat, pengawas, tata tertib pengawas dan tata tertib peserta Ujian Sekolah
(US) diatur pada BAB VI.
F. Pemeriksaan dan Pengolahan Hasil Ujian Sekolah (US)
Proses pemeriksaan dan pengolahan hasil Ujian Sekolah (US) diatur pada BAB VII.
BAB VI
PENGATURAN TEMPAT, PENGAWAS, DAN TATA TERTIB
A. Pengaturan Ruang/Tempat Ujian Sekolah (US)
Panitia Ujian Sekolah (US) menetapkan pelaksanan Ujian Sekolah dilaksanakan secara
luring bertempat di sekolah masing-masing, pengawasan dilakukan langsung di sekolah
oleh proktor dan pengawas.
B. Pengawas Ujian Sekolah (US)
1. Kepala sekolah bertanggungjawab mutlak atas pelaksanaan Ujian Sekolah (US) di
sekolah yang menjadi kewenangannya;
2. Pengawas/Penguji Ujian Sekolah (US) ditetapkan oleh kepala sekolah;
3. Setiap Kelas yang melaksanakan Ujian Sekolah (US) tulis diawasi oleh dua orang
pengawas, untuk ujian praktik didampingi oleh 2 orang Penguji;
4. Pengawas Ujian Sekolah (US) adalah guru yang mata pelajarannya tidak sedang
diujikan. Pengawas Ujian Sekolah (US) adalah guru yang disiplin, jujur,
bertanggungjawab, teliti, dan memegang teguh kerahasiaan.
C. Tata Tertib Pengawas/Penguji Ujian Sekolah (US)
1. Pengawas/Penguji adalah Guru mata pelajaran tertentu yang diujikan dalam ujian
praktik/tulis dan ditugaskan oleh sekolah melalui surat tugas resmi;
2. Pengawas/Penguji mempersiapkan gawai/laptop/PC dan menyambungkannya dengan
koneksi internet, lima belas (15) menit sebelum waktu ujian sekolah praktik/tulis
dimulai;
3. Pengawas/Penguji mengenakan seragam sesuai ketentuan dinas pada hari pelaksanaan
ujian;
4. Pengawas/Penguji dapat mengijinkan peserta yang terlambat mengikuti ujian sekolah
praktik/tulis setelah peserta mengkonfirmasi kepada Pengawas/Penguji, dan peserta
yang terlambat dipersilahkan melaksanakan ujian tanpa diberi perpanjangan waktu;
5. Pengawas/Penguji menjelaskan sistematika pelaksanaan ujian sekolah praktik/tulis
kepada peserta;
6. Daftar hadir peserta ujian, tetap menggunakan Moodle Kehadiran peserta harian, dan
untuk guru mapel yang mapel nya diujikan pada saat hari pelaksanaan diharapkan
memberikan laporan kehadiran peserta didiknya kepada panitia melalui grup WA
Kedinasan.
7. Bila peserta mengalami gagal terhubung/terkoneksi pada saat ujian sekolah
berlangsung, maka :
a. Pengawas/Penguji segera menginformasikan tentang kondisi tersebut kepada
Panitia
b. Jika waktu sudah habis, tetapi kondisi tetap belum terhubung/terkoneksi, maka
peserta dapat mengikuti ujian sekolah praktik/tulis susulan sesuai jadwal yang telah
ditentukan;
8. Pengawas/Penguji mengingatkan peserta ujian praktik/tulis untuk mengutamakan
Kejujuran sebagai Implementasi Pendidikan Karakter sebagai acuan dalam
melaksanakan ujian.
D. Tata Tertib Peserta Ujian Sekolah (US)
1. Peserta mempersiapkan gawai/laptop/PC dan menyambungkannya dengan koneksi
internet, lima belas (15) menit sebelum waktu ujian luring dimulai di ruangan masing-
masing;
2. Peserta mengenakan seragam sesuai tata tertib sekolah pada hari pelaksanaan ujian;
3. Peserta yang terlambat mengikuti ujian luring, hanya diperkenankan mengikuti setelah
mendapatkan izin dari Penguji, yaitu Guru Mapel yang ditugaskan oleh sekolah, tanpa
diberi perpanjangan waktu.
4. Peserta mulai melaksanakan ujian sekolah setelah waktu dimulai (sesuai Jadwal Ujian)
dengan menggunakan aplikasi pembelajaran yang ditentukan oleh sekolah;
5. Bila peserta mengalami gagal terhubung/terkoneksi dengan LMS Moodle pada saat
ujian sekolah berlangsung, maka :
a. Segera menginformasikan kepada Proktor/Pengawas tentang kondisi tersebut
secara langsung;
b. Jika waktu sudah habis, tetapi kondisi tetap belum terhubung/terkoneksi, maka
peserta dapat mengikuti ujian sekolah susulan sesuai jadwal;
6. Selama ujian sekolah berlangsung, peserta mengisi daftar hadir yang diedarkan oleh
pengawas;
7. Selama ujian sekolah berlangsung, peserta dilarang:
a. berkumpul di suatu tempat secara bersamaan;
b. menanyakan jawaban soal ujian kepada siapa pun;
c. memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
d. menggantikan atau digantikan oleh orang lain;
8. Peserta ujian harus mematuhi semua instruksi dari Penguji;
9. Peserta ujian mengutamakan Kejujuran sebagai Implementasi Pendidikan Karakter
sebagai acuan dalam melaksanakan ujian.
BAB VII
PEMERIKSAAN DAN PENGOLAHAN HASIL UJIAN PRAKTIK/TULIS DAN UJIAN
SEKOLAH
Proses pemeriksaan dan pengolahan hasil Ujian Sekolah (US) diatur sebagai berikut:
Untuk Ujian Praktik, hasil pekerjaan peserta didik dikoreksi oleh Pengawas/Penguji 1 dan 2.
Hasil pengolahan nilai diserahkan kepada panitia ujian praktik. Sedangkan untuk Ujian
Sekolah (US) pemeriksaan dan pengolahan hasilnya dilakukan dengan dua cara, yaitu:
A. Soal Bentuk Pilihan Ganda
Jawaban Ujian Sekolah (US) bentuk tertulis bentuk pilihan ganda dapat diperiksa langsung
oleh sistem online.
B. Pengolahan Hasil Ujian Sekolah (US)
1. Nilai Ujian Sekolah (US) merupakan gabungan nilai soal pilihan ganda dan nilai soal
uraian, dengan rentang nilai 0 - 100.
2. Sekolah menentukan pembobotan nilai pilihan ganda dan uraian dengan perbandingan
yang proporsional, yaitu 70:30 (70% PG dan 30% Uraian).
BAB VIII
KRITERIA PENCAPAIAN KOMPETENSI LULUSAN BERDASARKAN HASIL UJIAN
PRAKTIK/TULISDAN UJIAN SEKOLAH
A. Kriteria kelulusan
Kriteria kelulusan dari satuan pendidikan minimal mempertimbangkan hal-hal berikut.
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran Kurikulum 2013 dan atau Kurikulum
Merdeka dari kelas awal hingga akhir
2. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan
3. Mengikuti Ujian Sekolah (US) sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh satuan
pendidikan.
B. Penetapan Kelulusan
Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan melalui rapat pleno dewan
pendidik tentang kelulusan peserta didik.
C. Pengumuman Kelulusan Satuan Pendidikan
Pengumuman kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dilakukan oleh satuan
pendidikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan melalui web
sekolah.
D. Penulisan Nilai Ujian Sekolah Pada Ijazah
1. Penulisan nilai ujian sekolah pada ijazah dan atau pada Surat Keterangan Lulus (SKL)
sesuai dengan peraturan yang berlaku, misal: dengan menggunakan hasil dan nilai
ujian sekolah dan rata- rata nilai rapor dari semester 1 sampai dengan semester 6.
2. Rata-rata nilai rapor yang dimaksud adalah gabungan nilai pengetahuan dan
keterampilan dari semester 1 sampai dengan semester 6.
3. Pembobotan hasil nilai ujian sekolah dan rata-rata nilai rapor mengikuti ketentuan yang
ditetapkan oleh dinas pendidikan
BAB IX
PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN PELAPORAN
1. Pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan Ujian Sekolah (US) dilakukan oleh
kementerian, dinas pendidikan provinsi, LPMP, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan
satuan pendidikan sesuai tugas dan kewenangannya.
2. Laporan hasil pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan Ujian Sekolah (US)
dimanfaatkan untuk pemetaan mutu pendidikan di tingkat nasional, provinsi, dan
kabupaten/kota, serta bahan pembinaan dan pemberian bantuan kepada sekolah/madrasah.
3. Satuan pendidikan menyusun laporan penyelenggaraan Ujian Sekolah (US) dan
mengirimkannya kepada dinas pendidikan kabupaten/kota.
BAB X
BIAYA PELAKSANAAN UJIAN PRAKTIK/TULISDAN UJIAN SEKOLAH
1. Biaya penyelenggaraan dan pelaksanaan Ujian Sekolah (US) bersumber dari anggaran
Satuan Pendidikan, Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah yang bersangkutan,
Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara dan/atau sumber lain yang sah sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
2. Biaya pelaksanaan Ujian Sekolah (US) di satuan pendidikan antara lain mencakup
komponen-komponen sebagai berikut.
a. Persiapan:
1) Koordinasi persiapan pelaksanaan US paktik dan Ujian Sekolah (US) bentuk tes
tertulis;
2) Pengisian data calon peserta Ujian Sekolah (US) dan pengirimannya ke Dinas
Pendidikan;
3) Pengadaan kartu peserta Ujian Sekolah (US);
4) Pelaksanaan sosialisasi Ujian Sekolah (US);
5) Koordinasi penyusunan soal Ujian Sekolah (US);
6) Pengadaan bahan pendukung Ujian Sekolah (US);
b. Pelaksanaan:
1) Pengawasan pelaksanaan Ujian Sekolah (US);
2) Pemeriksaan hasil Ujian Sekolah (US);
3) Pengolahan dan pengiriman nilai Ujian Sekolah (US) ke Dinas Pendidikan Provinsi
atau Kabupaten/kota;
4) Pengambilan, pengisian, dan penerbitan ijazah; dan
5) Penyusunan laporan Ujian Sekolah (US) dan pengiriman laporan kepada Dinas
Pendidikan Provinsi atau Kabupaten/kota.
BAB XI
KEJADIAN LUAR BIASA
1. Jika terjadi peristiwa luar biasa yang berpotensi gagalnya pelaksanaan Ujian Sekolah (US),
panitia penyelenggara satuan pendidikan melaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi atau Kabupaten/Kota untuk dinyatakan sebagai kondisi darurat atau krisis.
2. Peristiwa luar biasa yang dimaksud pada butir nomor 1 di atas meliputi kebakaran,
bencana alam, huru-hara, dan peristiwa lain di luar kendali penyelenggara Ujian Sekolah
(US).
3. Peserta Ujian Sekolah (US) yang mendapat tugas dari pemerintah, pemerintah daerah
provinsi atau kabupaten/kota yang tidak dapat ditinggalkan termasuk dalam kondisi luar
biasa individual.
4. Dalam hal kejadian luar biasa, sekolah/madrasah dapat menyelenggarakan Ujian Sekolah
(US) atau peserta didik dapat mengikuti Ujian Sekolah (US) sesuai dengan jadwal yang
ditetapkan kemudian oleh sekolah/madrasah dengan persetujuan Dinas Pendidikan
Provinsi dan/atau Kabupaten/kota sesuai kewenangannya.
Lampiran 1. Pakta Integritas Kepala Sekolah
PAKTA INTEGRITAS KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN UJIAN
SEKOLAH (US) TAHUN PELAJARAN 2023/2024
Dalam rangka pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Tulis Tahun Pelajaran 2023/2024, saya
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Haurgeulis dengan ini menyatakan bahwa saya:
1. sanggup meningkatkan kualitas, kredibilitas, dan akuntabilitas pelaksanaan Ujian Sekolah
(US) Tulis untuk meningkatkan mutu pendidikan;
2. Sanggup melaksanakan tugas sesuai Panduan Penyelenggaraan Ujian Sekolah (US) Tulis
dan menyukseskan pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Tulis;
3. Sanggup menjaga keamanan dan kerahasiaan bahan Ujian Sekolah (US) Tulis; dan
4. Sanggup melaksanakan Ujian Sekolah (US) Tulis dengan jujur.
Demikian pakta integritas ini saya buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada unsur paksaan dari
pihak manapun.
Apabila saya melanggar hal-hal yang telah dinyatakan dalam pakta integritas ini, saya bersedia
dikenakan sangksi sesuai dengan hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Haurgeulis, ...................................... 2024
Kepala Sekolah
Catatan:
1. Isi pakta integritas dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
2. Untuk pendidikan kesetaraan istilah sekolah/madrasah disesuaikan
Lampiran 2. Pakta Integritas Panitia Ujian Sekolah
PAKTA INTEGRITAS PANITIA UJIAN SEKOLAH (US)
TAHUN PELAJARAN 2023/2024
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : ................................................................................
Jabatan : ................................................................................
Bertugas di:
Kabupaten/kota : Indramayu
Sekolah/Madrasah : SMK Muhammadiyah Haurgeulis
Dengan ini menyatakan:
1. Berkomitmen untuk melaksanakan Ujian Sekolah secara jujur agar hasilnya kredibel demi
meningkatkan mutu pendidikan nasional.
2. Berkomitmen menjaga kerahasiaan kisi-kisi dan soal Ujian Sekolah.
3. Sanggup melaksanakan tugas kepanitiaan Ujian Sekolah Tulis dengan baik dan sesuai
dengan ketentuan pada POS Ujian Sekolah (US) Tulis.
4. Sanggup untuk tidak membantu peserta ujian mengerjakan soal ujian, memberi kunci
jawaban kepada peserta ujian, maupun memberi kesempatan peserta ujian untuk bekerja
sama dalam mengerjakan soal ujian.
5. Apabila saya melanggar hal-hal yang telah saya nyatakan dalam Pakta Integritas ini, saya
bersedia dikenakan sanksi moral, sanksi administratif, dan dituntut sesuai dengan hukum
dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Haurgeulis, ............................. 2024
Panitia Ujian Sekolah,
(.............................................................)
Catatan:
- disimpan untuk arsip sekolah
Lampiran 3. Pakta Integritas Penyusun Soal Ujian Sekolah
PAKTA INTEGRITAS PENYUSUN SOAL UJIAN SEKOLAH (US)
TAHUN PELAJARAN 2023/2024
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : ................................................................................
Jabatan : ................................................................................
Bertugas di:
Kabupaten/kota : Indramayu
Sekolah/Madrasah : SMK Muhammadiyah Haurgeulis
Dengan ini menyatakan:
1. Berkomitmen untuk melaksanakan Ujian secara jujur agar hasilnya kredibel demi
meningkatkan mutu pendidikan nasional.
2. Berkomitmen menjaga kerahasiaan kisi-kisi dan soal Ujian Sekolah.
3. Sanggup melaksanakan tugas penyusunan soal Ujian Sekolah (US) Tulis dengan baik dan
sesuai dengan kaidah penulisan soal serta sesuai dengan ketentuan pada POS Ujian
Sekolah (US) Tulis.
4. Sanggup untuk tidak membantu peserta ujian mengerjakan soal ujian, memberi kunci
jawaban kepada peserta ujian, maupun memberi kesempatan peserta ujian untuk bekerja
sama dalam mengerjakan soal ujian.
5. Apabila saya melanggar hal-hal yang telah saya nyatakan dalam Pakta Integritas ini, saya
bersedia dikenakan sanksi moral, sanksi administratif, dan dituntut sesuai dengan hukum
dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Haurgeulis, ............................. 2024
Pembuat Soal Ujian Sekolah (US),
(.............................................................)
Lampiran 4. Pakta Integritas Pengawas Ujian Sekolah
PAKTA INTEGRITAS PENGAWAS UJIAN SEKOLAH (US)
TAHUN PELAJARAN 2023/2024
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : ................................................................................
Jabatan : ................................................................................
Bertugas di:
Kabupaten/kota : Indramayu
Sekolah/Madrasah : SMK Muhammadiyah Haurgeulis
Dengan ini menyatakan:
1. Berkomitmen untuk melaksanakan Ujian secara jujur agar hasilnya kredibel demi
meningkatkan mutu pendidikan nasional.
2. Berkomitmen menjaga kerahasiaan kisi-kisi dan soal Ujian Sekolah.
3. Sanggup melaksanakan tugas Mengawas Pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Tulis dengan
baik dan sesuai dengan kaidah penulisan soal serta sesuai dengan ketentuan pada POS
Ujian Sekolah (US) Tulis.
4. Sanggup untuk tidak membantu peserta ujian mengerjakan soal ujian, memberi kunci
jawaban kepada peserta ujian, maupun memberi kesempatan peserta ujian untuk bekerja
sama dalam mengerjakan soal ujian.
5. Apabila saya melanggar hal-hal yang telah saya nyatakan dalam Pakta Integritas ini, saya
bersedia dikenakan sanksi moral, sanksi administratif, dan dituntut sesuai dengan hukum
dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Haurgeulis, ............................. 2024
Pengawas Ujian Sekolah (US),
(......................................................)
Catatan:
- disimpan untuk arsip sekolah